SOAL DIVISI PARU
Pembuat Soal
Asal Institusi FK UNAIR
Kategori Soal Paru
Lingkup Bahasan Dalam
Kanker paru
Standar Kompetensi
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan MCQ / Tata Laksana
Tingkat Kompetensi 3A
1. Seorang laki-laki, berusia 41 tahun, datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan
batuk berdahak yang kadang mengeluarkan bercak darah. Keluhan tersebut dirasakan
sejak 6 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan sesak napas sejak 3 bulan yang lalu.
Selain itu pasien juga mengatakan ada penurunan berat badan dan kadang-kadang
demam. Riwayat merokok ada. Pasien bekerja di pabrik uranium sejak usia 25 tahun.
Keluarga pasien tidak ada yang menderita sakit seperti pasien. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran kompos mentis, tekanan darah 119/65 mmHg, nadi 82 kali/
menit, pernapasan 25 kali/ menit, suhu 37,5oC. Konjungtiva slight anemis, tanpa
ikterus, gerak dada kanan tertinggal, fremitus raba paru kanan meningkat, perkusi
redup di paru kanan, suara napas vesikuler menurun di paru kanan. Dari hasil
laboratorium didapatkan Hb 9.8 g/ dL, WBC 10,980, PLT 176,000. Dari hasil
pemeriksaan CT Scan thorax didapatkan gambaran nodul berukuran 1.5 cm di 1/3
lateral paru kanan, tidak didapatkan pembesaran kelenjar getah bening maupun nodul
mediastinum. Dari hasil biopsi didapatkan adenokarsinoma paru tipe nonsmall cell
carcinoma
Apa pilihan terapi yang disarankan?
a. Operasi dan terapi adjuvant
b. Radioterapi dan operasi
c. Kemoterapi
d. Operasi
e. Kemoradiasi
Jawaban: A
Pada pasien kanker paru nonsmall cell carcinoma stadium IA dan tidak didapatkan nodul
mediastinum, maka pilihan terapi adalah operasi dan terapi adjuvant
Referensi Ettinger, D. S., Wood, D. E., Aisner, D. L., Akerley,
W., Bauman, J. R., et al. NCCN Clinical Practice
®
Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines ):
Non-Small Cell Lung Cancer. 2022. NCCN. pp
NSCL-2
Pembuat Soal
Asal Institusi FK UNAIR
Kategori Soal Paru
Lingkup Bahasan Dalam
Pneumonia
Standar Kompetensi
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan MCQ / Tata Laksana
Tingkat Kompetensi 4A
2. Seorang wanita, berusia 27 tahun, datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan sesak
napas sejak 3 hari yang lalu. Sesak tidak dipicu oleh aktivitas. Pasien juga mengeluh
batuk berdahak dan demam sejak 5 hari yang lalu. Pasien merupakan pasien
thalassemia yang telah menjalani splenektomi saat usia 9 tahun. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran kompos mentis, tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 83 kali/
menit, pernapasan 34 kali/ menit, suhu 37,5oC. Konjungtiva slight anemis, tanpa
ikterus, gerak dada kanan tertinggal, fremitus raba paru kanan meningkat, perkusi
redup di paru kanan, suara napas vesikuler menurun di paru kanan. Dari pemeriksaan
laboratorium didapatkan Hb 9.8 g/ dL, WBC 12,340, PLT 170,000, BUN 15 mg/ dL,
kreatinin 1,1 mg/ dL. Dari pemeriksaan foto thorax didapatkan infiltrate di paru kanan.
Apa terapi empiris yang akan diberikan?
a. Amoxicillin clavulanate 3x500 mg/ 125 mg + Cefuroxime 2x500 mg
b. Clarithromycin 2x500 mg + Doxycycline 2x100 mg
c. Amoxicillin 3x1 g
d. Cefuroxime 2x500 mg + Doxycycline 2x100 mg
e. Ciprofloxacin 2x500 mg
Jawaban: D
Pada pasien CAP yang memiliki skor CURB-65 1, perawatan yang diberikan adalah
perawatan rawat jalan. Namun pasien telah menjalani splenektomi sehingga termasuk
dalam kategori pasien dengan komorbid. Pilihan antibiotik empiris yang diberikan adalah:
1) amoxicillin clavulanate atau sefalosporin + makrolid atau doksisklin, 2)
fluoroquinolone respirasi
Referensi Metlay, J. P., Waterer, G. W., Long, A. C., Anzueto,
A., Brozek, J., et al. Diagnosis and Treatment of
Adults with Community-acquired Pneumonia:
An Official Clinical Practice Guideline of the
American Thoracic Society and Infectious
Diseases Society of America. Am J Respir Crit
Care Med. 2019. Vol 200, Iss 7, pp e45–e67
Pembuat Soal
Asal Institusi FK UNAIR
Kategori Soal Paru
Lingkup Bahasan Dalam
TB Paru
Standar Kompetensi
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan MCQ / Diagnostik
Tingkat Kompetensi 4A
3. Seorang laki laki 19 tahun, seorang mahasiswa jurusan akuntansi semester 2 di sebuah
perguruan tinggi swasta di Surabaya diantar oleh ibunya ke poliklinik karena ibu pasien
khawatir mengenai teman sekamar pasien yang batuk-batuk. Pasien adalah seorang
mahasiswa yang tinggal di asrama kampusnya. Saat sang ibu berkunjung ke kamar
asrama pasien, sang ibu mendapati teman sekamar pasien batuk-batuk. Saat ditanya,
ternyata teman sekamar pasien sudah batuk lama sejak 3 bulan yang lalu dan minum
obat di malam hari sebanyak 3 butir. BAK teman sekamar pasien juga terkadang
berwarna merah. Dia mengatakan bahwa itu adalah efek samping dari obat yang
diminum. Saat ini pasien mengeluh batuk 1 minggu dan kadang demam, tidak ada
sesak, tidak ada penurunan berat badan, tidak ada keringat malam.
Apa langkah yang akan diambil selanjutnya?
a. Kultur sputum
b. TCM sputum
c. BTA sputum
d. IGRA
e. Foto thorax
Jawaban: B
Tinggal di asrama merupakan salah satu faktor risiko TB laten. Pasien memiliki gejala
batuk dan kadang demam. Berdasarkan algoritma pemeriksaan infeksi laten TB, pasien
perlu dilakukan pemeriksaan TB sesuai standard.
Referensi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit. Petunjuk Teknis Penanganan Infeksi
Laten Tuberkulosis (ILTB). 2020. Jakarta:
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Pembuat Soal
Asal Institusi FK UNAIR
Kategori Soal Paru
Lingkup Bahasan Dalam
Penyakit Paru Lingkungan
Standar Kompetensi
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan MCQ / Diagnostik
Tingkat Kompetensi 3A
4. Seorang laki-laki,39 tahun, datang dengan keluhan batuk tidak produktif, dan sesak
nafas. Batuk dirasakan sejak 6 bulan terakhir, dahak sulit keluar. Sesak nafas
terutama dirasakan sejak 2 bulan terakhir, mula-mula sesak nafas dirasakan ketika
pasien beraktivitas, terutama bila menaiki tangga, lama kelamaan sesak nafas
dirasakan semakin memberat. pasien adalah seorang pekerja di pabrik pembuatan
dan pemotongan keramik sejak 19 tahun yang lalu. Pasien memiliki riwayat
scleroderma. Berikut adalah hasil pemeriksaan rontgen dada pada pasien ini.
Diagnosis yang mungkin pada pasien ini adalah:
A. Black lung pneumoconiosis
B. Tuberkulosis
C. Asbestosis
D. Silikosis
E. Berylliosis
Jawaban: D
Referensi Pasiyan Rahmatullah. Pneumonitis dan Penyakit Paru
Lingkungan. 2014. (Eds.). Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam (6th ed., pp. 1709). Jakarta :
Interna Publishing
Pembuat Soal
Asal Institusi FK UNAIR
Kategori Soal Paru
Lingkup Bahasan Dalam
Tromboemboli Paru
Standar Kompetensi
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan MCQ / Terapi
Tingkat Kompetensi 3A
5. Seorang wanita 53 tahun datang ke rumah sakit dengan episode sinkop ringan dan
sesak napas. Dia memiliki riwayat sindrom antifosfolipid dengan emboli paru
sebelumnya dan baru saja menghentikan pemberian antikoagulan. Dia telah
diresepkan warfarin, 7,5 mg setiap hari, namun hanya minum kadang-kadang.
Tidak ada pemeriksaan INR terbaru. Pada saat datang ke UGD, pasien keringat dan
tachypnoe. Tanda-tanda vital nya: tekanan darah 86/44 mmHg, nadi 130 x / menit,
frekuensi pernapasan 30 x/ menit, SaO2 85%. Pemeriksaan kardiovaskular
menunjukkan takikardia biasa tanpa murmur atau gallop. Paru-paru tidak ada
kelainan. Pada pemeriksaan ekstremitas, ada pembengkakan paha kirinya dengan
tanda Homan positif. Pada CT angiography dada ditemukan adanya emboli paru
dengan emboli terlihat pada vena pelvis sebelah kiri. Antikoagulasi dengan heparin
diberikan. Setelah antikoagulan dan bolus cairan 1 L, tekanan darah naik menjadi
110/70 dengan SaO2 98%. Apa langkah terbaik berikutnya dalam pengelolaan
pasien ini?
A. Lanjutkan cairan IV pada 500 mL/jam untuk total 4 L dari resusitasi cairan
B. Lanjutkan manajemen saat ini lalu rujuk untuk filter vena cava inferior
C. Berikan trombolitik
D. Rujuk untuk embolektomi bedah
E. Perlakukan dengan dopamin dan plasminogen jaringan rekombinan activator
Jawaban: B
Referensi Pasiyan Rahmatullah. Tromboemboli Paru. 2014.
(Eds.). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (6th ed.,
pp. 1698). Jakarta : Interna Publishing