0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Desa

Penelitian ini menganalisis transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Desa Ajakkang, Barru, menggunakan indikator dari Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2018. Hasil menunjukkan bahwa transparansi pada tahap pelaporan tidak sepenuhnya tercapai, sementara akuntabilitas cukup sesuai pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala desa, sekertaris, bendahara, ketua BPD, dan masyarakat desa.

Diunggah oleh

Rupina Aritonang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Desa

Penelitian ini menganalisis transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Desa Ajakkang, Barru, menggunakan indikator dari Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2018. Hasil menunjukkan bahwa transparansi pada tahap pelaporan tidak sepenuhnya tercapai, sementara akuntabilitas cukup sesuai pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala desa, sekertaris, bendahara, ketua BPD, dan masyarakat desa.

Diunggah oleh

Rupina Aritonang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Sains Riset (JSR)

p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X


[Link]

ANALISIS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS


DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA
Lidia Pratiwi (1), Nuraisyiah (2), Masnawaty S (3)
Akuntansi, Universitas Negeri Makassar, Kota Makassar
e-mail: lidiapratiwi54@[Link], nuraisyiah@[Link], masnawaty.s@[Link]

DOI: [Link]

ABSTRACT
This research aims to analyze the transparency and accountability of village financial
management in Ajakkang village, Soppeng Riaja sub-district, Barru district. The variables of
this research are transparency and accountability in village financial management which are
analyzed using indicators that have been adapted in Minister of Home Affairs regulation
number 20 of 2018 concerning village financial management. Respondents in this study were
the village head, village secretary, village treasurer, BPD chairman and village community.
Data collection was carried out using interview and documentation techniques. The data
analysis used is qualitative descriptive data analysis. The results of this research indicate that
the principle of transparency in village finances management in Ajakkang village, Soppeng
Riaja subdistrict, Barru district at the reporting stage was not fully achieved because there
were indicators that were not realized so that it was quite in accourdance with Minister of
Home Affairs regulation number 20 of 2018. Meanwhile, the principle of accountability in
Ajakkang village, Soppeng Riaja sub-district, Barru district, it is also quite appropriate at the
planning, implementation, administration and accountability stages in Home Affairs
Regulation Number 20 of 2018.

Keywords: Transparency, Accountability of accountability for village Financial management

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan desa di Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Variabel
penelitian ini adalah transparansi, akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa yang
dianalisis dengan menggunakan indikator yang telah disesuaikan dalam Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa. Informan dalam
penelitian ini adalah kepala desa, sekertaris desa, kepala urusan keuangan selaku bendahara
desa, Badan Pengawasan Desa (Ketua BPD) dan masyarakat desa. Pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan
adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip
transparansi dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja
Kabupaten Barru pada tahap Pelaporan tidak sepenuhnya tercapai karena terdapat indikator
yang tidak terealisasi sehingga cukup sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
20 Tahun 2018. Sedangkan prinsip akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di desa Ajakkang
Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru juga cukup sesuai pada tahap Perencanaan,
Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pertanggungjawaban.

Kata kunci: Transparansi, Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Desa

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 220


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

1. Pendahuluan masyarakat dan pemerataan pembangunan


Pada tahun 2014 yang lalu, Presiden sebagai komitmen pemerintah untuk
Republik Indonesia ke enam Susilo memperkuat otonomi daerah dan
Bambang Yudhoyono menegaskan desentralisasi fiskal, sehingga
Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang pembangunan dapat merata sampai tingkat
Desa. Yang berisi tentang aturan dan desa.
kewenangan yang diberikan kepada desa. Untuk mendukung pelaksanaan
Desa diberikan kesempatan untuk otonomi daerah maka pemerintah
mengurus tata pemerintahan serta membentuk Undang-Undang No 6 Tahun
melaksanakan pembangunan untuk 2014 tentang penyelenggaraan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemerintahan desa, Undang-Undang inilah
desa. Sejalan dengan itu Presiden Joko yang menjadi dasar penguat status
Widodo merancang Sembilan Agenda daerah/desa sebagai lembaga pemerintahan
Prioritas atau yang disebut dengan dan diharapkan dapat memajukan
Nawacita yang pada point ketiga disebutkan masyarakat untuk bisa memberdayakan
bahwa pemerintah bertekad membangun masyarakat didesa.
indonesia dari pinggiran dengan Menurut Permendagri Nomor 20
memperkuat daerah-daerah dan desa dalam Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan
kerangka negara kesatuan. Desa ialah semua aktivitas yang mencakup
Pada sistem pemerintahan yang ada perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,
dan berlaku pada saat, desa mempunyai pelaporan, dan pertanggungjawaban
wewenang yang penting dalam membantu keuangan desa. Problematika yang erat
pemerintah daerah dalam pelaksanaan hubungannya dengan pengelolaan
pemerintahan, termasuk pembangunan. keuangan desa yaitu adanya tindak korupsi,
Dalam pelaksanaan pemerintahan desa, penyelewengan dan penyalahgunaan dana.
dituntut adanya suatu aspek tata Maka dalam mengelola keuangan desa,
pemerintahan yang baik (Good Pemerintah Desa diharapkan menerapkan
Governance), dimana salah satu prinsip transparan, akuntabel, partisipatif,
karakteristik atau unsur utama dari Good sesuai dengan sistem akuntansi keuangan
Governance adalah akuntabilitas. pemerintah.
Akuntabilitas dapat diartikan sebagai Keuangan desa merupakan hal yang
bentuk tanggungjawab pelaksanaan misi paling penting dalam pemerintahan desa.
organisasi dalam mencapai tujuan yang Peran besar dalam pengelolaan keuangan
telah ditetapkan melalui media desa secara mandiri yang diterima oleh desa
pertanggungjawaban yang dilaksanakan harus disertai dengan tanggungjawab yang
secara periodik. besar pula. Oleh karenanya, pemerintah
Salah satu upaya pemerintah harus menerapkan prinsip akuntabilitas
melakukan percepatan pembangunan dalam tata Kelola pemerintahannya.
didesa diantaranya dengan memberikan Sehingga semua kegiatan dalam
stimuli dalam bentuk dana pembangunan, penyelenggaan pemerintah dapat
yang saat ini dikenal dengan Dana Desa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat
(DD). Dana desa yang bersumber dari desa dan pemangku kepentingan lainnya.
anggaran pendapatan dan belanja Negara Selain itu, dalam tata kelola
(APBN) dilaksanakan sebagai amanat pemerintahannya desa dituntut pula untuk
Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 menerapkan prinsip transparansi sehingga
tentang Desa. Filosofi dana desa adalah memungkinkan masyarakat untuk
upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mendapatkan kebebasan dalam mengakses

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 221


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

informasi tentang pengelolaan keuangan mengetahui bagaimana penyajian laporan


desa. keuangan anggaran dana desa yang telah
Menurut Sujarweni (2006:45) dijalankan oleh aparatur desa sehingga
Transparansi memberikan informasi masih tidak akuntabilitas. Pada tahap
keuangan yang terbuka dan jujur kepada perencanaan penggunaan anggaran dana
masyarakat berdasarkan pertimbangan desa lebih cenderung pada program yang
bahwa masyarakat memiliki hak untuk akan dilaksanakan dan dibuat oleh kepala
mengetahui secara terbuka dan menyeluruh desa sehingga pada saat musyawarah
atas pertanggung- jawaban pemerintah rencana pembangunan, toko masyarakat
dalam pengelolaan sumber daya yang yang hadir kesanya hanya sebatas untuk
dipercaya kepadanya dan ketaatannya pada mendengar.
peraturan perundang-undang. Desa Ajakkang adalah salah satu dari
Akuntansi publik adalah prinsip yang 40 desa yang ada di Kabupaten Barru. Pada
menjamin bahwa tiap-tiap kegiatan yang tahun 2021, berdasarkan dokumen
dilakukan oleh pemerintahan desa dapat anggaran pendapatan dan belanja desa
dipertanggungjawabkan kepada seluruh disebutkan bahwa besaran belanja desa
lapisan masyarakat secara terbuka. Tata pada Desa Ajakkang adalah sebesar Rp.
kelola pemerintahan yang baik merupakan [Link],09. Pemberian dana ke desa
salah satu tuntunan masyarakat yang harus yang begitu besar, dan jumlah pelaporan
dipenuhi. Salah satu pilar tata kelola yang beragam menuntut tanggung jawab
tersebut adalah akuntabilitas. yang sangat besar pula oleh aparat
Menurut Sujarweni (2006:56) pemerintah desa, khususnya di Desa
Akuntabilitas atau pertanggungjawaban Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja
(accountability) merupakan suatu bentuk Kabupaten Barru.
keharusan seseorang Berdasarkan uraian di atas, maka
(pimpinan/pejabat/pelaksana) untuk peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
menjamin bahwa tugas dan kewajiban yang dengan topik “Analisis Transparansi dan
diembannya sudah dilaksanakan sesuai Akuntabilitas Terhadap Pengelolaan
ketentuan yang berlaku. Akuntabilitas dapat Keuangan Desa di Desa Ajakkang
dilihat melalui laporan tertulis yang Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten
informatif dan transparan. Barru.
Transparansi dan Akuntabilitas 2. Metode
menjadi tuntutan yang sangat penting dalam Jenis penelitian yang digunakan adalah
pengelolaan keuangan organisasi nirlaba penelitian adalah kualitatif karena
Menurut Latrini dan Widhiyani (2017) penelitian ini bersifat deskriptif dan
transparansi dan akuntabilitas memiliki menggunakan analisis. Objek penelitian ini
hubungan yang sangat kuat dan saling adalah Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng
berhubungan satu sama lain. Riaja Kabupaten Barru. Informan dalam
Desa Ajakkang Kecamatan Soppeng penelitian ini adalah Desa Ajakkang
Riaja Kabupaten Barru merupakan desa Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten
yang memperoleh anggaran dana desa dari Barru dengan mengambil (5) orang
pemerintah pusat. Pemerintah desa informan yang terlibat dalam pengelolaan
Ajakkang memiliki kewajiban untuk keuangan desa. Dimana informan yang
menyajikan laporan keuangan yang telah dimaksud adalah Kepala Desa, Sekertaris
ditetapkan atas anggaran dana desa. Namun Desa, Bendahara Desa, Ketua BPD dan
dalam hal penyajian keuangan masih Masyarakat Desa. Adapun Teknik
mengalami kendala, sehingga masyarakat pengumpulan data yang digunakan dalam
desa Ajakkang secara umum tidak

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 222


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

penelitian ini yaitu wawancara dan dilaksanakan oleh Tim Pengelola


dokumentasi. Anggaran yang telah dibentuk oleh
Teknik analisis data yang digunakan Kepala Desa Ajakkang.
adalah analisis deskriptif kualitatif. Analisis Berdasarkan hasil penelitian
deskriptif yang digunakan terhadap yang dilakukan di Desa Ajakkang
pengelolaan keuangan desa di Desa Kecamatan Soppeng Riaja
Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru menunjukkan
Kabupaten Barru dengan cara melihat bahwa perencanaan dana desa di
bagaimana penerapan akuntabilitas dan Desa Ajakkang dilaksanakan mulai
transparansi Pemerintah Desa terhadap dengan sekretaris desa menyusun
Pengelolaan Keuangan desa apakah sudah Rancangan Peraturan Desa tentang
sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan APBDesa tahun berkenaan, dan ada
transparansi menurut Peraturan Dalam bukti fisik yang sah bahwa telah
Negeri No.20 Tahun 2018. Adapun disampaikan kepada camat.
langkah-langkah analisis data dalam Perencanaan pengelolaan Alokasi
penelitian ini yaitu pengumpulan data, Dana Desa di Desa Ajakkang
reduksi data, penyajian data dan menarik dilakukan secara partisipatif dengan
kesimpulan dan verifikasi. melibatkan BPD dan unsur
masyarakat dalam forum
3. Hasil dan Pembahasan Musyawarah Desa RKP Desa.
a. Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Desa 2. Tahap Pelaksanaan
1. Tahap Perencanaan Pelaksanaan pembiayaan
Perencanaan di Desa desa di Desa Ajakkang merupakan
Ajakkang dimulai dengan proses penerimaan dan pengeluaran
pembuatan Rencana Pembangunan yang dilaksanakan melalui rekening
Jangka Menengah Desa (RPJM) dan kas desa pada Bank yang ditunjuk
rencana pembangunan jangka langsung oleh Bupati Kabupaten
pendek atau disebut Rencana Kerja Barru yaitu Bank Sul- Sel [Link]
Pembangunan Desa (RKPDesa). tersebut dapat dilihat pada lampiran
RPJM disusun untuk memulai masa mengenai bukti pengeluaran dan
jabatan kepala desa terpilih paling penerimaan kas menggunakan
lambat tiga bulan setelah pelantikan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes)
dilaksanakan. Setelah itu, program pada tahun 2022.
yang dimuat dalam RPJM Desa Pembiayaan meliputi semua
periode 2017-2023 kemudian penerimaan yang perlu dibayar
dijabarkan dalam RKP Desa. RKP kembali atau pengeluaran yang akan
Desa berisikan rencana dan diterima kembali, baik pada tahun
rumusan program kerja yang akan anggaran yang bersangkutan
dilaksanakan oleh pemerintah Desa maupun tahun-tahun anggaran
Ajakkang dalam satu tahun. RKP berikutnya. Dalam pengelolaan
Desa yang telah disusun menjadi keuangan desa, bendahara desa
dasar pembuatan Anggaran menggunakan buku administrasi
Pendapatan Belanja Desa Ajakkang. keuangan desa yaitu buku kas
Sebelum ditetapkan umum. Buku kas umum digunakan
APBDesa oleh pemerintah desa, untuk mencatat semua penerimaan
maka terlebih dahulu dilakukan dan pengeluaran rutin. Untuk
Musyawarah Desa yang melampirkan laporan

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 223


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

pertanggungjawaban dalam membuat buku pembantu kas umum


realisasi anggaran pendapatan dan yang terdiri atas buku pembantu
belanja desa di Desa Ajakkang, bank dan buku pembantu pajak,
bendahara desa melakukan rekap dimana buku pembantu bank
dalam buku kas umum dan buku kas merupakan catatan penerimaan dan
pembantu, ini sebagai bukti tertulis pengeluaran melalui rekening kas
realisasi APBDesa. desa dan buku pembantu pajak
Tahap pelaksanaan merupakan catatan penerimaan
pengelolaan dana desa berdasarkan potongan pajak dan pengeluaran
Peraturan Menteri Dalam Negeri setoran pajak, yang kemudian
Nomor 20 Tahun 2018 dilaporkan oleh bendahara desa
menyebutkan bahwa pelaksanaan sebagai laporan
pengelolaan dana desa yaitu kas pertanggungjawaban kepada kepala
masuk yang memuat semua desa melalui sekretaris desa setiap
pendapatan desa dan arus kas keluar akhir bulan.
yang memuat semua pengeluaran Tahap penatausahaan
belanja atas beban APB Desa yaitu pengelolaan keuangan desa
dicatat oleh kaur keuangan ke dalam berdasarkan Peraturan Menteri
buku kas umum. Pelaksanaan Dalam Negeri Nomor 20 Tahun
pengelolaan keuangan desa di Desa 2018 menyebutkan bahwa
Ajakkang terkait arus kas masuk penatausahaan keuangan dilakukan
telah memuat semua pendapatan oleh kaur keuangan sebagai
desa baik pendapatan asli desa, pelaksana fungsi kebendaharaan
transfer serta pendapatan lain dan dan mencatat setiap pengeluaran
arus kas keluar telah memuat semua dalam buku kas umum serta wajib
pengeluaran desa. Kaur keuangan di membuat bukupembantu kas umum
Desa Ajakkang telah mencatat yang terdiri dari buku pembantu
pengeluaran anggaran ke dalam bank dan buku pembantu pajak.
buku kas umum. Penatausahaan pengelolaan
keuangan desa di Desa Ajakkang
3. Tahap Penatausahaan bagian dari pengelolaan dana desa
Penatausahaan keuangan di terkait administrasi pencatatan
Desa Ajakkang merupakan bagian kegiatan keuangan yang dilakukan
dari pengelolaan keuangan desa oleh kaur keuangan sebagai
terkait proses administrasi pelaksana fungsi kebendaharaan.
pencatatan kegiatan keuangan desa Kaur Keuangan di Desa Ajakkang
yang dilakukan kaur keuangan telah mencatat semua penerimaan
sebagai pelaksana fungsi dan pengeluaran dalam buku kas
kebendaharaan. Kaur keuangan umum dan menyiapkan buku
mencatat setiap penerimaan dan pembantu bank serta pembantu
pengeluaran dalam buku kas umum pajak.
namun tidak ditemukan bukti
konkrit yang menjelaskan bahwa 4. Tahap Pelaporan
desa telah melakukan tutup buku Dalam tahap pelaporan,
setiap akhir bulan secara tertib. kepala desa memiliki kewajiban
Berdasarkan hasil dokumentasi untuk menyampaikan laporan.
terhadap dokumen menunjukkan Laporan tersebut bersifat periodik
bahwa kaur keuangan juga semesteran dan tahunanyang

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 224


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

disampaikan ke bupati/walikota. baliho di depan kantor Desa


Laporan semester pertama berupa Ajakkang. Namun pelaporan
laporan realisasi APBDesa yang pertanggungjawaban realisasi
disampaikan paling lambat pada pelaksanaan APB Desa Ajakkang
bulan Juli tahun berjalan dan tidak mempunyai bukti konkrit
semester akhir disampaikan paling bahwa pemerintah desa sudah
lambat pada akhir bulan Januari menyampaikan kepada
pada tahun berikutnya. bupati/walikota setiap tahun
Dalam hal ini pemerintah anggaran atau tidak.
Desa Ajakkang telah menyusun Tahap pertanggungjawaban
laporan realisasi penggunaan dana pengelolaan keuangan desa
desa semester pertama dan laporan berdasarkan Peraturan Menteri
semester akhir tahun yang dibuat Dalam Negeri Nomor 20 Tahun
oleh sekretaris desa namun tidak ada 2018 menyebutkan bahwa laporan
bukti yang menjelaskan bahwa telah pertanggungjawaban merupakan
disampaikan ke bupati/walikota bagian akhir tahun anggaran.
tepat waktu karena pada saat Laporan realisasi APB Desa
penelitian, sekretaris desa hanya diinfromasikan kepada masyarakat
memberikan dokumen yang baru melalui media informasi yang
dicetak pada hari penelitian dengan paling sedikit memuat laporan
alasan pemerintah desa lupa tempat realisasi kegiatan, kegiatan yang
penyimpanan arsip dokumen belum selesai dan atau tidak
tersebut. terlaksana, sisa anggaran, dan
Tahap pelaporan merupakan alamat pengaduan.
tahap yang harus dijalankan oleh Pertanggungjawaban pengelolaan
pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Ajakkang
keuangan desa di mana tahap ini disampaikan kepada masyarakat
merupakan tahap yang paling melalui pemasangan baliho di depan
penting dikarenakan pelaporan akan kantor desa.
menjadi syarat dilakukan pencairan
dana desa. Dalam pelaksanaannya, b. Transparansi Terhadap Pengelolaan
pelaporan terkadang dilaporkan Keuangan Desa Pemerintah Desa
tanpa melalui pemerintah Ajakkang
kecamatan akan tetapi dilaporkan Penelitian ini menggunakan
secara langsung ke pemerintah pengukuran variabel transparansi
kabupaten kota. dengan menggunakan rumus IKK yang
berpedoman pada indikator yang telah
5. Tahap Pertanggungjawaban ditentukan menurut Peraturan Menteri
Sebagai wujud akuntabilitas Nomor 20 Tahun 2018, dan kemudian di
yang merupakan asas dari presentasikan. Hasil yang ditemukan
pengelolaan keuangan desa, maka dalam penelitian ini bahwa pemerintah
segala bentuk pengeluaran dan desa desa Ajakkang dalam pengelolaan
harus dipertanggungjawabkan keuangan desa mencapai 100%. Dari
dengan baik. Pemerintah desa hasil analisis tersebut bisa diketahui
Ajakkang dalam menyampaikan bahwa pemerintah desa Ajakkang dalam
laporan pertanggungjawaban menerapkan akuntabilitas pengelolaan
realisasi APBDesa kepada keuangan desa sesuai dengan Peraturan
masyarakat dengan pemasangan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 225


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

2018. Transparansi adalah prinsip akuntabilitas pengelolaan dana desa di


keterbukaan agar masyarakat desa Desa Ajakkang “cukup baik”
mengetahui dan bisa mendapatkan akses berdasarkan Peraturan Menteri Dalam
informasi tentang keuangan desa. Asas Neheri Nomor 20 Tahun 2018.
yang membuka diri terhadap hak Kedua, dalam penerapan prinsip
masyarakat untuk memperoleh transparansi pengelolaan Keuangan
informasi yang benar, jujur, dan Desa di Desa Ajakkang berdasarkan
perbuatan tentang penyelenggaraan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
pemerintah desa dengan tetap 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan
memperhatikan ketentuan peraturan keuangan desa sudah terealisasikan
perundang- undang. dikarenakan dengan adanya papan
Penerapan transparansi di Desa informasi melalui baliho/spansuk yang
Ajakkang dalam pengelolaan dana telah dipajang disamping kantor desa
desanya ada beberapa indikator yang Ajakkang.
belum dijalankan pemerintah desa Berdasarkan informasi-informasi
Ajakkang dan tidak sesuai dengan yang penulis dapatkan pada saat
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor pengumpulan data serta hasil penelitian,
20 Tahun 2018, pencatatan kas masuk berikut saran yang dapat penulis berikan
dan kas keluar yang dijalankan belum peningkatkan akuntabilitas
bisa diliha oleh masyarakat umum terkait pengelolaan keuangan desa, maka
pengelolaan keuangan desa. Bentuk pemerintah Desa Ajakkang Kecamatan
transparansi dalam pemerintah desa Soppeng Riaja Kabuapten Barru harus
Ajakkang terhadap pengelolaan dana mengelola keuangan desa berdasarkan
desanya yaitu hanya dengan adanya perundang-undangan yang ditelah
papan informasi spanduk APBDesa yang ditetapkan.
dipasang di samping kantor desa Untuk meningkatkan transparansi
Ajakkang. pengelolaan keuangan desa, Pemerintah
DesaAjakkang Kecamatan Soppeng
4. Simpulan dan Saran Riaja Kabupaten Barru perlu melakukan
Berdasarkan penelitian yang sosialisasi alokasi dan pergunakan dana
dilakukan di Desa Ajakkang Kecamatan pertahunnya kepada masyarakat sebagai
Soppeng Riaja Kabupaten Barru, maka bentuk pertanggungjawaban secara jelas
dapat ditarik kesimpulan bahwa agar dana desa tersebut dapat diketahui
penerapan prinsip akuntabilitas dalam kegunaanya, serta perlu
pengelolaan keuangan pada tahap mensosialisasikan setiap kegiatan-
perencanaan, pelaksanaan kegiatan yang menyangkut dana desa
penatausahaan dan pertanggungjawaban melalui media seperti sosial media dan
dapat dikatakan akuntabel sesuai dengan website desa yang dapat diakses
indikator yang digunakan yaitu langsung oleh masyarakat, karena
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor kondisi masyarakat di desa Ajakkang
20 Tahun 2018. Sedangkan pada tahap saat ini sudah banyak yang
pelaporan tidak sesuai dengan Peraturan menggunakan media alat komunikasi
Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun elektronik.
2018 tentang pengelolaan keuangan Diharapkan untuk peneliti
desa. Dikarenakan tidak adanya bukti selanjutnya, mampu mengidentifikasi
ditemukan yang mendukung dari program- program yang telah
indikator tersebut digunakan sehingga dilaksanakan oleh Pemerintah Desa
bisa disimpulkan bahwa tingkat Ajakkang Kecamatan Soppeng Riaja

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 226


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

Kabupaten memberikan gambaran Garung, C. & Ga, L. (2020). Pengaruh


spesifik mengenai program-program Akuntabilitas Dan Transparansi
yang telah direalisasikan di desa. Terhadap Pengelolaan Alokasi
Terakhir, indikator yang belum sesuai Dana Desa (ADD) Dalam
dari hasil pembahasan yaitu: Tahap Pencapaian Good Governance
Pelaporan. pada Desa Manulea, Kecamatan
Sasitamean, Kabupaten Malaka.
Jurnal Akuntansi: Transparansi
Daftar Pustaka dan Akuntabilitas, Vol. 8, 19-27.
Ardiyanti, R. (2019). Pengaruh
Transparansi, Akuntabilitas, Ghozali dan Yanti. (2018). Analisis
Partisipasi Masyarakat dalam Transparansi dan Akuntabilitas
Pengelolaan Dana Desa. Skripsi. Pemerintah Desa dalam
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Pengelolaan Alokasi Dana Desa
Islam Universitas Islam Negeri pada Tiga Desa di Kecamatan
Walisongo Semarang. Cempaka Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur (Studi pada
Andini, H. (2018). Penetapan Prinsip Desa Gunung Jati, Desa Kuripan,
Akuntabilitas dan Prinsip dan Desa Sukaraja). Jurnal
Transparansi dalam Pengelolaan Akuntansi. Fakultas Ekonomi
Keuangan Desa di Desa dan Bisnis Universitas
Sinduharjo Kecamatan Ngaglik Muhammadiyah Palembang.
Kabupaten Sleman. Skripsi.
Universitas Sanata Dharma. Miftahuddin. (2018). Akuntabilitas dan
Transparansi Pemerintah Desa
Bustam, M. (2021). Analisis Akuntabilitas Terhadap Pengelolaan Dana
dan Transparansi Pemerintahan Desa di Desa Panggungharjo
Desa Terhadap Pengelolaan Kecamatan Sewon Kabupaten
Anggaran Pendapatan Belanja Bantul. Skripsi. Universitas
Desa (APBDesa) di Kecamatan Islam Indonesia Yogyakarta.
Larompong Selatan. Accounting,
Transparency, Village Budget Iznillah, M, Hasan, A, & Mutia, Y. (2018).
Management, 1-12. Analisis Transparansi dan
Akuntabilitas Pengelolaan
Cindy, A. (2019). Analisis Akuntabilitas Keuangan Desa di Kecamatan
dan Transparansi Pengelolaan Bengkalis. Jurnal Akuntansi, Vol
Keuangan Desa di Kampung 7, 30-41.
Buatan II Kecamatan Koto Gasib
Kabupaten Siak. Skripsi Jannah, F., & Ardiansyah, E. (2020).
Universitas Islam Riau Transparansi dan Akuntabilitas
PekanBaru. Pengelolaan Keuangan Desa
(Studi Kasus Desa Poto
Febriani, H. (2016). Analisis Transparansi Kecamatan Moyo Hilir
dan Akuntabilitas Pengelolaan Kabupaten Sumbawa). Journal of
Keuangan Desa di Kecamatan Accounting, Finance and
Wanasaba Kabupaten Lombok Auditing, Vol. 2, 119-124.
Timur. Jurnal Akuntansi.
Universitas Pendidikan Ganesha.

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 227


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

Kartika, & Atmadja, A. (2022). Analisis Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi


Transparansi dan Akuntabilitas (Jurnal Akuntansi, Pajak dan
Dalam Pengelolaan Keuangan Manajemen) ISSN 2088-6969.
Peturunan Krama Desa Pada
Upacara Sabha Malunin Di Desa Rusrina, R. (2021). Pengaruh Nilai-Nilai
Bali Aga (Studi Kasus Pada Desa Transparansi dan Akuntabilitas
Pakraman Pedawa). JIMAT terhadap Pengelolaan Keuangan
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sektor Publik pada Badan
Akuntansi) Universitas Pendapatan Daerah Provinsi
Pendidikan Ganesha, Vol: 13, Sulawesi Selatan. Pinisi Journal
378-389. of Art, Humanity & Social
Studies, 1-9.
Muh Ridwan, Samsinar Anwar,
Mukhammad Idrus. (2020). Siti, R. (2020). Analisis Transparansi dan
Akuntabilitas Pengelolaan Akuntabilitas Pengelolaan
Alokasi Dana Desa di Desa Keuangan Desa di Desa Helvetia
Maccini Baji Kecamatan Batang Kecamatan Labuhan Deli
Kabupaten [Link] (Jurnal Kabupaten Deli Serdang. Skripsi.
Ilmu Akuntansi) Universitas Universitas Muhammadiyah,
Negeri Makassar. Sumatera Utara.

Ngakil, I., & Kaukab, M. (2020). Sujarweni, V. (2015). Akuntansi Desa


Transparansi dan Akuntabilitas (Panduan Tata Kelola Keuangan
Pengelolaan Keuangan Desa di Desa). (Mona, Ed.). Yogyakarta:
Kabupaten Wonosobo. Journal of Penerbit Pustaka Baru Press.
Economic, Management,
Accounting and Technology Temalagi, S., & Silooy, R. (2022).
(JEMATech), Vol. 3, 92-107. Akuntabilitas, Transparansi dan
Partisipasi Terhadap Pengelolaan
Oktafiani, L, & Susanti, E. (2022). Analisis Dana Desa Untuk Mewujudkan
Transparansi dan Akuntabilitas Good Governance pada Desa di
Dalam Pengelolaan Keuangan Kecamatan Pulau-Pulau Aru
Desa Pada Pemerintahan Desa Kabupaten Kepulauan Aru.
Balam Jaya Kecamatan Tambang Accunting Research Unit ARU
Kabupaten Kampar. Jurnal Jounal), Vol. 3, 39-53.
Ekonomi, Bisnis dan
Manajemen, Vol. 1, 24-34. Undang-Undang Republik Indonesia
Tentang Desa (UU RI No 6
Rinjani, S. (2020). Analisis Transparansi Tahun 2014)
dan Akuntabilitas dalam
Pengelolaan Alokasi Dana Desa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2018
di Desa Wakan Lombok Timur. tentang Pengelolaan Keuangan
Jurnal Humanitas. Universitas Desa
Hamzanwadi.
Wida, S. (2016). Akuntabilitas Pengelolaan
Risya, U. (2017). Pengaruh Transparansi Alokasi Dana Desa (ADD) di
dan Akuntabilitas Terhadap Desa- Desa Kecamatan
Pengelolaan Keuangan Desa.

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 228


Jurnal Sains Riset (JSR)
p-ISSN: 2088-0952, e-ISSN 2714-531X
[Link]

Rogojampi Kabupaten
Banyuwangi.

Widyanti, A. (2017). Akuntabilitas dan


Transparansi Pengelolaan
Alokasi Dana Desa di Desa
Sumberejo dan Desa Kandadung
di Kecamatan Wanongan
Kabupaten Pasuruan. Skripsi.
Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim

Yuliastuti, V, Hartono, A., & Wijayanti, l.


(2022). Pengaruh Transparansi,
Akuntabilitas, Sistem
Pengendalian Internal, dan
Partisipasi Terhadap Pengelolaan
Dana Desa. Bussman Journal:
Indonesia Journal of Business
and Management, Vol. 2, 502-
518.

Yusuf, F, Ali, Y., & Bouti, S. (2021).


Analisis Transparansi dan
Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Desa Ombulo Tango
Kecamatan Tolangohula. Journal
Syariah and Accounting Public,
Vol. 4, 77-88.

Jurnal Sains Riset | Volume 14 Nomor 1, April 2024 229

Anda mungkin juga menyukai