0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan40 halaman

Tatapan Mata Berkharisma Kyuhyun

Dokumen ini adalah bagian keempat dari fan fiction berjudul 'Nothin’ On You' yang mengisahkan hubungan romantis antara karakter Kyuhyun dan Channie. Dalam bagian ini, ketegangan seksual antara mereka meningkat saat mereka berada di kamar mandi, di mana Kyuhyun meminta Channie untuk membersihkannya, yang berujung pada momen intim dan ciuman yang penuh gairah. Cerita ini mengandung elemen erotis dan eksplorasi perasaan antara dua karakter utama.

Diunggah oleh

wurifitris54
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan40 halaman

Tatapan Mata Berkharisma Kyuhyun

Dokumen ini adalah bagian keempat dari fan fiction berjudul 'Nothin’ On You' yang mengisahkan hubungan romantis antara karakter Kyuhyun dan Channie. Dalam bagian ini, ketegangan seksual antara mereka meningkat saat mereka berada di kamar mandi, di mana Kyuhyun meminta Channie untuk membersihkannya, yang berujung pada momen intim dan ciuman yang penuh gairah. Cerita ini mengandung elemen erotis dan eksplorasi perasaan antara dua karakter utama.

Diunggah oleh

wurifitris54
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FAN FICTION KOREA

 Beranda
 NC21
 Romance
 Oneshoot
 Yadong
 Chat Room

 Beranda
 NC21
 Romance
 Oneshoot
 Yadong
 Chat Room

Home
|
Korean Idol
|
Nothin’ On You Part 4

Nothin’ On You Part 4


KOREAN IDOL BY KOREAN FC ON 12 JANUARI 2016 0 COMMENTS

4
FF “Nothin’ On You” Part 4 [Kyuhyun-Channie]
Author : Deani [@yesungcharger]
Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie
Support Cast : Lee Donghae, Kang Minhyuk, Etc
Genre : Romance/?
Ratting : NC-17
Ps : Typo!!! Ratting!!! Dont Bash!!! Ingat, Ratting! Jadi, protes kalau
menemukan banyak adegan 18+
Hai-hai-hai~~~~>,,< dengan segala kuasa Tuhan, saya bisa meng-apdet cerita
mesum ini wkwkwkw Part ini lumayan panjangggg, semoga tidak bosan -…-
Okelah, langsung saja. Happy Reading~~^^
“Mandikan aku, atau kau yang aku mandikan. Channie.” bisik Kyuhyun tepat di
telinganya. Walau suara guyuran air shower memenuhi ruangan ini. Tapi,
Channie bisa mendengar dengan jelas, apa kata Kyuhyun, barusan.
Seketika Channie mendongak. Tatapan mereka bertemu. Sorot mata Kyuhyun
benar-benar membuatnya sulit berkutik. Menggelap dan penuh gairah.
Kyuhyun kini menunduk lagi. Hingga wajahnya sejajar dengan wajah Channie.
Jantungnya berdebar kencang. Sangat kencang.
“Aku tidak bisa menunggu. Lebih lama ,lagi—” gumam Kyuhyun tepat di depan
bibir Channie.
Part 4
Jantung Channie semakin berdebar dengan keras saat Kyuhyun mengatakan
ini. Menelan ludahnya dengan susah payah. Mencoba mencerna kata-kata
Kyuhyun dengan akal sehatnya. Tapi, tatapan intens Cho Kyuhyun yang penuh
dengan gairah dan dirasa sangat teduh, membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
Seluruh sel sarafnya seakan mati—tidak bisa bekerja dengan baik. Tidak bisa
jika Kyuhyun terus menatapnya seperti ini. Dan, ya… rambut pria di depannya
yang sudah basah malah membuatnya semakin sulit mengalihkan
pandangannya, karena pria ini jauh lebih sialan seksi. Ia memanas seketika.
Tangan Kyuhyun menarik pinggangnya—hingga tubuhnya mendekat lekat pada
tubuh Kyuhyun. Apalagi, Kyuhyun sudah melepas kemeja yang melakat pada
tubuhnya. Tubuh basah mereka—terutama dada mereka bersentuhan,
menimbulkan sengatan listrik membangkitkan gelenyar di seluruh tubuh
mereka berdua. Ya, ampun, Kyuhyun sudah sangat terangsang dan panas.
Channie bisa merasakan pangkal paha Kyuhyun yang mengeras—menekan
pada tubuhnya. Wajahnya merona.
Sialan. Pipi Channie memerah, membuat Kyuhyun ingin melahap Channie.
Sekarang. Juga.
Channie makin terlihat cantik—dalam keadaan basah bahkan lebih terlihat,
sialan cantik dan seksi. Polos dan menggairahkan disaat yang bersamaan.
Kombinasi yang membuatnya sulit mengalihkan tatapan dan membuat nyeri di
bagian bawah tubuhnya. Dia tidak pernah setertarik ini pada gadis manapun.
Manapun. Tidak pernah merasakan perasaan seperti ini, sebelumnya. Kecuali
pada, dia. Park Channie.
“Menunggu—apa maksudmu?” suara Channie terdengar serak. Antara
terdengar habis menangis dan menahan gejolak gairahnya yang timbul. Ya
Tuhan. Suara seraknya, membuat Kyuhyun menahan erangannya, seksi sekali.
Channie seakan tahu apa yang ada di pikiran Kyuhyun—terlihat dari sorot
matanya yang menyala, Ia benci dengan gairah ini. Kenapa tubuhnya selalu
merespon seperti ini jika berdekatan dengan Kyuhyun. Padahal dia masih
marah. Bahkan, sangat marah dengan pria yang ada di depannya.
“Oh, ayolah. Kau mengerti maksudku.” jawab Kyuhyun tak kalah serak. Dia, kini
mati-matian menahan gejolak yang meledak-ledak dalam dirinya. Dia sangat
menginginkan Channie, bahkan mulutnya tepat ada di depan mulut Channie.
Ingin melahap bibir Channie. Hingga habis.
“Perjanjiannya—”
“Persetan dengan perjanjian itu.” Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar
dan terasa panas menerpa permukaan kulit wajahnya. Channie semakin gugup.
Kyuhyun selalu tidak main-main. Kenapa semua menjadi seperti ini. Ya, Tuhan.
Dia juga menginginkan Kyuhyun. Tapi, pria ini baru saja bercumbu dengan
wanita lain. Bercumbu??? Hatinya sakit mengingat itu. Matanya memanas
kembali.
Kyuhyun tahu apa yang dipikirkan oleh gadis di depannya ini. Hatinya terasa
nyeri melihat gadis ini sedih karenanya. Karena perbuatan dan kekacauan yang
dibuatnya. Dia akui, dia sangat bodoh. Brengsek! Menyakiti Channie, adalah hal
yang tidak pernah ia bayangkan. Membayangkan kembali saat wajah sedih dan
kecewanya Channie saat berada di club—saat dia memangku tubuh wanita
sialan itu, dadanya seperti dihantam batu berton-ton. Tapi, dia akan mengurus
siapa yang memberi Channie kartu masuk ke dalam ruangan khusus di Club itu.
Dia akan dapatkan itu.
“Baiklah, kau diam. Aku anggap kau setuju.” desah Kyuhyun. “Cepat mandikan
aku, Park Channie. Atau aku akan menidurimu. Sekarang. Juga. Disini.” suara
Kyuhyun terdengar serak namun tidak terbantahkan.
Belum sempat protes, Kyuhyun menarik resleting celananya dan kini hanya
boxer yang menempel di tubuh tinggi tegapnya itu. Channie tidak berani
menatap ke bawah. Bisa sangat membahayakan hatinya. Dia tahu Kyuhyun
sudah sangat amat bergairah kepadanya. Channie belum pernah sedekat ini
dan menatap pria yang hampir telanjang di depannya, begitu erotis karena
mereka berdua telah bayah kuyup. Kulit putih Kyuhyun yang biasanya terlihat
pucat, kini agak memerah karena air shower yang hangat menerpanya.
Membuat Channie lagi-lagi, sulit bernafas—hanya membayangkan, ia
menjamahi setiap jengkal tubuh Kyuhyun.
Kyuhyun melihat Channie masih terdiam menatapnya. Entah terpesona atau
Channie memang masih berpikir? Kyuhyun tidak bisa menerka. Atau dua-
duanya? Sialan. Masa bodoh dengan apa yang ada di dalam kepala cantik
Channie.
“Bersihkan aku, dari jamahan wanita sialan itu.” bisik Kyuhyun sambil
tangannya ada di bahu Channie. Meyakinkan Channie. “Maaf…” ucapnya lemah
dan terdengar begitu terluka, “Aku membuatnya semakin sulit. Ayo… Channie,
bersihkan aku.” perintah Kyuhyun tegas, sambil memberikan Channie botol
sabun. Tidak dengan puff. Oh, ya ampun dia ingin merasakan sentuhan tangan
gadis ini. Sangat. Kyuhyun masih menatap Channie, masih ada perasaan
terluka. Andai saja kau tahu, apa maksudku—ada di ruangan tadi bersama
wanita itu, apa kau bisa mengerti, Channie? Batin Kyuhyun.
Entah darimana Channie mendapat kekuatan untuk menggerakkan tangannya
—untuk mengambil sabun cair, dari tangan Kyuhyun. Menuangkan sedikit, lalu
Channie mulaimenggosokkan pelan pada tubuh Kyuhyun. Dia bingung harus
memulai dari mana. Maka, ia mengambil inisiatif untuk membersihkan bagian
leher Kyuhyun terlebih dahulu—bagian yang di ciumi oleh wanita itu. Hatinya
terasa nyeri kembali. Ia tidak berani menatap wajah Kyuhyun. Karena, ia tahu
tatapan mata Kyuhyun terus tertuju padanya. Seperti predator yang mengincar
memangsa mangsanya, dia terlihat sangat lapar.
Kyuhyun mengamati setiap gerak-gerik dan juga ekspresi wajah Channie, di
depannya ini. Demi Tuhan. Channie ini sangat amat cantik dengan rona wajah
yang seperti ini, juga terlihat sangat ingin di tiduri. Itu, menurutnya. Memerah
dan malu, Channie menggosok tubuhnya, masih di area leher dan kini turun di
area bahunya. Kyuhyun mengeram dalam tenggorokannya saat Channie
menyentuhnya dan membuat panas seketika ke pangkal pahanya. Kyuhyun
memejamkan matanya kuat-kuat. Seperti ada yang ingin meledak dalam
tubuhnya. Bahkan Channie belum melakukan apa-apa, hanya basah— dan
menyentuh tubuhnya. Tapi, reaksi tubuhnya selalu seperti ini.
Kyuhyun, dia bisa saja menarik Channie dalam pelukannya dan berakhir dengan
percintaan panas, di dalam kamar mandi ini. Tapi— ketika melihat wajah
terluka Channie, ia mengurungkan niatnya. Apa! Yang benar saja, Cho Kyuhyun?
Bukankah kau berniat untuk— STOP! Kyuhyun bergejolak dengan pikirannya
sendiri.
Channie berulang kali menelan ludahnya dan berusaha menormalkan detak
jantungnya yang terus berpacu dengan cepat. Ia yakin, wajahnya terus merona.
Ia bisa merasakan dada bidang Kyuhyun, otot pria ini. Ya, Tuhan! Ini
memalukan. Kau juga terangsang, kan? Tubuh pria yang selalu menyita
pikirannya setiap saat dan kini ia cintai, ada di depannya sedang ia jamah,
basah dan siap untuknya. Menginginkannya. Bukankah ini hal yang paling
indah?
Kemudian, dia berpindah ke lengan Kyuhyun. Channie mendengar nafas
Kyuhyun yang panjang. Entahlah, dia juga tidak tahu kenapa. Hingga saat ini,
dia tidak berani menatap langsung wajah Kyuhyun—saat dia membersihkan
tubuh Kyuhyun. Apakah nanti, bagian bawah juga? Channie seketika
memejamkan matanya dan menghilangkan pikiran itu. Kini, ia mulai
menggosok bagian dada Kyuhyun. Seketika, hatinya berdesir saat menyentuh
bagian itu. Apalagi kini ia mendengar nafas Kyuhyun yang terengah saat ia
mengusap tepat di bagian detak jantung Kyuhyun. Kyuhyun sangat
terpengaruhi oleh gerakan tangannya ini. Tunggu. Ada sedikit bekas luka, di
dada pria ini. Saat tangan Channie mengulang menyentuh bagian ini,
sepertinya Kyuhyun menahan nafasnya kuat-kuat.
Tangan Channie perlahan turun ke bawah hingga menyentuh bawah dada
Kyuhyun dan saat mengusap happytrail pria ini, Channie mendengar nafas
Kyuhyun yang memburu. Ia tersentak ketika Kyuhyun mencekal pergelangan
tangannya. Ia seketika mendongak dan mendapati tatapan Kyuhyun yang
menggelap namun terlihat begitu tersiksa dan tentu menyala penuh gairah.
Dada Channie berdebar dengan hebat, begitu juga Kyuhyun. Mata mereka
saling menatap. Menyalurkan rasa yang mereka kirim masing-masing. Begitu
terasa membakar. Kini wajah Kyuhyun begitu dekat dengan wajahnya. Nafasnya
dan nafas Kyuhyun menyatu—memburu, sangat panas terasa di permukaan
wajah mereka masing-masing.
Channie merasakan tubuhnya terdorong ke dinding dan Kyuhyun menarik
tengkuknya cepat sebelum dia mendengar geraman tertahan dari Kyuhyun,
dalam sekejab Channie merasakan bibir Kyuhyun sudah melahap bibirnya
dengan lapar. Seketika hatinya berdesir, diiringi detakan jantungnya yang
berpacu makin cepat. Channie terengah dan tidak bisa bernafas, saat ia
membuka mulutnya, lidah Kyuhyun dengan cepat masuk mencari lidahnya.
Menghisap, membelit dan memainkannya di dalam rongga mulut dan lidah
Channie dengan liar. Memberikan sensasi lain pada tubuhnya hingga Channie
juga menyambut lidah Kyuhyun dan membalas lumatan-lumatan bibir
Kyuhyun, kemudian ia mendengar Kyuhyun menggeram dalam
tenggorokannya. Seperti ini, dia tidak pernah bisa menolak ciuman intens dari
Kyuhyun. Dia, Kyuhyun sangat hebat dalam berciuman, pikir Channie.
Kyuhyun semakin menekankan tubuhnya pada Channie, kulit basah mereka
semakn bergesekan. Channie bisa merasakan pangkal Kyuhyun yang mengeras
menyentuh pinggangnya. Tangan Kyuhyun yang mengusap pinggangnya, turun
ke area pahanya, mengusap-usap dengan penuh gairah. Membuat Channie
mendesah. Seolah darahnya mendidih hingga Channie bisa merasakan panas di
area sensitifnya. Basah kuyup. Ini tidak mungkin.
Kyuhyun memiringkan kepalanya, lagi. Dan kembali menautkan bibirnya,
melumat bibir Channie dengan lebih lembut kali ini. Mencecapi setiap lekuk
bibir Channie dan kini lidahnya kembali beraksi di dalam mulut Channie.
Ya,ampun. Kenapa bibir Channie manis sekali. Seolah ia ingin melahap bibir ini
hingga habis, rasa bibir ini terlalu nikmat. Bahkan wine—paling mahal, yang ia
anggap candu, masih jauh kalah nikmat di banding bibir Channie. Sialan. Dia,
tidak pernah kecanduan seperti ini.
Nafas mereka beradu dengan cepat dan dada mereka yang saling bersentuhan
satu sama lain, bergerak naik-turun seolah sulit mengambil oksigen—semakin
membuat gairah Kyuhyun meningkat. Sentuhan sedikit saja dari Channie seolah
memberikan energy tersendiri baginya. Sengatannya sampai ke area paling
sensitifnya. Ini, sialan. Begitu nikmatnya. Walau hanya berciuman saja. Tapi,
pangkal pahanya sudah panas dan sangat sakit menahan semua ini.
Berminggu-minggu. Ia bahkan tidak bisa meniduri wanita lain, karena gadis ini.
Sangat sulit dipercaya, seorang Cho Kyuhyun, bahkan bisa menahan diri—lebih
tepatnya ia tidak bisa bergairah dengan wanita manapun. Setiap memulai
dengan salah satu dari mereka. Pangkal pahanya bereaksi sedikit, kemudian,
tidak lagi. Seperti impotent, tapi selalu turn-on dengan Channie-nya ini. Sialan,
kan!
Saat Kyuhyun melepaskan ciuman panas, ada perasaan kecewa yang timbul di
hati Channie. Kyuhyun menempelkan dahinya pada dahi Channie. Terengah.
Nafas mereka berdua sama-sama terdengar memburu. Channie melirik sekilas,
dan Kyuhyun masih memejamkan matanya. Seolah masih menikmati ciuman
yang membuat dirinya di bakar gairah yang begitu hebat. Channie sendiri tidak
tahu. Kenapa ia sangat suka ciuman Kyuhyun yang begitu bergelora padanya.
Dia tidak pernah begitu bergairah sejauh ini. Gairahnya masih dalam tahap
normal, dan dengan Kyuhyun seolah dia tidak bisa mengenali dirinya sendiri.
Saat masih menikmati wajah tampan Kyuhyun— dengan bibir penuhnya yang
memerah, sehabis berciuman, rambut coklat Kyuhyun yang acak-acakan, sialan
bertambah tampan di mata Channie. Ia, di kejutkan dengan Kyuhyun yang
membuka matanya, hingga tatapan mereka bertemu. Tatapan sendu Kyuhyun,
langsung membakar area sensitifnya yang masih terasa basah, kini panas
kembali. Ya, ampun. Ada apa dengan mu, Park Channie. Hanya dengan tatapan
saja, kau langsung bergairah kembali?
Kyuhyun menarik nafasnya, dalam. Tepat di depan bibir Channie, ia berbisik,
“Kau—kau kenapa membuatku seperti ini, huh?” suaranya serak, dan terdengar
sangat frustasi.
“Apa?” tanya Channie ragu.
“Ya, Tuhan. Apa yang kau lakukan padaku? Tubuhku, sebelumnya tidak pernah
seperti ini terhadap wanita. Tidak pernah. Hanya padamu. Padamu.” Kyuhyun
masih berbisik, nafas Kyuhyun yang terdengar putus-putus membuat Channie,
meremang.
“Tidak.” Channie menggeleng lemah, ia ingat kembali wanita yang tadi bersama
Kyuhyun. “Kau bisa bersama wanita lain, buktinya sudah—“
“Tidak. Tidak.” potong Kyuhyun menggeram, ia melihat guratan sedih di wajah
Channie ketika membahas ini.“Oke, kita perlu bicara. Tapi kau juga butuh
makan sebelum itu.” Channie terkejut dengan apa kata Kyuhyun barusan,
langsung menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak percayanya.
Apa! Kyuhyun bicara ‘Makan’? ‘Makan’? Setelah dia membakar gairahnya,
Kyuhyun bilang ‘Makan’?
Jadi, Kyuhyun tidak jadi melakukan, melakukan hubungan intim dengannya?
Dan, kenapa kau kecewa Park Channie? Gila. Seolah ia dihempaskan kedalam
lubang yang sangat dalam. Bukankah, Kyuhyun juga sangat menginginkannya?
Tapi, kenapa? Apa dia tidak semenarik wanita yang pernah Kyuhyun tiduri.
Hatinya nyeri jika perasaan ini muncul.
Kyuhyun seolah tahu apa yang ada di dalam pikiran Channie. Ia tersenyum
miring. Lalu menyesap bibir Channie, singkat. “Kau perlu makan, aku tahu kau
sangat lapar.” Kyuhyun menegaskan kata lapar. Lapar dalam artian lain. Bukan
makanan. Channie memerah mendengar ini.
“Aku juga sangat lapar.” Kyuhyun menahan nafasnya sejenak, “Jadi, aku juga
ingin makan terlebih dulu. Ayo.” Channie tergagap, tidak bisa menjawab
Kyuhyun. Kyuhyun segera mengambil handuk yang tak jauh dari tempatnya
dengan Channie. “Kau lepas sendiri pakaianmu, atau aku yang lepaskan?”
Channie seketika merengut dan menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun malah
menunjukkan smirknya. Apa dia bodoh, membiarkan Kyuhyun membuka
pakaiannya.
“Jangan harap.” jawab Channie tegas, namun terdengar sedikit gugup, Kyuhyun
hanya mengedikkan bahunya. Ia sangat maklum, Channie bersikap seperti ini
padanya. Ia pantas mendapatkannya, setelah apa yang ia lakukan tadi. Sial. Dia
sangat merasa bersalah pada gadis di depannya ini. Hatinya terasa nyeri
kembali.
“Baiklah, aku akan ganti baju di kamar. Kau tetap di sini.” Kyuhyun kemudian
keluar dari kamar mandi ini, dengan keadaan menahan segala hasratnya
termasuk dengan menahan sakit di pangkal pahanya. Ini sangat. Menyiksa.
Channie ternganga melihat Kyuhyun seketika langsung menyetujui apa
keinginannya, biasanya juga mereka berdebat. Tapi, ia melihat keadaannya
yang basah kuyup. Dan, ya ampun. Channie menatap seluruh tubuhnya sendiri
di depan kaca yang ada di dalam kamar mandi ini. Terlihat begitu jelas, segala
lekuk tubuhnya. Wajahnya seketika memerah mengingat reaksi raut wajah dan
sikap Kyuhyun saat menatapnya tadi. Ia masih ada di depan kaca, tiba-tiba
pintu terbuka, Kyuhyun datang dengan handuk melilit bagian bawah tubuhnya,
dada telanjang dan rambut basah. Dia sangat terlihat panas, tampan dan juga
masih tampak bergairah. Channie, terpesona, lagi-lagi. Ia menahan nafasnya
sejenak.
Channie memalingkan wajahnya, ia tidak mau Kyuhyun tahu, wajahnya merona
ketika melihat wajah pria itu. Kyuhyun mendekat, ia semakin gugup. Mau apa
pria ini.
“Ini. Pakailah.” Kyuhyun menyerahkan pakaian untuk Channie, “Termasuk
pakaian dalamnya. Aku tidak ingin kau sakit, hanya karena bra dan celana
dalam mu itu basah.” Kyuhyun menyerahkannya pada Channie, dan dengan
cepat Channie meraihnya tanpa pikir panjang, tanpa menatap wajah Kyuhyun.
Sungguh, ia tahu kalau pipinya sudah sangat merah.
Sialan, Kyuhyun. Mengatakan kalau celana dalamnya basah, seolah bukan
karena air, melainkan karena rangsangannya tadi saat berciuman. Dasar, pria
gila. Kenapa selalu saja membuatnya merona, ketika menyangkut hal paling
pribadi.
“Cepat. Aku tunggu di ruang makan. Jangan membantah.” Kyuhyun pergi dan
meninggalkan Channie yang menatap pakaian dalamnya. Bagaimana bisa, pria
itu berpikir sejauh ini. Apa dia juga sering melakukan ini, pada wanita yang
selalu ia tiduri. Mengambilkan pakaian dalam. Channie tersenyum masam. Dan,
bagaimana bisa ia menolak segala pesona pria ini. Kau dalam bahaya, Channie.
***
Channie melangkah dengan ragu menuju ruang makan yang terletak tak jauh
dari pantri dapur bersih mereka. Ia melihat Kyuhyun yang terlihat sibuk, apa
yang pria itu lakukan? Memasak? Yang benar saja. Pria macam Kyuhyun bisa
memasak? Tapi, pria ini terlihat lain dengan Tshirt hitamnya. santai namun
tetap tampan dan mempesona.
130627-kyuhyun
Kyuhyun menoleh dan mendapati Channie yang sedang berdiri— menatapnya.
Nafasnya berhenti, sejenak. Terpesona. Ternyata Channie memakai apa yang
Kyuhyun berikan tadi. Dia merasa senang Channie menurut padanya, entahlah
ia juga tidak tahu kenapa perasaannya senang selain melihat Channie memakai
mini dress yang ia pilihkan. Terlihat begitu cantik— dengan rambut panjangnya
basah yang sedikit kering dibiarkan terurai, wajah polos tanpa make-up dan
pipi memerah natural tanpa bluss-on. Sialan kau Cho Kyuhyun. Hanya
menatapnya saja, celana mu mengetat. Kyuhyun kemudian mengalihkan
tatapan—terpesonanya pada Channie dengan makanan yang sudah ia siapkan.
Maksudnya, sudah tersedia di dalam lemari es super besar dan juga dalam
mickrowavenya.
Channie sebenarnya ingin menawarkan bantuan, saat Kyuhyun sibuk menata
makanan serta beberapa alat makan mereka. Tapi, ia canggung. Entah kenapa,
tadi tatapan Kyuhyun seakan membuatnya ada yang salah dari dirinya. Aura
dingin di sini juga mengingatkannya agar tidak membantu Kyuhyun. Tak lama
kemudian, Kyuhyun sudah selesai menyiapkannya. Seketika, Channie
merasakan perih di perutnya. Ia lapar, tentunya untuk makanan. Terlintas di
benaknya sebuah pertanyaan. Apa Kyuhyun selalu menyiapkan makan malan
seperti ini? Seakan, Kyuhyun sudah terbiasa menyiapkan makanannya sendiri.
Ini di luar dugaannya.
“Bibi Han selalu menyiapkan makanan. Jadi, tinggal menghangatkannya saja.”
kata Kyuhyun sambil menarik kursinya, seolah tahu apa yang ada di benak
Channie. “Aku tidak pernah membangunkan Bibi Han, tengah malam. Jadi, aku
selalu menyiapkannya sendiri, kalau aku lapar tengah malam.” lanjutnya. Ia
tahu, apa yang kau pikirkan, Park Channie. Batin Channie meringis.
“Ayo, makan. Kau, belum makan kan sejak kau pergi dari sini. Tadi.” Kyuhyun
menegaskan katanya. Benar. Ia memang belum makan. Ia tidak nafsu jika
mengingat kejadian di Club tadi. Duduk perlahan, menatap makanan yang
memenuhi meja ini. Channie, menatap Kyuhyun yang mulai menyumpitkan
kimbab ke dalam mulutnya. Ia terlihat sangat lahap.
Channie yang melihat Kyuhyun dengan lahap memakan makannya, hatinya
kemudian berdesir. Ia merasa bersalah mengingat kelakuannya tadi. Kenapa, ia
bersikap kekanakan dan marah-marah. Wajar, Kyuhyun seorang pria—yang
bergairah, pasti memerlukan kebutuhan biologisnya. Bahkan, sebelum
mengenalnya, Kyuhyun selalu menghabiskan waktunya bersama wanita-wanita
itu. Dan, sesuai perjanjiannya memang Kyuhyun tidak harus tinggal dengan
Channie, kecuali akhir pekan, kan? Lalu sikap Channie yang kekanak-kanakan—
dengan marah dan cemburu yang tidak-tidak tadi, bagaimana? Apa ia pantas?
Channie merasa malu, mengingat itu semua. Tapi, aku istrinya, kan? Bukan
sesungguhnya, Channie. Ia sibuk beregelut dengan pikirannya sendiri.
Kyuhyun menghela nafas panjang sambil menatap Channie, “Aku tahu, bibirmu
itu sangat enak dan manis. Gunakan untuk makan, sekarang. Aku mohon. Dan,
jangan mengigitnya.” geram Kyuhyun. Menahan agar ia tidak menghentikan
makannya, kemudian melumat bibir Channie, hingga lemas.
Channie baru sadar ia tidak sengaja menggigit bibirnya, kemudian perlahan ia
menghentikan aksinya. Mengalihkan pandangannya dengan menatap makanan
yang ada di depannya. Ada beberapa makanan kesukaannya. Bibi Han tau apa
saja yang ia suka. Ah, tidak. Tidak mungkin. Hanya kebetulan saja, beliau
memasak ini semua.
Channie segera membereskan peralatan makan mereka, setelah makan malam
ini sudah selesai. Makan malam dalam diam—keheningan, bersama Kyuhyun.
Untuk pertama kali. Pertama kali.
“Jangan dibereskan. Biarkan saja, Bibi Han yang akan membereskannya.”
cegah Kyuhyun masih yang masih duduk di kursinya. Channie, sepertinya tidak
mengindahkannya.
“Aku sudah terbiasa melakukannya, selagi di rumah dulu.” kata Channie sedikit
jengkel.
“Aku tahu. Tapi sekarang, aku ingin bicara.” sergah Kyuhyun. Channie langsung
menatapnya, dan mereka berpandangan. Channie menelan ludahnya, gugup.
Tatapan Kyuhyun seolah bisa membuatnya seperti es batu yang langsung
mencair.
“Setelah aku mencuci—“
“Tadi itu semua tidak seperti yang kau lihat.” potong Kyuhyun cepat sebelum
Channie beralasan ingin menghindarinya. Raut wajah Channie berubah
seketika, dia tahu Kyuhyun akan membahas hubungannya tadi, ralat
percumbuannya. Hatinya meringis pedih.
Kyuhyun berdiri. Mendekat, berjalan menyebrang ke arah Channie yang masih
berdiri mematung. Channie berusaha mengatur pernafasannya yang mulai
tidak teratur. Sangat ingin sekali ia memeluk tubuh yang kini berdiri tidak jauh,
di depannya ini. Menangis puas di dada pria itu, mengadu kenapa sesulit ini
menjalani kehidupan bersama dia, di saat ia sudah tidak bisa jauh lagi dari pria
ini.
“Ya Tuhan, seandainya kau tahu, Park Channie.” desah Kyuhyun, Channie
melihat ada guratan penyesalan di wajah pria ini. Hatinya terasa perih,
mengingat hal tadi—Kyuhyun di club, tapi melihat wajah malaikatnya dengan
tatapan penyesalan. Ia yakin, ada hal yang Channie tidak tahu.
“Jangan membahas itu lagi,” ujar Channie pelan. “Aku tidak ingin
mengingatnya dan membahasnya lagi, itu semua—“ Channie menahan
nafasnya sejenak. Itu semua, hal baru dalam hidupku dan sangat menyakitiku.
Menyukai bahkan mencintai pria sepertimu—yang sangat mudah bermain
wanita di tempat tidur. Batin Channie. Ia menunduk, matanya memanas. Dan,
tidak ingin menatap sorot mata Kyuhyun. Ia menjadi lemah karena ini.
Kyuhyun tahu ini akan menyakiti Channie, lihatlah sekarang. Channie terlihat
sangat terluka, hingga ia tidak menatap Kyuhyun. Dengan reflek, Kyuhyun
bergerak lebih dekat ke arah gadis ini. Hingga ia bisa mencium aroma Channie
yang sangat ia gilai.
“Kau harus tahu. Kenapa, aku melakukan itu.” tegas Kyuhyun, Channie
menggeleng pelan.
“Tidak, tidak perlu. Aku tahu, sikapku tadi berlebihan. Aku marah tanpa
memandang, aku ini siapa. Status istri memang hanya status saja. Aku tidak
berhak melarangmu. Bahkan, aku marah? Maaf karena sikap kekanak-kanakan
ku tadi. Dan, sesuai perjanjiannya. Kau memang berhak—“
“Tidak! Tidak!” Kyuhyun membantah. Ia menggeleng cepat, kemudian
mengusap wajahnya, gusar. “Tidak. Jangan berkata seperti itu.” lirih Kyuhyun.
Sangat frustasi.
“Ma—maaf. Seharusnya, aku tidak mencampurinya, aku tidak berhak.” mata
Channie memanas, sepertinya ia sudah tidak bisa menahan laju air matanya
yang akan segera mengalir, keluar dari pelupuk matanya. Kyuhyun menggelang
cepat, mendengar Channie meminta maaf. Itu bukan salah gadis ini. Ia tahu,
Channie menahan tangisnya. Ia membuat kekacauan yang tidak termaafkan.
Seharusnya, ia lebih menghargai Channie, sebagai istri. Ia, tahu ia sangat egois.
Tapi, ia melakukan semua keegoisannya agar, ia tetap bisa menjalankan sesuai
dengan perjanjiannya—melakukan hubungan intim, hanya di akhir pekan. Tapi,
itu sulit sekali. Mengingat hanya melihat wajah mempesona Channnie-nya saja,
ia bisa langsung orgasme? Gila!
“Aku tahu diri. Lain kali, aku tidak akan melakukannya lagi. Maaf—“ Channie
belum sempat melanjutkan kata-katanya, tubuhnya sudah di tarik dan kini
dalam dekapan Kyuhyun. Terkejut sekaligus ia tidak bisa menahan laju air
matanya, air matanya kini mengalir deras ke pipinya. Ia sedikit meronta tapi,
kedua tangan Kyuhyun semakin erat mendekapnya. Kyuhyun menyandarkan
kepalanya di dada bidangnya. Channie bisa mendengarkan detak jantung
Kyuhyun, berdetak cepat, sama seperti detakan jantungnya ini. Aroma tubuh
Kyuhyun menyatu dengan parfum, ini menenangkannya. Ia sangat suka aroma
ini. Membuatnya nyaman.
“Jangan ucapkan kata maaf pada bajingan brengsek, seperti ku.” bisik Kyuhyun
pelan, namun terdengar tegas. Ya, kau memang bajingan brengsek. Batin
Kyuhyun meyakinkan. “Jangan.” Kyuhyun menghela nafas beratnya.
Channie merasakan Kyuhyun mencium pelipisnya, puncak kepalanya dan
rambutnya. Menghirup dalam-dalam aroma dirinya, lalu pria itu mendesah
panjang. Dada Channie semakin bergemuruh. Ada perasaan bahagia ketika
Kyuhyun melakukan ciuman tadi. Dia hendak membalas pelukan Kyuhyun, tapi
ia urungkan niatnya.
Kyuhyun memaklumi Channie tidak membalas memeluk dirinya. Baginya,
sudah dapat mencium dan memeluk Channie kembali—setelah perbuatannya
di club, merupakan kebahagiaan tersendiri baginya. Kebahagiaan yang tidak
terhingga, Channie bisa menerima sentuhannya kembali. Channie-nya telah
kembali. Tidak dapat menyentuh Channie, sedikit pun, ia tidak bisa
membayangkan, akan seperti apa hidupnya. Tidak bisa. Ia butuh gadis ini, di
sisinya.
Channie sedikit terkejut, merasakan pangkal tubuh Kyuhyun yang menekan
pinggangnya, begitu keras. Apa Kyuhyun? Ya, ampun. Channie memerah. Apa
hanya seperti ini bisa membuat pria ini, bereaksi?
“Kau tahu kan? Yaa.. seperti ini…” desah Kyuhyun. Kyuhyun seakan tahu, reaksi
Channie setelah merasakan pangkal tubuhnya yang membuatnya tersiksa
menahan nyeri. Channie hendak beringsut dari dekapan Kyuhyun, tapi Kyuhyun
masih menahannya. Ia masih ingin memeluk tubuh mungil Channie. Tubuh
mungil tapi sangat berbahaya.
“Bahkan dengan wanita-wanita lain, tidak bisa bereaksi seperti ini.” bisik
Kyuhyun, terdengar sangat frustasi. Channie tidak mampu mendongak—
menatap Kyuhyun. Ia terlalu malu, untuk menampakkan pipinya yang terus
memerah. “Hanya denganmu. Ini aneh, kau tahu?”
Kyuhyun melepas dekapannya, kemudian menangkup wajah Channie dengan
kedua tangannya.
“Perlu kau tahu, “ Kyuhyun menatap dalam-dalam mata Channie, hingga
hembusan nafas mereka dapat di rasakan di permukaan kulit wajah mereka
masing-masing, “Sejak bertemu denganmu, aku bahkan tidak meniduri wanita
lain. Tidak satu pun. Aku tidak bisa.” ucapnya lirih, tegas dan tepat di depan
bibir Channie. Bodoh! Ia telah merendahkan harga dirinya dengan berkata jujur
pada gadis ini. Kau kenapa, Mr. Cho? Intinya, ia tidak ingin melukai Channie.
Channie tercengang mendengar ini. Kyuhyun masih menatapnya, dan sekarang
ia terlihat memejamkan matanya kuat-kuat disertai hembusan nafasnya yang
pendek-pendek. Channie, benar-benar tidak menduga, Kyuhyun tidak
melakukan hal yang pikirkan selama ini. Apa ini karena, dirinya? Wow. Sesuatu
yang mengejutkan baginya.
“Tidurlah—“ Kyuhyun kemudian mengecup sudut bibir Channie, dan Channie
langsung merasakan seperti ada sengatan listrik menjalar di seluruh tubuhnya.
Ia memejamkan matanya. Tapi, Kyuhyun hanya mengecupnya sekali. Saat ia
membuka mata, Channie melihat punggung Kyuhyun yang menuju ruang
kerjanya. Ia terpaku sendiri di sini. Apa dia menginginkan, ciuman lebih?
Kenapa dirinya menjadi gadis yang sangat mesum?
***
Kyuhyun menghempaskan dirinya di sofa single yang ada di ruang kerjanya.
Memejamkan matanya, dan hembusan nafasnya terengah-engah. Detakan
jantungnya masih berpacu dengan cepat. Ia menggeram hebat. Ia juga bingung
dengan apa yang barusan ia katakan pada Channie. Ia tidak ingin, gadis itu
salah paham. Ia juga tidak ingin, gadis itu mengira dia akan
mempermainkannya.
Apa-apaan itu tadi? Channie bahkan memejamkan matanya. Kalau sampai,
Kyuhyun tadi melumat bibir Channie, bisa-bisa berakhir di ranjang. Bayangan
saat ia akan melakukannya di kamar mandi, bercinta sampai ia puas dengan
Channie, sirna saat melihat sorot mata Channie yang terlihat terluka saat
Kyuhyun menyuruhnya membasuh bekas-bekas jamahan wanita sialan itu.
Sampai dia berpikir masa bodoh, dengan perjanjiannya—yang meminta
kewajiban Channie, hanya di akhir pekan. Bahkan, ia tidak peduli. Dia sangat-
sangat menginginkan Channie, lebih dari yang Channie tahu.
Bayangan wajah terluka Channie—saat melihatnya di Club, bahkan tidak bisa
hilang dari benaknya. Hingga kini. Ia sendiri tidak bisa memaafkan perbuatan
brengseknya. Padahal, memang sebelum bertemu dengan Channie, hal itulah
yang dia selalu lakukan untuk menghilangkan kepenatannya. Seks. Tapi,
setelah bertemu Channie, dunianya goyah. Gadis itu menjungkir-balikkan
dunia-nya selama ini. Apakah nanti, Channie-nya akan selalu terluka jika hidup
bersamanya? Kepalanya langsung pusing mengingat semua ini.
Kyuhyun meraih ponselnya. Menekan touchscreen-nya dengan cepat. Ia perlu
tahu, dari mana Channie, bisa mendapat Gold-card untuk masuk, ke dalam
ruangan dia di Club, miliknya.
***
Channie merasakan tubuhnya terlempar ke dalam kolam renang. Setelah ia
berhasil menguasai diri, dan memijak dasar kolam—yang hampir menepi ke
pinggir kolam. Ia terkejut, kenapa banyak orang di sini. Ada beberapa pria dan
wanita. Diantaranya, ada Jungsoo. Channie tersenyum menatap sepupunya itu,
dan saat ia akan naik tapi, seketika banyak siulan untuknya.
Channie melihat ke arah tatapan orang-orang ke tubuhnya. Beberapa pria
menatap dengan lapar, dan beberapa wanita menatap seperti mencemoohnya.
Mini dress putih—yang sangat minim, yang ia pakai, kini basah dan sangat ketat
membungkus tubuhnya yang basah, hingga lekuk tubuhnya terpampang jelas.
Ia seperti telanjang di depan banyak orang. Channie malu. Menutup bagian
dadanya dengan tangannya, sementara ia masih berpijak dasar kolam. Menatap
Jungsoo. Tapi, pria itu hanya menatapnya saja. Tidak berniat menolongnya,
keluar dari kolam. Ia perlu kain atau apa untuk menutupi tubuhnya ini.
Sorakan-sorakan, menghina bahkan melecehkannya, jelas terdengar oleh
Channie. Ia ingin menangis sekarang. Tidak adakah orang yang bersedia
menolongnya.
“Wanita murahan.” suara Juyeon mengagetkannya. Channie mendapati Juyeon
yang kini sedang mengamit mesra lengan Jungsoo. “Tubuhmu, layak jadi
tontonan. Adik ipar. Hahaha…” tawa Juyeon menyakitkannya.
Tanpa dia sadari, ada handuk putih besar yang membalut tubuh-nya yang
basah. Channie menoleh, dan yang melakukannya adalah Kyuhyun. Pria itu
dengan cepat, mengangkat tubuhnya dari kolam, menuju tepian. Dia
menggendong Channie. Channie, menatap Kyuhyun dan pria itu juga
menatapnya. Tatapannya sangat lembut dan penuh kasih sayang, membuat
dirinya menghangat. Ia meremang. Tidak pernah ia sebahagia ini. Ia merasa
perasaannya pada Kyuhyun terbalas. Dan Kyuhyun, dengan sangat pengertian
menolongnya. Channie merasakan tubuhnya di lantai, Kyuhyun
menurunkannya begitu saja sebelum Kyuhyun melumat singkat bibirnya.
Apa? Kyuhyun sekarang meninggalkannya. Channie melihat punggung Kyuhyun
menjauh. Tidak. Tidak! Channie berdiri dan hendak mengejar Kyuhyun, tapi
bayang-bayang Kyuhyun semakin menghilang. Dia kehilangan Kyuhyun.
Channie berteriak ‘Jangan. Pergi! Jangan tinggalkan aku!’ dengan begitu
terluka. Rasanya sampai ingin mati saja. Tapi, Kyuhyun menghilang. Tidak
menoleh lagi padanya. ‘Jangan!’ Channie berteriak frustasi.
“Tidak. Tidak. Jangan pergi! Jangan!”
“Channie, buka matamu. Channie. Bangun…bangun…”
Itu suara Kyuhyun? Suaranya terdengar sangat nyata dan sangat khawatir
dengannya, “Bangun….” lanjutnya lagi, lebih lembut. Channie membuka
matanya dengan nafasnya yang masih tersengal, bahkan ia berkeringat dingin.
Pertama kali, yang ia lihat adalah Kyuhyun—sangat dekat dengannya. Ia lega,
Kyuhyun ternyata masih ada.
Jadi, tadi hanya mimpi. Channie menatap lekat Kyuhyun, begitu juga
sebaliknya. Channie takut, ini hanya halusinasinya. Channie menggerakkan
kedua tangannya perlahan, menyentuh wajah Kyuhyun. Mengusapnya dengan
lembut. Memastikan Kyuhyun nyata di dekatnya. Kyuhyun memejamkan
matanya, menikmati sentuhan telapak tangan Channie di wajahnya. Ia
menahan nafasnya, menahan gejolak yang tiba-tiba muncul dari sentuhan kecil
ini. Kyuhyun membuka matanya, saat mendengar isakan Channie. Gadis itu
mengeluarkan air matanya. Menangis.
Kyuhyun meraih kepala Channie, dan menyandarkan di dadanya. “Ssshhh…
Sudah jangan menangis.” Kyuhyun menenangkan, dengan mengusap rambut
Channie kemudian mencium rambut gadis ini. Channie dalam dekapannya, lagi.
Channie tidak menjawab, ia bahkan memeluk tubuh Kyuhyun erat. Seperti
takut, Kyuhyun akan pergi meninggalkannya.
Kyuhyun terkejut dengan reaksi Channie ini. Dadanya berdebar keras. Channie
memeluknya erat. Ada rasa bahagia tersendiri dalam hatinya yang sulit ia
gambarkan. Apa sebenarnya mimpi Channie? Sebaiknya, besok saja ia mencoba
menanyakannya. Kini yang terdengar hanya isakannya yang sudah agak
mereda.
“Sshh… Itu hanya mimpi buruk. Tidurlah.” ujar Kyuhyun pelan, di telinga
Channie. Tapi, Channie menggeleng, dan semakin erat memeluk tubuh
Kyuhyun. Channie hanya tidak ingin tidur dan takut kalau mimpi itu kembali
lagi. Ia takut.
Tiba-tiba Kyuhyun membaringkannya, dan posisinya masih tetap ia dalam
dekapan Kyuhyun. Kyuhyun, jadi semakin khawatir. Apa Channie sering mimpi
buruk seperti ini?
“Tenang. Ada aku di sini. Tidurlah…” bisik Kyuhyun, lalu mencium pelipisnya.
Kyuhyun tidak mau mengambil resiko untuk melumat bibir Channie yang
menggoda, bisa fatal akibatnya. Ini saja, Kyuhyun sangat mati-matian menahan
gairahnya—untuk tidak menyerang Channie, karena wajah Channie menyeruak
di lekukan lehernya dan nafas gadis ini—yang menerpa kulit lehernya, membuat
pikirannya kacau dan pelukan Channie sangat menganggu akal sehatnya.
Channie merasa nyaman, berada dalam pelukan Kyuhyun, apalagi menghirup
aroma pria ini. Menenangkannya. “Temani aku,” pinta Channie pelan—ia tidak
menyadarinya— dan tanpa menatap ke arah Kyuhyun, terdengar memohon dan
takut sekali.
“Ya. Tidurlah. Aku akan memelukmu sampai pagi,” ucap Kyuhyun lembut
sambil menciummi rambut Channie dan berakhir di puncak kepalanya.
Membuat Channie bisa memejamkan matanya kembali. Samar-samar Channie
mendengar suara pelan Kyuhyun, “Maaf.. Maafkan, aku.”
***
Channie menggeliatkan badannya, tidak pernah ia merasakan tidur senyaman
ini—selama tinggal bersama Kyuhyun. Sepertinya ia menghirup aroma yang
sangat ia kenal. Aroma Kyuhyun, yang ia sukai. Ia juga merasakan ada yang lain
kali ini. Channie membuka matanya perlahan. Terkejut, mendapati sesosok
tubuh yang terbaring di hadapannya dan tangan Kyuhyun melingkar posesif di
tubuhnya. Benar, pria ini benar-benar, Cho Kyuhyun.
Channie menutup mulutnya, takut ia menjerit. Kenapa pria ini ada di
ranjangnya. Melihat pakaiannya sendiri, yang masih utuh. Kemungkinan
memang. Hanya tidur, saja. Channie menatap wajah tampan Kyuhyun yang
masih tidur dengan damai. Tersenyum simpul. Ternyata, pria ini terlihat polos
kalau sedang tidur, dan tetap tampan. Ia benci, mengingat wajah tampan ini
bisa membiusnya.
Kemudian, tanpa Channie sengaja, ia mengingat potongan kejadian tadi
malam. Dari mulai mimpinya sampai Kyuhyun datang. Memberi kata-kata yang
membuat ia tenang, begitu tulus dan lembut. Sedetik kemudian, Channie
menjadi sedikit takut. Apa dia mengatakan hal-hal yang aneh pada Kyuhyun.
Kau dalam masalah, Channie.
Tanpa berpikir panjang lagi, Channie berusaha lepas dari pelukan erat Kyuhyun.
Tanpa ia sengaja bagian tubuhnya menyentuh bagian bawah Kyuhyun. Rasanya
seperti tadi malam. Saat pria ini, Ereksi? Sial. Kenapa ia selalu tahu jika Kyuhyun
benar-benar dalam keadaan seperti ini. Wajahnya memerah, seketika. Belum
sempat Channie beranjak, Kyuhyun terdengar menggeram dan membuka
matanya perlahan. Channie menelan ludahnya, gugup. Pelukan di pinggangnya,
semakin erat.
Kyuhyun tersenyum samar. Ia tahu, Channie bisa merasakan pangkal pahanya,
yang bereaksi akibat bersentuhan dengan tubuh Channie. Melihat wajah polos
—cantiknya Channie sehabis bangun tidur, di pagi hari, membuat energy
tersendiri, baginya. Dan terlebih, pipi gadis ini yang selalu merona. Untuknya.
Membuat Kyuhyun selalu bergairah.
“Hmm… Begitulah,” ujar Kyuhyun serak—seksi, suara khas bangun tidur.
Menjelaskan, jika memang apa yang Channie pikirkan benar. Channie begitu
malu dan ingin lepas dari pelukan yang melilit tubuhnya ini. Kaki Kyuhyun
bahkan di topangkan di atas tubuhnya kini.
“Aku—biarkan aku bangun,” pinta Channie, sedikit meronta dari pelukan
Kyuhyun.
“Hmm…” Kyuhyun hanya bergumam malas, sambil kembali merapatkan
pelukannya pada pinggang Channie, matanya kembali terpejam—menghirup
aroma Channie dalam-dalam, aroma yang memabukkannya dan menciumi
rambut Channie. Ia tidak pernah merasakan perasaan senyaman ini, di pagi
hari. Membuat hatinya terasa menghangat.
“Apa yang terjadi, semalam hingga kau tidur di sini?” Channie sedikit gugup, ia
hanya ingin memastikan. Kyuhyun, tidak mendengar macam-macam dari
bibirnya.
“Kau yang memintaku,” desah Kyuhyun, masih enggan melepas pelukannya,
Channie ternganga, “Walau, kau tidak memintanya, aku akan tetap tidur di
sini.” lanjut Kyuhyun, tenang.
“Kau—kau tidak bisa—“
“Apa yang aku lakukan, mendengar kau berteriak di tengah malam dan
wajahmu pucat. Kau ketakutan. Yang aku bisa, hanyalah menemanimu. Itu
saja.” Kyuhyun merubah posisinya, hingga ia ada di atas tubuh Channie.
Mengunci tubuh Channie.
Benarkah? Channie terkejut mendengar ini. Apa sebegitunya ia takut Kyuhyun
meninggalkannya, tadi malam dalam mimpinya. Oh, sial! Perasaannya sudah
terlalu dalam pada pria ini.
“Baiklah. Aku akan mandi— sudah siang, takut terlambat,”
“Tidak akan di marahi siapapun, jika alasannya adalah menemaniku di ranjang,
dan menikmati pagi yang indah ini.” jawab Kyuhyun tenang, tanpa perasaan
bersalah.
“Tapi, aku tidak mau di cap sebagai karyawan yang—“
“Aku ini, Bos dari Bos, Bos Bos mu, kau tahu kan?” Kyuhyun masih betah
menatap Channie di bawahnya, tatapannya dalam. Mengamati setiap lekuk
wajah Channie. Channie mengerang, mulai lagi sikap Kyuhyun yang seperti ini.
“Aku. Tahu. Tapi—kau berat.” desis Channie, Kyuhyun tersenyum dengan
smriknya kemudian meraih kedua tangan Channie, dan menggegamnya erat
dengan satu tangannya dan satu tangannya yang lain meraih tengkuk Channie,
Kyuhyun menurunkan wajahnya hingga dekat dengan wajah Channie. Tatapan
Kyuhyun menggelap dan menyala, langsung membakar area sensitif Channie.
Sialan.
Tanpa menunggu lama, Kyuhyun memejamkan matanya, menempelkan
bibirnya, menekannya tepat di atas bibir Channie yang hendak protes akan
tindakannya. Tepat, disaat mulut Channie membuka, lidah Kyuhyun menyusup
masuk dan dengan lincah membelit lidah Channie, menyesap membuat
gelenyar itu bangkit. Membakar dan terasa panas. Kyuhyun terus melumat
kedua bibir Channie, bergantian, tergesa-gesa, menuntut dan tanpa ampun.
Membuat area sensitif Channie, bereaksi.
Channie yang berusaha melepas genggaman tangan Kyuhyun, tapi kemudian ia
pasrah karena ciuman Kyuhyun yang semakin dalam dan panas. Selalu, ia tidak
memberontak dan menikmati setiap perlakuan Kyuhyun, padanya. Membalas
lumatan-lumatan Kyuhyun, yang membuatnya melayang. Ini, sungguh sangat
nikmat. Lidah Kyuhyun dengan lihai mempermainkan lidahnya, menyusuri
setiap rongga mulutnya. Channie mendengar Kyuhyun menggeram tiap kali, ia
membalas semua perlakuannya. Tangannya kini sudah terlepas dari
genggaman Kyuhyun dan bertengger di leher pria ini, sesekali menjambak-
jambak kasar rambut Kyuhyun. Sempurna. Menambah semangat, Kyuhyun
untuk terus mengeksplorasi hasratnya pada Channie.
Kyuhyun seakan tidak peduli lagi dengan waktu, ia tahu, ia tidak pernah
terlambat ke kantor. Kalau ia tahu, nikmatnya berciuman sehabis bangun tidur,
di pagi hari dengan Channie begitu nikmat seperti ini, mungkin, ia akan
terlambat setiap hari. Sial! Bibir Channie walau ia melahapnya, mungkin
candunya tidak akan pernah habis.
“Oh, sial! Bibirmu. Ya, ampun— Channie—hhh” Kyuhyun menyalurkan rasa
bersalah, frustasinya dan perasaan yang entah ia tidak tahu apa artinya, ke
dalam ciuman panas ini. Entah sudah berapa lama mereka saling menyalurkan
perasaan masing-masing, ke dalam ciuman yang liar ini—memporak-
porandakan tatanan bed cover dan selimut di atas king zise mereka.
Channie bergeliat ketika, ciuman Kyuhyun turun ke lehernya, ke tulang
selangkanya, menciummi dan menghisapnya. Lidah Kyuhyun. Benar-benar.
Sialan. Erangan Channie kini berubah menjadi desahan. “Kyu—hhh” Kyuhyun
tidak menghiraukannya, bahkan ia semakin terbakar mendengar Channie
menyebut namanya, dalam desahan.
“Cha—Channie—“ bibir nya berpindah ke area paling sensitif Channie, di sekitar
tengkuk dan belekang telinga gadis ini. Gerakan tubuh mereka berdua sudah
tidak terarah lagi.
Tangan Kyuhyun mulai menyusup di balik tshirt longgarnya, mengusap perut
datarnya, hingga tangan Kyuhyun memainkan dadanya. Meremasnya. Channie
mendesah hebat ketika itu, dan ia frustasi, kenapa tidak bisa menghentikan ini
semua. Kyuhyun sudah sangat hafal oleh tubuhnya. Hingga bisa membuatnya
melayang seperti ini. Panas di tubuh keduanya—karena terbakar hasrat dan
gairah, serta deru nafas mereka yang memburu bersahutan, membuat gejolak
mereka semakin menggebu. Hingga, Kyuhyun sadar, kalau tidak dihentikan,
bisa berbahaya. Hey, Calm Down, Cho Kyuhyun!
Melepas tautan bibirnya, dan menarik wajahnya, kemudian menempelkan
dahinya pada dahi Channie, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Dada
mereka berdua masih naik-turun dengan cepat. Menatap Channie dalam-
dalam, Channie juga menatapnya. Seakan masih sibuk dengan pikiran masing-
masing. Kyuhyun yakin, ia akan mengambil keputusan. Setelah ini.
Kyuhyun bangun dari atas tubuh Channie, ia mengernyit menahan sakit di
pangkal pahanya. Mengusap wajahnya kasar, melirik Channie yang sedang
membenahi letak tshirtnya—berantakan akibat ulah tangannya. Pipi gadisnya
ini masih memerah. Kyuhyun sangat suka ini.
“Kau akan di antar oleh Young Min. Aku, akan berangkat sendiri karena mampir
ke apartmentku dulu. Ada arsip yang tertinggal di sana, “ jelas Kyuhyun, masih
duduk di tepi ranjang Channie. Channie hanya mengangguk, ia masih belum
mau menatap Kyuhyun.
“Dan, Channie-ya. Mulai hari ini, aku akan tinggal di sini. Bersamamu.
Termasuk, tidur satu ranjang. Denganmu.”
Channie tercengang mendengar apa kata Kyuhyun barusan, ia mendongak dan
akan mengajukan pertanyaan, tapi di luar dugaannya. Bibir lembut Kyuhyun
mengecupnya, singkat. Channie mengerjapkan matanya. Dasar. Pria mesum.
“Kita bertemu, di ruang makan. Sarapan.” Kyuhyun dengan santainya keluar
dari kamarnya. Meninggalkan Channie yang kesal sekaligus ada rasa bahagia di
hati kecilnya.
***
Channie duduk gelisah di kantornya, bagaimana tidak. Ia sibuk memikirkan apa
yang ia katalan setelah Kyuhyun datang ke dalam kamarnya, tadi malam.
Maksudnya, apa dia mengatakan hal aneh, misalnya meminta Kyuhyun jangan
pergi darinya? Hah! Ini, konyol. Belum lagi, dadanya terus berdetak dengan
cepat ketika sarapan bersama Kyuhyun. Untuk pertama kalinya mereka makan
bersama, setelah makan malam tadi malam. Dan, ia juga mengetahui Kyuhyun
bahkan tidak melakukan hal yang ia pikirkan selama ini, melakukan seks
dengan wanita-wanita nya setelah bertemu dengannya.
Sedikit menahan senyum, ia mengakui kalau ia merasakan gejolak lain di
hatinya. Ia, bahagia mendengar penjelasan Kyuhyun, tadi malam. Kyuhyun
akan tinggal di Penthouse, bersamanya? Tapi, kenapa Kyuhyun juga harus
sekamar dengan Channie. Jangan. Jangan!
“Park Channie, ada sesuatu terjadi padamu?” tanya Yura heran, melihat
Channie memerah dan kadang menahan senyum, sementara temannya ini juga
tidak melakukan pekerjaannya. Berkasnya masih utuh di atas mejanya.
Channie mengerjap, ia baru sadar setelah Yura menggoyangkan bahunya,
“Apa?” tanya Channie salah tingkah, Yura hanya menatap penuh curiga. “Yura-
ya, kau kenapa? Jangan menatapku seperti itu,”
“Kau senang sekali ya, hari ini?” sindir Yura, “Ada hal lain ya, yang membuat mu
senang, selain Sujin-Sadis itu terkena teguran keras dari Direktur kita?”
Channie terkejut mendengar apa kata Yura barusan. Apa! “Mak—maksudmu
apa?” tanya Channie.
“Astaga, Channie!” pekik Yura, selalu nyaring suara gadis mungil ini, “Kau tidak
tahu? Bahkan Sujin-musuh kita itu akan di turunkan dari jabatannya, atau di
mutasi ke luar kota.” jelas Yura, terlihat gemas menatap wajah tercengang-nya
Channie.
“Dan, yang paling membuat terkejut alasan itu semua adalah,” Yura menatap
Channie lekat, Channie merasa ini aneh. Ya, temannya ini memang aneh. “Yura,
cepat katakan!” desis Channie penasaran.
“Alasannya adalah, karena. Kau. Channie.” tegas dan jelas apa kata Yura
barusan, membuatnya berhenti bernafas, “Bayangkan, hanya karena
menyuruhmu ke ruangan CEO—tampan kita, Cho Kyuhyun, dan kau
menundanya untuk datang. Nenek Sujin langsung mendapat semua akibatnya.”
Channie ternganga. Apa! Tidak mungkin, Kyuhyun melakukan ini semua. Dasar
pria gila! Sinting!
“Tidak mungkin.” gumam Channie tidak percaya, ia pusing seketika. Ada
gejolak lain, di perutnya. Kyuhyun sangat di luar dugaannya. “Yura, bagaimana
mungkin—“
“Kurasa, sang CEO—panas dan berbahaya kita memang, tertarik padamu.”
potong Yura, mantap.
“Kau gila, Kim Yura!” Channie berusaha menyangkal. Wajahnya memerah
seketika. Yura menautkan alisnya, menatap Channie penuh minat. Temannya
ini, kemungkinan besar juga sangat tertarik pada CEO—seksi mereka. Tapi, Yura
mencium ada yang Channie sembunyikan? Apa yang Yura tidak tahu? Ia
penasaran. Dan ia akan mencari tahu jawabannya. Channie sangat mudah di
tebak, olehnya.
“Channie, kau juga tertarik kan, pada CEO, kita?” tuntut Yura, “Ada yang kau
sembunyikan? Ayolah, setelah kejadian menggemparkan di Hall—tempat
pertemuan dulu. Saat, kau pingsan, Cho Kyuhyun dengan suka rela
menggendongmu. Dia, seperti tidak ingin pria lain menyentuhmu. Dan—“
“Yura. Stop!” Channie merasa dirinya terancam. Sialan, Kim Yura, dia selalu
tahu apa yang ia sembunyikan. Apa gadis ini, mempunyai indra ke-enam?
Channie berusaha menormalkan raut wajahnya—yang masih tampak gugup,
“Perutku sakit. Aku ke toilet dulu.” Channie langsung bergegas meninggalkan
Yura yang ternganga, tidak percaya. Tebakannya benar! Channie, ada hubungan
dengan CEO—panas dan seksi, yang ia kagumi. Cho Kyuhyun. Tubuh Yura
seketika bergetar. Shock!
***
Donghae menghela panjang nafasnya. Ia menggelengkan kepalanya. Putus asa.
Percuma, ia menerangkan pada Kyuhyun, tapi pria ini terus saja tersenyum—
aneh menatap layar ponselnya dan kadang menerawang—sambil menggosok
bibirnya dengan jari panjangnya. Gila! Ada yang tidak beres dari otak seorang
Cho Kyuhyun, hari ini.
Tidak biasanya, Kyuhyun seperti ini. Pasti terjadi sesuatu padanya? Atau ini
menyangkut, Channie. Wajah Kyuhyun juga terlihat, berseri-seri. Temannya ini,
sedang berbunga-bunga rupanya. Menggelikan.
Tidak disangka-sangka, Kyuhyun melibatkan hatinya dalam permainannya
sendiri. Lucu. Ia harus bertanya pada Kyuhyun. Apa dia sudah berhasil, di
ranjang dengan Channie? Donghae cukup terkejut, Kyuhyun mengejar Channie
tadi malam, ia mengira Kyuhyun akan membiarkan gadis itu, pergi begitu saja.
Di tambah lagi, saat Kyuhyun memeluk erat Channie, setelah berhasil
menangkap tubuh gadis itu, terlihat Kyuhyun sangat takut kehilangannya. Ya,
ampun. Kyuhyun sudah memasuki, zona berbahaya.
Donghae kemudian menghardikkan bahunya, ke arah Minhyuk yang ada
bersamanya, di ruangan CEO mereka. Cho Kyuhyun, yang kini sedang sinting
dan aneh setelah aksi mencengangkan di Club, tadi malam.
Minhyuk, meraih map dan menatap layar datar yang ada di tangannya,
“Hyung.” panggil Minhyuk pada Kyuhyun, Kyuhyun hanya menatapnya sekilas
seperti menanyakan ‘Ada, apa?’ dari raut wajahnya.
“Aku akan membacakan, beberapa ketentuan perjanjian, yang sudah di revisi
antara perusahaan yang akan bergabung dengan Cho Enterprises Holding Inc,
dan beberapa perusahaan yang telah diakusisi dalam tiga bulan terakhir. Lalu,
mengenai Pulau buatan yang akan segera selesai, dalam waktu dekat ini.
Jonghyun mengatakan semua aman dan walau kemungkinan banyak pro dan
kontra tapi Donghae hyung dan aku bersama—“
Minhyuk tercengang ketika Kyuhyun mulai dengan sikap—anehnya lagi.
Minhyuk mengerang, frustasi. Lagi, lagi. Pria di depannya ini tidak fokus. Ya,
Tuhan! Seandainya ia punya kekuatan untuk menendang pantat, Kyuhyun. Ia
akan lakukan, kalau saja pria yang sudah sinting di depannya ini bukanlah, BOS
besar-nya. Donghae tersenyum melihat sepupunya ini frustasi.
“Hyung—aku,”
“Dia sedang kasmaran, kau tahu?”
“Tssk! Walau aku juga tengah kasmaran, aku juga tidak sesinting dia, sampai
tidak menganggap ada orang, nyata di depannya!” desis Minhyuk, lalu merubah
raut wajahnya, seketika. Sialan. Dia baru saja mengatakan, rahasianya?
Donghae menautkan alisnya.
“Kau—kau dengan—” Donghae menatap sepupunya dengan senyum jahil,
“Sudah ku duga,” Donghae tersenyum miring. Baguslah, tinggal dia kini yang
belum mempunyai tujuan, untuk hatinya. Sudah cukup, ia patah hati sekali oleh
seorang gadis, yang kini bahkan sudah menikah dan mempunyai seorang anak.
Sialan. Dia tidak harus mengingat masa lalunya. Lagi. Ini salah, Kang Minhyuk!
“Ya! Kerja dengan benar, Kang Minhyuk! Dan, ingat. Jangan bermesraan,
dengan Soojung. Di depanku! Kalau itu terjadi. Aku akan menghilangkan dua
bolamu.” ucap Donghae tenang namun tegas. Kenapa dengan Hyung-nya ini?
Aneh sekali. Minhyuk melihat, ada rasa iri di raut wajah tampan kakak
sepupunya ini. Menggelikan. Minhyuk menahan senyum, mendengar ancaman
Donghae.
“Hyung, aku belum resmi. Aku dan dia masih—“
“Ah, sudahlah.” potong Donghae, sebal. “Kau tetap di sini. Tunggu, dia sampai.
Sadar.” ujar Donghae sambil menatap Kyuhyun, kesal. “Aku ada urusan,
sebentar.” Donghae kemudian meninggalkan ruangan ini, tinggal dirinya dan
seorang yang masih—sinting, di depannya.
Bunyi ponsel, mengagetkan Kyuhyun yang masih menikmati lamunan dan juga
fantasinya. Tsk! Mengganggu sekali. Menekan, kasar dan ia berteriak, “Ya, Young
Min!” Kyuhyun mengernyit, “Hmm, Sudah beres? Ya, termasuk pakaian kerjanya
sudah di pindahkan? Okey! Bagus!” Kyuhyun mengakhiri percakapannya, tanpa
salam. Ia bahkan tidak sadar, Minhyuk menatapnya dengan kesal.
“Oh, Donghae mana?” tanya Kyuhyun saat menyadari Minhyuk hanya sendiri di
sini, lalu Donghae sejak kapan keluar dari ruangannya? Dan, sial. Berapa lama
dia melamun? Terlihat Minhyuk menatapnya dengan kesal, itu berarti dia,
lumayan. Lama.
“Menurutmu?” jawab Minhyuk memutar bola matanya, kesal. Ada CEO seperti
dia?
“Aku—aku tadi hanya—“ Belum sempat melanjutkan penjelasannya, ponselnya
kembali berdering. Nama Channie, tertera di layar datarnya. Tiba-tiba,
jantungnya berdebar dengan kencang.
“Ya,” jawabnya dengan nada dibuat tidak peduli-nya, padahal sebaliknya.
Minhyuk hanya mencibir menatap raut wajah Kyuhyun yang menggelikan.
“Apa yang kau lakukan pada, Nona Sujin?” geram Channie. Oh, soal itu.
Kyuhyun mengira, Channie akan mengajaknya makan siang, terlebih dulu.
Ternyata, dia salah besar.
“Kau hanya bertanya soal, nenek sihir itu.” jawab Kyuhyun, ketus.
“Ya. Dan, kau tahu, semua orang memandang aneh padaku. Apa hanya karena
kemarin aku menga—“
“Channie, kau tahu. Dia, memang memberitahu mu, tapi salahnya, kau tidak
segera beranjak. Maka, dari itu. Dia. Bersalah.”
“Kau—kau bilang, apa?” Channie terdengar kesal, dan itu sangat Kyuhyun sukai,
pasti Channie bertambah cantik dan menggairahkan. Celananya mengetat
hanya dengan membayangkan wajah Channie. Brengsek, sekali kau Cho
Kyuhyun.
“Aku bilang, jika semua yang menghalangi jalanku, untuk bertemu atau
berhubungan dengan mu. Terhambat. Maka, tahu sendiri akibatnya.” jelas
Kyuhyun, terdengar dia seperti seorang psycopat. Ini, konyol memang. Dan,
Kyuhyun melihat Minhyuk sedang menahan senyum. Senyum mengejek? Oh,
kau akan tahu akibatnya, Kang Minhyuk!
“Mr. Cho Kyuhyun, yang terhormat. Aku tahu kekuasaan mu itu sangat—“
“Nah, itu kau tahu, Nona Park—yang bermulut manis dan berbahaya,” potong
Kyuhyun cepat, “Dan, kalau kau mendebatkan masalah tidak penting ini lagi.
Aku akan benar-benar memecat, Kim Sujin dari perusahaan ini.” lanjut Kyuhyun
dengan tegas. Ia tidak tahu, wajah Channie yang ternganga mendengar kegilaan
Kyuhyun. Kenapa ada manusia, sejenis Cho Kyuhyun. Dan, apa kata Kyuhyun
barusan? Mulut manis dan berbahaya?
“Kau, benar-benar—“ sambungan telepon langsung di akhiri oleh Channie.
Kyuhyun tersenyum miring. Baiklah, nanti Kyuhyun akan mengajak Channie
makan siang. Kalau dia menolak? Dia punya rencana khusus, membuat semua
Channie tidak bisa berkutik.
Kemudian Kyuhyun mengetik pesan, ‘Maka dari itu. Menurut padaku, Mrs. Cho.
Bekerja dengan baik. Dan patuhi apa kata Bos-mu ini.’ Kyuhyun tersenyum
setelah mengetik pesan ini. Pasti pipi Channie langsung merona, membaca Mrs.
Cho.
“Baiklah, aku akan pergi—“ desah Minhyuk. Tidak ada gunanya di sini. Lebih
baik, ia bertemu dengan Soojung-nya. Ah, ya ampun. Dia sudah merindukan
gadis cerewet itu.
“Hey! Kau belum menjelaskan perihal—“
“Aku dan Donghae Hyung bahkan sudah menjelaskan. Tapi, kau sedang sibuk
berfantasi dengan Istri—yang membuat mu tergila-gila. Jadi, lebih baik. Aku
menungu waktu yang tepat, hingga kau sudah sadar. Dan siap untuk meeting.”
Minhyuk tidak menggubris Kyuhyun yang berteriak frustasi memanggilnya.
Masa bodoh, ia tetap menuju pintu keluar.
Belum sempat mengumpat untuk Minhyuk, ponselnya berbunyi lagi. Ia meraih
ponselnya, tentunya dengan wajah yang masih terlihat kesal, “YA!” ia berteriak
pada Ryeowook.
“Ryeowook! Kau tahu, kan aku masih akan sibuk dengan proyek Pesawat dan
juga Ponsel? Ya. Suruh Changmin tetap di Manhattan, dan Jonghyun masih
dengan Pulau buatan. Dia ke Jeju, besok. Iya! Kapalnya akan sampai sebentar
lagi? Bagus. Pulau buatannya, ada masalah sedikit? Sungmin Hyung bisa
melacaknya, segera. Okey.”
Kyuhyun memijit kedua alisnya. Ia pusing seketika. Belum sempat ia beranjak,
pesan dari Donghae membuatnya membaca dua kali. “Wanita-mu yang kemarin
malam. Ada di ruanganku. Dia gila dan mengamuk. Tapi, sudah aku bereskan.
Jaga dirimu,” Kyuhyun mencibir membaca kata terakhir Donghae. Jaga dirimu?
Dasar ikan sialan.
Ia melihat ponselnya. Channie belum membalas pesannya. Apa dia sedang
sibuk? Kyuhyun kembali ke mejanya. Menyalakan laptopnya—mencari CCTV
khusus di ruangan Channie. Oh, dia memang bekerja. Lalu kenapa tidak
membalas pesannya. Belum sempat Kyuhyun akan menelpon Channie, telepon
di mejanya berdering.
“Ya, Jihye. Apa? Dari siapa? Park Jungsoo? Baik. Sambungkan.” Kyuhyun tidak
menyangka. Jungsoo? Sepupu sekaligus pria yang—masih atau tidak di cintai
oleh Channie-nya. Ada apa?
“Selamat siang,” sapa Jungsoo dari seberang, Kyuhyun membenahi letak
duduknya. Ia mempunyai firasat, ini ada hubungannya dengan Channie.
“Selamat siang,” jawab Kyuhyun dengan nada dingin.
“Maaf, aku menganggumu.” ujar Jungsoo. Sangat! Batin Kyuhyun, “Erm, aku
sebenarnya ingin bicara dengan mu. Apa kau ada waktu?”
Tepat! Benar sekali dugaannya, pikir Kyuhyun. “Kapan? Tentang apa?”
jawabnya masih sama dengan nada dingin. Sejak, ia tahu pria ini memiliki hati
Channie. Ia sudah tidak menyukai pria yang menurutnya, memang tampan dan
berkharisma. Apalagi, Channie memeliki rasa pada pria ini. Ada apa dengan
dirinya?
“Ini, tentang adikku, Channie…” jawab Jungsoo sambil menghela nafas
panjangnya, “Kau bisa, siang ini? Kalau kau tidak bisa. Aku bisa untuk datang—“
“Aku bisa siang ini. Di mana? Dan, Channie kenapa? Dia sehat-sehat saja buk—”
“Ya. Dia sehat. Ini bukan tentang, kesehatannya,” potong Jungsoo. “Baiklah.
Tempatnya, terserah padamu saja. Kau kirimi aku pesan. Nomor ponselku ada
di panggilan ini.” lanjutnya Jungsoo, “Baik. Nanti aku kirim pesan untukmu,”
lanjut Kyuhyun.
“Erm, Terima kasih.” dan Kyuhyun pun menutup sambungan teleponnya
sebelum ia mengucapkan salam terima kasih juga. Ini menyebalkan, kan?
***
Di tempat lain, dua orang perempuan sedang berbincang-bincang serius.
Dengan senyum tenang, perempuan satunya itu menanggapi segala umpatan
tidak jelas dari lawan bicaranya—wanita berambut pirang.
“Ini kan, gadis yang mengacaukan segala keinginanmu?” sambil menyodorkan
foto Channie.
“Kau mengenal dia? Gadis ini. Memang benar-benar. Brengsek.” geramnya,
marah.
“Kau bisa menemuinya, di kantor Cho Kyuhyun. Dia, bekerja di sana. Aku, hanya
tahu dari temanku. Katanya, gadis itu memang suka menggoda kekasih orang.
Selain, dia juga murahan. Menjual diri hanya demi uang.” katanya tegas dan
penuh dengan dendam. Sudah cukup, pernikahannya dengan lelaki pujaannya
di tunda yang entah mengapa menjadi kan alasan pekerjaan untuk hal ini. Lalu,
ia akan di mutasi ke bagian lain, dan di luar kota Seoul. Brengsek!
“Benarkah? Tidak menyangka. Wajah polosnya, benar-benar menipu. Baiklah,
aku akan menemuinya. Akan aku buat dia sedikit menyesal, telah mengganggu
kesenanganku.”
“Begitu, lebih baik. Aku juga tidak menyangka, dia menjerat semua pria dengan
wajah sok polosnya itu. Memuakkan.” matanya menyala, penuh dendam.
“Juyeoon-ssi, terima kasih. Atas informasinya.”
“Sama-sama. Senang berkenalan denganmu. Jieun-ssi.”
***
Channie beserta Yura dan beberapa karyawan lainnya, mulai masuk ke dalam
lift—waktu pulang kantor. Walau banyak orang dan Yura tetap berceloteh di
sampingnya. Tapi, pikirannya tidak fokus. Tertuju pada, Cho Kyuhyun. Bahkan,
beberapa pesan Jungsoo, ia hanya membalasnya dengan singkat-singkat.
Channie tidak habis pikir, Kyuhyun benar-benar membuatnya bingung. Setalah
kejadian tadi malam—termasuk Kyuhyun akan tidur sekamar dengannya. Ini
membuatnya, berdebar. Lalu, dimana Kyuhyun sangat tidak masuk akal,
dengan ‘menghukum’ Sujin—supervisornya karena dia, Channie tidak menuruti
apa perintah Kyuhyun. Gila. Dan, setelah pesan yang menyebutnya Mrs. Cho,
membuatnya ingin tersenyum senang, tapi ia urungkan. Ia kesal. Kyuhyun juga
tidak mengingatkan dia, tentang makan siangnya. Biasanya, pria itu selalu
memberi pesan. Untuk. Makan!
PING!
Pintu lift terbuka, dan ia belum mendapat pesan dari Kyuhyun, sejak pesan tadi
dengan Mrs. Cho. Pulang bersama siapa dia? Kenapa Kyuhyun juga tidak
mengabarinya? Young Min juga. Lalu ia bagaimana? Channie berjalan beriringan
dengan Yura, kemudian berpisah—di depan loby ketika Yura ketika tiba-tiba
Yura mendapat pesan, dan pergi dengan cepat.
Channie menunggu di luar loby dengan tidak memperhatikan sekitarnya. Ada
sepasang mata yang mengawasinya. Kemudian, mendekat ke arahnya.
“Park Channie,” Channie yang merasa ada yang memanggilnya, segera mencari
ke sumber suara. Hanya menoleh saja, dia sudah bisa melihat sesosok wanita
yang dengan tubuh tinggi, langsing, dan pakaiannya, lumayan seksi. Lumayan,
cantik. Tapi, tatapannya tajam, menatapnya.
“Anda—memanggil, saya?” tanyanya ragu. Channie tetap di tempat. Lalu wanita
itu, maju selangkah mendekatinya. Ia seperti pernah melihat wanita ini. Tapi
dimana? Demi Tuhan. Dia. Wanita sialan itu, kan?
“Sudah ingat, aku siapa?” ujarnya sinis. Menatap Channie, dari atas sampai
bawah dengan tatapan mencela. Channie, kemudian mencoba untuk tidak
terintimidasi oleh wanita murahan di depannya ini.
“Ada, urusan apa? Mencariku.” wanita itu mendekat, lagi. “Hah? Kau bilang ada
urusan apa? Kau bodoh atau apa. Brengsek!” seketika tubuh Channie terdorong
ke lantai, wanita ini mendorongnya, sekitarnya menjadi riuh dengan orang-
orang yang menatap Channie dan Jieun. Jieun setengah menunduk, sambil
tersenyum sinis menatap Channie yang sepertinya kesakitan akibat
dorongannya tadi—kakinya sedikit nyeri. Dadanya bergemuruh. Marah dan
seperti di lecehnya oleh wanita semacam ini. Bukan salahnya, kan? Kalau
Kyuhyun meninggalkannya, untuk mengejar Channie.
“Bagaimana? Malu kan rasanya? Marah?” ujar Jieun lagi. “Kau membuatku,
kehilangan Kyuhyun! Kesempatan yang aku tunggu. Hilang gara-gara kau hadir!
Brengsek! Kau tahu, kau lebih brengsek dari wanita murahan manapun!”
Plak! Channie menampar dengan kekuatan penuh. Matanya memerah, karena
amarahnya. Sialan benar wanita ini. Dia ingin menangis. Tapi, tidak mungkin di
depan pelacur ini.
“Kau—Berapa harga kau jual diri kepada, Cho Kyuhyun!” teriak Jieun. “Tutup
mulutmu! Kau wanita pelacur! Kyuhyun tidak sudi, menidurimu!” Sementara
Jieun, dia menggeram. Marah. Tangannya hendak mendorong Channie lagi, tapi
Channie bisa menahannya—walau keadaannya masih duduk di lantai, dan
Jieun tidak kehilangan akal, ia akan menampar gadis yang membuat
kesempatannya hilang ini. Menggerakkan tangannya, untuk menampar
Channie. Tapi tiba-tiba tangannya di tahan oleh seseorang.
“Kyu—hyunhh…” gumam Channie dengan nafasnya yang berat. Kyuhyun
menahan tangan dan menatap marah ke arah, Jieun. Kemudian tatapannya
beralih kepada Channie, membuat hati Channie, berdesir. Jantungnya berdebar
cepat. Ada tatapan terluka, ke arah Channie. Tidak. Ini bukan salah Kyuhyun
kan, jika wanita ini menginginkannya. Semua wanita menginginkan, dia. Cho
Kyuhyun.
“Kau urus wanita ini.” Kyuhyun menghardikkan bahunya, ke arah dua orang
pria berpakaian hitam di belakangnya. Wajah Jieun nyaris pucat. Dia
menggeleng cepat.
***
Channnie berusaha mengatur hembusan nafasnya agar tidak terdengar mirip
desahan, dan debaran jantungnya ini, benar-benar sialan. Jarak antara
wajahnya dengan wajah Kyuhyun dekat sekali. Hingga ia bisa mencium aroma
Kyuhyun, yang memabukkan. Sekaligus ia sukai. Apalagi pipinya, pasti
memerah dengan sendirinya. Channie benci reaksi tubuhnya yang berlebihan
jika menyangkut, Kyuhyun.
Kyuhyun mengernyit tiap kali Channie membasuh luka cakaran kuku wanita
sialan itu—Jieun, yang tadi tiba-tiba hendak menyerang Channie. Seperti orang
yang kerasukan arwah atau apa, Jieun benar-benar marah, dan gila tadi. Hingga
Kyuhyun menahannya dan terkena cakaran yang hendak di tujukan untuk
Channie, kalau Kyuhyun tidak sigap, mungkin pipi Channie sudah tergores luka,
mengerikan ini. Sepertinya sengaja, Jieun mengukir kukunya menjadi lancip.
Untuk melukai Channie.
“Ssshh—hhh Channie,” Kyuhyun merasakan perih ketika Channie mengolesi
obat di lehernya. Sialan. Benar-benar perih. Tapi, dengan menatap wajah teduh
dan lembut, Channie. Ia bisa merasakan ketenangan. Nyaman. Dan reaksi
tubuhnya—terhadap sentuhan Channie selalu, membuatnya frustasi.
Apalagi hembusan nafas—panas Channie, menerpa lehernya. Ia menahan nafas,
untuk menghindari erangan dari tenggorkannya. Dan sialnya lagi, pipi gadis ini.
Damn! Selalu memerah. Bibirnya, juga selalu seperti memintanya untuk dilumat
habis. Brengsek! Hentikan pikiran mesummu, Cho Kyuhyun.
Gadis ini, kenapa tidak marah-marah dengannya, walaupun kata-kata wanita
jalang tadi, benar-benar membuat Kyuhyun ingin membunuhnya. Kyuhyun
tahu, di balik wajah Channie terlihat tenang—sedikit terintimidasi olehnya,
karena jarak wajah mereka yang dekat. Tersimpan kesedihan. Hati Kyuhyun
seketika seperti teriris-iris.
Akhirnya, penderitaan Channie berakhir. Ia selesai menutup luka Kyuhyun.
Penderitaan dari tatapan Kyuhyun yang terus tertuju ke arahnya, hingga
membuatnya salah tingkah. Beruntung ia bisa menyelesaikan ini. “Selesai, “
ucap Channie, kemudian ia menatap Kyuhyun dan pria itu juga menatapnya.
“Aku mandi dulu—“
Kyuhyun menahan tangannya. Channie menelan ludahnya, gugup. “Ap—apa?”
Kyuhyun menariknya hingga ia duduk di samping Kyuhyun. Channie bingung
dengan apa yang akan di lakukan Kyuhyun, padanya.
“Berbaringlah,” Apa? Kyuhyun mengatakan ia untuk berbaring? “Channie,
berbaringlah. Aku hanya melihat kakimu,” Kyuhyun menatapnya tajam. Seperti
biasa. Tidak bisa di bantah.
“Aku tidak apa-apa, kakiku hanya—“
“Channie. Menurut saja, apa susahnya. Berbaring.” perintah Kyuhyun sekali lagi.
Apa boleh buat. Ia menuruti pria—sinting ini. Channie berbaring, dan Kyuhyun
menarik kaki Channie untuk di letakkan di atas pahanya. Terlihat memerah di
sekitar pergelangan kaki Channnie. Demi, Tuhan! Gadis ini memliki kaki yang
indah. Jenjang dan— Sial. Kyuhyun terpaksa memejamkan matanya sejenak. Ini
sempurna.
Kyuhyun memanggil Bibi Han, untuk mengambilkan obat oles dan tidak lama,
Kyuhyun sudah mengolesi sambil sesekali memijit di sekitar pergelangan kaki
Channie. Channie mendesis—menahan sakit, terasa sedikit nyeri. Tapi, ia yakin
tidak terlalu parah. Setiap Channie bergeliat atau mengeluarkan suara seperti
desahan. Kyuhyun selalu menahan nafasnya. Sial. Celananya sudah mengetat.
Nyeri.
“Channie, jangan.” geram Kyuhyun, Channie sadar Kyuhyun terpengaruh. Sama
seperti dirinya tadi.
“Tahan, Channie. Ini agak sedikit sakit, tapi besok kakimu akan membaik. Aku
jamin,” ucap Kyuhyun serak. Meyakinkan Channie, “Tidak sembarang obat, kau
tahu,” gurau Kyuhyun, “ sentuhan tanganku ikut andil dalam penyembuhan
ini.”
Channie hanya mencibir mendengar ocehan Kyuhyun yang mulai percaya diri.
“Kau mencibirku, Nona Park,” Kyuhyun menatapnya, Channie mengangguk dan
menahan senyum melihat raut wajah Kyuhyun yang terlihat lucu apalagi
dengan balutan—luka di lehernya.
“Apa, ada yang lucu?” tanya Kyuhyun dengan raut wajah yang
“Ya.” jawab Channie mantap, sambil matanya melebar, “Kau, Cho Kyuhyun.”
Channie terlihat menantang Kyuhyun. Kyuhyun menarik kaki Channie dan
seketika meraih tubuhnya, untuk di dudukkan di pangkuannya. Menghadapnya.
Channie terkejut, kenapa dengan tiba-tiba ia sudah duduk di pangkuan
Kyuhyun. Kalau, Bibi Han tiba-tiba muncul bagaimana? Tatapan Kyuhyun yang
dalam dan menggelap, membuat Channie—yang tadi menahan tawa, kini
menjadi gugup dan membuatnya sulit bernafas.
“Apa sekarang, kau masih ingin menertawaiku?” ucap Kyuhyun pelan. Nafasnya
yang menerpa kulit wajah Channie, membuatnya meremang. Entah dari mana,
Channie malah menggeleng.
“Bagus,” bisik Kyuhyun kini di depan bibirnya. Dada mereka terlihat naik-turun
dengan nafas yang terdengar berat. Kyuhyun masih mengamati lekuk wajah
Channie, kemudian beralih ke bibir—yang penuh dengan candu itu. Tanpa
menunggu lama, Kyuhyun meraih wajah Channie, menekan bibirnya ke bibir
Channie. Mencecapi, dan menghisapnya. Channie yang juga menginginkan
ciuman ini, dengan segera membuka mulutnya, hingga lidah Kyuhyun bisa
leluasa memainkan dengan lincah, menautkan serta berperang dengan lidah
Channie. Tangan Kyuhyun turun, ke pinggang Channie, menekan tubuh Channie
ke tubuhnya, hingga Channie merasakan ereksi Kyuhyun yang mengeras
menyentuh area sensitifnya. Begitu pas posisi tubuh mereka. Oh, sialan.
Kyuhyun mengerang tiap kali Channie bergerak di atas pahanya. Ya, ampun!
Tubuh gadis ini, sialan!
Lumatan Kyuhyun yang tadinya intens, berubah menjadi menuntut dan
tergesa-gesa. Tetap, Kyuhyun menjadi dominan hal seperti ini, hingga Channie
kesulitan bernafas.
Terengah! Panas terasa di area sensitif mereka berdua, bahkan tubuh mereka
juga. Gairah seolah tidak pernah redup, selalu berkobar di keduanya.
Menyalurkan hasrat dan perasaan masing-masing.
Channie mencoba mengambil nafas, tapi Kyuhyun dengan cepat menangkap
wajahnya kembali, menekan keras bibirnya pada bibir Channie, hingga ia
merasakan lemas di sekujur kakinya. Tangannya ia eratkan pada leher Kyuhyun
—meremas rambut Kyuhyun pria ini. Sentuhan Channie, membuat Kyuhyun
semakin gencar melancarkan ciuman-ciumannya. Membuat Channie tahu,
betapa ia, Cho Kyuhyun. Sangat. Menginginkan. Dirinya. Termasuk, hatinya.
Semuanya.
Kyuhyun sangat ahli memainkan bibir dan lidahnya. Sialan! Perpaduan lidah,
bibir Kyuhyun yang bergerak cepat, dengan gesekan tubuh bawah dan dada
mereka berdua membuat keduanya—Kyuhyun dan Channie sama-sama
terbakar gairah. Channie mendesah tertahan di dalam mulutnya—karena
Kyuhyun terus memainkan ciuman liarnya, saat tangan Kyuhyun mengusap
kulit pahanya, hingga menemukan area sensitifnya yang basah. Ia bergeliat.
“Ya, ampun. Channie—hhh,” desah Kyuhyun ketika mengusap area itu dan
bibirnya berpindah di leher serta area tengkuknya, Channie semakin
mengeratkan pelukannya di leher Kyuhyun. Ia tidak sanggup lagi bila tangan
ahli Kyuhyun menyentuh area sensitifnya. Apalagi, bibir dan lidah Kyuhyun
bermain di leher serta tengkuknya, menghisap dan mengecupnya. Demi, Tuhan.
Pria ini mungkin, tercipta dari api. Hingga membuatnya selalu terbakar dan
panas.
“Kau sangat basah. Aku, harus melakukan apa padamu,” bisik Kyuhyun di
telinganya sambil tangannya terus mengusap—hanya mengusap area sensitif
Channie saja. Dengan bibirnya yang terus menjelajahi leher, dan tulang
selangkanya. Channie memejamkan matanya dan kadang mulutnya membuka,
menikmati sentuhan Kyuhyun. Membuat dirinya semakin frustasi.
“Aromamu, memabukkan. Sialan… ya ampun. Channie—“ desahan Kyuhyun—
di lekuk lehernya membuat Channie mengerang, “Kyu—mmphhh—“ Kyuhyun
membungkam kembali bibir—memerah Channie, melahapnya lapar. Hingga
Kyuhyun melepas tautan bibirnya, menatap Channie lekat-lekat.
Bahkan, nafas mereka berdua masih terengah. Terdengar jelas di ruangan ini.
Menambah panas gairah mereka. Rambut acak-acakan, pakaian yang
berantakan, bibir yang memerah dan dada mereka yang masih naik-turun
akibat pemanasan barusan. Membuat Kyuhyun, yakin. Satu lagi, keputusan
yang ia ambil. Memiliki Channie. Sebelum ada pria lain, yang ingin memliki
gadis—yang membuatnya gila ini. Kyuhyun mengecup singkat bibir Channie.
Posisi mereka masih sama—saat berciuman.
“Kita butuh tempat yang lebih luas,” bisik Kyuhyun di depan bibir Channie,
tatapan sendu—mereka yang masih di penuhi hasrat— bertemu. Saling
menatap, “Ya, Tuhan. Aku ingin memilikimu. Sekarang.” bisik Kyuhyun lagi.
Namun langsung membakar area sensitif Channie, kembali.
Kyuhyun tahu arti tatapan sendu Channie. Gadis ini, juga menginginkannya.
“Kaitkan, kakimu.” perintah Kyuhyun pelan, seperti desahan yang tertahan,
“Kaitkan, kakimu. Di pinggangku. Sayang.” ucap Kyuhyun sekali lagi. Menatap
dalam-dalam ke mata Channie, hingga ia merasakan kaki jenjang Channie
sudah melilit di pinggangnya.
“Bagus. Tetap kaitkan, sampai kita di kamar.” belum sempat Channie
menjawab, Kyuhyun sudah menekan keras bibirnya pada bibir Channie.
***

Fc Populer:
 ff nothin on you part 4
 nothin on you part 4
 ff kyuhyun nothin on you part 4
 cerbung kyuhyun yadong dan istrinya be nothin on you part 8
 Nothin\ with you part 4 korea indonesia
 cerita nothin on you

Bagikan ini:
 Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)

Menyukai ini:
Suka Memuat...
Terkait

Nothin’ On You Part 9


FF “Nothin’ On You” Part 9 [Kyuhyun-Channie] Story by : Deani
[@yesungcharger] Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie. Genre : Romance, Adult.
Married life. Ratting : NC-21 Ps : TYPO! Don’t Bash! Tidak suka tidak usah
membaca! Oh, ya Part ini Panjangggg bangett!! Ingat Rattingnya yaaaa…. Catet!
NC-21 Langsung saja,…
13 Januari 2016

dalam "Korean Idol"

Nothin’ On You Part 1


FF ” Nothin’ On You” [Kyuhyun-Channie] Part 1 of 2 Author : Dean Diinia /
Youngie~ (@yesungcharger) Cast : Cho Kyuhyun, Park Channie. Support
Cast : Park Jungsoo, Kim Juyeon, Lee Donghae, Kang Minhyuk, Etc Ratting …

12 Januari 2016

dalam "Korean Idol"

Nothin’ On You Part 6


FF “Nothin’ On You” Part 6 Author : Deani [@yesungcharger] Cast : Cho Kyu
Hyun, Park Chan Nie Genre : Romance/? Ratting : NC-21 Ps : Tidak suka, tidak
usah membaca! Don’t bash! TYPO! Hurrrrrrrrrr~~~ kambek lagi dengan part 6
yang pasti membosankan, seperti biasanya. Langsung saja ya, Happy
Reading~~^^…

13 Januari 2016

dalam "Korean Idol"

Simpan
Tags: Cho Kyuhyun, FF NC 21, Romance, SUPER JUNIOR
RELATED POSTS

Korean Idol

MEMORIES PART 2

BY KOREAN FC 0 COMMENTS ON 24 DESEMBER 2015

Korean Idol

It’s You Part 1 of 2

BY KOREAN FC 0 COMMENTS ON 29 MEI 2015

ABOUT THE AUTHOR


Korean Fc
MORE ABOUT THIS AUTHOR
AUTHOR 337 POSTS

Kategori
 Kekerasan
 Korean Idol
 NC21
 Oneshoot
 Romance
 Sad
 Yadong

Popular Posts
NC 21

I Dont Care You Hurt Me, Cho …

8 Author : Flyingkiss88 Tittle : I Dont Care You …

Just Want You Stay Here


5 Author : jingyodust Judul : Just want you stay here NC …

Prince and Princess of Sex

7 Author : Menantu Keluarga CHOI Judul : Prince and Princess of …

Leaving You Alone

-2 Eun Seo Min Story , Leaving You Kategori: NC …

Komentar Terbaru
 elin marlina pada Cool Husband Part 3
 Joon Park pada Story About The Second Wife Part 1
 Joon Park pada My Maid
 Joon Park pada SUMMER ON DECEMBER
 Joon Park pada LOVELORN Part 2

Romance

Dream part 3 End | FF Korea

-2 Author : Evaa_Iva Tittle : Dream part 3 End. …

Dream Part 2 | FF Korea


1 Author : Evaa_Iva Tittle : DreamPart 2 …

Dream Part 1

3 Author : Evaa Tittle : DreamPart 1 …

LOVELORN Part 1

2 Tittle: Lovelorn Cast : Chanyeol || Oh Sena (OC) …

ELEGY | FF Korean

0 Elegy With EXO’s Kim Jongin and OC’s Jacquelline Wang …

Yadong

Just Want You Stay Here

5 Author : jingyodust Judul : Just want you stay here NC …

Prince and Princess of Sex


7 Author : Menantu Keluarga CHOI Judul : Prince and Princess of …

Leaving You Alone

-2 Eun Seo Min Story , Leaving You Kategori: NC …

Kekerasan

Leaving You Alone

-2 Eun Seo Min Story , Leaving You Kategori: NC …

LOVELORN Part 3

5 Tittle: LOVELORN # PART 3 Cast : Chanyeol || …

Like Us On Facebook
© 2019 FAN FICTION KOREA

 CONTACT FORM
 DISCLAIMER
 INFORM CORNER
 SEND FANFICTION

Anda mungkin juga menyukai