0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Pengertian Sosiologi dan Antropologi

Diunggah oleh

hanafiah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

Pengertian Sosiologi dan Antropologi

Diunggah oleh

hanafiah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Sebutkan dan jelaskan Pengertian sosiologi menurut para ahli (sebutkan salah satu
saja)!
- Pitirim Sorokin
Menurut Pitirim Sorokin, pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan
pengaruh timbal balik antara beragam gejala sosial. Misalnya gejala ekonomi, gejala
keluarga, dan gejala moral. Menurutnya sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan
dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial. Selain itu, Pitirim
Sorokin juga mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum
semua jenis gejala-gejala sosial lain.
[Link]

2. Jelaskan Pengertian sosiologi menurut saudara!


- menurut saya, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan sosial individu dengan
orang lain dan juga mempelajari tentang sosialisasi agar individu berprilaku sesuai harapan.
contohnya adalah ; seorang siswa yang mematuhi tata tertib sekolah, seorang anak yg
mendapat pengaruh dari teman"nya dll.
- ilmu sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara satu individu dengan individu
yang lainnya agar mencapai suatu kesejahteraan sosial dan keharmonisan dilingkungan
sekitarnya.
salah atu contohnya: suatu komplek perumahan yang mengadakan gotong royong
kebersihan dilingkungannya.
3. Jelaskan dengan singkat ruang lingkup antropologi

Ruang Lingkup Antropologi?

1. ANTRPOLOGI FISIK
Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacak
perkembanhan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalam
berbagai jenis (spesies). Melalui aktivitas analisis yang mendalam terhadap fosil-fosil dan
pengamatan pada primate-primata yang pernah hidup, para ahli antrpologi fisik berusaha
melacak nenek moyang jenis manusia untuk mengetahui bagaimana, kapan, dan mengapa
kita menjadi makhluk seperti sekaran ini (Haviland, 1999: 13)

2. ANTROPOLOGI BUDAYA
Antropologi budaya memfokuskan perhatianya kepada kebudayaan manusia ataupun cara
hidupnya dalam masyarakat. menurut Haviland (1999:12) cabang antropologi budaya ini dibagi-
bagi lagi menjadi tiga bagian, yakni arkeologi, antroplogi linguistic, dan etnologi.

Antropologi budaya juga merupakan studi tentang praktik-praktik social, bentuk-bentuk


ekspresif, dan penggunaan bahasa, dimana makna diciptakan dan diujui sebelum digunakan oleh
masyarakat manusia ?(Burke,2000:193).
Biasanya, istilah antropologi budaya dikaitkan dengan tradisi riset dan penulisan antropologi di
Amerika. pada awal abad ke-20, Franz Boas (1940) mengajukan tinjauan kirtisnya terhadap
asumsi-asumsi antropologi evolusioner serta inflikasi yang cendrung bersifat rasial. Dalam hal
itu, boas menyoroti keberpihakan pada komparasi dan generalisasi antropollgi tradisional ytang
dinilainnya kurang tepat, selanjutnya ia mengembangkan alitan baru yang sering disebut
antropologi boas. dalam hal ini, boas merumuskan konsep kebudayaan yang bersifat relative.
plural dan holistic
saat ini, kajian antropologi budaya lebih menekankan pada empat aspek yang tersusun.

a. Pertimbangan politik, di mana antropologi budaya sering terjebak oleh kepentingan-


kepentingan politik dan membiarkan dalam penulisannya masih terpaku oleh metode-metode
lama yang sudah terbukti kurang layak untuk menyusun sebuah karya ilmiah, seperti yang
dikeluhkan said dalam orientalisme (1970).

b. Menyangkut hubungan kebudayaan dengan kekuasaan. jika pada awalnya bertumpuk pada
asumsasumsi kepatuhan dan penguasaan masing-masing terhadap kebudayaanya sedangkan
pada masa kini dengan munculnya karya Bourdieu (1977) dan Foucault (1977,1978) kian
menekankan pengunaan taktis diskursus budaya yang melayani kalangan tertentu di masyarakat.

c. Menyangkut bahasa dalam antropologi budaya, dimana terjadi pergeseran makna


kebudayaan dari homogenitas ke heterogenitas yang menekankan peran bahasa sebagai sistem
formal abstraksi-abstraksi kategori budaya.

d. Preferensi dan pemikiran individual dimana terjadi antara hubungan antara jati diri dan
emosi, sebab antara kepribadiyaan dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang erat

Ruang Lingkup Antropologi

Ruang lingkup antropologi sendiri terbagi menjadi dua konsep dasar, yaitu antropologi fisik dan
antropologi budaya.

1. Antropologi Fisik

Antropologi fisik mengacu pada bagian secara sitematik terhadap manusia sebagai organism
biologis. Dalam ruang lingkup ini terbagi menjadi dua pokok persoalan, yaitu Paleontropologi
dan Somatologi.

1. Paleontropologi adalah bagian dari antropologi fisik yang mempelajari asal-usul dan termasuk
juga evolusi manusia berdasarkan bukti fosil yang ditemukan.
2. Somatologi adalah bagian dari antropologi fisik yang mempelajari keanekargaman manusia yang
dipandang dari sudut ciri-ciri fisik.

2. Antropologi Budaya

Dalam ilmu antropologi juga dikenal istilah Antropologi Budaya. Ruang lingkup pada
antropologi budaya mempelahari tentang asal dan sejarah kebudayaan manusia, evolusi
kebudayaan dan pembangunannya termasuk bentuk dan fungsi kebudayaan manusia.

Terkait dengan ruang lingkup antropologi budaya yang mempelajari kegiatan manusia secara
luas, maka secara tradisi dibagi lagi menjadi tiga cabang, yaitu:
1. Arkeologi Prehistory, arkeologi ini mempelajari kebudayaan purba serta menghubungkannya
dengan peradaban modern.
2. Etnologi, ini berkenaan dengan cara pendeskripsian sifat-sifat khusus kebudayaan dan
kelompok-kelompok manusia yang sangat beranekaragam. Akan tetapi Etnologi memiliki
batasan sebagai teori ilmu kebudayaan.
3. Etnolinguistik, ilmu ini mengkaji bagian tentang bahasa yang digunakan manusia kuno dan
modern. Caranya dengan mempelajari bahasa dari orang yang telah mempunyai tulisan dan
orang yang tidak mempunyai tulisan.

[Link]

[Link]
antropologi-dan-pentingnya-antropologi?page=all

4. Sebutkan sifat-sifat kebudayaan dan berikan penjelasan secukupnya


Sifat Kebudayaan
Budaya memiliki sifat universal, artinya terdapat sifat-sifat umum yang melakat pada setiap
budaya, kapan pun dan dimana pun budaya itu berada. Sifat-sifat itu adalah sebagai berikut:
a. Budaya adalah Milik Bersama
Budaya adalah milik Masyarakat pendukung budaya yang bersangkutan. Budaya
bukanlah milik perseorangan. Dalam catatan-catatan etnografi, tidak pernah ditemukan budaya si
Anu atau Pak Anu. yang ada adalah Budaya suku bangsa X, budaya masyarakat bangsa Y,
budaya Nasional dan seterusnya.
William [Link] mendefenisikan budaya sebagai seperangkat peraturan atau norma
yang dimiliki bersama oleh anggota masyarakatnya. Apabila peraturan atau norma tersebut
dilaksanakan atau dipatuhi, akan melahirkan perilaku yang oleh anggotanya dipandang layak dan
diterima. Adapun masyarakat didefenisikan sebagai sekelompok orang yang mendiami suatu
daerah tertentu, yang secara bersama-sama memiliki tadisi budaya yang sama.
b. Budaya Berkaitan dengan Situasi Masyarakatnya
Budaya mempunyai kecenderungan untuk bertahan terhadap perubahan apabila unsur-
unsur budaya yang bersangkutan masih sesuai fungsinya dengan kepentingan kehidupan
masyarakatnya. Contohnya, Budaya Petani di Desa cenderung bertahan, tidak berubah selama
pertaniannya masih memberikan kesejahteraan baginya. Budaya pun mempunyai kecenderungan
untuk berubah apabila unsur-unsurnya sudah tidak sesuai lagi dengan fungsinya. Contohnya,
karena lahan dan perkebunannya banyak tergusur untuk pemukiman baru atau untuk proyek-
proyek industri, banyak penduduk yang semula hidup di daerah pinggiran kota (Jakarta:"udik)
berurbanisasi ke kota. Akibatnya, budaya mereka berubah, yaitu harus menyesuaikan diri dengan
budaya kota.
c. Budaya Berfungsi untuk Membantu Manusia
Bronislaw Malinowski, seorang antropologi kelahiran Polandia menyatakan bahwa
manusia mempunyai kebutuhan bersama, baik yang besifat biologis maupun psikologis. Sudah
merupakan tugas budaya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Parsudi Suparlan,
seorang ahli antropologi Indonesia menyatakan bahwa budaya berfungsi sebagai pedoman hidup
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia menurut peddington, Parsudi Suparlan
mengklasifikasikan kebutuhan hidup manusia kedalam tiga jenis:
1) Kebutuhan Primer, merupakan kebutuhan hidup yang paling mendasar karena bertalian erat
dengan kebutuhan biologis atau kebutuhan fisik manusia. Manusia akan mati atau punah apabila
kebutuhan semacam ini tidak terpenuhi. Contoh kebutuhan primer antara lain kebutuhan akan
makanan, minuman atau kebutuhan fisik yang lain seperti kebutuhan seksual yang bertalian
dengan refroduksi. Kebutuhan akan sandang dan papan termasuk juga ke dalam kebutuhan
primer.
2) Kebutuhan Sekunder atau Kebutuhan Sosial, yakni kenutuhan manusia untuk bergaul dan
hidup [Link] kebutuhan sekunder antara lain: Berkeluarga, Bertetangga,
Bermasyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara. Segala bentuk pemenuhan kebutuhan hidup
manusia akan lebih mudah diperoleh melalui usaha bersama, dibandingkan dengan usaha
perorangan.
3) Kebutuhan Integraif, yakni kebutuhan hidup manusia yang mengintegrasikan atau
memadukan seluruh kebutuhan hidupnya. Kebutuhan integratif akan terpenuhi bersamaan
dengan pemenuhan kebutuhan Primer dan Sekundernya. Pemenuhan kebutuhan integratif
mewujudkan hidup manusia yang sejahtera, aman, dan tertib, serta mampu menikmati liburan
atau rekreasi dan hiburan.
d. Budaya Diteruskan dan Diwariskan Melalui Proses Belajar
Semua budaya diteruskan dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya
melalui proses belejar, bukan diwariskan secara biologis. Artinya, seorang anak tidak akan
secara otomatis pandai bicara, terampil bermain dengan sesama anak sebayanya, atau patuh akan
segala tradisi yang terdapat pada lingkungan sosial budayanya.
Melalui proses panjang, seorang individu semenjak dilahirkan akan belajar berintegrasi
dengan lingkungan sosialnya. Ia juga akan belajar menyatukan dirinya dengan lingkungan
budayanya. Proses belajar menyatukan dirinya dengan lingkungan sosialnya disebut sosialisasi,
sedangkan proses belajar seorang individu dengan lingkungan budayanya disebut pembudayaan
atau enkulturasi.

Kendati kebudayaan dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama, seperti di Indonesia
yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda, tetapi setiap kebudayaan memiliki ciri dan
sifat yang sma. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik, melainkan bersifat universal.
Dimana sifat-sifat budaya itu memilki ciri-ciri yang sama bagi setiap kebudayaan manusia tanpa
membedakan faktor ras, lingkungan alam, atau pendidikan. Yaitu sifat hakiki yang berlaku bagi
setiap budaya dimanapun juga.
Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut, antara lain:
1. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia.
2. Budaya telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati
dengan habisnya usua generasi yang bersangkutan.
3. Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dlam tingkah laku.
4. Budaya mencakup peraturan-peraturan yang berisi kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan,
yang diterima atau ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang
diijinkan.

Sifat hakiki tersebut menjadi ciri setiap budaya. Akan tetapi, apabila seseorang atau
sekelompok orang yang memahami sifat hakiki yang esensial, terlebih dahulu ia harus
memecahkan pertentangan-pertentangan yang ada didalamnya.

Selain itu sifat-sifat dari kebudayaan adalah sebagai berikut:

1. Etnosentis.
Etnosentrisme cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing,
etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budayanya sendiri.

2. Universal.
Kebudayaan universal adalah kebudayaan yang mencari jawab atas problematika
masyarakat, bukan apologi terhadap kesenian an-sich, tidak pula apriori terhadap politisasi
massa. Tetapi, lebih pada rasionalitas melihat dan menjangkau ke depan demi perkembangan
masyarakat majemuk Indonesia. Memang, kita tidak menafikan karya-karya besar kesusasteraan
yang memengaruhi masyarakat Eropa yang notabene reading mainded. Tetapi untuk Indonesia,
kebudayaan universal dituntut untuk mengempaskan diri ke keranjang sampah masyarakatnya
yang papa.

3. Alkuturasi.
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia
dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan
asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan
hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

4. Adaptif.
Kebudayaan adalah suatu mekansime yang dapat menyesuaikan diri. Kebudayaan adalah
sebuah keberhasila mekanisme bagi spesis manusia. Kebudayaan memberikan kita sebuah
keuntungan selektif yang besar dalam kompetisi bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan yang
lain.

5. Dinamis (flexibel).
Kebudayaan itu tidak bersifat statis, ia selalu berubah atau bersifat dinamis. Tanpa
adanya “gangguan” dari kebudayaan lain atau asing pun dia akan berubah dengan berlalunya
waktu. Bila tidak dari luar, akan ada individu-individu dalam kebudayaan itu sendiri yang akan
memperkenalkan variasi -variasi baru dalam tingkah-laku yang akhirnya akan menjadi milik
bersama dan dikemudian hari akan menjadi bagian dari kebudayaannya. Dapat juga terjadi
karena beberapa aspek dalam lingkungan kebudayaan tersebut mengalami perubahan dan pada
akhirnya akan membuat kebudayaan tersebut secara lambat laun menyesuaikan diri dengan
perubahan yang terjadi tersebut. Tiap masyarakat mempunyai suatu kebudayaan yang berbeda
dari kebudayaan masyarakat lain dan kebudayaan itu merupakan suatu kumpulan yang
berintegrasi dari cara-cara berlaku yang dimiliki bersama dan kebudayaan yang bersangkutan
secara unik mencapai penyesuaian kepada lingkungan tertentu.
6. Integratif (Integrasi).
Integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan
bersikap komformitas terhadap kebudayaan msyoritas masyarakat, namun masih tetap
mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
[Link]

sifat budaya adalah

a. Etnosentris

Kecendrungan untuk memandang orang lain lebih rendah. Biasanya akan dilihat dengan cara
memandangan dan mengukur kebudayan asing dengan kebudayaan miliknya sendiri.

b. Universal

Kebudayaan yang dimana akan memberikan pencarian akan jawaban atas sebuah bentuk
problem yang dimana terjadi di masyarakat.

c. Alkuturasi

Sebuah bentuk proses sosial yang dimana timbul dikarenakan pada sebuah kelompok manusia
dengan sebuah kebudayaan tertentu.

d. Adaptif

Sebuah mekanisme yang dimana akan dapat menyesuaikan diri. Karena sejatinya kebudayaan
adalah sebuah bentuk keberhasilan dari mekanisme pada spesies manusia itu sendiri

e. Dianmis

Kebudayaan tidaklah hanya bersifat statis, tapi akan selalu berubah dan dinamis biasanya akan
mengikuti perkembangan dari sebuah zaman.

f. Integratif

Keadaan yang dimana berasal dari sebuah kelompok etnik dan juga beradaptasi dan
memberikan sebuah sikap komformitas terhadap sebuah bentuk kebudayaan yang dimiliki oleh
banyak orang, akan tetapi masih tetap mempertahankan kebudayaan yang dimiliki oleh mereka
sendiri

[Link]
5. Jelaskan dengan singkat tentang suatu kelompok bisa dikatakan sebagai masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai