0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan74 halaman

Realisasi Anggaran Daerah 2023 Bandung

Laporan ini menyajikan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Kabupaten Bandung untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2023. Total belanja daerah tercatat sebesar 21.885.676.194,00 dengan defisit anggaran sebesar (1.182.533.895,00). Belanja pegawai dan tambahan penghasilan ASN menjadi komponen utama dalam belanja daerah.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan74 halaman

Realisasi Anggaran Daerah 2023 Bandung

Laporan ini menyajikan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemerintah Kabupaten Bandung untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2023. Total belanja daerah tercatat sebesar 21.885.676.194,00 dengan defisit anggaran sebesar (1.182.533.895,00). Belanja pegawai dan tambahan penghasilan ASN menjadi komponen utama dalam belanja daerah.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH


periode 1 Januari s.d 31 Desember 2023

Urusan Pemerintahan : 4.03 Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang Perencanaan


Unit Organisasi : 4.03 . 4.03.01 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH
Sub Unit Organisasi : 4.03 . 4.03.01 . 01 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH

REALISASI
KODE REKENING URAIAN ANGGARAN LEBIH / (KURANG)
s/d PERIODE LALU PERIODE INI TOTAL

5 BELANJA DAERAH [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 ([Link],00)

5.1 BELANJA OPERASI [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 ([Link],00)

5.1.1 Belanja Pegawai [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (823.049.044,00)

[Link] Belanja Gaji dan Tunjangan ASN [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (481.583.669,00)

[Link].01 Belanja Gaji Pokok ASN [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (188.882.184,00)

[Link].01.0001 Belanja Gaji Pokok PNS [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (165.150.184,00)
[Link].01.0002 Belanja Gaji Pokok PPPK 35.598.000,00 0,00 11.866.000,00 11.866.000,00 (23.732.000,00)

[Link].02 Belanja Tunjangan Keluarga ASN 294.246.761,00 0,00 225.179.194,00 225.179.194,00 (69.067.567,00)

[Link].02.0001 Belanja Tunjangan Keluarga PNS 289.263.041,00 0,00 224.467.234,00 224.467.234,00 (64.795.807,00)
[Link].02.0002 Belanja Tunjangan Keluarga PPPK 4.983.720,00 0,00 711.960,00 711.960,00 (4.271.760,00)

[Link].03 Belanja Tunjangan Jabatan ASN 229.600.388,00 0,00 175.610.000,00 175.610.000,00 (53.990.388,00)

[Link].03.0001 Belanja Tunjangan Jabatan PNS 229.600.388,00 0,00 175.610.000,00 175.610.000,00 (53.990.388,00)

[Link].04 Belanja Tunjangan Fungsional ASN 166.147.500,00 0,00 112.699.800,00 112.699.800,00 (53.447.700,00)

[Link].04.0001 Belanja Tunjangan Fungsional PNS 166.147.500,00 0,00 112.699.800,00 112.699.800,00 (53.447.700,00)

[Link].05 Belanja Tunjangan Fungsional Umum ASN 83.316.638,00 0,00 47.180.000,00 47.180.000,00 (36.136.638,00)

[Link].05.0001 Belanja Tunjangan Fungsional Umum PNS 76.836.638,00 0,00 46.440.000,00 46.440.000,00 (30.396.638,00)
[Link].05.0002 Belanja Tunjangan Fungsional Umum PPPK 6.480.000,00 0,00 740.000,00 740.000,00 (5.740.000,00)

[Link].06 Belanja Tunjangan Beras ASN 153.753.454,00 0,00 131.731.980,00 131.731.980,00 (22.021.474,00)

[Link].06.0001 Belanja Tunjangan Beras PNS 150.277.294,00 0,00 131.152.620,00 131.152.620,00 (19.124.674,00)
[Link].06.0002 Belanja Tunjangan Beras PPPK 3.476.160,00 0,00 579.360,00 579.360,00 (2.896.800,00)

[Link].07 Belanja Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus ASN 64.128.672,00 0,00 63.320.035,00 63.320.035,00 (808.637,00)

[Link].07.0001 Belanja Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus PNS 64.128.672,00 0,00 63.320.035,00 63.320.035,00 (808.637,00)

[Link].08 Belanja Pembulatan Gaji ASN 48.228,00 0,00 32.379,00 32.379,00 (15.849,00)

[Link].08.0001 Belanja Pembulatan Gaji PNS 47.040,00 0,00 32.335,00 32.335,00 (14.705,00)
[Link].08.0002 Belanja Pembulatan Gaji PPPK 1.188,00 0,00 44,00 44,00 (1.144,00)

[Link].09 Belanja Iuran Jaminan Kesehatan ASN 308.286.188,00 0,00 251.072.956,00 251.072.956,00 (57.213.232,00)

[Link].09.0001 Belanja Iuran Jaminan Kesehatan PNS 306.264.588,00 0,00 250.806.596,00 250.806.596,00 (55.457.992,00)

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Halaman 1 dari 5


REALISASI
KODE REKENING URAIAN ANGGARAN LEBIH / (KURANG)
s/d PERIODE LALU PERIODE INI TOTAL

[Link].09.0002 Belanja Iuran Jaminan Kesehatan PPPK 2.021.600,00 0,00 266.360,00 266.360,00 (1.755.240,00)

[Link] Belanja Tambahan Penghasilan ASN [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (341.465.375,00)

[Link].01 Tambahan Penghasilan berdasarkan Beban Kerja ASN [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (180.898.443,00)

[Link].01.0001 Tambahan Penghasilan berdasarkan Beban Kerja PNS [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (180.898.443,00)

[Link].03 Tambahan Penghasilan berdasarkan Kondisi Kerja ASN [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (25.243.732,00)

[Link].03.0001 Tambahan Penghasilan berdasarkan Kondisi Kerja PNS [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (25.243.732,00)

[Link].05 Tambahan Penghasilan berdasarkan Prestasi Kerja ASN [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (135.323.200,00)

[Link].05.0001 Tambahan Penghasilan berdasarkan Prestasi Kerja PNS [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (135.323.200,00)

5.1.2 Belanja Barang dan Jasa [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (357.982.551,00)

[Link] Belanja Barang [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (34.849.820,00)

[Link].01 Belanja Barang Pakai Habis [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (34.849.820,00)

[Link].01.0001 Belanja Bahan-Bahan Bangunan dan Konstruksi 445.400,00 0,00 445.400,00 445.400,00 0,00
[Link].01.0004 Belanja Bahan-Bahan Bakar dan Pelumas 12.062.500,00 0,00 2.443.000,00 2.443.000,00 (9.619.500,00)
[Link].01.0012 Belanja Bahan-Bahan Lainnya 8.444.850,00 0,00 8.444.850,00 8.444.850,00 0,00
[Link].01.0019 Belanja Suku Cadang-Suku Cadang Alat Pertanian 195.800,00 0,00 195.800,00 195.800,00 0,00
[Link].01.0020 Belanja Suku Cadang-Suku Cadang Alat Bengkel 534.600,00 0,00 289.698,00 289.698,00 (244.902,00)
[Link].01.0024 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Tulis Kantor 32.305.700,00 0,00 32.298.400,00 32.298.400,00 (7.300,00)
[Link].01.0025 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Kertas dan Cover 22.537.300,00 0,00 22.537.300,00 22.537.300,00 0,00
[Link].01.0026 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 526.042.502,00 0,00 521.058.619,00 521.058.619,00 (4.983.883,00)
[Link].01.0027 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Benda Pos 9.300.000,00 0,00 9.300.000,00 9.300.000,00 0,00
[Link].01.0029 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Komputer 44.983.900,00 0,00 44.983.900,00 44.983.900,00 0,00
[Link].01.0030 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Perabot Kantor 49.912.000,00 0,00 49.618.200,00 49.618.200,00 (293.800,00)
[Link].01.0031 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat Listrik 23.949.500,00 0,00 22.590.000,00 22.590.000,00 (1.359.500,00)
[Link].01.0035 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Suvenir/Cendera 10.000.000,00 0,00 9.990.000,00 9.990.000,00 (10.000,00)
Mata
[Link].01.0036 Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Alat/Bahan untuk 540.000,00 0,00 540.000,00 540.000,00 0,00
Kegiatan Kantor Lainnya
[Link].01.0039 Belanja Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat 3.000.000,00 0,00 3.000.000,00 3.000.000,00 0,00
[Link].01.0043 Belanja Natura dan Pakan-Natura 29.999.100,00 0,00 29.413.700,00 29.413.700,00 (585.400,00)
[Link].01.0052 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 494.695.000,00 0,00 490.268.665,00 490.268.665,00 (4.426.335,00)
[Link].01.0053 Belanja Makanan dan Minuman Jamuan Tamu 47.985.000,00 0,00 34.740.800,00 34.740.800,00 (13.244.200,00)
[Link].01.0064 Belanja Pakaian Dinas Lapangan (PDL) 3.000.000,00 0,00 3.000.000,00 3.000.000,00 0,00
[Link].01.0067 Belanja Pakaian Penyelamatan 12.880.000,00 0,00 12.880.000,00 12.880.000,00 0,00
[Link].01.0075 Belanja Pakaian Batik Tradisional 106.575.000,00 0,00 106.500.000,00 106.500.000,00 (75.000,00)

[Link] Belanja Jasa [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (301.582.018,00)

[Link].01 Belanja Jasa Kantor [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (178.910.941,00)

[Link].01.0003 Honorarium Narasumber atau Pembahas, Moderator, 258.000.000,00 0,00 256.250.000,00 256.250.000,00 (1.750.000,00)
Pembawa Acara, dan Panitia

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Halaman 2 dari 5


REALISASI
KODE REKENING URAIAN ANGGARAN LEBIH / (KURANG)
s/d PERIODE LALU PERIODE INI TOTAL

[Link].01.0025 Belanja Jasa Tenaga Kesenian dan Kebudayaan 297.500.000,00 0,00 297.400.000,00 297.400.000,00 (100.000,00)
[Link].01.0026 Belanja Jasa Tenaga Administrasi 760.200.000,00 0,00 689.400.000,00 689.400.000,00 (70.800.000,00)
[Link].01.0027 Belanja Jasa Tenaga Operator Komputer 158.600.000,00 0,00 158.520.000,00 158.520.000,00 (80.000,00)
[Link].01.0029 Belanja Jasa Tenaga Ahli 720.000.000,00 0,00 703.200.000,00 703.200.000,00 (16.800.000,00)
[Link].01.0030 Belanja Jasa Tenaga Kebersihan 153.600.000,00 0,00 153.600.000,00 153.600.000,00 0,00
[Link].01.0031 Belanja Jasa Tenaga Keamanan 252.000.000,00 0,00 252.000.000,00 252.000.000,00 0,00
[Link].01.0035 Belanja Jasa Tenaga Teknisi Mekanik dan Listrik 10.800.000,00 0,00 0,00 0,00 (10.800.000,00)
[Link].01.0037 Belanja Jasa Juri Perlombaan/Pertandingan 16.200.000,00 0,00 16.200.000,00 16.200.000,00 0,00
[Link].01.0041 Belanja Jasa Pemasangan Instalasi Telepon, Air, dan Listrik 13.282.500,00 0,00 10.489.500,00 10.489.500,00 (2.793.000,00)
[Link].01.0046 Belanja Jasa Konversi Aplikasi/Sistem Informasi 24.000.000,00 0,00 17.650.000,00 17.650.000,00 (6.350.000,00)
[Link].01.0047 Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara 900.000.000,00 0,00 899.530.575,00 899.530.575,00 (469.425,00)
[Link].01.0054 Belanja Jasa Jalan/Tol 3.600.000,00 0,00 3.426.000,00 3.426.000,00 (174.000,00)
[Link].01.0055 Belanja Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan 44.374.000,00 0,00 23.570.000,00 23.570.000,00 (20.804.000,00)
[Link].01.0059 Belanja Tagihan Telepon 7.200.000,00 0,00 434.232,00 434.232,00 (6.765.768,00)
[Link].01.0060 Belanja Tagihan Air 10.200.000,00 0,00 1.316.600,00 1.316.600,00 (8.883.400,00)
[Link].01.0061 Belanja Tagihan Listrik 90.000.450,00 0,00 83.879.588,00 83.879.588,00 (6.120.862,00)
[Link].01.0062 Belanja Langganan Jurnal/Surat Kabar/Majalah 13.188.500,00 0,00 9.413.800,00 9.413.800,00 (3.774.700,00)
[Link].01.0063 Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan 75.000.000,00 0,00 62.524.080,00 62.524.080,00 (12.475.920,00)
[Link].01.0067 Belanja Pembayaran Pajak, Bea, dan Perizinan 16.050.000,00 0,00 7.072.900,00 7.072.900,00 (8.977.100,00)
[Link].01.0071 Belanja Lembur 41.078.000,00 0,00 40.085.234,00 40.085.234,00 (992.766,00)

[Link].02 Belanja Iuran Jaminan/Asuransi 41.400.000,00 0,00 37.803.800,00 37.803.800,00 (3.596.200,00)

[Link].02.0005 Belanja Iuran Jaminan Kesehatan bagi Non ASN 38.640.000,00 0,00 35.483.800,00 35.483.800,00 (3.156.200,00)
[Link].02.0006 Belanja Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja bagi Non ASN 2.760.000,00 0,00 2.320.000,00 2.320.000,00 (440.000,00)

[Link].04 Belanja Sewa Peralatan dan Mesin 318.169.640,00 0,00 302.680.004,00 302.680.004,00 (15.489.636,00)

[Link].04.0034 Belanja Sewa Alat Bantu Lainnya 4.132.640,00 0,00 3.960.000,00 3.960.000,00 (172.640,00)
[Link].04.0035 Belanja Sewa Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan 167.400.000,00 0,00 153.350.000,00 153.350.000,00 (14.050.000,00)
[Link].04.0036 Belanja Sewa Kendaraan Bermotor Penumpang 146.637.000,00 0,00 145.370.004,00 145.370.004,00 (1.266.996,00)

[Link].05 Belanja Sewa Gedung dan Bangunan 342.760.000,00 0,00 321.750.000,00 321.750.000,00 (21.010.000,00)

[Link].05.0001 Belanja Sewa Bangunan Gedung Kantor 92.760.000,00 0,00 71.750.000,00 71.750.000,00 (21.010.000,00)
[Link].05.0009 Belanja Sewa Bangunan Gedung Tempat Pertemuan 250.000.000,00 0,00 250.000.000,00 250.000.000,00 0,00

[Link].09 Belanja Jasa Konsultansi Non Konstruksi [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (8.345.306,00)

[Link].09.0012 Belanja Jasa Konsultansi Berorientasi Layanan-Jasa Studi [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (8.345.306,00)
Penelitian dan Bantuan Teknik

[Link].12 Belanja Kursus/Pelatihan, Sosialisasi, Bimbingan Teknis serta 819.979.460,00 0,00 745.749.525,00 745.749.525,00 (74.229.935,00)
Pendidikan dan Pelatihan
[Link].12.0001 Belanja Kursus Singkat/Pelatihan 4.000.000,00 0,00 0,00 0,00 (4.000.000,00)
[Link].12.0002 Belanja Sosialisasi 815.979.460,00 0,00 745.749.525,00 745.749.525,00 (70.229.935,00)

[Link] Belanja Pemeliharaan 277.090.000,00 0,00 258.930.362,00 258.930.362,00 (18.159.638,00)

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Halaman 3 dari 5


REALISASI
KODE REKENING URAIAN ANGGARAN LEBIH / (KURANG)
s/d PERIODE LALU PERIODE INI TOTAL

[Link].02 Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 136.290.000,00 0,00 118.280.362,00 118.280.362,00 (18.009.638,00)

[Link].02.0035 Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan-Alat Angkutan Darat 48.750.000,00 0,00 48.316.782,00 48.316.782,00 (433.218,00)
Bermotor-Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan
[Link].02.0038 Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan-Alat Angkutan Darat 39.160.000,00 0,00 21.965.000,00 21.965.000,00 (17.195.000,00)
Bermotor-Kendaraan Bermotor Beroda Dua
[Link].02.0121 Belanja Pemeliharaan Alat Kantor dan Rumah Tangga-Alat 8.540.000,00 0,00 8.447.100,00 8.447.100,00 (92.900,00)
Rumah Tangga-Alat Pendingin
[Link].02.0405 Belanja Pemeliharaan Komputer-Komputer Unit-Personal 21.900.000,00 0,00 21.893.730,00 21.893.730,00 (6.270,00)
Computer
[Link].02.0409 Belanja Pemeliharaan Komputer-Peralatan 17.940.000,00 0,00 17.657.750,00 17.657.750,00 (282.250,00)
Komputer-Peralatan Personal Computer

[Link].03 Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 140.800.000,00 0,00 140.650.000,00 140.650.000,00 (150.000,00)

[Link].03.0001 Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung- Bangunan Gedung 140.800.000,00 0,00 140.650.000,00 140.650.000,00 (150.000,00)
Tempat Kerja-Bangunan Gedung Kantor
[Link].03.0036 Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung- Bangunan Gedung 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Tempat Kerja-Taman

[Link] Belanja Perjalanan Dinas [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (3.391.075,00)

[Link].01 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (3.391.075,00)

[Link].01.0001 Belanja Perjalanan Dinas Biasa [Link],00 0,00 [Link],00 [Link],00 (2.881.075,00)
[Link].01.0003 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 118.320.000,00 0,00 117.810.000,00 117.810.000,00 (510.000,00)

[Link].02 Belanja Perjalanan Dinas Luar Negeri 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link].02.0001 Belanja Perjalanan Dinas BiasaûLuar Negeri 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link] Belanja Uang dan/atau Jasa untuk Diberikan kepada Pihak 117.500.000,00 0,00 117.500.000,00 117.500.000,00 0,00
Ketiga/Pihak Lain/Masyarakat

[Link].01 Belanja Uang yang Diberikan kepada Pihak Ketiga/Pihak 117.500.000,00 0,00 117.500.000,00 117.500.000,00 0,00
Lain/Masyarakat
[Link].01.0001 Belanja Hadiah yang Bersifat Perlombaan 117.500.000,00 0,00 117.500.000,00 117.500.000,00 0,00

5.2 BELANJA MODAL 143.273.400,00 0,00 141.771.100,00 141.771.100,00 (1.502.300,00)

5.2.2 Belanja Modal Peralatan dan Mesin 143.273.400,00 0,00 141.771.100,00 141.771.100,00 (1.502.300,00)

[Link] Belanja Modal Alat Besar 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link].03 Belanja Modal Alat Bantu 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link].03.0007 Belanja Modal Unit Pemeliharaan Lapangan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link] Belanja Modal Alat Bengkel dan Alat Ukur 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link].02 Belanja Modal Alat Bengkel Tak Bermesin 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link].02.0005 Belanja Modal Perkakas Standard (Standard Tools) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link] Belanja Modal Alat Pertanian 1.071.200,00 0,00 0,00 0,00 (1.071.200,00)

[Link].01 Belanja Modal Alat Pengolahan 1.071.200,00 0,00 0,00 0,00 (1.071.200,00)

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Halaman 4 dari 5


REALISASI
KODE REKENING URAIAN ANGGARAN LEBIH / (KURANG)
s/d PERIODE LALU PERIODE INI TOTAL

[Link].01.0002 Belanja Modal Alat Pemeliharaan Tanaman/Ikan/Ternak 1.071.200,00 0,00 0,00 0,00 (1.071.200,00)
[Link].01.0006 Belanja Modal Alat Processing 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

[Link] Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga 34.782.500,00 0,00 34.417.000,00 34.417.000,00 (365.500,00)

[Link].01 Belanja Modal Alat Kantor 3.500.000,00 0,00 3.373.000,00 3.373.000,00 (127.000,00)

[Link].01.0005 Belanja Modal Alat Kantor Lainnya 3.500.000,00 0,00 3.373.000,00 3.373.000,00 (127.000,00)

[Link].02 Belanja Modal Alat Rumah Tangga 23.454.500,00 0,00 23.220.000,00 23.220.000,00 (234.500,00)

[Link].02.0001 Belanja Modal Mebel 23.454.500,00 0,00 23.220.000,00 23.220.000,00 (234.500,00)

[Link].03 Belanja Modal Meja dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat 7.828.000,00 0,00 7.824.000,00 7.824.000,00 (4.000,00)

[Link].03.0003 Belanja Modal Kursi Kerja Pejabat 7.828.000,00 0,00 7.824.000,00 7.824.000,00 (4.000,00)

[Link] Belanja Modal Alat Studio, Komunikasi, dan Pemancar 8.622.700,00 0,00 8.620.700,00 8.620.700,00 (2.000,00)

[Link].01 Belanja Modal Alat Studio 8.622.700,00 0,00 8.620.700,00 8.620.700,00 (2.000,00)

[Link].01.0001 Belanja Modal Peralatan Studio Audio 8.622.700,00 0,00 8.620.700,00 8.620.700,00 (2.000,00)

[Link] Belanja Modal Komputer 98.797.000,00 0,00 98.733.400,00 98.733.400,00 (63.600,00)

[Link].01 Belanja Modal Komputer Unit 86.723.000,00 0,00 86.711.000,00 86.711.000,00 (12.000,00)

[Link].01.0002 Belanja Modal Personal Computer 86.723.000,00 0,00 86.711.000,00 86.711.000,00 (12.000,00)

[Link].02 Belanja Modal Peralatan Komputer 12.074.000,00 0,00 12.022.400,00 12.022.400,00 (51.600,00)

[Link].02.0003 Belanja Modal Peralatan Personal Computer 12.074.000,00 0,00 12.022.400,00 12.022.400,00 (51.600,00)

SURPLUS / DEFISIT ([Link],00) 0,00 ([Link],00) ([Link],00) [Link],00

SISA LEBIH/KURANG PEMBIAYAAN TAHUN BERKENAAN ([Link],00) 0,00 ([Link],00) ([Link],00) [Link],00

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Halaman 5 dari 5


NERACA
PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
Per 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah)

Urusan Pemerintahan : 4 . 03 Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang Perencanaan


Unit Organisasi : 4 . 03 . 01 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH

Sub Unit Organisasi : 4 . 03 . 01 . 01 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH

URAIAN 2023 2022

ASET
ASET LANCAR
Kas di Bendahara Penerimaan 0,00 0,00
Kas di Bendahara Pengeluaran 0,00 0,00
Kas di BLUD 0,00 0,00
Kas Dana BOS 0,00 0,00
Kas Dana Kapitasi pada FKTP 0,00 0,00
Kas Lainnya 0,00 0,00
Setara Kas 0,00 0,00
Investasi Jangka Pendek 0,00 0,00
Piutang Pajak Daerah 0,00 0,00
Piutang Retribusi Daerah 0,00 0,00
Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 0,00 0,00
Piutang Lain-lain PAD yang Sah 0,00 0,00
Piutang Transfer Pemerintah Pusat 0,00 0,00
Piutang Transfer Antar Daerah 0,00 0,00
Piutang Lainnya 0,00 0,00
Penyisihan Piutang 0,00 0,00
Beban Dibayar Dimuka 0,00 0,00
Persediaan 66.370.700,00 57.754.475,00

JUMLAH ASET LANCAR 66.370.700,00 57.754.475,00

INVESTASI JANGKA PANJANG


Investasi Jangka Panjang Non Permanen
Investasi kepada Badan Usaha Milik Negara 0,00 0,00
Investasi kepada Badan Usaha Milik Daerah 0,00 0,00
Investasi dalam Obligasi 0,00 0,00
Investasi dalam Proyek Pembangunan 0,00 0,00
Dana Bergulir 0,00 0,00
Deposito Jangka Panjang 0,00 0,00
Investasi Non Permanen Lainnya 0,00 0,00
Investasi Permanen Lainnya 0,00 0,00

JUMLAH Investasi Jangka Panjang Non Permanen 0,00 0,00

Investasi Jangka Panjang Permanen


Penyertaan Modal 0,00 0,00
Investasi-Pemberian Pinjaman Daerah 0,00 0,00

JUMLAH Investasi Jangka Panjang Permanen 0,00 0,00

JUMLAH INVESTASI JANGKA PANJANG 0,00 0,00

ASET TETAP
Tanah 0,00 0,00
Peralatan dan Mesin [Link],00 [Link],00
Gedung dan Bangunan [Link],00 [Link],00
Jalan, Jaringan, dan Irigasi 0,00 0,00
Aset Tetap Lainnya [Link],00 [Link],00
Konstruksi Dalam Pengerjaan 0,00 0,00
Akumulasi Penyusutan ([Link],00) ([Link],00)

JUMLAH ASET TETAP [Link],00 [Link],00

DANA CADANGAN
Dana Cadangan 0,00 0,00

JUMLAH DANA CADANGAN 0,00 0,00

ASET LAINNYA

NERACA Halaman 1 dari 2


Urusan Pemerintahan : 4 . 03 Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang Perencanaan
Unit Organisasi : 4 . 03 . 01 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH

Sub Unit Organisasi : 4 . 03 . 01 . 01 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, RISET DAN INOVASI DAERAH

URAIAN 2023 2022

Tagihan Jangka Panjang 0,00 0,00


Kemitraan dengan Pihak Ketiga 0,00 0,00
Aset Tidak Berwujud 0,00 0,00
Aset Lain-lain [Link],00 73.620.364,00
Akumulasi Amortisasi Aset Tidak Berwujud 0,00 0,00
Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya ([Link],00) 0,00
Penyisihan Tagihan Jangka Panjang 0,00 0,00
Dana Transfer Treasury Deposit Facility (TDF) 0,00 0,00

JUMLAH ASET LAINNYA 0,00 73.620.364,00

JUMLAH ASET [Link],00 [Link],00

KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) 0,00 0,00
Utang Bunga 0,00 0,00
Utang Pinjaman Jangka Pendek 0,00 0,00
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 0,00 0,00
Pendapatan Diterima Dimuka 0,00 0,00
Utang Belanja 660.724.551,00 688.260.498,00
Utang Jangka Pendek Lainnya 0,00 0,00

JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 660.724.551,00 688.260.498,00

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG


Utang kepada Pemerintah Pusat 0,00 0,00
Utang kepada Lembaga Keuangan Bank (LKB) 0,00 0,00
Utang kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank 0,00 0,00
Utang kepada Masyarakat 0,00 0,00

JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 0,00 0,00

JUMLAH KEWAJIBAN 660.724.551,00 688.260.498,00

EKUITAS
EKUITAS [Link],00 [Link],00

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA [Link],00 [Link],00

NERACA Halaman 2 dari 2


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

DAFTAR ISI

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB ................................................................. i


KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iii
DAFTAR TABEL .............................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan ................................1
1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan....................................2
1.3 Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan ............................6
BAB II KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA
...................................................................................................................... 7
2.1 Kebijakan Keuangan .............................................................................7
2.1.1 Kebijakan Belanja Daerah ...............................................................7
2.2 Indikator pencapaian target kinerja ........................................................9
BAB III IKHTISAR PENCAPAIAN TARGET PROGRAM DAN KEGIATAN
.................................................................................................................... 10
3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan ..................... 10
3.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah
ditetapkan ................................................................................................... 14
BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI ................................................................ 15
4.1 Entitas akuntansi ................................................................................ 15
4.2 Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan .............. 15
4.3 Basis Pengukuran Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Pemerintah Kabupaten Bandung.................................................................... 16
4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam
SAP 17
4.4.1 Asumsi Dasar Akuntansi................................................................ 18
4.4.2 Pengakuan Pendapatan-LRA ......................................................... 19
4.4.3 Pengakuan Belanja....................................................................... 19
4.4.4 Pengakuan Pembiayaan ................................................................ 20
4.4.5 Pengakuan Pendapatan-LO ........................................................... 20
4.4.6 Pengakuan Beban ........................................................................ 22
4.4.7 Pengakuan Kas ............................................................................ 25
4.4.8 Pengakuan Piutang ...................................................................... 26
4.4.9 Pengakuan Beban Dibayar Dimuka ................................................ 28
4.4.10 Pengakuan Persediaan .............................................................. 28
4.4.11 Pengakuan Investasi Jangka Panjang.......................................... 29
4.4.12 Pengakuan Aset Tetap .............................................................. 30

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | iii


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

4.4.13 Pengakuan Aset Lainnya ............................................................ 31


4.4.14 Pengakuan Kewajiban ............................................................... 32
4.4.15 Pengakuan Ekuitas .................................................................... 34
BAB V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN ................................. 35
5.1 Laporan Realisasi Anggaran ................................................................. 35
5.1.1 Belanja ....................................................................................... 35
5.1.2 Surplus / (Defisit)......................................................................... 39
5.1.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) ....................................... 40
5.2 Neraca .............................................................................................. 40
5.2.1 Aset............................................................................................ 40
5.2.2 Kewajiban ................................................................................... 45
5.2.3 Ekuitas........................................................................................ 46
5.2.4 Kewajiban dan Ekuitas.................................................................. 46
5.3 Laporan Operasional ........................................................................... 46
5.3.1 Beban ......................................................................................... 46
5.3.2 Surplus / (Defisit) – LO .............................................................. 50
5.4 Laporan Perubahan Ekuitas ................................................................. 51
5.4.1 Saldo Ekuitas Awal ....................................................................... 51
5.4.2 Surplus / (Defisit) – LO ................................................................. 51
5.4.3 Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan Mendasar .......... 52
5.4.4 Ekuitas Akhir ............................................................................... 52
BAB VI PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN .... 53
6.1 Gambaran Umum Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi
Daerah ....................................................................................................... 53
6.1.1 Kedudukan .................................................................................. 53
6.1.2 Tugas Pokok Dan Fungsi ............................................................... 53
6.1.3 Struktur Organisasi ...................................................................... 53
6.2 Kepegawaian ..................................................................................... 54
BAB VII PENUTUP ...................................................................................... 56

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | iv


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Indikator Pencapaian Target Kinerja Bapperida Kabupaten Bandung Tahun
Anggaran 2023 .................................................................................. 9
Tabel 3.1 Realisasi Pencapaian Target Kinerja di Lingkungan Bapperida
Tahun Anggaran 2023 ...................................................................... 10
Tabel 6.1 Jumlah PNS dan CPNS Bapperida Kabupaten Bandung berdasarkan Tingkat
Pendidikan Tahun 2023 .................................................................. 54
Tabel 6.2 Pegawai Bapperida Kabupaten Bandung berdasarkan Tingkat Golongan
Tahun 2023 ................................................................................... 55
Tabel 6.3 Data Pegawai Negeri Sipil Bapperida yang Telah Mengikuti Pendidikan
Struktural Tahun 2023 .................................................................... 55
Tabel 6.4 Data Pegawai Bapperida berdasarkan Esselon Tahun 2023 ................. 55

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) |v


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

DAFTAR LAMPIRAN

1. Register Penutupan Kas Bendahara Pengeluaran TA 2023


2. Berita Acara Pemeriksaan Kas Bendahara Pengeluaran TA 2023
3. Rekening Koran per Januari sd Desember 2023
4. Daftar Rincian Belanja Modal menurut LRA dan Neraca
5. Laporan Persediaan 2023
6. BAP Stock Opname Barang per 31 Desember 2023
7. Daftar Piutang per 31 Desember 2023
8. Daftar Barang dan Jasa yang dihibahkan per 31 Desember 2023
9. Daftar Penerimaan Hibah barang dan jasa berupa uang atau barang
per 31 Desember 2023
10. Daftar Kontruksi Dalam Pengerjaan Tahun 2023
11. Daftar Aset Tidak Berwujud (ATB) TA 2023
12. Daftar Rincian Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2023
13. Berita Acara Hasil Rekonsiliasi (LRA, LO, LPE, Neraca) Tahun 2023
14. Berita Acara Hasil Rekonsiliasi Aset Tetap dan Aset Lainnya Tahun 2023
15. Rekapitulasi Surat Setoran Pajak (SSP)
16. Foto Copy Surat Tanda Setoran (STS) Pengembalian Belanja (UP/GU/
TU/LS) dan Jasa Giro

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | vi


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan


Laporan Keuangan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi
Daerah Kabupaten Bandung disusun dalam rangka penyediaan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi selama satu periode pelaporan.
Sesuai Peraturan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor
77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, pelaporan
keuangan Pemerintah Daerah merupakan proses penyusunan dan penyajian laporan
keuangan Pemerintah Daerah oleh entitas pelaporan sebagai hasil konsolidasi atas
laporan keuangan SKPD selaku entitas akuntansi. Laporan keuangan SKPD disusun
dan disajikan oleh kepala SKPD selaku pengguna anggaran sebagai entitas akuntansi
paling sedikit meliputi:
1) Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
2) Neraca;
3) Laporan Operasional (LO);
4) Laporan Perubahan Ekuitas (LPE); dan
5) Catatan atas Laporan Keuangan.
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bandung merupakan Laporan
Keuangan Konsolidasi (gabungan) dari seluruh Laporan Keuangan SKPD dan Laporan
Keuangan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bandung sebagai BUD
sehingga SKPD sebagai entitas akuntansi wajib menyusun laporan keuangan.
Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bandung dan SKPD memiliki
beberapa tujuan:
1. Akuntabilitas
Sebagai bahan pertanggung jawaban atas pengelolaan sumber daya serta
pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada Kepala Daerah dan Kepala
SKPD sebagai Pengguna Anggaran/Pengguna Barang.
2. Manajemen
Membantu Kepala Daerah dan para pengguna anggaran untuk mengevaluasi
pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pelaporan, dan pengendalian atas
seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dan pemerintah untuk kepentingan
masyarakat.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 1


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

3. Transparansi
Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat
berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk
mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban SKPD
dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan
ketaatannya pada peraturan perundang-undangan.
4. Keseimbangan antar generasi
Membantu para pengguna dalam mengetahui kecukupan penerimaan
pemerintah pada periode pelaporan untuk membiayai seluruh pengeluaran
yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan
ikut menanggung beban pengeluaran tersebut.
5. Evaluasi Kinerja
Mengevaluasi kinerja entitas akuntansi, terutama dalam penggunaan sumber
daya ekonomi yang dikelola pemerintah untuk mencapai kinerja yang
direncanakan.

1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan


Penyusunan Laporan Keuangan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset
dan Inovasi Daerah Kabupaten Bandung berlandaskan pada:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 No.47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggung jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4400);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4438);

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 2


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi


Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, dan
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587) sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020
Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6573);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 48, (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502),
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun
2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005
tentang pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5340);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang
Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
9123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5156);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun
2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014
tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6523);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 305);

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 3


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

14. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan


Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2019 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 6323);
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan
Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintahan Daerah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1425);
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman
Pengelolaan Barang Milik Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2016 Nomor 547);
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem
Informasi Pemerintahan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2019 Nomor 1114);
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi,
Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan
Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447);
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman
Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2020 Nomor 1781);
21. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten
Bandung Tahun 2017 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten
Bandung Nomor 4);
22. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 6 Tahun 2022 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung
Tahun 2022 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Bandung
Nomor 6);
23. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 15 Tahun 2022 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 (Lembaran
Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2022 Nomor 15);
24. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 7 Tahun 2023 tentang
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023
(Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2022 Nomor 7);

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 4


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

25. Peraturan Bupati Bandung Nomor 54 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Perubahan Bupati Bandung Nomor 9 Tahun 2008 tentang Sistem dan
Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Daerah Kabupaten Bandung
Tahun 2016 Nomor 54);
26. Peraturan Bupati Bandung Nomor 94 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua
atas Peraturan Bupati Bandung Nomor 61 Tahun 2015 tentang Pedoman
Kapitalisasi Barang Milik Daerah Dalam Sistem Akuntansi Pemerintah
Kabupaten Bandung (Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2019 Nomor
95);
27. Peraturan Bupati Bandung Nomor 178 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua
atas Peraturan Bupati Bandung Nomor 60 Tahun 2015 tentang Penyusutan
Barang Milik Daerah berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Kabupaten
Bandung;
28. Peraturan Bupati Bandung Nomor 336 Tahun 2022 tentang Kebijakan
Akuntansi Pemerintah Daerah (Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun
2022 Nomor 336).
29. Peraturan Bupati Bandung Nomor 338 Tahun 2022 tentang Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah (Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2022 Nomor
338).
30. Peraturan Bupati Bandung Nomor 71 Tahun 2023 tentang Tata Cara
Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan
Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi Belanja Tidak Terduga (Berita Daerah
Kabupaten Bandung tahun 2023 Nomor 71).
31. Peraturan Bupati Bandung Nomor 72 Tahun 2023 tentang Perubahan
Keenam Atas Peraturan Bupati Nomor 328 Tahun 2022 tentang Penjabaran
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 (Berita
Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2023 Nomor 72).
32. Peraturan Bupati Bandung Nomor 265 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga
Atas Peraturan Bupati Nomor 254 Tahun 2023 tentang Penjabaran Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 (Berita
Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2023 Nomor 265).
33. Peraturan Bupati Bandung Nomor 82 Tahun 2023 tentang Kedudukan dan
Susunan Perangkat Daerah;
34. Peraturan Bupati Bandung Nomor 102 Tahun 2023 tentang Tugas, Fungsi
dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 5


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

1.3 Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan


Bab I Pendahuluan
1.1. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan
1.2. Landasan hukum penyusunan laporan keuangan
1.3. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan
Bab II Kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja
2.1. Kebijakan keuangan
2.2. Indikator pencapaian target kinerja
Bab III Ikhtisar pencapaian target program dan kegiatan
3.1. Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan
3.2. Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target
yang telah ditetapkan
Bab IV Kebijakan akuntansi
4.1. Entitas akuntansi
4.2. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan
4.3. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan
4.4. Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang
ada dalam Sistem Akuntansi Pemerintahan (SAP)
Bab V Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan
5.1. Laporan Realisasi Anggaran ( LRA )
5.1.1. Pendapatan –LRA
5.1.2. Belanja
5.1.3. Pembiayaan
5.1.4. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)
5.2. Neraca
5.3. Laporan Operasional
5.3.1. Pendapatan – LO
5.3.2. Beban
5.3.3. Kegiatan Non Operasional
5.3.4. Surplus/(Defisit) - LO
5.4. Laporan Perubahan Ekuitas
Bab VI Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan

Bab VIIPenutup

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 6


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

BAB II

KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET


KINERJA

2.1 Kebijakan Keuangan

2.1.1 Kebijakan Belanja Daerah


Kebijakan belanja tahun 2023 merujuk pada 9 (sembilan) prioritas
pembangunan yang telah ditetapkan, yakni:
1. Pemulihan dan penguatan ekonomi kerakyatan yang datanya
bersumber dari bawah (bottom up);
2. Pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan Kabupaten Bandung
untuk membentuk generasi berdaya saing global;
3. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat untuk
meningkatkan derajat masyarakat yang sehat dan produktif;
4. Pengembangan kepariwisataan Kabupaten Bandung sebagai sebuah
destinasi yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan;
5. Pengendalian pencemaran lingkungan hidup dalam mendukung
pembangunan berkelanjutan dan mengantisipasi risiko perubahan
iklim;
6. Peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah;
7. Peningkatan pelayanan jaminan sosial pada seluruh lapisan
masyarakat;
8. Peningkatan inovasi dan teknologi bidang agrikultur serta penguatan
katahanan pangan;
9. Reformasi birokrasi integratif, inovatif dan dinamis.

[Link] Kebijakan Belanja Operasi


Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah, Belanja Operasi merupakan pengeluaran
anggaran untuk kegiatan sehari-hari Pemerintah Daerah yang memberi
manfaat jangka pendek. Kebijakan Belanja Operasi tahun anggaran 2022
diarahkan sebagai berikut:
1. Belanja Pegawai
Mengalokasikan belanja pegawai secara cermat dan tepat berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 7


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

2. Belanja Barang dan Jasa


a. Mengalokasikan belanja barang dan jasa diprioritaskan untuk
menunjang efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
perangkat daerah dalam rangka melaksanakan urusan yang
menjadi kewenangannya.
b. Kegiatan-kegiatan yang orientasinya terhadap pemenuhan
anggaran belanja tetap (fixed cost), pemenuhan standar
pelayanan berbasis kinerja, dan komitmen pembangunan yang
berkelanjutan, dengan memperhatikan kemampuan keuangan
daerah.
3. Belanja Subsidi
Pemerintah Daerah dapat mengalokasikan belanja subsidi dalam APBD
yang diperutukan kepada perusahaan/Lembaga tertentu yang
menyelenggarakan pelayanan publik, antara lain dalam bentuk
penugasan pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Umum (Public Service
Obligation).
4. Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial
a. Mengalokasikan belanja hibah dan bantuan sosial yang bersumber
dari APBD mempedomani peraturan Kepala Daerah yang mengatur
tata cara penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan,
pertanggungjawaban dan pelaporan serta monitoring dan evaluasi
hibah dan bantuan sosial secara berkala sesuai rekomendasi DPRD
dalam paripurna tentang evaluasi dan efisiensi dalam hibah.
b. Efektivitas penggunaan dan pelaporan tepat waktu serta membuat
sistem monitoring;
c. Sosialisasi insentif kepada penerima hibah terkait penggunaan dan
pelaporan sesuai perundang-undangan yang berlaku;
d. Mengalokasikan belanja bantuan sosial diperuntukan untuk
bantuan berupa uang kepada individu, keluarga, kelompok
dan/atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terus menerus dan
selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan
terjadinya risiko sosial.

[Link] Kebijakan Belanja Modal


Mengalokasikan belanja modal digunakan untuk menganggarkan
pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pengadaan aset tetap dan aset
lainnya dengan memperhatikan peraturan dalam pelaksanaannya serta
memperhatikan pewaktuan dalam pelaksanaannya.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 8


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

[Link] Kebijakan Belanja Tidak Terduga


Mengalokasikan belanja tidak terduga merupakan pengeluaran
anggaran atas beban APBD untuk keadaan darurat termasuk keperluan
mendesak serta pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan
daerah tahun-tahun sebelumnya.

[Link] Kebijakan Belanja Transfer


1. Mengalokasikan belanja bagi hasil kepada pemerintah desa, yang
digunakan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber dari
pendapatan pajak daerah dan retribusi daerah (sekurang-kurangnya
10%) kepada desa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Belanja bagi hasil dilaksanakan secara proporsional, guna memperkuat
kapasitas fiskal desa dalam melaksanakan otonomi daerah;
2. Mengalokasikan belanja bantuan keuangan kepada pemerintah desa
yang digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang
bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat (Dana Alokasi
Umum, dan Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pusat setelah dikurangi
pendapatan Cukai Hasil Tembakau sekurangkurangnya 10%) yang
diarahkan untuk pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan
keuangan desa dengan tujuan untuk mendukung kebijakan Pemerintah
Kabupaten Bandung.

2.2 Indikator pencapaian target kinerja


Indikator Kinerja Utama (IKU) Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2023 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.1
Indikator Pencapaian Target Kinerja
Bapperida Kabupaten Bandung
Tahun Anggaran 2023
No. Sasaran Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi %
Meningkatnya kualitas kinerja Nilai akuntabilitas kinerja
Point 81,4 84,1 103,32
1 aparatur dan penyelenggara Bappelitbangda
pelayanan publik Persentase BMD dalam kondisi baik % 98,68 100 101,34
Persentase keselarasan perencanaan
% 97,4 100 102,67
Meningkatnya kinerja dan penganggaran
2 perencanaan pembangunan Persentase terpenuhinya aspek proses,
daerah kualitas, dan pencapaian dalam % 80,12 84,71 105,73
dokumen perencanaan

Meningkatnya hasil penelitian, Persentase hasil penelitian,


3 pengembangan dan inovasi pengembangan dan inovasi yang % 40 55,9 139,75
yang diimplementasikan dimplementasikan
Rata-rata % 79,52 84,94 110,56

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 9


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

BAB III

IKHTISAR PENCAPAIAN TARGET PROGRAM DAN


KEGIATAN

3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan


Pengukuran Pencapaian Kinerja kegiatan di lingkungan Badan Perencanaan
Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2023,
diukur sampai tingkat output dari kegiatan dengan menggunakan indikator-indikator
yang terukur:
Tabel 3.1
Realisasi Pencapaian Target Kinerja di Lingkungan Bapperida
Tahun Anggaran 2023

Anggaran Realisasi Target Output Realisasi Capaian


No Program/Kegiatan/Subkegiatan %
Rp Rp Stn Stn Stn %
PROGRAM PENUNJANG
A. URUSAN PEMERINTAHAN [Link] [Link] 93,28
DAERAH KABUPATEN/KOTA
Perencanaan, Penganggaran,
1. dan Evaluasi Kinerja Perangkat 4.815.000 4.622.900 96,01
Daerah
Penyusunan Dokumen Perencanaan
a) 1.000.000 934.300 93,43 Dok 2 2 100
Perangkat Daerah
Koordinasi dan Penyusunan
b) 500.000 492.600 98,52 Dok 2 2 100
Dokumen RKA-SKPD
Koordinasi dan Penyusunan
c) 500.000 494.500 98,90 Dok 2 2 100
Dokumen Perubahan RKA SKPD
Koordinasi dan Penyusunan DPA-
d) 500.000 492.500 98,50 Dok 2 2 100
SKPD
Koordinasi dan Penyusunan
e) 500.000 498.000 99,60 Dok 2 2 100
Perubahan DPA-SKPD
Koordinasi dan Penyusunan Laporan
f) Capaian Kinerja dan Ikhtisar 815.000 769.800 94,45 Laporan 1 1 100
Realisasi Kinerja SKPD
Evaluasi Kinerja Perangkat
g) 1.000.000 941.200 94,12 Laporan 1 1 100
Daerah
Administrasi Keuangan
2. [Link] [Link] 93,51
Perangkat Daerah
Orang/
a) Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN [Link] [Link] 93,50 47 47 100
Bulan
Pelaksanaan Penatausahaan dan
b) 2.260.000 2.216.000 98,05 Dok 12 12 100
Pengujian/Verifikasi Keuangan SKPD
Koordinasi dan Penyusunan Laporan
c) 500.000 489.000 97,80 Laporan 2 2 100
Keuangan Akhir Tahun SKPD
Pengelolaan dan Penyiapan Bahan
d) 500.000 487.200 97,44 Dok 2 2 100
Tanggapan Pemeriksaan
Koordinasi dan Penyusunan Laporan
Keuangan
e) 1.000.000 985.000 98,50 Laporan 12 12 100
Bulanan/Triwulanan/Semesteran
SKPD
Penyusunan Pelaporan dan Analisis
f) 500.000 494.800 98,96 Dok 1 1 100
Prognosis Realisasi Anggaran
Administrasi Barang Milik
3. 2.275.000 2.074.400 91,18
Daerah pada Perangkat Daerah
Penyusunan Perencanaan
a) Kebutuhan Barang Milik Daerah 975.000 904.000 92,72 Dok 100
1 1
SKPD
Rekonsiliasi dan Penyusunan
b) Laporan Barang Milik Daerah pada 1.300.000 1.170.400 90,03 Dok 1 1 100
SKPD

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 10


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Anggaran Realisasi Target Output Realisasi Capaian


No Program/Kegiatan/Subkegiatan %
Rp Rp Stn Stn Stn %
Administrasi Kepegawaian
4. 171.500.000 164.828.200 96,11
Perangkat Daerah
Pendataan dan Pengolahan
a) 2.275.000 2.178.200 95,75 Dok 100
Administrasi Kepegawaian 1 1
Koordinasi dan Pelaksanaan Sistem
b) 650.000 594.000 91,38 Dok 100
Informasi Kepegawaian 1 1
Monitoring, Evaluasi, dan Penilaian
c) 3.575.000 1.386.000 38,77 Dok 100
Kinerja Pegawai 1 1
Bimbingan Teknis Implementasi
d) 165.000.000 160.670.000 97,38 Orang 10 10 100
Peraturan Perundang-Undangan
Administrasi Umum Perangkat
5. 790.643.219 742.950.824 93,97
Daerah
Penyediaan Komponen Instalasi
a) 23.949.500 22.590.000 94,32 Paket 1 1 100
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
Penyediaan Peralatan dan
b) 243.738.150 242.200.648 99,37 Paket 1 1 100
Perlengkapan Kantor
Penyediaan Peralatan Rumah
c) 473.800 430.000 90,76 Paket 1 1 100
Tangga
d) Penyediaan Bahan Logistik Kantor 29.999.400 29.413.700 98,05 Paket 1 1 100
Penyediaan Barang Cetakan dan
e) 54.733.087 54.659.779 99,87 Paket 1 1 100
Penggandaan
Penyediaan Bahan Bacaan dan
f) 163.667.000 133.003.800 81,26 Dok 1 1 100
Peraturan Perundang-undangan
g) Fasilitasi Kunjungan Tamu 47.985.000 34.740.800 72,40 Laporan 12 12 100
Penyelenggaraan Rapat Koordinasi
h) 226.097.282 225.912.097 99,92 Laporan 12 12 100
dan Konsultasi SKPD
Pengadaan Barang Milik Daerah
6. Penunjang Urusan Pemerintah 31.282.500 31.044.000 99,24
Daerah
a) Pengadaan Mebel 31.282.500 31.044.000 99,24 Paket 1 1 100
Penyediaan Jasa Penunjang
7. [Link] [Link] 91,35
Urusan Pemerintahan Daerah
a) Penyediaan Jasa Surat Menyurat 500.000 426.200 85,24 Laporan 12 12 100
Penyediaan Jasa Komunikasi,
b) 206.660.500 158.644.000 76,77 Laporan 12 12 100
Sumber Daya Air dan Listrik
Penyediaan Jasa Pelayanan Umum
c) [Link] 93,36 Laporan 12 12 100
Kantor [Link]
Pemeliharaan Barang Milik
8. Daerah Penunjang Urusan 293.590.000 266.003.262 90,60
Pemerintahan Daerah
Penyediaan Jasa Pemeliharaan,
Biaya Pemeliharaan dan Pajak
a) 104.140.000 77.354.682 74,28 Unit 24 24 100
Kendaraan Perorangan Dinas atau
Kendaraan Dinas Jabatan
Pemeliharaan Peralatan dan Mesin
b) 48.380.000 47.998.580 99,21 Unit 20 20 100
Lainnya
Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung
c) 141.070.000 140.650.000 99,70 Unit 1 1 100
Kantor dan Bangunan Lainnya
PROGRAM PERENCANAAN,
B. PENGENDALIAN DAN EVALUASI [Link] [Link] 94,84
PEMBANGUNAN DAERAH
Penyusunan Perencanaan dan
1. [Link] [Link] 93,57
Pendanaan
Analisis Kondisi Daerah,
a) Permasalahan, dan Isu Strategis 179.976.000 179.842.080 99,93 Dok 1 1 100
Pembangunan Daerah
Koordinasi Penelaahan Dokumen
b) Perencanaan Pembangunan Daerah 40.239.000 39.401.240 97,92 Dok 1 1 100
dengan Dokumen Kebijakan Lainnya
Berita
c) Pelaksanaan Konsultasi Publik 134.874.800 98.057.576 72,70 1 1 100
Acara
Koordinasi Pelaksanaan Forum Berita
d) 68.417.900 56.364.554 82,38 1 1 100
SKPD/Lintas SKPD Acara
Pelaksanaan Musrenbang Berita
e) 378.980.650 355.346.273 93,76 1 1 100
Kabupaten/Kota Acara
Koordinasi Penyusunan dan
f) 474.621.267 465.939.288 98,17 Dok 2 2 100
Penetapan Dokumen Perencanaan

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 11


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Anggaran Realisasi Target Output Realisasi Capaian


No Program/Kegiatan/Subkegiatan %
Rp Rp Stn Stn Stn %
Pembangunan Daerah
Kabupaten/Kota

Analisis Data dan Informasi


Pemerintahan Daerah Bidang
2. 360.905.592 359.022.326 99,48
Perencanaan Pembangunan
Daerah
Analisis Data dan Informasi
a) 67.437.992 66.926.045 99,24 Masukan 3 3 100
Perencanaan Pembangunan Daerah
Pembinaan dan Pemanfaatan Data
b) dan Informasi Perencanaan 229.185.000 228.091.681 99,52 Orang 68 68 100
Pembangunan SKPD
Penyusunan Profil Pembangunan
c) 64.282.600 64.004.600 99,57 Buku 1 1 100
Daerah Kabupaten/Kota
Pengendalian, Evaluasi dan
3. Pelaporan Bidang Perencanaan 266.038.332 255.737.318 96,13
Pembangunan Daerah
Koordinasi Pengendalian
Perencanaan dan Pelaksanaan
a) 114.764.532 105.244.834 91,71 Laporan 1 1 100
Pembangunan Daerah di
Kabupaten/Kota
Monitoring, Evaluasi dan
b) Penyusunan Laporan Berkala 151.273.800 150.492.484 99,48 Laporan 1 1 100
Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Implementasi Sistem Informasi
4. Pemerintahan Daerah di Bidang 161.859.250 149.678.600 92,47
Pembangunan Daerah
Pembinaan Sistem Informasi
Pemerintahan Daerah di Bidang
a) 161.859.250 149.678.600 92,47 Dok 1 1 100
Pembangunan Daerah Pemerintah
Kabupaten/Kota
PROGRAM KOORDINASI DAN
C. SINKRONISASI PERENCANAAN [Link] [Link] 99,50
PEMBANGUNAN DAERAH
Koordinasi Perencanaan Bidang
1. Pemerintahan dan 428.839.750 427.873.867 99,77
Pembangunan Manusia
Koordinasi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Daerah
a) 65.081.600 65.031.500 99,92 Dok 1 1 100
Bidang Pemerintahan (RPJPD,
RPJMD dan RKPD)
Asistensi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Perangkat
b) 64.067.000 63.866.700 99,69 38 38 100
Perangkat Daerah Bidang Daerah
Pemerintahan
Pelaksanaan Monitoring dan
Evaluasi Penyusunan Dokumen
c) Perencanaan Pembangunan 67.914.500 67.473.982 99,35 Laporan 1 1 100
Perangkat Daerah Bidang
Pemerintahan
Koordinasi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Daerah
d) 149.234.600 149.103.444 99,91 Dok 1 1 100
Bidang Pembangunan Manusia
(RPJPD, RPJMD dan RKPD)
Asistensi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Perangkat
e) 47.781.350 47.763.345 99,96 11 11 100
Perangkat Daerah Bidang Daerah
Pembangunan Manusia
Pelaksanaan Monitoring dan
Evaluasi Penyusunan Dokumen
Perangkat
f) Perencanaan Pembangunan 34.760.700 34.634.896 99,64 11 11 100
Daerah
Perangkat Daerah Bidang
Pembangunan Manusia
Koordinasi Perencanaan Bidang
2. Perekonomian dan SDA 395.438.050 387.479.292 97,99
(Sumber Daya Alam)
Koordinasi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Daerah
a) 96.883.600 93.339.785 96,34 Dok 1 1 100
Bidang Perekonomian (RPJPD,
RPJMD dan RKPD)

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 12


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Anggaran Realisasi Target Output Realisasi Capaian


No Program/Kegiatan/Subkegiatan %
Rp Rp Stn Stn Stn %
Asistensi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Perangkat
b) 78.623.400 78.459.273 99,79 8 8 100
Perangkat Daerah Bidang Daerah
Perekonomian
Pelaksanaan Monitoring dan
Evaluasi Penyusunan Dokumen
Perangkat
c) Perencanaan Pembangunan 60.651.400 60.579.517 99,88 8 8 100
Daerah
Perangkat Daerah Bidang
Perekonomian
Koordinasi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Daerah
d) 55.425.750 55.038.850 99,30 Dok 1 1 100
Bidang SDA (RPJPD, RPJMD dan
RKPD)
Asistensi Penyusunan Dokumen
Perangkat
e) Perencanaan Pembangunan 40.884.300 40.656.698 99,44 8 8 100
Daerah
Perangkat Daerah Bidang SDA
Pelaksanaan Monitoring dan
Evaluasi Penyusunan Dokumen Perangkat
f) 62.969.600 59.405.169 94,34 8 8 100
Perencanaan Pembangunan Daerah
Perangkat Daerah Bidang SDA
Koordinasi Perencanaan Bidang
3. [Link] [Link] 99,69
Infrastruktur dan Kewilayahan
Koordinasi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Daerah
a) [Link] [Link] 99,78 Dok 1 1 100
Bidang Infrastruktur (RPJPD, RPJMD
dan RKPD)
Asistensi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Perangkat
b) 57.592.400 57.578.400 99,98 8 8 100
Perangkat Daerah Bidang Daerah
Infrastruktur
Pelaksanaan Monitoring dan
Evaluasi Penyusunan Dokumen
Perangkat
c) Perencanaan Pembangunan 125.528.250 122.708.250 97,75 8 8 100
Daerah
Perangkat Daerah Bidang
Infrastruktur
Koordinasi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Daerah
d) 75.922.500 75.872.150 99,93 Dok 1 1 100
Bidang Kewilayahan (RPJPD, RPJMD
dan RKPD)
Asistensi Penyusunan Dokumen
Perencanaan Pembangunan Perangkat
e) 25.872.500 25.808.100 99,75 8 8 100
Perangkat Daerah Bidang Daerah
Kewilayahan
Pelaksanaan Monitoring dan
Evaluasi Penyusunan Dokumen
Perangkat
f) Perencanaan Pembangunan 127.447.500 127.118.530 99,74 8 8 100
Daerah
Perangkat Daerah Bidang
Kewilayahan
PROGRAM PENELITIAN DAN
D. [Link] [Link] 99,71
PENGEMBANGAN DAERAH
Penelitian dan Pengembangan
Bidang Penyelenggaraan
1. 296.852.942 295.718.786 99,62
Pemerintahan dan Pengkajian
Peraturan
Pengelolaan Data Kelitbangan dan
a) 296.852.942 295.718.786 99,62 Laporan 1 1 100
Peraturan
Penelitian dan Pengembangan
2. Bidang Sosial dan 163.611.200 163.012.229 99,63
Kependudukan
Penelitian dan Pengembangan
a) 163.611.200 163.012.229 99,63 Dok 1 1 100
Bidang Aspek- Aspek Sosial
Penelitian dan Pengembangan
2. Bidang Ekonomi dan 978.682.226 975.346.027 99,66
Pembangunan
Penelitian dan Pengembangan
a) Koperasi, Usaha Kecil dan 250.097.000 249.084.972 99,60 Dok 1 1 100
Menengah
Penelitian dan Pengembangan
b) 299.820.226 298.682.902 99,62 Dok 1 1 100
Pertanian, Perkebunan dan Pangan
Penelitian dan Pengembangan
c) Perumahan dan Kawasan 89.509.000 89.143.731 99,59 Dok 1 1 100
Permukiman

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 13


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Anggaran Realisasi Target Output Realisasi Capaian


No Program/Kegiatan/Subkegiatan %
Rp Rp Stn Stn Stn %
Penelitian dan Pengembangan
d) 339.256.000 338.434.422 99,76 Dok 1 1 100
Komunikasi dan Informatika
Pengembangan Inovasi dan
3. 582.029.774 581.326.825 99,88
Teknologi
Penelitian, Pengembangan, dan
a) Perekayasaan di Bidang Teknologi 582.029.774 581.326.825 99,88 Dok 1 1 100
dan Inovasi
Jumlah [Link] [Link] 94,87

3.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang
telah ditetapkan
Berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan kinerja Tahun Anggaran 2023
mengalami pencapaian target yang telah ditetapkan, adapun alasan tercapainya
adalah adanya koordinasi yang intensif serta kontribusi dari seluruh Bidang di
Bapperida dan Perangkat Daerah Kabupaten Bandung. Sedangkan hambatan tidak
tercapainya Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 adalah sebagai berikut:
• Untuk sub kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Penilaian Kinerja Pegawai tidak
banyak penggandaan karena menyesuaikan dengan kebutuhan.
• Realisasi Fasilitasi Kunjungan Tamu menyesuaikan dengan jumlah tamu yang
datang.
• Telah dilakukan pemeliharaan untuk 15 unit mobil dinas dan 18 unit motor
dinas, akan tetapi anggaran tidak sepenuhnya terealisasi karena tagihan
menyesuaikan dengan keadaan kendaraan operasional yang diservice.
• Konsultasi publik telah dilaksanakan sesuai rencana dengan output Berita
Acara Konsultasi Publik, akan tetapi penyerapan belanja sosialisasi tidak
dapat terserap secara maksimal karena harga realisasi kegiatan dibawah
harga ASB yang telah dianggarkan.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 14


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

BAB IV

KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas akuntansi


Pemerintah Kabupaten Bandung dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah
Kabupaten Bandung 5 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah
Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
(Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2023 Nomor 5) dan Peraturan Bupati
Bandung Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kedudukan dan Susunan Perangkat Daerah
(Berita Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2023 Nomor 1).
Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) diamanatkan untuk membuat laporan keuangan yang terdiri
dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan
Perubahan Ekuitas (LPE) dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Kewajiban
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membuat laporan atas penggunaan
anggaran/penggunaan barang dimaksud kemudian disebut entitas akuntansi. Entitas
akuntansi merupakan unit pada Pemerintah Kabupaten Bandung yang mengelola
anggaran, kekayaan, dan kewajiban yang menyelenggarakan akuntansi dan
menyajikan laporan keuangan atas dasar akuntansi yang diselenggarakannya.
Setiap laporan keuangan entitas akuntansi kemudian digabungkan menjadi
laporan keuangan konsolidasi pemerintah daerah.

4.2 Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan


Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan SKPD adalah basis
akrual, untuk pengakuan pendapatan-LO, beban, aset, kewajiban, dan ekuitas. Basis
akrual untuk Laporan Operasional berarti bahwa, pendapatan diakui pada saat hak
untuk memperoleh pendapatan telah terpenuhi walaupun kas belum diterima di
Rekening Kas Umum Daerah atau oleh entitas pelaporan, dan beban diakui pada saat
kewajiban yang mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih telah terpenuhi
walaupun kas belum dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah atau entitas
pelaporan. Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing dalam bentuk jasa disajikan
pula pada Laporan Operasional.
Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka LRA
disusun berdasarkan basis kas, berarti bahwa pendapatan-LRA dan penerimaan
pembiayaan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Daerah atau oleh
entitas pelaporan, serta belanja, transfer dan pengeluaran pembiayaan diakui pada
saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah. Namun demikian, bilamana

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 15


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

anggaran disusun dan dilaksanakan berdasarkan basis akrual, maka LRA disusun
berdasarkan basis akrual.
Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas diakui
dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi
lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas
atau setara kas diterima atau dibayar.

4.3 Basis Pengukuran Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan


Pemerintah Kabupaten Bandung
Pengukuran merupakan proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan
memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Pengukuran
pos-pos dalam laporan keuangan pemerintah daerah menggunakan nilai perolehan
historis.

Pengukuran Pendapatan-LRA dan Pendapatan-LO sebagai berikut:

1) Pendapatan-LRA dan Pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu


dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya
(setelah dikompensasikan dengan pengeluaran);

2) Dalam hal besaran pengurang terhadap pendapatan-LRA dan Pendapatan-LO


bruto (biaya) bersifat variabel terhadap pendapatan dimaksud dan tidak dapat
dianggarkan terlebih dahulu dikarenakan proses belum selesai, maka asas bruto
dapat dikecualikan;

3) Pendapatan dalam mata uang asing diukur dan dicatat pada tanggal transaksi
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia.

Pengukuran Belanja sebagai berikut:

1) Pengukuran belanja berdasarkan realisasi klasifikasi yang ditetapkan dalam


dokumen anggaran;

2) Pengukuran belanja dilaksanakan berdasarkan azas bruto dan diukur berdasarkan


nilai nominal yang dikeluarkan dan tercantum dalam dokumen pengeluaran yang
sah.

Pengukuran Beban diukur sesuai dengan:

1) Harga perolehan atas barang/jasa atau nilai nominal atas kewajiban beban yang
timbul, konsumsi aset, dan penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa. Beban
diukur dengan menggunakan mata uang rupiah;

2) Menaksir nilai wajar barang/jasa tersebut pada tanggal transaksi jika barang/jasa
tersebut tidak diperoleh harga perolehannya.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 16


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Pengukuran aset adalah sebagai berikut:

1) Kas dicatat sebesar nilai nominal;

2) Investasi jangka pendek dicatat sebesar nilai perolehan;

3) Piutang dicatat sebesar nilai nominal;

4) Persediaan dicatat sebesar:

a. Biaya Perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;

b. Biaya Standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

c. Nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.

5) Investasi jangka panjang dicatat sebesar biaya perolehan termasuk biaya


tambahan lainnya yang terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas
investasi tersebut;

6) Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan. Apabila penilaian aset tetap dengan
menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap
didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan;

7) Selain tanah dan konstruksi dalam pengerjaan, seluruh aset tetap dapat
disusutkan sesuai dengan sifat dan karakteristik aset tersebut;

8) Biaya perolehan aset tetap yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya
langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak langsung termasuk
biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa
peralatan, dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan
pembangunan aset tetap tersebut;

9) Aset moneter dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam mata
uang rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan kurs tengah bank sentral
pada tanggal neraca.

Pengukuran kewajiban adalah sebagai berikut:

Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing
dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing
menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca.

4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang


ada dalam SAP
Kebijakan Akuntansi yang diterapkan merupakan kebijakan akuntansi
sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan Berbasis Akrual dan Peraturan Bupati Bandung Nomor 336 Tahun 2022
tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 17


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Pemerintah Kabupaten Bandung menerapkan akuntansi berbasis akrual


pertama kali pada Tahun Anggaran 2015 sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi
Pemerintahan Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah.
Beberapa kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan tahun per 31 Desember 2023 sebagai
berikut:

4.4.1 Asumsi Dasar Akuntansi


1. Kemandirian Entitas
Asumsi kemandirian entitas, yang berarti bahwa unit pemerintah
daerah sebagai entitas pelaporan dan entitas akuntansi dianggap sebagai
unit yang mandiri dan mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan
keuangan sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit pemerintahan dalam
pelaporan keuangan. Salah satu indikasi terpenuhinya asumsi ini adalah
adanya kewenangan entitas untuk menyusun anggaran dan
melaksanakannya dengan tanggung jawab penuh. Entitas bertanggung
jawab atas pengelolaan aset dan sumber daya di luar neraca untuk
kepentingan yurisdiksi tugas pokoknya, termasuk atas kehilangan atau
kerusakan aset dan sumber daya dimaksud, utang piutang yang terjadi akibat
pembuatan keputusan entitas, serta terlaksana tidaknya program dan
kegiatan yang telah ditetapkan.
Entitas di pemerintah daerah terdiri atas Entitas Pelaporan dan Entitas
Akuntansi. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu
atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-
undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Entitas Akuntansi adalah unit
pemerintahan yang mengelola anggaran, kekayaan, dan kewajiban yang
menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan atas dasar
akuntansi yang diselenggarakannya untuk digabungkan pada entitas
pelaporan.
2. Kesinambungan Entitas
Laporan keuangan pemerintah daerah disusun dengan asumsi bahwa
pemerintah daerah akan berlanjut keberadaannya dan tidak bermaksud
untuk melakukan likuidasi.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 18


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

3. Keterukuran dalam Satuan Uang


Laporan keuangan pemerintah daerah harus menyajikan setiap
kegiatan yang diasumsikan dapat dinilai dengan satuan uang. Satuan uang
yang digunakan adalah Rupiah.

4.4.2 Pengakuan Pendapatan-LRA


Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum
Daerah yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun
anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah daerah, dan
tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah.
Pengakuan pendapatan-LRA sebagai berikut:
1. Pengakuan Pendapatan-LRA ditentukan oleh Bendahara Umum Daerah
(BUD) sebagai pemegang otoritas dan bukan semata-mata oleh
Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebagai salah satu tempat
penampungannya.
2. Pendapatan LRA diakui menjadi pendapatan daerah pada saat:
a. Kas atas pendapatan tersebut telah diterima pada RKUD.
b. Kas atas pendapatan tersebut telah diterima satker/SKPD dan
digunakan langsung tanpa disetor ke RKUD, dengan syarat
entitas penerima wajib melaporkannya kepada BUD.
c. Kas atas pendapatan yang berasal dari hibah langsung dalam/luar
negeri yang digunakan untuk mendanai pengeluaran entitas telah
diterima, dengan syarat entitas penerima wajib melaporkannya
kepada BUD.
d. Kas atas pendapatan yang diterima entitas lain di luar entitas
pemerintah berdasarkan otoritas yang diberikan oleh BUD, dan
BUD mengakuinya sebagai pendapatan.

4.4.3 Pengakuan Belanja


Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah
dan Bendahara Pengeluaran yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam
periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh pemerintah. Pengakuan Belanja pada saat:
1. Terjadinya pengeluaran dari RKUD;
2. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya
terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut
disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan dengan
terbitnya SP2D GU atau SP2D Nihil;

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 19


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

3. Dalam hal badan layanan umum, belanja diakui dengan mengacu pada
peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai badan
layanan umum.

4.4.4 Pengakuan Pembiayaan


Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar
kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun
anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang
dalam penganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk
menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. Pembiayaan terdiri
dari:
1. Penerimaan pembiayaan adalah semua penerimaan Rekening Kas
Umum Daerah (RKUD) antara lain berasal dari penerimaan pinjaman,
penjualan obligasi pemerintah, hasil privatisasi perusahaan
negara/daerah, penerimaan kembali pinjaman yang diberikan kepada
fihak ketiga, penjualan investasi permanen lainnya, dan pencairan dana
cadangan;
2. Pengeluaran pembiayaan adalah semua pengeluaran Rekening Kas
Umum Daerah (RKUD) antara lain pemberian pinjaman kepada pihak
ketiga, penyertaan modal pemerintah, pembayaran kembali pokok
pinjaman dalam periode tahun anggaran tertentu, dan pembentukan
dana cadangan.
Pengakuan pembiayaan sebagai berikut:
Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum
Daerah (RKUD), sedangkan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat
terjadinya pengeluaran kas dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

4.4.5 Pengakuan Pendapatan-LO


Pendapatan-LO adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai
penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan
tidak perlu dibayar kembali. Pengakuan Pendapatan-LO sebagai berikut:
1. Pendapatan-LO diakui pada saat:
a. Timbulnya hak atas pendapatan (earned); atau
b. Pendapatan direalisasi yaitu aliran masuk sumber daya ekonomi
(realized).
2. Pengakuan pendapatan-LO pada Pemerintah Daerah dilakukan
bersamaan dengan penerimaan kas selama periode berjalan (kecuali
perlakuan pada saat penyusunan laporan keuangan dengan melakukan
penyesuaian) dengan alasan:

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 20


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

a. Tidak terdapat perbedaan waktu yang signifikan antara


penetapan hak pendapatan daerah dan penerimaan kas;
b. Ketidakpastian penerimaan kas relatif tinggi;
c. Dokumen timbulnya hak sulit, tidak diperoleh atau tidak
diterbitkan, misalnya pendapatan atas jasa giro;
d. Sebagian pendapatan menggunakan sistem self assesment
dimana tidak ada dokumen penetapan (dibayarkan secara tunai
tanpa penetapan);dan
e. Sistem atau administrasi piutang (termasuk aging schedule
piutang) harus memadai, hal ini terkait dengan penyesuaian
diawal dan akhir tahun. Apabila sistem administrasi tersebut tidak
memadai, tidak diperkenankan untuk mengakui hak bersamaan
dengan penerimaan kas, karena ada risiko pemerintah daerah
tidak mengakui adanya piutang diakhir tahun.
3. Dalam hal badan layanan umum daerah, pendapatan diakui dengan
mengacu pada peraturan perundangan yang mengatur mengenai
badan layanan umum daerah.
4. Pengakuan Pendapatan-LO dibagi menjadi dua yaitu:
a. Pendapatan-LO diakui bersamaan dengan penerimaan kas
selama tahun berjalan.
Pendapatan-LO diakui bersamaan dengan penerimaan kas
dilakukan apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah
tidak terjadi perbedaan waktu antara penetapan hak pendapatan
daerah dan penerimaan kas daerah. Atau pada saat diterimanya
kas/aset non kas yang menjadi hak pemerintah daerah tanpa
lebih dulu adanya penetapan. Dengan demikian, Pendapatan-LO
diakui pada saat kas diterima baik disertai maupun tidak disertai
dokumen penetapan.
b. Pendapatan-LO diakui pada saat penyusunan laporan keuangan
Pada saat penyusunan laporan keuangan, terdapat dua kondisi
pengakuan Pendapatan-LO yaitu:
i. Pendapatan-LO diakui sebelum penerimaan kas
Pendapatan-LO diakui sebelum penerimaan kas dilakukan
apabila terdapat penetapan hak pendapatan daerah
(misalnya SKPD/SKRD yang diterbitkan dengan metode
official assesment atau Perpres/Permenkeu/Pergub)
dimana hingga akhir tahun belum dilakukan pembayaran
oleh pihak ketiga atau belum diterima oleh pemerintah

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 21


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

daerah. Hal ini merupakan tagihan (piutang) bagi


pemerintah daerah dan utang bagi wajib bayar atau pihak
yang menerbitkan keputusan/peraturan.
ii. Pendapatan-LO diakui setelah penerimaan kas
Apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah
terjadi perbedaan antara jumlah kas yang diterima
dibandingkan barang/jasa yang belum seluruhnya
diserahkan oleh pemerintah daerah kepada pihak lain, atau
kas telah diterima terlebih dahulu. Atas Pendapatan-LO
yang telah diakui saat kas diterima dilakukan penyesuaian
dengan pasangan akun pendapatan diterima dimuka.
iii. Pendapatan-LO diakui bersifat non-kas
Pendapatan-LO bersifat non kas berupa pendapatan yang
tidak melibatkan kas misalnya perolehan aset tetap yang
berasal dari hibah. Hal ini dijelaskan lebih lanjut pada
pembahasan Aset Tetap.

4.4.6 Pengakuan Beban


Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam
periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa
pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.
1. Beban diakui pada:
a. Saat timbulnya kewajiban, artinya beban diakui pada saat
terjadinya peralihan hak dari pihak lain ke pemerintah daerah
tanpa diikuti keluarnya kas dari kas umum daerah. Contohnya
tagihan rekening telepon dan rekening listrik yang sudah ada
tagihannya belum dibayar pemerintah dapat diakui sebagai
beban;
b. Saat terjadinya konsumsi aset, artinya beban diakui pada saat
pengeluaran kas kepada pihak lain yang tidak didahului timbulnya
kewajiban dan/atau konsumsi aset non kas dalam kegiatan
operasional pemerintah daerah; dan
c. Saat terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa,
artinya beban diakui pada saat penurunan nilai aset sehubungan
dengan penggunaan aset bersangkutan/berlalunya waktu.
Contoh penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa adalah
penyusutan atau amortisasi.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 22


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

2. Bila dikaitkan dengan pengeluaran kas maka pengakuan beban dapat


dilakukan dengan tiga kondisi, yaitu:
a. Beban diakui sebelum pengeluaran kas, dilakukan apabila dalam
hal proses transaksi pengeluaran daerah terjadi perbedaan waktu
antara pengakuan beban dan pengeluaran kas, dimana
pengakuan beban daerah dilakukan lebih dulu, maka kebijakan
akuntansi untuk pengakuan beban dapat dilakukan pada saat
terbit dokumen penetapan/pengakuan beban/kewajiban
walaupun kas belum dikeluarkan. Hal ini selaras dengan kriteria
telah timbulnya beban dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
konservatif bahwa jika beban sudah menjadi kewajiban harus
segera dilakukan pengakuan meskipun belum dilakukan
pengeluaran kas;
b. Beban diakui bersamaan dengan pengeluaran kas, dilakukan
apabila perbedaan waktu antara saat pengakuan beban dan
pengeluaran kas daerah tidak signifikan, maka beban diakui
bersamaan dengan saat pengeluaran kas;
c. Beban diakui setelah pengeluaran kas, dilakukan apabila dalam
hal proses transaksi pengeluaran daerah terjadi perbedaan waktu
antara pengeluaran kas daerah dan pengakuan beban, dimana
pengakuan beban dilakukan setelah pengeluaran kas, maka
pengakuan beban dapat dilakukan pada saat barang atau jasa
dimanfaatkan walaupun kas sudah dikeluarkan.
Pada saat pengeluaran kas mendahului dari saat barang atau jasa
dimanfaatkan, pengeluaran tersebut belum dapat diakui sebagai
Beban. Pengeluaran kas tersebut dapat diklasifikasikan sebagai
Beban Dibayar di Muka (akun neraca), Aset Tetap dan Aset
Lainnya.
3. Pengakuan beban pada periode berjalan pada Pemerintah Daerah
dilakukan bersamaan dengan pengeluaran kas yaitu pada saat
diterbitkannya SP2D belanja, kecuali pengeluaran belanja modal.
Sedangkan pengakuan beban pada saat penyusunan laporan keuangan
dilakukan penyesuaian.
4. Beban dengan mekanisme LS akan diakui berdasarkan terbitnya
dokumen Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) LS atau diakui
bersamaan dengan pengeluaran kas dan dilakukan penyesuaian pada
akhir periode akuntansi.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 23


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

5. Beban dengan mekanisme UP/GU/TU akan diakui berdasarkan bukti


pengeluaran beban telah disahkan oleh Pengguna Anggaran/pada saat
Pertanggungjawaban (SPJ) atau diakui bersamaan dengan
pengeluaran kas dari bendahara pengeluaran dan dilakukan
penyesuaian pada akhir periode akuntansi.
6. Pada saat penyusunan laporan keuangan harus dilakukan penyesuaian
terhadap pengakuan beban, yaitu:
a. Beban Pegawai, diakui timbulnya kewajiban beban pegawai
berdasarkan dokumen yang sah, misal daftar gaji, tetapi pada 31
Desember belum dibayar;
b. Beban Barang dan Jasa, diakui pada saat timbulnya kewajiban
atau peralihan hak dari pihak ketiga yaitu ketika bukti penerimaan
barang/jasa atau Berita Acara Serah Terima ditandatangani tetapi
pada 31 Desember belum dibayar. Dalam hal pada akhir tahun
masih terdapat barang persediaan yang belum terpakai, maka
dicatat sebagai pengurang beban.
c. Beban Penyusutan dan amortisasi diakui saat akhir tahun/periode
akuntansi berdasarkan metode penyusutan dan amortisasi yang
sudah ditetapkan dengan mengacu pada bukti memorial yang
diterbitkan;
d. Beban Penyisihan Piutang diakui saat akhir tahun/periode
akuntansi berdasarkan persentase cadangan piutang yang sudah
ditetapkan dengan mengacu pada bukti memorial yang
diterbitkan;
e. Beban Bunga diakui saat bunga tersebut jatuh tempo untuk
dibayarkan. Untuk keperluan pelaporan keuangan, nilai beban
bunga diakui sampai dengan tanggal pelaporan walaupun saat
jatuh tempo melewati tanggal pelaporan;
f. Beban transfer diakui pada saat timbulnya kewajiban pemerintah
daerah. Dalam hal pada akhir periode akuntansi terdapat alokasi
dana yang harus dibagihasilkan tetapi belum disalurkan dan
sudah diketahui daerah yang berhak menerima, maka nilai
tersebut dapat diakui sebagai beban atau yang berarti beban
diakui dengan kondisi sebelum pengeluaran kas.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 24


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

4.4.7 Pengakuan Kas


Kas dan setara kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang
setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah daerah
atau investasi jangka pendek yang sangat likuid yang siap dicairkan menjadi
kas serta bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan. Secara umum
pengakuan kas dilakukan:
1. Pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh oleh
pemerintah daerah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur
dengan andal;
2. Pada saat diterima atau kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya
berpindah. Atas dasar butir 2 tersebut dapat dikatakan bahwa kas dan
setara kas diakui pada saat kas dan setara kas diterima dan/atau
dikeluarkan/dibayarkan;
3. Kas di kas daerah mencakup kas yang dikuasai, dikelola, dan di bawah
tanggung jawab Bendahara Umum Daerah, dan terdiri dari:
a. Saldo rekening kas daerah, yaitu saldo rekening-rekening pada
bank yang ditentukan oleh kepala daerah untuk menampung
penerimaan dan pengeluaran Pemerintah daerah;
b. Setara kas, antara lain Surat Utang Negara (SUN)/obligasi dan
deposito kurang dari tiga bulan, yang dikelola bendahara umum
daerah.
c. Uang tunai (uang kertas/tunai dan logam) di bendahara umum
daerah.
4. Kas di Bendahara Penerimaan mencakup seluruh kas, baik saldo
rekening di bank maupun saldo uang tunai, yang berada di bawah
tanggung jawab Bendahara Penerimaan/Bendahara Penerimaan
Pembantu. Kas tersebut berasal dari pungutan dan setoran yang sudah
diterima oleh Bendahara Penerimaan/Bendahara Penerimaan
Pembantu yang belum disetorkan ke kas daerah;
5. Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan kas yang masih dikelola
Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu setiap
SKPD yang berasal dari sisa uang persediaan (UP) yang belum disetor
ke kas daerah per tanggal neraca;
6. Kas di Bendahara Pengeluaran mencakup seluruh saldo rekening bank
Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu, uang
logam, uang kertas dan lain-lain kas yang benar-benar ada pada
Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu per tanggal
neraca;

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 25


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

7. Kas Lainnya merupakan kas yang dikelola Bendahara


Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu yang bukan berasal
dari sisa uang persediaan yang belum disetor kepada pihak terkait per
tanggal neraca. Misalnya, Potongan Pajak yang belum disetor oleh
Bendahara Pengeluaran, Jasa Giro dan lainnya;
8. Kas di RSUD merupakan kas yang dikelola oleh RSUD sebagai BLUD,
yang bersumber dari pendapatan BLUD;
9. Tidak termasuk Kas di Kas Daerah adalah Perhitungan Pihak Ketiga
(PFK) berupa pajak pusat seperti PPN dan PPh Pasal 21, iuran
Bapetarum dan iuran wajib pegawai lainnya yang masih harus
disetorkan ke kas negara atau Pihak lainnya yang berhak
(diklasifikasikan dalam Kewajiban Jangka Pendek).

4.4.8 Pengakuan Piutang


Piutang adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada pemerintah daerah
dan/atau hak pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang sebagai akibat
perjanjian/atau akibat lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan atau
akibat lainnya yang sah. Pengakuan piutang sebagai berikut:
1. Piutang pendapatan asli daerah yang berasal dari peraturan perundang
undangan diakui ketika timbul klaim/hak untuk menagih uang atau
manfaat ekonomi lainnya kepada entitas, yaitu pada saat :
a. Terdapat surat ketetapan/dokumen yang sah yang belum
dilunasi; dan/atau
b. Terdapat surat penagihan dan telah dilaksanakan penagihan
serta belum dilunasi.
2. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan hak tagih, (piutang yang berasal
perikatan) yaitu peristiwa yang timbul dari pemberian pinjaman,
penjualan, kemitraan, dan pemberian fasilitas/jasa yang diakui sebagai
piutang dan dicatat sebagai aset di neraca, apabila memenuhi kriteria:
a. harus didukung dengan naskah perjanjian yang menyatakan hak
dan kewajiban secara jelas; dan
b. jumlah piutang dapat diukur.
3. Pengakuan Piutang Transfer meliputi :
a. Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan;
i. Piutang Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan Sumber Daya
Alam diakui berdasarkan alokasi definitif yang telah
ditetapkan sesuai dengan dokumen penetapan yang sah

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 26


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

menurut ketentuan yang berlaku sebesar hak daerah yang


belum dibayarkan.
ii. Piutang Dana Alokasi Umum (DAU) diakui berdasarkan
jumlah yang ditetapkan sesuai dengan dokumen penetapan
yang sah menurut ketentuan yang berlaku yang belum
ditransfer dan merupakan hak daerah.
iii. Piutang Dana Alokasi Khusus (DAK) diakui berdasarkan
klaim pembayaran yang telah diverifikasi oleh Pemerintah
Pusat dan telah ditetapkan jumlah definitifnya sebesar
jumlah yang belum ditransfer.
b. Piutang Transfer Lainnya diakui apabila:
i. Dalam hal penyaluran tidak memerlukan persyaratan,
apabila sampai dengan akhir tahun Pemerintah Pusat
belum menyalurkan seluruh pembayarannya, sisa yang
belum ditransfer akan menjadi hak tagih atau piutang bagi
daerah penerima; dan
ii. Dalam hal pencairan dana diperlukan persyaratan, misalnya
tingkat penyelesaian pekerjaan tertentu, maka timbulnya
hak tagih pada saat persyaratan sudah dipenuhi, tetapi
belum dilaksanakan pembayarannya oleh Pemerintah
Pusat.
c. Piutang Bagi Hasil dari Provinsi dihitung berdasarkan hasil
realisasi pajak yang menjadi bagian daerah yang belum dibayar.
d. Piutang transfer antar daerah dihitung berdasarkan hasil realisasi
pendapatan yang bersangkutan yang menjadi hak/bagian daerah
penerima yang belum dibayar.
e. Piutang kelebihan transfer terjadi apabila dalam suatu tahun
anggaran ada kelebihan transfer. Jika kelebihan transfer belum
dikembalikan maka kelebihan dimaksud dapat dikompensasikan
dengan hak transfer periode berikutnya.
4. Peristiwa yang menimbulkan hak tagih berkaitan dengan TP/TGR,
harus didukung dengan bukti SK Pembebanan/SKP2K/SKTJM/
Dokumen yang dipersamakan, yang menunjukkan bahwa penyelesaian
atas TP/TGR dilakukan dengan cara damai (diluar pengadilan). SK
Pembebanan/SKP2K/SKTJM/ Dokumen yang dipersamakan merupakan
surat keterangan tentang pengakuan bahwa kerugian tersebut menjadi
tanggung jawab seseorang dan bersedia mengganti kerugian tersebut.
Apabila penyelesaian TP/TGR tersebut dilaksanakan melalui jalur

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 27


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

pengadilan, pengakuan piutang baru dilakukan setelah terdapat surat


ketetapan dan telah diterbitkan surat penagihan.

4.4.9 Pengakuan Beban Dibayar Dimuka


Beban dibayar dimuka adalah suatu transaksi pengeluaran kas untuk
membayar suatu beban yang belum menjadi kewajiban sehingga
menimbulkan hak tagih bagi pemerintah daerah. Beban Dibayar Dimuka
diakui pada saat kas dikeluarkan namun belum menimbulkan kewajiban.
Pengukuran beban dibayar dimuka dilakukan berdasarkan jumlah kas yang
dikeluarkan/dibayarkan. Perhitungan beban dibayar dimuka dilakukan
berdasarkan masa/periode manfaat beban tersebut, yaitu:
1. Apabila masa manfaat maksimal 3 bulan, maka perhitungan dilakukan
secara harian;
2. Apabila masa manfaat lebih dari 3 bulan, maka perhitungan dilakukan
secara bulanan.

4.4.10 Pengakuan Persediaan


Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan
(Supplies) merupakan aset lancar, yang diperoleh dengan maksud untuk
mendukung kegiatan operasional pemerintah dan barang-barang yang
dimaksudkan untuk dijual dan atau diserahkan dalam rangka pelayanan
kepada masyarakat dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan dari tanggal
pelaporan.
Beberapa persediaan sudah dapat disajikan dalam neraca, yaitu
persediaan obat-obatan, persediaan hewan ternak, persediaan aspal,
persediaan bahan pengairan, dan persediaan habis pakai/material seperti alat
tulis kantor, barang cetakan.
1. Persediaan diakui:
a. Pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh
pemerintah daerah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat
diukur dengan andal; dan
b. Pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau
kepenguasaannya berpindah.
2. Pengakuan persediaan pada akhir periode akuntansi, dilakukan
berdasarkan hasil inventarisasi fisik;
3. Persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki proyek
swakelola dan dibebankan ke suatu perkiraan aset untuk kontruksi
dalam pengerjaan, tidak dimasukkan sebagai persediaan.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 28


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

4.4.11 Pengakuan Investasi Jangka Panjang


Investasi jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk
dimiliki lebih dari 12 bulan. Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat
penanaman investasinya, yaitu Nonpermanen dan Permanen. Investasi
jangka panjang dicatat sebesar biaya perolehan termasuk biaya tambahan
lainnya yang terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas investasi
tersebut.
1. Investasi dapat diakui apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Kemungkinan manfaat ekonomi dan manfaat sosial atau jasa
potensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut
dapat diperoleh pemerintah daerah; dan
b. Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara
memadai (reliable).
2. Hasil Investasi Jangka Panjang dapat berupa:
a. Deviden Tunai;
b. Deviden Saham; dan
c. Bagian Laba.
3. Pengakuan untuk hasil investasi untuk Deviden dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
a. Hasil investasi berupa dividen tunai yang diperoleh dari
penyertaan modal pemerintah yang pencatatannya
menggunakan metode biaya, dicatat sebagai pendapatan hasil
investasi (Lain-lain PAD yang Sah).
b. Sedangkan apabila menggunakan metode ekuitas, bagian laba
berupa deviden tunai yang diperoleh oleh pemerintah dicatat
sebagai pendapatan hasil investasi (dalam jurnal dengan basis
kas) dan mengurangi nilai investasi pemerintah (dalam jurnal
berbasis akrual).
4. Pengakuan hasil investasi untuk deviden dalam bentuk saham yang
diterima baik dengan metode biaya maupun metode ekuitas akan
menambah nilai investasi pemerintah.
5. Pengakuan hasil investasi untuk Bagian Laba dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
a. Hasil investasi berupa dividen tunai yang diperoleh dari
penyertaan modal pemerintah yang pencatatannya
menggunakan metode biaya, dicatat sebagai pendapatan
hasil investasi (Lain-lain PAD yang Sah);dan

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 29


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

b. Sedangkan apabila menggunakan metode ekuitas, bagian


laba berupa dividen tunai yang diperoleh oleh pemerintah dicatat
sebagai pendapatan hasil investasi (dalam jurnal dengan basis
kas) dan mengurangi nilai investasi pemerintah (dalam jurnal
berbasis akrual).

4.4.12 Pengakuan Aset Tetap


Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih
dari satu periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau
dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aset Tetap dapat diperoleh dari dana
yang bersumber dari sebagian atau seluruh APBD melalui pembelian,
pembangunan, hibah atau donasi, pertukaran dengan aset lainnya dan dari
sitaan atau rampasan dengan maksud untuk digunakan.
1. Pada umumnya aset tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa
depan dapat diperoleh dan nilainya dapat diukur dengan handal.
2. Untuk dapat diakui sebagai aset tetap harus dipenuhi kriteria sebagai
berikut:
a. Berwujud;
b. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan;
c. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
d. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas;
e. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.
3. Namun demikian, dengan pertimbangan biaya dan manfaat serta
kepraktisan, pengakuan aset tetap berupa konstruksi dilakukan pada
saat realisasi belanja modal.
4. Tujuan utama dari perolehan aset tetap adalah untuk digunakan oleh
pemerintah dalam mendukung kegiatan operasionalnya dan bukan
dimaksudkan untuk dijual.
5. Pengakuan aset tetap akan andal bila aset tetap telah diterima atau
diserahkan hak kepemilikannya dan atau pada saat penguasaannya
berpindah.
6. Saat pengakuan aset akan dapat diandalkan apabila terdapat bukti
bahwa telah terjadi perpindahan hak kepemilikan dan/atau penguasaan
secara hukum, misalnya sertifikat tanah dan bukti kepemilikan
kendaraan bermotor. Apabila perolehan aset tetap belum didukung
dengan bukti secara hukum dikarenakan masih adanya suatu proses
administrasi yang diharuskan, seperti pembelian tanah yang masih
harus diselesaikan proses jual beli (akta) dan sertifikat kepemilikannya

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 30


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

di instansi berwenang, maka aset tetap tersebut harus diakui pada saat
terdapat bukti bahwa penguasaan atas aset tetap tersebut telah
berpindah, misalnya telah terjadi pembayaran dan penguasaan atas
sertifikat tanah atas nama pemilik sebelumnya.
7. Untuk Aset Tetap yang telah dikuasai dan dimanfaatkan dalam waktu
lama, namun belum ada bukti kepemilikannya, maka dengan
menggunakan prinsip substansi mengungguli formalitas maka aset
tetap tersebut dicatat dalam neraca dan dijelaskan dalam catatan atas
laporan keuangan. Terhadap aset tetap tersebut harus segera diproses
bukti kepemilikannya.
8. Aset Tetap dalam sengketa atau sedang menunggu prsoses
pengadilan, harus dejelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.

4.4.13 Pengakuan Aset Lainnya


Pos Aset Lainnya adalah aset pemerintah daerah selain Aset Lancar,
Investasi Jangka Panjang, Aset Tetap dan Dana Cadangan. Aset Lainnya
terdiri dari Aset Tak Berwujud, Tagihan Penjualan Angsuran, Tuntutan
Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi, Kemitraan Dengan Pihak Ketiga dan
Aset Lain-Lain.
1. Aset lainnya diakui pada saat diterima atau kepemilikannya dan/atau
kepenguasaannya berpindah.
2. Tagihan penjualan angsuran diakui saat transaksi penjualan rumah
dinas dan kendaraan dinas serta aset lainnya kepada pegawai terjadi
berdasarkan dokumen sumber Memo Penyesuaian (MP). Memo ini
dibuat berdasarkan informasi dari Bendahara Pengeluaran atau BUD
tentang terjadinya transaksi penjualan rumah, kendaraan dinas dan
lain-lain.
3. Tuntutan Ganti Rugi diakui bila telah memenuhi kriteria:
a. Telah ditandatanganinya Surat Keterangan Tanggung Jawab
Mutlak (SKTJM); atau
b. Telah diterbitkan Surat Keputusan Pembebanan Penggantian
Kerugian (SKP2K) kepada pihak yang dikenakan Tuntutan Ganti
Rugi.
4. Kemitraan dengan Pihak Ketiga diakui saat:
a. Aset Kerjasama/Kemitraan diakui pada saat terjadi perjanjian
kerjasama/ kemitraan, yaitu dengan perubahan klasifikasi aset
dari aset tetap menjadi aset kerjasama/kemitraan;

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 31


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

b. Aset Kerjasama/Kemitraan berupa Gedung dan/atau sarana


berikut fasilitasnya, dalam rangka kerja sama Bangunan Serah
Guna (BSG), diakui pada saat pengadaan/pembangunan Gedung
dan/atau Sarana berikut fasilitasnya selesai dan siap digunakan
untuk digunakan/dioperasikan;
c. Dalam rangka kerja sama pola Bangun Serah Guna (BSG)/Bangun
Tranfer Operasi (BTO), harus diakui adanya Utang Kemitraan
dengan Pihak Ketiga, yaitu sebesar nilai aset yang dibangun oleh
mitra dan telah diserahkan kepada Pemerintah pada saat proses
pembangunan selesai;
d. Setelah masa perjanjian kerjasama berakhir, aset
kerjasama/kemitraan harus diaudit oleh aparat pengawas
fungsional sebelum diserahkan kepada Pengelola Barang
dan/atau Pengguna Barang;
e. Penyerahan kembali objek kerjasama beserta fasilitasnya kepada
Pengelola Barang dilaksanakan setelah berakhirnya perjanjian
dituangkan dalam berita acara serah terima barang;
f. Setelah masa pemanfaatan berakhir, tanah serta bangunan dan
fasilitas hasil kerjasama/kemitraan ditetapkan status
penggunaannya oleh Pengelola Barang;
g. Klasifikasi aset hasil kerjasama/kemitraan berubah dari “Aset
Lainnya” menjadi “Aset Tetap” sesuai jenisnya setelah
berakhirnya perjanjian dan telah ditetapkan status
penggunaannya oleh Pengelola Barang.
5. Aset Tidak Berwujud diakui pada saat manfaat ekonomi di masa datang
yang diharapkan atau jasa potensial yang diakibatkan dari Aset Tidak
Berwujud tersebut akan mengalir kepada/dinikmati oleh entitas.
6. Pengakuan Aset Lain-lain diakui pada saat dihentikan dari penggunaan
aktif pemerintah dan direklasifikasikan ke dalam aset lain-lain.

4.4.14 Pengakuan Kewajiban


Kewajiban jangka pendek terdiri dari:
1. Utang Perhitungan Pihak Ketiga (Utang PFK);
Utang PFK diakui pada saat dilakukan pemotongan oleh Bendahara
Umum Daerah (BUD) atas pengeluaran dari kas daerah untuk
pembayaran tertentu seperti gaji dan tunjangan pegawai serta
pengadaan barang dan jasa termasuk barang modal atau pada saat
terbitnya Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 32


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

2. Utang Bunga;
Utang bunga sebagai bagian dari kewajiban atas pokok utang berupa
kewajiban bunga atau Commitment Fee yang telah terjadi dan belum
dibayar, pada dasarnya berakumulasi seiring dengan berjalannya
waktu, tetapi demi kepraktisan diakui pada setiap akhir periode
pelaporan.
3. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang;
a. Akun ini diakui pada saat melakukan reklasifikasi pinjaman jangka
panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan setelah tanggal neraca pada setiap akhir periode akuntansi,
kecuali bagian lancar utang jangka panjang yang akan didanai
kembali.
b. Termasuk dalam Bagian Lancar Utang Jangka Panjang adalah
utang jangka panjang yang persyaratan tertentunya telah
dilanggar sehingga kewajiban tersebut menjadi kewajiban jangka
pendek (Payable on Demand).
4. Pendapatan Diterima Dimuka;
Pendapatan Diterima Dimuka diakui pada saat terdapat/timbul klaim
pihak ketiga kepada pemerintah daerah terkait kas yang telah diterima
dari pihak ketiga tetapi belum ada penyerahan barang/jasa dari
pemerintah daerah.
5. Utang Beban;
Utang Beban diakui pada saat:
a. Beban secara peraturan perundang-undangan sudah terjadi
tetapi sampai dengan tanggal pelaporan belum dibayar.
b. Terdapat klaim pihak ketiga, biasanya dinyatakan dalam bentuk
surat penagihan atau invoice, kepada pemerintah daerah terkait
penerimaan barang/jasa yang belum diselesaikan
pembayarannya oleh pemerintah daerah.
c. Barang yang dibeli sudah diterima tetapi belum dibayar atau pada
saat barang sudah diserahkan kepada perusahaan jasa
pengangkutan (dalam perjalanan) tetapi sampai dengan tanggal
pelaporan belum dibayar.
6. Utang Jangka Pendek Lainnya; dan
Utang Jangka Pendek Lainnya diakui pada saat terdapat/ timbul klaim
kepada pemerintah daerah terkait kas yang telah diterima tetapi belum
ada pembayaran/pengakuan sampai dengan tanggal pelaporan.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 33


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

7. Kewajiban untuk Dikonsolidasikan.


Pengakuan aset untuk dikonsolidasikan pada saat terjadi transaksi yang
melibatkan transaksi SKPD.
a. Kewajiban Jangka Panjang terdiri dari:
i. Utang Dalam Negeri:
Pengakuan Utang Dalam Negeri
a) Sepanjang tidak diatur secara khusus dalam perjanjian
pinjaman, utang dalam negeri diakui pada saat dana
diterima di Kas Daerah/saat terjadi transaksi penjualan
obligasi.
b) Sehubungan dengan transaksi penjualan utang obligasi,
bunga atas utang obligasi diakui sejak saat penerbitan
utang obligasi tersebut, atau sejak tanggal pembayaran
bunga terakhir, sampai saat terjadinya transaksi.
ii. Utang Luar Negeri
Pengakuan Utang Luar Negeri
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah
(PSAP) Nomor 9 paragraf 21 disebutkan bahwa kewajiban
diakui pada saat dana pinjaman diterima dan/atau pada saat
kewajiban timbul.
iii. Utang Jangka Panjang Lainnya
Pengakuan Utang Jangka Panjang Lainnya
a) Utang kemitraan diakui pada saat aset diserahkan oleh
pihak ketiga kepada pemerintah yang untuk selanjutnya
akan dibayar sesuai perjanjian, misalnya secara
angsuran.
b) Pengakuan mengenai utang kemitraan dapat dilihat
pada kebijakan aset lainnya-kemitraan dengan pihak
ketiga.

4.4.15 Pengakuan Ekuitas


Pengakuan ekuitas berdasarkan saat pengakuan aset dan kewajiban.
Ekuitas merupakan kekayaan bersih pemerintah daerah yang merupakan
selisih antara aset dan kewajiban pemerintah daerah pada tanggal laporan.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 34


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

BAB V

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

5.1 Laporan Realisasi Anggaran


Laporan Realisasi Anggaran (LRA) merupakan laporan keuangan yang
menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA belanja, transfer, surplus/defisit-LRA
dan pembiayaan yang masing-masing dibandingkan dengan anggarannya dalam satu
periode.
5.1.1 Belanja
TAHUN 2023 TAHUN 2022 NAIK/(TURUN)
URAIAN
ANGGARAN REALISASI % REALISASI (Rp) %
BELANJA [Link] [Link] 94,87 [Link] (630.611.442) (2,80)
BELANJA
[Link] [Link] 94,85 [Link] 104.438.208 0,48
OPERASI
BELANJA MODAL 143.273.400 141.771.100 98,95 876.820.750 (735.049.650) (83,83)

Realisasi Belanja-LRA periode sampai dengan 31 Desember 2023


sebesar Rp21.885.676.194 atau 94,87 persen dari anggaran sebesar
Rp23.068.210.089. Apabila dibandingkan dengan realisasi belanja tahun
2022 sebesar Rp22.516.287.636, terjadi penurunan sebesar Rp630.611.442
atau 2,80 persen.

[Link] Belanja Operasi


TAHUN 2023 TAHUN 2022 NAIK/(TURUN)
URAIAN
ANGGARAN REALISASI % REALISASI (Rp) %
BELANJA
[Link] [Link] 94,85 [Link] 104.438.208 0,48
OPERASI
Belanja Pegawai [Link] [Link] 93,50 [Link] (377.299.808) (3,09)
Belanja Barang
[Link] [Link] 96,51 [Link] 481.738.016 5,12
dan Jasa

Realisasi Belanja Operasi sebesar Rp21.743.905.094 atau 94,85 persen


dari anggaran sebesar Rp22.924.936.689. Apabila dibandingkan dengan
realisasi tahun 2022 sebesar Rp21.639.466.886, terjadi peningkatan sebesar
Rp104.438.208 atau 0,48 persen.

[Link].1Belanja Pegawai
TAHUN 2023 TAHUN 2022 NAIK/(TURUN)
URAIAN
ANGGARAN REALISASI % REALISASI (Rp) %
BELANJA
[Link] [Link] 93,50 [Link] (377.299.808) (3,09)
PEGAWAI
Belanja Gaji dan
[Link] [Link] 87,64 [Link] (75.702.510) (2,17)
Tunjangan ASN
Belanja
Tambahan [Link] [Link] 96,11 [Link] (301.597.298) (3,45)
Penghasilan ASN

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 35


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp11.846.002.943 atau 93,50


persen dari anggaran sebesar Rp12.669.051.987. Apabila dibandingkan
dengan realisasi tahun 2022 sebesar Rp12.223.302.751, terjadi penurunan
sebesar Rp377.299.808 atau 3,09 persen. Penurunan tersebut terjadi karena
anggaran untuk PPPK telah dialokasikan untuk 6 bulan, namun realisasinya
hanya 2 bulan. Selain itu, terdapat PNS yang melaksanakan tugas belajar dan
cuti melahirkan sehingga mempengaruhi persentase TPP yang dibayarkan.
Belanja Pegawai tersebut dibayarkan untuk pegawai sebanyak 47 orang.
Adapun rincian belanja pegawai-LRA adalah sebagai berikut:
a. Belanja Gaji dan Tunjangan ASN
Realisasi Belanja Gaji dan Tunjangan ASN sampai dengan 31 Desember
2023 sebesar Rp3.414.158.318 atau 87,64 persen dari anggaran
sebesar Rp3.895.741.987, dengan rincian sebagai berikut:
TAHUN 2023
URAIAN
ANGGARAN REALISASI %
Belanja Gaji dan Tunjangan
[Link] [Link] 87,64
ASN
Belanja Gaji Pokok PNS [Link] [Link] 93,55
Belanja Gaji Pokok PPPK 35.598.000 11.866.000 33,33
Belanja Tunjangan Keluarga PNS 289.263.041 224.467.234 77,60
Belanja Tunjangan Keluarga PPPK 4.983.720 711.960 14,29
Belanja Tunjangan Jabatan PNS 229.600.388 175.610.000 76,49
Belanja Tunjangan Fungsional PNS 166.147.500 112.699.800 67,83
Belanja Tunjangan Fungsional
76.836.638 46.440.000 60,44
Umum PNS
Belanja Tunjangan Fungsional
6.480.000 740.000 11,42
Umum PPPK
Belanja Tunjangan Beras PNS 150.277.294 131.152.620 87,27
Belanja Tunjangan Beras PPPK 3.476.160 579.360 16,67
Belanja Tunjangan PPh/Tunjangan
64.128.672 63.320.035 98,74
Khusus PNS
Belanja Pembulatan Gaji PNS 47.040 32.335 68,74
Belanja Pembulatan Gaji PPPK 1.188 44 3,70
Belanja Iuran Jaminan Kesehatan
306.264.588 250.806.596 81,89
PNS
Belanja Iuran Jaminan Kesehatan
2.021.600 266.360 13,18
PPPK

b. Belanja Tambahan Penghasilan ASN


Realisasi Belanja Tambahan Penghasilan ASN sampai dengan 31
Desember 2023 sebesar Rp8.431.844.625 atau 96,11 persen dari
anggaran sebesar Rp8.773.310.000, dengan rincian sebagai berikut:
TAHUN 2023
URAIAN
ANGGARAN REALISASI %
Belanja Tambahan
[Link] [Link] 96,11
Penghasilan ASN
Tambahan Penghasilan
[Link] [Link] 95,21
berdasarkan Beban Kerja PNS
Tambahan Penghasilan
[Link] [Link] 98,26
berdasarkan Kondisi Kerja PNS

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 36


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

TAHUN 2023
URAIAN
ANGGARAN REALISASI %
Tambahan Penghasilan
[Link] [Link] 96,18
berdasarkan Prestasi Kerja PNS

[Link].2Belanja Barang dan Jasa


TAHUN 2023 TAHUN 2022 NAIK/(TURUN)
URAIAN
ANGGARAN REALISASI % REALISASI (Rp) %
BELANJA
BARANG DAN [Link] [Link] 96,51 [Link] 481.738.016 5,12
JASA
Belanja Barang [Link] [Link] 97,58 [Link] (54.474.056,00) (3,73)
Belanja Jasa [Link] [Link] 95,57 [Link] [Link] 34,05
Belanja
277.090.000 258.930.362 93,45 835.413.677 (576.483.315,00) (69,01)
Pemeliharaan
Belanja
[Link] [Link] 99,79 [Link] (658.662.456) (29,08)
Perjalanan Dinas
Belanja Uang
dan/atau Jasa
untuk Diberikan
117.500.000 117.500.000 100 - 117.500.000 100
kepada Pihak
Ketiga/Pihak
Lain/Masyarakat

Realisasi Belanja Barang dan Jasa-LRA sebesar Rp9.897.902.151 atau


96,51 persen dari anggaran sebesar Rp10.255.884.702. Apabila
dibandingkan dengan realisasi tahun 2022 sebesar Rp9.416.164.135 terjadi
peningkatan sebesar Rp481.738.016 atau 5,12 persen. Pada tahun 2023
terdapat belanja uang dan/atau jasa untuk diberikan kepada pihak
ketiga/pihak lain/masyarakat sejumlah Rp117.500.000, yaitu hadiah berupa
uang tunai bagi pemenang lomba inovasi di lingkup Kabupaten Bandung
dalam rangkaian kegiatan The 2nd ICBR (International Innovation and
Conference on Bandung Regency) 2023. Belanja barang dan jasa terdiri dari:
TAHUN 2023
URAIAN
ANGGARAN REALISASI %
Belanja Barang dan Jasa [Link] [Link] 96,51
Belanja Barang [Link] [Link] 97,58
Belanja Barang Pakai Habis [Link] [Link] 97,58

Belanja Jasa [Link] [Link] 95,57


Belanja Jasa Kantor [Link] [Link] 95,37
Belanja Iuran Jaminan/Asuransi 41.400.000 37.803.800 91,31
Belanja Sewa Peralatan dan Mesin 318.169.640 302.680.004 95,13
Belanja Sewa Gedung dan
342.760.000 321.750.000 93,87
Bangunan
Belanja Jasa Konsultansi Non
[Link] [Link] 99,41
Konstruksi
Belanja Kursus/Pelatihan,
Sosialisasi, Bimbingan Teknis serta 819.979.460 745.749.525 90,95
Pendidikan dan Pelatihan

Belanja Pemeliharaan 277.090.000 258.930.362 93,45


Belanja Pemeliharaan Peralatan
136.290.000 118.280.362 86,79
dan Mesin
Belanja Pemeliharaan Gedung dan
140.800.000 140.650.000 99,89
Bangunan

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 37


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

TAHUN 2023
URAIAN
ANGGARAN REALISASI %

Belanja Perjalanan Dinas [Link] [Link] 99,79


Belanja Perjalanan Dinas Dalam
[Link] [Link] 99,79
Negeri

Belanja Uang dan/atau Jasa untuk


Diberikan kepada Pihak 117.500.000 117.500.000 100
Ketiga/Pihak Lain/Masyarakat
Belanja Uang yang Diberikan
kepada Pihak Ketiga/Pihak 117.500.000 117.500.000 100
Lain/Masyarakat

[Link] Belanja Modal


TAHUN 2023 TAHUN 2022 NAIK/(TURUN)
URAIAN
ANGGARAN REALISASI % REALISASI (Rp) %
BELANJA
143.273.400 141.771.100 98,95 876.820.750 (735.049.650) (83,83)
MODAL
Belanja Modal
Peralatan dan 143.273.400 141.771.100 98,95 853.490.550 (711.719.450) (83,39)
Mesin
Belanja Modal
Aset Tetap - - 0,00 23.330.200 (23.330.200) (100)
Lainnya

Realisasi Belanja Modal sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar


Rp141.771.100 atau 98,95 persen dari anggaran sebesar Rp143.273.400.
Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2022 sebesar Rp876.820.750,
terjadi penurunan sebesar (Rp735.049.650) atau 83,83 persen.

[Link].1Belanja Modal Peralatan Dan Mesin


TAHUN 2023 TAHUN 2022 NAIK/(TURUN)
URAIAN
ANGGARAN REALISASI % REALISASI (Rp) %
BELANJA
MODAL
143.273.400 141.771.100 98,95 853.490.550 (711.719.450) (83,39)
PERALATAN
DAN MESIN
Belanja Modal
1.071.200 - 0,00 - - -
Alat Pertanian
Belanja Modal
Alat Kantor dan 34.782.500 34.417.000 98,95 207.788.250 (173.371.250) (83,44)
Rumah Tangga
Belanja Modal
Alat Studio,
8.622.700 8.620.700 99,98 44.630.000 (36.009.300) (80,68)
Komunikasi, dan
Pemancar
Belanja Modal
98.797.000 98.733.400 99,94 601.072.300 (502.338.900) (83,57)
Komputer

Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp141.771.100


atau 98,95 persen dari anggaran sebesar Rp143.273.400. Apabila
dibandingkan dengan realisasi tahun 2022 sebesar Rp853.490.550, terjadi
penurunan sebesar (Rp711.719.450) atau 83,39 persen. Belanja modal
peralatan dan mesin pada tahun 2023 terdiri dari:

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 38


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Nama/Jenis Jumlah
No Merk/Type Volume Satuan Harga
Barang Harga
1 kursi lipat custom 2 unit 435.000 870.000
2 Sofa custom 1 Set 13.900.000 13.900.000
Meja rapat 8
3 custom 1 unit 8.450.000 8.450.000
orang
Kursi rapat
4 custom 8 buah 978.000 7.824.000
putar
Alat
Secure Maxi
5 penghancur 1 unit 3.373.000 3.373.000
24 Strip Cut
kertas
Microphone
6 Boya 2 unit 4.310.350 8.620.700
system
Dell Inspiron
7 Laptop 2 in 17430 1 unit 24.000.000 24.000.000
core i7-1355u
HP
14sDQ4028TU
8 Laptop 2 unit 10.245.500 20.491.000
core i5-
1155g7
HP Pavilion
9 Laptop x360 2 unit 21.110.000 42.220.000
convertible
epson eco
tank L5290
10 Printer A4 wi-fi All in 1 unit 6.612.400 6.612.400
one ink tank
printer
HP Scanjet
Pro2000 S2
11 Scanner 1 unit 5.410.000 5.410.000
Sheet-feed
scanner
JUMLAH BELANJA MODAL PERALATAN DAN MESIN TA 2023 141.771.100

Adapun alasan tercapai/tidak tercapainya Belanja Daerah Tahun


Anggaran 2023 adalah sebagai berikut:
• Untuk sub kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Penilaian Kinerja Pegawai
tidak banyak penggandaan karena menyesuaikan dengan kebutuhan.
• Realisasi Fasilitasi Kunjungan Tamu menyesuaikan dengan jumlah
tamu yang datang.
• Telah dilakukan pemeliharaan untuk 15 unit mobil dinas dan 18 unit
motor dinas, akan tetapi anggaran tidak sepenuhnya terealisasi karena
tagihan menyesuaikan dengan keadaan kendaraan operasional yang
diservice.
• Konsultasi publik telah dilaksanakan sesuai rencana dengan output
Berita Acara Konsultasi Publik, akan tetapi penyerapan belanja
sosialisasi tidak dapat terserap secara maksimal karena harga realisasi
kegiatan dibawah harga ASB yang telah dianggarkan.

5.1.2 Surplus / (Defisit)


TAHUN 2023 TAHUN 2022 NAIK/(TURUN)
NO URAIAN
ANGGARAN REALISASI % REALISASI (Rp) %
5 BELANJA [Link] [Link] 94,87 [Link] (630.611.442) (2,80)
5.1 BELANJA OPERASI [Link] [Link] 94,85 [Link] 104.438.208 0,48
5.2 BELANJA MODAL 143.273.400 141.771.100 98,95 876.820.750 (735.049.650) (83,83)
SURPLUS/(DEFISIT) ([Link]) ([Link]) 94,87 ([Link]) 630.611.442 (2,80)

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 39


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah


Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2023 mengalami (Defisit) sebesar
(Rp21.885.676.194).

5.1.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)


Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2023 sebagaimana tercantum
pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA) sebesar (Rp21.885.676.194).

5.2 Neraca

5.2.1 Aset
ASET
URAIAN 2023 2022
BERTAMBAH BERKURANG
Aset Lancar 66.370.700 116.618.500 (108.002.275) 57.754.475
Investasi - -
Jangka Panjang
Aset Tetap [Link] 141.771.100 (802.618.065) [Link]
Dana Cadangan - -
Aset Lainnya - 977.619.878 ([Link]) 73.620.364
JUMLAH [Link] [Link] ([Link]) [Link]

Saldo Aset per 31 Desember 2023 senilai Rp8.292.121.226, sedangkan


saldo per 31 Desember 2022 senilai Rp9.017.972.330.

[Link] Aset Lancar


ASET
URAIAN 2023 2022
BERTAMBAH BERKURANG
Kas di Bendahara
- - - -
Pengeluaran
Persediaan 66.370.700 116.618.500 (108.002.275) 57.754.475
JUMLAH 66.370.700 116.618.500 (108.002.275) 57.754.475

Saldo aset lancar per 31 Desember 2023 sebesar Rp66.370.700,


sedangkan saldo per 31 Desember 2022 sebesar Rp57.754.475.
a. Kas di Bendahara Pengeluaran
Saldo kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2023 serta per
31 Desember 2022 senilai Rp0.
b. Persediaan
Persediaan per 31 Desember 2023 dan 2022 sebesar Rp66.370.700 dan
Rp57.754.475. Persediaan terdiri dari:
ASET
URAIAN 2023 2022
BERTAMBAH BERKURANG
Alat Tulis Kantor 18.104.800 43.566.900 (44.309.300) 18.847.200
Kertas dan Cover 1.086.300 22.537.300 (25.845.750) 4.394.750
Bahan Cetak 1.917.500 7.050.000 (8.506.025) 3.373.525
Bahan Komputer 45.262.100 43.464.300 (29.341.200) 31.139.000
JUMLAH 66.370.700 116.618.500 (108.002.275) 57.754.475

Persediaan per 31 Desember 2023 diperoleh dari APBD. Adapun rincian


persediaan terdapat pada Lampiran 5.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 40


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

[Link] Aset Tetap


Saldo aset tetap tahun 2023 sebesar Rp16.045.918.963 merupakan
nilai aset tetap per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari perubahan posisi
data akibat realisasi belanja modal, mutasi tambah, dan mutasi kurang yang
terjadi selama tahun 2023. Aset tersebut terdiri dari:
Saldo Awal per MUTASI Saldo Akhir per
URAIAN LRA
1 Januari 2023 PENAMBAHAN PENGURANGAN 31 Des 2023
Tanah - - - - -
Peralatan dan
[Link] 141.771.100 ([Link]) [Link]
Mesin
Gedung dan
[Link] - - [Link]
Bangunan
Jalan, Irigasi
- - - - -
dan Jaringan
Aset Tetap
[Link] - [Link]
Lainnya
Konstruksi
Dalam - - - - -
Pengerjaan
JUMLAH [Link] 141.771.100 - ([Link]) [Link]

Nilai Buku Aset Tetap setelah Akumulasi Penyusutan sebesar


Rp7.820.168.437,00, sebagai berikut:
per 31 Desember 2023
JENIS ASET TETAP Akumulasi
Nilai Perolehan Nilai Buku
Penyusutan
Tanah - - -
Peralatan dan Mesin [Link] ([Link]) [Link]
Gedung dan Bangunan [Link] ([Link]) [Link]
Jalan, Irigasi dan Jaringan - - -
Aset Tetap Lainnya [Link] - [Link]
Konstruksi Dalam
- - -
Pengerjaan
JUMLAH [Link] ([Link]) [Link]

a. Peralatan dan Mesin

31 Desember 31 Desember Kenaikan/


URAIAN %
2023 2022 (Penurunan)

Alat Angkutan [Link] [Link] (510.449.000) (21,17)


Alat Bengkel dan
28.272.105 28.272.105 - -
Alat Ukur
Alat Kantor dan
[Link] [Link] (608.013.922) (19,17)
Rumah Tangga
Alat Studio,
Komunikasi, dan 572.556.469 567.576.122 4.980.347 0,88
Pemancar
Alat Kedokteran
1.925.000 1.925.000 - -
dan Kesehatan
Komputer [Link] [Link] (186.553.203) (6,43)
Alat Keselamatan
1.237.500 1.237.500 - -
Kerja
Peralatan
8.250.000 8.250.000 - -
Proses/Produksi
JUMLAH [Link] [Link] ([Link]) (14,30)

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 41


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Nilai aset tetap peralatan dan mesin per 31 Desember 2023 sebesar
Rp7.790.536.457. Pada tahun 2023 terdapat penambahan Aset
Peralatan dan Mesin yang berasal dari belanja modal senilai
Rp141.771.100 berupa:
Belanja Modal Alat Kantor dan Rumah Tangga Rp 34.417.000
Belanja Modal Alat Studio, Komunikasi, dan Pemancar Rp 8.620.700
Belanja Modal Komputer Rp 98.733.400
JUMLAH Rp 141.771.100

Adapun penjelasan nilai akhir aset tersebut adalah sebagai berikut:


Saldo Awal per 1 Januari 2023 [Link]
Penambahan:
1 Perolehan Belanja Modal Tahun 2023 141.771.100
2 Kapitalisasi Belanja:
- Belanja Pegawai -
- Belanja Barang dan Jasa -
- Belanja dr SKPD lainnya -
-
3 Reklasifikasi -
4 Koreksi Hasil Penilaian -
Koreksi Aset belum
5 -
tercatat
Jumlah (a) 141.771.100
Pengurangan:
Belanja Modal Tahun 2023
1 -
yang Tidak Dikapitalisasi
2 Koreksi Belanja Modal -
3 Kapitalisasi Belanja:
- Belanja Pegawai -
- Belanja Barang dan Jasa -
- Belanja dr SKPD lainnya -
-
4 Reklasifikasi 977.619.878
5 Ekstracomptable 870.000
6 Penghapusan 7.000.000
7 Mutasi antar SKPD 456.317.000
Jumlah (b) [Link]
Net Perolehan Belanja (c=a-b) ([Link])
Saldo Akhir per 31 Desember 2023 [Link]

Aset Peralatan dan Mesin dibandingkan dengan tahun 2022 mengalami


penurunan sebesar (Rp1.300.035.778) dikarenakan adanya:
- penghapusan aset peralatan dan mesin dengan dilakukan lelang;
- reklasifikasi dari aset tetap peralatan dan mesin ke aset lain-
lain/rusak berat;
- mutasi aset dari Bapperida ke Sekretariat Daerah dan Dinas
Perhubungan;
- terdapat aset ekstrakomtabel.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 42


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

b. Gedung dan Bangunan


31 Desember 31 Desember Kenaikan/
URAIAN %
2023 2022 (Penurunan)
Bangunan
[Link] [Link] - -
Gedung
JUMLAH [Link] [Link] - -

Nilai Aset Gedung dan Bangunan per 31 Desember 2023 sebesar


Rp5.722.557.356. Tidak ada penambahan maupun pengurangan nilai
aset gedung dan bangunan.

c. Aset Tetap Lainnya


31 Desember 31 Desember Kenaikan/
URAIAN %
2023 2022 (Penurunan)
Bahan
[Link] [Link] - -
Perpustakaan
Barang Bercorak
Kesenian/
442.800.000 442.800.000 - -
Kebudayaan/
Olahraga
JUMLAH [Link] [Link] - -

Nilai Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2023 sebesar


Rp2.532.825.150. Tidak ada penambahan maupun pengurangan nilai
aset tetap lainnya.

d. Akumulasi Penyusutan

31 Desember 31 Desember Kenaikan/


URAIAN %
2023 2022 (Penurunan)

Akumulasi
Penyusutan
([Link]) ([Link]) 745.577.609 (10,68)
Peralatan dan
Mesin
Akumulasi
Penyusutan
([Link]) ([Link]) (106.388.796) 7,21
Gedung dan
Bangunan
JUMLAH ([Link]) ([Link]) 639.188.813 (7,56)

Nilai Akumulasi penyusutan pada tahun 2023 sebesar


(Rp7.820.168.437).

[Link] Aset Lainnya

31 Desember 31 Desember Kenaikan/


URAIAN %
2023 2022 (Penurunan)

Aset Lain-lain [Link] 73.620.364 977.619.878 1327,92


Akumulasi Penyusutan
([Link]) 0 ([Link]) 100
Aset Lainnya
JUMLAH - 73.620.364 (73.620.364) (100)

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 43


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Nilai Aset Lainnya per 31 Desember 2023 sebesar Rp0 karena adanya
akumulasi penyusutan aset lainnya. Adapun penjelasan nilai akhir aset
tersebut adalah sebagai berikut:

Saldo Awal per 1 Januari 2023


73.620.364
Penambahan:
1 Perolehan Belanja Modal Tahun 2023 -
2 Kapitalisasi Belanja:
- Belanja Pegawai -
- Belanja Barang dan Jasa -
- Belanja dr SKPD lainnya -
-
3 Reklasifikasi 977.619.878
4 Koreksi Hasil Penilaian -
5 Koreksi Aset belum tercatat -
Jumlah (a) 977.619.878
Pengurangan
Belanja Modal Tahun 2023
1 -
yang Tidak Dikapitalisasi
2 Koreksi Belanja Modal -
3 Kapitalisasi Belanja:
- Belanja Pegawai -
- Belanja Barang dan Jasa -
- Belanja dr SKPD lainnya -
-
4 Reklasifikasi -
5 Ekstracomptable -
6 Hibah -
7 Mutasi antar SKPD -
8 Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya [Link]
Jumlah (b) [Link]
Net Perolehan Belanja (c=a-b) (73.620.364)
Saldo Akhir per 31 Desember 2023 -

a. Aset Lain-lain
Saldo per 31 Aset Lain-lain/Rusak Berat
per 31 Desember
URAIAN Desember
Bertambah Berkurang 2023
2022
Aset Lain-lain 73.620.364 977.619.878 - [Link]
JUMLAH 73.620.364 977.619.878 - [Link]

Saldo Aset Lain-lain per 31 Desember 2023 sebesar Rp1.051.240.242


yang merupakan aset kondisi rusak berat. Adapun rincian mutasi Aset
Rusak Berat sebagai berikut:
Saldo per 1 Januari 2023 Rp 73.620.364
I. Mutasi Tambah Rp
1. Reklasifikasi dari Aset Tetap Rp 977.619.878
Jumlah Mutasi Tambah Rp 977.619.878
II. Mutasi Kurang Rp
1. Reklasifikasi ke Aset Tetap Rp
2. Dihapuskan SK Bupati Rp
3. Barang Habis Pakai Rp
Jumlah Mutasi Kurang Rp -
Saldo per 31 Desember 2023 Rp [Link]

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 44


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

b. Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya


Saldo per 31 Aset Lain-lain/Rusak Berat
per 31
URAIAN Desember
Bertambah Berkurang Desember 2023
2022
Akumulasi
Penyusutan - ([Link]) - ([Link])
Aset Lainnya
JUMLAH - ([Link]) - ([Link])

Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya per 31 Desember 2023


sejumlah (Rp1.051.240.242), sehingga mengurangi nilai aset lain-
lain/rusak berat menjadi Rp0.

5.2.2 Kewajiban
Kewajiban
URAIAN 2023 2022
Bertambah Berkurang
Kewajiban Jangka
660.724.551 660.724.551 (688.260.498) 688.260.498
Pendek
Kewajiban Jangka
- - - -
Panjang
JUMLAH 660.724.551 660.724.551 (688.260.498) 688.260.498

Saldo Kewajiban per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022


masing-masing sebesar Rp660.724.551 dan Rp688.260.498.

[Link] Kewajiban Jangka Pendek


Nilai Kewajiban Jangka Pendek per 31 Desember 2023 sebesar
Rp660.724.551, sedangkan per 31 Desember 2022 sebesar Rp688.260.498
yang terdiri atas:
Kenaikan/
URAIAN 31 Desember 2023 31 Desember 2022
(Penurunan)
Utang Belanja 660.724.551 688.260.498 (27.535.947)
Utang Jangka
- - -
Pendek Lainnya
JUMLAH 688.260.498 656.875.482 31.385.16

a. Utang Belanja
Utang Belanja
URAIAN 2023 2022
Bertambah Berkurang
Utang Belanja
651.712.286 639.635.942 (688.260.498) 688.260.498
Pegawai
Utang Belanja
Barang dan 9.012.265 9.012.265 - -
Jasa
JUMLAH 660.724.551 648.648.207 (688.260.498) 688.260.498

Utang belanja Bapperida per 31 Desember 2023 dan per 31 Desember


2022 sebesar Rp660.724.551 dan Rp688.260.498 merupakan utang
belanja dalam bentuk utang belanja pegawai (TPP Desember 2023 dan
Iuran Jaminan Kesehatan PNS Desember 2023) dan belanja barang dan
jasa (jasa air dan jasa listrik Desember 2023).

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 45


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

b. Utang Jangka Pendek Lainnya


Saldo Utang jangka pendek lainnya per 31 Desember 2023 sebesar
Rp0.

5.2.3 Ekuitas

AKUN Per 31 Desember 2023 Per 31 Desember 2022

EKUITAS [Link] [Link]


JUMLAH [Link] [Link]

Ekuitas per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-


masing sebesar Rp7.631.396.675 dan Rp8.329.711.830. Ekuitas merupakan
selisih antara aset dengan kewajiban dalam satu periode.

5.2.4 Kewajiban dan Ekuitas

AKUN Per 31 Desember 2023 Per 31 Desember 2022

KEWAJIBAN DAN EKUITAS [Link] [Link]


JUMLAH [Link] [Link]

Nilai Kewajiban dan Ekuitas per 31 Desember 2023 sebesar


Rp8.292.121.226, sedangkan per 31 Desember 2022 sebesar
Rp9.017.972.330.

5.3 Laporan Operasional


Laporan operasional merupakan laporan keuangan yang menyajikan ikhtisar
sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh
SKPD untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan.
Laporan Operasional terdiri dari pendapatan-LO, dan beban.
Pendapatan-LO adalah hak pemerintah yang diakui sebagai penambah nilai
kekayaan bersih sedangkan Beban adalah kewajiban pemerintah yang diakui sebagai
pengurang nilai kekayaan bersih.
5.3.1 Beban

KENAIKAN/
URAIAN SALDO 2023 SALDO 2022 %
(PENURUNAN)

BEBAN [Link] [Link] 405.049.596 1,84


Beban Pegawai [Link] [Link] (445.233.036) (3,63)
Beban Barang
[Link] [Link] (34.221.506) (2,39)
Persediaan
Beban Jasa [Link] [Link] [Link] 34,24
Beban Pemeliharaan 258.930.362 523.563.677 (264.633.315) (50,54)
Beban Perjalanan
[Link] [Link] (658.662.456) (29,08)
Dinas

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 46


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

KENAIKAN/
URAIAN SALDO 2023 SALDO 2022 %
(PENURUNAN)

Beban Uang/Jasa
untuk Diberikan 117.500.000 - 117.500.000 100
kepada Pihak Ketiga
Beban Subsidi - -
Beban Hibah - -
Beban Bantuan Sosial - -
Beban Penyisihan
- -
Piutang
Beban Lain-lain - -
Beban Penyusutan
656.390.412 634.735.964 21.654.448 3,41
Peralatan dan Mesin
Beban Penyusutan
106.388.794 100.613.441 5.775.353 5,74
Gedung dan Bangunan

Jumlah beban yang tahun 2023 sebesar Rp22.471.402.128. Apabila


dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar Rp22.066.352.532, terjadi
kenaikan sebesar Rp405.049.596 atau 1,84 persen.

[Link] Beban Pegawai


KENAIKAN/
URAIAN 2023 2022 %
(PENURUNAN)
BEBAN PEGAWAI [Link] [Link] (445.233.036) (3,63)
Beban Gaji dan
[Link] [Link] (77.256.022) (2,21)
Tunjangan ASN
Beban Tambahan
[Link] [Link] (367.977.014) (4,20)
Penghasilan ASN

Analisis Perhitungan Beban Pegawai:


Belanja Pegawai – LRA Rp11.846.002.943
Beban Pegawai – LO Rp11.809.454.731 -
Selisih Rp 36.548.212
Berdasarkan analisis perhitungan diatas, terdapat selisih sebesar
Rp36.548.212 yang merupakan pengurangan utang beban dari TPP dan iuran
jaminan kesehatan PNS bulan Desember 2022 yang ditagihkan di bulan
Januari 2023 sebesar Rp688.260.498, serta utang beban TPP dan iuran
jaminan Kesehatan PNS bulan Desember 2023 sebesar Rp651.712.286.

[Link] Beban Persediaan


KENAIKAN/
URAIAN 2023 2022 %
(PENURUNAN)
BEBAN PERSEDIAAN [Link] [Link] (34.221.506) (2,39)
Beban Barang Pakai
[Link] [Link] (34.221.506) (2,39)
Habis

Analisis Perhitungan Beban Persediaan:


Beban Persediaan (LO) Rp1.396.792.107
Belanja Barang dan Jasa - Persediaan (LRA) Rp [Link]
Persediaan Awal Tahun Rp 57.754.475
Ekstrakomtabel Rp 870.000

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 47


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Hasil Belanja Barang dan Jasa


+ Persediaan Awal + Ekstrakomtabel Rp [Link]
Persediaan Akhir Tahun Rp 66.370.700 -
Selisih Rp1.396.792.107
(catatan: Selisih tersebut harus sama dengan angka Beban Persediaan – LO)
Berdasarkan analisis perhitungan diatas, terdapat selisih sebesar
Rp1.396.792.107 yang merupakan beban persediaan-LO.

[Link] Beban Jasa

KENAIKAN/
URAIAN SALDO 2023 SALDO 2022 %
(PENURUNAN)
BEBAN JASA [Link] [Link] [Link] 34,24
Beban Jasa Kantor [Link] [Link] [Link] 48,68
Beban Iuran
37.803.800 35.531.224 2.272.576 6,40
Jaminan/Asuransi
Beban Sewa Peralatan
302.680.004 266.500.000 36.180.004 13,58
dan Mesin
Beban Sewa Gedung
321.750.000 452.410.503 (130.660.503) (28,88)
dan Bangunan
Beban Jasa Konsultansi
- 208.830.705 (208.830.705) (100)
Konstruksi
Beban Jasa Konsultansi
[Link] 895.706.839 520.947.855 58,16
Non Konstruksi
Beban
Kursus/Pelatihan,
Sosialisasi, Bimbingan
745.749.525 512.583.246 233.166.279 45,49
Teknis serta
Pendidikan dan
Pelatihan

Jumlah beban jasa sebesar Rp6.519.612.797 merupakan nilai beban


jasa yang diperoleh dan dipengaruhi oleh beberapa aktivitas operasional
beban jasa diantaranya Beban Jasa Telepon, Air, Listrik, Internet, Surat
Kabar, Jasa Pihak Ke-Tiga, dan Premi Asuransi, apabila dibandingkan dengan
Tahun 2022 sebesar Rp4.856.742.689, terjadi peningkatan sebesar
Rp1.662.870.108 atau 34,24 persen.
Analisis Perhitungan Beban Jasa :
Belanja Jasa -LRA Rp6.510.600.532
Beban Jasa -LO Rp6.519.612.797 -
Selisih (Rp 9.012.265)
Adanya selisih antara Beban Jasa dengan Belanja Jasa sebesar (Rp9.012.265)
merupakan penambahan utang beban tahun 2023 dengan rincian sebagai
berikut:
- Jasa air PDAM Desember 2023 Rp1.975.300
- Jasa listrik Desember 2023 Rp7.036.965 +
JUMLAH Rp9.012.265

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 48


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

[Link] Beban Pemeliharaan


KENAIKAN/
URAIAN SALDO 2023 SALDO 2022 %
(PENURUNAN)
BEBAN
258.930.362 523.563.677 (264.633.315) (50,54)
PEMELIHARAAN
Beban Pemeliharaan
118.280.362 124.063.677 (5.783.315) (4,66)
Peralatan dan Mesin
Beban Pemeliharaan
140.650.000 399.500.000 (258.850.000) (64,79)
Gedung dan Bangunan

Jumlah beban pemeliharaan sebesar Rp258.930.362, apabila


dibandingkan dengan Tahun 2022 sebesar Rp523.563.677, terjadi penurunan
sebesar (Rp264.633.315) atau 50,54 persen.
Analisis Perhitungan Beban Pemeliharaan:
Belanja Pemeliharaan -LRA Rp258.930.362
Beban Pemeliharaan -LO Rp258.930.362 -
Selisih Rp 0

[Link] Beban Perjalanan Dinas

KENAIKAN/
URAIAN SALDO 2023 SALDO 2022 %
(PENURUNAN)
BEBAN
[Link] [Link] (658.662.456) (29,08)
PERJALANAN DINAS
Beban Perjalanan
[Link] [Link] (652.612.456) (28,89)
Dinas Dalam Daerah
Beban Perjalanan
- 6.050.000 (6.050.000) (100)
Dinas Luar Negeri

Jumlah beban perjalanan dinas sebesar Rp1.606.332.925, apabila


dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar Rp2.264.995.381, terjadi
penurunan sebesar (Rp658.662.456) atau 29,08 persen.
Analisis Perhitungan Beban Perjalanan Dinas :
Belanja Perjalanan Dinas -LRA Rp1.606.332.925
Beban Perjalanan Dinas -LO Rp1.606.332.925 -
Selisih Rp 0

[Link] Beban Uang/Jasa untuk Diberikan kepada Pihak Ketiga

KENAIKAN/
URAIAN SALDO 2023 SALDO 2022 %
(PENURUNAN)
BEBAN UANG/JASA
UNTUK DIBERIKAN
117.500.000 - 117.500.000 100
KEPADA PIHAK
KETIGA
Beban Uang yang
Diberikan kepada Pihak
117.500.000 - 117.500.000 100
Ketiga/Pihak
Lain/Masyarakat

Jumlah beban uang/jasa untuk diberikan kepada pihak ketiga pada tahun
2023 sejumlah Rp117.500.000, yang digunakan untuk memfasilitasi kegiatan
The 2nd ICBR (International Innovation and Conference on Bandung

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 49


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Regency) 2023, yaitu pemberian hadiah berupa uang tunai bagi pemenang
lomba inovasi di lingkup Kabupaten Bandung.

[Link] Beban Penyusutan dan Amortisasi

KENAIKAN/
URAIAN SALDO 2023 SALDO 2022 %
(PENURUNAN)

BEBAN
PENYUSUTAN DAN 762.779.206 735.349.405 27.429.801 3,73
AMORTISASI
Beban Penyusutan Alat
142.220.730 202.993.136 (60.772.406) (29,94)
Angkutan
Beban Penyusutan Alat
150.999 453.000 (302.001) (66,67)
Bengkel dan Alat Ukur
Beban Penyusutan Alat
Kantor dan Rumah 158.184.435 167.240.032 (9.055.597) (5,41)
Tangga
Beban Penyusutan Alat
Studio, Komunikasi, 90.192.521 91.197.201 (1.004.680) (1,10)
dan Pemancar
Beban Penyusutan Alat
Kedokteran dan 385.000 385.000 - -
Kesehatan
Beban Penyusutan Alat
33.601.392 31.356.131 2.245.261 7,16
Laboratorium
Beban Penyusutan
216.588.419 139.218.954 77.369.465 55,57
Komputer
Beban Penyusutan Alat
15.066.916 1.892.510 13.174.406 100
Keselamatan Kerja
Beban Penyusutan
106.388.794 100.613.441 5.775.353 5,74
Bangunan Gedung

Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi sebesar Rp762.779.206, apabila


dibandingkan dengan Tahun 2022 sebesar Rp735.349.405, terjadi
peningkatan sebesar Rp27.429.801 atau 3,73 persen.

Analisis Perhitungan Beban Penyusutan dan Amortisasi:


Akumulasi Penyusutan Akhir Tahun (Neraca) Rp [Link]
Akumulasi Penyusutan Awal Tahun (Neraca) Rp [Link] -
Jumlah (Beban Penyusutan - LO) Rp 762.779.206

Berdasarkan analisis perhitungan diatas, terdapat selisih sebesar


Rp762.779.206 yang merupakan penyusutan atas peralatan dan mesin
senilai Rp656.390.412 serta penyusutan gedung dan bangunan senilai
Rp106.388.794.

5.3.2 Surplus / (Defisit) – LO


Jumlah surplus/defisit-LO sebesar (Rp22.471.402.128) merupakan
penjumlahan selisih kurang antara Pendapatan-LO dengan Beban. Adapun
rinciannya sebagai berikut:

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 50


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Kegiatan Operasional
1. Pendapatan-LO Rp -
2. Beban Rp [Link]
Surplus/Defisit dari Kegiatan Operasional Rp ([Link])
Kegiatan Non Operasional
1. Surplus dari Kegiatan Non Operasional Lainnya-LO Rp -
2. Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya-LO Rp -
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non
Rp -
Operasional
Surplus/Defisit-LO Rp ([Link])

5.4 Laporan Perubahan Ekuitas


Laporan Perubahan Ekuitas merupakan laporan keuangan yang menyajikan
informasi peningkatan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya. Laporan ini menghasilkan saldo ekuitas akhir yang berasal dari
ekuitas awal ditambah/(dikurang) dengan Surplus/Defisit LO dan perubahan lainnya
seperti koreksi nilai persediaan, selisih revaluasi aset tetap, dan koreksi ekuitas
lainnya. Saldo ekuitas per 31 Desember 2023 sebesar Rp7.631.396.675 terdiri dari:
Saldo Ekuitas Awal Rp [Link],00
Saldo Surplus/Defisit-LO Rp ([Link],00)
Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan
Mendasar: Rp
Koreksi Ekuitas Rp (112.589.223)
Kewajiban untuk dikonsolidasikan [Link]
Saldo Ekuitas Rp [Link],00

5.4.1 Saldo Ekuitas Awal


Saldo ekuitas awal per tanggal 31 Desember 2023 sebesar
Rp8.329.711.832, sedangkan per 31 Desember 2022 sebesar
Rp8.579.440.562.
Saldo ekuitas awal tahun 2023 sebesar Rp8.329.711.832 merupakan
perhitungan yang berasal dari saldo ekuitas awal tahun 2022 ditambah
dengan surplus/defisit-LO tahun 2022 dan dampak kumulatif perubahan
kebijakan/kesalahan mendasar, sebagai berikut:
1. Saldo ekuitas awal tahun 2022 Rp [Link]
2. Saldo surplus/defisit-LO Rp ([Link])
Dampak kumulatif perubahan kebijakan/kesalahan
3.
mendasar:
Saldo koreksi ekuitas Rp (699.663.836)
4. Kewajiban untuk dikonsolidasikan Rp [Link] +
Saldo ekuitas akhir tahun 2022/
Rp [Link]
awal tahun 2023

5.4.2 Surplus / (Defisit) – LO


Jumlah surplus/defisit-LO sebesar (Rp22.471.402.128) merupakan
penjumlahan selisih kurang antara Pendapatan-LO dengan Beban. Adapun
rinciannya sebagai berikut:
Kegiatan Operasional
1. Pendapatan-LO Rp -
2. Beban Rp [Link]
Surplus/Defisit dari Kegiatan Operasional Rp ([Link])

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 51


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Kegiatan Non Operasional


1. Surplus dari Kegiatan Non Operasional Lainnya-LO Rp -
2. Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya-LO Rp -
Surplus/Defisit dari Kegiatan Non
Rp -
Operasional
Surplus/Defisit-LO Rp ([Link])

5.4.3 Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan Mendasar


Dampak kumulatif perubahan kebijakan/kesalahan mendasar berupa
koreksi ekuitas pengurangan aset tetap peralatan dan mesin per 31
Desember 2023 sebesar Rp938.651.021 serta koreksi ekuitas akumulasi
penyusutan sebesar (Rp1.051.240.244).

[Link] Koreksi Ekuitas Pengurangan Aset Tetap Peralatan dan Mesin


Nilai koreksi ekuitas pengurangan aset tetap peralatan dan mesin per
31 Desember 2023 sebesar Rp938.651.021. Koreksi ekuitas tersebut untuk
mengurangi nilai aset peralatan dan mesin yang dialihkan/dimutasi dari
Bapperida, yaitu 1 (satu) unit minibus Honda CRV senilai (Rp409.173.000) ke
Sekretariat Daerah serta 2 (dua) unit sepeda motor Scorpio Z senilai
(Rp47.144.000) ke Dinas Perhubungan.
Selain itu terdapat koreksi ekuitas untuk penyesuaian akumulasi
penyusutan aset tetap peralatan dan mesin yang direklasifikasi ke aset lain-
lain/rusak berat sejumlah Rp977.619.878, serta penyesuaian akumulasi
penyusutan aset tetap peralatan dan mesin yang dialihkan/dimutasi dari
Bapperida, yaitu Rp47.144.000 dan Rp370.204.143.

[Link] Koreksi Ekuitas Akumulasi Penyusutan


Nilai koreksi ekuitas akumulasi penyusutan per 31 Desember 2023
sebesar (Rp1.051.240.244), yaitu penyesuaian atas koreksi saldo awal
akumulasi penyusutan gedung dan bangunan tahun 2023 sejumlah (Rp2)
serta penyesuaian koreksi akumulasi penyusutan aset lain-lain/rusak berat
peralatan dan mesin sejumlah (Rp1.051.240.242).

5.4.4 Ekuitas Akhir


Nilai Ekuitas Akhir per 31 Desember 2023 sebesar Rp7.631.396.675.
Jumlah tersebut berasal dari Ekuitas awal sebesar Rp8.329.711.832
ditambah Surplus/defisit LO sebesar (Rp22.471.402.128), koreksi ekuitas
pengurangan aset tetap peralatan dan mesin sebesar Rp938.651.021, koreksi
ekuitas akumulasi penyusutan senilai (Rp1.051.240.244), serta kewajiban
untuk dikonsolidasikan sebesar Rp21.885.676.194.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 52


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

BAB VI

PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON


KEUANGAN

6.1 Gambaran Umum Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan


Inovasi Daerah

6.1.1 Kedudukan
Mengacu pada Peraturan Bupati Bandung Nomor 82 Tahun 2023
tentang Kedudukan dan Susunan Perangkat Daerah, Badan Perencanaan
Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau disingkat Bapperida
merupakan Perangkat Daerah yang bertugas membantu Bupati dalam
melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang perencanaan,
penelitian, dan pengembangan daerah.

6.1.2 Tugas Pokok Dan Fungsi


Berdasarkan Peraturan Bupati Bandung Nomor 102 Tahun 2023
tentang Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan,
Riset Dan Inovasi Daerah, Bapperida dipimpin oleh seorang Kepala Badan
yang mempunyai memimpin, mengatur, merumuskan, membina,
mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan
kebijakan dan pelaksanaan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang
perencanaan, dan penelitian dan pengembangan. Dalam melaksanakan
tugas pokoknya, Kepala Badan menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai
dengan lingkup tugasnya; dan
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.

6.1.3 Struktur Organisasi


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah yang
disingkat Bapperida dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun
2023 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.
Berdasarkan Peraturan Bupati Bandung Nomor 82 Tahun 2023 tentang
Kedudukan dan Susunan Perangkat Daerah, Bapperida terdiri dari:
a. Kepala Badan
b. Sekretariat, membawahkan/mengkoordinasikan:

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 53


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

1) subbagian umum dan kepegawaian;


2) subbagian keuangan;
3) perencana.
c. bidang perencanaan pembangunan manusia dan pemerintahan,
mengkoordinasikan perencana;
d. bidang perencanaan pembangunan perekonomian dan sumber daya
alam, mengkoordinasikan perencana;
e. bidang perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah,
mengkoordinasikan perencana;
f. bidang perencanaan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan,
mengkoordinasikan perencana;
g. bidang riset dan inovasi daerah, mengkoordinasikan analis kebijakan;
dan
h. Jabatan Fungsional.

6.2 Kepegawaian
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Bapperida Kabupaten
Bandung pada Tahun 2023, telah didukung oleh 49 pegawai yang terdiri dari 19
perempuan dan 30 laki-laki. Pegawai Bapperida memiliki tingkat pendidikan beragam,
mulai dari tingkat SMA sampai tingkat S3. Adapun data lengkapnya dapat dilihat pada
tabel berikut ini:
Tabel 6.1
Jumlah PNS Bapperida Kabupaten Bandung
Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2023
Status Kepegawaian
No Pendidikan Jumlah %
PNS CPNS PPPK
1 SMA 5 - 5 10
2 D3 - - - 0
3 S1 22 - 2 24 49
4 S2 17 - 17 35
5 S3 3 - 3 6
Jumlah 47 - 2 49 100

Berdasarkan tabel tersebut, tingkat pendidikan pegawai Bapperida


Kabupaten Bandung terdiri dari: SMA sebesar 10%, S1 sebesar 49%, S2 sebesar 35%
dan S3 sebesar 6%. Bapperida sebagai lembaga teknis daerah, secara pendidikan
formal sudah memadai, namun kapasitas sumber daya manusia terkait dengan
perencanaan perlu ditingkatkan melalui diklat teknis perencana.

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 54


Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida)
Kabupaten Bandung

Jumlah Pegawai Bapperida berdasarkan pangkat/golongan dapat dilihat pada


tabel sebagai berikut:
Tabel 6.2
Pegawai Bapperida Kabupaten Bandung
Berdasarkan Tingkat Golongan Tahun 2023
Status Kepegawaian
No Golongan Jumlah %
PNS CPNS PPPK
1 Gol I - - 0 0
2 Gol II 3 - 3 6
3 Gol III 31 - 2 33 67
4 Gol IV 13 - 13 27
Jumlah 47 - 2 49 100

Berdasarkan Tabel 6.2 pegawai Bapperida Kabupaten Bandung berdasarkan


golongan terdiri atas Golongan II sebanyak 6%, Golongan III sebanyak 67% dan
Golongan IV sebanyak 27%. Melihat komposisi tersebut, pegawai Bapperida
didominasi oleh golongan III, dilain sisi Bapperida secara kualitas masih memerlukan
tambahan pegawai untuk Golongan III dan II sebagai tenaga perencana dan
administrasi.
Di samping pendidikan formal, pegawai Bapperida juga telah mengikuti
pendidikan struktural, data selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 6.3
Data Pegawai Negeri Sipil Bapperida
Yang Telah Mengikuti Pendidikan Struktural Tahun 2023
No Tingkat Diklatpim Jumlah
1 I -
2 II 1
3 III 6
4 IV 2
Jumlah 9

Sedangkan pegawai Bapperida Kabupaten Bandung yang telah memperoleh


jabatan berdasarkan esseloning dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 6.4
Data Pegawai Bapperida berdasarkan Esselon Tahun 2023
No Tingkat Esselon Jumlah
1 II a -
2 II b 1
3 III a 1
4 III b 5
4 IV a 2
Jumlah 9

Laporan Keuangan Tahun 2023 (Audited) | 55

Anda mungkin juga menyukai