0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan15 halaman

Rotasi Titik dalam Geometri 2D

Dokumen ini membahas tentang transformasi geometri khususnya rotasi, yang meliputi definisi, cara menghitung rotasi terhadap titik pusat, serta penggunaan matriks untuk rotasi. Penjelasan mencakup rotasi searah dan berlawanan arah jarum jam dengan sudut tertentu, serta contoh soal dan pembahasan terkait. Selain itu, terdapat langkah-langkah menggunakan aplikasi Geogebra untuk melakukan rotasi dan tugas yang harus dikerjakan.

Diunggah oleh

alvianbagasadi123
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan15 halaman

Rotasi Titik dalam Geometri 2D

Dokumen ini membahas tentang transformasi geometri khususnya rotasi, yang meliputi definisi, cara menghitung rotasi terhadap titik pusat, serta penggunaan matriks untuk rotasi. Penjelasan mencakup rotasi searah dan berlawanan arah jarum jam dengan sudut tertentu, serta contoh soal dan pembahasan terkait. Selain itu, terdapat langkah-langkah menggunakan aplikasi Geogebra untuk melakukan rotasi dan tugas yang harus dikerjakan.

Diunggah oleh

alvianbagasadi123
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar

Trasformasi Geometri
Rotasi (Perputaran)

Rotasi adalah perpindahan suatu titik-titik dengan cara memutar titik-titik


tersebut sejauh θ terhadap suatu titik pusat rotasi.
Rotasi pada bidang datar ditentukan oleh :
1. Titik pusat rotasi
2. Besar sudut rotasi
3. Arah sudut rotasi
Sudut rotasi adalah garis yang menghubungkan titik asal dan pusat rotasi yang
menghubungkan pada titik bayangan dan pusat rotasi. Jika θ(sudut rotasi) positif
maka akan mengarahkan putaran berlawanan dengan arah jarum jam. Sedangkan
jika θ negative arah putarannya searah jarum jam. Untuk contohnya seperti gambar
dibawah ini :

Titik A pada gambar diatas dirotasikan terhadap titik O sejauh 1200 searah
dengan jarum jam. Dengan bayangan A adalah A’. Untuk rotasi yang berlawanan
dengan arah jarum jam disebut dengan rotasi positif. Sedangkan jika rotasi searah
dengan arah jarum jam disebut rotasi negatif.
a. Rotasi terhadap pusat titik O(0,0)
Untuk rotasi dengan titik pusat O(0,0) adalah titik pusatnya terletak
pada titik (0,0). Dan cara mengambarnya dengan membuat titik sembarang
dengan titik A(a,b). Setelah itu rotasikan mengunakan jangka sebesar α
dengan titik pusat (0,0), dan posisi jangka sampai dengan titik bayangan
A’(a’,b’) seperti gambar dibawah ini :

Pada gambar diatas titik a(a,b) diputar dengan titik pusat O(0,0) dan
arahnya berlawanan dengan arah jarum jam sejauh radian. Sehingga titik
bayangannya A adalah A’(a’,b’). Untuk menentukan hubungan titik A’ dan
A, maka perhatikan segitiga OBA.
Segitiga OBA pada gambar diatas membentuk sudut siku-siku di B.
Jika garis OA = r dan sudut yang dibentuk oleh ruas garis OA terhadap
sumbu x adalah θ maka x=r cosθ dan y=r sinθ. Dengan pemisalan titik A(a,b)
diputar sejauh α (dengan derajat atau radian) sehingga titik bayanganya
A’(a’,b’).
Dengan posisi awal jangka ditulis dalam koordinat kutub A
(r cosθ ,r sin θ). Dan posisi jangka diputas sebesar α dengan arah berlawanan
arah jarum jam dengan notasi A' ¿ Selanjutnya di bentuk dalam persamaan
matriks sebagai berikut :

()( )( )( )( )( )
'
' a r cos ( θ+ α ) r cos θcosα−r sin θcosα α cosα−b sinα cosα−sinα a Jad
A= ' = ¿ ¿ ¿
b r sin ( θ+ α ) r cosθ sinα + r sinθ cosα α sin α +b cosα sinα cosα b
i posisi pensil jangka setelah diputar sebesar α sebagai berikut :
( )( )
cosα−sinα a
sinα cosα b

( )( )
cosα−sinα a
Matriks M = sinα cosα b disebut matriks peputaran denga titik pusat
O(0,0) dan sudut putar α . Setelah itu, rotasi dengan titik pusat O(0,0) dan
sudut putar α ditulis R(0 ,α ) . Jika α adalah 90 0 ,−90 0 , 1800 , 2700 ,−270 0 maka bias
0

menggunakan matrik sebagai berikut :


Rotasi Bayangan Matriks
R(0 ,90 ) 0 (-b,a) 0 −1
(1 0 )
R(0 ,−90 ) 0 (b,-a)
(−10 10)
R(0,180 )
0 (-a,-b)
(−10 −10 )
R(0,270 )
0 (b,-a)
(−10 10)
R(0 ,−270 ) 0 (-b,a)
(01 −10 )
Pembuktian :
1. Rotasi 90 0
a. Berlawanan arah jarum jam
Rotasi 90 0 berlawanan arah jarum jam berarti memutar titik (x,y)
sejauh 90 0 terhadap pusat O(0,0).
 Matriks rotasi berlawanan arah jarum jam :

[ ][ ]
0 0
cos 90 −sin 90 0 −1
R90= 0 0 =
sin 90 cos 90 1 0
 Operasi rotasi
[ xy '' ]=[ 01 −10 ] [ xy ]=[ 0.1.x +x(+0. y ] [ x ]
−1 ) . y − y
=

Hasilnya (x’,y’) = (-y,x)


b. Searah jarum jam
Untuk rotasi 90 0 searah jarum jam, matriks rotasinya :
R−90=¿
 Operasi rotasi
[ xy '' ]=[−10 10] [ xy ]=[−1.0. xx+1.+[Link] ]=[−xy ]
Hasilnya (x’,y’) = (y,-x)
2. Rotasi 180 0

Rotasi 1800 berlawanan arah jarum jam berarti memutar titik (x,y) sejauh
180 terhadap pusat O(0,0).
0

 Matriks rotasi berlawanan arah jarum jam :

[ ][ ]
0 0
cos 180 −sin180 −1 0
R180 = 0 0 =
sin180 cos 180 0 −1
 Operasi rotasi
[ ][
x'
y'
=
−1 0 x
0 −1 y
=
][ ] [
−1. x +0. y
=
−x
0. x +(−1) . y − y ][ ]
Hasilnya (x’,y’) = (-x,-y)
3. Rotasi 2700

a. Berlawanan arah jarum jam


Rotasi 2700 berlawanan arah jarum jam berarti memutar titik (x,y)
sejauh 2700 terhadap pusat O(0,0).
 Matriks rotasi berlawanan arah jarum jam :

[ ][ ]
0 0
cos 270 −sin 270 0 1
R270 = 0 0 =
sin 270 cos 270 −1 0
 Operasi rotasi
[ xy '' ]=[−10 10] [ xy ]=[−1.0. xx+1.+[Link] ]=[−xy ]
Hasilnya (x’,y’) = (-y,x)
b. Searah jarum jam
Untuk rotasi 2700 searah jarum jam, matriks rotasinya :
R−270=¿
 Operasi rotasi
[ xy '' ]=[ 01 −10 ] [ xy ]=[ 0.1.x +(−1).
x +0. y ] [ x ]
y = −y

Hasilnya (x’,y’) = (-y,x)

Contoh soal :
Titik A(2,1) dirotasikan terhadap titik O (0,0) sejauh 90 0 berlawanan arah
putaran jam. Bayangan titik adalah….

Pembahasan :

()( )( )( ) ( )( )( ) ( )
' ' '
x 0 −1 x x 0 −1 2 x −1
' = ' = ' =
y 1 0 y y 1 0 1 y 2
Dengan nilai x’ = -1 dan y’ = 2
Jadi bayangan A (2,1) oleh rotasi terhadap titik O(0,0) sejauh 90 0
berlawanan arah jarum jam dengan nilai A’=(-1,2)

Langkah-langkah pembuatan dalam geogebra


1. Buka webside geogebra [Link] atau secara langusung
di aplikasinya. Untuk bentuk halaman depanya seperti gambar dibawah
ini :
2. Buat titik A(2,1) sesuai dengan apa yang di cari

3. Buat titik pusat O(0,0)

4. Selanjutnya klik bagian Slide


5. Selanjunya pilih bagian Angel dengan diambil sudut α dengan interval
minimal 0 0 sampai maksimal 3600 dan increment 10 dan klik OK

6. Selanjutnya tuliskan bagian input dengan Rotate(A,α ,O)

7. Untuk memudahkan pencarian sudutnya maka klik bagian Input Box


8. Masukan bagian sudutnya α dan ketik Caption sudut α setelah itu klik
OK

9. Selanjutnya ketik di kolomnya berapa besaran sudutnya, karena besaran


sudut yang di cari adalah 90 0 maka tuliskan 90 0

[Link] rotasi dari A(2,1) terhadap titik pusat O(0,0) dengan sejauh 90 0
adalah A’=(-1.78,1.34) dengan nilai kesimpulan (-1,2)
Tugas :

1. Jika garis x – 2y = 5 diputar sejauh 90 0 terhadap titik (2,4)


berlawanan arah putaran jam, maka persamaan bayangannya
adalah….
2. Persamaan bayangan garis 2x - y + 6 = 0 setelah dirotasikan pada
pangkal koordinat dengan sudut putaran −90 0 , adalah …
Pembahasan :

()( )( ) ( )( ) ( ) ( )( ) ( )
' '
x 0 −1 x−2 2 x 4− y 2 x ' = 6− y
1. = + ' = +
x +2
y
'
1 0 y−2 4 y x +2 4 y'
Dengan demikian x’ = 6 –y dan menjadi y = 6 – x’
y’ = x + 2 dan menjadi x = y’ – 2, selanjutnya di distribusikan x =
y’ – 2 dan y = 6 – x’ pada persamaan, diperoleh :
y −2−12+ 2 x =5x + y =5+2+12x + y =19jadi persamaan bayangan
' ' ' ' ' '

garis x – 2y = 5 oleh rotasi sejauh 900 terhadap (2,4) berlawanan


arah jarum jam adalah 2x + y = 19

2. R – 900 berarti :
x’ = xcos (- 90) – ysin(- 90)
y’ = xsin (- 90) + ycos(- 90)
x’ = 0 – y (- 1) = y
y’ = x (- 1) + 0 = -x’
atau dengan matriks
( xy '' )=(−10 10)( xy)
R – 900 berarti : x’ = y → y = x’
y’ = - x → x = -y’
disubstitusi ke : 2x - y + 6 = 0
2(- y’) - x’ + 6 = 0
- 2y’ – x’ + 6 = 0
x’ + 2y’ – 6 = 0
Jadi, bayangannya : x + 2y – 6 = 0
Jika sudut putar α = π (rotasinya dilambangkan dengan H)
maka x’ = - x dan y’ = - y
dalam bentuk matriks
( xy '' )=(−10 −10 )( xy)
(−1 −10 )
Jadi 0
b. Rotasi dengan titik pusat P(a,b)
Untuk rotasi sebesar α dengan titik pusat P(a,b) dapat ditentukan dengan
cara dibawah ini :

( )( )( ) ( )
'
' a ¿ cosα−sinα x−a + a
A=
b' sinα cosα y−b b

( cosα−sinα )
Matriks sinα cosα disebut dengan matriks perputaran dengan pusat P(a,b)
dan sudut putar α . Setelah itu, rotasi dengan titik pusat P(a,b) dan sudut
putar sebesar α ditulis dengan R(A ,α ) . Nilai α bertanda positif jika arah
0

putaran sudut berlawanan arah jarum jam dan jika α bertanda negatif maka
putaran sudut searah dengan putaran arah jarum jam. Jika ada pemisalan titik
A(a,b) dirotasikan sebesar α dengan titik pusat O(a,b) dan dirotasikan lagi
sebesar β dengan titik pusat yang sama.

Tampak bahwa posisi rotasi sebesar α dengan titik pusat O(a,b) dan
dirotasikan kembali sebesar β dangan titik pusat yang sama dengan diwakili
rotasi sebesar (α + β) dengan titik pusat O(a,b). akibatnya bayangan A dapat
ditentukan sebagai berikut :
A =
''
( ab '' '' )=(cossin(α( α++β)−sin
β ) cos (α + β) )(b )
⁡(α + β) a

Pembuktian :
1. Rotasi dengan pusat P(a,b)
Misalnya titik A(x,y) adalah titik yang akan dirotasikan dan A’(x’,y’)
adalah hasilnya. Selanjutnya memindahkan pusat rotasi P(a,b) ke asal
koordinat O(0,0) dengan trasformasi traslasi :
X =x−a dan Y = y−b
Setelah itu lakukan rotasi bedasarkan sudut tertentu α di sekitar asal
O(0,0) setalah itu traslasikan balik ke pusat P(a,b) :
' '
x =x cosα− y sinα +a y =x sinα + y cosα +b
2. Rotasi 90 0
a. Berlawanan arah jarum jam (900)
Subtitusikan cos 900 = 0 dan sin 900 = 1 ke dalam rumus rotasi
' '
x =−( y−b ) +a y =( x−a ) +b
Maka
' '
x =− y +b+ a y =x−a+b
Jadi A ( x , y )=(− y +a+b , x−a+b)
' ' '

b. Searah jarum jam (-900)


Subtitusikan cos (-900) = 0 dan sin (-900) = -1 ke dalam rumus
rotasi
' '
x =( y−b ) +a y =−( x−a ) +b
Maka
' '
x = y +b+ a y =−x +a+ b
Jadi A ( x , y )=( y−b+ a ,−x +a+ b)
' ' '

3. Rotasi 1800
Untuk 1800, cos 1800 = -1 dan sin 1800 = 0. Dengan rumus
x ' =−( y−a ) +a y ' =−( x−b ) +b
Maka
' '
x =−x +2 a y =− y +2 b
Jadi A ( x , y )=(−x+2 a ,− y +2 b)
' ' '

4. Rotasi 2700
a. Berlawanan arah jarum jam (2700)
Subtitusikan cos (2700) = 0 dan sin (2700) = -1 ke dalam rumus
rotasi
' '
x =( y−b ) +a y =−( x−a ) +b
Maka
' '
x = y +b+ a y =−x +a+ b
Jadi A ( x , y )=( y−b+ a ,−x +a+ b)
' ' '

b. Searah jarum jam (-2700)


Subtitusikan cos (-2700) = 0 dan sin (-2700) = 1 ke dalam rumus
rotasi
' '
x =−( y−b ) +a y =( x−a ) +b
Maka
' '
x =− y +b+ a y =x−a+b
Jadi A ( x , y )=(− y +a +b , x−a+ b )
' ' '

Contoh soal :
Titik A(4,-8) dicerminkan terhadap garis x = 6, dilanjutkan dengan
rotasi (0,600), hasilnya adalah …

Pembahasan
a. Titik P (x,y) dicerminkan terhadap x = a bayangan adalah P’
(2a-x,y).
b. Titik P (4,-8) dicerrminkan terhadap x = 6 bayangan adalah p’
(2.6-4 ,-8 ) = (8,-8).

Selanjutnya titik P’ (2,-8) dirotasikan (0,600) untuk


menghasilkan bayangan hasil P(x”,y”) P’ (8,8) rot (0,60) P
(x”,y”). Matriks rotasi (0,600) adalah

( )( ) ( )( ) (
1 −1 1 −1
√3 x ' ' √3
( cos 60−sin 60
)
sin 60 cos 60
=
1
2
√ 3
2
1 y
''
=
1
2
√ 3
2
1
8
¿
4 +4 √ 3
−8 4 √ 3−4 )
2 2 2 2
Jadi bayangan terakhirnya (4 + 4 √3 , 4 √3−4 )

Langkah-langkah pembuatan dalam geogebra


1. Buka webside geogebra [Link] atau secara langusung
di aplikasinya. Untuk bentuk halaman depanya seperti gambar dibawah
ini :

2. Buat titik A(4,-8) sesuai dengan apa yang di cari


3. Buat garis x = 6 dengan perintah input Garis1: x = 6

4. Cerminkan titik A terhadap garis x = 6. Gunakan perintah A =reflect [A,garis1]


5. Rotasikan hasil dari pencerminan A yaitu A’ dengan kode A'' =
Rotate[A', 60°, (0, 0)]

6. Jadi rotasi dari A Titik A(4,-8) dicerminkan terhadap garis x = 6,


dilanjutkan dengan rotasi (0,600) adalah A’=(-11.96,4.57) dengan nilai
kesimpulan (4 + 4 √3 , 4 √3−4 )

Tugas

1. Bayangan titik A oleh R(0,450) adalah (−√ 2 , √2).


Koordinat titik A adalah …
Pembahasan :
Misalkan koordinat titik A adalah (x,y)
( xy '' )=(cosθ
sinθ )( )
−sinθ x
cosθ y
Karena θ=450 maka :
( xy '' )=(cos−sin 45
45
sin 45
cos 45 )( xy )

( )
1 −1
√2 √2
( )
− √2
√2
=
2
1
√ 2
2
1
√2
( xy)
2 2
( )
1 −1
√2 x √2 y
( )
− √2
√2
=
2
1
√ 2x
2
1
√2 y
2 2
Dengan demikian
1 1 1 1
√ 2 x− √2 y=−√ 2 … … … … ( 1 ) √ 2 x + √ 2 y =√ 2… … … … .(2)
2 2 2 2
Dengan menyelesaikan persamaan 1 dan 2 diatas diperoleh nilai
x = 0 dan y = 2.
Jadi titik koordinat titik A (0,2)

Anda mungkin juga menyukai