0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Alat Pemantau Kesehatan SpO2 dan Jantung

Dokumen ini membahas pentingnya pemantauan kesehatan, khususnya saturasi oksigen (SpO2), detak jantung, dan suhu tubuh sebagai indikator vital untuk mencegah hipoksemia dan penyakit kardiovaskuler. Ditekankan bahwa alat pemantauan kesehatan yang praktis dan terjangkau sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan secara rutin. Penjelasan teknis mengenai penggunaan sensor dan mikrokontroler dalam alat pemantauan juga disertakan untuk menunjukkan cara kerja alat tersebut.

Diunggah oleh

Dika Hoe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Alat Pemantau Kesehatan SpO2 dan Jantung

Dokumen ini membahas pentingnya pemantauan kesehatan, khususnya saturasi oksigen (SpO2), detak jantung, dan suhu tubuh sebagai indikator vital untuk mencegah hipoksemia dan penyakit kardiovaskuler. Ditekankan bahwa alat pemantauan kesehatan yang praktis dan terjangkau sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan secara rutin. Penjelasan teknis mengenai penggunaan sensor dan mikrokontroler dalam alat pemantauan juga disertakan untuk menunjukkan cara kerja alat tersebut.

Diunggah oleh

Dika Hoe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SpO2 (Saturation Of Peripheral Oxygen) atau saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak

persentase oksigen yang mampu dibawa oleh hemoglobin. Hemoglobin merupakan molekul protein
dalam darah yang dapat mengikat oksigen. Salah satu indikator yang sangat penting dalam supply
oksigen didalam tubuh adalah oksigen saturasi (SpO2) [1]. Karena oksigen saturasi bisa menunjukan
apakah hemoglobin dapat mengikat oksigen atau tidak. Sehingga kekurangan oksigen yang beresiko
pada kerusakan organ-organ penting didalam tubuh dapat ditanggulangi. Kadar oksigen yang rendah
disebut dengan hipoksemia ini akan menyebabkan kadar oksigen dalam jaringan tubuh menjadi
rendah, disebut dengan hipoksia, dimana darah tidak dapat membawa cukup oksigen yang
diperlukan oleh tubuh. Dikatakan hipoksemia bila kadar oksigen dalam pembuluh darah arteri kurang
dari 80 mmHg [2]. Hipoksemia dapat mengganggu fungsi normal tubuh termasuk otak, hati, jantung
dan organ lainnya. Mengingat dampak yang ditimbulkan cukup parah akibat kekurangan oksigen
pada tubuh, Hal ini penting untuk memeriksakan kadar oksigen dalam darah secara berkala untuk
mendeteksi secara dini terjadinya penurunan kadar oksigen dalam tubuh [3]. Detak jantung
merupakan debaran yang dikeluarkan oleh jantung akibat aliran darah melalui jantung, serta salah
satu parameter dan tanda vital penting untuk dipantau secara rutin oleh paramedic, dengan
menghitung jumlah detak menghitung jumlah detak jantung dalam satu menit dengan satuan (BPM),
untuk 2 jantung dalam keadaan normal biasanya memiliki nilai denyut 60-100 BPM, apabila
menyimpang dari nilai denyut tersebut maka dapat diketahui apakah jantung pasien dalam keadaan
normal atau tidak [4]. Mengapa seseorang perlu memeriksakan kesehatan jantungnya secara rutin,
karena menurut data world health organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di
dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia
Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi dinegara berkembang yang
berpenghasilan rendah sampai sedang [5]. Negara berkembang cenderung memiliki penduduk yang
banyak. Sehingga pemerataan kesejahteraan merupakan penyebab dari kurangnya jaminan
kesehatan yang diberikan pemerintah, hal ini yang melatar belakangi masyarakat enggan
memeriksakan kesehatannya secara rutin karna memerlukan biaya yang dianggap mahal. Beberapa
orang mungkin kurang percaya tentang pemantauan kesehatan seperti itu jika itu merupakan
tindakan nonmedis yang diberikan [6]. Suhu tubuh merupakan salah satu tanda vital yang secara
rutin diperiksa rumah sakit untuk mengetahui tanda klinis dan berguna memperkuat diagnosis suatu
penyakit. Karena peningkatan suhu tubuh, seperti terjadi pada seseorang yang menderita demam,
akan sangat meningkatkan frekuensi denyut jantung, kadang-kadang dua kali lebih cepat dari
frekuensi denyut normal penurunan suhu sangat berpengaruh pada penurunan frekuensi denyut
jantung, sehingga turun sampai serendah beberapa denyut per menit seperti terjadi pada seseorang
yang mendekati kematian akibat hipotermia (suhu tubuh dalam kisaran 60-70 derajat Fahrenheit
(15,5-21,2 derajat Celsius). Kekuatan kontraksi jantung sering 3 dipercepat secara temporer melalui
suatu peningkatan suhu yang sedang, seperti saat tubuh sedang berolahraga, tetapi peningkatan
suhu yang lama akan melemahkan 3itera 3iteratur jantung dan akhirnya menyebabkan kelemahan.
Jadi, fungsi optimal jantung sangat bergantung pada pengaturan suhu tubuh oleh mekanisme
pengaturan suhu[7]. Seiring perkembangan teknologi didunia medis, peran teknologi sangat
berpengaruh besar terhadap kinerja dokter maupun ahli medis dan khususnya pelayanan kesehatan
ke pasien, hal ini membantu perawat di rumah sakit untuk mendapatkan catatan elektronik pasien
kapan saja dan di mana saja. Dunia kedokteran telah mengenal suatu alat patient monitor atau
bedside monitor. Patient monitor ini lebih praktis karena didalam alat ini terdapat beberapa
parameter, yaitu ECG, respirasi, suhu, tekanan darah, dan SpO2[8]. Salah satu perangkat medis paling
3iterat yang digunakan di ruang unit perawatan intensif (ICU) adalah vital sign monitor, dikenal juga
sebagai multiparameter monitor pasien. Perangkat ini digunakan untuk memantau kondisi pasien
dengan mengukur bio-sinyal pasien seperti elektrokardiogram (EKG), laju pernapasan, tekanan darah
non-invasif, saturasi oksigen darah (SpO2) dan suhu tubuh. Dengan melihat sinyal-sinyal ini, seorang
praktisi medis dapat menilai kondisi pasien sehingga tindakan segera dapat diambil jika situasi
darurat terjadi [9]. Parameter adalah bagian-bagian fisiologis dari pasien yang diperiksa melalui
pasien monitor. Jika kita ketahui ada sebuah pemantau pasien dengan 5 parameter, maka yang
dimaksud dari lima parameter tersebut adalah banyak jenis pemeriksaan yang 3ite dilakukan oleh
patient monitor tersebut, namun 4 penggunaan patient monitor masih sangat terbatas hanya ada
dirumah sakitrumah sakit besar, terlebih penggunaan patient monitor secara baik dan benar sangat
sulit untuk dilakukan, karena dibutuhkan pengetahuan yang cukup agar dapat menggunakan dan
membaca hasil dari pengukuran. Harga yang mahal menyebabkan alat ini tidak dimiliki masyarakat
umum. Menurut penelitian kesehatan yang dilansir dari [Link] kebanyakan orang baru mulai
sadar akan kesehatan mereka ketika mereka berusia 36 tahun. “ada banyak faktor yang
menyebabkan seseorang mulai sadar akan kesehatan ,mulai dari peringatan dari dokter, serangkaian
gangguan kesehatan yang dialami teman sebaya yang meninggal diusia muda karena penyakit,
hingga dari faktor diri sendiri yaitu ingin bersama orang yang disayangi lebih lama” kata rob anderson
dokter di Spire Bristol Hospital. Uraian permasalahan tersebut melatar belakangi penulis untuk
merancang suatu alat yang dapat digunakanakan pada masyarakat umun, agar dapat memantau
kesehtannya kapanpun yaitu “monitoring detak jantung, saturasi oksigen (SpO2) dan suhu tubuh”
tujuannya agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatannya. Oleh karena itu, pentingnya alat ini
untuk ditujukan kepada masyarakat, sehingga pengguna alat ini bisa melakukan pemantauan kondisi
fisiologisnya kapanpun. Tetapi tetap dianjurkan untuk melakukan medical check-up kepada ahli
medis. Peran alat ini hanya membantu pengguna dalam menentukan pola hidup yang sehat. Pada
pembuatan alat ini, parameter SpO2 menggunakan modul sensor MAX30100 yang diletakkan pada
jari pasien, sedangkan parameter BPM menggunakan finger sensor sedangkan untuk SpO2
menggunakan sensor 5 MAX30100 kedua sensor ini diletakan pada jari pasien. Untuk parameter
suhu menggunakan sensor LM35 Waterproof Sensor, didalam penelitian menggunakan sensor
waterproof tahan terhadap air dikarenakan peletakkan sensor sendiri berada pada ketiak, mengapa
demikian karena ketiak merupakan tempat yang sering mengeluarkan keringat dan bersifat basah
sehingga 5ite mempengaruhi hasil yang dibaca oleh sensor dan diposisi ini merupakan yang paling
ideal karena panas tubuh manusia dapat lebih mudah dideteksi oleh sensor dengan lebih akurat.

Pasien yang akan dicek denyut jantungnya harus menggunakan finger sensor. Di dalam sensor
tersebut terdapat infrared sebagai pengirim sinyal dan photodiode sebagai penerima sinyal.
Perbedaan intensitas cahaya terjadi ketika sensor membaca aliran darah pada jari. Selanjutnya sinyal
akan diterima oleh ATMEGA 328 ARDUINO POWER SUPPLY AC/DC LCD CHARACTER FINGER SENSOR
PASIEN PENGKONDISI SINYAL MONOSTABIL LM35 RESET PROGRAM PENGUAT MAX 30100 BUZZER 3
photodiode. Sinyal analog dari photodiode akan diolah dalam rangkaian pengkondisian sinyal, yaitu
terdiri dari pemisahan antara sinyal AC menggunakan rangkaian coupling AC sehingga sinyal DC
dapat ditahan bahkan dihilangkan. Kemudian data analog ini akan dikuatkan oleh rangkaian non-
inverting amplifier. Data/sinyal analog yang dihasilkan akan difilter dengan notch filter. Sinyal yang
sudah difilter, akan diolah dalam mikrokontroler untuk dihitung mencari nilai BPM pasien. Sinyal
output akan masuk ke ADC pada mikrokontroler. Data yang sudah diperoleh akan dikonversikan ke
dalam rumus BPM, sehingga mendapatkan nilai BPM. Sinyal analog output dari notch filter juga
dibandingkan dengan referensi pada rangkaian komparator. Output dari komparator berupa sinyal
high atau low dan akan mentrigger monostabil sebagai 3iteratur cepat lambatnya denyut jantung.
Setiap finger sensor membaca denyutan maka buzzer akan menyala. Sensor max30100 mebaca nilai
SpO2 melalui jari pasein. Hasil dari max30100 diteruskan pin sda, scl oleh Atmega328. Sensor LM35
membaca suhu pada pasien lalu diteruskan ke rangkaian penguat kemudian masuk ke ADC
mikrokontroler. LCD berfungsi untuk menampilkan hasil dari SpO2, BPM dan suhu yang sudah
terkalkulasi Atmega328.

Anda mungkin juga menyukai