0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan37 halaman

Sarana dan Prasarana Pendidikan Efektif

Dokumen ini membahas pentingnya sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif. Sarana mencakup alat-alat dan media yang digunakan secara langsung dalam pengajaran, sedangkan prasarana mencakup fasilitas yang mendukung kegiatan pendidikan. Ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap iklim pembelajaran dan motivasi siswa.

Diunggah oleh

nennioctavia29
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan37 halaman

Sarana dan Prasarana Pendidikan Efektif

Dokumen ini membahas pentingnya sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif. Sarana mencakup alat-alat dan media yang digunakan secara langsung dalam pengajaran, sedangkan prasarana mencakup fasilitas yang mendukung kegiatan pendidikan. Ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap iklim pembelajaran dan motivasi siswa.

Diunggah oleh

nennioctavia29
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN


HIPOTESIS PENELITIAN

A. Landasan Teori

1. Sarana dan Prasarana

a. Pengertian Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana pembelajaran merupakan faktor yang

turut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keadaan

gedung sekolah dan ruang kelas yang tertata dengan baik, ruang

perpustakaan sekolah yang teratur, tersedianya buku-buku

pelajaran, media/alat bantu belajar merupakan komponen-

komponen penting yang dapat mendukung terwujudnya kegiatan-

kegiatan belajar siswa. Dari dimensi guru ketersediaan sarana-

prasarana pembelajaran akan memberikan kemudahan dalam

melaksanakan kegiatan pembelajaran. Disamping itu juga akan

mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang efektif, karena

guru dapat menggunakan alat-alat bantu pembelajaran yang efektif,

karena guru dapat menggunakan alat-alat bantu pembelajaran

dalam memeperjelas materi pelajaran serta kelancaran belajar

lainnya. Sedangkan dari dimensi siswa ketersediaan sarana

8
prasarana pembelajaran berdampak terhadap terciptanya iklim

pembelajaran yang lebih kondusif, terjadinya kemudahan-

kemudahan bagi siswa untuk mendapatkan informasi dan sumber

belajar yang pada giliranya dapat mendorong berkembangnya

motivasi untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Bandngkan

dengan keadaan gedung sekolah tidak dilengkapi dengan berbagai

refernsi, buku-buku pelajaran tidak lengkap, media pembelajaran

tidak tersedia, kesemuanya ini tentu akan berdampak terhadap

iklim pembelajaran serta motivasi bealajar siswa. Oleh karena itu

sarana dan prasarana menjadi bagian penting untuk dicermati

dalam upaya mendukung terwujudnya proses pembelajaran yang

diharapkan.

Sarana belajar adalah peralatan belajar yang dibutuhkan

dalam proses belajar agar pencapaian tujuan belajar dapat berjalan

dengan lancar, teratur, efektif, dan efisien (Roestiyah, 2004: 166).

Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar, ada dua jenis

sarana pendidikan:

1. Sarana pendidikan yang secara langsung digunakan dalam

proses belajar mengajar. Contohnya kapur tulis, atlas dan

sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam

mengajar.

2. Sarana pendidikan secara tidak langsung berhubungan dengan

proses belajar mengajar, seperti lemari dan arsip sekolah

9
merupakan sarana pendidikan yang secara tidak langsung

digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar.

Mulyasa ( 2004:17 ) menyatakan bahwa “Sarana pendidikan

adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung

dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses

belajar mengajar seperti gedung,ruang kelas,meja kursi,serta alat-

alat dan media pembelajaran lainnya. Adapun yang dimaksud

dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas belajar yang secara

tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau

pengajaran seperti halaman,kebun,taman sekolah serta jalan

menuju sekolah akan tetapi jika dimanfaatkan secara langsung

untuk proses belajar mengajar seperti taman sekolah yang

digunakan sekolah untuk pengajaran pendidikan lingkungan hidup,

halaman sekolah sekaligus lapangan olahraga, maka komponen

tersebut merupakan sarana pendidikan”.

Ibrahim Bafadal (2003:2) berpendapat sarana pendidikan

adalah “semua perangkatan peralatan, bahan dan perabot yang

secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di

sekolah”.Senada dengan hal tersebut ,Wahyuningrum (2004:5),

berpendapat bahwa sarana pendidikan adalah “segala fasilitas yang

diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat meliputi barang

bergerak maupun barang tidak bergerak agar tujuan pendidikan

tercapai”.

10
Wina (2010:55) mengungkapkan bahwa “Sarana adalah

segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap

kelancaran proses pembelajaran, misalnya media pembelajaran,

alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya”.

Menurut Soetjipto dan Raflis Kosasi (2009:170),

“prasarana dan sarana pendidikan adalah semua benda bergerak

maupun yang tidak bergerak, yang diperlukan untuk menunjang

penyelenggaraan proses belajar-mengajar, baik secara langsung

maupun tidak langsung.

Di dalam Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik

Indonesia Nomer 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan

Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI),

Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS),

Dan sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah (SMA/MA),

dikatakan bahwa “prasarana adalah fasilitas dasar untuk

menjalankan fungsi sekolah/madrasah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan

prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung

menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti

halaman, kebun, taman sekolah. Komponen sarana yang

dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar,

seperti taman sekolah untuk pengajaran biologi, halaman sekolah

11
sebagai sekaligus lapangan olah raga, merupakan sarana

pendidikan.

Kelengkapan sarana dan prasarana akan membantu guru

dalam penyelenggara proses pembelajaran dengan demikian sarana

dan prasarana merupakan komponen penting yang dapat

mempengaruhi proses pembelajaran.

b. Jenis-jenis Sarana Dan Prasarana Pendidikan

Sarana dan prasarana yang dibutuhkan di sekolah tidak selalu

sama, hal tersebut tergantung pada tingkatan sekolah, misalnya

sekolah dasar, sekolah menengah, dan sekolah lanjutan atas. Selain

itu, visi misi sekolah dan kebijakan sekolah juga mempengaruhi

improvisasi sarana dan prasarana suatu sekolah.

Suharsimi Arikunto & Lia Yuliana (2008: 274), menjelaskan

fasilitas atau sarana dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

a. Fasilitas fisik, yakni segala sesuatu yang berupa benda

atau fisik yang dapat dibendakan, yang mempunyai

peranan untuk memudahkan dan melancarkan suatu

usaha. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materil. Contoh

fasilitas fisik: kendaraan, alat tulis kantor ATK, peralatan

komunikasi elektronik. Dalam kegiatan pendidikan yang

tergolong dalam fasilitas materiil antara lain: perabot

12
ruang kelas, perabot kantor TU, perabot laboratorium,

perpustakaan, dan ruang praktik.

b. Fasilitas uang, yakni segala sesuatu yang bersifat

mempermudah suatu kegiatan akibat bekerjanya nilai

uang.

Fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari

fungsi, jenis atau sifatnya, yaitu:

1) Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM, prasarana

pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya

tidak sangat menentukan). Sedangkan sarana

pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sanagat

menentukan) terhadap PBM.

2) Ditinjau dari jenisnya, fasilitas pendidikan dapat

dibedakan menjadi fasilitas fisik dan fasilitas nonfisik.

3) Ditinjau dari sifat barangnya, benda-benda pendidikan

dapat dibedakan menjadi barang bergerak dan barang

tidak bergerak, yang kesemuanya dapat mendukung

pelaksanaan tugas.

Keputusan Menteri P dan K No. 079/ 1975 dalam

Daryanto. H. M. (2008:51), menguraikan sarana

pndidikan terdiri dari tiga kelompok dasar besar, yaitu.

a. Bangunan dan perabot sekolah.

13
b. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat

peraga dan laboratorium.

c. Media pendidikan yang dapat dikelompokan

menjadi audio visual yang menggunakan alat

penampil dan media yang tidak menggunakan alat

penampil.

Sarana dan Prasarana yang menunjang proses pembelajaran meliputi :

a. Peralatan pendidikan sarana yang secara langsung digunakan

untuk pembelajaran. Seperti papan tulis, spidol, dll

b. Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan

untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.

c. Buku adalah karya tulis yang diterbitkan sebagai sumber

belajar, meliputi : Buku teks pelajaran adalah buku pelajaran

yang menjadi pegangan siswa dan guru untuk setiap mata

pelajaran. Buku pengayaan adalah untuk memperkaya

pengetahuan siswa dan guru.

d. Buku referensi adalah buku rujukan untuk mencari informasi

atau data tertentu.

e. Sumber belajar lainnya adalah sumber informasi dalam bentuk

selain buku meliputi jurnal, majalah, surat kabar, poster, situs

(website), dan compact disk.

14
Prasarana yang menunjang proses pembelajaran, meliputi :

a. Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan

praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus.

b. Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan

memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka.

c. Ruang laboratorium adalah ruang untuk pembelajaran

secara praktik yang memerlukan pertalatan khusus.

d. Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan

kegaiatan pengelolaan sekolah.

e. Ruang guru adalah ruang untuk bekerja di luar kelas,

beristirahat, dan menerima tamu.

f. Ruang tata usaha adalah ruang untuk pengelolaan

administrasi sekolah.

g. Ruang konseling adalah ruang untuk siswa mendapatkan

layanan konseling dari konselor berkaitan dengan

pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

h. Ruang UKS adalah ruang untuk menangani siswa yang

mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan di sekolah.

i. Tempat beribadah adalah tempat warga sekolah melakukan

ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada

waktu sekolah.

j. Ruang organisasi kesiswaan adalah ruang untuk melakukan

kegiatan kesekretariatan pengelolaan organisasi siswa.

15
k. Jamban adalah ruang untuk buang air besar/kecil

l. Gudang adalah ruang untuk menyimpan peralatan

pembelajaran di luar kelas, peralatan sekolah yang tidak

berfungsi, dan arsip sekolah.

m. Tempat berolahraga adalah ruang terbuka atau tertutup

yang dilengkapi dengan sarana untuk melakukan

pendidikan jasmani dan olahraga.

n. Tempat bermain adalah ruang terbuka atau tertutup untuk

siswa dapat melakukan kegiatan.

c. Fungsi / Peran Sarana dan Prasarana Pendidikan

Dilihat dari fungsinya atau peranannya, sarana pendidikan

dapat dibedakan menjadi 3 seperti dalam Arikunto dan Yuliana

( 2014:274 ) yaitu :

1) alat pelajaran adalah semua benda yang dapat digunakan

secara langsung oleh guru maupun siswa dalam proses

belajar mengajar. Buku tulis, gambar-gambar, alat - alat

tulis ataupun alat-alat praktek semua termasuk dalam

lingkup pelajaran.

2) Alat Peraga, adalah semua alat pembantu pendidikan dan

pengajaran, dapat berupa benda ataupun perbuatan dari

yang paling konkrit sampai ke yang paling abstrak yang

dapat mempermudah pemberian pengertian kepada siswa.

16
Dengan pengetian ini, maka alat pelajaran dapat termasuk

ruang lingkup alat peraga, tapi belum tentu alat pelajaran

itu merupakan alat peraga.

3) Media Pendidikan, adalah sarana pendidikan yang

digunakan sebagai perantara dalam proses belajar

mengajar untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi

pendidkan, tetapi dapat juga sebagai pengganti peranan

[Link] klasifikasi indera yang digunakan ada 3

jenis media yaitu :

a) Media audio, media untuk pendengaran (media

pendengar)

b) Media visual, media untuk penglihatan (media

tampak)

c) Media audio-visual, media untuk pendengaran dan

penglihatan.

17
2. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran

Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu

proses komunikasi. Proses komunikasi (proses penyampaian pesan)

harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan

tukar menukar pesan/informasi oleh setiap guru dan peserta didik.

Sedangkan yang dimaksud pesan atau informasi dapat berupa

pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman, dan sebagainya.

Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat

diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan dalam

proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses

komunikasi yang disebut Media. Dalam proses belajar mengajar

kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam

kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat

dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara (Djamarah,

2006:120).

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara

harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab

media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada

penerima pesan (Azhar Arsyad, 2011:3).

18
Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Azhar Arsyad

(2011:3), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,

materi dan kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa

mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Dalam

pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan

media. Sedangkan menurut Criticos yang dikutip oleh Daryanto

(2011:4) media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu

sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.

Heinich (Hendriana, 2005:12) mengemukakan bahwa “Media

secara harfiah yang berarti perantara sumber pesan dengan penerima

pesan”. Gagne (Sadiman, 2003:6) menyatakan bahwa “media adalah

berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat

merangsangnya untuk belajar”. Sementara Briggs (Sadiman, 2003:6)

berpendapat bahwa “media adalah segala alat fisik yang dapat

menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar”.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan

bahwa media adalah segala sesuatu benda atau komponen yang dapat

digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima

sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat

anak dalam proses belajar.

19
Media pembelajaran adalah sarana penyampaian pesan

pembelajaran kaitannya dengan model pembelajaran langsung yaitu

dengan cara guru berperan sebagai penyampai informasi dan dalam

hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai.

Media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar.

Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran,

perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar

sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

Menurut Heinich yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011:4),

media pembelajaran adalah perantara yang membawa pesan atau

informasi bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud

pengajaran antara sumber dan penerima.

Menurut Latuheru (Hamdani, 2005:14) menyatakan bahwa

media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan

dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses

interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat

berlangsung secara tepat guna dan [Link]

pengertian-pengertian yang telah diberikan, maka media

pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam

kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran, perasaan,

minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi

edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat

berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.

20
Media pembelajaran digunakan oleh guru untuk membantu

mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang

disampaikan. Arsyad (2009:6-7) melengkapi pendapat yang

disampaikan oleh beberapa ahli. Media pendidikan memiliki

pengertian umum sebagai berikut.

1. Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini

dikenal sebagai hardware.

2. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik yang dikenal

sebagai software.

3. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.

4. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses

belajar baik di dalam maupun di luar kelas.

5. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan

interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

6. Media pendidikan dapat digunakan secara massa.

7. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang

berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa media

pembelajaran adalah seluruh alat yang dapat menciptakan kondisi

yang memungkinkan pembelajar untuk menerima pengetahuan,

keterampilan dan sikap, juga sebagai sarana untuk menuju tujuan

proses pembelajaran.

b. Penggunaan dan Pemilihan Media Pembelajaran

21
Menurut Strauss dan Frost dalam Dina Indriana (2011:32)

mengidentifikasikan sembilan faktor kunci yang harus menjadi

pertimbangan dalam memilih media pengajaran. Kesembilan faktor

kunci tersebut antara lain batasan sumber daya institusional,

kesesuaian media dengan mata pelajaran yang diajarkan, karakteristik

siswa atau anak didik, perilaku pendidik dan tingkat keterampilannya,

sasaran pembelajaran mata pelajaran, hubungan pembelajaran, lokasi

pembelajaran, waktu dan tingkat keragaman media.

Sedangkan menurut Arief S. Sadiman, dkk (2011:84)

mengemukakan pemilih media antara lain adalah a) bermaksud

mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media, b)

merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen

yang sudah terbiasa menggunakan proyektor transparansi, c) ingin

memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret, dan d) merasa

bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan, misalnya

untuk menarik minat atau gairah belajar siswa.

Pendapat lain mengungkapkan bahwa dalam memilih media

hendaknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a) Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat

(visual dan/atau audio)

b) Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis,

audio, dan/atau kegiatan fisik)

c) Kemampuan mengakomodasikan umpan balik

22
d) Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian

informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya

latihan dan tes menggunakan media yang sama)

e) Tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru, dan pelajar) dan

keefektivan biaya (Azhar Arsyad, 2011:71)

c. Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Azhar Arsyad (2011:15) fungsi utama media

pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut

mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan

diciptakan oleh guru. Sedangkan menurut Hamalik (dalam Azhar

Arsyad, 2011:15) bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses

belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang

baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan

bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Menurut Arif S. Sadiman, dkk (2011:13) menyebutkan bahwa

kegunaan-kegunaan media pembelajaran yaitu:

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

3. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat

mengatasi sikap pasif anak didik.

4. Memberikan perangsang belajar yang sama.

5. Menyamakan pengalaman.

6. Menimbulkan persepsi yang sama.

23
Media pembelajaran memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai

dengan kegunaan pembelajaran. Fungsi dari media tersebut akan terasa

apabila diletakkan pada posisi yang tepat. Penggunaan media

pembelajaran sebagai alat bantu tidak boleh sembarangan, seorang

pengajar harus memperhatikan dan mempertimbangkan apakah media

yang akan digunakan sesuai dengan tujuan pengajaran atau tidak.

Sudjana dan Rivai (2009:2) menjelaskan beberapa fungsi

media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:

1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar.

2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat

lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan

mencapai tujuan pembelajaran.

3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata

komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga

siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila

guru mengajar pada setiap jam pelajaran.

4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, mendemontrasikan, memerankan dan

lain-lain.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa fungsi media

pembelajaran adalah untuk membantu proses pembelajaran dan

meningkatkan motivasi belajar siswa.

24
Levi dan Lentz dalam Arsyad (2010:16) mengemukakan bahwa

terdapat empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual,

yaitu:

1) Fungsi atensi; yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa

untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan

makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi

pelajaran.

2) Fungsi afektif; yaitu media visual dapat terlihat dari tingkat

kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca teks yang

bergambar.

3) Fungsi kognitif; artinya lambang visual atau gambar akan

memperlancar pencapaian tujuan yang terkandung dalam gambar.

4) Fungsi kompensatoris; yaitu media pembelajaran berfungsi untuk

mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan

memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan

dengan secara verbal.

25
Dari uraian-uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peranan

atau kedudukan media pembelajaran merupakan komponen metode

mengajar sebagai salah satu upaya untuk menghubungkan proses

interaksi guru dengan siswa dan siswa dengan lingkungan belajarnya.

Dengan demikian, maka fungsi utama media pembelajaran adalah

sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, yakni menunjang

penggunaan metode mengajar yang digunakan oleh guru. Oleh karena

itu, penggunaan media dalam proses pembelajaran sangat dianjurkan

untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

d. Jenis Media Pembelajaran

Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka media

pembelajaran pun mengalami perkembangan melalui pemanfaatan

teknologi itu sendiri. Berdasarkan teknologi tersebut, Azhar Arsyad

(2011:33) mengklasifikasikan media atas empat kelompok, yaitu:

1. Media hasil teknologi cetak.

2. Media hasil teknologi audio-visual.

3. Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer.

4. Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.

Klasifikasi media pembelajaran menurut Seels dan Glasgow

(dalam Azhari Arsyad 2011:33) membagi media kedalam dua

kelompok besar, yaitu: media tradisional dan media teknologi

mutakhir.

26
a) Pilihan media tradisional

1) Visual diam yang diproyeksikan yaitu proyeksi apaque,

proyeksi overhead, slides, filmstrips.

2) Visual yang tak diproyeksikan yaitu gambar, poster, foto,

charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan-bulu.

3) Audio yaitu rekaman piringan, pita kaset, reel, cartridge.

4) Penyajian multimedia yaitu slide plus suara (tape).

5) Visual dinamis yang diproyeksikan yaitu film, televisi, video.

6) Media cetak yaitu buku teks, modul, teks terprogram,

workbook, majalah ilmiah, lembaran lepas (hand-out).

7) Permainan yaitu teka-teki, simulasi, permainan papan.

8) Media realia yaitu model, specimen (contoh), manipulatif (peta,

boneka).

b) Pilihan media teknologi mutakhir

1) Media berbasis telekomunikasi yaitu telekonferen, kuliah jarak

jauh.

2) Media berbasis mikroprosesor yaitu computer-assisted

instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen,

interaktif, hipermedia, compact (video) disc.

27
Sedangkan klasifikasi media pembelajaran menurut Ibrahim

yang dikutip oleh Daryanto (2011:44) media dikelompokkan

berdasarkan ukuran dan kompleks tidaknya alat dan perlengkapannya

atas lima kelompok, yaitu media tanpa proyeksi dua dimensi, media

tanpa proyeksi tiga dimensi, audio, proyeksi, televisi, video, dan

komputer. Kemp & Dayton yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011:37)

mengelompokkan media kedalam delapan jenis, yaitu: media cetakan,

media pajang, overhead transparancies, rekapan audiotape, seri slide

dan filmstrips, penyajian multi-image, rekaman video dan film hidup,

komputer.

e. Kriteria Pemilihan Media

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media,

yaitu media harus memenuhi kriteria. Menurut Angkowo dan Kosasih

(2007:14) menyebutkan kriteria pemilihan media adalah sebagai

berikut.

1. Tujuan

Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran

yang dirumuskan.

2. Ketepatgunaan

Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting

dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan.

3. Keadaan siswa

28
Media dikatakan efektif digunakan apabila tidak tergantung kepada

beda intervidual antar siswa. Maksudnya pada siswa yang

tergolong tipe auditif dapat belajar dengan media visual, sedangkan

siswa yang tergolong visual dapat belajar dengan menggunakan

media auditif.

4. Ketersediaan

Media perlu disiapkan terlebih dahulu, agar pembelajaran dapat

berlangsung dengan baik.

5. Biaya

Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan

media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil yang akan

dicapai.

f. Tujuan Media Pembelajaran

Menurut Hujair AH Sanaky (2011:4) tujuan media

pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran, adalah sebagai

berikut

a) Mempermudah proses pembelajaran di kelas

b) Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran

c) Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan

belajar, dan

d) Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran

29
Dari uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa

tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran adalah

memudahkan guru dalam menyampaikan materi supaya tujuan

pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan memudahkan siswa

untuk menyerap materi yang disampaikan oleh guru.

g. Manfaat Media Pembelajaran

Hujair AH Sanaky (2011:5) juga menyebutkan bahwa

manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses

pembelajaran adalah sebagai berikut:

a) Pengajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar

b) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat

lebih dipahami siswa, serta memungkinkan pembelajar

menguasai tujuan pengajaran dengan baik

c) Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya

komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar

(guru), siswa tidak bosan,dan pengajar tidak kehabisan tenaga

d) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak

hanya mendengarkan penjelasan dari pengajar (guru) saja, tetapi

juga aktifitas lain yang dilakukan seperti: mengamati,

melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain

30
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media

pembelajaran memiliki banyak manfaat antara lain pembelajaran

menjadi lebih menyenangkan dan menarik perhatian siswa sehingga

dapat memotivasi siswa untuk belajar, siswa tidak merasa bosan dan

jenuh yang hasilnya akan berdampak pada hasil belajar siswa yang

kurang memuaskan, dan media pembelajaran dapat membantu guru

untuk mengarahkan persepsi siswa, sehingga maksud dan tujuan dari

pembelajaran dapat tercapai.

Selain itu manfaat media bagi guru dan siswa sebagai berikut:

a. Manfaat media pembelajaran bagi guru yaitu:

1) Memudahkan guru dalam menyampaikan materi

2) Membangkitkan rasa percaya diri guru dalam menyajikan

materi

3) Meningkatkan kualitas pembelajaran

4) Memudahkan kendali guru terhadap materi pelajaran

b. Manfaat media pembelajaran bagi siswa yaitu

1) Meningkatkan motivasi siswa untuk belajar

2) Memberikan suasana atau pengalaman baru dalam

pembelajaran

3) Memudahkan siswa untuk memahami pelajaran yang di

sampaikan

4) Merangsang siswa untuk berpikir dan beranalisis

31
5) Menarik perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang

disampaikan.

3. Minat belajar

a. Pengertian Minat Belajar

Besar kecilnya akan mempengaruhi keberhasilan bagi setiap

kretaivitas manusia. Dalam hal belajar minat sangat besar

pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar tersebut. Jika

seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu pelajaran atau

sesuatu hal, maka keberhasilan tidak akan bisa tercapai. Ada

beberapa pendapat tentang minat, dalam Syah (2013:134) yang

mendefinisikan bahwa “Minat (interest) berarti kecenderungan dan

kegairahan yang tinggi atau keinginn yang besar terhadap sesuatu”.

Begitu juga dengan Slameto (2010:180) mengatakan bahwa “Minat

adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal

atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. “ Hillgard dalam Slameto

(2010:57) memberi rumusan tentang minat sebagai berikut “

Interest is persiting to pay attantion to and enjoy some activity or

content”. Yang berarti bahwa minat adalah kecenderungan yang

tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.

Kegiatan yang diminati siswa, diperhatikan terus-menerus yang

disertai dengan rasa senang dan diperolah suatu kepuasan.

32
Dari pemaparan para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan

bahwa minat adalah ketertarikan dan kecenderungan yang tetap

untuk memperhatikan atau terlibat terhadap sesuatu hal karena

menyadari pentingnya atau bernilainya hal tersebut.

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam

perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau

latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya suatu

interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah

belajar sesuatu jika dia telah dapat menunjukkan perubahan

perilakunya.

Dengan demikian minat belajar dapat kita definisikan

sebagai ketertarikan dan kecenderungan yang tetap untuk

memperhatikan dan terlibat dalam aktivitas belajar karena

menyadari pntingnya atau bernilainya hal yang ia pelajari.

b. Indikator-Indikator Minat Belajar

Pada umumnya minat seseorang terhadap sesuatu akan

diekspresikan melalui kegiatan atau aktivitas yang berkaitan

dengan minatnya. Seperti yang dikemukakan Slameto

(2010:180), bahwa:

“Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan


yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai suatu
hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan
melalui partisipasi dalam suatu aktivitas cenderung untuk
memberi perhatian yang lebih besar terhadap subjek
tersebut”

33
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa

minat belajar siswa dapat dilihat dari bagaimana minatnya

dalam melakukan aktivitas yang mereka senangi dan ikuti

terlibat atau berpartisipasi pembelajaran serta perhatian serta

yang mereka berikan.

c. Aspek –Aspek Minat Belajar

Seperti yang telah dikemukakan bahwa minat dapat

diartikan sebagai suatu ketertarikan terhadap suatu objek yang

kemudian mendorong individu untuk mempelajari dari

menekuni segala hal yang berkaitan dengan minatnya tersebut.

Menurut Lilawati dalam Zusnani (2013:79) mengartikan

mengartikan minat adaah suatu perhatian yang kuat dan

mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap suatu

kegiatan sehingga mengarahkan anak untuk melakukan

kegiatan tersebut dengan kemauan sendiri.

d. Jenis-jenis Minat

Banyak ahli yang mengemukakan mengenai jenis-jenis

minat.

Diantaranya Sukardi (2003) mengklarifikasi minat menjadi empat

jenis yaitu :

1. Expressed Interest, minat yang didekspresikan melalui verbal

yang menunjukan apakah seseorang itu menyukai dan tidak

menyukai suatu objek aktivitas.

34
2. Manifest Interest, minat yang disimpulkan dari keikutsertaan

individu pada suatu kegiatan tertentu.

3. Tested Interest, minat yang diisimpulkan dari tes

pengetahuan atau keterampilan dalam suatu kegiatan.

4. Inventoried Interest, minat yang diungkapkan melalui

inventori minat atau daftar aktivitas dan kegiatan yang sama

dengan penyataan.

Berdasarkan pendapat diatas diperoleh gambaran bahwa

minat yang ada pada seseorang sudah timbul karena adanya

perasaan suka pada obyek. Sehingga segala kelakuan

tindakan dan segala kegiatan yang tidak didasari minat yang

kuat cenderung akan memberikan hasil belajar yang kurang

baik. Siswa yang memiliki minat belajar dapat dilihat dari

usahanya yang sungguh-sungguh dalam belajar baik

dilingkungan sekolah maupundirumah sehingga

menghasilkan hasil yang optimal.

e. Faktor-faktor yang mempengaruhi Minat Belajar

Minat bukan merupakan satu hal yang didapat sejak

lahir namun minat merupakan suatu keseluruhan yang dapat

berubah-ubah karena sejak kecil minat anak itu selalu

mengalami perubahan. Menurut Crow dan Crow (dalam

Kasijan, 2011:64) mengemukakan bahwa minat timbul

35
sebagai akibat dari pengalaman. Hal-hal yang mendasari

minat digolongkan dalam 3 bagian, yaitu :

a. Faktor motif sosial, yaitu faktor yang dapat


membangkitkan minat untuk melakukan
aktifitas.
b. Faktor dorongan dari dalam, yaitu faktor yang
berhubungan erat dengan dorongan fisik,
merangsang individu untuk mempertahankan
dirinya dari hal yang berhubungan dengan
fisiknya.
c. Faktor emosional, yaitu faktor emosi perasaan
yang erat hubungannya dengan objek tertentu
dan kemudian berhasil dengan sukses akan
timbul perasaan puas.

Oleh karena itu timbulnya minat didasari oleh dorongan

sosial, dorongan dari dalam atau fisik, dan dorongan

emosional yang semuanya berkaitan erat dan tidak dapat

dipisahkan.

B. Penelitian Yang Relevan

Dalam penelitian ini penulis menggunakan kajian penelitian yang

telah dilakukan para penulis sebelumnya sebagai berikut :

Tabel 2.1 Maping Kajian Empiris

No. Nama Penulis Judul Kesimpulan

1. Pekik Wicaksono, Pengaruh fasilitas belajar, Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa
2012. motivasi belajar dan minat variabel Fasilitas Belajar, Motivasi Belajar dan
belajar terhadap prestasi
Universitas Negeri Minat Belajar Siswa secara bersama-sama
belajar siswa kelas X SMK
Yogyakarta Muhamadiyah Prambanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap

36
Prestasi Belajar Siswa kelas X di SMK
Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta.
Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan
Fhitung sebesar 13,113 lebih besar dari Ftabel
sebesar 2,67, dengan kata lain Ha diterima. Dari
hasil analisis didapat persamaan garis regresi tiga
prediktor Y = 67,780 + (-0,108).X1 + (0,114).X2
+(0,294)X3 . Koefisien determinan (R 2y1,2)
sebesar 0,212 ini berarti bahwa secara bersama-
sama fasilitas belajar, motivasi belajar dan minat
belajar siswa memberikan sumbangan efektif
sebesar 21,2% terhadap peningkatan prestasi
belajar siswa, dimana fasilits belajar
menyumbang sebesar -0,223%, motivasi belajar
menyumbang sebesar 99 6,01%, sedangkan minat
belajar memberikan sumbangan sebesar 15,459%
secara sendiri-sendiri terhadap peningkatan
prestasi belajar siswa kelas X di SMK
Muhammadiyah Prambanan. Jadi dapat
disimpulkan bahwa fasilitas belajar siswa,
motivasi belajar dan minat belajar siswa secara
bersama-sama memiliki pengaruh yang berarti
bagi prestasi belajar siswa kelas X di SMK
Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta.
2. Jumaidi Nur, 2015 Pengaruh Sarana belajar Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus
terhadap minat belajar Korelasi Product Moment diperoleh nilai korelasi
Universitas Kutai
siswa kelas VIII di SMP antara variabel sarana belajar siswa dan variabel
Kartanegara
Negeri 4 Tenggarong minat belaja siswa kelas VIII SMP Negeri 4
Tenggarong sebesar 0,628. Nilai korelasi tersebut
apabila dibandingkan dengan nilai r tabel untuk
taraf kesalahan 5% dengan jumlah responden (n)
yang diselidiki = 36 orang diperoleh angka 0,329.
Karena nilai r hitung lebih besar dari r tabel maka
terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
sebesar 0,628 antara variabel sarana belajar siswa
(x) dengan variabel minat belajar siswa (y) kelas
VIII SMP Negeri 4 Tenggarong.

37
3. Sri Eliyanti, 2013 Pengaruh sarana prasarana Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil
Universitas Islam dan media terhadap hasil simpulan ada pengaruh positif antara sarana
Negeri Sultan Syarif belajar pendidikan agama prasarana dan media pembelajaran terhadap hasil
Kasim Riau (PAI) islam di SMP belajar PAI pada siswa kelas VIII SMP Negeri di
Negeri SE-kecamatan kecamatan Pasir Penyu baik secara simultan
Pasir Penyu maupun parsial dan variabel yang paling
berpengaruh adalah media pembelajaran
kemudian diikuti oleh sarana prasarana. Oleh
karena itu, peneliti menyarankan kepada SMP di
kecamatan Pasir Penyu, sebaiknya terus
meningkatkan sarana prasarana dan media
pembelajaran, mengingat dua faktor ini terbukti
berpengaruh terhadap hasil belajar, sehingga hasil
belajar akan terus meningkat.

4. Devi ayu kusuma Pengaruh sarana prasarana Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
putri, 2016 sekolah dan motivasi maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Universitas Sebelas belajar siswa terhadap Terdapat pengaruh antara sarana prasarana
Maret Surakarta prestasi belajar siswa sekolah terhadap prestasi belajar siswa pemasaran
pemasaran di SMK Negeri di SMK Negeri 1 Sukoharjo Tahun Ajaran
1 Sukoharjo. 2015/2016, Terdapat pengaruh antara variabel
motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar
siswa pemasaran di di SMK Negeri 1 Sukoharjo
Tahun Ajaran 2015/2016, Terdapat pengaruh
antara variabel sarana prasarana sekolah dan
motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar
siswa pemasaran di SMK Negeri 1 Sukoharjo
Tahun Ajaran 2015/2016.
5. I Ketut R Sudiarditha, Kualitas media Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh
2016 Universitas pembelajaran, minat Kualitas Media Pembelajaran dan Minat Belajar
Negeri Jakarta belajar, dan hasil belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata
siswa: Pada mata pelajaran Pelajaran Ekonomi di SMAN 12 Jakarta, maka
ekonomi dikelas X di peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa: (1)
SMA Negeri 12 Jakarta Ada pengaruh langsung antara kualitas media
pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran ekonomi di SMAN 12 Jakarta

38
sebesar 16,7%. Artinya, kualitas media
pembelajaran berkontribusi secara langsung
terhadap hasil belajar ekonomi sebesar 16,7%; (2)
Ada pengaruh langsung antara minat belajar
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
ekonomi di SMAN 12 Jakarta sebesar 12,6%.
Artinya, minat belajar berkontribusi secara
langsung terhadap hasil belajar ekonomi sebesar
12,6%; (3) Sedangkan pengaruh tidak langsung
antara kualitas media pembelajaran terhadap hasil
belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang
dimoderatori oleh minat belajar berkontribusi
sebesar 0,154.
6. Erin Anggraini, 2013 Hubungan antara minat Berdasarkan hasil perhitungan program SPSS
Universitas Sebelas belajar dan fasilitas belajar Statistics 17.0 for windows, didapatkan Ry(1,2)
Maret Surakarta siswa dengan prestasi sebesar 0,768, artinya Minat belajar dan Fasilitas
belajar sosiologi siswa Belajar secara bersama memiliki hubungan yang
kelas XI IPS SMAN 3 positif dengan Prestasi Belajar Sosiologi.
Surakarta Kemudian, nilai R2ysebesar 0,589 berarti 58,9%
perubahan variabel prestasibelajar sosiologi (Y)
dapat diterangkan oleh minat belajar (X1) dan
fasilitas belajar (X2), sedangkan 41,1% dijelaskan
variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian
[Link] menguji kebermaknaan, digunakan uji
F. Harga Fhitung sebesar 63,808 dengan sig
sebesar 0.002 yang sesuai dengan persyaratan sig
lebih kecil dari 0.05. Jika dibandingkan dengan
Ftabel 3,10 pada tarafsignifikansi 5% maka
Fhitung lebih besar dari Ftabel. Hal ini berarti
minat belajar dan fasilitas belajar secara bersama-
sama dengan prestasi belajar sosiologi signifikan
7. Tinton Tri Pebrianto, Pengaruh kreativitas guru Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik
2015 Universitas mengajar dan minat kesimpulan sebagai berikut:
Kanjuruhan Malang belajar siswa terhadap Guru atau pendidik yang mempunyai tingkat
hasil prestasi siswa kelas kreativitas tinggi dalam mengajar akan
XI IPS di SMKN menghasilkan siswa yang mempunyai prestasi
belajar IPS lebih baik dan guru atau pendidik

39
Karubaga Kab. Tolikara yang mempunyai tingkat kreativitas rata-rata atau
rendah akan menghasilkan siswa yang
mempunyai prestasi belajar IPS rata-rata atau
rendah.
Siswa yang mempunyai tingkat minat belajar
tinggi memiliki prestasi belajar IPS lebih baik dari
siswa yang mempunyai tingkat minat belajar rata-
rata atau rendah.
Hasil prestasi (y) dipengaruhi sebesar 58 % oleh
variabel Kreativitas Pendidik (X1) dan minat
belajar siswa (X2) sedangkan sisanya (100% -
58%) 42% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Hal
tersebut menunjukkan kreativitas pendidik dan
minat belajar secara bersama-sama
denganpersentase 58% berpengaruh signifikan
terhadap prestasi belajar siswa dalam mata
pelajaran IPS. sedangkan sisanya ada faktor lain
yang mempengaruhi, faktor lain tersebut bisa
dimungkinkan adalah faktor pengaruh
lingkungan, fasilitas, pergaulan dan motivasi
siswa.
8. Yohana Budi Pengaruh Minat Belajar Berdasarkan analisis data menunjukkan nilai
Noviyanti, Siswa dan Media Fhitung 9,067 > Ftabel 3,153 dan R (koefisien
Universitas Sebeas Pembelajaran Terhadap regresi) sebesar 0,485 tidak bertanda negatif serta
Maret Surakarta Hasil Belajar Mata nilai signifikansi thitung adalah 0,000 < 0,05,
Pelajaran Teknologi sehingga dapat dikatakan ada pengaruh positif dan
Informasi signifikan minat belajar dan media pembelajaran
secara bersama-sama terhadap hasil belajar mata
Pelajaran Teknologi Informasi kelas X
Administrasi Perkantoran SMK Negeri 3
Surakarta.
Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya
pengaruh minat belajar siswa dan media
pembelajaran terhadap hasil belajar mata
pelajaran Teknologi Informasi yang ditunjukkan
oleh R Square hanya sebesar 23,5% dan sisanya
sebesar 76,5% dipengaruhi oleh faktor yang lain.

40
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil
belajar menurut Slameto (2010) adalah faktor
intern yaitu faktor jasmani (kesehatan fisik),
psikologis (kesiapan siswa, motivasi, bakat,
kematangan, perhatian) dan kelelahan serta faktor
ektern yang berupa faktor keluarga (hubungan
siswa dengan keluarga), sekolah (lingkungan
sekolah, metode mengajar, kurikulum) dan
masyarakat (teman bergaul, kegiatan siswa dalam
masyarakat, media massa yang beredar).

C. Kerangka Berfikir

1. Pengaruh sarana prasarana terhadap minat belajar

Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau

fasilitas atau perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung

dipergunakan untuk menunjang proses pendidikan dan demi tercapainya

tujuan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang, meja,

kursi, alat-alat media pengajaran, ruang teori, ruang perpustakaan,

mushalla, serta ruang laboratorium dan sebagainya.

Sarana prasarana pendidikan yang dimaksudkan dalam penelitian

ini adalah lahan, bangunan, dan kelengkapan sarana prasarana sekolah

yang terdiri dari ruang belajar, tempat ibadah, ruang kantor, ruang

penunjang kegiatan siswa dan tempat bermain/olahraga yang menunjang

kegiatan pembelajaran menurut penilaian siswa.

2. Pengaruh media pembelajaran terhadap minat belajar

41
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat

merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa

sehingga proses belajar terjadi. Media tersebut secara garis besar terdiri

dari media audio, visual, dan audiovisual.

3. Pengaruh sarana prasarana dan media pembelajaran terhadap minat

belajar

Minat merupakan perasaan yang didapat karena berhubungan

dengan sesuatu. Minat terhadap sesuatu itu dipelajari dan dapat

mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat-

minat baru. Jadi, minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan

cenderung mendukung aktivitas belajar berikutnya. Oleh karena itu minat

besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Hal tersebut seperti

diungkapkan oleh Syaiful Bahri Djamarah (2008:133).

Berdasarkan teori-teori diatas dapat dikemukakan bahwa terdapat

pengaruh antara sarana prasarana dan media pembelajaran terhadap minat

belajar siswa SMK YAJ Depok.

Pengaruh antara sarana prasarana dan media pembelajaran terhadap

minat belajar pada SMK YAJ Depok dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Sarana Prasarana 42

(X1)
x

Minat Belajar Siswa

(Y)

Media Pembelajaran
D. (X2)

D. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, kajian teoritis, kerangka berfikir

dan penelitian-penelitian yang relevan di atas, dapat dikemukakan

hipotesis penelitian ini sebagai jawaban permasalahan yang telah

dirumuskan pada bagian pendahuluan sebagai berikut :

H1 :Diduga sarana prasarana berpengaruh positif dan

signfikan terhadap minat belajar siswa SMK YAJ Depok.

43
H2 :Diduga media pembelajaran berpengaruh positif dan

signifikan terhadap minat belajar siswa di SMK YAJ

Depok.

H3 :Diduga Sarana Prasarana dan media pembelajaran secara

bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap

minat belajar siswa di SMK YAJ Depok.

44

Anda mungkin juga menyukai