Meningkatkan Persentase Jumlah Siswa yang Mencapai Nilai KKM Praktik Kebugaran
Jasmani Kelas V Al Mughny dan IV Al Hayyu SD Islam Athirah 2 Makassar di Bulan
Desember 2022
Herawati Syam, [Link].1), Muh Fathi Zulfikar Firman, [Link].2)
SD Islam Athirah 2 Makassar
1)
Email : herawaty@[Link]
2)
Email : muhfathizulfikar@[Link]
GAMBARAN UMUM
Sebagai upaya untuk memperbaiki proses belajar mengajar dalam meningkatkan hasil
belajar yang lebih efektif dan efesien, dengan melakukan penelitian. Adapun proyek penelitian
ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) / action research yang menggunakan media
kartu bermain dan miniature labirin. Tindakan dengan tujuan meningkatkan mutu atau sebagai
bahan pemecahan masalah pada sekelompok subjek yang diteliti dalam hal ini adalah siswa.
Selain itu kegiatan tersebut menjadi refleksi diri untuk lebih memaksimalkan kinerja sehingga
hasil belajar meningkat. Melalui Athirah Kaizen Project (AKP) dengan delapan langkah atau
step yang bertujuan untuk meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM
praktik kebugaran jasmani kelas IV Al Hayyu dan V Al Mughny SD Islam Athirah 2 Makassar
di bulan Desember 2022. Pelaksanaan proyek penelitian ini dilakukan dengan cara praktek
langsung atau luring. Sampel penelitian ini adalah siswa dari kelas IV dan V yaitu siswa kelas IV
Al Hayyu sebanyak 25 siswa, siswa kelas V Al Mughny sebanyak 21 siswa. Teknis analisis yang
digunakan adalah statistik desktiptif. Adapun dari hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk
kelas IV Al Hayyu mengalami peningkatan presentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM
sebanyak 92%. Sedangkan untuk kelas V Al Mughny mengalami peningkatan presentase jumlah
siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 90%. Dengan hasil ini maka dapat disimpulkan
bahwa siswa SD Islam Athirah 2 Makassar di bulan Desember 2022 mengalami peningkatan
presentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM praktik kebugaran jasmani.
PENDAHULUAN
Pendidikan jasmani Olahraga dan Di dalam setiap kegiatan belajar
Kesehatan merupakan bagian integral dari yang dilakukan oleh siswa, senantiasa
pendidikan secara keseluruhan, bertujuan mendambakan suatu keberhasilan sebagai
untuk mengembangkan aspek kebugaran hasil jerih payah setelah menempuh
jasmani, keterampilan gerak, ketrampilan beberapa materi pelajaran. Hasil usaha itu
berfikir kritis, keterampilan sosial, dinamakan prestasi. Tentang prestasi,
penalaran, stabilitas emosional, tindakan beberapa ahli mengemukakan batasan
moral, aspek pola hidup sehat dan sebagai berikut:
pengenalan lingkungan bersih melalui Menurut Winkel (1991: 162),
aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan Prestasi adalah bukti keberhasilan usaha
terpilih yang direncanakan secara sistematis yang dapat dicapai. Di dalam pengertian
dalam rangka mencapai pendidikan tersebut prestasi merupakan suatu hasil
nasional. (Depdiknas 2006: 131). usaha yang telah dicapai sesuai batas
Pendidikan jasmani olahraga dan kemampuan dari pelaksanaan usaha
kesehatan merupakan satu mata ajar yang tersebut. Sedangkan menurut Pasaribu dan
diberikan di suatu jenjang sekolah tertentu B. Simanjuntak prestasi adalah hasil yang
yang merupakan salah satu bagian dari diperoleh seseorang setelah mengikuti
pendidikan keseluruhan yang pendidikan maupun latihan. Juga dalam hal
mengutamakan aktivitas jasmani dan ini prestasi adalah akhir dari usaha yang
pembinaan hidup sehat untuk bertumbuh diperoleh setelah melalui proses pendidikan
dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan latihan.
dan emosional yang serasi, selaras dan Prestasi adalah hasil dari suatu
seimbang. Menurut Sukintaka (2000: 2). kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan
Pendidikan Jasmani, olahraga dan baik secara individu maupun kelompok.
kesehatan merupakan media untuk Prestasi tidak akan pernah dihasilkan selama
mendorong pertumbuhan fisik, seseorang tidak pernah melakukan suatu
perkembangan psikis, keterampilan motorik, kegiatan. Pencapaian prestasi tidaklah
pengetahuan dan penalaran, penghayatan mudah, akan tetapi kita harus menghadapi
nilai-nilai (sikap mental-emosional- berbagai rintangan dan hambatan hanya
sportivitas-spiritual-sosial).
dengan keuletan dan optimis dirilah yang Memahami konsep aktivitas jasmani
dapat membantu untuk mencapainya. dan olahraga di lingkungan yang bersih
Dalam Permendiknas nomor 22 sebagai informasi untuk mencapai
tahun 2006 tentang Standar Isi, Pendidikan pertumbuhan fisik yang sempurna, pola
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta
agar peserta didik memiliki kemampuan memiliki sikap yang positif.
sebagai berikut : SD Islam Athirah 2 Makassar
1. Mengembangkan keterampilan merupakan sekolah islam yang sangat
pengelolaan diri dalam upaya memperhatikan proses pembelajaran yang
pengembangan dan pemeliharaan berlangsung di kelas khususnya mata
kebugaran jasmani serta pola hidup pelajaran yang memerlukan penerapan
sehat melalui berbagai aktivitas konsep yang kuat, tentu saja hal ini
jasmani dan olahraga yang terpilih. membuat guru dan siswa di sekolah ini
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan menghadapi banyak tantangan. Mulai dari
pengembangan psikis yang lebih menerapkan konsep menggunakan metode
baik. pembelajaran yang efektif dan efisien
3. Meningkatkan kemapuan dan hingga menyusun strategi untuk mencapai
keterampilan gerak dasar. jaminan mutu yang telah dibuat sebagai
4. Meletakkan landasan karakter moral komitmen yang akan dicapai siswa selama
yang kuat melalui internalisasi nilai- bersekolah di sana.
nilai yang terkandung di dalam Berdasarkan hal tersebut maka guru
pendidikan jasmani, olahraga dan sebagai fasilitator dalam pembelajaran di
kesehatan. kelas harus memiliki kompetensi yang baik
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, dan relevan serta sesuai perkembangan
disiplin, bertanggung jawab, teknologi. Salah satu kompetensi yang harus
kerjasama, percaya diri dan dimiliki adalah menggunakan metode yang
demokratis. menyenangkan dan membuat siswa tertarik.
6. Mengembangkan keterampilan untuk
menjaga keselamatan diri sendiri,
orang lain dan lingkungan
Maka berdasarkan hasil observasi Al Hayyu sebanyak 66% sedangkan target
dilihat dari jumlah siswa yang mencapai untuk meningkatkan adalah 85%, sementara
nilai KKM praktik kebugaran jasmani untuk kelas V Al Mughny sebanyak 61%
sebelum menggunakan media kartu bermain sedangkan target untuk meningkatkan
dan miniature labirin masih dapat dikatakan adalah 85%. Hal ini dilihat bisa dilihat dari
berada dibawah rata-rata. Dengan kelas IV diagram berikut:
Kelas IV Al Hayyu
Kelas IV Al Hayyu
Target = 85%
90
80
Actual = 66%
70
60 GAP = 19%
50
40
30
20
10
0
aktual target
Gambar 1: Kelas Al Hayyu
Kelas V Al Mughny
Kelas V Al Mughny
Target = 85%
90
80 Actual = 61%
70
60 GAP = 24%
50
40
30
20
10
0
aktual target
Gambar 2: Kelas Al Mughny
pendidik yang dapat menyebabkan peserta
LANDASAN TEORI didik melakukan kegiatan belajar.
Belajar merupakan aktifitas utama
dalam sebuah proses pembelajaran. Belajar Berdasarkan pengertian
merupakan suatu proses perubahan tingkah pembelajaran di atas dapat disimpulkan
laku sebagai hasil interaksi individu dengan bahwa pembelajaran adalah suatu upaya
lingkungannnya dalam memenuhi yang dilakukan secara sengaja oleh pendidik
kebutuhan hidupnya (Sugihartono, untuk memberikan kegiatan belajar yang
dkk.2007:74). Sementara menurut Ruber efektif dan efisien. Pembelajaran dapat
yang di kutip sugihartono (2010:74) dilakukan dalam berbagai bentuk maupun
mendefinisikan belajar dalam dua cara yang digunakan. Menurut Gagne (Made
pengertian. Wena, 9 2009: 10) pembelajaran yang
Pertama, belajar sebagai proses efektif harus dilakukan dengan berbagai cara
memperoleh pengetahuan dan kedua, belajar dan menggunakan berbagai macam media
sebagai perubahan kemampuan bereaksi pembelajaran.
yang relatif langgeng sebagai hasil latihan Berdasarkan pendapat di atas sebagai
yang diperkuat. Dari berbagai definisi seorang guru wajib kirannya memiliki kiat
tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar maupun seni untuk memadukan antara
merupakan suatu proses memperoleh media yang digunakan dan pembelajaran,
pengetahuan tingkah laku dan kemampuan sehingga pembelajaran yang dihasilkan akan
bereaksi yang relatif permanen atau menetap memiliki kualitas atau bobot yang tinggi.
karena adanya interaksi individu dengan Pembelajaran dapat juga
lingkungannya. didefinisikan sebagai proses pendewasaan
Pembelajaran dalam arti umum dapat anak melalui proses belajar. Pelaksanaan
diartikan sebagai perubahan perilaku yang pembelajaran pada intinya tidak akan pernah
relatif tetap sebagai hasil dari proses lepas dari strategi pengelolaan
pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran pembelajaran. Strategi pengelolaan
menurut sudjana yang dikutip Sugihartono, pembelajaran sangat penting dalam
dkk.(2007: 74) merupakan setiap upaya pembelajaran secara keseluruhan.
yang dilakukan dengan sengaja oleh Efektifitas pembelajaran tidak akan
maksimal bila strategi pengelolaan kelas
tidak diperhatikan, meskipun perencanaan memahami, menyadari gerak, dan
pengorganisasian dan penyampaian penguatan akademik.
belajarnya sudah terlaksana sebagaimanapun 2. Ranah psikomotor: Keterampilan gerak
baiknya. Pembelajaran pendidikan jasmani dan peningkatan keterampilan gerak
juga tidak akan dapat berjalan baik bila tidak yang juga menyangkut biologikdan
ada strategi pengelolaan kelasnya tidak kesegaran jasmani serta kesehatan.
diperhatikan. 3. Ranah afektif :Menurut Anarino dan
Pendidikan jasmani pada hakikatnya kawan-kawan, adalah kekuatan otot,
adalah proses pendidikan yang daya tahan otot, kelenturan, dan daya
memanfaatkan aktivitas fisik untuk [Link] kardiovaskuler.
menghasilkan perubahan holistik dalam 4. Ranah jasmani: Menurut Anarino dan
kualitas individu, baik dalam hal fisik, kawan-kawan adalah kekuatan otot, daya
mental, serta emosional. Pendidikan jasmani tahan otot, kelenturan, dan daya tahan
memperlakukan anak sebagai sebuah kardiova skuler.
kesatuan utuh, makhluk total, daripada Pendidikan jasmani dilaksanakan
hanya mengangGAPnya sebagai seseorang sebagai salah satu alat dalam mencapai
yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. tujuan pendidikan nasional, dengan cakupan
Lebih lanjut menurut [Link](1996: aspek kognitif, afektif, psikomotor dan fisik.
77) menyatakan bahwa Pendidikan Jasmani Pembekalanpengalaman belajar pendidikan
merupakan usaha pendidikan dengan jasmani diarahkan untuk membentuk gaya
menggunakan [Link] besar, sehinggga hidup sehat serta aktif sepanjang hayat.
proses pendidikan dapat berlangsung tanpa Pendidikan jasmani tidak akan lepas dari
[Link] Gabbard, LeBlanc, yang namanya sarana dan prasarana
Lowy, yang dikutip [Link], bahwa olahraga atau bisa disebut dengan 11
pertumbuhan dan perkembangan yang fasilitas olahraga. Pembelajaran pendidikan
dipacu melalui aktivitas jasmani akan jasmani pada umumnya merupakan sebuah
mempengaruhi: hal yang komplek sehingga dibutuhkan
1. Ranah kognitif : Kemampuan pemikiran-pemikiran yang tepat untuk
berpikir yang diwujudkan dalam aktif menjalankannya.
bertanya, kreatif, kemampuan
menghubung-hubungkan kemampuan
Pembelajaran pendidikan jasmani rencana (Kaizen Plan) untuk melakukan
merupakan pendidikan melalui sebuah berbagai kegiatan yang bertujuan melakukan
aktifitas jasmani untuk mencapai tujuan perbaikan kualitas belajar yang dilakukan
pembelajaran yang akan dicapai. Untuk oleh guru, sebagai berikut:
melakukan hal tersebut, maka disusunlah
Tabel 1 : Kaizen Plan
Dari perencanaan yang dibuat, maka dilakukanlah analisis masalah, terlihat dari gambar dibawah
ini:
Gambar 3: Fishbone
Pembelajaran pendidikan jasmani Keterangan :
merupakan bagian dari pendidikan secara X = perlakuan yang diberikan
keseluruhan. Sehingga dapat ditarik kepada siswa.
kesimpulan. Bahwa pembelajaran Y = persentase ketuntasan belajar
pendidikan jasmani merupakan pendidikan siswa.
melalui sebuah aktifitas jasmani untuk Secara operasional variabel yang
mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dikaji dalam penelitian ini dapat dijelaskan
dicapai. Dan setelah melakukan analisis sebagai berikut:
masalah, maka dapat terlihat fokus
a. Pre-test adalah suatu metode yang
masalah yang akan diselesaikan.
digunakan guru dengan memberikan
tes pendahuluan tentang materi yang
METODE PENELITIAN
akan diajarkannya.
Penelitian ini merupakan Penelitian
pre eksperimen yang dilaksanakan pada b. Persentase ketuntasan tugas siswa.
level 1, IV Al Hayyu dan V Al Mughny Yaitu persentase jumlah siswa yang
SD Islam Athirah 2 Makassar. Dimana mencapai ketuntasan tugas PJOK.
dalam penelitian ini terdapat dua variabel
Populasi dan sampel penelitian
yang mendasari yakni variable perlakuan
adalah siswa kelas IV Al Hayyu dan V Al
dan terpengaruh.
Mughny SD Islam Athirah 2 Makassar di
a. Variabel perlakuan
bulan Desember 2022.
b. Variabel terpengaruh adalah persentase
jumlah siswa dalam ketuntasan tugas Teknik analisis yang digunakan
PJOK. dalam penelitian ini adalah statistik
deskriptif. Statistik deskriptif digunakan
Desain penelitian ini adalah One-
untuk mendeskripsikan persentase
Shot Case Study Design(Sugiyono, 2008)
ketuntasan tugas yang diperoleh siswa
sebagaiberikut:
setelah pemberian tugas. Analisis ini akan
X Y memberikan gambaran tentang persentase
jumlah siswa yang tuntas mengerjakan delapan langkah atau step yang bertujuan
tugas PJOK. untuk meningkatkan persentase jumlah
siswa yang mencapai nilai KKM praktik
Hasil dan Pembahasan
kebugaran jasmani kelas IV Al Hayyu dan
Proyek penelitian ini merupakan V Al Mughny SD Islam Athirah 2
penelitian yang menggunakan media kartu Makassar di bulan Desember 2022.
bermain dan miniature labirin dengan
100
90 IV Al Hayyu
80
70
60 BEFORE IMPROVEMENT = 66%
50
40 TARGET = 85%
30
20 AFTER IMPROVEMENT = 92%
10
0
Category 1
Before Target After
Gambar 4: hasil kelas IV Al Hayyu
100
90 V Al Mughny
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Category 1
Before Target After
BEFORE IMPROVEMENT = 61%
TARGET = 85%
AFTER IMPROVEMENT = 90%
Gambar 5: hasil kelas V Al Mughny
Dari diagram tersebut terlihat ada Tujuan dari penelitian ini adalah
gap sebesar 19% untuk kelas 4 Al Hayyu, Meningkatkan Persentase Jumlah Siswa
begitupun untuk kelas 5 Al Mughny ada gap yang Mencapai Nilai KKM Praktik
sebesar 19%. Melalui penelitian ini, Kebugaran Jasmani Kelas V Al Mughny SD
diharapkan tidak akan ada gap lagi antara Islam Athirah 2 Makassar. Capaian nilai
kondisi ideal dan kondisi aktual. Oleh standar KKM PJOK sesuai yang tercantum
karena itu dilakukanlah proyek penelitian di KPI dan job description guru.
menggunakan media kartu bermain dan
miniature labirin untuk mencapai target
ideal yang diinginkan.
100
80
60
40
20
0
Category 1
Before Target After
Gambar 6 : kelas IV Al Hayyu
Dari diagram di atas dapat disimpulkan sedangkan target yang ingin dicapai adalah
bahwa untuk kelas IV Al Hayyu sebelum 85%. Setelah dilakukan penelitian maka
dilakukan penelitian makan terdapat 66% target yang didapatkan menjadi 92%.
100
80
60
40
20
0
Category 1
Before Target After
Gambar 7 : kelas V Al Mughny
Sedangkan untuk kelas Al Mughny. dilakukan penelitian makan terdapat 61%
Dari diagram di atas dapat disimpulkan sedangkan target yang ingin dicapai adalah
bahwa untuk kelas Al Hayyu sebelum 85%. Setelah dilakukan penelitian mak
target yang didapatkan menjadi 90%.
Kesimpulan pengembangan psikis yang lebih baik,
Pendidikan jasmani olahraga dan sekaligus membentuk pola hidup sehat dan
kesehatan yang diajarkan di sekolah bugar sepanjang hayat
memiliki peranan penting, yaitu
Berdasarkan hasil analisis data,
memberikan kesempatan kepada peserta
dapat disimpulkan bahwa persentase
kenaikan rata-rata jumlah siswa yang
didik untuk melihat langsung dalam
mencapai ketuntasan mengumpulkan tugas
berbagai pengalaman belajar melalui
PJOK untuk kelas Al Hayyu mengalami
aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan
peningkatan sebesar 92%, kelas Al
yang dilakukan secara sistematis
Mughny mengalami peningkatan sebesar
memberikan pengalaman belajar untuk
90%.
membina pertumbuhan fisik dan
Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.
Daftar Pustaka Atwi Suparman, 1997, Desain
Intruksional, Jakarta : PAU PPAI,
Arief [Link], et. Al., 1996. Universitas Terbuka.
Media Pendidikan,Pengertian,
Pengembangan dan Pemanfaatannya,
Sutrisman Murtadho dan Tambunan, Sugihartono, dkk., Psikologi
1987, Pengajaran Matematika, Jakarta, Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2007
Universitas Terbuka.
Matakupan J. (1992). Teroi Bermain
Untuk D2 PGSD Penjaskes. Proyek
Pembinaan Tenaga Kependidikan
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
Derpartemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Made, Wena. 2009. Strategi
Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu
Sugiyono, Metode Penelitian Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta:
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung PT. Bumi Aksara.
: Alfabeta, 2008)