BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Empiris
Ada beberapa tinjauan empiris yang memiliki kaitan dengan penelitian ini,
tinjauan tersebut merupakan hasil penelitian terdahulu yang bertujuan untuk
memperjelas penelitian yang akan dilakukan dan sebagai referensi dalam
penelitian ini.
Linz (2003) dalam penelitiaannya yang berjudul “Job satisfaction among
Russian workers” mengidentifikasi bahwa karakteristik individu, karakteristik
pekerjaan dan komitmen organisasi (variabel independen) berpengaruh terhadap
kepuasan kerja (variabel dependen). Karakteristik individu terbagi atas
karakteristik obyektif individu (misalnya gender, umur, status, pendidikan, ganti
kerja, pengalaman menganggur, jumlah pekerjaan saat survey, pengalaman) dan
karakteristik subyektif individu (terkait dengan bagaimana seorang individu
melihat pekerjaan secara umum). Karateristik pekerjaan terbagi atas karakteristik
intrinsik pekerjaan (terkait dengan harapan yang diinginkan karyawan akan
pekerjaannya) dan karakteristik ekstrinsik pekerjaan (misalnya gaji, keamanan
kerja, promosi, penghargaan). Komitmen organisasi terkait dengan perasaan
pegawai terhadap tempat kerja. Adapun hasil penelitian dijabarkan sebagai
berikut:
1. Karakteristik obyektif individu yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja
adalah variabel pengalaman. Karakteristik individu subyektif (seperti bekerja
keras akan membuat pribadi anda lebih baik), lebih berpengaruh terhadap
kepuasan kerja dibanding karakteritik obyektif.
13
14
2. Karakteritik obyektif pekerjaan yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja
adalah variabel gaji dan rasa hormat dari teman kerja. Sedangkan keamanan
kerja, promosi, penghormatan teman sekerja, dan pujian dari supervisi tidak
berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Karakteristik subyektif yang
berpengaruh terhadap kepuasan kerja adalah pekerjaan memberikan
keselamatan pada anda, untuk belajar hal-hal baru dan pekerjaan
memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
berharga.
3. Variabel komitmen organisasi yang berpengaruh terhadap variabel kepuasan
karyawan adalah kebanggaan, variabel tidak pindah ke perusahaan, variabel
kontribusi kepada perusahaan. Komitmen organisasi yang tinggi
memungkinkan kepuasan kerja yang lebih besar.
Schwepker, Jr (2001) dalam penelitiannya dengan judul ” Ethichal
Climate’s Relathionship to Job Satisfaction, Organizational Comitment, and
Turnover Intention in the Sales Force”, menyatakan bahwa penelitiannya
bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh hubungan iklim etis
terhadap komitmen organisasional, kepuasan kerja dan intensitas turnover.
Variabel-variabel yang diteliti meliputi iklim etis, komitmen organisasional,
kepuasan kerja dan turnover intention. Penelitian ini dilakukan pada populasi
pegawai penjualan. Dari populasi tersebut kemudian diambil 178 sampel. Data
yang diperoleh kemudian di analisis dengan menggunakan analisis meta dan
analisis regresi. Hasil penelitian dari Schwepker ini adalah menunjuk bahwa
walaupun orang-orang penjualan percaya secara fisik, psikologis dan sosial di
pisahkan dari organisasi namun demikian iklim etis organisasi mempengaruhi
mereka. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa persepsi iklim etis positif
15
orang-orang penjualan secara positif berhubungan dengan komitmen organisasi
dan kepuasan organisasi. Selain itu hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
kepuasan kerja dipengaruhi oleh komitmen organisasi.
Asiedhu and folmer (2007) melakukan penelitian dengan judul” Does
Privatization Improve Job Satisfaction? The Case of Ghana. Penelitian ini
dilakukkan dengan tujuan untuk mengetahui apakah privatisasi yang dilakukan
pada pemerintah India pada umumnya, dan Ghana pada khususnya, mempunyai
pengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Variabel-variabel yang diteliti
meliputi kepuasan kerja, karateristik individual, karateristik perusahaan, atribut
pekerjaan dan komitmen organisasi. Penelitian ini dilakukan dari populasi
pegawai urban dan semi urban di Ghana. Dari populasi tersebut diambil 300
orang pegawai di jadikan responden. Data kemudian di kumpulkan dari
responden dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi. Dari hasil
analisis regresi dapat di ketahui bahwa ada hubungan positif antara privatisasi
dengan kepuasan kerja. Sementara itu upah bulanan merupakan sebuah
determinan penting kepuasan kerja pada perusahaan milik negara. Pendidikan
dan ketersediaan pelatihan menunjukkan indikasi bahwa karateristik individual
maupun komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
Parson dan Broadbridge (2006) di dalam penelitiannya denga judul ” Job
Motivation and Satisfaction: Unpacking the key Factor for Charity Shop
Manager”. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang peranan karateristik
pekerjaan dan komunikasi dalam hubungannya terhadap motivasi kerja dan
kepuasan kerja pada manajer toko charity di Inggris. Penelitian ini dilakukan
pada populasi manajer toko charity di Inggris. Dari populasi tersebut kemudian
diambil 22 orang manajer untuk dijadikan responden. Data di kumpulkan dengan
16
melakukan penelitian wawancara kepada 22 manajer yang pilih. Dari data yang
diperolah tersebut kemudian dianalisis dengan teknik analisis conten. Hasil
penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa manajer menunjukkan level
kepuasan kerja yang kuat terhadap faktor-faktor seperti bayaran,status pekerjaan
dan kondisi kerja. Namun demikian dalam menyelidiki komunikasi kami
menemukan bahwa ketidakpuasan manajer diperbaiki oleh pemenuhan yang
diperoleh dari hubungan interpersonal dengan anggota staff lain dan
pemahaman mereka bhawa usaha yang dilakukan untuk urusan amal. Secara
khusus dapat disampaikan bahwa karateristik pekerjaan yang dilakukan oleh
manajer toko charity mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja.
Ellickson dan Kay Logsdon (2001) dalam penelitiannya mengenai
”Determinants of Job Satisfactions of Municipal Government Employees”
mengidentifikasi bahwa faktor lingkungan kerja (variabel independen), terdiri dari
variabel pembayaran (pay), kesempatan promosi (promotion opportunities),
ketersediaan alat/sarana kerja (equipment and resources), pelatihan (training),
beban kerja (workload), ruang tempat kerja (phisical space), lingkungan yang
aman (safe environment), tunjangan (benefits), kebanggaan organisasi
(departemental esprit de corps), penilaian kinerja (performance appraisal) dan
supervisi (supervision) dan faktor demografi (variabel independen) yang
mencakup : jenis kelamin (gender), umur (age), dan tingkat jabatan (job level),
dari hasil analisa statistik menggunakan regresi berganda diketahui bahwa 9 dari
11 variabel lingkungan kerja secara signifikan berpengaruh pada kepuasan kerja.
Variabel lingkungan yang aman dan ruang kerja tidak mempengaruhi kepuasan
kerja pegawai. Variabel kesempatan promosi, pembayaran, dan tunjangan
memberikan pengaruh sangat kuat terhadap kepuasan kerja. Sebaliknya, hanya
17
satu variabel demografi yaitu gender, yang mempunyai pengaruh terhadap
kepuasan kerja, meskipun hanya kecil pengaruhnya.
Penelitian tentang “Job Satisfaction : Empirical Evedence of Gender Differences”
yang dilakukan oleh Javier Garcia-Bernal et al., (2005) mengemukakan bahwa
variabel pengembangan individu pada pekerjaan (personal development on the
job), hubungan interpersonal (interpersonal relationship), dan aspek ekonomi
(economic aspects) secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan kerja, sedangkan kondisi pekerjaan (job conditions) tidak menunjukkan
pengaruh positif terhadap kepuasan kerja.
Crossman dan Abou-Zaki (2003) dalam penelitiannya “Job Satisfaction
and Employee Performance of Lebanese Banking Staff” diketahui bahwa
Responden merasa sangat puas terhadap co-workers dan kualitas supervisor,
tetapi kurang puas terhadap pekerjaan itu sendiri, promosi, dan gaji. Usia
karyawan, lama bekerja dan pendidikan secara statististik tidak berhubungan
signifikan terhadap kepuasan kerja. Karyawan wanita menunjukkan kepuasan
(gaji) dari pada karyawan laki-laki. Karyawan laki-laki-laki lebih puas terhadap
aspek supervision dari pada wanita. Kepuasan kerja dan kinerja secara
statististik tidak berhubungan signifikan. Secara keseluruhan responden merasa
puas dengan pekerjaannya.
Penelitian tentang “Personal characteristics as predictors of job
satisfaction: An exploratory study of IT managers in a developing economy”
yang dilakukan oleh Okpara (2004), menunjukkan hasil bahwa para manajer
sangat puas terhadap pekerjaan mereka, rekan sekerja dan supervisi tetapi
kurang puas terhadap gaji dan sistem promosi. Karateristik individu (gender,
18
umur, pendidikan, pendapatan, dan pengalaman) berpengaruh signifikan pada
kepuasan kerja.
Davis (2004) dalam penelitiannya “Job satisfaction survey among
employees in small businesses” diketahui bahwa dimensi kepuasan kerja;
pekerjaan, supervisi, promosi dan rekan kerja, memiliki hasil yang sama dengan
yang diharapkan. Variabel demografik seperti umur status, pekerjaan, gender
dan senioritas tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
Penelitian yang dilakukan Graham dan Philip E. Messner (1998)
menunjukkan bahwa para pekerja puas dengan pekerjaan, rekan kerja, tingkat
tanggung jawab, tetapi kurang puas terhadap gaji, promosi dan tunjangan.
Karyawan laki-laki lebih puas akan gaji dibanding karyawan wanita. karyawan
wanita kurang puas akan gaji dibanding karyawan laki-laki. Karyawan yang
bekerja 4-8 tahun sangat tidak puas akan promosi. Karyawan yang bekerja lebih
dari lima belas tahun kurang puas denga gaji.
Hasil penelitian Ohsagemi (2003) menunjukkan bahwa tingkat jabatan
berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Jika dikaitkan dengan gender,
karyawan wanita lebih puas dibanding dengan karyawan laki-laki. Lama bekerja
berpengaruh negatif dengan kepuasan kerja. Umur tidak berpengaruh terhadap
kepuasan kerja.
Anthanasios D. Koustelios (2001) dalam penelitiannya yang berjudul
“Personal Characteristics and Job Satisfaction of Greek Teachers”, menunjukkan
bahwa para guru puas dengan pekerjaan dan supervisi, kurang puas dengan
lingkungan kerja dan tidak puas dengan gaji dan promosi. Gender hanya
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan akan ligkungan kerja, dimana wanita
lebih puas dibanding dengan laki-laki. Umur berpengaruh signifikan terhadap
19
kepuasan kerja akan gaji dan promosi. Tingkat pendidikan berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan kerja akan lingkungan kerja, supervisi dan promosi.
Status pernikahan tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Pengalaman
kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja akan supervisi dan
promosi.
Hasil penelitian Oshagemi and Charles Hickson (2003) menunjukkan
bahwa gender berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (gaji): karyawan
perempuan lebih puas dibanding dengan laki-laki. Jabatan dan lama bekerja
berpengaruh negatif dengan kepuasan akan pekerjaan. Umur berpengaruh
negatif terhadap kepuasan akan promosi/pengembangan.
Lok peter dan Jhon Crowford (2004), Judul The effect of organizational culture
and Leadhership style on the job satisfaction and organizational commitment,
tujuan menganalisis tipe-tipe budaya organisasi terhadap kepuasan kerja dan
komitmen organisasi, variabel budaya kerja, gaya kepemimpinan, kepuasan
kerja, Analisis faktor dan regresi, temuan budaya organisasi yang inovatif
mendukung gaya kepemimpinan dan memiliki pengaruh yang positif terhadap
kepuasan kerja.
David Vendrasek (2004), Judul A study of relationship between job
satisfaction and organization commitment, tujuan untuk mengetahui hubungan
antara kepuasan kerja dan komitmen terhadap organisasi memfokuskan pada
karaterisitik demografi sejenis yang dimiliki oleh para pekerja yang memberikan
pengaruh terhadap tingkat kepuasan kerja, variabel demografi, kepuasan kerja,
komitmen terhadap organisasi/ budaya organisasi, alat analisis Unbalance
factorial, Anova oneway, Anova dan regresi berganda secara stepwise, temuan
penelitian karaterisitik pekerjaan memiliki pengaruh signifikan terhadap
20
kepuasan kerja, lokasi berpengaruh terhadap tingkat kepuasan, kebijakan dan
tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan pengakuan.
Kepuasan, kebijakan, kompensasi, kondisi kerja dan promosi memiliki hubungan
yang signifikan terhadap komitmen organisasi.
Rekapitulasi hasil penelitian terdahulu dapat dilihat pada Tabel 2.1
berikut:
13