RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
SPESIFIKASI TEKNIS
I. SPESIFIKASI UMUM
PASAL 1
JENIS PEKERJAAN
1. Data Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
Kegiatan : Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pendukung
Gedung Kantor Atau Bangunan Lainnya
Pekerjaan : Rehab Lantai 2 Gedung Belakang
Lokasi : Kecamatan Bengkalis - Kabupaten Bengkalis
2. Pemborong harus melaksanakan sarana penunjang seperti :
a. Mobilisasi alat dan bahan.
b. Mempersiapkan perlengkapan keselamatan dan Kesehatan kerja.
c. Melakukan pembongkaran dan pembersihan ruangan yang akan di rehab,
d. Dan segala sesuatu yang nyata-nyata termasuk dalam Dokumen Pelaksanaan dan Gambar
Rencana.
3. Untuk kelancaran pelaksanaan, pemborong harus menyediakan :
a. Tenaga kerja/tenaga ahli yang cukup memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan.
b. Alat-alat bantu seperti alat-alat pengangkut dan peralatan lain yang diperlukan dalam
pelaksanaan.
c. Bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap pekerjaan yang akan
dilaksanakan tepat pada waktunya.
PASAL 2
STANDAR-STANDAR PELAKSANAAN
Apabila tidak ditentukan lain, dalam pelaksanaan pekerjaan ini berlaku dan mengikat
ketentuan-ketentuan yang tersebut dibawah ini dan dianggap Rekanan telah mengetahui dan
memahaminya termasuk (apabila ada) segala perubahan dan tambahannya sampai saat ini yaitu:
1. Perpres No. 54 Tahun 2010 berikut lampiran-lampirannya.
2. Permen PUPR Tahun 2022
PASAL 3
PERSYARATAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN
1. Cat dan sejenisnya ( SNI 2008 )
a. Cat dan sejenisnya adalah yang berkualitas baik, yang memenuhi persyaratan.
b. Cat dan sejenisnya digunakan adalah hasil dari satu pabrik yang sama dan produksi dalam negeri.
2. Alat Instalasi Listrik ( SNI 2008 ).
a. Alat-alat instalasi yang boleh dipakai harus yang berkualitas baik, sesuai dengan iklim di
Indonesia, harus memenuhi syarat-syarat teknis dan telah diuji oleh Badan Penguji yang diakui.
b. Alat-alat instalasi yang boleh dipakai untuk ruang / tempat khusus harus sesuai dengan keadaan
tempat dimana instalasi itu dipasang.
c. Alat-alat instalasi seperti kabel (SII – 0209 – 79 ), stop kontak ( SII – 0580 – 81 ), sakelar ( SII –
0578 – 81 ), fitting dan sebagainya harus mempunyai tanda-tanda yang jelas mengenai
kemampuan listriknya, seperti tegangan, pemakaian dan kemampuan arusnya. Untuk kabel
listrik yang dipakai harus telah lulus uji / pengetesan LMK dengan tanda stempel LMK pada kulit
kabelnya.
d. Untuk pemakaian lampu-lampu bukan pijar seperti TL dan lain-lain yang dapat menyebabkan
turunnya faktor kerja yang melampaui batas, harus dilengkapi dengan kondensator.
3. Bahan-bahan lain.
a. Semua bahan-bahan bangunan yang akan dipakai dan belum disebutkan disini akan ditentukan
pada waktu penjelasan pekerjaan atau pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
b. Semua bahan-bahan yang dimasukkan untuk dipakai harus ditunjukan terlebih dahulu
kepada pengawas untuk diperiksa guna mendapatkan izin pemakaiannya.
c. Semua bahan-bahan bangunan yang tidak ditunjukan pada pengawas atau ditolak oleh
pengawas tidak dibenarkan pemakaiannya dan harus dibawa keluar lokasi segera mungkin.
d. Pemakaian bahan-bahan yang tidak sesuai dengan yang ditentukan harusdibongkar
dan kerugian yang ditimbulkannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong.
e. Tidak tersedianya bahan-bahan bangunan yang akan dipakai dipasaran dengan ini dinyatakan
tidak dapat sebagai alasan terhentinya/tertundanya pelaksanaanpekerjaan.
PASAL 4
IZIN –IZIN
1. Pemborong harus mengurus dan memperhitungkan biaya untuk pembuatan izin –izin yang
diperlukan dan berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan antara lain : Izin penebangan, izin
pengambilan material, izin jalan, izin pembuangan, izin pengurungan, izin trayek dan pemakaian
jalan, izin penggunaan bangunan serta izin-izin lain yang diperlukan sesuai dengan
ketentuan/peraturan daerah setempat.
2. Izin penggunaan tenaga kerja dari luar daerah/Propinsi.
3. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh hal tersebut dalam ayat1 diatas menjadi
tanggung jawab pemborong.
PASAL 5
DOKUMENTASI
1. Pemborong harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke
Pemberi Tugas serta pihak-pihak lain yang diperlukan.
2. Yang dimaksud dalam pekerjaan dokumentasi adalah : foto-foto proyek, berwarna minimal ukuran
postcard, pelaksaan pengambilan foto dimaksud yaitu dimulai dari pekerjaan 0 % dan selanjutnya
dilaksanakan berdasarkan tahap pekerjaan, sistem pengambilan foto tersebut untuk satu sasaran
diambil dari dua sisi.
PASAL 6
PEKERJAAN PENGECATAN
1. B a h a n
a. Plamir kayu yang digunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat antara lain seperti
:Plamir harus melekat baik pada permukaan yang akan dicat, pengeringan, jika disapukan tipis-
tipis harus mengering dalam waktu 2 x 24 jam tanpa mengerut atau merekah dan harus
cukup keras untuk digosok.
b. Cat kayu yang digunakan dalam pekerjaan ini harus memenuhi syarat antara lain :Tidak boleh
ada gel dan endapan keras kering. Waktu pengeringan (kering permukaan) maksimum satu jam.
2. Pelaksanaan Pengecatan
a. Pengecatan Tembok
Penggunaan Plamir :
Biarkan permukaan dinding tembok sampai kering sempurna, kurang lebih dari satu bulan
setelah plesteran. Bila terjadi pengkristalan sapulah permukaan dengan kain kering,
kemudian diulangi dengan kain basah dan biarkan selama dua hari, jika pengkristalan masih
terjadi diulangi lagi seperti semula sampai tidak terjadi lagi pengkristalan. Bersihkan
permukaan dinding tembok dari debu, kototran, dan bekas percikan plesteran. Bagian-bagian
didinding yang reka dan kurang rat diperbaiki dengan plamir dan biarkan mengering.
Setelah plamir mengering, kemudian diratakan dengan menggunakan amplas.
Persiapan Bahan
Cat tembok emulsi untuk permukaan kasar diencerkan dengan air bersih secukupnya antara
30 – 50 %. Cat tembok emulsi untuk permukaan halus diencerkan dengan air secukupnya
kira-kira 20 %.
Pengecatan :
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
Dinding tembok cat dengan cat dasar atau cat yang diencerkan dari cat yang akan dipakai.
Setelah mengering dilanjutkan dengan pengecatan lapis kedua, dan setelah mengering
dilanjutkan dengan pengecatan lapis ketiga sehinggahasil akhir warna cat benar-benar rata.
b. Pengecatan Kayu
Penggunaan Plamir kayu dan Dempul :
Sebelum permukaan pengecatan kayu dimulai permukaan kayu harus diamplas
dengan amplas kayu hingga halus. Untuk menutupi lobang-lobang kecil permukaan kayu
digunakan plamir, sedangkan untuk menutupi lubang- lubang besar pada permukaan kayu
digunakan dempul. Setelah permukaan kayu mengering kemudian digosok dengan amplas
kayu hingga halus.
Persiapan Bahan :
Cat dasar untuk kayu (Lood Menie) diaduk sampai rata, bila perlu ditambah pengencer
(terpentin) secukupnya. Cat kayu yang akan digunakan diaduk sampai rata, bila perlu
ditambah pengencer (terpentin) secukupnya.
Pengecatan :
Permukaan kayu dicat dengan cat yang akan digunakan, untuk pertama kali dipakai cat yang
diencerkan. Setelah mengering dicat dengan lapisan yang ketiga, sehingga diperoleh hasil
akhir yang benar-benar rata.
c. Pengecatan Triplek
Triplek, terutama pada loteng dicat dengan cat air warna sesuai dengan yang ditentukan.
Bilamana pada pengecatan pertama terjadi perubahan warna disebabkan permukaan triplek
mengeluarkan getah, maka harus digunakan cat minyak dengan warna yang sama.
Pengecatan triplek dilaksanakan secara tiga kali berulang, pengulangan pengecatan
dilakukan setelah pengecatan sebelumnya benar-benar kering.
PASAL 7
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan instalasi listrik meliputi pengadaan dan pemasangan saluran instalasi penerangan dan titik
api, sehingga diperoleh satu instalasi yang lengkap dan baik, setelah diuji seksama dan siap untuk
dipergunakan (menyala). Pekerjaan pengadaan instalasi meliputi :
a. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan dan titik api berikut ardennya.
b. Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan.
c. Pengadaan Gambar rencana, pemasangan instalasi listrik penerangan dan stop kontak.
d. Melakukan pengetesan terhadap instalasi yang telah terpasang, pengetesan dilakukan bersama
pihak-pihak yang berwenang (PLN) disaksikan oleh Pemberi Tugas/Direksi. Hasilnya dituangkan
dalam sertifikat tanda “Keur Instalasi Baik”.
2. Persyaratan Bagi Instalasi Pelaksana
a. Memiliki pas PLN serta surat-surat izin yang harus ada dari instansi-instansi sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Daerah setempat, maupun surat izin lain yang dimintai oleh Pemberi
Tugas Direksi/Pengwas.
b. Dalam Pekerjaan pelaksanaan, harus memenuhi ketentuan yang telah digariskan dalam gambar
rencana baik segi ukuran, kualitas bahan maupun jumlah.
c. Sehubungan dengan adanya pekerjaan ini istalateur harus menghubungi PLN terlebih dahulu
untuk kelancaran pembangunan sampai pada hari pelaksana dan tenaga ahlinya.
d. Sebelum memulai pekerjaan, istalateur hendaknya membuat rencana kerja yang disesuaikan
dengan disiplin lain, juga disertakan jumlah tenaga pelaksana dan tenaga ahli.
3. Syarat Pelaksana
a. Pemasangan instalasi harus memenuhi semua peraturan yang tercantum dalamPUIL serta
aturan-aturan tambahan.
b. Peralatan kerja harus lengkap, hal ini guna mendapatkan hasil kerja dengan mutu baik serta tidak
merusak material bahan instalasi.
c. Pekerjaan dikatakan selesai apabila :
Semua sistem dipasang sesuai dengan rencana, baik dalam pemenuhan fungsinya dan telah
menyala.
Ada surat pengesahan atau sertifikat, hasil tes baik dari PLN setempat.
d. Gambar rencana merupakan gambar untuk keperluan lelang, instalateur hendaknya
terlebih dahulu mengajukan gambar instalasi yang harus terlebih dahulu oleh Direksi Pelaksana
dan perencana masing-masing mendapat tembusan dari gambar ini.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
e. Setelah pekerjaan instalasi selesai, instalateur harus membuat gambar revisi (asbuilt drawing),
gambar ini kelak akan digunakan sebagai keperluan pemeliharaan instalasi dan kemudian
diserahkan kepada Pemberi Tugas.
f. Surat “ Kir Baik ” dari PLN harus diperoleh secara prosedur yang benar. Biaya-biaya yang
dikeluarkan menjadi tanggung jawab pemborong.
4. Bahan Instalasi
a. Semua bahan yang akan dipasang harus dalam keadaan baru dan baik serta sebelumnya harus
mendapatkan persetujuan dari Pengawas lapangan.
b. Bahan-bahan harus sesuai dengan kondisi alam tropis dan memenuhi pasal-pasal dalam PUIS,
SPLN, VDE.
c. Wiring diplafod menggunakan kabel NYM 2 1/4 MM yang akan diklem denganPVC khusus
untuk NYM.
Penyambungan kabel hanya boleh dalam box terminal kabel.
Kabel dalam dinding harus disertai / pipa union diameter 3/4" yang akan dilem kuat
sebelum ditutup dengan plesteran. Sedangkan mulut pipa diberi tule mencegah kelecetan
isolasi kabel.
Penyambungan kabel di armatur lampu harus dengan kururtein atau kontak sekrup dan
kabel harus dilebihkan sedikit panjangnya.
Lampu-lampu hendaknya dipasang dari type sejenis mudah dalampemeliharaan dan
tahan lama.
d. Balas, fitting dan tubing dari lampu TL harus yang berkualitas tinggi.
e. Tube lampu TL harus cool white.
f. Pemasangan saklar dan stop kontak adalah in bouw pada dinding dengan door PVC (pada dinding
tembok) setinggi 140 cm dari lantai, ukuran saklar 250 V, 15 Adan stop kontak 250 V, dan 6 A.
5. Hubungan Tanah
a. Saluran alat-alat yang terbuat dari logam dalam keadaan normal tidak bertegangan
harus dihubungkan dengan hubungan tanah.
b. Titik-titik pertanahan harus terbuat dari kawat tembaga jenis BC dengan perlindungan pipa-pipa
galvanis diameter 1 “ tertanam tegak lurus kedalam tanah, paling sedikit 6 M atau sampai
permukaan air.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
II. SPESIFIKASI KHUSUS
PASAL 1
UMUM
1. Lingkup Pekerjaan.
Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut Pemborong wajib memenuhi/mematuhi dan melaksanakan
segala hal-hal yang telah dituangkan didalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknis ini serta
Risalah Penjelasan (Aanwijzing) sangat mengikat dalam pelaksanaan kecuali adanya
permintaan/peraturan tertulis dari pihak proyek dalam hal ini disebut Pimpinan Kegiatan.
2. Pemeriksaan dan Penyediaan bahan
a. Bila didalam RKS ini disebutkan nama dan pabrik suatu bahan atau produk, ini dimaksudkan
hanya menunjukkan sumber minimal dari mutu bahan yang digunakan.
b. Contoh bahan/produk yang akan digunakan dalam pekerjaan ini Kontraktor harus
menyampaikan kepada Direksi guna untuk mendapatkan persetujuan.
c. Tentang usulan pemakaian bahan nama produk/pabrik harus mendapatkan rekomendasi dari
Direksi berdasarkan ketentuan didalam RKS serta Risalah Penjelasan Pekerjaan.
3. Ukuran
a. Semua ukuran yang dipakai adalah ukuran jadi/bersih kecuali ada ketentuan lain yang
disepakati dan diperkuat dengan Berita Acara Perubahan.
b. Sedangkan ukuran untuk pekerjaan struktur yaitu kolom,balok dan sloof sebagaimana yang
tertera pada gambar merupakan ukuran Dimensi struktur ( Beton ), bukan merupakan ukuran
jadi terhadap struktur tersebut.
4. Gambar- gambar
a. Seluruh gambar-gamabar rencana Arsitektur,Struktur dan elektrikal dapat diperoleh melalaui
pemberi tugas, pemborong wajib mengetahui seluruh pelaksanaan bangunan ini sehingga dapat
menyesuaikan program pekerjaannyasecara baik dan benar.
b. Selama pelaksanaan, pemborong harus memberi tanda dengan warna pada gambar setiap
bagian yang telah dilaksanakan termasuk kalau ada perubahan dari perencanaan semula.
c. Pemborong harus membuat gambar pelaksanaan untuk bagian yang dianggap perlu (shop
Drawing) gambar ini harus diketahui dan disetujui oleh pengawas/Direksi.
d. Setelah pekerjaan ini selesai, pemborong harus menjelaskan gambar terpasang (As built
Drawing) di atas kertas kalkir untuk dapat dicetak dan diserahkan kepada Direksi.
5. Perbedaan Gambar dan Hal-hal yang Kurang Jelas.
a. Pada dasarnya bila ada perbedaan/pertentangan antara gambar dan RKS, maka yang berlaku
adalah RKS, kecuali bilamana ada ketentuan lain dari pengawas/Direksi dan Perencana.
b. Apabiala ada ketidaksesuaian/keragu-raguan antara gambar dan RKS yang tidak bisa diatasi,
maka sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut pemborong wajib melaporkan secara terrtulis
kepada pengawas/Direksi untuk mendapatkan keputusan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu
sebelum masalah tersebut telihat dalam pelaksanaan.
c. Perbedaan tersebut tidak bisa dijadikan alasan bagi pemborong untuk mengadakan
Claim.
d. Untuk pekerjaan elektrikal dan plumbing walaupun tidak disebutkan secara terperinci dalam
RKS dan gambar tentang peralatan serta perlengkapan instalasi,pemborong diwajibkan
menyediakan /memasang peralatan yang digunakan/diperlukan,sehingga instalasi dapat
berfungsi sebagaimana mestinya.
6. Lapangan Kerja
a. Selama pekerjaan berlansung pemborong wajib menyediakan fasilitas-fasilitas keamanan serta
keselamatan kerja antara lain : obatan-obatan dan peralatan pemadam kebakaran serta
menempatkan tenaga kerja yang bertanggungjawab atas keamanan lokasi kerja.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
PASAL 2
PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Pekerjaan Pembersihan Lokasi.
Yang dimaksud dengan pembersihan lokasi antara lain :
a. Melakukan pembersihan arsip dan dokumen yang ada didalam ruangan, pemindahan dokumen
harus dengan izin dan koordinasi dengan PPTK.
b. Pembongkaran plafond existing kemudian sisa material pembongkaran dibuang kelokasi yang
sudah ditentukan oleh PPTK.
c. Pekerjaan perbaikan atap Gedung yang mengalami kebocoran, perbaikan ini bisa berupa
penambahan silicon, pergantian penutup atap menyesuaikan kerusakan yang terjadi sehingga
tidak terjadi lagi kebocoran.
PASAL 3
PEKERJAAN PLAFOND
1. Rangka plafond yang digunakan adalah jenis material baja ringan metal furing
2. Plafond menggunakan Plafond PVC yang dipasang lengkap mengguna paku skrup.
PASAL 4
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pekerjaan instalasi listrik meliputi pengadaan dan pemasangan saluran instalasi penerangan dan titik
api, sehingga diperoleh satu instalasi yang lengkap dan baik, setelah diuji seksama dan siap untuk
dipergunakan (menyala). Pekerjaan pengadaan instalasi meliputi :
a. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan dan titik api berikut ardenya.
b. Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan.
c. Pengadaan Gambar rencana, pemasangan instalasi listrik penerangan dan stopkontak.
d. Melakukan pengetesan terhadap instalasi yang telah terpasang, pengetesan dilakukan bersama
pihak-pihak yang berwenang (PLN) disaksikan oleh Pemberi Tugas/Direksi. Hasilnya dituangkan
dalam sertifikat tanda “Keur Instalasi Baik”.
2. Semua bahan yang akan dipasang harus dalam keadaan baru dan baik serta sebelumnya harus
mendapatkan persetujuan dari Pengawas lapangan.
3. Bahan-bahan harus sesuai dengan kondisi alam tropis dan memenuhi pasal-pasal dalam PUIS,
SPLN, VDE.
4. Wiring diplafod menggunakan kabel NYM 2 1/4 MM yang akan diklem dengan PVCkhusus untuk
NYM.
Penyambungan kabel hanya boleh dalam box terminal kabel.
Kabel dalam dinding harus disertai / pipa union diameter 1/2" yang akan dilem kuat sebelum
ditutup dengan plesteran. Sedangkan mulut pipa diberi penutupuntukmencegah kelecetan
isolasi kabel.
Penyambungan kabel di armatur lampu harus dengan kururtein atau kontak sekrup dan kabel
harus dilebihkan sedikit panjangnya.
Lampu-lampu hendaknya dipasang dari type sejenis mudah dalam pemeliharaan dan tahan lama.
5. Pemasangan saklar dan stop kontak adalah in bouw pada dinding dengan door PVC (pada dinding
tembok) setinggi 140 cm dari lantai, ukuran saklar 250 V, 15 A dan stop kontak 250 V, dan 6 A.
PASAL 5
PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
1. Kusen dan Daun jendela dikerjakan dari bahan alumunium ukuuran 40/80 sesuai dengan gambar
rencana.
2. Pekerjaan Pintu Panil dibuat menggunakan multipleks 12 mm finishing HPL Lengkap dengan
aksesoris.
3. Pintu dan jendela panil dibuat sesuai dengan gambar rencana.
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
4. Jendela yang digunakan untuk bangunan ini adalah jendela kaca bingkai dengan memakai
kaca bening 5 mm dimana bentuk dan ukurannya disesuaikan dengan gambar rencana.
5. Setiap daun pintu digantung dengan 3 (tiga) buah engsel 4” dan dipasang 3(tiga) buah gerendel.
Sedangkan setiap daun jendela dipasang 2(dua) buah engsel 3” dan dipasang 2(dua) buah gerendel
serta 2 (dua) buah hak angin dan 1(satu) buah tarikan jendela.
6. Setiap daun pintu dipasang kunci tanam 2 x putar dengan kualitas baik .
7. Pemasangan engsel nylon kuningan, kunci tanam, gerendel, hak angin dan tarikan jendela harus
sudah benar kuat dan rapi serta memuaskan.
8. Pemasangan paku sekrup tidak boleh dipukul, harus menggunakan pemutar sekrup(obeng).
PASAL 6
PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pekerjaan pengecatan adalah semua pelapisan permukaan pada berbagai material untuk maksud–
maksud perlindungan, pemberian warna, pemberian tekstur pada material tersebut seperti pada
permukaan kayu, dinding dsb.
2. Komponen bangunan yang dicat dengan cat minyak terlebih dahulu harus didempul dan diamplas
hingga rata. Adapun komponen bangunan yang dicat menggunakan cat minyak adalah :
a. Bidang kayu piri-piri Lambersering.
b. BidangListpalnk.
3. Bidang plesteran sebelum dicat harus diplamir dan diamplas hingga rata. Adapun komponen
bangunan yang menggunakan cat air adalah :
a. Bidang plesteran dinding tembok luar dan dalam warna sesuai dengan bangunan lama/sesuai
persetujuan KPA/PPTK.
PASAL 7
PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Papan Nama Proyek
a. Papan nama proyek dibuat dari plat seng yang dipasang pada tiang kayu atau
sejenisnya yang berkualitas baik
b. Bentuk dan ukuran serta warnanya adalah sebagai berikut:
Ukuran : 90x180cm
Tinggi : Bagian bawah papan nama proyek 80 cm dari permukaan
tanah.
Warna : Seluruh dasar papan nama proyek dicat minyak warna
Putih dan tulisan warna hitam.
Papan nama proyek dipancangkan/ditegakkan pada tempat yang mudah dibaca dan
tidak mengganggu pekerjaan di lapangan, serta tetap berada disana sampai
berakhirnya pekerjaan.
PASAL 8
SYARAT PENYERAHAN PERTAMA
Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain :
a. Seluruh bagian-bagian dari bangunan sudah lengkap sesuai spesifikasi, gambar- gambar rencana
dan memenuhi syarat-syarat teknis.
b. Pekerjaan cat sudah selesai dalam garis besarnya yang tinggal cuma untuk penyempurnaan
saja.
c. Daftar Checklist/daftar kekurangan-kekurangan yang akan disempurnakan padapenyerahan
kedua.
d. Penyerahan pertama pekerjaan telah dapat dilakukan dan diserahkan dengan memakai surat
tanda terima yang ditandatangani oleh PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan KPA (Kuasa
Pengguna Anggaran).
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)
PASAL 9
PENUTUP
Meskipun dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat ( RKS ) ini, uraian pekerjaan dan bahan-
bahan tidak dinyatakan kata demi kata, yang dibuat dan dilaksanakan/disediakan pemborong,
pekerjaan dianggap sebagai dibuat dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) ini dan bukan sebagai
pekerjaan tambahan.
Semua pekerjaan yang tercantum dalam Bestek, Rencana Anggaran Biaya serta Berita Acara.
Aanwijzing pekerjaan ini adalah merupakan kesatuan pekerjaan yang ditawar dan wajib dilaksanakan
dengan sempurna keseluruhannya oleh Kontraktor Pelaksana.
Bengkalis, 2023
Konsultan Perencana
CV. AKA DESIGN
SYAHRUL MUBARAK, ST
Direktur