0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

Dokumen ini adalah modul pendidikan dan pelatihan fungsional bagi penyuluh pertanian ahli yang membahas penyusunan programa penyuluhan pertanian. Materi mencakup pengertian, tujuan, prinsip, dan tahapan penyusunan programa, serta analisis keadaan dan masalah yang dihadapi petani. Peserta diharapkan mampu menelaah dan menyusun programa penyuluhan pertanian secara efektif setelah mengikuti pelatihan.

Diunggah oleh

ArgiE OnLy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

Dokumen ini adalah modul pendidikan dan pelatihan fungsional bagi penyuluh pertanian ahli yang membahas penyusunan programa penyuluhan pertanian. Materi mencakup pengertian, tujuan, prinsip, dan tahapan penyusunan programa, serta analisis keadaan dan masalah yang dihadapi petani. Peserta diharapkan mampu menelaah dan menyusun programa penyuluhan pertanian secara efektif setelah mengikuti pelatihan.

Diunggah oleh

ArgiE OnLy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIKLAT DASAR KHUSUS BAGI PENYULUH PERTANIAN AHLI

PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PERTANIAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIA
DEPARTEMEN PERTANIAN
2008
AHL/DU/PPP/02/P

DEPARTEMEN PERTANIAN
BADAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN

MODUL
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL
BAGI PENYULUH PERTANIAN

LEMBAR PESERTA

1 KELOMPOK JABATAN Ahli


2 JENIS PENDIDIKAN DAN Dasar Khusus
PELATIHAN
3 JUDUL MATA DIKLAT PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN

JUDUL MODUL PENYUSUNAN PROGRAMA


PENYULUHAN PERTANIAN
4 DESKRIPSI MATA DIKLAT Hal yang dibahas dalam mata diklat ini
mencakuppengertian,tujuan, prinsip-prinsip
programa, tahapan penyusunan programa,
dan diuraikan juga bagaimana menyusun
programa penyuluhan pertanian
5 KELOMPOK MATERI Inti
6 HASIL BELAJAR Setelah selesai pembelajaran, peserta
diharapkan mampu menelaah programa
penyuluhan pertanian secara baik dan benar
7 INDIKATOR HASIL BELAJAR Setelah selesai pembelajaran ini peserta
dapat menelaah tentang programa
penyuluhan pertanian
8 POKOK BAHASAN Penyusunan Programa Penyuluhan
Pertanian
9 WAKTU PEMBELAJARAN (T/P) 2/2(2 x 45 menit ; 2 x 45 menit) = 180 menit
10 METODE PEMBELAJARAN Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan ELC

11 ALAT dan BAHAN OHP, LCD, laptop, Kertas koran, lackban,


spidol, Alat tulis

1
LANGKAH KEGIATAN

NO URAIAN KEGIATAN WAKTU

1 Persiapan 5 menit
a. Peserta hadir tepat waktu
b. Menyiapkan alat dan bahan
c. Pahami topik yang disampaikan dan tujuannya
2. Mendengarkan penjelasan lingkup materi pelatihan dari fasilitator 30 menit
penyusunan programa
3. Diskusi/Simulasi : 135 menit
a. Bentuk kelompok diskusi ( 5-6 orang)
b. Lakukan diskusi terpimpin dan presentasikan dengan topik
penyusunan RKPD/RKPK
c. Topik diskusi : bagaimana penyusunan programa penyuluhan
pertanian yang baik
4. Pengakhiran latihan dengan Buatkan intisari dari materi pokok 10 menit
bahasan dan melakukan evaluasi diri.

2
a) Latar Belakang
Penyusunan programa Penyuluhan Pertanian didasarkan pada Undang-undang no
16 tahun 2006 yaitu bahwa programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan
desa/kalurahan, atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa
penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan propinsi, dan programa
penyuluhan nasional. Penyusunan programa penyuluhan tersebut harus memenuhi
syarat yaitu :
1) Harus terukur
2) Realistis
3) Bermanfaat
4) Dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif
5) Terpadu
6) Transparan
7) Demokratis
8) Dan bertanggung gugat

b) Informasi Pokok

Pengertian

Apa itu Programa Penyuluhan Pertanian ?

Programa penyuluhan pertanian disusun untuk memberikan arah, pedoman, dan


alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan. Penyusunan
programa penyuluhan memperhatikan prinsip-prinsip keterpaduan dan kesinergian
programa penyuluhan pada setiap tingkatan. Programa penyuluhan pertanian adalah
rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman
sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan.

Unsur-unsur Programa Penyuluhan

1. Keadaan

Keadaan merupakan fakta yang ditunjukkan oleh data yang terdapat pada saat
akan disusunnya suatu programa. Data yang dicatat dari fakta yang menunjukkan
tentang keadaan yang nyata ada pada saat itu disebut data aktual. Sedangkan jika data
yang dicatat merupakan fakta yang menunjukkan tentang keadaan yang mungkin
dicapai, disebut dengan data potensial
Contoh data aktual :
1) Produksi padi di desa A musim tanam 2005-2006 rata-rata mencapai 62 kwintal
per hektar gabah kering pungut
2) Di desa B telah terbentuk kelompok petani yang tergabung dari berbagai macam
usaha berbentuk unit pengelolaan usaha gabungan dengan 3 jenis macam usaha
3) Telah terbentuk jeringan benih antar lapang pada tanaman bawang merah di zona
pantai dan sawah di desa C
Contoh data potencial :
1) Hasil deplot pemupukan berimbang padi di desa A pada musim tanam 2005-2006
mencapai 70 kwintal per hektar

3
2) Berdasarkan kemampuan social masyarakat dan variasinya comoditas di desa
B, dapat dibentuk kelompok minimal 10 kelompoktani
3) Daerah kawasan lahan kering desa C menurut hasil penelitian memungkinkan
untuk pengembangan tanaman tahunan jenis buah-buahan seperti mangga,
rambutan, durian dan lain-lain

Keadaan dapat disajikan dalam bentuk bagan, tabel, matriks atau pernyataan
tertulis sebagai hasil dari analisa data dan informasi yang telah dikumpulkan dengan
menggunakan metode RRA/PRA (dengan teknik PRA), kajian data sekunder, dan
teknik-teknik lainnya. Sumber data dapat berasal dari Monografi desa, data lapangan,
data kebijakan pemerintah, data petani dan keluarganya, data masyarakat, dan lain-
lain.

2. Masalah

Suatu wilayah dikatakan mempunyai masalah kalau ada fakta yang belum
memuaskan atau fakta tersebut belum sesuai dengan yang diinginkan. Untuk
mengetahui papa masalahnya perlu dianalisis atau diketahui lebih lanjut factor-faktor
apa yang menyebabkan keadaan tersebut menjadi tidak memuaskan. Factor penyebab
tersebut ada dua hal yaitu factor penyebab yang bersifat perilaku dan factor penyebab
yang bersifat non perilaku. Didalam programa penyuluhan , programa tersebut
merupakan program pembelajaran yang bertujuan merubah perilaku petani yang
berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang terjadi karena kehendak
mereka sendiri (partisipatif).

Contoh :

1) Petani Belum tahu cara melakukan konversi tanah dalam rangka pertanian organik
{perilaku}
2) Petani tidak punya modal usaha ( non perilaku)

[Link]

Didalam programa penyuluhan pertanian yang dimaksud tujuan yaitu


pernyataan penyelesaian masalah atau pernyataan apa yang diinginkan petani. Tujuan
ditetapkan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan petani dan keluarganya .
Tujuan dirumuskan untuk menggambarkan perubahan perlilaku petani dan
keluarganya dalam berusahatani.

[Link] Mencapai Tujuan

Dalam sebuah programa penyuluhan pertanian , yang dimaksud dengan cara


mencapai tujuan adalah kegiatan yang menggambarkan bagaimana tujuan itu bisa
dicapai, dengan menggunakan metode dan teknik yang sesuai dengan masalah dan
penyebab masalahnya, perubahan perilaku yang diinginkan, potensi yang ada yang
dapat mendukung tercapainya tujuan penyuluhan, dan lain-lain.

Tahapan Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

4
1. Tahap Persiapan
Melakukan kajian wilayah (nuansa gender)
1) Membentuk Tim Pemandu yang terdiri dari penyuluh dan petani pemandu (L-P)
2) Penelusuran Wilayah
a. Melakukan kesepakatan lokasi
b. Melakukan penelusuran wilayah
c. Membuat catatan-catatan pada saat penelusuran wilayah
d. Menyusun Peta Sumber daya bersama Petani secara sederhana
3) Diskusi dan analisis keadaan Fisik, sosial, ekonomi dalam penelusuran wilayah
(dilokasi pertemuan yang telah disepakati)
a. Mengidentifikasi kembali data hasil penelusuran wilayah
b. Mengumpulkan informasi kearifan lokal
c. Membuat peta sumberdaya, bagan pola usahatani, bagan transek, bagan
kalender musim, bagan kecenderungan, diagram venn
d. Melakukan diskusi untuk menemukan potensi dan masalah dari hasil
penelusuran wilayah oleh petani

Melakukan Analisis Lingkungan Usaha

1) Menyusun Profil keluarga (nuansa Gender )


a. Menyusun daftar identitas keluarga bersama anggota keluarga dalam bentuk
tabel
b. Menggambar bagan kebun milik petani bersama anggota keluarga
c. Menyusun bagan kalender musim sesuai yang dilakukan petani
d. Mengidentifikasi/melakukan penilaian penerapan teknologi oleh petani
Analisa Impact Point)
e. Mengidentifikasi hasil produksi , harga dan perkiraan pendapatannya
f. Menyusun bagan keterlibatan anggota keluarga (L/P) dalam kegitan usaha
g. Mengidentifikasi penerpan teknologi oleh petani
h. Mengidentifikasi potensi keluarga yang masih mungkin dikembangkan
i. Mendiskusikan dengan petani menggunakan instrumen-instrumen diatas
j. Mengidentifikasi masalah-masalah penerapan teknologi dan usahatani serta
keinginan petani untuk memperbaiki dan mengembangkan uasahataninya

2) Melakukan Analisis Lingkungan Agrinisnis Keluarga

Mengidentifikasi faktor lingkungan agribisnis


a. Input ( sarana prasarana) : penjual pupuk, koperasi, pabrik pupuk, bank,
lahan, penagkar benih,jalan,tenaga kerja,lain-lain
b. Proses ( kegitan produksi dan manajemen) : penyuluh, aturan tertentu
pestisida, curah hujan, teknologi, kondisi lahan, lain-lain
c. Output , pengolahan dan pemasaran: Pedagang, koperasi, eksportir, pasar
dunia, standar, transpotasi, dan lain-lain
Mengelompokkan faktor linggkungan agribisnis menurut :
a. Faktor yang dapat dikuasai atau dikendalikan petani
b. Faktor yang dapat dipengaruhi petani
c. Faktor yang tidak dapat dipengaruhi petani tetapi harus diperhatikan
Masukkan kedalam sebuah bagan lingkaran dan tabel/matriks konflik/masalah
Diskusikan dan temukan langkah penyelesaiannya

5
2. Tahap Perencanaan

1) Melakukan Identifikasi Hasil Analisis Penelusuran wilayah, Analisis agribisnis


keluarga, dan analisis Lingkungan Agribisnis
2) Menyusun Agribisnis keluarga potensi, masalah dan kegiatan sebagai alternatif
penyelesaian masalah dan harapan-harapannya dengan didahului uji prioritas
3) Menyusun agribisnis kelompok atas dasar agribisnis keluaraga dengan terlebih
dahulu melakukan uji prioritas
4) Menyusun Agribisnis Desa dengan melakukan uji prioritas terlebih dahulu.

3. Tahap Pelaksanaan
1) Menyusun Rencana Kegiatan Penyuluhan
a. Penilaiaan atas hasil penyuluhan tahun lalu
b. Identifikasi kebutuhan penyuluhan (dari tingkat keluarga sampai desa)
c. Perumusan tujuan, materi dan metode penyuluhan ,perkiraan kebutuhan
sarana ,dana dan tenaga, jadwal dan lokasi
d. Menyusun rencana penyuluhan
2) Sosialisasi pada petani dan penyempurnaan.
3) Menyusun rencana pengorganisasian pelaksanaan kegiatan ( misal
pengorganisasian pelaksanaan Sekolah Lapang / Studi Petani / Demplot /
Demfarm / Kursus tani / Temu Lapang / Temu Usha / Anjangsana dan lain-lain).

4. Evaluasi Dan Penilaian


1) Menetapkan siapa yang melakukan pemantauan dan penilaian
2) Meninjau kembali rencana kegiatan penyuluhan, untuk mengetahui apa yang ingin
diketahui, apa yang harus dipantau
3) Susun pertanyaan dan indikatornya
4) Susun rencana pengamatan , wawancara, pengisian
5) Tentukan sampel penilaian
6) Susun laporan pemantauan dan penilaian terhadap Metoda

Penulisan Programa Penyuluhan Pertanian


1) Rencana Agribisnis Keluarga
a. Judul
b. Pendahuluan
c. Masalah
d. Analisis masalah (pohon masalah)
e. Pemecahan masalah
f. Tujuan
g. Kegiatan yang akan dilaksanakan
h. Daftar kebutuhan sarana dan tenaga verja, teknologi
i. Jadwal kegiatan dan pelaksana
j. Perhitungan kebutuhan biaya dan jadwal pengeluaran biaya
k. Perhitungan estimasi rugi laba
2) Rencana Kegiatan Kelompok
a. Judul
b. Latar Belakang
c. Rencana jadwal kegiatan

6
3) Rencana Penyuluhan Pertanian Desa
a. Judul
b. Latar Belakang
c. Rencana Kegiatan Penyuluhan
4) Programa Penyuluhan Pertanian
a. Pendahuluan, menjelaskan mengapa programa dibuat, ringkasan tentang
bagaimana proses perumusannya
b. Keadaan umum wilayah yang menggambarkan
 Keadaan wilayah kerja BPP yang menggambarkan potensi wilayah
(aspek agroekosistem, ekonomi, sosial, serta kesimpulan /saran
pengembangan usaha
 Ringkasan tentang usaha pokok, masalah utama yang dihadapi oleh
petani di zona masing-masing serta kegiatan utama yang direncanakan
petani setempat
c. Tujuan pengembangan usaha yang merupakan dasar untuk merancang kegiatan
penyuluhan pertanian wilayah yang bersangkutan, serta kriteria
memprioritaskan masalah di zona yang bersangkutan
d. Ringkasan kegiatan pokok dalam programa sebagai langkah penyelesaian
masalah

7
Skema Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

PERENCANAAN
KEGIATAN
Kajian Potensi Dan
PENJAJAGAN Alternatif Kegiatan

Kajian masalah
dan kebutuhan
DAUR PELAKSANAAN
PROGRAM KEGIATAN
EVALUASI
KEGIATAN PRA sebagai sikap
dan perilaku petugas
lapangan
Teknik PRA untuk
mengkaji hasil akhir
program

PEMANTAUAN
KEGIATAN

Teknik PRA untuk


melihat perkembangan
program

8
Alur Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

KABUPATEN/KOTA

Program Penyuluhan Program Pengembangan


Pertanian Kabupaten/Kota Komoditi Kabupaten/Kota

KECAMATAN

Program Penyuluhan Program Penyuluhan


Pertanian Kabupaten BPP komoditi kecamatan

DESA

Penyusunan Perencanan Program pengembangan


Kegiatan Penyuluhan Desa komoditi desa
(Program Penyuluhan
Pertanian Desa)

Penyusunan Rencana
Usaha Kelompok

Penyusunan Rencana
Usaha Keluarga

Pelaksanaan PRA Desa


(Oleh Petani, PPL,
PTD/Kaurbang, Desa,
Petugas Lain)

Pembentukan Kelompok
Tani Dan Persiapan PRA
Dalam Pertemuan
Persiapan

Keterangan : Garis Proses

9
INFORMASI

Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

Penyusunan programa Penyuluhan Pertanian didasarkan pada Undang-


undang no 16 tahun 2006 yaitu bahwa programa penyuluhan terdiri atas programa
penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan
kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan propinsi,
dan programa penyuluhan nasional.
Inti programa adalah Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian yang
disusun melalui sebuah lokakarya partisipatif berdasarkan potensi wilayah dan
masalah/kebutuhan petani serta dukungan instansi/pihak terkait. Isi dari programa
ini adalah kegiatan-kegiatan utama dalam penyuluhan pertanian yang akan
dilaksanakan di wilayah kerja peyuluhan pertanian selama satu tahun.
Prosedur penyusunan Rencana Kegiatan Penyuluhan Kecamatan (RKPK)
adalah :
- mengidentifikasi desa secara partisipatif/PRA
- tiap peserta menyusun Rencana Usaha Keluarga (RUK)
- menyusun Rencana Kegiatan Kelompok (RKK)
- menyusun Rencana Kegiatan Desa (RKD)
- menyusun Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa (RKPD)
- menyusun rencana kegiatan penyuluhan kecamatan (RKPK)
Proses penyusunan RKPD diawali dengan mengetahui secara tepat potensi
desa yang bersangkutan dengan daya dan kemampuan petani termasuk
permasalahan usahatani, potensi sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia
(SDM), sarana dan prasarana, dan potensi lainnya secara bersama oleh petani,
dipandu tokoh petani/masyarakat setempat dan penyuluh setempat. Selanjutnya
adalah melihat kemungkinan usahatani apa yang layak diusahakan petani
setempat. Kajian potensi seperti ini dikenal dengan PRA (Participatory Rural
Appraisal).
Data potensi tersebut perlu dikaji secara cermat, dianalisis dengan cara
sederhana sehingga dapat diketahui jelas peluang-peluang yang ada. Setiap
peserrta yang ikut terlibat, diharapkan memahami potensi desanya melalui PRA.
Sebagai tindak lanjutnya, setiap keluarga menyusun rencana usahataninya

10
berpedoman pada kajian yang telah dilakukan. Tentunya petani dapat memilih
beberapa usaha tani yang layak secara teknis, ekonomi, dan sosial untuk dijadikan
alternatif usahataninya. Rencana tersebut harus rasional, menguntungkan, sebagai
bahan pengambilan keputusan. Rencana ini disebut Rencana Usaha Keluarga atau
disebut juga Rencana Agribisnis Keluarga (RAK).
Dalam berusahatani, ada masalah yang dapat dengan mudah diselesaikan secara
individual, tetapi ada masalah yang hanya dapat diselesaikan secara kelompok.
Oleh sebab itu, sebagai tindak lanjut berikutnya kelompoktani yang ada
mengumpulkan dan mengidentifikasi materi dan masalah dari RAK yang disusun
anggotanya.
Contoh 1. Format RUK/RAK.
N Bulan
o Uraian Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 Keterangan
. 0 1 2

Kumpulanrencana usaha keluarga dari satu kelompoktani disebut Rencana


Kegiatan Kelompok (RKK).
Contoh 2. Format RKK.
Bulan
K
No. Uraian Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 12 Pelaksana Biaya
et
0 1

Senjutnya, rencana kegiatan kelompok yang ada di suatu desa dikempokkan


menjadi satu sebagai rencana kegiatan .............. [Link] ini dikenal
sebagai Rencana Kegiatan Desa (RKD).
Contoh 3. Format RKD.
Desa : .........
Tahun : .........
Bulan
K
No. Uraian Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 Pelaksana Biaya
et
0 1 2

11
Rencana Kegiatan Desa belum jadi terdiri dari bidang pertanian bidang pertanian
dan non pertanian. Untuk keperluan penyusunan Rencana Kegiatan Penyuluhan
Desa (RKPD) acuannya adalah rencana kegiatan desa di bidang pertanian.

Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian


Sasaran V
Output
Metode ol Biaya Sumb Penang Pela
Masala Kegiat / Lok Wakt
Penyulu T T T / (x er gung
h an Keluar asi u
han D W T Fr 1000) biaya jawab
an
ek

Secara skematis lengkapnya tergambar berikut ini.

PRA  RUK/RAK  RKK  RKD  RKPD

Secara tertulis RKPD yang disusun oleh petani dan tokoh setempat dijadikan acuan
bagi pejabat kecamatan, khususnya BPP, menyusun rencana penyuluhan
kecamatan atau yang dikenal Rencana Kegiatan Penyuluhan Kecamatan (RKPK).
Tidak ada kriteria yang baku tentang kapan waktu penyusunan RKPD. Pastinya,
RKPD disusun setiap tahun sekali.
Begitu juga dengan format rencana tersebut tidak ada yang baku, namun rencana
tersebut sebaiknya sederhana, sesuai kemampuan petani setempat.
Setelah dilalui semua tahapan penyusunan programa penyuluhan,
selanjutnya dilakukan perumusan programa pnyuluhan pertanian melalui
lokakarya atau sebuah pertemuan. Lokakarya bertujuan membahas konsep
Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian (RKPP) dan Programa Penyuluhan
pertanian. Adapun proses kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Pertemuan Persiapan Lokakarya
Penyuluh mempunyai gambaran umum tentang proses lokakarya
programa. Setiap penyuluh mempunyai kejelasan tntang pembagian tugas
(siapa yang mengerjakan apa) untuk persiapan dan pelaksanaan
lokakarya. Disepakatinya waktu dan tempat pelaksanaan lokakarya.
Manfaatnya agar programa dapat disusun dengan lancar dan efektif

12
2. Bina Suasana
Terciptanya suasana yang akrab dalam lokakarya. Terfokusnya perhatian
peserta kepada topik-topik yang akan dibahas dalam lokakarya.
Terpadunya harapan peserta dengan tujuan lokakarya
3. Pembahasan Rekapitulasi Masalah dari RKK
Hasil yang diharapkan adalah pserta mempunyai gambaran yang jelas
mengenai masalah di setiap wilayah agroekosistem dalam wilayah
desa/BPP dengan aspek-aspek sbagai berikut :
(b) Masalah utama yang sedang dihadapi oleh petani
(c) Penyebab masalah tersebut
(d) Potensi pembangunan pertanian
(e) Kegiatan yang dapat mengatasi masalah usaataninya.
Manfaatnya adalah seluruh peserta mempunyai dasar informasi yang
sama untuk diskusi-diskusi selama pertemuan membahas permasalahan.
b. Uji Prioritas Masalah
Hasil yang diharapkan adalah teridentifikasinya masalah yang dianggap
penting dirasakan penting untuk dipecahkan ada setiap wilayah.
Manfaatnya adalah kegiatan penyuluhan pertanian di setiap tingkat
(BPP/Kecamatan, Kabupaten, Provinsi) dapat menentukan dengan tepat
masalah-masalah dan prioritas yang perlu dipecahkan.
c. Perumusan Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian
Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya Rencana Kegiatan Penyuluhan
Pertanian pada setiap wilayah yang akan dikerjakan selama setahun dan
rencana tahun berikutnya. Penyusunan rencana ini diutamakan pada
masalah-masalah yang diprioritaskan untuk dipecahkan pada masing-
masing wilayah. Manfaatnya adalah merancang kegiatan penyuluhan
pertanian yang benar-benar membantu mengatasi masalah-masalah yang
dihadapi petani dalam mengembangkan usahatani mereka.
d. Evaluasi pertemuan
Hasil yang diharapkan adalah kumpulan umpan balik dari para peserta
tentang kualitas dari proses dan hasil lokakarya. Manfaatnya untuk
meningkatkan kualitas hasil programa penyuluhan pertanian yang
diadakan.

13
e. Pengesahan Hasil Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian
Setelah hasil-hasil pertemuan disepakati oleh peserta, selanjutnya
programa penyuluhan perlu disahkan . Hasil-hasil pertemuan dapat
digunakan sebagai dasar yang resmi .
f. Penulisan, Pengesahan dan Pendistribusian Programa Penyuluhan
Pertanian
Dituangkannya hasil lokakarya penyusunan programa penyuluhan
pertanian dalam sebuah dokumen, programa penyuluhan pertanian yang
disahkan oleh tim penulis, koordinator penyuluh, Camat/Badan Pelaksana
Penyuluhan/Badan Koordinasi Pnyuluhan. Terbaginya programa kepada
pihak-pihak terkait.

14
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 1996. Penyusunan Program Penyuluhan Pertanian. Departemen Pertanian


2. Anonim. 2000. Perumusan Programa Penyuluhan Pertanian, Departemen
Pertanian.
3. Anonim. 2003. Proses Penyuluhan Kemitraan, Departemen Pertanian.
4. Anonim. 2006. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang
Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Departemen Pertanian

15
LAMPIRAN EVALUASI
1. Apa yang maksud dengan Programa Penyuluhan?
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
2. Jelaskan tujuan dibuatnya programa penyuluhan
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
3. Jelaskan unsur-unsur Programa Penyuluhan
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
4. Jelaskan tahapan penyusunan Programa Penyuluhan
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________

5. Siapa yang bertanggungjawab menyusun Programa Penyuluhan, dan berapa tahun


sekali Programa disusun?
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
6. Apakah penyusunan programa penyuluhan pertanian selama ini di lapangan telah
dilakukan secara partisipatif, jika tidak, mengapa?
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________

16

Anda mungkin juga menyukai