Prosedur Pembacaan Wiring Diagram
Prosedur Pembacaan Wiring Diagram
GENERAL INFORMATION
BAB GI
DAFTAR ISI
GI-1
TORSI PENGENCANG BAUT STANDAR ------------42 NOMER IDENTIFIKASI -------------------------------46
Penjelasan --------------------------------------------------42 PLAT IDENTIFIKASI ----------------------------------47
Tabel Torsi Pengencang NOMER SERI MESIN ---------------------------------47
(Termasuk Standar Baru)--------------------------------42 NOMER TRANSAKSEL OTOMATIS---------------48
STANDAR LAMA ---------------------------------------42 NOMER TRANAKSEL MANUAL--------------------48
STANDAR BARU BERDASARKAN ISO ---------43 Dimensi ------------------------------------------------------48
UKURAN PERBEDAAN BAUT DAN MUR -------44 Rodan & Ban -----------------------------------------------48
INFORMASI KENDARAAN ------------------------------45 ISTILAH -------------------------------------------------------49
Ragam mode ------------------------------------------------45 Daftar Istilah SAE J1930 -------------------------------49
AWAL DAN AKHIR PENYEBUTAN ----------------45
GI-2
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja Tanpa Cowel Top Cover
Pada saat akan melakukan pekerjaan setelah melepas cowl top cover, tutupkah bagian ujung bawah kaca
depan menggunakan urethane, dsb.
GI-3
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
• Sebelum mendongkrak kendaraan, gunakan penahan ban atau alat penahan lain agar kendaraan tetap
diam. Lalu gunakan penahan beban pada area yang ditentukan sebelum memperbaiki kendaraan. Proses
kerja ini dapat diselesaikan pada tingkat awal.
• Saat mengganti komponen berbobot besar seperti mesin atau transaksel/ transmisi, jaga keseimbangan
agar mesin tidak terjatuh. Jangan memasangnya secara berdekatan, terutama dengan brake tube dan
master cylinder.
GI-4
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
PERHATIAN :
Untuk mencegah ECM menyimpan kode yang salah, jangan secara sengaja melepaskan konektor
harness pada sistem kontrol dan TCM (transmission control module). Konektor hanya bisa dilepas
menurut WORK FLOW dari DIAGNOSIS GEJALA GANGGUAN dalam bagian EC dan AT.
GI-5
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
JEPITAN SELANG
• Jika karet selang telah digunakan, pasang jepitan selang pada
posisi awal (pada lekukan jepitan terakhir). Jika ada bekas
menonjol, sejajarkan karet selang pada posisi tersebut.
• Ganti jepitan lama dengan yang baru.
GI-6
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
GI-7
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
Unit
• UNIT pada manual ini merupakan SI UNIT (Sistem Internasional Unit), dan dinyatakan dalam sistem
metrik dan sistem yard/pon. Juga untuk torka pengencangan baut dan mur, tersedia deskripsi tentang
ukuran dan standarnya.
“Contoh”
Ukuran
Mur Kunci Outer Socket : 59 - 78 N·m (6.0 - 8.0 kg-m, 43 - 58 ft-lb)
Standar
Baut Instalasi Drive Shaft : 44.3 N·m (4.5 kg-m, 33 ft-lb)
Isi
• INDEKS ALFABETIS disediakan di akhir manual ini agar anda dapat mencari item dan halaman yang
anda inginkan secara cepat.
• INDEKS QUICK REFERENCE, tab hitam (contoh ) disediakan pada halaman pertama. Anda dengan
cepat menemukan halaman depan pada tiap bagian dengan mencocokkan tab hitam.
• ISI tercetak di halaman depan tiap bagian.
• JUDUL dicetak pada bagian atas di tiap halaman yang menunjukkan komponen atau sistem.
• PENOMERAN HALAMAN dari tiap bagian terdiri dari dua atau tiga huruf yang menunjukkan bagian dan
nomer tertentu (contoh. “BR-5”).
ILUSTRASI SEDERHANA menunjukkan pentingnya tahap yang dijalankan seperti pada pemeriksaan,
penggunaan alat khusus, kebiasaan saat bekerja serta trik khusus yang tidak diperlihatkan pada ilustrasi
detail sebelumnya. Prosedur pemasangan, pemeriksaan dan penyesuaian yang dipakai untuk unit yang lebih
kompleks seperti Transaksel atau transmisi otomatis, dll. diperlihatkan dalam format bertahap.
GI-8
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
GI-9
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
Komponen
• ILUSTRASI DETAIL memberikan gambar secara detail (lihat gambar berikut) disertai detail torka
pengencang, pelumas, nomer dari bagian KATALOG KOMPONEN (SEC. 440) dan informasi penting
lainnya dalam melakukan perbaikan.
Ilustrasi harus digunakan sebagai referensi hanya dalam hal servis. Sedang saat pemesanan komponen,
lihat pada bagian KATALOG KOMPONEN.
Komponen yang ditunjukkan dalam ilustrasi ditandai melalui bulatan nomer. Saat ilustrasi ini digunakan,
deskripsi teks yang ada akan mengikuti ilustrasi.
GI-10
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
GI-11
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
GI-12
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
TIPE 2: Warna Kabel Harnes dan Nomer Konektor diperlihatkan dalam Teks
GI-13
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
GI-14
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
GI-15
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
TIPE BARU/WIRING DIAGRAM - CONTOH -
• Lebih detail, lihat GI-17, "Penjelasan (Tipe Baru)".
GI-16
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
8 Splice
•
• Lingkaran hitam " " berarti splice.
9 Page crossing
• Tanda panah memperlihatkan sirkuit bersambung ke halaman berikut.
• Huruf A akan sama dengan huruf A pada halaman sebelum dan sesudahnya.
10 Option abbreviation • Berarti spesifikasi kendaraan yang layout sirkuitnya berada di antara " ".
11 Relay • Berarti representasi internal dari relay.
Connector referring to
12
PG section • Berarti ada informasi tambahan pada Super Multiple Junction (SMJ) pada bagian PG.
13 Option description • Memperlihatkan deskripsi pada singkatan option yang digunakan pada halaman tersebut.
14 Switch • Berarti ada sambungan antara terminal 1 dan 2 saat switch dalam posisi A. Sambungan ada di
antara terminal 1 dan 3 saat switch is dalam posisi B.
15 Circuit (Wiring) • Berarti wiring.
16 System branch • Memperlihatkan percabangan sistem ke sistem yang lain, ditandai oleh kode sel (bagian dan
sisitem).
17 Shielded line • Jalur tertutup oleh jalur lingkar terputus yang memperlihatkan kabel terlindung.
18 Component name • Nama komponen.
19 Ground (GND) • Memperlihatkan koneksi ground.
20 Connector • Informasi konektor. Unit-side diperlihatkan oleh simbol konektor.
21 Connectors (Plural) • Konektor tertutup dalam jalur terputus yang memperlihatkan bahwa konektor ini adalah milik dari
komponen yang sama.
22 Terminal nomer • Nomer terminal dari konektor.
23 Kode sel • Mengidentifikasi tiap halaman dari wiring diagram secara bagian, sistem dan nomer halaman wiring
diagram.
24 Connectors • Berarti jalur transmisi dilewati oleh dua konektor atau lebih.
GI-17
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
GI-18
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
Optional Splice
9 Page crossing
• Panah ini menunjukkan bahwa sirkuit bersambung ke halaman berikut.
• Huruf A akan sesuai dengan huruf A di halaman lain.
10 Konektor yang sama • Line dengan tanda titik antara terminal menunjukkan bahwa terminal tersebut adalah bagian dari
konektor yang sama.
11 Option abbreviation • Menunjukkan spesifikasi rancangan sirkuit kendaraan " ".
12 Relay • Menunjukkan internal relay. Untuk lebih detail, lihat bagian PG, STANDARDIZED RELAY.
13 Konektor • Menunjukkan konektor tersambung pada bodi atau baut atau mur terminal.
GI-19
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
16 Switch • Memperlihatkan sambungan yang terjadi antara terminal 1 dan 2 pada saat switch dalam posisi A.
Sambungan yang terjadi antara terminal 1 dan 3 pada saat switch dalam posisi B.
17 Assembly parts • Terminal konektor pada komponen memperlihatkan menyatu dengan dengan assembly harness.
18 Kode sel • Tiap halaman dilengkapi dengan bagian, sistem dan nomer wiring diagram untuk mempermudah
identifikasi.
• Panah menunjukkan electric current flow, terutama arah standard flow (baik vertikal secara menurun
atau horizontal dari kiri ke kanan) yang sulit ditelusuri.
19 Panah current flow
• Panah ganda “ ” menunjukkan aliran dapat bergerak tergantung dari arah pengoperasian
sirkuit.
20 Percabangan sistem • Menunjukkan percabangan sistem di sistem yang lain ditandai dengan kode sel (bagian dan sistem).
• Panah ini menunjukkan bahwa sirkuit bersambung ke halaman berikut yang ditandai oleh kode sel.
21 Page crossing • Huruf C akan sesuai dengan huruf C di halaman lain bersama dengan sistem akan sama seperti
pada halaman berikutnya.
22 Shielded line • Line yang tertutup oleh broken line circle menunjukkan shield wire.
23
Component box in • Menunjukkan part lain dari komponen diperlihatkan pada halaman lain (ditandai dengan wave line)
wave line bersama sistem.
24 Nama komponen • Menunjukkan nama komponen.
• Huruf menunjukkan lokasi tempat harnes konektor.
25 Nomer konektor • Contoh: M : main harness. Untuk lebih detail dan melihat lokasi konektor, lihat bagian PG "Main
Harness", “Harness Layout”.
26 Ground (GND) • Line yang menyambung dan warna grounded under wire menunujukkan bahwa ground line
tersambung dengan konektor ground.
27 Ground (GND) • Menunjukkan koneksi ground.
28 Connector views • Area ini menunjukkan bentuk konektor komponen dalam halaman wiring diagram.
29 Konektor (Plural) • Konektor tertutup dalam broken line menunjukkan bahwa konektor tersebut berasal dari komponen
yang sama.
30 Warna konektor • Menunjukkan kode warna konektor. Arti dari kode, lihat bagan Nomer 14 pada kode warna.
Fusible link dan fuse • Menunjukkan pengaturan fusible link(s) dan fuse(s), digunakan untuk connector views dari "POWER
31 SUPPLY ROUTING" dalam bagian PG. kotak yang terbuka menunjukkan masuknya current flow,
box
dan yang tertutup menunjukkan current flow yang keluar.
32 Area referensi • Menunjukkan informasi mendetail pada Super Multiple Junction (SMJ) dan Joint Connectors (J/C)
yang ada di bagian PG. Lihat lebih detail di "Area Referensi ".
GI-20
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
PENJELASAN (UMUM)
Indikasi Harnes
• Huruf disebelah meter tes probe menunjukkan warna kabel
konektor.
• Nomer konektor dalam line tunggal M33 menunjukkan konektor
harnes.
Indikasi Komponen
Nomer konektor dalam lingkaran ganda F211 menunjukkan komponen konektor.
Posisi Switch
Switche ditunjukkan dalam wiring diagram seperti saat kendaraan dalam kondisi “normal”.
Kendaraan dalam kondisi “normal” saat:
• switch dalam posisi “OFF”,
• pintu, kap, bagasi/pintu belakang dalam posisi tertutup,
• pedal tidak ditekan, dan
• rem parkir dalam posisi bebas.
GI-21
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
GI-22
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
Switch Ganda
Sambungan pada switch ganda digambarkan dalam dua cara seperti berikut.
• Bagan switch digunakan dalam diagram skematik.
• Diagram switch digunakan dalam wiring diagram.
GI-23
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
Singkatan
SINGKATAN berikut digunakan untuk:
SINGKATAN DESKRIPSI
A/C Air Conditioner
A/T Automatic Transaxle/Transmission
ATF Automatic Transmission Fluid
D1 Drive range 1st gear
D2 Drive range 2nd gear
D3 Drive range 3rd gear
D4 Drive range 4th gear
FR, RR Front, Rear
LH, RH Left-Hand, Right-Hand
M/T Manual Transaxle/Transmission
OD Overdrive
P/S Power Steering
SAE Society of Automotive Engineers, Inc.
SDS Service Data and Specifications
SST Special Service Tools
2WD 2-Wheel Drive
22 2nd range 2nd gear
21 2nd range 1st gear
12 1st range 2nd gear
11 1st range 1st gear
GI-24
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
TAHAP DESKRIPSI
Cari informasi lebih lengkap tentang kondisi dan lingkungan saat malfungsi terjadi.
Gunakan tahap-tahappenting berikut untuk membuat analisis yang tepat:
APA Model kendaraan, Mesin, Transmisi/Transaksel dan Sistem (Radio).
TAHAP 1 KAPAN Tanggal, Waktu berkendara, Kondisi cuaca, Frekuensi.
DIMANA Kondisi jalan, Ketinggian dan Situasi kemacetan.
Gejala kerusakan sistem, Kondisi pengoperasian (Other Components Interaction).
BAGAIMANA
Dataservissebelumnya dan Aksesoris lain yang terpasang.
Jalankan sistem, jikaperlu lakukan road test.
TAHAP 2 Verifikasi parameter malfungsi.
JIka masalah tidak dapat direka ulang, lihat “Simulasi Tes Malfungsi”.
Lakukan diagnosis yang menyeluruh, termasuk:
• Power Supply Routing
• Deskripsi Sistem Operasi
• Applicable Service Manual Sections
TAHAP 3 • Periksa Service Bulletins
Identifikasi permulaan diagnosis berdasarkan pengetahuan yang anda ketahui tentang sistem operasi
dan keluhan kostumer.
Periksa sistem untuk tumpang tindih mekanis, konektor yang longgar atau kerusakan kabel.
TAHAP 4 Tentukan sirkuit dan komponen yang dicurigai dan diagnosis dengan Power Supply Routing dan
Harness Layouts.
TAHAP 5 Perbaiki atau ganti sirkuit atau komponen yang rusak.
Jalankan sistem di semua mode. Pastikan sisem bekerja dengan benar pada semua kondisi, dan
pastikan anda tidak secara sengaja membuat kerusakan baru pada tahap-tahap diagnosis atau
TAHAP 6 perbaikan.
GI-25
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
• Beku
• Kebocoran
• Muatan elektrik
• Posisi start saat keadaan panas atau dingin
Mengetahui deskripsi kejadian yang dialami kostumer sangat penting untuk mensimulasi masalah.
Getaran Kendaraan
Masalah dapat bertambah parah saat berkendara di atas jalan kasar atau saat mesin bergetar (bersamaan
dengan menyalanya A/C). Pada kasus ini, anda akan memeriksa kondisi yang berkaitan dengan getaran.
Lihat ilustrasi berikut.
PETUNJUK
Konektor dapat terkena uap air. Sehingga memungkinkan adanya korosi pada terminal konektor.
Pemeriksaan secara visual mungkin tak dapat terlihat tanpa memutuskan konektor. Jika masalah terjadi
secara berselang, mungkin hal ini disebabkan korosi. Disarankan untuk memutus koneksi, periksa dan
bersihkan terminal pada konektor yang terkait dengan sistem.
KOMPARTEMEN MESIN
Ada beberapa alasan mengapa kendaraan atau getaran mesin menyebabkan kerusakan elektrik. Hal yang
harus diperiksa:
• Konektor tak sepenuhnya dalam posisi yang benar.
• Wiring harness tidak cukup panjang dan dalam keadaan tegang karena getaran atau goncangan mesin.
• Kabel terletak pada pegangan atau komponen yang bergerak.
• Kabel yang longgar, kotor atau berkarat.
• Kabel terletak terlalu dekat dengan komponen bersuhu tinggi.
Untuk memeriksa komponen di bawah kap, awali dengan memeriksa kesolidan koneksi ground. (Lihat
Pemeriksaan Ground di bagian berikut). Pertama periksa apakah sistem benar-benar dalam posisinya. Lalu
periksa koneksi yang longgar dengan menggoncang secara perlahan kabel atau komponen seperti yang
dijelaskan sebelumnya. Dengan menggunakan wiring diagrams, periksa sambungan kabel.
GI-26
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
Beku
Kecemasan kostumer mungkin terjadi setelah memanaskan mobil
(saat musim dingin). Penyebabnya bisa saja karena air yang
membeku di sistem perkabelan/elektrikal.
Ada dua metode untuk memeriksanya. Pertama, atur agar pemilik
tidak menggunakan mobilnya selama satu malam. Upayakan agar
mobil berada dalam suhu rendah untuk mendemontrasikan
malfungsi. Parkir di luar rumah. Paginya, lakukan diagnosis secara
cepat pada komponen elektrik mobil. Metode kedua adalah dengan
menaruh komponen yang dicurigai ke dalam pendingin agar air
membeku. Pasang kembali ke dalam mobil dan periksa apakah
terjadi malfungsi. Jika terjadi, maka perbaiki atau ganti komponen
tersebut.
Kebocoran
Keadaan ini mungkin terjadi hanya saat humiditas yang tinggi atau
saat cuaca hujan/salju. Hal ini dapat mengakibatkan kebocoran
pada part elektrik. Keadaan ini dapat disimulasikan dengan
merendam mobil atau saat mencuci mobil.
Jangan semburkan air secara langsung pada komponen
elektrik.
Muatan elektrik
Hal ini mungkin terjadi karena sensitifitas muatan elektrik. Lakukan
diagnosis dengan menyalakan semua aksesoris (termasuk A/C,
defogger kaca samping, radio, lampu kabut).
GI-27
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
PEMERIKSAAN SIRKUIT
Pendahuluan
Secara umum, mengetes sirkuit elektrik adalah hal yang mudah jika menggunakan pendekatan logika dan
metode yang teratur.
Sebelum memulai, sangat penting untuk mengetahui informasi pada sistem yang akan dites. Selain untuk
memiliki pemahaman yang baik pada sistem operasi. Baru anda dapat menggunakan peralatan yang tepat
dan mengikuti prosedur yang benar.
Anda mungkin akan mensimulasikan getaran dengan secara perlahan mengguncang wiring harness atau
komponen elektrik.
OPEN Sirkuit dalam keadaan terbuka saat tidak ada sambungan melalui bagian sirkuit.
Ada 2 tipe hubungan pendek.
HUBUNGAN • SIRKUIT HUBUNGAN Saat sirkuit kontak dengan sirkuit lain dan menghasilkan resistensi normal sebagai
PENDEK PENDEK perubahannya.
• HUBUNGAN PENDEK Saat sirkuit kontak dengan ground source dan merusak sirkuit.
PADA GROUND
CATATAN:
Lihat “Cara Memeriksa Terminal” untuk menelusuri atau memeriksa terminal.
Pemeriksaan untuk “Keadaan Terbuka” dalam Sirkuit
Sebelum anda memulai diagnosis dan mengetes sistem, anda harus membuat skema kasar tentang sistem.
Ini dapat membantu anda dalam proses diagnosis. Menggambar sketsa juga menambah pengetahuan anda
tentang sistem.
GI-28
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
GI-29
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
tidak ada tegangan; hubungan pendek terletak terlalu di bawah sirkuit daripada SW1.
• Dengan SW1 tertutup, relay dan solenoid terputus dan timbal DMM berseberangan pada kedua terminal
fuse, periksa tegangan.
tegangan; hubungan pendek terletak di antara SW1 dan relay (poin B).
tidak ada tegangan; hubungan pendek terletak terlalu di bawah sirkuit daripada relay.
• Dengan SW1 tertutup, kontak relay melewati kabel fused jumper periksa untuk tegangan.
tegangan; hubungan pendek terletak di bawah sirkuit relay atau di antara relay dan putusnya solenoid
(poin C).
tidak ada tegangan; urut kembali tahap-tahapnya dan periksa power untuk blok fuse.
Pemeriksaan Ground
Koneksi ground sangat penting pada pengoperasian elektrik dan sirkuit elektronik. Koneksi ground biasanya
rentan terhadap embun, kotoran dan karat. Karat bisa menjadi resisten yang tidak diinginkan. Keadaan ini
dapat mengubah cara kerja sirkuit. Sirkuit elektrik sangat peka terhadap ground. Ground yang tidak solid atau
berkarat dapat mempengaruhi sirkuit kontrol secara drastis. Bahkan saat koneksi ground terlihat bersih, bisa
saja masih ada karat di permukaannya.
Saat memeriksa koneksi ground, ikuti aturan berikut:
• Angkat baut dan sekrup ground.
• Periksa semua permukaan dari noda, kotoran, karat, dll.
• Bersihkan permukaan untuk menjamin koneksi yang bagus.
• Pasang kembali baut atau sekrup secara ketat.
• Periksa aksesoris “tambahan” yang dapat menganggu koneksi sirkuit ground.
• Jika beberapa kabel tergulung dalam satu lubang terminal ground, luruskan kabel yang tergulung.
Periksa semua kondisinya, kencangkan untuk membuat jalur yang baik dengan ground. Jika beberapa
kabel tersambung dalam satu lubang pastikan tidak ada kabel ground dengan sekat berlebih.
Untuk informasi lebih detail tentang ground distribution, lihat “Ground Distribution” dalam bagian PG.
GI-30
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
Jika dibutuhkan perbaikan, selalu gunakan kabel dengan ukuran yang sama atau lebih besar dari alat ukurnya.
MENGUKUR TEGANGAN MENURUN — METODE TERAKUMULASI
• Sambungkan DMM melalui konektor atau bagian sirkuit yang anda akan periksa. Kutub positif dari DMM
berada dekat dengan power dan kutub negatifnya pada ground.
• Operasikan sirkuit.
• DMM akan mengindikasikan berapa banyak tegangan yang digunakan untuk “memberikan” aliran melalui
bagian sirkuit tersebut.
Catat bahwa dalam ilustrasi terdapat penurunan tegangan sebesar 4.1 volt antara baterai dan lampu.
Tes penurunan tegangan secara bertahap dapat mengetahui komponen atau kabel mana saja yang terlalu
banyak resistensinya.
GI-31
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
Pin
Item Kondisi Nilai Tegangan [V] In case of high resistance such as seutas kabel [V] *
No.
Switch ON Battery tegangan Lebih rendah dari tegangan baterai sekitar 8 (contoh)
1 Switch
Switch OFF Sekitar. 0 Sekitar. 0
Switch ON Battery tegangan Sekitar. 0 (Inoperative lampu)
2 Lampuu
Switch OFF Sekitar. 0 Sekitar. 0
Nilai tegangan berdasarkan pada kondisi ground.
*: Jika terdapat resistensi tinggi dalam switch side circuit (disebabkan seutas kabel), terminal 1 tidak dapat mendeteksi tegangan
baterai. Kontrol unit tidak dapat mendeteksi apakah switch dalam posisi ON walaupun tidak dinyalakan dalam posisi ON. Oleh karena
itu, kontrol unit tidak mensuplai listrik untuk menyalakan lampu.
Pin
Item Kondisi Nilai tegangan [V] Jika terjadi resistensi tinggi seperti seutas kabel [V] *
No.
GI-32
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK
GI-33
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
IPDM E/R
AIR BAG
ENGINE
METER
NATS*
BCM
ABS
EPS
A/T
Mode tes diagnostik Fungsi
GI-34
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
Alat Pengecekan
Apabila ingin memesan peralatan berikut, hubungi distributor NISSAN/INFINITI anda.
NISSAN CONSULT-II
1. CONSULT-II unit (Tester internal soft: Resident
version 3.3.0) dan aksesoris
2. Program card AED06G and AEN04A-1 (For
NATS)
3. CONSULT-II CONVERTER
PERHATIAN:
• Jika CONSULT-II digunakan tanpa sambungan CONSULT-II CONVERTER, kemungkinan besar
malfungsi dapat terdeteksi secara self-diagnosis tergantung dari kontrol unit yang membawa
komunikasi CAN.
• Jika CONSULT-II CONVERTER tidak tersambung dengan CONSULT-II, kendaraan dalam keadaan
“FAIL SAFE MODE” yang ditandai dengan “LIGHT UP the HEAD LIGHT” dan/atau “COOLING FAN
ROTATING” saat CONSULT-II dinyalakan.
• CONSULT-II sebelumnya yaitu “I” dan “Y” kabel DLC-I dan DLC-II TIDAK boleh digunakan lagi
karena konektor pin DDL bisa merusak saat cable swapping.
CATATAN:
• CONSULT-II harus digunakan berhubungan dengan program card.
CONSULT-II tidak memerlukan prosedur loading (Inisialisasi).
• Pastikan CONSULT-II dalam posisi off sebelum memasang atau memindahkan program card.
Prosedur Memulai CONSULT-II
CATATAN:
Saat switch pengapian dalam posisi off dalam melakukan diagnosis CAN dapat mengakibatkan terhapusnya
memori CAN.
1. Hubungkan CONSULT-II dan CONSULT-II CONVERTER pada
data link connector.
GI-35
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
• CONSULT-II program card (Periksa kesesuaian CONSULT-II program card untuk sistem.
Lihat “Peralatan Periksa”.)
• Power supply dan ground circuit untuk kontrol unit pada sistem (Untuk sirkuit lebih detail,lihat
CONSULT-II tidak dapat
wiring diagram pada tiap sistem.)
mengakses sistem terpisah.
(Sistem lain dapat diakses) • Sirkuit open atau hubungan pendek antara sistem dan CONSULT-II DLC (Untuk sirkuit lebih
detail,lihat wiring diagram pada tiap sistem.)
• Sirkuit open atau hubungan pendek CAN communication line. lihat LAN-9, "CAN Bagan
Spesifikasi Sistem ".
CATATAN:
Sirkuit DDL1 and DDL2 circuits dari DLC pins 12, 13, 14 dan 15 mungkin dapat terhubung lebih dari satu
sistem. Sebuah hubungan pendek dalam sirkuit DDL yang terhubung pada kontrol unit dalam satu sistem
dapat berakibat pada akses CONSULT-II ke sistem yang lain.
GI-36
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
DIAGRAM SIRKUIT
GI-37
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
TITIK ANGKAT
Peralatan yang Dibutuhkan
PERHATIAN:
• Setiap kendaraan didongkrak, jaga posisi lembam kendaraan.
• Karena pusat gravitasi kendaraan berubah saat mengganti komponen utama di bagian depan
(mesin, transmisi, suspensi dll), topang bagian belakang dongkrak kendaraan dengan mission
jack atau yang sejenis.
• Karena pusat gravitasi kendaraan berubah saat mengganti komponen utama di bagian belakang
(aksel belakang, suspensi, dll), topang bagian depan dongkrak kendaraan dengan mission jack
atau yang sejenis.
• Berhati-hati agar lembut atau tidak merusak komponen yang berefek pada pemipaan.
Dongkrak dan Stand Pengaman dan 2-Pole Lift
PERINGATAN:
• Parkir kendaraan pada level permukaan dengan dongkrak. Pastikan untuk tidak merusak rangka
pipa, tabung, dll di bawah kendaraan.
• Jangan berada di bawah kendaraan jika hanya ditahan oleh dongkrak. Selalu gunakan stand
pengaman saat anda berada di bawah kendaraan.
• Gunakan ganjal roda pada roda depan dan belakang.
• Saat mengangkat kendaraan, buka poros lift selebar mungkin dan pastikan bahwa bagian depan
dan belakang kendaraan sudah seimbang.
• Saat menyetel poros lift, jangan sampai poros mengenai tabung rem, kabel rem, line bahan bakar
dan sill spoiler.
GI-38
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
1. Safety stand point and lift up point (front) 2. Safety stand point and lift up point 3. Garage jack point (front)
(rear)
4. Garage jack point (rear)
PERHATIAN:
Berhati-hati saat mendongkrak karena bagian belakang Garage jack point rear terdapat tromol.
Board-On Lift
PERHATIAN:
Pastikan kendaraan dalam keadaan kosong saat didongkrak.
• Pengangkatan pada board-on lift berada di ujung depan
kendaraan harus tepat di depan ambang bawah pintu
depan.
• Posisi angkat di depan dan belakang berada pada board-
on lift.
GI-39
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
TRUK DEREK
Truk Derek
PERHATIAN:
• Patuhi peraturan pengoperasian derek di daerah anda.
• Sangat penting menggunakan peralatan derek yang benar untuk menghindari kerusakan saat
penderekan berlangsung. Pengoperasian derek sesuai dengan Prosedur Manual Derek yang ada
pada dealer.
• Selalu pasang rantai pengaman sebelum menderek.
• Saat menderek, pastikan transmisi, steering system dan power train dalam keadaan benar.
Jika ada kerusakan, gunakan truk pengangkut.
NISSAN menyarankan agar kendaraan yang diderek dengan posisi roda kemudi (depan) tidak berada pada
posisi menyentuh tanah seperti yang dilustrasikan.
PERINGATAN:
• Jangan memutar ban pada kecepatan tinggi. Karena dapat menyebabkan pecah ban dan cedera
serius. Selain part kendaraan juga bisa terlalu panas dan rusak.
• Pasang kait derek secara tepat menggunakan kunci sekrup.
GI-40
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II
BELAKANG
Kait derek tidak tersedia.
GI-41
TORSI PENGENCANGAN BAUT STANDAR
STANDAR LAMA
GI-42
TORSI PENGENCANGAN BAUT STANDAR
Torka pengencang
Diame- Lebar rata
Tingkat Ukuran Pitch
ter baut hexagonal Kepala baut hexagon Flensa baut hexagon
kekuatan baut mm
mm mm
N·m kg-m ft-lb in-lb N·m kg-m ft-lb in-lb
M6 6.0 10 1.0 5.5 0.56 4 49 7 0.71 5 62
1.25 13.5 1.4 10 — 17 1.7 13 —
M8 8.0 13
1.0 13.5 1.4 10 — 17 1.7 13 —
4.8 1.5 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
(Without M10 10.0 16
lubricant) 1.25 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
1.75 45 4.6 33 — 55 5.6 41 —
M12 12.0 18
1.25 45 4.6 33 — 65 6.6 48 —
M14 14.0 21 1.5 80 8.2 59 — 100 10 74 —
M6 6.0 10 1.0 4 0.41 3 35 5.5 0.56 4 49
1.25 11 1.1 8 — 13.5 1.4 10 —
M8 8.0 13
1.0 11 1.1 8 — 13.5 1.4 10 —
GI-43
TORSI PENGENCANGAN BAUT STANDAR
GI-44
INFORMASI KENDARAAN
INFORMASI KENDARAAN
Variasi Model
GI-45
INFORMASI KENDARAAN
NOMER IDENTIFIKASI
GI-46
INFORMASI KENDARAAN
PLAT IDENTIFIKASI
GI-47
INFORMASI KENDARAAN
5MT (RS5F91R)
: Tampak depan
Dimensi
Unit: mm (in)
Tipe Bodi 3 row wagon
Panjang keseluruhan 4,420 (174.0)
Lebar keseluruhan 1,690 (66.5)
Tinggi keseluruhan 1,600 (63.0)
Tread depan 1,470 (57.9)
Tread samping 1,475 (58.1)
Wheelbase 2,600 (102.4)
GI-48
ISTILAH
ISTILAH
Daftar Istilah SAE J1930
Semua istilah emisi yang digunakan pada daftar ini sesuai dengan SAE J1930. Istilah baru,
akronim/singkatan baru beserta istilah lama tertulis pada bagan berikut.
AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Air cleaner ACL Air cleaner
Barometric pressure BARO ***
Barometric pressure sensor-BCDD BAROS-BCDD BCDD
Camshaft position CMP ***
Camshaft position sensor CMPS Crank angle sensor
Canister *** Canister
Carburetor CARB Carburetor
Charge air cooler CAC Intercooler
Closed loop CL Closed loop
Closed throttle position switch CTP switch Idle switch
Clutch pedal position switch CPP switch Clutch switch
Continuous fuel injection system CFI system ***
Continuous trap oxidizer system CTOX system ***
Crankshaft position CKP ***
Crankshaft position sensor CKPS ***
Data link connector DLC ***
Data link connector for CONSULT-II DLC for CONSULT-II Diagnostic connector for CONSULT-II
Diagnostic test mode DTM Diagnostic mode
Diagnostic test mode selector DTM selector Diagnostic mode selector
Diagnostic test mode I DTM I Mode I
Diagnostic test mode II DTM II Mode II
Diagnostic trouble code DTC Malfunction code
Direct fuel injection system DFI system ***
Distributor ignition system DI system Ignition timing control
Early fuel evaporation-mixture heater EFE-mixture heater Mixture heater
Early fuel evaporation system EFE system Mixture heater control
Electrically erasable programmable read
only memory
EEPROM ***
Electronic ignition system EI system Ignition timing control
Engine control EC ***
Engine control module ECM ECCS control unit
Engine coolant temperature ECT Engine temperature
Engine coolant temperature sensor ECTS Engine temperature sensor
Engine modification EM ***
Engine speed RPM Engine speed
Erasable programmable read only memory EPROM ***
Evaporative emission canister EVAP canister Canister
Evaporative emission system EVAP system Canister control solenoid valve
Exhaust gas recirculation valve EGR valve EGR valve
GI-49
ISTILAH
AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Exhaust gas recirculation control-BPT valve EGRC-BPT valve BPT valve
Exhaust gas recirculation control-solenoid
EGRC-solenoid valve EGR control solenoid valve
valve
Exhaust gas recirculation temperature sen-
sor EGRT sensor Exhaust gas temperature sensor
GI-50
ISTILAH
AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Nonvolatile random access memory NVRAM ***
On board diagnostic system OBD system Self-diagnosis
Open loop OL Open loop
Oxidation catalyst OC Catalyst
Oxidation catalytic converter system OC system ***
Oxygen sensor O2S Exhaust gas sensor
Park position switch *** Park switch
Park/neutral switch Inhibitor switch Neutral
Park/neutral position switch PNP switch
position switch
Periodic trap oxidizer system PTOX system ***
Positive crankcase ventilation PCV Positive crankcase ventilation
Positive crankcase ventilation valve PCV valve PCV valve
Powertrain control module PCM ***
Programmable read only memory PROM ***
Pulsed secondary air injection control sole-
PAIRC solenoid valve AIV control solenoid valve
noid valve
Pulsed secondary air injection system PAIR system Air induction valve (AIV) control
Pulsed secondary air injection valve PAIR valve Air induction valve
Random access memory RAM ***
Read only memory ROM ***
Scan tool ST ***
Secondary air injection pump AIR pump ***
Secondary air injection system AIR system ***
Sequential multiport fuel injection system SFI system Sequential fuel injection
Service reminder indicator SRI ***
Simultaneous multiport fuel injection sys-tem *** Simultaneous fuel injection
Smoke puff limiter system SPL system ***
Supercharger SC ***
Supercharger bypass SCB ***
System readiness test SRT ***
Thermal vacuum valve TVV Thermal vacuum valve
Three way catalyst TWC Catalyst
Three way catalytic converter system TWC system ***
Three way + oxidation catalyst TWC + OC Catalyst
Three way + oxidation catalytic converter
system
TWC + OC system ***
Throttle body TB Throttle chamber SPI body
Throttle body fuel injection system TBI system Fuel injection control
Throttle position TP Throttle position
Throttle position sensor TPS Throttle sensor
Throttle position switch TP switch Throttle switch
Torque converter clutch solenoid valve TCC solenoid valve Lock-up cancel solenoid Lock-up solenoid
GI-51
ISTILAH
AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Transmission control module TCM A/T control unit
Turbocharger TC Turbocharger
Vehicle speed sensor VSS Vehicle speed sensor
Volume air flow sensor VAFS Air flow meter
Warm up oxidation catalyst WU-OC Catalyst
Warm up oxidation catalytic converter sys-
tem
WU-OC system ***
Warm up three way catalyst WU-TWC Catalyst
Warm up three way catalytic converter sys-
tem
WU-TWC system ***
Wide open throttle position switch WOTP switch Full switch
GI-52