MENGAPA PERLU MENERAPKAN 5R DI PERUSAHAAN?
Meningkatkan efisiensi
kerja Meningkatkan
produktifitas Meningkatkan
Kualitas Kerja
Menciptakan tempat yang aman dan nyaman
Untuk bekerja/ meningkatkan Kinerja K3
Meningkatkan rasa kedisiplinan
Meningkatkan citra perusahaan
RINGKAS (SEIRI)
Ringkas dapat dilakukan dengan cara menyingkirkan barang-
barang, atau berkas yang tidak diperlukan dan memisahkan
berkas atau barang yang sering digunakan dan yang jarang
digunakan. Kebiasaan menyimpan atau mengumpulkan
barang- barang tanpa mengetahui kapan akan digunakan
akan menjadi sampah di area kerja kita, penumpukan barang-
barang ini akan membuat area kerja kita tidak ringkas.
Kebiasaan seperti itu akan memerlukan ruang yang semakin
luas untuk menampung barang-barang tersebut.
RAPI (SEITON)
Anda pernah mengalami kehilangan alat tulis disaat-saat
mendesak, atau kesulitan mencari berkas? Entah karena
tertinggal diruangan lain atau karena lupa meletakkan, itu
tanda bahwa tempat kerja anda tidak rapi. Rapi dapat
dilakukan dengan mengatur barang-barang pada tempat
yang telah disiapkan agar mudah diakses dan lebih efektif.
Berikan label- label untuk memudahkan dalam mengakses,
dan letakakkan barang yang berat dibagian bawah serta
yang ringan dibagian atas.
RESIK (SEISO)
Bersihkan seluruh area kerja agar lebih bersih, mulailah
membersihkan dari bagian paling atas dan lanjutkan ke
bagian bawah sampai semua area dibersihkan. Lakukan
penggantian untuk barang atau perlengkapan yang mungkin
sudah tidak layak, seperti kabel, lantai kerja yang rusak,
selang yang bocor, keran yang rusak, dan sebagainya.
RAWAT (SEIKETSU)
Kondisi area kerja yang sudah rapih dan resik harus terus dijaga
konsistensinya, buatlah standar prosedur untuk dijadikan
acuan seluruh karyawan. Buatlah standar seperti warna label
atau garis demarkasi di area kerja. Standar ini harus disahkan
dan diletakkan pada area kerja yang mudah dilihat oleh
seluruh karyawan.
RAJIN (SHITSUKE)
Semua konsep yang telah diterapkan ini harus tetap dijaga,
untuk membantu agar penerapan 5R ini dapat terus dijaga.
Dapat dilakukan dengan :
Pengembangan Kesadaran Karyawan
Inspeksi atau Audit 5R
Lomba 5R
Kampanye 5R (rambu, spanduk, banner, dan lainnya)
Lomba Ide perbaikan (Continuous Improvement)
Membangun budaya 5R di perusahaan tidaklah semudah yang
dibayangkan, oleh karena itu peranan level Top manajemen
sangat memegang peranan penting untuk memberikan
contoh dan menjadi panutan dalam membangun budaya 5R
di perusahaan. Aturan yang jelas dan pelaksanaan audit yang
terus menerus sangat diperlukan, bila diperlukan, perlu
adanya aturan mengenai sangsi terhadap karyawan yang
tidak melaksanakannya.