0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan52 halaman

Prosedur Pembacaan Wiring Diagram

Dokumen ini memberikan informasi penting mengenai prosedur keselamatan dan perawatan kendaraan, termasuk perhatian khusus pada sistem pelindung tambahan seperti SRS, serta prosedur kerja yang aman saat melakukan perbaikan. Terdapat juga panduan mengenai penggunaan bahan bakar yang tepat, serta cara menangani komponen dan alat dengan aman. Selain itu, dokumen ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan saat melakukan servis kendaraan.

Diunggah oleh

arlen tindaon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan52 halaman

Prosedur Pembacaan Wiring Diagram

Dokumen ini memberikan informasi penting mengenai prosedur keselamatan dan perawatan kendaraan, termasuk perhatian khusus pada sistem pelindung tambahan seperti SRS, serta prosedur kerja yang aman saat melakukan perbaikan. Terdapat juga panduan mengenai penggunaan bahan bakar yang tepat, serta cara menangani komponen dan alat dengan aman. Selain itu, dokumen ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan saat melakukan servis kendaraan.

Diunggah oleh

arlen tindaon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A GENERAL INFORMATION

GENERAL INFORMATION
BAB GI
DAFTAR ISI

HALYANG PERLU DIPERHATIKAN ------------------- 3 ARTI SIMBOL SEBAGAI TANDA UNTUK


Penjelasan --------------------------------------------------- 3 PENGUKURAN ATAU PROSEDUR --------------13
Hal yang perlu Diperhatikan pada Supplemental Cara Membaca Wiring Diagram -------------------------15
Restraint System SIMBOL KONEKTOR ---------------------------------15
(SRS) “AIR BAG” dan “SEAT BELT PRE TIPE BARU/WIRING DIAGRAM - CONTOH - --16
TENSIONER” ----------------------------------------------- 3 TIPE ALIRAN/WIRING DIAGRAM - CONTOH - 18
Hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja tanpa DESKRIPSI (UMUM) ----------------------------------21
Cowl Top Cover --------------------------------------------- 3 Singkatan ------------------------------------------------------24
Hal umum yang perlu diperhatikan -------------------- 3 INFORMASI SERVIS PADA MALFUNGSI
Hal yang perlu diperhatikan pada Three Way ELEKTRIK-----------------------------------------------------25
Catalyst ------------------------------------------------------- 5 Cara Melakukan Diagnosis Kerusakan Elektrik ----25
Hal yang perlu diperhatikan pada Bahan Bakar --- 5 WORK FLOW -------------------------------------------25
BAHAN BAKAR MESIN (BENSIN) ------------------ 5 TES SIMULASI MALFUNGSI ELEKTRIK --------25
Hal yang perlu diperhatikan pada Multiport Fuel PEMERIKSAAN SIRKUIT ----------------------------28
Injection System atau Kontrol Unit dan Komponen Elektronik --------------33
Engine Control System ----------------------------------- 5 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN -------------33
Hal yang perlu diperhatikan pada Selang ------------ 6 PEMERIKSAAN SISTEM CONSULT-II ---------------34
MELEPAS DAN MEMASANG SELANG ----------- 6 Penjelasani -------------------------------------------------34
JEPITAN SELANG -------------------------------------- 6 Fungsi dan Sistem Aplikasi -----------------------------34
Hal yang perlu diperhatikan pada Oli Mesin --------- 7 Penggantian Battery Nikel Metal Hibrid -------------34
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA Alat Pengekan ---------------------------------------------35
KESEHATAN --------------------------------------------- 7 Prosedur Memulai CONSULT-II ----------------------35
Hal yang perlu diperhatikan pada Lingkungan ------ 7 Sirkuit CONSULT-II Data Link Connector (DLC) --36
Hal yang perlu diperhatikan pada Pendingin PROSEDUR PEMERIKSAAN -----------------------36
Ruangan ----------------------------------------------------- 7 DIAGRAM SIRKUIT ------------------------------------37
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI ---------------- 8 LIFTING POINT ---------------------------------------------38
Penjelasan --------------------------------------------------- 8 Peralatan yang Dibutuhkan ----------------------------38
Istilah ---------------------------------------------------------- 8 Dongkrak dan Stand Pengaman dan 2-Pole Lift --38
Unit ------------------------------------------------------------ 8 Board-On Lift -----------------------------------------------39
Isi --------------------------------------------------------------- 8 TRUK DEREK -----------------------------------------------40
Hubungan antara Ilustrasi dan Penjelasan ---------- 9 Truk Derek --------------------------------------------------40
Komponen --------------------------------------------------10 MENDEREK MODEL TRANSAXLE
SIMBOL ---------------------------------------------------10 OTOMATIS DENGAN KEEMPAT RODA DI
Cara Mendiagnosis Gejala Kerusakan --------------11 PERMUKAAN TANAH --------------------------------40
PENJELASAN -------------------------------------------11 Vehicle Recovery
CARA MELAKUKAN GRUP TES DALAM (Membebaskan Kendaraan yang Terjebak) --------40
DIAGNOSIS GEJALA KERUSAKAN --------------11 DEPAN ----------------------------------------------------40
WARNA KABEL HARNES DAN NOMER BELAKANG ----------------------------------------------41
INDENTITAS KONEKTOR ---------------------------12

GI-1
TORSI PENGENCANG BAUT STANDAR ------------42 NOMER IDENTIFIKASI -------------------------------46
Penjelasan --------------------------------------------------42 PLAT IDENTIFIKASI ----------------------------------47
Tabel Torsi Pengencang NOMER SERI MESIN ---------------------------------47
(Termasuk Standar Baru)--------------------------------42 NOMER TRANSAKSEL OTOMATIS---------------48
STANDAR LAMA ---------------------------------------42 NOMER TRANAKSEL MANUAL--------------------48
STANDAR BARU BERDASARKAN ISO ---------43 Dimensi ------------------------------------------------------48
UKURAN PERBEDAAN BAUT DAN MUR -------44 Rodan & Ban -----------------------------------------------48
INFORMASI KENDARAAN ------------------------------45 ISTILAH -------------------------------------------------------49
Ragam mode ------------------------------------------------45 Daftar Istilah SAE J1930 -------------------------------49
AWAL DAN AKHIR PENYEBUTAN ----------------45

GI-2
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Supplemental Restraint System (SRS) “AIR
BAG” dan “SEAT BELT PRE-TENSIONER”
Supplemental Restraint System (sistem pelindung tambahan) seperti “AIR BAG” dan “SEAT BELT PRE-
TENSIONER”, digunakan bersama dengan seat belt depan, yang berfungsi untuk mengurangi resiko cedera
pada pengemudi dan penumpang depan dari benturan keras. Dalam buku ini juga disertakan informasi-
informasi yang diperlukan agar pelaksanaan perbaikan dapat dilakukan dengan aman.
PERINGATAN:
• Untuk mencegah agar SRS tidak mengalami masalah sehingga air bag tidak dapat mengembang
pada saat terjadi tabrakan yang dapat mengakibatkan cidera atau kematian pada seseorang,
maka seluruh perawatan harus dilakukan oleh bengkel resmi NISSAN.
• Kesalahan dalam perawatan, termasuk kesalahan melepas dan memasang SRS, dapat
menyebabkan cidera pada seseorang akibat aktifnya sistem air baik tampa disengaja. Untuk
melepas kabel Spiral Cable dan modul Air Bag, lihat bab SRS.
• Jangan menggunakan alat tes elektrikal pada sirkut yang berhubungan dengan SRS kecuali
memang diperintahkan dalam buku Service Manual. SRS wiring harnesses dapat dikenali melalui
warnanya yaitu kuning dan/atau orange pada harnesses atau harness connector.

Hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja Tanpa Cowel Top Cover
Pada saat akan melakukan pekerjaan setelah melepas cowl top cover, tutupkah bagian ujung bawah kaca
depan menggunakan urethane, dsb.

Hal umum yang perlu diperhatikan


• Jangan mengoperasikan mesin untuk waktu yang lama di
ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik.
Gunakan ruangan berventilasi baik dan jauh dari barang yang
mudah terbakar. Harap berhati-hati saat menggunakan barang
yang mudah terbakar atau beracun, seperti bahan bakar, gas
refrigerator, dll. Saat bekerja di bengkel atau ruangan tertutup,
pastikan udara mengalir dengan baik sebelum menggunakan
barang-barang berbahaya tersebut.
Jangan merokok saat bekerja.

GI-3
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

• Sebelum mendongkrak kendaraan, gunakan penahan ban atau alat penahan lain agar kendaraan tetap
diam. Lalu gunakan penahan beban pada area yang ditentukan sebelum memperbaiki kendaraan. Proses
kerja ini dapat diselesaikan pada tingkat awal.
• Saat mengganti komponen berbobot besar seperti mesin atau transaksel/ transmisi, jaga keseimbangan
agar mesin tidak terjatuh. Jangan memasangnya secara berdekatan, terutama dengan brake tube dan
master cylinder.

• Perbaikan yang tidak menggunakan baterry: Matikan switch


pengapiannya. Lepaskan kabel negatif baterai.
• Setelah kabel battery dilepas, memori radio dan kontrol unit
yang disimpan akan terhapus.
• Kotak baterry, terminal dan aksesori battery mengandung
timbal dan campurannya. Cuci tangan setelah memegangnya.

• Agar terhindar dari luka bakar serius: Hindari kontak dengan


komponen metal yang masih panas. Jangan melepas tutup
radiator saat mesin dalam keadaan panas.
• Buang oli tak terpakai atau cairan pembersih secara benar.
• Jangan mencoba untuk mengisi secara penuh tangki bahan
bakar setelah nozzle pompa bahan bakar tertutup otomatis.
Pengisian berlebih dapat menyebabkan tangki banjir, sehingga
bahan bakar terpercik dan bisa terbakar.
• Bersihkan semua komponen yang dibongkar menggunakan
cairan atau pembersih untuk memudahkan pemeriksaan dan
pemasangan.
• Ganti tutup oli, gasket, packing, O-ring, locking washer, cotter
pin, skrup penutup otomatis, dll dengan yang baru.
• Ganti inner dan outer races yang ada pada tapered roller bearings dan needle bearings dalam satu set.
• Atur komponen berdasarkan tempat dan tahap perakitan.
• Jangan sentuh terminal komponen elektrik yang didalamnya terdapat mikrokomputer (seperti OEM).
Listrik statik dapat menyebabkan kerusakan pada komponen.
• Setelah melepas vakum atau selang udara, pasang secara benar sesuai tanda pemasangannya.
• Gunakan hanya cairan dan pelumas khusus yang tertera dalam manual. Gunakan perekat khusus, lem
atau yang sejenisnya bila diperlukan.
• Gunakan alat manual, listrik (untuk melepas) dan alat khusus
lain pada pekerjaan tertentu agar servis selalu aman dan
efisien.
• Saat memeriksa bahan bakar, oli, air, vakum atau sistem
pembuangan, periksa semua hubungan dari kebocoran.

GI-4
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

• Sebelum menservis kendaraan:


Lindungi bemper, sarung dan karpet secara benar. Berhati-hati
agar kunci, gesper atau kancing tidak menggores cat.

PERHATIAN :
Untuk mencegah ECM menyimpan kode yang salah, jangan secara sengaja melepaskan konektor
harness pada sistem kontrol dan TCM (transmission control module). Konektor hanya bisa dilepas
menurut WORK FLOW dari DIAGNOSIS GEJALA GANGGUAN dalam bagian EC dan AT.

Hal yang perlu diperhatikan pada Three Way Catalyst


Jika ada sejumlah besar bahan bakar yang belum terbakar mengalir menuju katalis, suhu katalis menjadi
sangat tinggi. Untuk mencegah hal ini, ikuti instruksi berikut:
• Gunakan bahan bakar tanpa timbal. Bahan bakar bertimbal akan menyebabkan kerusakan pada Three
Way Catalyst.
• Saat memeriksa semburan pengapian atau mengukur kompresi mesin, ujilah secara cepat dan hanya bila
diperlukan.
• Jangan nyalakan mesin saat tangki bahan bakar sedikit, karena dapat menyebabkan kegagalan pada
mesin, dan kerusakan pada katalis.
Jangan dekatkan kendaraan dengan barang yang mudah terbakar. Jauhkan dari knalpot dan Three Way
Catalyst .
Hal yang perlu diperhatikan pada Bahan Bakar
BAHAN BAKAR MESIN (BENSIN)
Gunakan bahan bakar tak bertimbal dengan oktan 91 (RON).
PERHATIAN :
Jangan gunakan bahan bakar bertimbal. Karena dapat menyebabkan kerusakan pada three way
catalyst. Menggunakan bahan bakar selain yang dianjurkan dapat berpengaruh pada kinerja emisi
kontrol dan sistem, serta validitas garansi.
Hal yang perlu diperhatikan pada Multiport Fuel Injection System atau Engine
Control System
• Sebelum memutuskan koneksi konektor harness pada
multiport fuel injection system atau ECM:
Switch pengapian dalam posisi “OFF”.
Putuskan koneksi terminal negatif baterai.
Karena jika tidak akan merusak ECM.
• Sebelum memutuskan koneksi selang bensin dari pompa
bensin menuju injektor, pastikan untuk membuka tekanan
bahan bakar.
• Berhati-hati untuk tidak mengguncang komponen seperti ECM
dan sensor mass air flow.

GI-5
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Hal yang perlu diperhatikan pada Selang


MELEPAS DAN MEMASANG SELANG
• Untuk mencegah kerusakan pada karet selang, jangan
menekannya dengan alat yang runcing atau obeng.

• Untuk memasang kembali karet selang secara aman, pastikan


ukurannya tepat. (Jika selang dilengkapi penyumbat, masukkan
karet selang hingga terkunci dengan penyumbat).

JEPITAN SELANG
• Jika karet selang telah digunakan, pasang jepitan selang pada
posisi awal (pada lekukan jepitan terakhir). Jika ada bekas
menonjol, sejajarkan karet selang pada posisi tersebut.
• Ganti jepitan lama dengan yang baru.

• Setelah memasang jepitan, kuatkan seperti tanda panah,


sampai semua merata.

GI-6
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Hal yang perlu diperhatikan pada Oli Mesin


Kontak yang terlalu lama dengan oli mesin bekas akan menyebabkan kanker kulit. Hindari kontak langsung
dengan kulit.
Jika terjadi kontak kulit, bersihkan dengan sabun atau pembersih secepat mungkin.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA KESEHATAN
• Hindari kontak lama dan berulang dengan oli, terutama oli bekas.
• Gunakan pakaian pelindung, termasuk sarung tangan dan mudah dipakai.
• Jangan letakkan kain beroli dalam kantung.
• Hindari mengotori pakaian, terutama bagian dalam dengan oli. Tidak boleh memakai pakaian dan kaus
kaki yang dikotori oli. Barang yang dipakai harus senantiasa bersih.
• Pertolongan pertama harus dilakukan segera jika ada yang terluka.
• Gunakan krim pelindung, saat sebelum bekerja, untuk membantu agar oli tidak menempel pada kulit.
• Bersihkan dengan sabun dan air untuk menghilangkan oli (pembersih kulit dan sikat kuku dapat
menolong). Penggunaan lanolin dapat mengganti minyak kulit alami yang telah hilang.
• Hindari menggunakan bensin, kerosin, diesel, oli, thiner atau pelarut lain untuk membersihkan kulit.
• Jika terjadi iritasi kulit, segera ke dokter.
• Bila dianggap praktis, atasi minyak dari komponen terlebih dulu.
• Jika ada resiko kontak dengan mata, pelindung mata harus dipakai, contohnya, kaca mata anti kimia atau
pelindung wajah; sebagai tambahan fasilitas untuk membersihkan mata harus disediakan.

Hal yang perlu diperhatikan pada Lingkungan


Saat menservis kendaraan, penting untuk menggunakan barang bekas atau daur ulang, yang mudah
terbakar, beracun, seperti bensin, gas refrigerator, pelarut, oli, oli filter, modul air bag, seat belt
pretensioners, dll. Pembuangan, pendauran ulang, dan pengangkutan benda-benda berbahaya tersebut
harus dilakukan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Hal yang perlu diperhatikan pada Pendingin Ruangan


Gunakan unit pengganti refrigeran yang telah ditunjuk saat sistem pendingin ruangan harus diganti. Merujuk
pada ATC/MTC bagian “HFC-134a (R-134a) Service Procedure”, “REFRIGERANT LINES” untuk instruksi
lebih lanjut.
.

GI-7
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI


Penjelasan
Volume ini menjelaskan tentang “Melepas, Membongkar, Memasang, Memeriksa dan Menyesuaikan” dan
“Diagnosis Gejala Kerusakan”.
Istilah
• Istilah PERINGATAN dan PERHATIAN adalah tanda agar anda mengikuti prosedur yang berlaku untuk
mencegah kecelakaan dan/atau kerusakan pada kendaraan.
PERINGATAN menandakan kemungkinan terjadinya cidera jika instruksi di dalamnya tidak diikuti.
PERHATIAN menandakan kemungkinan terjadinya kerusakan jika instruksi di dalamnya tidak diikuti.
PERNYATAAN YANG DITEBALKAN selain PERINGATAN dan PERHATIAN memberikan anda
informasi yang berguna.
Nilai standar:Toleransi saat pemeriksaan dan penyesuaiaan.
Nilai batas:Nilai batas maksimum atau minimum yang tidak boleh dilewati saat pemeriksaan dan
penyesuaian.

Unit
• UNIT pada manual ini merupakan SI UNIT (Sistem Internasional Unit), dan dinyatakan dalam sistem
metrik dan sistem yard/pon. Juga untuk torka pengencangan baut dan mur, tersedia deskripsi tentang
ukuran dan standarnya.

“Contoh”
Ukuran
Mur Kunci Outer Socket : 59 - 78 N·m (6.0 - 8.0 kg-m, 43 - 58 ft-lb)

Standar
Baut Instalasi Drive Shaft : 44.3 N·m (4.5 kg-m, 33 ft-lb)

Isi
• INDEKS ALFABETIS disediakan di akhir manual ini agar anda dapat mencari item dan halaman yang
anda inginkan secara cepat.
• INDEKS QUICK REFERENCE, tab hitam (contoh ) disediakan pada halaman pertama. Anda dengan
cepat menemukan halaman depan pada tiap bagian dengan mencocokkan tab hitam.
• ISI tercetak di halaman depan tiap bagian.
• JUDUL dicetak pada bagian atas di tiap halaman yang menunjukkan komponen atau sistem.
• PENOMERAN HALAMAN dari tiap bagian terdiri dari dua atau tiga huruf yang menunjukkan bagian dan
nomer tertentu (contoh. “BR-5”).
ILUSTRASI SEDERHANA menunjukkan pentingnya tahap yang dijalankan seperti pada pemeriksaan,
penggunaan alat khusus, kebiasaan saat bekerja serta trik khusus yang tidak diperlihatkan pada ilustrasi
detail sebelumnya. Prosedur pemasangan, pemeriksaan dan penyesuaian yang dipakai untuk unit yang lebih
kompleks seperti Transaksel atau transmisi otomatis, dll. diperlihatkan dalam format bertahap.

GI-8
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Hubungan antara Ilustrasi dan Penjelasan


Contoh berikut menjelaskan hubungan antara penjelasan komponen dalam ilustrasi, nama komponen dalam
teks dan prosedur servis.

GI-9
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Komponen
• ILUSTRASI DETAIL memberikan gambar secara detail (lihat gambar berikut) disertai detail torka
pengencang, pelumas, nomer dari bagian KATALOG KOMPONEN (SEC. 440) dan informasi penting
lainnya dalam melakukan perbaikan.
Ilustrasi harus digunakan sebagai referensi hanya dalam hal servis. Sedang saat pemesanan komponen,
lihat pada bagian KATALOG KOMPONEN.
Komponen yang ditunjukkan dalam ilustrasi ditandai melalui bulatan nomer. Saat ilustrasi ini digunakan,
deskripsi teks yang ada akan mengikuti ilustrasi.

1. Union bolt 2. Copper washer 3. Brake hose


4. Cap 5. Bleed valve 6. Sliding pin bolt
7. Piston seal 8. Piston 9. Piston boot
10. Cylinder body 11. Sliding pin 12. Torque member mounting bolt
13. Washer 14. Sliding pin boot 15. Bushing
16. Torque member 17. Inner shim cover 18. Inner shim
19. Inner pad 20. Pad retainer 21. Pad wear sensor
22. Outer pad 23. Outer shim 24. Outer shim cover

1 : PBC (Poly Butyl Cuprysil) grease 2 : Rubber grease : Brake fluid


atau silicone-based grease

Lihat bagian GI untuk definisi simbol tambahan.


SIMBOL

GI-10
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Cara Mendiagnosis Gejala Kerusakan


PENJELASAN
PERINGATAN:
Diagnosis gejala kerusakan mengindikasikan bahwa prosedur kerja memerlukan diagnosis masalah secara
efektif. Perhatikan instruksi berikut sebelum melakukan diagnosis.
1. Baca terlebih dahulu “Pemeriksaan Pendahuluan”, “Bagan Gejala” atau “Work Flow”.
2. Periksa kembali setelah melakukan perbaikan untuk memastikan kerusakan telah diperbaiki.
3. Lihat Komponen Parts dan Lokasi Harness Konektor untuk Sistem yang digambarkan pada tiap
bagian dalam mengidentifikasi/lokasi komponen dan konektor harnes.
4. Lihat Diagram Sirkuit untuk mempercepat pinpoint check.
Jika anda perlu memeriksa sambungan secara detail antara sirkuit dan konektor harnes, seperti
saat penggunaan sub-harnes, lihat Wiring Diagram di masing-masing bagian terpisah dan
Harness Layout pada bagian PG untuk identifikasi konektor harnes.
5. Saat memeriksa sambungan sirkuit, switch pengapian harus dalam posisi OFF.
6. Sebelum memeriksa tegangan pada konektor, periksa tegangan baterai.
7. Setelah melakukan Prosedur Diagnostik dan Pemeriksaan Komponen Elektrik, pastikan semua
konektor harnes telah tersambung kembali seperti semula.
CARA MELAKUKAN TES DIAGNOSIS GEJALA KERUSAKAN

1. Prosedur Kerja dan Diagnostik


Mulai mendiagnosis masalah dengan melakukan prosedur yang ada dalam lampiran grup tes.
2. Pertanyaan dan Jawaban
Pertanyaan dan jawaban yang dirasa perlu ditulis dengan huruf tebal dalam grup tes.
Artinya sebagai berikut:

GI-11
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

a. Tegangan baterai → 11 - 14V atau sekitar 12V


b. Tegangan : Sekitar 0V → Kurang dari 1V

3. Simbol dalam ilustrasi


Simbol yang tertera dalam ilustrasi mengacu pada pengukuran atau prosedur. Sebelum mendiagnosis
masalah, biasakan diri anda dengan simbol tersebut. Lihat pada “Simbol Konektor” pada bagian GI dan
“ARTI SIMBOL SEBAGAI TANDA UNTUK PENGUKURAN ATAU PROSEDUR” berikut.
4. Action items
Tindakan berikut yang dilakukan pada tiap grup tes ditandai berdasarkan hasil dari tiap pertanyaan.
Nomer grup tes diperlihatkan pada bagian kiri di tiap grup tes.

WARNA KABEL HARNES DAN NOMER INDIKASI KONEKTOR


Ada dua tipe warna kabel harnes dan nomer indikasi konektor.
TIPE 1: Warna Kabel Harnes dan Nomer Konektor diperlihatkan dalam Ilustrasi
• Huruf yang disediakan di sebelah meter tes probe
menunujukkan warna kabel harnes.
• Nomer Konektor ditunjukkan dalam satu lingkaran (M33)
memperlihatkan konektor harnes.
• Nomer Konektor ditunjukkan dalam dua lingkaran (F211)
memperlihatkan komponen konektor.

GI-12
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

TIPE 2: Warna Kabel Harnes dan Nomer Konektor diperlihatkan dalam Teks

ARTI SIMBOL SEBAGAI TANDA UNTUK PENGUKURAN ATAU PROSEDUR

GI-13
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

GI-14
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Cara Membaca Wiring Diagram


SIMBOL KONEKTOR
Pada umumnya simbol konektor dalam wiring diagram ditunjukkan dari sisi terminal.
• Simbol konektor yang ditunjukkan dari sisi terminal terlampir
dengan line tunggal dan diikuti oleh tanda petunjuk.
• Simbol konektor yang ditunjukkan dari sisi harnes terlampir
dengan line ganda dan diikuti oleh tanda petunjuk.
• Beberapa sistem dan komponen, terutama yang berhubungan
dengan OBD, dapat menggunakan konektor harnes tipe slide-
locking.
Untuk deskripsi dan cara memutuskan sambungan, lihat bagian
PG, “Deskripsi”, “KONEKTOR HARNES”.
.

• Terminal jenis jantan dan betina


Kepala terminal jenis jantan ditunjukkan dengan warna hitam
dan terminal betina dengan warna putih dalam wiring diagrams.

GI-15
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI
TIPE BARU/WIRING DIAGRAM - CONTOH -
• Lebih detail, lihat GI-17, "Penjelasan (Tipe Baru)".

GI-16
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Nomer Item Deskripsi


1 Power supply • Berarti power supply dari fusible link atau fuse.
2 Fusible link • "X" berarti fusible link.
Nomer fusible link/
3
fuse • Berarti nomer dari fusible link atau lokasi fuse.
4 Fuse • "/" berarti fuse.
Current rating of fus-
5
ible link/fuse • Berarti current rating dari fusible link atau fuse.
6 Optional splice • Open circle memperlihatkan bahwasplice adalah optional tergantung dari aplikasi kendaraan.
• Huruf memperlihatkan lokasi konektor harness yang terpakai.
7 Nomer konektor • Contoh: M : main harness. Untuk detail dan melokalisir konektor, lihatbagian PG "Main Harness",
“Harness Layout”.

8 Splice

• Lingkaran hitam " " berarti splice.
9 Page crossing
• Tanda panah memperlihatkan sirkuit bersambung ke halaman berikut.
• Huruf A akan sama dengan huruf A pada halaman sebelum dan sesudahnya.
10 Option abbreviation • Berarti spesifikasi kendaraan yang layout sirkuitnya berada di antara " ".
11 Relay • Berarti representasi internal dari relay.
Connector referring to
12
PG section • Berarti ada informasi tambahan pada Super Multiple Junction (SMJ) pada bagian PG.
13 Option description • Memperlihatkan deskripsi pada singkatan option yang digunakan pada halaman tersebut.

14 Switch • Berarti ada sambungan antara terminal 1 dan 2 saat switch dalam posisi A. Sambungan ada di
antara terminal 1 dan 3 saat switch is dalam posisi B.
15 Circuit (Wiring) • Berarti wiring.

16 System branch • Memperlihatkan percabangan sistem ke sistem yang lain, ditandai oleh kode sel (bagian dan
sisitem).
17 Shielded line • Jalur tertutup oleh jalur lingkar terputus yang memperlihatkan kabel terlindung.
18 Component name • Nama komponen.
19 Ground (GND) • Memperlihatkan koneksi ground.
20 Connector • Informasi konektor. Unit-side diperlihatkan oleh simbol konektor.

21 Connectors (Plural) • Konektor tertutup dalam jalur terputus yang memperlihatkan bahwa konektor ini adalah milik dari
komponen yang sama.
22 Terminal nomer • Nomer terminal dari konektor.

23 Kode sel • Mengidentifikasi tiap halaman dari wiring diagram secara bagian, sistem dan nomer halaman wiring
diagram.
24 Connectors • Berarti jalur transmisi dilewati oleh dua konektor atau lebih.

GI-17
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

TIPE ALIRAN/WIRING DIAGRAM - CONTOH -


• Lebih detail, lihat GI-19, "Penjelasan (Tipe Aliran)".

GI-18
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Optional Splice

Penjelasan (Tipe Aliran)

Nomer Item Deskripsi


1 Power supply • Menunjukkan power supply dari fusible link atau fuse.
• Line ganda menunjukkan fusible link.
2 Fusible link • Lingkaran terbuka menunjukkan masuknya current flow in, dan lingkaran tertutup menunjukkan
current flow yang keluar.
Nomer fusible link/
3
fuse • Menunjukkan nomer fusible link atau lokasi fuse.
• Line tunggal menunjukkan fuse.
4 Fuse • Lingkaran terbuka menunjukkan masuknya current flow in, dan lingkaran tertutup menunjukkan
current flow yang keluar.
Current rating dari fus-
5
ible link/fuse • Menunjukkan current rating dari fusible link atau fuse.
• Menunjukkan bahwa konektor E3 berjenis betina dan konektor M1 berjenis jantan.
6 Konektor • Kabel G/R berada pada terminal 1A dari kedua konektor.
• Nomer terminal (1A, 5B, dll.) menunjukkan bahwa konektor berjenis SMJ. Lihat bagian PG,
SMJ (SUPER MULTIPLE JUNCTION).
7 Optional splice • Lingkaran terbuka menunjukkan bahwa sambungan adalah opsional tergantung dari aplikasi
kendaraan.
8 Splice Lingkaran " " menunjukkan sambungan.

9 Page crossing
• Panah ini menunjukkan bahwa sirkuit bersambung ke halaman berikut.
• Huruf A akan sesuai dengan huruf A di halaman lain.
10 Konektor yang sama • Line dengan tanda titik antara terminal menunjukkan bahwa terminal tersebut adalah bagian dari
konektor yang sama.
11 Option abbreviation • Menunjukkan spesifikasi rancangan sirkuit kendaraan " ".
12 Relay • Menunjukkan internal relay. Untuk lebih detail, lihat bagian PG, STANDARDIZED RELAY.
13 Konektor • Menunjukkan konektor tersambung pada bodi atau baut atau mur terminal.

GI-19
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Nomer Item Deskripsi


• Kode warna.
B = Black/hitam BR = Brown/coklat
W = White/putih OR atau O = Orange/jingga
R = Red/merah P = Pink
G = Green/hijau PU or V (Violet) = Purple/ungu
14 Warna kabel L = Blue/biru GY atau GR = Gray/abu-abu
Y = Yellow/kuning SB = Sky Blue/biru langit
LG = Light Green /hijau terang CH = Dark Brown/coklat hitam
DG = Dark Green/hijau gelap
Saat warna kabel terlihat, warna dasar ditandai terlebih dulu, kemudian warna stripnya, seperti
contoh berikut:
Contoh: L/W = Blue with White Stripe/ Biru dengan strip putih
15 Option description • Memperlihatkan deskripsi opsi singkatan yang digunakan di setiap halaman.

16 Switch • Memperlihatkan sambungan yang terjadi antara terminal 1 dan 2 pada saat switch dalam posisi A.
Sambungan yang terjadi antara terminal 1 dan 3 pada saat switch dalam posisi B.
17 Assembly parts • Terminal konektor pada komponen memperlihatkan menyatu dengan dengan assembly harness.

18 Kode sel • Tiap halaman dilengkapi dengan bagian, sistem dan nomer wiring diagram untuk mempermudah
identifikasi.
• Panah menunjukkan electric current flow, terutama arah standard flow (baik vertikal secara menurun
atau horizontal dari kiri ke kanan) yang sulit ditelusuri.
19 Panah current flow
• Panah ganda “ ” menunjukkan aliran dapat bergerak tergantung dari arah pengoperasian
sirkuit.
20 Percabangan sistem • Menunjukkan percabangan sistem di sistem yang lain ditandai dengan kode sel (bagian dan sistem).
• Panah ini menunjukkan bahwa sirkuit bersambung ke halaman berikut yang ditandai oleh kode sel.
21 Page crossing • Huruf C akan sesuai dengan huruf C di halaman lain bersama dengan sistem akan sama seperti
pada halaman berikutnya.
22 Shielded line • Line yang tertutup oleh broken line circle menunjukkan shield wire.

23
Component box in • Menunjukkan part lain dari komponen diperlihatkan pada halaman lain (ditandai dengan wave line)
wave line bersama sistem.
24 Nama komponen • Menunjukkan nama komponen.
• Huruf menunjukkan lokasi tempat harnes konektor.
25 Nomer konektor • Contoh: M : main harness. Untuk lebih detail dan melihat lokasi konektor, lihat bagian PG "Main
Harness", “Harness Layout”.
26 Ground (GND) • Line yang menyambung dan warna grounded under wire menunujukkan bahwa ground line
tersambung dengan konektor ground.
27 Ground (GND) • Menunjukkan koneksi ground.
28 Connector views • Area ini menunjukkan bentuk konektor komponen dalam halaman wiring diagram.

29 Konektor (Plural) • Konektor tertutup dalam broken line menunjukkan bahwa konektor tersebut berasal dari komponen
yang sama.
30 Warna konektor • Menunjukkan kode warna konektor. Arti dari kode, lihat bagan Nomer 14 pada kode warna.

Fusible link dan fuse • Menunjukkan pengaturan fusible link(s) dan fuse(s), digunakan untuk connector views dari "POWER
31 SUPPLY ROUTING" dalam bagian PG. kotak yang terbuka menunjukkan masuknya current flow,
box
dan yang tertutup menunjukkan current flow yang keluar.
32 Area referensi • Menunjukkan informasi mendetail pada Super Multiple Junction (SMJ) dan Joint Connectors (J/C)
yang ada di bagian PG. Lihat lebih detail di "Area Referensi ".

GI-20
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

PENJELASAN (UMUM)
Indikasi Harnes
• Huruf disebelah meter tes probe menunjukkan warna kabel
konektor.
• Nomer konektor dalam line tunggal M33 menunjukkan konektor
harnes.

Indikasi Komponen
Nomer konektor dalam lingkaran ganda F211 menunjukkan komponen konektor.
Posisi Switch
Switche ditunjukkan dalam wiring diagram seperti saat kendaraan dalam kondisi “normal”.
Kendaraan dalam kondisi “normal” saat:
• switch dalam posisi “OFF”,
• pintu, kap, bagasi/pintu belakang dalam posisi tertutup,
• pedal tidak ditekan, dan
• rem parkir dalam posisi bebas.

GI-21
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Line Detectable dan Line Non-Detectable


Pada beberapa wiring diagrams, ada dua tipe line, yang mewakili kabel, dengan menggunakan perbedaan
berat.
• Line dengan berat regular (lebih lebar) mewakili “line
detectable” untuk DTC (Diagnostic Trouble Code)”. Line ini
adalah sirkuit yang digunakan ECM untuk mendeteksi
malfungsi pada sistem sirkuit diagnostik.
• Line dengan berat lebih ringan (lebih kecil) mewakili “line non-
detectable” untuk DTC. )”. Line ini adalah sirkuit yang tidak
dapat digunakan ECM untuk mendeteksi malfungsi pada
sistem sirkuit diagnostik.

GI-22
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Switch Ganda
Sambungan pada switch ganda digambarkan dalam dua cara seperti berikut.
• Bagan switch digunakan dalam diagram skematik.
• Diagram switch digunakan dalam wiring diagram.

GI-23
CARA MENGGUNAKAN MANUAL INI

Singkatan
SINGKATAN berikut digunakan untuk:

SINGKATAN DESKRIPSI
A/C Air Conditioner
A/T Automatic Transaxle/Transmission
ATF Automatic Transmission Fluid
D1 Drive range 1st gear
D2 Drive range 2nd gear
D3 Drive range 3rd gear
D4 Drive range 4th gear
FR, RR Front, Rear
LH, RH Left-Hand, Right-Hand
M/T Manual Transaxle/Transmission
OD Overdrive
P/S Power Steering
SAE Society of Automotive Engineers, Inc.
SDS Service Data and Specifications
SST Special Service Tools
2WD 2-Wheel Drive
22 2nd range 2nd gear
21 2nd range 1st gear
12 1st range 2nd gear
11 1st range 1st gear

GI-24
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK


Cara Melakukan Diagnosis Kerusakan Elektrik
WORK FLOW

TAHAP DESKRIPSI
Cari informasi lebih lengkap tentang kondisi dan lingkungan saat malfungsi terjadi.
Gunakan tahap-tahappenting berikut untuk membuat analisis yang tepat:
APA Model kendaraan, Mesin, Transmisi/Transaksel dan Sistem (Radio).
TAHAP 1 KAPAN Tanggal, Waktu berkendara, Kondisi cuaca, Frekuensi.
DIMANA Kondisi jalan, Ketinggian dan Situasi kemacetan.
Gejala kerusakan sistem, Kondisi pengoperasian (Other Components Interaction).
BAGAIMANA
Dataservissebelumnya dan Aksesoris lain yang terpasang.
Jalankan sistem, jikaperlu lakukan road test.
TAHAP 2 Verifikasi parameter malfungsi.
JIka masalah tidak dapat direka ulang, lihat “Simulasi Tes Malfungsi”.
Lakukan diagnosis yang menyeluruh, termasuk:
• Power Supply Routing
• Deskripsi Sistem Operasi
• Applicable Service Manual Sections
TAHAP 3 • Periksa Service Bulletins
Identifikasi permulaan diagnosis berdasarkan pengetahuan yang anda ketahui tentang sistem operasi
dan keluhan kostumer.

Periksa sistem untuk tumpang tindih mekanis, konektor yang longgar atau kerusakan kabel.
TAHAP 4 Tentukan sirkuit dan komponen yang dicurigai dan diagnosis dengan Power Supply Routing dan
Harness Layouts.
TAHAP 5 Perbaiki atau ganti sirkuit atau komponen yang rusak.
Jalankan sistem di semua mode. Pastikan sisem bekerja dengan benar pada semua kondisi, dan
pastikan anda tidak secara sengaja membuat kerusakan baru pada tahap-tahap diagnosis atau
TAHAP 6 perbaikan.

TES SIMULASI MALFUNGSI ELEKTRIK


Pendahuluan
Kadang gejala yang ada tidak muncul saat kendaraan diservis. Jika memungkinkan buat kembali kondisi saat
terjadinya malfungsi. Karena dapat membantu untuk menghindari No Trouble Found Diagnosis. Bagian
berikut mengilustrasikan simulasi kondisi/lingkungan saat pemilik berhadapan dengan malfungsi elektrik

Bagian ini tebagi dalam 6 topik:


• Getaran kendaraan
• Sensitifitas terhadap panas

GI-25
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

• Beku
• Kebocoran
• Muatan elektrik
• Posisi start saat keadaan panas atau dingin
Mengetahui deskripsi kejadian yang dialami kostumer sangat penting untuk mensimulasi masalah.

Getaran Kendaraan
Masalah dapat bertambah parah saat berkendara di atas jalan kasar atau saat mesin bergetar (bersamaan
dengan menyalanya A/C). Pada kasus ini, anda akan memeriksa kondisi yang berkaitan dengan getaran.
Lihat ilustrasi berikut.

KONEKTOR & HARNES


Tentukan konektor dan wiring harness mana yang dapat berefek pada sistem elektikal yang anda periksa.
Secara perlahan goncang tiap konektor dan harnes saat memonitor sistem untuk malfungsi yang anda ingin
buat. Tes ini memungkinkan untuk mengetahui koneksi elektrikal yang longgar atau buruk.

PETUNJUK
Konektor dapat terkena uap air. Sehingga memungkinkan adanya korosi pada terminal konektor.
Pemeriksaan secara visual mungkin tak dapat terlihat tanpa memutuskan konektor. Jika masalah terjadi
secara berselang, mungkin hal ini disebabkan korosi. Disarankan untuk memutus koneksi, periksa dan
bersihkan terminal pada konektor yang terkait dengan sistem.

SENSOR & RELAY


Guncang secara perlahan sensor dan relay pada sistem yang anda periksa. Tes ini dapat mengindikasikan
koneksi sensor dan relay yang longgar atau buruk.

KOMPARTEMEN MESIN
Ada beberapa alasan mengapa kendaraan atau getaran mesin menyebabkan kerusakan elektrik. Hal yang
harus diperiksa:
• Konektor tak sepenuhnya dalam posisi yang benar.
• Wiring harness tidak cukup panjang dan dalam keadaan tegang karena getaran atau goncangan mesin.
• Kabel terletak pada pegangan atau komponen yang bergerak.
• Kabel yang longgar, kotor atau berkarat.
• Kabel terletak terlalu dekat dengan komponen bersuhu tinggi.
Untuk memeriksa komponen di bawah kap, awali dengan memeriksa kesolidan koneksi ground. (Lihat
Pemeriksaan Ground di bagian berikut). Pertama periksa apakah sistem benar-benar dalam posisinya. Lalu
periksa koneksi yang longgar dengan menggoncang secara perlahan kabel atau komponen seperti yang
dijelaskan sebelumnya. Dengan menggunakan wiring diagrams, periksa sambungan kabel.

DI BELAKANG PANEL INSTRUMEN


Harnes yang tidak tersambung dengan benar dapat terjepit saat pemasangan aksesoris. Getaran kendaraan
dapat memperburuk harnes yang terpasang pada gagang atau dekat dengan sekrup.

GI-26
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

DI BAWAH AREA TEMPAT DUDUK


Harnes yang longgar atau tak terpasang dengan benar dapat menyebabkan kabel terjepit oleh komponen
tempat duduk (seperti slide guides) saat kendaraan bergetar. Jika kabel berada di area tempat duduk, periksa
jalur kabel untuk kemungkinan rusak atau terjepit.

Sensitifitas terhadap Panas


Kecemasan kostumer adalah pada saat cuaca panas atau setelah
mobil berhenti pada jangka waktu yang tidak lama. Pada kasus ini
anda harus memeriksa kondisi sensitifitas komponen terhadap
panas, panaskan komponen dengan heat gun atau sejenisnya.
Jangan panaskan komponen melebihi suhu 60°C (140°F). Jika
terjadi malfungsi saat memanaskan unit, maka ganti atau sekat
komponen.

Beku
Kecemasan kostumer mungkin terjadi setelah memanaskan mobil
(saat musim dingin). Penyebabnya bisa saja karena air yang
membeku di sistem perkabelan/elektrikal.
Ada dua metode untuk memeriksanya. Pertama, atur agar pemilik
tidak menggunakan mobilnya selama satu malam. Upayakan agar
mobil berada dalam suhu rendah untuk mendemontrasikan
malfungsi. Parkir di luar rumah. Paginya, lakukan diagnosis secara
cepat pada komponen elektrik mobil. Metode kedua adalah dengan
menaruh komponen yang dicurigai ke dalam pendingin agar air
membeku. Pasang kembali ke dalam mobil dan periksa apakah
terjadi malfungsi. Jika terjadi, maka perbaiki atau ganti komponen
tersebut.

Kebocoran
Keadaan ini mungkin terjadi hanya saat humiditas yang tinggi atau
saat cuaca hujan/salju. Hal ini dapat mengakibatkan kebocoran
pada part elektrik. Keadaan ini dapat disimulasikan dengan
merendam mobil atau saat mencuci mobil.
Jangan semburkan air secara langsung pada komponen
elektrik.

Muatan elektrik
Hal ini mungkin terjadi karena sensitifitas muatan elektrik. Lakukan
diagnosis dengan menyalakan semua aksesoris (termasuk A/C,
defogger kaca samping, radio, lampu kabut).

GI-27
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

Posisi start saat keadaan panas atau dingin


Pada beberapa kondisi, mungkin akan terjadi malfungsi saat mobil dinyalakan pada keadaan dingin, atau
dinyalakan kembali pada keadaan panas setelah tak beberapa lama dimatikan. Pada kasus ini, mungkin
anda harus membiarkan mobil tidak dijalankan semalaman agar terdiagnosis secara baik.

PEMERIKSAAN SIRKUIT
Pendahuluan
Secara umum, mengetes sirkuit elektrik adalah hal yang mudah jika menggunakan pendekatan logika dan
metode yang teratur.
Sebelum memulai, sangat penting untuk mengetahui informasi pada sistem yang akan dites. Selain untuk
memiliki pemahaman yang baik pada sistem operasi. Baru anda dapat menggunakan peralatan yang tepat
dan mengikuti prosedur yang benar.
Anda mungkin akan mensimulasikan getaran dengan secara perlahan mengguncang wiring harness atau
komponen elektrik.

OPEN Sirkuit dalam keadaan terbuka saat tidak ada sambungan melalui bagian sirkuit.
Ada 2 tipe hubungan pendek.

HUBUNGAN • SIRKUIT HUBUNGAN Saat sirkuit kontak dengan sirkuit lain dan menghasilkan resistensi normal sebagai
PENDEK PENDEK perubahannya.
• HUBUNGAN PENDEK Saat sirkuit kontak dengan ground source dan merusak sirkuit.
PADA GROUND
CATATAN:
Lihat “Cara Memeriksa Terminal” untuk menelusuri atau memeriksa terminal.
Pemeriksaan untuk “Keadaan Terbuka” dalam Sirkuit
Sebelum anda memulai diagnosis dan mengetes sistem, anda harus membuat skema kasar tentang sistem.
Ini dapat membantu anda dalam proses diagnosis. Menggambar sketsa juga menambah pengetahuan anda
tentang sistem.

METODE PEMERIKSAAN SAMBUNGAN


Pemeriksaan sambungan digunakan untuk mencari keadaan terbuka dalam sirkuit. Multimeter digital (DMM)
disesuaikan pada fungsi resistensi akan mengindikasikan sebuah sirkuit terbuka sebagai over limit (tanpa
suara dering atau simbol ohms). Pastikan untuk selalu mengawali DMM pada level resistensi yang tertinggi.
Untuk membantu memahami diagnosis ini, harap perhatikan pada skema sebelumnya.
• Putuskan hubungan kabel negatif baterai.
• Mulai menelusuri pada satu ujung sirkuit ke ujung lainnya. (Blok fuse pada contoh ini)
• Hubungkan satu probe DMM pada terminal blok fuse pada load side.
• Hubungkan probe yang lainpada blok fuse (power) di sisi SW1. Sejumlah kecil atau tidak adanya
resistensi akan mengindikasikan bahwa sebagian sirkuit memiliki sambungan yang bagus. Jika ada
keadaan terbuka dalam sirkuit, DMM akan mengindikasikan over limit atau kondisi infinite resistance.
(poin A)
• Hubungkan probe antara SW1 dan relay. Sejumlah kecil atau tidak adanya resistensi akan
mengindikasikan bahwa sebagian sirkuit memiliki sambungan yang bagus. Jika ada keadaan terbuka
dalam sirkuit, DMM akan mengindikasikan over limit atau kondisi infinite resistance. (poin B)
• Hubungkan probe di antara relay dan solenoid. Sejumlah kecil atau tidak adanya resistensi akan
mengindikasikan bahwa sebagian sirkuit memiliki sambungan yang bagus. Jika ada keadaan terbuka
dalam sirkuit, DMM akan mengindikasikan over limit atau kondisi infinite resistance. (poin C)
Sirkuit listrik manapun dapat didiagnosis menggunakan contoh pendekatan sebelumnya.

GI-28
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

METODE PEMERIKSAAN TEGANGAN


Untuk membantu memahami diagnosis open circuit harap lihat skema sebelumnya.
Dalam sirkuit listrik, secara terbuka dapat ditemukan dengan memeriksa sistem melalui adanya tegangan.
Hal ini dilakukan dengan mengubah switch DMM menjadi fungsi tegangan.
• Hubungkan satu probe dari DMM pada ground.
• Mulai menelusuri pada satu ujung sirkuit ke ujung lainnya.
• Dengan SW1 terbuka, telusuri SW1 untuk memeriksa tegangan.
tegangan; terbuka berada lebih di bawah sirkuit daripada SW1.
tidak ada tegangan; terbuka berada di antara blok fuse dan SW1 (poin A).
• Tutup SW1 dan telusuri pada relay.
tegangan; terbuka berada lebih di bawah sirkuit daripada relay.
tidak ada tegangan; terbuka berada di antara SW1 dan relay (poin B).
• Tutup relay dan telusuri pada solenoid.
tegangan; terbuka berada di bawah sirkuit daripada solenoid.
tidak ada tegangan; terbuka berada di antara relay dan solenoid (poin C).
Sirkuit listrik manapun dapat didiagnosis menggunakan contoh pendekatan sebelumnya.
Pemeriksaan untuk “Hubungan Pendek” dalam Sirkuit
Untuk menyederhanakan penjelasan hubungan pendek dalam sistem, harap perhatikan skema berikut.

METODE PEMERIKSAAN RESISTENSI


• Putuskan koneksi kabel negatif baterai dan cabut blown fuse.
• Putuskan koneksi semua muatan (SW1 terbuka, diskoneksi relay dan solenoid) listrik melalui fuse.
• Buat koneksi satu probe DMM menuju muatan terminal fuse. Buat koneksi lainnya menuju ground.
• Dengan SW1 terbuka, periksa sambungan.
sambungan; hubungan pendek terletak di antara terminal fuse dan SW1 (poin A).
tak bersambung; hubungan pendek terletak terlalu di bawah sirkuit daripada SW1.
• Tutup SW1 dan putus koneksi relay. Letakkan probe pada sisi load terminal fuse dan
ground. Lalu, periksa sambungan.
sambungan; hubungan pendek terletak di antara SW1 dan relay (poin B).
tak bersambung; hubungan pendek terletak terlalu di bawah sirkuit daripada relay.
• Tutup SW1 dan jump kontak relay dengan jumper wire. Letakkan probe pada sisi load terminal fuse dan
ground. Lalu, periksa sambungan.
sambungan; hubungan pendek terletak di antara relay dan solenoid (poin C).
tak bersambung; periksa solenoid, dan urut kembali tahap-tahapnya.
METODE PEMERIKSAAN TEGANGAN
• Angkat fuse yang rusak dan putuskan koneksi dengan semua muatan (seperti SW1 open, diskoneksi
relay dan solenoid) listrik melalui fuse.
• Nyalakan kunci dalam poisisi ON atau START. Periksa tegangan baterai pada sisi + terminal fuse
(satu timbal pada baterai + sisi terminal dari blok fuse dan satu timbal lain pada ground).
• Dengan SW1 terbuka dan timbal DMM bersilangan pada kedua terminal fuse, periksa tegangan.
tegangan; hubungan pendek terletak di antara blok fuse dan SW1 (poin A).

GI-29
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

tidak ada tegangan; hubungan pendek terletak terlalu di bawah sirkuit daripada SW1.
• Dengan SW1 tertutup, relay dan solenoid terputus dan timbal DMM berseberangan pada kedua terminal
fuse, periksa tegangan.
tegangan; hubungan pendek terletak di antara SW1 dan relay (poin B).
tidak ada tegangan; hubungan pendek terletak terlalu di bawah sirkuit daripada relay.
• Dengan SW1 tertutup, kontak relay melewati kabel fused jumper periksa untuk tegangan.
tegangan; hubungan pendek terletak di bawah sirkuit relay atau di antara relay dan putusnya solenoid
(poin C).
tidak ada tegangan; urut kembali tahap-tahapnya dan periksa power untuk blok fuse.

Pemeriksaan Ground
Koneksi ground sangat penting pada pengoperasian elektrik dan sirkuit elektronik. Koneksi ground biasanya
rentan terhadap embun, kotoran dan karat. Karat bisa menjadi resisten yang tidak diinginkan. Keadaan ini
dapat mengubah cara kerja sirkuit. Sirkuit elektrik sangat peka terhadap ground. Ground yang tidak solid atau
berkarat dapat mempengaruhi sirkuit kontrol secara drastis. Bahkan saat koneksi ground terlihat bersih, bisa
saja masih ada karat di permukaannya.
Saat memeriksa koneksi ground, ikuti aturan berikut:
• Angkat baut dan sekrup ground.
• Periksa semua permukaan dari noda, kotoran, karat, dll.
• Bersihkan permukaan untuk menjamin koneksi yang bagus.
• Pasang kembali baut atau sekrup secara ketat.
• Periksa aksesoris “tambahan” yang dapat menganggu koneksi sirkuit ground.
• Jika beberapa kabel tergulung dalam satu lubang terminal ground, luruskan kabel yang tergulung.
Periksa semua kondisinya, kencangkan untuk membuat jalur yang baik dengan ground. Jika beberapa
kabel tersambung dalam satu lubang pastikan tidak ada kabel ground dengan sekat berlebih.
Untuk informasi lebih detail tentang ground distribution, lihat “Ground Distribution” dalam bagian PG.

Tes Penurunan Tegangan


Tes penurunan tegangan seringkali digunakan untuk mencari komponen atau kabel mana saja yang terlalu
besar resistensinya. Tegangan yang menurun disebabkan resistensi saat sirkuit beroperasi. Periksa kabel
seperti dalam ilustrasi. Saat mengukur resistensi dengan DMM, koneksi melalui seutas kabel akan
memberikan 0 ohms. Ini berarti sirkuit dalam keadaan bagus. Jika saat sirkuit beroperasi, kabel tidak dapat
membawa aliran. Berarti kabel memiliki resistensi yang tinggi terhadap airan. Keadaan ini dinamakan sebagai
penurunan kecil tegangan.
Resistensi semacam ini dapat diakibatkan oleh:
• Kabel dengan ukuran yang salah (contoh: seutas kabel di atas)
• Karat pada kontak switch
• Koneksi atau sambungan yang longgar.

GI-30
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

Jika dibutuhkan perbaikan, selalu gunakan kabel dengan ukuran yang sama atau lebih besar dari alat ukurnya.
MENGUKUR TEGANGAN MENURUN — METODE TERAKUMULASI
• Sambungkan DMM melalui konektor atau bagian sirkuit yang anda akan periksa. Kutub positif dari DMM
berada dekat dengan power dan kutub negatifnya pada ground.
• Operasikan sirkuit.
• DMM akan mengindikasikan berapa banyak tegangan yang digunakan untuk “memberikan” aliran melalui
bagian sirkuit tersebut.
Catat bahwa dalam ilustrasi terdapat penurunan tegangan sebesar 4.1 volt antara baterai dan lampu.

MENGUKUR TEGANGAN YANG MENURUN — TAHAP DEMI TAHAP


Metode ini sangat penting untuk mengisolasi penurunan berlebih pada sistem tegangan rendah (seperti yang
terdapat pada “Sistem Kontrol Komputer”).
.
Sirkuit pada “Computer Controlled System” beroperasi pada amper yang lebih rendah.
Sistem operasi (Computer Controlled) dapat secara berlawanan dipengaruhi oleh berbagai macam resistensi
dalam sistem. Resistensi tersebut dapat diakibatkan oleh koneksi yang buruk, pemasangan yang tidak benar,
alat penunjuk yang salah atau karat

Tes penurunan tegangan secara bertahap dapat mengetahui komponen atau kabel mana saja yang terlalu
banyak resistensinya.

GI-31
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

Sirkuit Tes Kontrol Unit


Deskripsi Sistem: Saat switch dalam kondisi ON, kontrol unit menyalakan lampu.

BAGAN TEGANGAN INPUT-OUTPUT

Pin
Item Kondisi Nilai Tegangan [V] In case of high resistance such as seutas kabel [V] *
No.

Switch ON Battery tegangan Lebih rendah dari tegangan baterai sekitar 8 (contoh)
1 Switch
Switch OFF Sekitar. 0 Sekitar. 0
Switch ON Battery tegangan Sekitar. 0 (Inoperative lampu)
2 Lampuu
Switch OFF Sekitar. 0 Sekitar. 0
Nilai tegangan berdasarkan pada kondisi ground.
*: Jika terdapat resistensi tinggi dalam switch side circuit (disebabkan seutas kabel), terminal 1 tidak dapat mendeteksi tegangan
baterai. Kontrol unit tidak dapat mendeteksi apakah switch dalam posisi ON walaupun tidak dinyalakan dalam posisi ON. Oleh karena
itu, kontrol unit tidak mensuplai listrik untuk menyalakan lampu.

BAGAN INPUT-OUTPUT TEGANGAN

Pin
Item Kondisi Nilai tegangan [V] Jika terjadi resistensi tinggi seperti seutas kabel [V] *
No.

Switch ON Sekitar. 0 Tegangan baterai (lampu tidak menyala)


1 Lampu
Switch OFF Battery tegangan Tegangan baterai
Switch ON Sekitar. 0 Lebih dari 0 Sekitar. 4 (Contoh)
2 Switch
Switch OFF Sekitar. 5 Sekitar. 5
Nilai tegangan berdasarkan pada kondisi ground.
*:Jika terdapat resistensi tinggi dalam switch side circuit (disebabkan seutas kabel), terminal 2 tidak dapat mendeteksi tegangan
sekitar. 0V. Kontrol unit tidak dapat mendeteksi apakah switch dalam posisi ON walaupun tidak dinyalakan dalam posisi ON. Oleh
karena itu, kontrol unit tidak mengontrol ground untuk menyalakan lampu.

GI-32
INFORMASI SERVIS KERUSAKAN ELEKTRIK

Kontrol Unit dan Komponen Elektronik


HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
• Jangan mengubah polaritas terminal baterai.
• Pasang komponen yang dikhususkan untuk kendaraan.
• Sebelum mengganti kontrol unit, periksa input dan output serta fungsi part komponen.
• Jangan gunakan tenaga berlebih saat memutus koneksi.
• Jangan gunakan tekanan berlebih pada kontrol unit dengan
menjatuhkan atau memukulnya.
• Hindari kondesasi pada kontrol unit dikarenakan perubahan
suhu yang cepat, dan cegah jangan sampai air atau hujan
masuk ke dalamnya. Jika terdapat air pada kontrol unit,
keringkan dahuku lalu pasang dalam kendaraan.
• Hindari oli masuk ke dalam konektor kontrol unit. .
• Hindari membersihkan kontrol unit dengan oli yang mudah
menguap.
• Jangan membongkar kontrol unit, dan jangan pindahkan
penutup atas dan bawahnya.

• Saat menggunakan DMM, jauhkan probe tes satu sama lain


untuk mencegah hubungan pendek antara power transistor
kontrol unit dengan tegangan baterai.
Saat memeriksa sinyal input dan output kontrol unit, gunakan
adapter khusus.

GI-33
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

PEMERIKSAAN SISTEM CONSULT-II


Penjelasan
• CONSULT-II adalah sebuah hand-held type tester. Saat terkoneksi dengan konektor diagnostik yang
terpasang di sisi kendaraan, alat tersebut akan tersambung dengan kontrol unit dalam kendaraan
sehingga dapat dilakukan berbagai macam tes diagnostik.
• Lihat “CONSULT-II Software Operation Manual” untuk informasi lebih lanjut.
Fungsi dan Sistem Aplikasi

IPDM E/R
AIR BAG
ENGINE

METER

NATS*
BCM

ABS

EPS
A/T
Mode tes diagnostik Fungsi

Mode ini memungkinkan teknisi untuk menyesuaiakan


Work support beberapa alat lebih cepat dan akurat dengan mengikuti x x - - - x - - -
indikator pada CONSULT-II.
Self-diagnostic results dapat dibaca dan dihapus lebih
Self-diagnostic results x x x x x x x x x
cepat.
Trouble diagnostic Current self-diagnostic results dan semua trouble diagnostic
- - x - - - - - -
record records sebelumnya dapat terbaca.
Data monitor Input/Output data dalam ECU dapat terbaca. x x - x x x x - x
CAN diagnosis
Kondisi CAN communication line dapat dibaca. x x - x x x x - x
support monitor
Mode Tes Diagnostik pada beberapa CONSULT-II drives
Tes aktivasi aktuator terpisah dari ECU dan juga mengubah beberapa x - - - x x x - -
parameter dalam range tertentu.
ECU (ECM/TCM)
ECU (ECM/TCM) nomer part dapat terbaca. x x - - - x x - -
nomer part
ECU discriminated Nomer klasifikasi dari penggantian ECU dapat terbaca
- - x - - - - - x
No. untuk menghindari kesalahan pemasangan ECU.
Mode ini menampilkan hasil dari self-diagnosis ECU baik
Tes Fungsi secara “OK” atau “NG”. Untuk mesin, tersedia tes yang x x x - - - x - -
lebih praktis mengenai sensor/switch dan/atau aktuator.
Semua ID kunci pengapian teregristrasi dalam komponen
Inisialisasi kontrol unit - - - - - - - x -
NATS dapat diinisialisasikan dan ID baru dapat didaftarkan.
Mode ini memungkinkan teknisi untuk memonitor
DTC work support x x - - - - - - -
status/hasil dari self-diagnosis yang dilakukan oleh ECU.
Fungsi untuk READ/ WRITE konfigurasi kendaraan pada
Konfigurasi - - - - - x - - -
BCM.
X : Applicable
* : NATS (Nissan Anti-Theft System)
Penggantian Baterai Nikel Metal Hibrid
CONSULT-II berisi baterai nikel metal hibrid. Saat menggantinya patuhi peraturan berikut:
PERINGATAN:
Ganti baterai nikel metal hibrid dengan baterai CONSULT-II yang asli. Penggunaan baterai lain dapat
menyebabkan percikan api atau ledakan. Baterai mungkin akan menimbulkan percikan api atau
bahaya luka bakar akibat kimia jika diganti dengan tidak benar. Jangan mengisi kembali, membongkar
atau membuangnya ke dalam api. Jauhkan baterai dari jangkauan anak-anak dan buang baterai tak
terpakai sesuai regulasi yang berlaku.

GI-34
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

Alat Pengecekan
Apabila ingin memesan peralatan berikut, hubungi distributor NISSAN/INFINITI anda.

Nama alat Deskripsi

NISSAN CONSULT-II
1. CONSULT-II unit (Tester internal soft: Resident
version 3.3.0) dan aksesoris
2. Program card AED06G and AEN04A-1 (For
NATS)
3. CONSULT-II CONVERTER

PERHATIAN:
• Jika CONSULT-II digunakan tanpa sambungan CONSULT-II CONVERTER, kemungkinan besar
malfungsi dapat terdeteksi secara self-diagnosis tergantung dari kontrol unit yang membawa
komunikasi CAN.
• Jika CONSULT-II CONVERTER tidak tersambung dengan CONSULT-II, kendaraan dalam keadaan
“FAIL SAFE MODE” yang ditandai dengan “LIGHT UP the HEAD LIGHT” dan/atau “COOLING FAN
ROTATING” saat CONSULT-II dinyalakan.
• CONSULT-II sebelumnya yaitu “I” dan “Y” kabel DLC-I dan DLC-II TIDAK boleh digunakan lagi
karena konektor pin DDL bisa merusak saat cable swapping.

CATATAN:
• CONSULT-II harus digunakan berhubungan dengan program card.
CONSULT-II tidak memerlukan prosedur loading (Inisialisasi).
• Pastikan CONSULT-II dalam posisi off sebelum memasang atau memindahkan program card.
Prosedur Memulai CONSULT-II
CATATAN:
Saat switch pengapian dalam posisi off dalam melakukan diagnosis CAN dapat mengakibatkan terhapusnya
memori CAN.
1. Hubungkan CONSULT-II dan CONSULT-II CONVERTER pada
data link connector.

2. Jika perlu, nyalakan switch pengapian.


3. Tekan “START (NISSAN BASED VHCL)” atau “System
Hubungan pendek”
(contoh: ENGINE) pada layar.

GI-35
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

4. Tekan sistem yang dibutuhkan pada layar “SELECT SYSTEM”.


Jika sistem yang dimaksud tidak muncul, periksa power supply
dan ground dari sistem kontrol unit. Jika normal, lihat GI-36,
"CONSULT-II Data Link Connector (DLC) Circuit".

5. Pilih part yang ingin didiagnosis pada layar “SELECT DIAG


MODE”.

CONSULT-II Data Link Connector (DLC) Circuit


PROSEDUR PEMERIKSAAN
Jika CONSULT-II tidak dapat mendiagnosis sistem secara menyeluruh, periksa item berikut.

Gejala Check item

CONSULT-II tidak mengakses


• CONSULT-II DLC power supply circuit (Terminal 8) dan ground circuit (Terminal 4) (Untuk sirkuit lebih
detail,lihat “MIL & Data Link Connectors Wiring Diagram” pada bagian EC.)
sistem.
• CONSULT-II DLC cable dan CONSULT-II CONVERTER

• CONSULT-II program card (Periksa kesesuaian CONSULT-II program card untuk sistem.
Lihat “Peralatan Periksa”.)
• Power supply dan ground circuit untuk kontrol unit pada sistem (Untuk sirkuit lebih detail,lihat
CONSULT-II tidak dapat
wiring diagram pada tiap sistem.)
mengakses sistem terpisah.
(Sistem lain dapat diakses) • Sirkuit open atau hubungan pendek antara sistem dan CONSULT-II DLC (Untuk sirkuit lebih
detail,lihat wiring diagram pada tiap sistem.)
• Sirkuit open atau hubungan pendek CAN communication line. lihat LAN-9, "CAN Bagan
Spesifikasi Sistem ".
CATATAN:
Sirkuit DDL1 and DDL2 circuits dari DLC pins 12, 13, 14 dan 15 mungkin dapat terhubung lebih dari satu
sistem. Sebuah hubungan pendek dalam sirkuit DDL yang terhubung pada kontrol unit dalam satu sistem
dapat berakibat pada akses CONSULT-II ke sistem yang lain.

GI-36
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

DIAGRAM SIRKUIT

GI-37
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

TITIK ANGKAT
Peralatan yang Dibutuhkan

Nama alat Deskripsi

Posisi gabungan board-on

Posisi gabungan stand pengaman

PERHATIAN:
• Setiap kendaraan didongkrak, jaga posisi lembam kendaraan.
• Karena pusat gravitasi kendaraan berubah saat mengganti komponen utama di bagian depan
(mesin, transmisi, suspensi dll), topang bagian belakang dongkrak kendaraan dengan mission
jack atau yang sejenis.
• Karena pusat gravitasi kendaraan berubah saat mengganti komponen utama di bagian belakang
(aksel belakang, suspensi, dll), topang bagian depan dongkrak kendaraan dengan mission jack
atau yang sejenis.
• Berhati-hati agar lembut atau tidak merusak komponen yang berefek pada pemipaan.
Dongkrak dan Stand Pengaman dan 2-Pole Lift
PERINGATAN:
• Parkir kendaraan pada level permukaan dengan dongkrak. Pastikan untuk tidak merusak rangka
pipa, tabung, dll di bawah kendaraan.
• Jangan berada di bawah kendaraan jika hanya ditahan oleh dongkrak. Selalu gunakan stand
pengaman saat anda berada di bawah kendaraan.
• Gunakan ganjal roda pada roda depan dan belakang.
• Saat mengangkat kendaraan, buka poros lift selebar mungkin dan pastikan bahwa bagian depan
dan belakang kendaraan sudah seimbang.
• Saat menyetel poros lift, jangan sampai poros mengenai tabung rem, kabel rem, line bahan bakar
dan sill spoiler.

GI-38
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

1. Safety stand point and lift up point (front) 2. Safety stand point and lift up point 3. Garage jack point (front)
(rear)
4. Garage jack point (rear)

PERHATIAN:
Berhati-hati saat mendongkrak karena bagian belakang Garage jack point rear terdapat tromol.
Board-On Lift
PERHATIAN:
Pastikan kendaraan dalam keadaan kosong saat didongkrak.
• Pengangkatan pada board-on lift berada di ujung depan
kendaraan harus tepat di depan ambang bawah pintu
depan.
• Posisi angkat di depan dan belakang berada pada board-
on lift.

GI-39
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

TRUK DEREK
Truk Derek
PERHATIAN:
• Patuhi peraturan pengoperasian derek di daerah anda.
• Sangat penting menggunakan peralatan derek yang benar untuk menghindari kerusakan saat
penderekan berlangsung. Pengoperasian derek sesuai dengan Prosedur Manual Derek yang ada
pada dealer.
• Selalu pasang rantai pengaman sebelum menderek.
• Saat menderek, pastikan transmisi, steering system dan power train dalam keadaan benar.
Jika ada kerusakan, gunakan truk pengangkut.
NISSAN menyarankan agar kendaraan yang diderek dengan posisi roda kemudi (depan) tidak berada pada
posisi menyentuh tanah seperti yang dilustrasikan.

MENDEREK MODEL TRANSAXLE OTOMATIS DENGAN KEEMPAT RODA DI PERMUKAAN


TANAH
PERHATIAN:
Jangan menderek model transaxle otomatis dengan keempat roda di permukaan tanah karena dapat
menyebabkan kerusakan serius pada transaksel.

Vehicle Recovery (Membebaskan Kendaraan yang Terjebak)


DEPAN
• Hanya gunakan derek, dan bukan bagian lain dari kendaraan.
Karena dapat merusak bodi kendaraan.
• Hanya gunakan kait derek untuk membebaskan kendaraan dari
pasir, salju, lumpur, dll. Jangan menarik kendaraan dalam
waktu yang lama dengan memakai kait derek.
• Kait derek berada dalam keadaan tegang saat digunakan.
Selalu gunakan kabel derek secara lurus dari depan atau
samping kendaraan. Jangan menggunakannya pada sudut
tertentu.
• Jaga jarak dengan kendaraan yang terjebak.

PERINGATAN:
• Jangan memutar ban pada kecepatan tinggi. Karena dapat menyebabkan pecah ban dan cedera
serius. Selain part kendaraan juga bisa terlalu panas dan rusak.
• Pasang kait derek secara tepat menggunakan kunci sekrup.

GI-40
PEMERIKSAAN SISTEM CONSUL-II

BELAKANG
Kait derek tidak tersedia.

GI-41
TORSI PENGENCANGAN BAUT STANDAR

TORSI PENGENCANGAN BAUT STANDAR


Deskripsi
Kendaraan ini memiliki standar baru berdasarkan ISO* beserta standar lama untuk baut/mur. Ada beberapa
perbedaan antara dua tipe baut/mur tersebut; bentuk kepala, ukuran kekuatan, lebar heksagonal dan standar
torka pengencang.
• Sebagai petunjuk dalam melihat tingkat perbedaan, lihat GI-42, "Tabel Torsi Pengencang (Termasuk
Standar Baru)".
• Standar baru pada mesin sekrup otomatis dan pelepas sekrup sudah disahkan oleh ISO.
• Jika torka pengencang tidak ditunjukkan dalam deskripsi atau gambar, lihat GI-42, "Tabel Pengencang
Torsi (Termasuk Standar Baru)".
*ISO: International Organization for Standardization
Tabel Torka Pengencang (Termasuk Standar Baru)
PERHATIAN:
• Komponen khusus tidak termasuk.
• Baut/mur pada tabel berikut memiliki tingkat kekuatan (perbedaan) dengan nomer/simbol khusus.
Untuk melihat tingkat kekuatan beserta nomer/simbolnya, lihat “UKURAN PERBEDAAN MUR DAN
BAUT”.

STANDAR LAMA

Torka pengencang (Tanpa pelumas)


Diame- Lebar rata
Tingkat Ukuran Pitch
ter baut hexagonal Kepala baut hexagon Flensa baut hexagon
Kekuatan Baut mm
mm mm
N·m kg-m ft-lb in-lb N·m kg-m ft-lb in-lb
M6 6.0 10 1.0 5.5 0.56 4 49 7 0.71 5 62
1.25 13.5 1.4 10 — 17 1.7 13 —
M8 8.0 12
1.0 13.5 1.4 10 — 17 1.7 13 —
1.5 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
4T M10 10.0 14
1.25 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
1.75 45 4.6 33 — 55 5.6 41 —
M12 12.0 17
1.25 45 4.6 33 — 65 6.6 48 —
M14 14.0 19 1.5 80 8.2 59 — 100 10 74 —
M6 6.0 10 1.0 9 0.92 7 80 11 1.1 8 97
1.25 22 2.2 16 — 28 2.9 21 —
M8 8.0 12
1.0 22 2.2 16 — 28 2.9 21 —
1.5 45 4.6 33 — 55 5.6 41 —
7T M10 10.0 14
1.25 45 4.6 33 — 55 5.6 41 —
1.75 80 8.2 59 — 100 10 74 —
M12 12.0 17
1.25 80 8.2 59 — 100 10 74 —
M14 14.0 19 1.5 130 13 96 — 170 17 125 —
M6 6.0 10 1.0 11 1.1 8 — 13.5 1.4 10 —
1.25 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
M8 8.0 12
1.0 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
1.5 55 5.6 41 — 80 8.2 59 —
9T M10 10.0 14
1.25 55 5.6 41 — 80 8.2 59 —
1.75 100 10 74 — 130 13 96 —
M12 12.0 17
1.25 100 10 74 — 130 13 96 —
M14 14.0 19 1.5 170 17 125 — 210 21 155 —
PERHATIAN:
Komponen berbahan alumunium atau cast iron washer surface/sekrup tidak termasuk.

GI-42
TORSI PENGENCANGAN BAUT STANDAR

STANDAR BARU BERDASARKAN ISO

Torka pengencang
Diame- Lebar rata
Tingkat Ukuran Pitch
ter baut hexagonal Kepala baut hexagon Flensa baut hexagon
kekuatan baut mm
mm mm
N·m kg-m ft-lb in-lb N·m kg-m ft-lb in-lb
M6 6.0 10 1.0 5.5 0.56 4 49 7 0.71 5 62
1.25 13.5 1.4 10 — 17 1.7 13 —
M8 8.0 13
1.0 13.5 1.4 10 — 17 1.7 13 —
4.8 1.5 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
(Without M10 10.0 16
lubricant) 1.25 28 2.9 21 — 35 3.6 26 —
1.75 45 4.6 33 — 55 5.6 41 —
M12 12.0 18
1.25 45 4.6 33 — 65 6.6 48 —
M14 14.0 21 1.5 80 8.2 59 — 100 10 74 —
M6 6.0 10 1.0 4 0.41 3 35 5.5 0.56 4 49
1.25 11 1.1 8 — 13.5 1.4 10 —
M8 8.0 13
1.0 11 1.1 8 — 13.5 1.4 10 —

4.8 (With 1.5 22 2.2 16 — 28 2.9 21 —


M10 10.0 16
lubricant) 1.25 22 2.2 16 — 28 2.9 21 —
1.75 35 3.6 26 — 45 4.6 33 —
M12 12.0 18
1.25 35 3.6 26 — 45 4.6 33 —
M14 14.0 21 1.5 65 6.6 48 — 80 8.2 59 —
M6 6.0 10 1.0 8 0.82 6 71 10 1.0 7 89
1.25 21 2.1 15 — 25 2.6 18 —
M8 8.0 13
1.0 21 2.1 15 — 25 2.6 18 —

8.8 (With 1.5 40 4.1 30 — 50 5.1 37 —


M10 10.0 16
lubricant) 1.25 40 4.1 30 — 50 5.1 37 —
1.75 70 7.1 52 — 85 8.7 63 —
M12 12.0 18
1.25 70 7.1 52 — 85 8.7 63 —
M14 14.0 21 1.5 120 12 89 — 140 14 103 —
M6 6.0 10 1.0 10 1.0 7 89 12 1.2 9 106
1.25 27 2.8 20 — 32 3.3 24 —
M8 8.0 13
1.0 27 2.8 20 — 32 3.3 24 —
10.9 1.5 55 5.6 41 — 62 6.3 46 —
(With M10 10.0 16
lubricant) 1.25 55 5.6 41 — 62 6.3 46 —
1.75 95 9.7 70 — 105 11 77 —
M12 12.0 18
1.25 95 9.7 70 — 105 11 77 —
M14 14.0 21 1.5 160 16 118 — 180 18 133 —
PERHATIAN:
1. Gunakan pelumas pengencang torka untuk baut/mur standar. Stabilisator koefisien friksi
digunakan untuk baut/mur berstandar baru.
2. Hanya gunakan pengencang torka tanpa pelumas untuk hal berikut. Sedangkan stabilisator
koefisien friksi tidak digunakan pada kondisi baut/mur berikut.
– Baut ukuran 4.8, M6, Conical spring washer dipasang
– Mur penghilang cat (ukuran M6 dan M8) untuk memperbaiki sambungan baut.

GI-43
TORSI PENGENCANGAN BAUT STANDAR

UKURAN PERBEDAAN BAUT DAN MUR

GI-44
INFORMASI KENDARAAN

INFORMASI KENDARAAN
Variasi Model

Bodi Aksel Mesin Transmisi Handle Tingkat Model


SV JDUARBF-E2A
5MT
HR15DE XV JDUARGF-E2A
XV Automatic JDUARGA-E2A
3 row
2WD 4AT RH 1.8 XV Automatic JDSARHA-E2A
wagon
1.8 Ultimate Automatic JDSARIA-E2A
MR18DE
1.8 XV 6 speed JDSARHY-E2A
6MT
1.8 Ultimate JDSARIY-E2A

AWAL DAN AKHIR PENYEBUTAN

GI-45
INFORMASI KENDARAAN

NOMER IDENTIFIKASI

1. Vehicle identification plate 2. Vehicle identification nomer (Chassis nomer)


3. Vehicle identification nomer plate4. Tire placard
5. Air kondisier specification label

URUTAN NOMER IDENTIFIKASI KENDARAAN

GI-46
INFORMASI KENDARAAN

PLAT IDENTIFIKASI

1. Type 2. Vehicle identification nomer (Chassis nomer)


3. Model 4. Body color code
5. Trim color code 6. Engine model
7. Engine displacement 8. Transmission model
9. Axle model
NOMER SERI MESIN
: Tampak depan

GI-47
INFORMASI KENDARAAN

NOMER TRANSAKSEL OTOMATIS

NOMER TRANSAKSEL MANUAL


6MT (RS6F94R)
: Tampak depan

5MT (RS5F91R)
: Tampak depan

Dimensi
Unit: mm (in)
Tipe Bodi 3 row wagon
Panjang keseluruhan 4,420 (174.0)
Lebar keseluruhan 1,690 (66.5)
Tinggi keseluruhan 1,600 (63.0)
Tread depan 1,470 (57.9)
Tread samping 1,475 (58.1)
Wheelbase 2,600 (102.4)

Roda & Ban


Aplikasi Konvensional Spare
Road wheel/offset mm (in) 15 x 5-1/2JJ Aluminum/45 (1.77)
Same as conventional
Ukuran ban 185/65R15 88H

GI-48
ISTILAH

ISTILAH
Daftar Istilah SAE J1930
Semua istilah emisi yang digunakan pada daftar ini sesuai dengan SAE J1930. Istilah baru,
akronim/singkatan baru beserta istilah lama tertulis pada bagan berikut.

AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Air cleaner ACL Air cleaner
Barometric pressure BARO ***
Barometric pressure sensor-BCDD BAROS-BCDD BCDD
Camshaft position CMP ***
Camshaft position sensor CMPS Crank angle sensor
Canister *** Canister
Carburetor CARB Carburetor
Charge air cooler CAC Intercooler
Closed loop CL Closed loop
Closed throttle position switch CTP switch Idle switch
Clutch pedal position switch CPP switch Clutch switch
Continuous fuel injection system CFI system ***
Continuous trap oxidizer system CTOX system ***
Crankshaft position CKP ***
Crankshaft position sensor CKPS ***
Data link connector DLC ***
Data link connector for CONSULT-II DLC for CONSULT-II Diagnostic connector for CONSULT-II
Diagnostic test mode DTM Diagnostic mode
Diagnostic test mode selector DTM selector Diagnostic mode selector
Diagnostic test mode I DTM I Mode I
Diagnostic test mode II DTM II Mode II
Diagnostic trouble code DTC Malfunction code
Direct fuel injection system DFI system ***
Distributor ignition system DI system Ignition timing control
Early fuel evaporation-mixture heater EFE-mixture heater Mixture heater
Early fuel evaporation system EFE system Mixture heater control
Electrically erasable programmable read
only memory
EEPROM ***
Electronic ignition system EI system Ignition timing control
Engine control EC ***
Engine control module ECM ECCS control unit
Engine coolant temperature ECT Engine temperature
Engine coolant temperature sensor ECTS Engine temperature sensor
Engine modification EM ***
Engine speed RPM Engine speed
Erasable programmable read only memory EPROM ***
Evaporative emission canister EVAP canister Canister
Evaporative emission system EVAP system Canister control solenoid valve
Exhaust gas recirculation valve EGR valve EGR valve

GI-49
ISTILAH

AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Exhaust gas recirculation control-BPT valve EGRC-BPT valve BPT valve
Exhaust gas recirculation control-solenoid
EGRC-solenoid valve EGR control solenoid valve
valve
Exhaust gas recirculation temperature sen-
sor EGRT sensor Exhaust gas temperature sensor

Flash electrically erasable programmable


read only memory
FEEPROM ***
Flash erasable programmable read only
memory
FEPROM ***
Flexible fuel sensor FFS ***
Flexible fuel system FF system ***
Fuel pressure regulator *** Pressure regulator
Fuel pressure regulator control solenoid
valve *** PRVR control solenoid valve

Fuel trim FT ***


Heated Oxygen sensor HO2S Exhaust gas sensor
Idle air control system IAC system Idle speed control
Idle air control valve-air regulator IACV-air regulator Air regulator
Idle air control valve-auxiliary air control
IACV-AAC valve Auxiliary air control (AAC) valve
valve
Idle air control valve-FICD solenoid valve IACV-FICD solenoid valve FICD solenoid valve
Idle air control valve-idle up control sole-noid
IACV-idle up control solenoid valve Idle up control solenoid valve
valve
Idle speed control-FI pot ISC-FI pot FI pot
Idle speed control system ISC system ***
Ignition control IC ***
Ignition control module ICM ***
Indirect fuel injection system IFI system ***
Intake air IA Air
Intake air temperature sensor IAT sensor Air temperature sensor
Knock *** Detonation
Knock sensor KS Detonation sensor
Malfunction indicator lampu MIL Check engine light
Manifold absolute pressure MAP ***
Manifold absolute pressure sensor MAPS ***
Manifold differential pressure MDP ***
Manifold differential pressure sensor MDPS ***
Manifold surface temperature MST ***
Manifold surface temperature sensor MSTS ***
Manifold vacuum zone MVZ ***
Manifold vacuum zone sensor MVZS ***
Mass air flow sensor MAFS Air flow meter
Mixture control solenoid valve MC solenoid valve Air-fuel ratio control solenoid valve
Multiport fuel injection System MFI system Fuel injection control

GI-50
ISTILAH

AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Nonvolatile random access memory NVRAM ***
On board diagnostic system OBD system Self-diagnosis
Open loop OL Open loop
Oxidation catalyst OC Catalyst
Oxidation catalytic converter system OC system ***
Oxygen sensor O2S Exhaust gas sensor
Park position switch *** Park switch
Park/neutral switch Inhibitor switch Neutral
Park/neutral position switch PNP switch
position switch
Periodic trap oxidizer system PTOX system ***
Positive crankcase ventilation PCV Positive crankcase ventilation
Positive crankcase ventilation valve PCV valve PCV valve
Powertrain control module PCM ***
Programmable read only memory PROM ***
Pulsed secondary air injection control sole-
PAIRC solenoid valve AIV control solenoid valve
noid valve
Pulsed secondary air injection system PAIR system Air induction valve (AIV) control
Pulsed secondary air injection valve PAIR valve Air induction valve
Random access memory RAM ***
Read only memory ROM ***
Scan tool ST ***
Secondary air injection pump AIR pump ***
Secondary air injection system AIR system ***
Sequential multiport fuel injection system SFI system Sequential fuel injection
Service reminder indicator SRI ***
Simultaneous multiport fuel injection sys-tem *** Simultaneous fuel injection
Smoke puff limiter system SPL system ***
Supercharger SC ***
Supercharger bypass SCB ***
System readiness test SRT ***
Thermal vacuum valve TVV Thermal vacuum valve
Three way catalyst TWC Catalyst
Three way catalytic converter system TWC system ***
Three way + oxidation catalyst TWC + OC Catalyst
Three way + oxidation catalytic converter
system
TWC + OC system ***
Throttle body TB Throttle chamber SPI body
Throttle body fuel injection system TBI system Fuel injection control
Throttle position TP Throttle position
Throttle position sensor TPS Throttle sensor
Throttle position switch TP switch Throttle switch
Torque converter clutch solenoid valve TCC solenoid valve Lock-up cancel solenoid Lock-up solenoid

GI-51
ISTILAH

AKRONIM BARU /
ISTILAH BARU ISTILAH LAMA
SINGKATAN
Transmission control module TCM A/T control unit
Turbocharger TC Turbocharger
Vehicle speed sensor VSS Vehicle speed sensor
Volume air flow sensor VAFS Air flow meter
Warm up oxidation catalyst WU-OC Catalyst
Warm up oxidation catalytic converter sys-
tem
WU-OC system ***
Warm up three way catalyst WU-TWC Catalyst
Warm up three way catalytic converter sys-
tem
WU-TWC system ***
Wide open throttle position switch WOTP switch Full switch

GI-52

Anda mungkin juga menyukai