Sarana dan Prasarana Pendidikan Efektif
Sarana dan Prasarana Pendidikan Efektif
A. Landasan Teori
gedung sekolah dan ruang kelas yang tertata dengan baik, ruang
8
prasarana pembelajaran berdampak terhadap terciptanya iklim
diharapkan.
sarana pendidikan:
mengajar.
9
merupakan sarana pendidikan yang secara tidak langsung
tercapai”.
10
Wina (2010:55) mengungkapkan bahwa “Sarana adalah
11
sebagai sekaligus lapangan olah raga, merupakan sarana
pendidikan.
12
ruang kelas, perabot kantor TU, perabot laboratorium,
uang.
pelaksanaan tugas.
13
b. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat
penampil.
14
Prasarana yang menunjang proses pembelajaran, meliputi :
administrasi sekolah.
waktu sekolah.
15
k. Jamban adalah ruang untuk buang air besar/kecil
( 2014:274 ) yaitu :
lingkup pelajaran.
16
Dengan pengetian ini, maka alat pelajaran dapat termasuk
pendengar)
tampak)
penglihatan.
17
2. Media Pembelajaran
diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan dalam
2006:120).
18
Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Azhar Arsyad
bahwa media adalah segala sesuatu benda atau komponen yang dapat
19
Media pembelajaran adalah sarana penyampaian pesan
20
Media pembelajaran digunakan oleh guru untuk membantu
sebagai software.
proses pembelajaran.
21
Menurut Strauss dan Frost dalam Dina Indriana (2011:32)
bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan, misalnya
22
d) Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian
5. Menyamakan pengalaman.
23
Media pembelajaran memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai
siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila
lain-lain.
24
Levi dan Lentz dalam Arsyad (2010:16) mengemukakan bahwa
yaitu:
pelajaran.
bergambar.
25
Dari uraian-uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peranan
mutakhir.
26
a) Pilihan media tradisional
boneka).
jauh.
27
Sedangkan klasifikasi media pembelajaran menurut Ibrahim
atas lima kelompok, yaitu media tanpa proyeksi dua dimensi, media
komputer. Kemp & Dayton yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011:37)
komputer.
berikut.
1. Tujuan
yang dirumuskan.
2. Ketepatgunaan
dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan.
3. Keadaan siswa
28
Media dikatakan efektif digunakan apabila tidak tergantung kepada
media auditif.
4. Ketersediaan
5. Biaya
dicapai.
berikut
belajar, dan
29
Dari uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa
30
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media
dapat memotivasi siswa untuk belajar, siswa tidak merasa bosan dan
jenuh yang hasilnya akan berdampak pada hasil belajar siswa yang
Selain itu manfaat media bagi guru dan siswa sebagai berikut:
materi
pembelajaran
sampaikan
31
5) Menarik perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang
disampaikan.
3. Minat belajar
adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal
32
Dari pemaparan para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan
perilakunya.
(2010:180), bahwa:
33
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
d. Jenis-jenis Minat
minat.
jenis yaitu :
34
2. Manifest Interest, minat yang disimpulkan dari keikutsertaan
dengan penyataan.
35
sebagai akibat dari pengalaman. Hal-hal yang mendasari
dipisahkan.
1. Pekik Wicaksono, Pengaruh fasilitas belajar, Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa
2012. motivasi belajar dan minat variabel Fasilitas Belajar, Motivasi Belajar dan
belajar terhadap prestasi
Universitas Negeri Minat Belajar Siswa secara bersama-sama
belajar siswa kelas X SMK
Yogyakarta Muhamadiyah Prambanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
36
Prestasi Belajar Siswa kelas X di SMK
Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta.
Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan
Fhitung sebesar 13,113 lebih besar dari Ftabel
sebesar 2,67, dengan kata lain Ha diterima. Dari
hasil analisis didapat persamaan garis regresi tiga
prediktor Y = 67,780 + (-0,108).X1 + (0,114).X2
+(0,294)X3 . Koefisien determinan (R 2y1,2)
sebesar 0,212 ini berarti bahwa secara bersama-
sama fasilitas belajar, motivasi belajar dan minat
belajar siswa memberikan sumbangan efektif
sebesar 21,2% terhadap peningkatan prestasi
belajar siswa, dimana fasilits belajar
menyumbang sebesar -0,223%, motivasi belajar
menyumbang sebesar 99 6,01%, sedangkan minat
belajar memberikan sumbangan sebesar 15,459%
secara sendiri-sendiri terhadap peningkatan
prestasi belajar siswa kelas X di SMK
Muhammadiyah Prambanan. Jadi dapat
disimpulkan bahwa fasilitas belajar siswa,
motivasi belajar dan minat belajar siswa secara
bersama-sama memiliki pengaruh yang berarti
bagi prestasi belajar siswa kelas X di SMK
Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta.
2. Jumaidi Nur, 2015 Pengaruh Sarana belajar Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus
terhadap minat belajar Korelasi Product Moment diperoleh nilai korelasi
Universitas Kutai
siswa kelas VIII di SMP antara variabel sarana belajar siswa dan variabel
Kartanegara
Negeri 4 Tenggarong minat belaja siswa kelas VIII SMP Negeri 4
Tenggarong sebesar 0,628. Nilai korelasi tersebut
apabila dibandingkan dengan nilai r tabel untuk
taraf kesalahan 5% dengan jumlah responden (n)
yang diselidiki = 36 orang diperoleh angka 0,329.
Karena nilai r hitung lebih besar dari r tabel maka
terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
sebesar 0,628 antara variabel sarana belajar siswa
(x) dengan variabel minat belajar siswa (y) kelas
VIII SMP Negeri 4 Tenggarong.
37
3. Sri Eliyanti, 2013 Pengaruh sarana prasarana Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil
Universitas Islam dan media terhadap hasil simpulan ada pengaruh positif antara sarana
Negeri Sultan Syarif belajar pendidikan agama prasarana dan media pembelajaran terhadap hasil
Kasim Riau (PAI) islam di SMP belajar PAI pada siswa kelas VIII SMP Negeri di
Negeri SE-kecamatan kecamatan Pasir Penyu baik secara simultan
Pasir Penyu maupun parsial dan variabel yang paling
berpengaruh adalah media pembelajaran
kemudian diikuti oleh sarana prasarana. Oleh
karena itu, peneliti menyarankan kepada SMP di
kecamatan Pasir Penyu, sebaiknya terus
meningkatkan sarana prasarana dan media
pembelajaran, mengingat dua faktor ini terbukti
berpengaruh terhadap hasil belajar, sehingga hasil
belajar akan terus meningkat.
4. Devi ayu kusuma Pengaruh sarana prasarana Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
putri, 2016 sekolah dan motivasi maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Universitas Sebelas belajar siswa terhadap Terdapat pengaruh antara sarana prasarana
Maret Surakarta prestasi belajar siswa sekolah terhadap prestasi belajar siswa pemasaran
pemasaran di SMK Negeri di SMK Negeri 1 Sukoharjo Tahun Ajaran
1 Sukoharjo. 2015/2016, Terdapat pengaruh antara variabel
motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar
siswa pemasaran di di SMK Negeri 1 Sukoharjo
Tahun Ajaran 2015/2016, Terdapat pengaruh
antara variabel sarana prasarana sekolah dan
motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar
siswa pemasaran di SMK Negeri 1 Sukoharjo
Tahun Ajaran 2015/2016.
5. I Ketut R Sudiarditha, Kualitas media Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh
2016 Universitas pembelajaran, minat Kualitas Media Pembelajaran dan Minat Belajar
Negeri Jakarta belajar, dan hasil belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata
siswa: Pada mata pelajaran Pelajaran Ekonomi di SMAN 12 Jakarta, maka
ekonomi dikelas X di peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa: (1)
SMA Negeri 12 Jakarta Ada pengaruh langsung antara kualitas media
pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran ekonomi di SMAN 12 Jakarta
38
sebesar 16,7%. Artinya, kualitas media
pembelajaran berkontribusi secara langsung
terhadap hasil belajar ekonomi sebesar 16,7%; (2)
Ada pengaruh langsung antara minat belajar
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
ekonomi di SMAN 12 Jakarta sebesar 12,6%.
Artinya, minat belajar berkontribusi secara
langsung terhadap hasil belajar ekonomi sebesar
12,6%; (3) Sedangkan pengaruh tidak langsung
antara kualitas media pembelajaran terhadap hasil
belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang
dimoderatori oleh minat belajar berkontribusi
sebesar 0,154.
6. Erin Anggraini, 2013 Hubungan antara minat Berdasarkan hasil perhitungan program SPSS
Universitas Sebelas belajar dan fasilitas belajar Statistics 17.0 for windows, didapatkan Ry(1,2)
Maret Surakarta siswa dengan prestasi sebesar 0,768, artinya Minat belajar dan Fasilitas
belajar sosiologi siswa Belajar secara bersama memiliki hubungan yang
kelas XI IPS SMAN 3 positif dengan Prestasi Belajar Sosiologi.
Surakarta Kemudian, nilai R2ysebesar 0,589 berarti 58,9%
perubahan variabel prestasibelajar sosiologi (Y)
dapat diterangkan oleh minat belajar (X1) dan
fasilitas belajar (X2), sedangkan 41,1% dijelaskan
variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian
[Link] menguji kebermaknaan, digunakan uji
F. Harga Fhitung sebesar 63,808 dengan sig
sebesar 0.002 yang sesuai dengan persyaratan sig
lebih kecil dari 0.05. Jika dibandingkan dengan
Ftabel 3,10 pada tarafsignifikansi 5% maka
Fhitung lebih besar dari Ftabel. Hal ini berarti
minat belajar dan fasilitas belajar secara bersama-
sama dengan prestasi belajar sosiologi signifikan
7. Tinton Tri Pebrianto, Pengaruh kreativitas guru Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik
2015 Universitas mengajar dan minat kesimpulan sebagai berikut:
Kanjuruhan Malang belajar siswa terhadap Guru atau pendidik yang mempunyai tingkat
hasil prestasi siswa kelas kreativitas tinggi dalam mengajar akan
XI IPS di SMKN menghasilkan siswa yang mempunyai prestasi
belajar IPS lebih baik dan guru atau pendidik
39
Karubaga Kab. Tolikara yang mempunyai tingkat kreativitas rata-rata atau
rendah akan menghasilkan siswa yang
mempunyai prestasi belajar IPS rata-rata atau
rendah.
Siswa yang mempunyai tingkat minat belajar
tinggi memiliki prestasi belajar IPS lebih baik dari
siswa yang mempunyai tingkat minat belajar rata-
rata atau rendah.
Hasil prestasi (y) dipengaruhi sebesar 58 % oleh
variabel Kreativitas Pendidik (X1) dan minat
belajar siswa (X2) sedangkan sisanya (100% -
58%) 42% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Hal
tersebut menunjukkan kreativitas pendidik dan
minat belajar secara bersama-sama
denganpersentase 58% berpengaruh signifikan
terhadap prestasi belajar siswa dalam mata
pelajaran IPS. sedangkan sisanya ada faktor lain
yang mempengaruhi, faktor lain tersebut bisa
dimungkinkan adalah faktor pengaruh
lingkungan, fasilitas, pergaulan dan motivasi
siswa.
8. Yohana Budi Pengaruh Minat Belajar Berdasarkan analisis data menunjukkan nilai
Noviyanti, Siswa dan Media Fhitung 9,067 > Ftabel 3,153 dan R (koefisien
Universitas Sebeas Pembelajaran Terhadap regresi) sebesar 0,485 tidak bertanda negatif serta
Maret Surakarta Hasil Belajar Mata nilai signifikansi thitung adalah 0,000 < 0,05,
Pelajaran Teknologi sehingga dapat dikatakan ada pengaruh positif dan
Informasi signifikan minat belajar dan media pembelajaran
secara bersama-sama terhadap hasil belajar mata
Pelajaran Teknologi Informasi kelas X
Administrasi Perkantoran SMK Negeri 3
Surakarta.
Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya
pengaruh minat belajar siswa dan media
pembelajaran terhadap hasil belajar mata
pelajaran Teknologi Informasi yang ditunjukkan
oleh R Square hanya sebesar 23,5% dan sisanya
sebesar 76,5% dipengaruhi oleh faktor yang lain.
40
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil
belajar menurut Slameto (2010) adalah faktor
intern yaitu faktor jasmani (kesehatan fisik),
psikologis (kesiapan siswa, motivasi, bakat,
kematangan, perhatian) dan kelelahan serta faktor
ektern yang berupa faktor keluarga (hubungan
siswa dengan keluarga), sekolah (lingkungan
sekolah, metode mengajar, kurikulum) dan
masyarakat (teman bergaul, kegiatan siswa dalam
masyarakat, media massa yang beredar).
C. Kerangka Berfikir
fasilitas atau perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung
yang terdiri dari ruang belajar, tempat ibadah, ruang kantor, ruang
41
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
sehingga proses belajar terjadi. Media tersebut secara garis besar terdiri
belajar
minat baru. Jadi, minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan
minat belajar pada SMK YAJ Depok dapat digambarkan sebagai berikut:
Sarana Prasarana 42
(X1)
x
(Y)
Media Pembelajaran
D. (X2)
D. Hipotesis Penelitian
43
H2 :Diduga media pembelajaran berpengaruh positif dan
Depok.
44