TUGAS MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN NIFAS
AROMA TERAPI
KELOMPOK 6:
1. Aminah Rahayu 7. Heni Rohmalia
2. [Link] .S 8. Yanti Perawati
3. Onih.S 9. Nuraida. A
4. Ulvyatus .S 10. Odah. R
5. Nurwulan 11. Widi Yanti
6. Nurlaela
PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN
POLI TEKNIK KESEHATAN
BHAKTI PERTIWI HUSADA CIREBON
SEMESTER 1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat allah SWT yang telah memberikan berbagai
kenikmatan salah satunya adalah nikmat sehat sehingga penulis mampu menyelesaikan
makalah yang berjudul “Aromaterapi” dalam waktu yang sudah ditentukan.
Terimakasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada dosen pembimbing mata
kuliah yang telah mengajarkan berbagai ilmu pengetahuannya sehingga saya dapat
dengan mudah menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa tugas ini sangat jauh dari kata sempurna,masih terdapat
banyak kesalahan, Baik dari penulisan maupun penyusunan. Untuk itu kritik serta saran
yang membangun sangat kami butuhkan demi menyempurnakan makalah ini.
Karawang, 17 Januari 2025
Kelompok 6
BAB I
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Aroma terapi adalah cara pengobatan alternatif yang menggunakan uap
minyak esensial dari berbagai macam tanaman yang bisa dihirup untuk
menyembuhkan berbagai macam kondisi. Tujuannya untuk meningkatkan
kesehatan tubuh, mental, dan emosional. Sari tumbuhan aromatik yang
dipakai diperoleh melalui berbagai macam cara pengolahan dan dikenal
dengan nama minyak esensial (essential oil). Minyak esensial ini dapat
membantu mengurangi kecemasan yaitu dengan meningkatkan suasana hati,
mengurangirasa sakit, mual, kelelahan atau peradangan. Minyak yang
digunakan untuk berbau (inhalasi) saja dan bau-bauan tersebut dapat
memberikan efek menenangkan (relaksasi). Gejala gangguan kecemasan yaitu
rasa panik dan ketakutan yang berlabih, pemikiran- pemikiran obsesif yang
tidak kekontrol, mual, berkeringat dingin dan reaksi fisik lainnya yang tidak
nyaman[1].
Berbagai macamgangguan kecemasan yang dialami seseorang dapat
memicu sejumlah masalah kesehatan. Dampak lain yang akan terjadi adalah
terganggunya kehidupan sehari-hari, misalnya: nafsu makan
berkurang ,hubungan dengan orang sekitar terganggu, jamtidur tidak teratur,
prestasi kerja menurun dan juga rentan untuk melakukangaya hidup
berbahaya, seperti makan berlebihan, merokok, atau mengkonsumsi alkohol
dan obat-obatan.
Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka penulis akan membuat alat
aromaterapi secara elektrik agar lebih praktis karena pemanasan sebelumnya
hanya menggunakan lilin. Sistem pemanasan elektrik akan lebih efektif untuk
memanaskan cairan minyak esensial serta mempercepat penguapan sehingga
akan memaksimalkan proses terapi. Alat yang dibuat akan dilangkapi
pemantau detak jantung pasien yang dihubungkan ke finger sensor.
Pemantauan detak jantung pasien bertujuan untuk melihat perkembangan dari
efek aroma terapi yang diberikan sehingga dapat dilihat perubahan terhadap
detak jantung pasien selama proses terapi dilakukan. Penyempurnaan alat
terapi yang akan dibuat yaitu bernama Alat Aroma Terapi Elektrik Dilengkapi
Monitoring Detak Jantung Berbasis Atmega8.
B. RumusanMasalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka permasalahan yang dapat
dirumuskan yaitu
1. Aromaterapiadalahsalahsatuterapialternatifpenggantiobat-obatan kimia
untuk penyembuhan kesehatan secara alamiah atau herbal
2. Belumadanyaalat aromaterapielektrikdandilengkapidengan monitoring
detak jantung berbasis atmega 8
3. Belumadanyaalataromaterapiyangdilengkapidengantimersebagai pewaktu
terapi dan diagnosa detak jantung
C. Tujuan Penulisan
TujuanUmum
Penulisan ini bertujuan untuk merancang alat aroma terapi elektrik
dilengkapi monitoring detak jantung berbasis atmega 8 sebagai alat terapi
yang dapat membantu mengurangi berbagai macam gangguan kesehatan,
salah satunya adalah gangguan kecemasan atau stres.
TujuanKhusus
Setelah menganalisa permasalahan yang ada, tujuan khusus pembuatan
alat ini antara lain :
1. MembuatrangkaianminimumsistemAtmega8.
2. Membuat rangkaianpengondisisinyal.
3. Membuatrangkaianmonostabil.
4. Membuatfingersensor.
5. Membuatrangkaiandriverkipas.
6. Membuatrangkaiandriver heater.
7. Membuatrangkaianpenampil/display.
8. Melakukanujicobapadamodulyangtelahdibuat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Aromaterapi
a. Definisi
Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan minyak essensial atau sari
minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan,
membangkitkan semangat, menyegarkan serta menenangkan jiwa dan raga
(Astuti, 2015). Beberapa minyak essensial yang sudah diteliti dan ternyata
efektif sebagai sedatif penenang ringan yang berfungsi nmenenangkan sistem
saraf pusat yang dapat membantu mengatasi insomnia terutama diakibatkan
oleh stress, gelisah, ketegangan, dan depresi (Setyoadi & Kushariyadi, 2011 ).
Bentuk aromaterapi ada yang berupa minyak, sabun, dan lilin aromaterapi.
Salah satu jenis macam – macam aromaterapi dari rumpun tumbuhan adalah
citrus [Link] minyak pada citrus aurantium memiliki efek anti
spasmodik dan obat penenang ringan. Kandungan citrus aurantium terdiri dari
minyak essensial yang disebut dengan neroli. Kandungan tersebut ialah :
limonene (96,24%), linalool (0,44%), linaly asetat, geranyl asetat, geraniol,
nerol, neryl acetate. Dalam jurnal ilmiah (Suci, 2016) disebutkan bahwa
kandunganlinalool bersifat sebagai penenang(sedatif) dan limonene memiliki
manfaat sebagai melancarkan peredarah darah .
b. Manfaat aromaterapi
Menurut Setyoadi& Kushariyadi(2011) manfaat aromaterapi antara lain:
1. Mengatasi insomnia dan depresi,meredakan kegelisahan
2. Mengurangi perasaan ketegangan
3. Meningkatakan kesehatan dan kesejahteraan tubuh,pikiran dan jiwa
4. Menjaga kestabilan ataupun keseimbanagan sistem yang terdapat dalam
tubuh menjadi sehat dan menarik
5. Merupakan pengobatan holistik untuk menyeimbangkan semua fungsi
tubuh
c. Mekanisme kerja aromaterapi
Mekanisme kerja aromaterapi didalam tubuh berlangsung melalui dua
sistem fisiologis yaitu sistem sirkulasi tubuh dan sistem penciuman. Bau
merupakan suatu molekul yang mudah menguap ke udaradan akan masuk ke
rongga hidung melalui penghirupan sehingga akan direkam oleh otak sebagai
proses penciuman. Proses penciuman terbagi dalam tiga tingkatan, dimulai
dengan penerimaan molekul bau pada epitallium olfaktori yang merupakan
suatu reseptor berisi 20 juta ujung saraf. Selanjutnya bau tersebut akan
ditramisikan sebagai suatu pesan ke pusat penciuman yang terleltak pada
bagian belakang hidung. Pada tempat ini, sel neuron menginterpretasikan bau
tersebut dan mengantarkannya ke sistem limbik . Sistem limbik merupakan
pusat nyeri, senang, marah, takut, depresi, dan berbagai emosi lainnya.
selanjutnya respon dikirim ke hipotalamus untuk diolah.
Melalui penghantaran respons yang dilakukan oleh hipotalamus seluruh
sistem minyak essensial tersebut akan diantar oleh sistem sirkulasi dan agen
kimia kepeda organ yang tubuh. Secara fisiologis, kandungan unsur-unsur
terapeutik dari bahan aromatic akan memperbaiki ketidakseimbangan yang
terjadi didalam system tubuh. Bau yang menimbulkan rasa tenang akan
merangsang daerah otakyang disebut nuklues rafe untuk mengeluarkan sekresi
serotonin (Setyoadi & Kushariyadi, 2011). Sekresi serotonin berguna untuk
Menimbulkan efek rileks sebagai akibat inhibisi eksitasisel
(Rujitodkk2016). Perasaan rileks yang dihasilkan oleh citrus aurantium
aromaterapi dikarenakan kembalinya sirkulasi secara [Link] yang
menyebabkan euporia, relaks atau sedatif (Koesmardiansyah,2009). Saraf
penciuman (nervusolfaktorius) adalah satu- satunya saluran terbuka yang
menuju otak. Melalui saraf ini, aromaakan mengalir ke bagian otak sehingga
mampu memicu memori terpendam dan memengaruhi tingkah laku emosional
yang bersangkutan. Hal ini bias terjadi karena aroma tersebut menyentuh
langsung pusat emosi dan kemudian bertugas menyeimbangkan kondisi
emosional (Setyoadi & Kushariyadi, 2011). Untuk itu citrus aurantium dengan
cara inhalasi dapat menurunkan kecemasan dengan meningkatkan serotonin.
d. Teknik Pemberian Aromaterapi
Menurut (Craig Hospital dalam Dina & Feriani, 2021) terdapat berbagai
metode yang dapat digunakan dalam pemberian aromaterapi.
1. Teknik Inhalasi
Teknik inhalasi dianggap sebagai cara yang paling cepat dalam
pengobatan menggunakan aromaterapi karena saat minyak aromaterapi
dihirup oleh hidung, molekul senyawa minyak essential yang cepat
menguap merangsang saraf secara langsung pada indra penciuman dan
dipersepsikan oleh otak (Anggraeni & Verdian, 2020). Teknik inhalasi
ini dapat dilakukan dengan berbagai cara.
1) Dengan bantuan botol semprot
Cara ini dipakai untuk menghilangkan bau tidak sedap di
kamar pasien. Dosis aromaterapi yang digunakan adalah
menuangkan 10-12 tetes dalam 250 ml air lalu dicampurkan dan
disemprot ke ruangan (Yosali & Siswanti, 2019).
2) Dihirup dengan bantuan kapas
Teknik inhalasi aromaterapi menggunakan kapas adalah dengan
menuangkan 3-4 tetes essential aromaterapi ke kapas lalu dihirup 2-3
kali (Yosali & Siswanti, 2019).
3) Dihirup menggunakan telapak tangan
Teknik inidilakukan dengan cara menggosokkan telapak tangan
yang telah ditetesi oleh essential aromaterapi 1 tetes lalu
ditelungkupkan di hidung kemudian pasien dianjurkan menghirup
dengan menarik napas dalam (Yosali & Siswanti, 2019)
4) Penguapan
Cara ini dilakukan dengan menuangkan essential aromaterapi4
tetes ke sebuah tempat (bak) yang berisi air panas. Kemudian pasien
menelungkupkan wajah ke atas wadah yang telah berisi campuran air
dan aromaterapi tersebut lalu kepala pasien ditutup menggunakan
handuk. Pasien dianjurkan menghirup uap yang keluar (Yosali &
Siswanti, 2019)
5) Teknik Masase atau Pijat
Pijat atau masase merupakan teknik aplikasi topikal dengan
penyerapan minyak essential pada kulit (Farrar&Farrar,2020). Teknik
ini dilakukan dengan cara memberikan beberapa tetes kombinasi
minyak essential aromatik dengan base minyak seperti minyak
kedelai, minyak zaitun, maupun yang lainnya. Dengan masase atau
pemijatan, essense yang terkandung dalam aromatik dapat menembus
kulit dan terserap oleh tubuh sehingga mempengaruhi jaringan yang
akan menimbulkan efek rileks dan penyembuhan (Anggraeni &
Verdian, 2020).
12
2. Difusi
Teknik difusi dapat dimanfaatkan untuk merilekskan saraf atau
mengatasi sejumlah masalah pernapasan. Teknik ini diaplikasikan dengan
semprotan larutan yang mengandung minyak essential ke udara bebas. Hal
ini dilakukan dengan memberikan beberapa tetes minyak essential 3-4tetes
ke dalam diffuser.
3. Kompres
Penggunaan melalui kompres membutuhkan 3-6 tetes minyak
essential pada setengah liter air. Teknik ini bermanfaat untuk nyeri, nyeri
otot, memar, dan sakit kepala. Pengaplikasian aromaterapi dengan cara
kompres menggunakan air hangat bermanfaat untuk menurunkan nyeri
pada punggung dan perut. Kompres dingin dapat digunakan untuk
meredakan nyeri saat persalinan.
4. Berendam
Teknik berendam dilakukan dengan cara menambahkan essential
aroma terapi keair hangat untuk berendam. Teknik ini menjadikan
perasaan terasa lebih rileks, menenangkan saraf, serta menurunkan nyeri
dan pegal.
e. Jenis Aromaterapi
Menurut Farrar &Farrar (2020) dalam Clinical Aromatherapy
mengatakan minyak atsiri berasal dari biji, batang, daun, jarum, kelopak,
bunga, kulit danbuah, kayu dan damar, akar dan rimpang, serta rerumputan.
Seorang ahli aromaterapi bersertifikat bernama Cher Kaufman dalam bukunya
menuliskan serangkaian bab mengenai sumber tanaman yang batang dan
daunya dapat dimanfaatkan menjadi minyak essential aromatik (Farrar &
Farrar, 2020).
1. Cistus Ladanifer
Cistus merupakan tumbuhan yang berasal dari famili Cistaceae.
Aromaterapi cistus dapat diambil dari bagian batang, ranting, daun kering,
dan bunga kering yang mempunyai kegunaan untuk regenerasisel;sebagai
agenanti bakteri, anti infeksi ,anti mikroba, astringent,dan anti virus;
sebagai penguat imun (dayatahantubuh) ;sebagai tonik dan dukungan
untuk sistem saraf parasimpatis dan pusat; serta untuk penyembuhan luka.
13
2. Eucalyptus
Eucalyptus dapat disebut juga minyak kayu putih, minyak karet biru,
minyak malle biru, dan minyak gully gum. Penggunaan aromaterapi
eucalyptus dapat diambil dari bagian daun dan ranting yang memiliki
manfaat penyembuhan luka seperti luka bakar, melancarkan hidung
tersumbat, menurunkan kadar gula darah, mengatasiasma. Selain itu, juga
dapat digunakan dalam pengobatan dan suplemen.
3. Laurus Nobilis
Aromaterapi Laurus Nobilis terkenal dengan warna daunnya yang
tampak hijau gelap danberkilau. Minyak aromaterapi ini diambil dari daun
kering dan segar yang dapat digunakan sebagai analgesik, antibakteri,
antimikroba, antiseptik, antispasmodik, danantivirus; untuk meningkatkan
sistem kekebalan tubuh dan menenangkan sistem saraf; serta sebagai
ekspektoran dan fungisida.
4. Pogostemon Cablin
Aromaterapi ini diambil dari bagian daunnya. Minyak dari bagian
daunnya digunakan sebagai antidepresan, antiinflamasi, antimikroba,
antivirus, afrodisiak, astringent, deodorant, dan pencernaan; untuk
menghilangkan gas yang menenangkan sistem saraf; dan sebagai stimulan
dan tonik.
5. Peppermint
Aromaterapi peppermint diambil dari daunnya. Aromaterapi ini
dapat dimanfaatkan sebagai analgesik (obat pereda nyeri), pencernaan,
antibakteri, antiinflamasi, antispasmodik, antimikroba, dekongestif, dan
ekspektoran serta meredakan batuk.
6. Pinus Sylvestris
Penggunaan aromaterapi Pinus dapat diambil dari jarum di pohon
pinus. Aromaterapi pinus digunakan sebagai agen analgesik, anti bakteri,
anti biotik,anti inflamasi, anti biotik,anti infeksi,anti jamur, dan anti
mikroba; membantu pembukaan paru-paru dan melancarkan jalur
pernapasan; sebagai ekspektoran; dan untuk menenangkan saraf.
14
7. Rosemarinus Officinalis (Rosemary)
Aromaterapi rosemary mengambil dari bagian daun, bunga, dan
[Link] atsiri ini dikenal untuk obat tradisional,penyedap makanan,
dan teh herbal. Kegunaan minyak atsiri ini adalah sebagai agen analgesik,
anti inflamasi, anti infeksi, antiseptik, dan anti spasmodik; untuk
mengencerkan lendir; dekongestan, ekspektoran, pelemas otot (cineole),
stimulan, sebagai stimulan kognitif, dantonik ;dan untuk penyembuhan
luka (verbenone).
f. DosisPemberian Aromaterapi
Menurut Dr. Primadiati & Rachmi, minyak essential perlu diencerkan
terlebih dahulu saat akan digunakan. Pemakaian essential aromaterapi dengan
menggunakan dosis ganda tidak akan merubah manfaat yang didapatkan juga
menjadi berganda. Pemberian aromaterapi dengan dosis yang berlebih malah
dapat menimbulkan racun dan menyebabkan rasa mual. Aromaterapi
digunakan dengan cara melarutkannya dengan pengencer yang biasa disebut
minyak [Link] ahli telah menentukan takaran larutan yang dipakai dalam
kondisi normal tanpa indikasi atau suatu kelainan yang disebut sebagai larutan
standar. Larutan ini memiliki konsentrasi 1-2% jika pemakaian pada wajah,
dan konsentrasi 3% pada pemakaian tubuh (Yosali & Siswanti, 2019).
Tabel2.1Konversi untuk Menghitung Konsentrasi Larutan Konsentrasi
∑ MinyakKarier (sebagai
Konsentrasi ∑MinyakEssential
campuran)
Larutan1% 5-6tetes 1oz (±30ml)minyak
karier
Larutan2% 10-12tetes 1oz(±30ml)minyak karier
Larutan3% 15-18tetes 1oz (±30ml)minyak
karier
15
g. Mekanisme Aromaterapi
Menurut Dina & Feriani (2021) mengatakan aromaterapi merupakan
pengobatan yang memanfaatkan essential atau aroma dari tumbuhan yang
memiliki bau harum . Minya kessential tersebut dapat dimanfaatkan dalam
pengobatan untuk meningkatkan kesehatan karena aroma dari essence
memiliki sifat menenangkan. Aromaterapi dengan memanfaatkan minyak
essential oil dari tumbuhan mempunyai kegunaan merelaksasi pikiran dan
memperbaiki suasana hati (Louisa et al., 2020).
Ketika minyak essential aromaterapi dihirup, senyawa atau molekul
aromaterapi akan memberikan efek langsung kepada sistem saraf pusat dan
berpengaruh pada kesetimbangan korteks serebri serta saraf dalam otak.
Minyak esensial aromaterapi yang dihirup oleh hidung akan merangsang
sistem saraf olfactory yang dikendalikan oleh sistem saraf untuk
menginstruksikan struktur otak mentransmisikan pesan impuls kedalam
sistem limbik (Moelyono,2015 dalam Dina &Feriani, 2021). Sistem limbik
merupakan bagian otak yang mengatur emosi dan memori, berikatan langsung
dengan adrenal kelenjar hipofisis dan hipotalamus. Hipotalamus berfungsi
sebagai perantara dan regulator, mengirimkan pesan ke bagian otak dan
seluruh tubuh. Kemudian, pesan yang diterima diubah menjadi tindakan
pelepasan senyawa yang mengatur denyut jantung, stres, keseimbangan
hormon, timbulnya perasaan tenang, rileks, atau sedative ( Dina & Feriani,
2021; Khasanah et al., 2021).
h. Jenis essential oil
Ketika memilih menggunakan minyak aromaterapi untuk meringankan
gejala-gejala kehamilan yang mengganggu, Bunda perlu memperhatikan jenisnya
agar memberikan perawatan prenatal yang optimal, serta tidak membahayakan
Bunda. Nah Bunda, berikut ini adalah jenis-jenis minyak aromaterapi yang aman
bagi Bunda sekaligus manfaatnya.
1. Minyak Lavender
Mengurangi stres, kecemasan, depresi, dan meningkatkan relaksasi
Mengobati mual dan muntah
16
Meredakan depresi pasca persalinan (PPD)
Mengurangi nyeri dan durasi persalinan
Menunjukkan sifat antipruritic bila dikombinasikan dengan minyak
peppermint dan kunyit
Dapat digunakan untuk perawatan luka episiotomi
Meningkatkan kekebalan dan memiliki tindakan anti-inflamasi
2. Minyak Peppermint
Mengobati migrain dan sakit kepala
Mengurangi keparahan pruritus gravidarum
Meredakan bengkak dan nyeri pada ekstremitas bawah
Mengurangi gejala yang berhubungan dengan emesis gravidarum
Meredakan mual pasca operasi
Membantu meringankan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS)
Dapat mengurangi gejala dispepsia fungsional dan kejang yang terjadi
akibat endoskopi
3. Minyak kamomil
Minyak esensial kamomil telah digunakan selama berabad-abad sebagai obat
alami untuk mengatasi kecemasan dan masalah tidur. Minyak ini mengandung
senyawa yang meredakan kejang otot, ketegangan, dan ketidaknyamanan.
Sebarkan minyak kamomil atau oleskan dalam keadaan encer selama masa-
masa stres. Satu tetes pada tisu yang diselipkan di saku baju dapat membuat
Anda lebih tenang sepanjang hari.
4. Minyak atsiri bergamot
Bergamot dapat merangsang perasaan gembira dan optimisme serta
meredakan kecemasan dan depresi. Bahkan, periode menghirup aroma ini
selama 15 menit memberikan pandangan yang lebih positif kepada para peserta
di pusat perawatan kesehatan mental. Bergamot juga dapat digunakan untuk
mengelola perilaku kompulsif, gangguan kecemasan umum,
17
5. Minyak Mawar
Mengurangi intensitas nyeri punggung bawah terkait kehamilan
Mengurangi gejala depresi pasca persalinan
Meringankan keparahan nyeri persalinan
6. Lemon grass
Serai terkenal akan kandungan asam folat, zink, vitamin A, vitamin C, dan
masih banyak lagi. Serai juga memiliki efek antinyeri, antiseptik, dan
antibakteri. Sebagai essential oil, serai dapat membantu meredakan mood
swings selama kehamilan, sekaligus membuat tidur lebih nyenyak dan
melancarkan pernapasan saat flu.
7. Minyak Akar Wangi
Minyak akar wangi sangat baik untuk meredakan stres, kecemasan, serangan
panik, trauma, dan depresi. Menghirup minyak akar wangi membantu
membangun kestabilan emosi. Minyak ini juga dapat memperkuat sistem saraf.
Anda dapat menggunakannya pada diffuser USB di kantor atau meneteskannya
pada tisu dan menghirupnya sepanjang hari. Masukkan ke dalam lengan baju,
tetapi jangan meneteskannya pada kain karena dapat menodainya.
8. Minyak atsiri Melati
Minyak esensial melati membantu mengembalikan kepositifan saat merasa
tertekan, stres, atau cemas. Minyak ini dikenal sebagai afrodisiak
dan membangkitkan semangat tanpa terlalu merangsang. Gunakan secukupnya
dalam diffuser karena aromanya sangat kuat. Jangan gunakan jika Anda sedang
hamil, karena dapat menjadi stimulan rahim.
9. Akar Valerian
Minyak akar valerian dapat meningkatkan relaksasi dan perasaan tenang.
Minyak ini dapat sangat membantu bagi orang yang berjuang melawan
insomnia yang berhubungan dengan kegelisahan dan kecemasan. Cara mudah
untuk menggunakannya di malam hari adalah dengan menambahkan beberapa
tetes yang dicampur dengan minyak esensial jeruk manis ke dalam minyak
kelapa dalam rendaman kaki yang hangat.
Contoh khasus
18
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Aromaterapi dapat dipergunakan sebagai relaksan alternatif menghadapi
stres, dengan cara masuknya minyak atsiri ke dalam tubuh melalui inhalasi (earn
yang paling efektif), internal, dan penyerapan lewat kulit Setelah itu
molekulmolekul minyak atsiri akan diserap dan ikut terbawa oleh aliran darah
dan limfatik ke selumh tubuh untuk kemudian menimbulkan efek relaksasi
dengan kerja sarna sistem saraf dan sistem hormonal.
Ketika minyak atsiri yang beraroma sedatif seperti Origanum majorana,
Lavandula angustifolia, Chamaemelum recutica, dan Citrus aurantium terhirup
oleh hidung dan molekulnya terkunci pada silia hidung, timbul impuls yang
ditransmisikan lewat bulbus dan tractus olfactorius ke dalam sistem limbic
(amigdala dan hipokampus). Proses ini memicu respon memori dan emosional
lewat hipotalamus, yang bekerja sebagai pemancar dan regulator, kemudian
impuls terkirim ke otak. Serabut olfactorius membawa impuls ke bagian otak
yang disebut nukleus raphe. Aroma sedatif menyebabkan stimlliasi nuklells
raphe dan akan melepaskan zat nellrokimia serotonin, keadaan inilah yang
menyebabkan timbulnya keadaan relaksasi.
Aromaterapi dianggap lebih aman dibandingkan obat kimia sintetik karena
minyak atsiri yang digunakan berasal dari bahan alami yang walallpun bekerja
relatif lebih lamb at namlID efek sampingnya jauh lebih kecil dan tidak
menimbulkan ketergantungan serta gejala putus obat asalkan digunakan sesuai
indikasi, dosis, dan lama waktu pemakaiannya. Tumbuhan penghasil minyak
atsiri untuk menghadapi stres yang terdapat di Indonesia diantaranya, melati
(jasmine), cendana (sandalwood), pala (nutmeg), kamfer (camphor), cengkih
(clove), kenanga (ylang-ylang), cempaka (magnolia), akar manis (coriander),
jintan manis (anise seed), kayu manis (cinnamon), dan kayu putih (mefafeuca).
19
B. Saran
Pengenalan lebih lanjut tentang aromaterapi serta penggunaannya di
masyarakat secara luas, tepat, dan benar untuk menekan dan mengurangi efek
negatifyang ditimbulkan obat-obatan kimia sintetik. Penelitian lebih lanjut
tentang apakah sistem limbik berperan dalam menghasilkan emosi ataukah
hanya mengintegrasikannya saja. Penelitian lebih lanjut mengenai khasiat
aromaterapi terhadap penyakit lainnya, seperti asma, sinusitis, hipertensi, dan
lain-lain.
20
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
aman-dan-dilarang-untuk-ibu-hamil
[Link]
srsltid=AfmBOopK7MjIPcYa6xFnadnYy_hmBfsYpAa1S1tF5MDR28zjGZzYEoKR
[Link]
sequence=5&isAllowed=y
[Link]
[Link]
2
1