0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Tantangan Guru di Era Digital Indonesia

Fitria Lamalani membahas tantangan profesi guru di Indonesia, terutama dalam menghadapi generasi milenial yang lebih mahir dalam teknologi. Guru harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, menggunakan teknologi dalam metode pengajaran, dan memahami gaya belajar siswa untuk menciptakan suasana belajar yang menarik. Selain itu, guru juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan menjalin komunikasi yang baik dengan siswa dan orang tua.

Diunggah oleh

fitria lamalani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Tantangan Guru di Era Digital Indonesia

Fitria Lamalani membahas tantangan profesi guru di Indonesia, terutama dalam menghadapi generasi milenial yang lebih mahir dalam teknologi. Guru harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, menggunakan teknologi dalam metode pengajaran, dan memahami gaya belajar siswa untuk menciptakan suasana belajar yang menarik. Selain itu, guru juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan menjalin komunikasi yang baik dengan siswa dan orang tua.

Diunggah oleh

fitria lamalani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Fitria Lamalani

Kelas: Pendidikan Kimia A

Nim : 441418027

ESSAY

‘’ TANTANGAN PROFESI GURU DI INDONESIA’’

Nama saya FITRIA LAMALANI asal dari telaga. Tugas essay ini saya mengambil topic
tentang Tantangan Profesi Guru Di Indonesia mengapa saya mengambil topic ini? Karena
topic ini sangat menarik bagi saya, apalagi saya yang insyaallah akan menjadi seorang guru
kimia, guru yang mungkin akan dimusuhi bagi anak-anak siswa karena kimia itu sulit atau
membosankan. Namun itulah menjadi tantangan saya atau para guru untuk bisa membuat kimia
itu sebagai teman bukan musuh lagi.

Menurut UU No.14 Tahun 2005 guru adalah tenaga pendidik professional yang memiliki
tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan , melatih , menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar
dan pendidikan menengah. ‘’Guru bukanlah orang hebat namun tak akan ada orang hebat
tanpa jasa seorang guru’’.. Seorang Dokter, Polisi , TNI, Menteri bahkan Seorang presiden
tidak akan sehebat itu jika tanpa seorang guru, maka dari itu peran guru sangat penting bagi
sebuah Negara, ada sebuah pepatah mengatakan “jika ingin menghancurkan sebuah Negara,
maka hancurkan para guru.’’

Guru juga memiliki tantangan dalam profesinya. Apalagi jaman sudah memasuki era
milenial atau jamannya teknologi. Tantangan yang menjadi permasalahan kolektif dunia
pendidikan kita saat ini adalah guru yang masih gagap dalam bidang teknologi. Sedangkan
dimana murid yang dihadapimya adalah murid yang bisa dikatakan murid milenial yang sudah
cukup pandai dalam dunia tekonologi. Banyak anak didik saat ini yang lebih cerdas dalam dunia
teknologi daripada gurunya. Hal seperti tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja agar tidak
berakibat fatal dalam proses pendidikan.

Seorang guru juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan jaman saat ini. Dimana
pun dan kapanpun guru harus lebih pintar daripada muridnya. Namun seorang guru juga jangan
pernah merasa malu untuk meminta tolong kepada muridnya untuk bisa diajarkan dalam
penggunaan teknologi. Menyikapi hal tersebut seorang guru juga tidak boleh gagap dalam
teknologi dan harus selalu berupaya memotivasi dirinya dalam dunia teknologi. Seorang guru
tidak boleh malas untuk mengakses informasi dan teknologi jika tidak mau tertinggal.

Jika cara mengajar seorang guru tidak mengikuti perkembangan jaman, tentu saja guru
akan ditinggalkan oleh murid-muridnya. Para anak didik akan cepat bosan dikarekan cara
mengajar seorang guru tidak mengikuti perkmbangan jaman. Apalagi sebagian besar guru tidak
lahir di era digital. Guru yang lahir di atas tahun 80-an sehingga baru mengenal teknologi setelah
dewasa. Maka dari itu para guru harus banyak belajar mengenal peralatan serba digital yang ada
sehingga bisa merangkul murid-muridnya.

Belum lagi ancaman-ancaman dunia cyber yang membahayakan. Seorang guru harus
memberikan pengarahan dan informasi kepada muridnya tentang bahaya-bahaya yang akan
mengintai mereka seperti pornografi, dan addicted (kecanduan).

Tantangan seorang guru disekolah juga ada. Untuk menghadapi anak-anak milenial saat
ini guru harus menggunakan sarana teknologi informasi. Cara- cara mengajar model lama harus
ditinggalkan karena sudah tidak cocok dengan generasi saat ini. Metode mengajar dengan cara
menjelaskan panjang lebar itu akan membuat para murid merasa sangat bosan. Guru harus bisa
memikirkan cara belajar yang asik dengan memanfaat kan teknologi. seperti misalkan seorang
guru kimia, kimia itu kadang menjadi musuh kedua bagi anak-anak selain mata pelajaran
matematika karena kebanyakan hitung menghitung. Selain menjelaskan teori atom guru juga bisa
memperlihatkan video bagaimana terjadinya atom. Hal tersebut bisa membuat para murid tak
perlu lagi membayangkan bentuk atom itu seperti apa.

Selain itu guru bisa memanfaatkan social media seperti facebook , instagram , whatsapp ,
bahkan youtube. Dimana yang berfungsi untuk memberikan informasi-informasi melalui media
social tersebut. Bisa juga guru membuatkan video yang berupa materi dalam bentuk animasi
kemudian di upload di youtube selain bermanfaat bagi banyak orang itu juga bisa menghasilkan
uang.
Ada juga tantangan bagi seorang guru yaitu tantangan globalisasi. Arus globalisasi juga
masuk dalam wilayah pendidikan, oleh karena itu peranan seorang guru sebagai ujung tombak
dunia pendidikan sangat berperan.

Ada beberapa tantangan globalisasi yang harus disikapi seorang guru diantaranya adalah
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dimana guru harus menyesuaikan diri dengan
responsive, arif dan bijaksana. Responsive yaitu guru harus menguasai dengan baik ilmu
pengetahuan dan teknologi, terutama yang berkaitan dengan pendidikan. Itu yang pertama yang
kedua yaitu krisis moral yang melanda Indonesia. Melalui pendidikan seorang guru memiliki
tantangan tersendiri untuk menanamkan nilai-nilai moral pada generasi muda. Nilai-nilai moral
disini yaitu nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin.

Disamping itu untuk mempertahankan profesinya sebagai seorang guru. Guru juga harus
memiliki klualifikasi pendidikan profesi yang memadai, memiliki kompetensi keilmuan sesuai
dengan bidang yang ditekuninya, mampu berkomunikasi baik dengan peserta didik, mempunyai
jiwa kreatif dan produktif. Guru juga memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas
membimbing, membina, dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat
kunggulan, motivasi belajar, dan memilki kepribadian serta budi pekerti luhur.

Guru juga merupakan orang tua kedua bagi seorang siswa, maka dari itu guru harus bisa
bersikap terbuka. Misalnya jika ada seorang siswa yang bermasalah seperti sering membuat onar,
sering bolos sekolah maka seorang guru harus lebih terbuka terhadap murid tersebut dengan
mencari tau alasan siswa melakukan hal seperti itu, dengan lebih membimbing nya dan
menanyakan kenapa ia bisa melakukan hal tersebut. Namun jika ia menolak untuk menjawabnya
guru juga bisa mendatangi langsung rumahnya bertemu dengan orang tua nya, untuk
menanyakan mengapa ia seperti itu dan siap melakukan kerja sama antara orang tua murid dan
guru. Hal tersebut juga merupakan tantangan bagi seorang guru.

Selain guru bisa menjadi guru kedua bagi siswa guru juga bisa menjadi teman bagi siswa.
Hal ini juga tantanagan bagi guru untuk bisa terbuka dengan siswa untuk berbagi masalah yang
dihadapinya.

Tantangan guru yang lain disekelah juga yaitu guru bisa mengenali gaya belajar seorang
anak. Gaya belajar disini ada beberapa yaitu gaya visual , gaya auditori , gaya kinestetik. Gaya
visual yaitu berfokus pada penglihatan , saat mempelajari hal baru tipe ini perlu melihat sesuatu
secara visual untuk mengerti dan memahami seuatu. Kemudian gaya auditori, yaitu yang
mengandalkan pendengaran sebagai menerima informasi dan pengetahuan, tipe auditori biasanya
paling peka dan hafal dari apa yang didengar bukan apa yang dilihat. Yang terakhir gaya
kinestetik dimana gaya ini menyenangi belajar yang melibatkan gerakan , merasa paling mudah
untuk mempelajari sesuatu bukan hanya sekedar membaca buku namun juga mempraktikannya.

Dari pembahasan diatas dimana tantangan profesi seorang guru ternyata sangat banyak,
seperti bidang teknologi, bidang globalisasi, bahkan sampai pada memahami gaya belajar
seorang murid. Maka dari itu menjadi seorang guru juga tidaklah muda. Menjadi seorang guru
haruslah serba bisa, untuk bisa menciptakan suasana belajar yang sangat disukai siswa maka
guru harus mengenali gaya belajar siswa tersebut. Dan guru bisa membuat suasana kelas agar
tidak terlalu tegang maka seorang guru harus memberikan sebuah lelucon namun masih
berkaitan dengan mata pelajaran tersebut. Apalagi seorang guru yang mata pelajaran
matematika , kimia , fisika yang dimana mata pelajaran tersebut adalah musuh bagi siswa yang
tak suka menghitung. Maka untuk bisa membuat mata pelajaran itu tidak membuat para siswa
bosan, seorang guru harus memanfaat teknologi dengan memutarkan video yang berkaitan
dengan mata pelajaran tersebut.

Anda mungkin juga menyukai