0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan19 halaman

Gejala Demam dan Ruam pada Anak

Diunggah oleh

drrizkaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan19 halaman

Gejala Demam dan Ruam pada Anak

Diunggah oleh

drrizkaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Demam & Ruam

Pendahuluan
Morbili Roseola
 Merupakan gejala yang sering
dikeluhkan oleh orang tua pasien

 Derajat beratnya penyakit bervariasi


: Scarlett fever Meningococcemia
 self limiting disease -- life-
threatening

 Apabila salah dugaan pada awal


pemeriksaan bisa berakibat fatal: HFMD (Flu
Kawasaki Disease
Singapore)
- pasien dan komunitas
Etiologi
 Mycoplasma
Penyakit infeksi :
 Virus:
 Rickettsia :
Classic viral exanthema:
Measles, Rubella, Bukan Penyakit infeksi :
Varicella Zoster Virus (VZV)
Parvovirus, Roseola
 Alergi : Makanan, obat, toxin,
(HHV 6 dan HHV 7) “serum sickness”
Virus lain: HSV, EBV, HBV,
Enterovirus, Dengue
 Belum jelas penyebab: Kawasaki
disease
 Bacteria:
Scarlet fever, Meningococcemia,
typhoid
Staphylococcal infection (sepsis,
toxic shock syndrome)
Diagnosis Banding Demam & Ruam
Viruses Bacteria Other

Maculo/papular Measles, rubella, GABHS Rickettsia


HHV-6, Dengue (scarlet fever)
EBV, HBV, HIV, Salmonella, Lyme,
enterovirus Mycoplasma
pneumoniae
Vesicular, bullous VZV, HSV, Echovirus Impetigo (GAS)
Coxsackievirus A, B
(HFMD)

Petechial Hemorrhagic fever, Sepsis ([Link], Rickettsia


CMV, EBV, VZV [Link],Hib)
enterovirus Rat bite fever

Diffuse Dengue GABHS C. albicans


erythroderma (scarlet fever)
TSS
Morbili (Measles/Rubeola)

Gambaran klinis
Masa inkubasi:: 10-12 hari
Tiga stadium : prodromal – erupsi - konvalesens
 Stadium Prodromal: 3-5 hari
3 C (coryza, conjunctivitis , cough), Fever, Koplick’s spots
Hubungan timbulnya ruam dengan demam  sewaktu
demam tinggi
 Stadium erupsi  Ruam khas:
- Ruam makulo-papular eritrematosus
- bersifat konfluens-menyeluruh
- Mulai dari belakang telinga (kepala)  badan dan lengan
atas  tungkai bawah selama 3 hari seluruh tubuh
Morbili

Komplikasi:
 Otitis media akut (10-15%)
 Pneumonia interstitialis (50-75% dg kelainan
radiologis)
 Mokarditis and perikarditis
 Encefalitis (1/1000 kasus) 7-10 hari setelah timbul
ruam
(1/3 meninggal, 1/3 cacat, 1/3 sembuh sempurna)
 Subacute sclerosis panencephalitis (SSPE)
(0.2-2 /100’000 infeksi virus morbili, rata-ratainkubasi 7
thn)
CFR hampir 100% setelah 6 – 9 bulan
Roseola (Exanthema Subitum)

 Bayi dan anak 6-36 bulan GEJALA


(umumnya 6-24 bulan)  Demam tinggi dengan suhu >39°C selama 3–5 hari
Batuk
Viral  HHV (Human


Pilek
Herpes Virus)-6 dan HHV-7 

 Sakit tenggorokan
 Menular melalui droplet  Nafsu makan menurun
 Masa inkubasi: 1-2 minggu  Kelenjar getah bening di leher membesar
 Diare
 Kelopak mata membengkak
 Muncul ruam pada kulit (eksantema subitum)
setelah demam mereda
Roseola (Exanthema Subitum)

 Ruam : truncal  lengan dan


leher  bias sampai kepala
 Tidak gatal
 Self limiting
Scarlet fever - Scarlatina

Gambaran klinis Ruam - khas

 Eritroderma difus (red sandpaper)


 Onset akut mendadak
 Ruam timbul dalam waktu < 2 hari
 Demam tinggi
setelah onset gejala awal
 Nyeri tenggorokan
 Ruam konfluens sekitar dagu dan dahi,
 Kadang-kadang nyeri perut
circumoral palor (pucat sekitar mulut)
 Faringitis, umumnya berat
Muncul juga di telapak tangan dan kaki
 Pembesaran kelenjar getah 

bening
Scarlet fever - Scarlatina

 Pada lidah ada selaput tebal warna


putin,
(white strawberry tongue)
 Setelah beberapa hari selaput
mengelupas, tinggal tonjolan papila
(red strawberry tongue)
 Pintpoint petechiae in the flexures
produce a linear purpuric pattern
(pathognomonic) = Pastia’s line
 Setelah 1 minggu ruam mengalami
deskuamasi di lengan dan kaki
Meningococcemia

 Etiologi : Neisseria meningitidis


(meningokokus)

 Manifestasi klinis :

 Demam akut, mendadak tinggi

 Manifestasi perdarahan : petekie, purpura (fulminan)

 Cepat progresif menjadi berat 


meningitis, sepsis, syok septik
Varicella /chickenpox

Gambaran klinis
 Prodromal:1-2 hari,demam ringan
 Perkembangan dari papula eritromatosus
 Vesikel  Pustula  Krusta
 Penyebaran ruam dari badan ke muka
 leher dan axtremitas
 Pruritus +++
 Selaput lendir mukosa dapat terkena
 Spesifik: pada satu waktu tertentu
terdapat berbagai macam ruam
Varicella /chickenpox
Komplikasi

 Superinfections
 Pneumonia (Jarang pada anak, mortalitas
- locally with S. aureus or GABHS :
tinggi pada pasien dengan cellulitis
immunocompromised) - systemic with GABHS :
sepsis, necrotizing fasciitis,
 Cerebellar ataxia (1/4000 in <15 y)
Streptococcal Toxic Shock Syndrome
(7-10 hari setelah timbul, prognosis baik)  Reye syndrome

 Transvere myelitis, Guillain-Barre sy.


vomitus persisten, penurunan
kesadaran, liver failure.
 Hemorrhagic varicella : trombositopenia Associated with salicylate-containing
products
Avoid aspirin in varicella !!!
Hand-foot-mouth Disease

 Etiologi :
- coxackie virus type 16 (A 16) >>
- enterovirus 71 ensefalitis
- lain-lain: A5, A7, A9, A10, B2, B5

 Demam, nyeri tenggorok, salivasi

 Self-limiting, terapi simptomatik


KAWASAKI disease

 First described in 1967 Diagnosis: fever lasting more than 5 days, plus
 Incidence: 67 cases /100’000 in Japan 4 of the following 5 criteria (other illnesses with
similar clinical signs must be excluded):
5.6 cases/100’000 in the USA [Link] rash
 85% in children < 5 years (peak 18-24 mo) [Link] conjunctival injection
[Link] or more of the following mucous
-- Rarely occurs in adolescent, adults or membrane changes:
children < 6 mo - Diffuse injection of oral and pharyngeal mucosa
- Erythema or fissuring of the lips
- Strawberry tongue
 M/F ratio 1.4:1
4. Acute, nonpurulent cervical
 Etiology: UKNOWN lymphadenopathy (one lymph node must be
>1.5 cm)
 Pathophysiology: « Superantigen theory » 5. One or more of the following extremity changes:
causing an intense vasculitis - Erythema of palms and/or soles
- Indurative edema of hands and/or feet
- Membranous desquamation of the fingertips
KAWASAKI
disease

Erythema of palms Indurative edema


and/ or soles of hands and/or
feet

Polymorphous
rash

Membranous desquamation of
the fingertips
Erythema or fissuring
Bilateral conjunctival of the lips
injection

nonpurulent cervical
Strawberry tongue lymphadenopathy
Tatalaksana KD
 Aspirin

- anti-inflamasi (dosis tinggi)

Dosis 80-100 mg/kg/hari dalam4 dosis (fase akut) dikombinasi dengan IVIG. Durasi pemberian aspirin bervariasi. Sebagian institusi
menurunkan dosis aspirin jika pasien tidak demam selama 48-72 jam. Institusi lain melanjutkan aspirin dosis tinggi sampai hari sakit ke-
14 dan ≥48-72 jam setelah demam turun.

- anti-platelet (dosis rendah) Saat aspirin dosis tinggi dihentikan

Dosis 3-5 mg/kg/ hari dan diberikan sampai pasien tidak me- nunjukkan tanda perubahan arteri koroner pada minggu ke-6 sampai
ke-8 setelah awitan penyakit. Jika pasien ditemukan memiliki abnormalitas koroner, maka aspirin diteruskan sampai waktu yang tidak
ditentukan.

 IVIG

Peran IVIG dengan dosis 2 g/kg dalam infus tunggal bersamaan dengan aspirin. Jika mungkin, IVIG paling baik diberikan dalam 7 hari
pertama.

 Kortikosteroid

Meskipun kortikosteroid berperan dalam vaksulitis lain, penggunaan pada KD masih meragukan. Saat ini, pemberian steroid dibatasi
untuk anak yang masih mengalami demam dan inflamasi akut setelah pemberian ≥2 infus IVIG.

Regimen yang digunakan adalah metilprednisolon intravena 30 mg/kg selama 2-3 jam, diberikan satu kali sehari selama 1-3 hari.

Anda mungkin juga menyukai