Panduan MFR: Alat dan Teknik Pertolongan
Panduan MFR: Alat dan Teknik Pertolongan
Peserta mampu:
•Menyebutkan pengertian MFR
•Menyebutkan 4 Alat Pelindung Diri MFR
•Menyebutkan 5 Peralatan MFR
•Menyebutkan 3 bagian tubuh Manusia
•Menyebutkan 3 Rongga Tubuh Manusia
•Menyebutkan 4 Kuadran Perut
Lanjutan, , ,
Kepala ( Cranium )
Leher ( Cervical )
Batang Tubuh : Thorax, Abdomen, Pelvic
Alat gerak atas
Alat gerak bawah
Rongga tubuh
Rongga Kepala
Rongga Dada
Rongga Perut
Rongga Panggul
Rongga Tulang Belakang
Perut (abdomen)
• Tergantung keadaan
Darurat
Biasa
Bahaya langsung terhadap penderita
Kebakaran
Ledakan
Lingkungan tidak aman :
Massa
Material berbahaya
Tumpahan minyak
Cuaca ekstrim
Tarikan Baju / Shirt drag
Tarikan selimut / Blanket drag
Tarikan lengan/ forearm drag
Tarikan kain /Sheet drag
Gendong / Piggyback carry
Papah / One rescuer crutch
Bopong / Craddle carry
Membawa di lorong sempit
/Firefighter drag
Pemindahan Langsung
Pemindahan Tidak Langsung
Penderita dengan syok
Penderita dengan gangguan pernapasan
Penderita dengan nyeri perut
Penderita yang muntah
Penderita trauma terutama dengan
kecurigaan cedera spinal
Posisi pemulihan
Stretcher beroda
Basket Stretcher
Scoop stretcher
Vest type extrication device (KED)
Stair chair
Tandu Folding / lipat
Backboard / spinal board
Tandu Improvisasi
Proses memilah korban untuk menentukan korban
mana yang harus menerima perawatan terlebih
dahulu.
S = Simple ( sederhana )
T = Triage ( pemilahan )
And
R = Rapid ( cepat )
T = Treatment ( penanganan)
1. Merah
2. Kuning
3. Hijau
4. Hitam
Merupakan prioritas utama, diberikan kepada
para penderita yang kritis keadaanya seperti
gangguan jalan napas, gangguan pernapasan,
perdarahan berat atau perdarahan tidak
terkontrol, penurunan status mental.
Merupakan prioritas berikutnya diberikan kepada
para penderita yang mengalami keadaan seperti
luka bakar tanpa gangguan saluran napas, nyeri
yang berat atau banyak, bengkak / perubahan
bentuk alat gerak, cidera punggung
Merupakan kelompok yang paling akhir
prioritasnya, dikenal juga sebagai “walking
wounded” atau orang yang dapat berjalan sendiri,
orang dengan cidera ringan dan hanya
membutuhkan perawatan minimal tanpa ada
kekhawatiran cidera tersebut menjadi parah.
Termasuk korban dengan nyeri ringan, bengkak /
perubahan bentuk pada alat gerak, luka – luka
kecil
Diberikan kepada mereka yang meninggal atau
mengalami cidera yang mematikan. Meliputi
cedera-cedera yang tidak dapat diselamatkan
START Flowchart
NO
NO Patient YES
breathing?
Open airw ay
De ad URGENT
BLACK RED
PERFUSION
Check radial pulse
DELAYED
YELLOW
PENILAIAN &
PEMERIKSAAN
KORBAN
Bagaimana kondisi pada saat itu ?
Bagaimana mengatasinya ?
Lokasi
Pada saat tiba dilokasi kejadian seorang MFR harus :
Memastikan keselamatannya
Kesan Umum
Airway
Breathing
Circulation
Alert
Verbal
Painful
Unresponsive
Airway
Cek Pernapaan
Lihat, dengar dan rasakan ada
tidaknya pernapasan
Pernapasan buatan bila diperlukan
Nilai pernapasan : Lihat, Dengar, Rasakan
Pernapasan buatan : Mulut – Masker Resusitasi
Circulation
Cek nadi
Nilai nadi
Nadi radialis : penderita respon
Nadi karotis : penderita tidak respon
Lapor/menghubungi bantuan
Kepala
Leher
Dada
Perut
Panggul
Alat gerak
Riwayat S.A.M.P.L.E.
Penderita stabil :
Setiap 15 menit
Mulut ke mulut
Memberikan pernapasan buatan melalui
masker
Penyebaran penyakit
Muntah penderita
Mati klinis
Pada saat pemeriksaan penderita tidak
menemukan adanya fungsi sistem perdarahan
dan sistem pernapasan
Reversibel
Mati biologis
Kematian sel / jaringan yang sifatnya menetap.
Pada manusia kerusakan paling cepat terjadi
pada otak
Irreversibel
Lebam mayat
Kaku mayat
Pembusukan
Tanda lain (cedera yang
mematikan)
Resusitasi Jantung
Paru ( RJP )
Circulatory Support
Breathing Support
AIRWAY CONTROL
Airway
Sistem Pernapasan
Membuka jalan napas
Ada Tidak
Airway
Breathing 5 - 10 detik
Kaya oksigen
Keseluruh tubuh Keluar perlahan, sedikit
Memancar,
Mirip dengan perd. vena
mengikuti nadi
Merah segar
Haus
Lemah
Vertigo
Menghentikan
perdarahan
Melindungi
luka
Mencegah
kontaminasi
PENUTUP LUKA PEMBALUT LUKA
PENUTUP LUKA TIPIS PERBAN
PENUTUP LUKA MITELA
KEDAP PERBAN ELASTIS
PENUTUP LUKA
TEBAL
Penutup luka tipis
Bahan kedap air dan udara yang dipakai pada luka untuk mencegah
keluar masuknya udara dan menjaga kelembaban organ dalam
Penutup luka tebal
Penanganan
Awasi tanda vital
Benda menancap :
Jangan dicabut
Hentikan perdarahan
Stabilkan benda menancap dengan penutup
tebal dan balut
Benda menancap
Jaga jalan napas
Tekan kedua cuping hidung
Perintahkan korban duduk diam
Periksa apakah ada cairan otak yang keluar,
bila ada jangan menutup hidung
Jangan mengeluarkan benda dalam hidung
Bila ada avulsi pakai pembalut penekan
Posisikan Litotomi
Jangan Mereposisi Usus yang terburai / keluar
Jaga Airway, Breathing, Circulation
Jaga syok
Luka perut terbuka / Eviserasi
1. Membentuk tubuh
2. Melindungi organ penting
3. Pergerakan tubuh
4. Membentuk sel darah merah
Terputusnya jaringan tulang
Tertutup
Bagian tulang yang patah tidak berhubungan
dengan udara luar
Terbuka
Bagian tulang yang patah berhubungan dengan
udara luar
1. Perubahan bentuk
2. Nyeri dan kaku pada saat
ditekan/digerakkan
3. Krepitus – suara berderak
4. Bengkak
5. Memar dan perubahan warna
6. Terlihat bagian tulang
7. Persendian sukar atau tidak dapat digerakkan
8. Mati rasa dan kelumpuhan
9. Perubahan sirkulasi pada bagian distal cedera
ditandai dengan perubahan warna kulit, suhu
atau pengisian kapiler
Keluarnya salah satu tulang dari sendinya
Strain
Cedera pada otot atau tendon
Pembagian
Anak Dewasa
Kepala 9% 18 %
Alat gerak atas 9% 9%
Tubuh depan 18 % 18 %
Tubuh belakang 18 % 18 %
Kemaluan termasuk tubuh depan 1%
Alat gerak bawah 18% 18%
Ringan
Derajat 3: < 2%, derajat 2: < 15%,
derajat 1: < 50%
Sedang
Derajat 3 : 2 – 5%, derajat 2 : 15 –
30%, derajat 1: > 50%
Berat
Derajat 3 : >10%, derajat 2: >30%,
Sal. Napas, jaringan lunak, tulang,
alat gerak
Wajah, tangan, kaki, kemaluan,
sirkumferensial
Penanganan luka bakar
SCENE SAFETY
PERSONAL SAFETY
2. CE : Certificate of Equipment
1 KN = 110 Kg
America : 1/10
Australia & Indonesia : 1/8
CROLL
GIB
BASIC
KELEMAHAN : PER GERIGI / SLIP
Perawatan :
Gunakan beban sesuai dengan kapasitasnya
Bersihkan setiap selesai menggunakan
Jagalah agar tidak berbenturan dengan benda
keras
Hindari penggunaan disudut benda keras
Kekuatan 650-850 kg
Alat yang digunakan untuk katrol atau roller,
penyalur arah dan ,mechanical sistem
Bagian :
Cheek plate
Sheave
Bearing
Axle (kiri dan
kanan
Adalah alat proteksi tali dari kemungkinan
terkikir saat tali ditarik atau dubebani.
Penempatan : Jenis :
Tujuan :
1. Menyebutkan Tali dinamik dan tali statik
2. Merawat Tali
3. Menghitung SWL Tali
4. Membuat 8 simpul pokok
Tali
Tali adalah serat yang dirajut dan mempunyai
kekuatan tertentu sesuai dengan diameternya.
Fungsi
Alat pendukung utama kegiatan evakuasi di
lingkungan vertikal
Type
Tali Rescue yang sering digunakan adalah Syntetis
Fiber kermantel
KERNMANTEL
MENGERINGKAN TALI
1. Keringkan tali dengan adanya sirkulasi udara
2. Bentangkan tali antara dua tiang
3. Gunakan tangga
PEMERIKSAAN
a. Pemeriksaan dengan menilai secara visual
> Warna filamin yang memudar
> Tampak lembek dan lembut
> Filamin tampak putih. Dimana sarung telah rusak
> Tampak tidak seragam
> Terkikis
b. Pemeriksaan dengan merasakan / meraba
> Filamin kakau
> Perubahan ukuran
> Contaminasi
PENGAFKIRAN TALI
1. Terkikis
2. Beban lebih
3 Contaminasi
4. Perbedaan ukuran
5. Susunan mantel
6. Sarung tertembus
KEKUATAN SAVE WORKING LOAD
Reta strange = kekuatan yang dinyatakan dari pabrik sesuai
hasil uji coba.
Safe Working Load adalah kekuatan yang paling aman saat
digunakan
Safety Factor 1/8 ini mengingat Usia tali, pengaruh
lingkungan, pemakaian kurang sempurna, pengikatan simpul.
11 mm 3000 kg 375 kg
12 mm 3300 kg 412,5 kg
13 mm 3600 kg 450 kg
14 mm 3900 kg 487,5 kg
15 mm 4200 kg 525 kg
PACKING TALI
a. Coilling
b. Hanking
c. Chaining
d. Memasukan kantong
Peringatan
Setiap Rescuer harus memaparkan tali
yang akan digunakan untuk meyakinkan
kondisi dan menghindari kusut
CORD / PRUSIK
Adalah Tali kernmantel statik yang berdiameter kurang dari 9
mm digunana untuk GRASP FRICKTION KNOT
Fungsi :
Prusik loop, Ikatan plate, Pengikat edge roller dan matras
ukuran
6 mm RS 750 kg
7 mm RS 1200 kg
8 mm RS 1500 kg
MEMPROTEKSI TALI
Penyebab Kerusakan :
a. Benturan batu yang jatuh
b. Sudut yang tajam
c. Kotoran masuk ke dalam mantel
PROTEKSI
a. Gunakan alas matras
b. Canvas fire hose
c. Edge rooller
PITA / WEBBING
ADALAH ALAT SERBA GUNA BAGI RESCUER
UNTUK PENGIKATAN ATAU SLING
Fungsi : Sling, Improv Harnest, Lissing korban, Pijakan
kaki, ikatan pada anchor point
a. Bight b. Loop
Terminologi :
a. Bight, tekukan tali yang tidak menyilang
b. Loop, tekukan tali hingga bersilangan
c. Running end, ujung dari bagian tali yang digunakan
d. Turn, satu putaran pada batang atau tali lain
e. Round turn, dua kali putaran
f. Standing part, bagian tali yang akan dipergunakan
g. Rope sack tas tali
Mudah dibuat
Mudah diingat
Mudah dibuka
Thum / Overhand Knot; gunanya sebagai simpul
dasar dan pengaman simpul
Figure of 8 Knot; gunanya sebagai simpul
diujung tali/stopper knot
Figure 8 on Bight Knot; gunanya untuk
tambatan pada tiang atau sesuatu secara tidak
langsung
Figure 8 follow through Knot; gunanya untuk
tambatan pada tiang atau sesuatu secara
langsung
Figure 8 double bight Knot; untuk tambatan di
anchor
Butterfly Knot; gunanya untuk membuat
simpul di tengah tali, menyimpan bagiaan
tali yang rusak
Clove Hitch; gunanya untuk membuat
simpul di pangkal
Double Fisherman Knot; gunanya untuk
menyambung tali yang sama besar dan licin
Round Turn & Two Half Hitch; gunanya
untuk mengikat di anchor point (boomprof)
Figure 8 on line Knot; gunanya untuk
membuat simpul di tengah tali, untuk
menggantung korban daan penolong (tiga
beban dua arah)
1. Memahami Bagian-bagian anchor
2. Memahami Macam-macam Anchor
3. Membuat Anchor
4. Mengetahui peralatan belay
5. Mengetahui Sistem kerja belay
6. Memasang belay
Pengertian Anchoring
“ Adalah sistem penambatan yang dibuat dari tali
(webbing/Kernmantle) untuk menahan Beban
Kegunaan Anchor
Penahan beban saat kita melakukan kegiatan dengan
menggunakan tali Kernmantle (Ascending &
Descending/ Lowering & Lifting)
1. Arah Lintasan
2. Point Anchor
3. Kaki Anchor
1. Anchor Alam;
2. Anchor Buatan;
Anchor point, dari alam biasanya banyak
menggunakan pohon atau batu
Di lingkungan perkotaan, terdapat bagian
bangunan yang dapat digunakan sebagai
anchor point, beberapa yang tidak baik :
- Besi yang berkarat
- Bangunan batu yang terkena korosi
- Tembok semen yang kasar
Anchor Point pada gedung dapat
memanfaatkan bagian-bagian sebagai
berikut :
- Struktur tiang
- Tonjolan tiang penyangga
- Penopang mesin pendingin
- Gondola
- Tonjolan tembok yang ada pada dinding
Anchor Buatan, Adalah peralatan yang
didesign khusus sebagai anchor point dengan
memanfaatkan kondisi alam, seperti celah
batu.
Macamnya : chocks, Hexentrik, dan piton
Bagian Pengikatan
Arah Penarikan
Istilah :
a. Active Rope, adalah bentangan tali diantara Rescuer & Belayer,
Kondisi Selalu Tegang
b. In Active, Adalah sisa tali yang siap ditarik & berada antara
Belayer dengan Tali Bebas
Memasang Belay;
1. Dibuat Anchor terpisah dari Anchor tali
Utama
2. Pengaman Belayer tidak dikaitkan pada sistem
Belay
3. Anchor Belay dibuat berdekatan dengan
Anchor Utama
4. Hindari Tali Menyilang
1. Menggunakan Carabiner, Dengan Simpul Itali
2. Menggunakan Figure 0f 8
3. Menggunakan Autostop
1. Anchor harus cukup kuat
2. Belayer menggunakan hand glove
3. Menggunakan pemanggilan yang mudah dipahami
bersama
4. Hindari Tali Menyilang
5. Belayer harus selalu konsentrasi
6. Dapat mengunci saat emergency
7. Selalu menghadap ke dinding untuk memperhatikan
kemungkinan terjadi adanya barang atau Rescuer
yang jatuh
8. Carabiner yang digunakan harus Screw Gate
9. Sistem Belay harus selalu dicek oleh Safety Officer
Sasaran
Tujuan :
1. Menyusun Tali-temali untuk menurunkan korban
2. Mengevakuasi korban dari atas ke bawah
3. Mempacking korban di tandu
4. Mengatasi kesulitasi saat membawa korban
HIGH ANGLE LOWERING / VERTICAL LOWERING / TECHNICAL
LOWERING
Adalah : Kegiatan menurunkan korban dari ketinggian yang dikontrol oleh
Rescuer dengan menggunakan tali.
CARA MENGUNCI
Jepitkan In active rope diantara Belay device dan Active rope kemudian
akhiri dengan Overhand knot.
MENURUNKAN KORBAN
1. ANCHOR OVERHEAD SEBAGAI TUMPUHAN UTAMA
a. Buat anchor terpisah 2 tempat (untuk utama & safety)
b. Kasih carabiner setiap anchor
c. Hubungkan tali utama dengan figure 8 ke anchor
d. Buat simpul 8 on bight ujung tali utama
e. Cantolkan ke korban ujung tali yang sudah disimpul
f. Lakukan pemasangan tali safety seperti langkah (c, d, e, )
g. lakukan Final Chek (safety officer)
h. Perintah turun oleh Komandan tim kecepatan disesuaikan permintaan
Litter tender.
2. ANCHOR OVERHEAD SEBAGAI PENYALUR
a. Buat anchor terpisah 2 tempat (utama dan safety)
b. Cantolkan Pulley ke anchor point
c. Buat anchor di bagian dalam 2 buah untk tambatan ( utama dan
safety)
d. Pasang tali utama dan safety ke pulley
e. Buat simpul 8 on bight
g. Pasang tali utama ke break device dan safety rope ke Belay device
h. Cantolkan Simpul 8 on bight ke korban
I. Lakukan final Chek
j. Perintah turun oleh komandan tim
3. ANCHORE POIN INSIDE
a. Buat anchor 2 untuk (tali utama dan safety)
b. Buat anchor 2 untuk edge tender
c. Buat anchor langsung untuk Rescuer siaga di sudut dinding
d. Pasang Break device dan Belay device dengan tali utama dan tali safety
e. Hubungkan 2 simpul 8 on bight ke korban dan Rescuer
f. Edge tender memposisikan diri bergantung di sudut dinding
g. Litter tender turun posisi kurang lebih 1 m dari sudut atad
h Korban diturnkan dengan dibantu edge tender sampai bergantung
I. Setelah bergantung litter tender pindah ke tali utama
MEMBUAT SPIDER DENGAN TALI
a. Siapkan dua utas tali dengan panjangmasing -masing kurang lebih 4 m
b. Buat simpul pada ujung-ujungnya dengan simpul 8 on bight
c. lengkapi bight dengan carabiner besar
d. masing-masing tali bagi menjadi dua bagian dan buat simpul 8 on bight
e. Cantolkan carabiner (4 buah) ke hole tandu
f. Simpul delapan ditengan tali jadikan satu dan hubungkan ke tali utama
PEMBUATAN SPIDER DENGAN WEBBING
Alat yang digunakan
a. Webbing 2 rool
b. Descender figure 8 / Delta MR
CARA MEMBUAT
a. tekuk 2 webbing menjadi dua bagian yang sama dan buat simpul
jangkar/clove hitch ke dalam ring besar descender figure 8
b. Beri tanda pada webbing berapa panjang yang dikehendaki sebagai
kaki spider, dengan simpul pita
c. masuk ujung webbing ke hole tandu dan hubungkan dengan simpul pita
yang sudah dibuat.
PENGIKATAN LITTER TENDER
Tujuan :
a. memberikan keseimbangan, leluasa mengatur tandu dan merawat
korban
b. mengamankan kemungkinan jatuh
c. Membuat rasa nyaman
d. Dapat bergerak leluasa disekitar tandu.
CARA PENGIKATAN
1. Pig tail terpisah
a. Alat yang digunakan : pig tail (tali kernmantel 5 m), Ascender
handle 2 buah, Carabiner 4 buah, prusik 2 buah.
b. Buat simpul 8 on bight di kedua ujungnya
c. Simpul ujung 1 cantolkan ke tali utama bersama spider tandu
d. Simpul ujung ke 2 cantolkan ke Litter tender
e. Cantolkan ascender ke pig tail untuk pengaturan posisi litter tender ( satu
ke sit harnest dan satu untuk pijakan)
f. Buat pengaman dengan cord hubungkan antara Litter tender dengan
tandu.
g. Pasang Safety rope Ke Spider dan hubungkan ke bagian kepala
tandu
2. Pig Tail Langsung di main rope
a. Alat : Pig tail dari main rope, Prusik 2 buah, carabiner 4 buah
b. Ukur ± 5 meter dari ujung tali
c. Buat simpul 8 on line dan simpul 8 on bight diujungnya
d. Hubungkan Spider dengan simpul 8 0n line
e. Cabtolkan simpul on bight diujung tali ke litter tender
f. Ikatkan Cord ke Pig tail, ukur posisi tandu diatas paha
g. Ikatkan prusik ke 2 ke paig tail digunakan untuk pengaturan posisi
h. Ikatkan cord 3 ke tandu dan hubungkan ke sit harnes Rescuer
I. Pasang safety rope Ke Spider dan hhubungkan ke bagian kepala tandu.
LITTER TENDER
1. Tugas :
a. Merawat medik yang dibutuhkan korban
b. Meyakinkan pergerakan baik bagi korban
c. Berhubungan dan menentramkan korban
d. Membawa menggantungkan tandu
e. Membentengi korban dari pengaruh lingkungan
2. Posisi
Posisi duduk di seat harnest, tandu beberapa inch diatas paha kaki
menginjak dinding.
3. Posisi tangan
Memegang rail tandu didekatnya untuk manouvre
MEDIA
Gudang penyimpanan bawah
Sumur tanah
Jurang / Tabing Cerobong udara
Selokan Tangki minyak
Kolam Galian bekas penambangan
Ruang bawah tanah Goa
PERSOALAN
GAYA GRAVITASI
FRIKSI TALI
UPAYA
Maksud :
Membuat pengangkatan mudah
Membuat pengangkatan ringan
Yang mempengaruhi lifting tidak efektif
wcd wcd
Abchor WCD
Pulley
stopper
Ascent
hauling
Z RIG > 3 : 1
MA Rasio 6:1
PULLEY
ASCENDER
CARABINER
Beban
APLIKASI OPERASI PENGANGKATAN
Hauling
stoper man Edge tender
/ Capt
Edge tender
hauling man
Belayer
tagliner
LANGKAH KERJA
1. Pastikan PPE Digunakan oleh seluruh anggota tim
2. Pastikan area kerja aman
3. Tentukan safety zone dan safety officer
4. Tunjuk Rescuer yang turun ( first aider 2 orang, tag
liner)
5. Pembuatan sistem pengikatan (riging) > spider,
pigtail dan tagline
6. Buat mechanical advantage system
7. Perawaatan korban sessuai dengan kondisinya
8. Final chek sebelum beban digerakan
9. Perintah turun dari kapten dan litter tender
PENGIKATAN TANDU UNTUK MEDAN
VERTICAL DAN SLOPE
PENGETAHUAN DAN
PEMADAMAN API
Setelah mempelajari materi ini
peserta mampu;
1. Mengetahui proses terjadinya api
2. Mengetahui Sifat-sifat penjalaran panas
3. Mengetahui fase-fase Kebakaran
4. Menjelaskan bahaya-bahaya kebakaran
4. Mengetahui Klasifikasi APAR
5. Menggunakan APAR
6. Melakukan pemeriksaan APAR
7. Melakukan perawatan APAR
PENGETAHUAN DAN PEMADAMAN API
SAHABAT BENCANA
PENGETAHUAN DAN PEMADAMAN API
PEMBAKARAN
KEBAKARAN
PANAS
BAHAN BAKAR
DIBUTUHKAN SEKITAR 16 %
DIUDARA NORMAL TERDAPAT :
21 % O2
78% NITROGEN
1 % Gas lain seperti : Uap air, neon dan carbon dioxide
RADIASI KONVEKSI
PA S E K E B A K AR A N
KAPAN SAJA
DIMANA SAJA
Rollover
Flashover
Backdraft
Oxigen terbatas
Asap api terperangkap
Oxigen tdk terbatas dalam ruangan dan
Asap dapat hilang berkumpul
EFEK PHISIKOLOGIS KARENA
KEKURANGAN OXIGEN
Gejala-gejala
Oxigen di udara
Tidak ada -kondisi normal
21 % Sebagian koordinasi otot
17 % rusak, napas cepat karena
oxigen kurang
12 % Pusing sakit kepala
Kebakaran Awal
>Pembakaran bebas
>Asap dan gas yang
panas berkumpul di
langit-langit.
Flashover
3 - 10 menit
Growth STEADY
Fully development fires
(600-1000 o C)
Sangat panas
Panas sedang
Panas rendah
Cahaya
oxigen oxigen
PEMADAMAN API
Pendinginan/
Penurunan
Suhu
Menipiskan oxigen
Kebakaran KELAS A
Kayu, kain, kertas, karet dan plastik Alat pemadam yang
digunakan “AIR”
Kebakaran KELAS B
Cairan yang mudah terbakar : Bensin, minyak, penis, cat,
spirtus dan alkohol Alat pemadam Foam untuk menutup atau
menyelimuti oxigen.
Kebakaran KELAS C
Semua alat yang menggunakan listrik, alat pemadam yang
digunakan Halon, kimia kering atau CO (tidak menghantar
arus) Yang paling aman memadamkan rangkaian listriknya
Kebakaran KELAS D
Kebakaran pada logam : Magnesium, Titanium,
Zirconium, Sodium, Potasium, Lithium, Calcium, besi
Zat khusus untuk mnyelimuti bahan yang terbakar dan
menutup api.
APAR (ALAT PEMADAM API RINGAN)
ALAT PEMADAM PORTABLE
“SIMBUL GAMBAR”
ALAT PEMADAM
YANG SESUAI
UNTUK KEBAKARAN
KELAS B DAN C
BUKAN A
ALAT PEMADAM
BERLABEL INI COCOK
UNTUK KEBAKARAN
KELAS A BUKAN KELAS B
DAN C
LABEL MENUNJUKAN
PADA PEMADAM YANG
COCOK UNTUK
KEBAKARAN KELAS A
DAN B BUKA KELAS C
PENGOPERASIAN ALAT PEMADAM API RINGAN
(APAR)
PA S S
P = Pull >> Tarik pin pengunci pada bagian atas APAR
Prosedur pemeriksaan :
Tempat ( mudah dijangkau, mudah dilihat orang banyak)
Periksa nosel ( Saluran keluar, karet )
Label / marker yang tertempel pada alat
Periksa segel ( membuktikan bahwa alat belum terpakai)
Pastikan masih berisi penuh ( balikan untuk mengetahui
ada isi / tidak) bila kurang dari 10 % harus diganti.
Periksa lebel pemeriksaan ( untuk mengetahui kapan
terakhir diperiksa)
Pastikan semua bagian terpasang ditempatnya
PEMELIHARAAN
MEMBAWA
MENGGULUNG
MELEMPAR
MENYAMBUNG
POSISI PEGANGAN SAAT FITING
Safe
Confined Space
Space Entry
339
340
341
65% dari kejadian fatal (kematian) terjadi karena masalah kualitas udara.
100% dari kejadian fatal (kematian) pada 139 lokasi di 17 negara dalam 2
tahun terakhir memiliki satu masalah yang sama yaitu tidak ada detektor
(gas detector instruments) atau sistem ventilasi.
29% dari pekerja yang meninggal dunia adalah supervisor.
60% dari pekerja yang meninggal dunia adalah penolong.
25% meninggal dunia di lokasi yang “ready to kill”
342
343
Definisi-definisi
344
Confined Space
Manhole Silo
345
Confined Space
Tank Pipelines
346
* Ruang Cukup Besar Untuk Dimasuki; NO
* Ruang terbatas untuk Keluar & Masuk; Not a confined Space
* Bukan Untuk aktivitas kerja rutin
YES
Confined Space
Kekurangan Oksigen
or
or
348
349
o Tidak ada bahaya yang muncul
atau
o Dapat dilakukan pengendalian konsentrasi bahan
kimia thd udara menggunakan ventilasi.
o Sumber bahaya dapat dikendalikan, dinetralisasi
dan dipindahkan.
o Supervisor memberikan ijin tertulis untuk masuk
ulang setelah bahaya dilakukan pengendalian.
350
Permit Required Confined Space
PRCS – Permit Required Confined Space
Mengandung atau memiliki potensial
mengandung udara berbahaya.
Mengandung material dengan potensi untuk
tenggelam/terjebak (seperti air, biji-bijian).
Konfigurasi internal terhadap trapping atau
asphyxiation (kekurangan oksigen)
Mengandung bahaya yang dikenali SERIUS
dapat mengancam keselamatan dan kesehatan.
351
Ijin Kerja Ruang Terbatas membutuhkan
identifikasi biasanya dalam bentuk Tanda
Peringatan.
Ruang Terbatas yang tidak boleh dimasuki
juga harus diberikan tanda.
352
353
Hilangkan semua bahaya keselamatan yang serius
sebelum masuk ruang terbatas.
Hilangkan semua bahaya udara yang ada (actual)
dan potensial sebelum masuk ke ruang terbatas.
(Catatan : pengendalian bahaya udara sederhana
seperti ventilasi belum cukup).
Bahaya harus secara keseluruhan terkendali.
Lengkapi dan lakukan evaluasi ulang terhadap ijin
kerja yang sudah ada.
354
Selalu perkirakan
hal yang tidak
diperkirakan
dalam ruang
terbatas.
Pertimbangkan
bahaya yang
mungkin terjadi
karena sangat
mungkin terjadi.
355
Bahaya di Ruang Terbatas
356
Pertama – Oksigen dan Konsentrasi.
Kedua – Gas Mudah Terbakar (Flammables)
Ketiga – Gas Beracun (Toxics)
Keempat – Gas lainnya (PH3)
357
• Verifikasi adanya kualitas udara yang aman untuk
melakukan pekerjaan sebelum melakukan pekerjaan
dan secara periodik setelah itu.
• Lakukan di seluruh area : Atas, Tengah dan Bawah.
• Methane (CH4) lebih ringan dari udara.
• Carbon monoxide (CO) dan Hydrogen sulfide (H2S)
lebih berat dibanding udara.
• Oxygen deficiency (<19.5%)
358
Kekurangan Oksigen atau Kelebihan
Oksigen
359
Penyebab Kekurangan Oksigen
360
Ketahanan tanpa oksigen
362
• Level oksigen diatas 21%.
• Menyebabkan kondisi, bahan mudah menyala
(flammable) dan mudah terbakar (combustible)
terbakar secara mendadak ketika tersulut api (burn
violently when ignited).
• Jangan gunakan oksigen murni untuk ventilasi
(campuran udara 21%O2 dan 78%N2).
• Jangan menyimpan dan menempatkan bejana
bertekanan di dalam ruang terbatas.
363
Sirkulasi Udara
364
Sirkulasi Udara
Udara Bersih
??
O2
?? O2
O2
365
Sirkulasi Udara
366
Gas mudah meledak dan terbakar.
367
Gas beracun.
368
Risiko Gas beracun :
373
374
375
Bahaya lain
376
Bahaya lain
377
Safety Procedure
at Confined
Space Entry
378
379
Harus ada prosedur tertulis di
lokasi kerja untuk memastikan
pekerjaan di ruang terbatas
dilakukan dalam kondisi aman.
Lengkapi prosedur dan permit yang akan digunakan.
TEMPATKAN ijin kerja di 2 lokasi, lokasi kerja dan
panel pengendali.
380
Ijin harus disiapkan dan semua kondisi dinyatakan
aman sebelum masuk ruang terbatas.
Pastikan hal sebagai berikut :
Isi ijin kerja
Lama bekerja
Tugas supervisor
Dokumentasi (penyimpanan).
381
Buat ruang terbatas bersih secepatnya
sebelum masuk. Tujuannya adalah
memimalkan pemakaian Alat Pelindung
Diri.
Apabila tujuan masuk ke ruang terbatas
adalah untuk membersihkan ruang
terbatas, lakukan pengendalian untuk
mengendalikan bahaya sebelumnya.
382
Sebelum masuk, ruang terbatas
harus dalam kondisi tidak ada energi
(masuk dan keluar). Setiap orang
yang menggunakan lockout harus
mendapatkan pelatihan sebagai
“authorized personnel”.
383
Lakukan hal-hal sebagai berikut :
384
Persiapan matang sebelum masuk
386
Pemeriksaan konsentrasi udara di ruang
terbatas.
387
Pemeriksaan konsentrasi udara di ruang
terbatas (2)
388
Petugas Pemeriksa Gas
389
Konsentrasi Oksigen:
– Antara 19.5% dan 23.5%
Combustibles / Flammable Gas:
– Less than 10% of the LEL
Konsentrasi Toxic Gasses:
– carbon monoxide (PEL <35 ppm)
– Dan gas / material lain yang berbahaya dalam
confined space.
390
Lakukan pengujian ulang dalam setiap kondisi
pekerjaan, yaitu :
Awal ijin kerja dilakukan.
Awal setiap pergantian pekerja.
Apabila ruang terbatas telah ditinggalkan lebih
dari 5 menit.
Apabila ada pergantian pekerja.
391
Push clean air in
Jika menggunakan portable
generator jinjing untuk
menggerakkan
peniup/penghembus, pastikan
bahwa saluran pembuangan
(exhaust) generator diposisikan
mengarah ke bawah dari ruang
terbatas.
Apabila menggunakan kabel
GFCI = Ground Fault Circuit Interrupter. The
extension, usahakan menggunakan GFCI is a fast-acting circuit breaker that
senses small imbalances in an electrical
GFCI. circuit caused by the electrical current
leaking to ground. If this imbalance occurs,
Jangan gunakan blower dalam the GFCI shuts off the electricity within a
ruang terbatas apabila terdapat fraction of a second. 392
Sistem Ventilasi dapat berupa blowers, fans atau
pengendali udara lain.
Pemilihan sistem tergantung dari besaran ruang
terbatas, tipe bahaya udara yang ada di ruang
terbatas (gases, vapors, or dusts to be exhausted),
dan sumber udara bersih.
Blowing udara segar ke dalam ruang terbatas
merupakan hal yang paling baik.
393
Persyaratan untuk ventilasi
Pastikan udara yang dikeluarkan tidak disirkulasikan
kedalam ruang terbatas.
Pengendali ventilation harus ditempatkan dalam jarak
yang aman dari ruang terbatas.
Untuk kondisi udara mudah meledak atau mudah
terbakar, sistem harus dalam kondisi tahan ledakan
(explosion proof).
Sistem ventilasi harus dilengkapi audible warning
(peringatan melalui bunyi) sebagai tanda kegagalan
sistem.
394
Siagakan “buddy” di luar ruangan untuk
pengamanan.
INGAT !!!
395
buddy
396
Tanggung Jawab
397
Ketika di Ruang Terbatas
• Pertahankan ventilasi.
• Gunakan selalu alat pelindung diri anda (respirator,
kacamata, helm, pakaian pelindung dan ear plug).
• Ambil seluruh peralatan yang anda butuhkan di dalam ruang
terbatas.
• JANGAN MEROKOK, MAKAN DAN MINUM selama di dalam
ruang terbatas.
• Selesaikan pekerjaan secepat mungkin dan SEGERA
KELUAR.
398
BADAN SAR NASIONAL
CONFINED SPACE
Pertolongan di ruangRESCUE
terbatas
– PROSEDUR PERTOLONGAN –
– Prosedur Pertolongan –
Adanya Kontrol poin Kedaruratan dan
Pertolongan sebelum masuk ruangan
Usaha Pertolongan hanya dilakukan di luar
Ruang Terbatas
Lakukan Prosedur Perawatan Pada Korban!
Semua personil yang bekerja di ruangan harus
dilatih prosedur pertolongan
Gunakan Self-Contained Breathing Apparatus
(SCBA) untuk atmosfir yang rendah oksigen
CONFINED SPACE
Pertolongan di ruangRESCUE
terbatas
Pengawas
4 Mengetahui bahaya, tanda dan konsekwensinya!
4 Memeriksa izin dengan menentukan jika kondisi
memungkinkan untuk masuk
4 Kewenangan untuk masuk
4 Mengawasi kegiatan masuk
4 Mengakhiri masuk
4 Memeriksa pelayanan keselamatan
4 Memindahkan orang yang tidak berkepentingan
4 Bertindak sebagai asisten (jika diperlukan)
CONFINED SPACE RESCUE
Ruang pada tekanan positif akan mengeluarkan zat pencemar melalui lubang, tetapi
berapa lama waktu yang dibutuhkan ? Hal itu menjadi pertanyaan.
Melokalisir ventilasi keluar adalah lebih baik dan cocok untuk menangkap asap debu,
dan zat-zat kimia.
Tidak dianjurkan Dianjurkan
– Peraturan Keamanan –
Jangan bekerja sendirian Peralatan C.S.R.
Perlu pengamat atau
1. Tripod or pneumatic supporters
attendant
Perlu dilakukan 2. Pulleys, ropes, carabiners, etc.
komunikasi 3. PPE - SCBA, gloves, Knee pads etc.
4. Stretcher - litter
Gunakan ventilasi keluar
Meskipun alat pernafasan 5. Lifeline, whistle
diperlukan dan digunakan 6. Communication
7. Ventilating
8. Testing and monitoring Hazmat
9. Lighting
10. Barriers and isolating devices
SCBA
(Self-Contained Breathing Apparatus)
Perlengkapan pernapasan pribadi
FISIK MEDIS MENTAL
TANGKAS SEHAT SYARAF Pelatihan yang tepat
untuk penggunaan
SCBA
KONDISI SEHAT SEHAT OTOT Percaya pada diri
sendiri dan peralatan
KEBUGARAN TUBUH SEHAT JANTUNG Emosi Stabil
TERJAGA
PERNAFASAN BAIK Tidak Fobi Ruangan
tertutup dan fobi
lainnya
KETERBATASAN SCBA
Keterbatasan
Keterbatasan
proteksi
pandangan
Menambah
beban Mengurangi
kemampuan
Keterbatasan berkomunikasi
persediaan
udara
Mengurangi
mobilitas
(perlengkapan
tidak praktis)
KETERBATASAN PERSEDIAAN UDARA SCBA
Bantalan silinder
Tali bahu
Tali
pengunci
Tali
pinggang
PEMASANGAN SILINDER UDARA SCBA
Mur
penghubung
Katup
silinder
rodatangan
silinder
Meteran
silinder
TS 4B–2
Selang bertekanan
tinggi dari silinder
Katup
lintas
utama Meteran
regulator
Udara luar
Rincian
pemasangan katup
ekhalasi Selang
bertekanan
rendah ke
facepiece
PEMASANGAN FACEPIECE
SCBA
Memeriksa facepiece
Tahan nafas
selama 10 detik
Hembuskan perlaha
Tutup kembali
selang Hembusan nafas
bertekanan harus keluar melalu
rendah dengan katup ekhalasi
tangan
TS 4B–6
Kondisi Fisik
Tingkat pelatihan
Lingkungan
Tingkat kesulitan
TS 4B–8a
Dengarkan.
Suara personil tim lainnya
Pengoperasian selang dan peralatan
Pernapasan terkontrol
Tarik napas
Hembuskan napas melalui mulut
Tarik napas melalui hidung
Pernapasan lompatan
Tarik napas
Tahan napas sampai terasa udara ingin
keluar
Tarik nafas kembali
Hembuskan nafas
PENGGUNAAN DARURAT
KATUP BYPASS
4. Lepaskan facepiece.
Mencuci
Membersihkan Mengeringkan
1. Persiapan
2. Respon
3. Size Up
4. Safety
5. Penunjukan Pimpinan
6. Stabilisasi
7. Akses ke korban
8. Perawatan Medis Darurat
9. Ekstrikasi
10. Memindahkan & Menyerahkan Ke Paramedis
11. Akhir Tugas
1. Personil
- Physik
- Mental
2. Peralatan
- Equipment
- Tools
3. Prosedur ;
a. polisi
b. perhubungan
c. pmk/ 118
d. Rescue ;
* Komando
* Penilaian pertolongan
* Access
* Prosedur Pembebasan
* Hati-hati pada kendaraan yang rusak
Parkir kendaraan :
1. Dekat dengan lokasi kejadian
2. Memanfaatkan masyarakat dilokasi kejadian
3. Beri jalan kendaraan emergency dilokasi
kejadian
A. Fire dan safety hazards
Api
Tumpahan minyak
Kabel yang jatuh dikendaraan
Material berbahaya
Kendaraan tidak stabil
Penonton yang gaduh
Berapa jumlah korban
Dimana korban;
- Didalam kendaraan
- Dijalan terlempar
Periksa keliling radius 30 M
Akses
Tenaga
Penerangan
Komandan tim
Menggali informasi
Menentukan tindakan yang tepat
Pemeriksaan keliling dilakukan radius 30M
Pemasangan safety line;
- Rescuer
- Medis
1. Hinge
2. Slidding
1. Cek seluruh kendaraan yang terkena musibah
2. Periksa ulang daerah sekitar kejadian
3. Packing peralatan
Tanggung jawab
Menghitng peralatan
- Sebelum dan sesudah di gunakan
2. Pemeliharaan
- Mengisi kembali APAR jika di gunakan
- Mengisi kembali BBM
- Memeriksa dan mengisi oli
- Mengasah atau mengganti pisau yang telah di gunakan
- Membersihkan kabel yang kotor
- Mengganti lampu penerangan yang tidak berfungsi
- Membersihkan kotak penyimpanan kendaraan dalam gudang
Ketentuan keselamatan di air yang harus diikuti
ketika berada disekitar air
1. Berenang
2. Medical First Responder
3. Pengendalian Boat
4. Teknik Pertolongan di air
Definisi :
Tahapan / urutan untuk memudahkan penolong
memberi pertolongan kepada korban
R > Reach ( Menjangkau)
T > Throw (Melempar)
R > Row (Menghampiri dengan alat bantu)
G > Go (Menghampiri dengan keahlian)
T > Tow / Carry (Menarik)
L > Locate (Lokasi)
A > Access (Menuju / menjangkau)
S > Stabilize (Menstabilkan)
T > Transportation (Membawa korban)
1. Pertolongan tanpa menggunakan alat
Ring Buoy
625
sungai
Punggungan
lembah
Continue…..
Arahkan kompas pada medan yang dicari,
tentukan sudut kompasnya dengan melihat
celah melalui bidikan pada prisma, garis
rambut berada pada satu garis lurus dengan
sasaran bidik.
Baca melalui prisma nilai skala mendatar yang
ditunjuk plot yang ada dalam kompas
Orientasi Peta adalah bagaimana
meletakkan peta secara benar, sesuai dengan
keadaan dimedan sebenarnya
Resection adalah Cara menetukan kedudukan /
posisi kita di peta dengan menggunakan 2 titik
acuan dan memindahkan kedudukan dari medan
sebenarnya ke peta
Intersection adalah Cara menetukan objek lain
yang ada di depan kita
Setelah mempelajari materi ini, peserta :
1. Mampu menjelaskan mode preliminary
2. Mampu menjelaskan mode confinement
3. Mampu menjelaskan mode detection
4. Mampu menjelaskan mode tracking
5. Mampu menjelaskan mode evacuation
6. Mampu membuat marker
7. Mampu melakukan teknik pencarian
Teknik Pencarian adalah Metode atau cara yang
akan dilakukan pada saat pencarian orang/benda
yang hilang di alam.
Preliminary Mode
Confinement Mode
Detection Mode
Tracking Mode
Evacuation Mode
Proses mengumpulkan semua informasi awal, saat
tim pencari diminta bantuan sampai dilokasi,
formasi rencana pencarian awal, penghitungan
dan perkiraan orang yang hilang
Metode dengan cara membuat batas - batas untuk
mengurung orang yang hilang agar berada dalam
area pencarian
Trail Blok
Road Block
Lock Out
Camp In
Track Traps
String Line
Tindakan pencarian yang didasarkan pada
besarnya kemungkinan ditemukanya ceceran
korban dan korban.
MARKER
Pencarian Type 1
Pencarian type 2
Pencarian type 3
Pencarian Type 1 adalah Pencarian atau
pemeriksaan yang segera (hasty Search) pada
daerah yang mempunyai kemungkinan
ditemukannya korban
Pencarian yang cepat atas daerah pencarian yang
luas, pencarian menyapu secara lurus dan bersama
antara anggota tim pencari dan tim pencari
lainnya dimana jarak antar anggota tim 3 m s/d 5
m di sesuaikan dengan jumlah tim yang terlibat
dan luas daerah pencarian.
Tindakan pencarian dengan memamfaatkan
personil yang memiliki kemampuan dalam
membaca jejak.
Contoh :
Personil yang terlatih
Anjing pelacak
Tindakan memberikan pertolongan yang segera
kepada korban setelah tim pencari menemukan
korban tersebut.
1. Berikan pertolongan pertama segera
2. Berikan kepercayaan diri kepada korban,
tenangkan korban
3. Pelajari situasi lingkungan korban ditemukan
dan kondisi korban
1. Luka ringan, korban masih bisa berjalan
dengan baik.
2. Luka yang menyebabkan korban tidak
bisa berjalan.
3. Meninngal dunia
1. Dengan tandu yang telah disiapkan
2. Tandu darurat.
3. Dengan Helikopter