Rencana Mutu Pembangunan Bontang
Rencana Mutu Pembangunan Bontang
Pembangunan
Untuk mendapatkan mutu pekerjaan yang sesuai dengan diisyaratkan, maka dalam
pelaksanaan pekerjaan tersebut perlu adanya suatu panduan atau guidance. Untuk itu
PT. Gemilang Mutiara Persada dengan sistem mutu ISO 9001:2008 yang telah kami
terapkan sejak tahun 2013 dan sesuai dengan prosedur/manualnya akan dibuat suatu Rencana
Mutu Kontrak Konstruksi sesuai standar pengendalian mutu dalam bagan alir pengendalian
mutu. Bagan alir pengendalian mutu ini mengacu pada ISO 9001:2008, bagan alir tersebut dapat
dilihat pada lembar berikutnya ini.
Flow chart 1
Pengendalian Mutu
PROYEK
PERUSAHAAN
Rencana Mutu terdiri dari: EKSTERNAL
-
- Methode Konstruksi - Standard
Manual/prosedur
- Instruksi Kerja Peraturan
- Administrasi
- Jadwal Waktu Keppres,
- Prosedur
Pelaksanaan Kepmen, Perda,
- Prosedur Kerja dll - Organisasi dll
- Personal
- Keuangan
Supervisi
INPU OUPUT
- T - Produk akhir BMW
Bahan Proses Konstruksi (Biaya, Mutu,
- Alat Waktu)
- Tenaga Kerja
EVALUASI
KRITERIA KEBERTERIMAAN
- Dokumen tender PELAPORAN &
- Peraturan terkait MONITORING
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
Adapun panduan tersebut adalah Rencana Mutu Kontrak yang sudah harus disiapkan sebelum
melalui pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Bontang. Tentunya
sebagai dasar pembuatannya mengacu kepada aturan-aturan dan spesifikasi teknis yang ada pada
Dokument Tender.
Proses pengendalian mutu mencakup segala bidang yang terlibat dalam proses produksi baik
SDM, material, peralatan, proses, sarana kerja dan subkontraktor.
a. SDM
- Memilih SDM yang bermoral baik dan mempunyai pengalaman sejenis.
- Pengarahan, pembinaan
- Monitor dan pelaporan
b. Material
- Pengujian sample bahan.
- Pemilihan sumber material (kuantitas dan kualitas) yang memadai.
- Pemilihan suplier.
- Permintaan Persetujuan Penggunaan Produk ke Pemberi Kerja.
- Jadwal kebutuhan material
- Cara penyimpanan
- Cara handling
- Monitor dan pelaporan
c. Peralatan
- Pemilihan jenis alat yang sesuai
- Kalibrasi untuk alat tertentu (ukuran, takaran, timbangan).
- Pemilihan sumber alat (kuantitas, umur dan kualitas) yang memadai.
- Pemilihan suplier alat yang baik.
- Pemilihan operator yang baik dan berpengalaman
- Jadwal kebutuhan alat
- Penyediaan bahan bakar
- Penyediaan suku cadang.
- Control service
- Monitor dan pelaporan
c. Proses
- Trial mix
- Peralatan yang sesuai
- Komposisi yang sesuai
- Standar proses
- Metoda pelaksanaan
- Cek hasil
- Monitor dan pelaporan
d. Sarana kerja
- Ruang yang memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan
- Kemudahan akses
- Terpenuhinya alat kerja
- Kemudahan mobilitas dan komunikasi
e. Subkontraktor
- Seleksi
- Permintaan Persetujuan Subkontraktor ke Pemberi Kerja.
- Pengawasan dan pengarahan
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
2. Pengadaan Peralatan
memiliki jenis dan jumlah alat yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini hingga
selesai. Jenis dan jumlah tersebut berdasarkan metode konstruksi dan dari hasil analisa.
Pengadaan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini sesuai dalam daftar peralatan
lampiran penawaran ini dan jadwal penggunaanya.
3. Material
Sesuai dengan lingkup pekerjaan, material yang harus diadakan adalah Mesin Pompa
Air Submersible Kap. 0,43 M3/dt, Head : 7 M, Power : 45 kw , Genset Kap; 120 kw,
pasir pasang / beton, kerikil dari daerah sekitar lokasi pekerjaan. Semen, besi beton, kayu
begisting dan perancah dan material penunjang lainnya. Sebelum digunakan contohnya
diajukan terlebih dulu pada Direksi Pekerjaan/PPK / Manajemen Konstruksi untuk
dimintakan persetujuan. Pengadaan bahan/material diatur dalam jadwal pengadaan
material.
4. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dimaksud disini terdiri dari :
Personil inti terdiri dari Kepala Proyek, Kepala Pelaksana Lapangan, Pelaksana
Administrasi, Pelaksana lapangan, Logistik / Peralatan, Juru Ukur, Administrasi,
Keuangan.
Tenaga operator dan mekanik
Mandor, tukang & pekerja.
Kepala Proyek :
1. Memimpin pengelolaan dan manajemen proyek secara
keseluruhan.
2. Bersama dengan Kepala Bagian Penganggaran dan Pengendalian Produksi membuat
Rencana Pelaksanaan Proyek (Construction Planning).
3. Mempersiapkan uraian rencana pelaksanaan proyek dan mempresentasikanya pada
Pre Construction Meeting.
4. Memimpin kegiatan pelaksanaan di lapangan dengan mendayagunakan sumber daya
secara optimal dan memenuhi persyaratan biaya, mutu, dan waktu.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
Logistik :
1. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak membuat jadwal pengadaan
material dan peralatan di proyek.
2. Menyelenggarakan pembelian material yang telah diputuskan oleh Kepala Proyek
sesuai dengan jadwal pengadaan dan prosedur pembelian.
3. Melaksanakan administrasi pemesanan dan pengiriman material.
4. Menyelenggarakan administrasi pergudangan tentang penerimaan, penyimpanan dan
pemakaian material.
5. Membantu peningkatan efisiensi pemakaian material.
6. Membuat laporan tentang persediaan dan pemakaian material.
Peralatan :
1. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak membuat jadwal pengadaan
peralatan di proyek.
2. Melakukan survey dan memberikan informasi kepada Kepala Proyek tentang sumber
dan harga alat serta sewa alat.
3. Menyelenggarakan pembelian peralatan yang telah diputuskan oleh Kepala
Proyek sesuai dengan jadwal pengadaan dan prosedur pembelian.
4. Melaksanakan administrasi pemesanan dan pengiriman peralatan.
5. Menyelenggarakan administrasi pergudangan tentang penerimaan, penyimpanan dan
pemakaian peralatan.
6. Memproses mobilisasi dan demobilisasi peralatan sesuai jadwal penggunaan alat.
7. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan alat dan perlengkapannya, sehingga selalu
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
Administasi Proyek :
1. Menyelenggarakan tata usaha surat-menyurat dan tata usaha pimpinan.
2. Menyelenggarakan inventarisasi, pemeliharaan dan pengawasan terhadap bangunan
kantor proyek beserta perlengkapannya.
3. Menyelenggarakan tata usaha perjalanan dinas dan pemeliharaan kendaraan bermotor.
Keuangan/Administrasi Proyek :
1. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak menyusun cash flow proyek.
2. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak menyiapkan Berita Acara
pembayaran angsuran harga kontrak.
3. Melakukan pengendalian likuiditas proyek dengan mengusahakan sumber dana
berupa pembayaran prestasi pekerjaan, dana dari perusahaan dan lain-lain serta
mengendalikan penggunaan dana proyek.
4. Menyelenggarakan verifikasi bukti pembayaran dan melakukan pembayaran
kepada pihak yang terkait.
5. Menyelenggarakan pembukuan dan menyusun laporan keuangan proyek.
6. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan secara berkala.
Pelaksana :
1. Memahami gambar desain dan spesifikasi teknik sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan di lapangan.
2. Mengatur pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan
program kerja mingguan, metoda kerja, gambar kerja dan spesifikasi teknik.
3. Menyiapkan tenaga kerja sesuai jadwal pengadaan tenaga kerja dan mengatur
pelaksanaan tugas tenaga kerja tiap harinya.
4. Melakukan supervisi atas pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
5. Menjalin hubungan baik dengan Pengawas pekerjaan/ Konsultan untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
6. Mengupayakan efisiensi dan efektivitas pemakaian bahan, tenaga kerja, dan alat di
lapangan.
7. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan mitra usaha/ mandor
borong secara berkala.
8. Membantu Kepala Lapangan memproses Berita Acara kemajuan pekerjaan secara
berkala.
9. Melaksanakan koordinasi dengan mitra usaha/ mandor borong.
10. Merencanakan dan mengendalikan Keselamatan & Kesehatan Kerja.
11. Membuat laporan harian tentang pelaksanaan kegiatan pekerjaan di lapangan.
Memahami gambar desain dan spesifikasi teknik sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan di lapangan.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
5. Koordinasi Keterkaitan
Dalam implementasi kerja, akan terdapat banyak kegiatan dimana yang satu dengan
yang
lain saling berhubungan sehingga diperlukan koordinasi terintegrasi selesai sesuai
waktunya. Untuk menghindari terjadinya pelaksanaan yang tumpang tindih maka
program pelaksanaan pekerjaan akan dituangkan dalam bentuk Net Work Planning.
6. Keamanan Proyek
Untuk keamanan proyek PT. GEMILANG MUTIARA PERSADA akan membuat
sistim pengamanan seperti membuat tanda-tanda bahaya dan isyarat-isyarat yang sesuai,
mengambil tindakan pencegahan yang perlu untuk perlindungan pekerjaan dan
keselamatan umum dan pagar pengaman, rumah jaga, penerangan, satu pintu untuk
keluar masuk Direksi keet /Kantor Kontraktor dan menempatkan sejumlah orang yang
tugasnya antara lain : mengawasi kegiatan pekerja proyek, mengontrol material,
mengontrol keluar masuknya orang dan kendaraan serta mengawasi proyek pada siang
maupun malam hari. Selain itu juga mengadakan koordinasi dengan pihak Kepolisian
terdekat.
Sebagai konsekensi penerapan ISO 9001:2008 setiap proyek harus diaudit setiap
triwulan, dan bila ditunjuk proyek ini akan diaudit oleh pihak auditor surveylen.
yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian. Untuk mencegah terjadinya
kecelakaan antara lain mengadakan sosialisasi K3, memasang rambu-rambu peringatan
agar bekerja hati-hati dan pemakaian alat–alat pengaman untuk keselamatan kerja dan
perlindungan terhadap pekerjaan sendiri. Untuk melayani apabila terjadi kecelakaan kecil
akan disediakan kotak/almari P3K ditempat pekerjaan. Sedangkan untuk melayani
kesehatan untuk team pelaksanaan Proyek akan mengadakan kerja sama dengan
PUSKESMAS terdekat. Sedangkan untuk mengatasi apabila terjadi kecelakaan dan
PUSKESMAS tidak mampu menangani maka akan mengadakan kerja sama dengan
rumah sakit terdekat.
Seluruh tenaga kerja yang bekerja pada proyek ini akan diikut sertakan program
JAMSOSTEK.
Tujuan Keselamatan Kerja :
•Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja
•Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien
•Menjamun proses produksi berjalan secara aman
Secara umum dapat diartikan tujuan penerapan K3 di proyek adalah tidak terjadinya
kecelakaan kerja ( zero accident )
Pokok-pokok Perhatian K3
•Kecelakaan kerja akibat dari penggunaan :
-Alat / Mesin
-Tahap /metode pelaksanaan
•Penyakit akibat kerja :
-Suara dan asap penggunaan alat
-Penggunaan bahan kimia berbahaya
•Pemaparan terhadap kondisi lingkungan
•Pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K )
•Usaha-usaha penyelamatan.
Identifikasi resiko kecelakaan dan pencegahan :
•Jatuh : Menggunakan sabuk pengaman
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
Pemeliharaan Kesehatan :
• Penyediaan air bersih
• Pembuatan sarana MCK yang memadai
• Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi
• Penyediaan obat-obatan
• Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat
Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja :
• Depnakertrans
• Kepolisian
• Pemda
• Puskesmas / Dokter
• Astek
Pelatihan K3
Pada umumnya program pelatihan K3 mencakup :
▪ Kebijakan K3 Perusahaan.
▪ Cara bagaimana K3 dapat diorganisir di tempat kerja.
▪ Prosedur K3 dalam Perusahaan.
▪ Pengendalian bahaya dan resiko.
▪ Undang-Undang K3.
▪ Prosedur keadaan darurat.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
Kegiatan K3
Kelengkapan administrasi.
▪ Pendaftaran proyek ke Disnaker setempat.
Pihak pelaksana proyek wajib melapor dan mendaftar ke Disnaker setempat
karena Disnaker adalah instansi pemerintah yang berwenang dan bertanggung
jawab menangani K3.
▪ Pendaftaran dan pembayaran ASTEK.
Sesuai ketentuan negara, perusahaan proyek yang mempekerjakan tenaga
kerja lebih dari 10 orang wajib melindungi pekerja melalui Asuransi Tenaga
Kerja.
▪ Pendaftaran dan pembayaran asuransi lainnya, misalnya CAR.
▪ Izin dari pihak yang terkait tentang penggunaan jalan dan jembatan.
Untuk beberapa proyek kadang perlu alat berat yang harus di datangkan dan
bila keadaan jalan / jembatan relatif kecil perlu izin dari pihak terkait.
▪ Keterangan laik pakai untuk penggunaan alat berat / ringan yang
memerlukan rekomendasi dari Depnaker atau instansi yang berwenang.
Peralatan proyek yang menyangkut keselamatan umum pada saat
pengoperasian harus dimonitor pemakaiannya oleh instansi pemerintah yang
berwenang.
▪ Pemberitahuan kepada pemerintah / lingkungan setempat perihal laporan
tentang keberadaan / kegiatan proyek.
▪ Safety Meeting : Rapat membahas hasil / laporan dari safety patrol maupun hasil
/ laporan dari safety supervisor. Yang paling utama dalam safety meeting
tersebut adalah perbaikan atas pelaksanaan kerja yang tidak sesuai dengan K3
dan perbaikan sistem kerja untuk mencegah penyimpangan tidak terulang
kembali.
▪ Pelaporan dan Penanganan Kecelakaan : Pelaporan dan penanganan
kecelakaan terdiri dari kecelakaan ringan, kecelakaan berat, kecelakaan dengan
korban meninggal dan kecelakaan peralatan berat.
Perlengkapan K3
▪ Tandu orang.
▪ Alat pemadam kebakaran.
▪ Rambu-rambu petunjuk.
▪ Spanduk K3
▪ MCK.
▪ Pompa air.
▪ Mushola.
▪ Bedeng pekerja.
▪ Ruang klinik.
▪ P3K
▪ Papan pengumuman.
Syarat-syarat Manajemen K3L yang akan diterapkan di proyek antara lain sebagai
berikut :
a. Memberi pengarahan langsung kepada tenaga kerja setiap melaksanakan
kegiatan guna mencegah dan menguranggi kecelakaan.
b. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan.
c. Membekali peralatan keamanan pada para pekerja pada saat melaksanakan
pekerjaan.
d. Mencegah dan mengurangi timbulnya penyakit dengan menjaga kebersihan
setiap pekerja.
e. Memberikan fasilitas yang mencukupi dalam melaksanakan pekerjaan seperti
lampu penerangan, ataupun peralatan lain yang dibutuhkan.
f. Memelihara kesehatan dengan mengadakan pemeriksaan berkala dari ahli
dalam bidang kesehatan.
g. Memperoleh keserasian antara kondisi lingkungan setempat dengan
keberadaan tenaga kerja, peralatan kerja dan proses dan metode kerja.
h. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada para pekerja yang
sedang bekerja.
i. Menyediakan fasilitas MCK yang mencukupi bagi pekerja.
j. Menyediakan obat-obatan di proyek.
- Manajemen Lingkungan
Dalam rangka meningkatkan kinerja, PT. Inneco WISH menerapkan Sistem Manajemen
Lingkungan yang mengacu pada Standard ISO 14001 : 2004. Secara umum, Sistem Manajemen
Lingkungan adalah sebagaimana tergambar dalam skema dibawah ini :
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
c. Pemantauan
A. Kecelakaan Ringan :
MULAI
KECELAKAAN
Lapor ke Unit K3
Dilaksanakan P3K
Dibawa ke [Link] Di Proyek
Catat di Formulir
Laporan Kecelakaan
SELESAI
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
B. Kecelakaan Berat :
MULAI
KECELAKAAN BERAT
Penanganan Administrasi
Oleh P/K
SELESAI
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan
MULAI
Lapor P2K3
WT-3 Lapor ke Unit
Surat Keterangan
Polisi
Laporan Lapor Keluarga Lapor ke
Investigasi Korban Jamsostek
Korban dibawa ke
Ahli Waris
Keluarga
Menyiapkan
dokumen oleh
ahli waris
Dimakamkan
Penyelesaian klaim
Asuransi
SELESAI Santunan
RAMBU – RAMBU K3
1. Pemasangan pagar pengaman sementara, rambu dan peringatan di sekitar lokasi galian.
Tali pengaman
Pengendalian Dokumen :
- Daftar Distribusi Dokumen Pengendali
- Tanda Terima Dokumen Pengendali
- Daftar Status Gambar Teknik
- Gambar induk yang kadaluwarsa Teknik
Rencana Mutu :
- Garis Besar Mutu Pekerjaan Teknik
- Rincian Mutu Pekerjaan Teknik
- Rencana Inspeksi dan Tes Teknik
- Rencana Mutu Sub Kontraktor Teknik
Pembelian :
- Daftar Nilai Bonafiditas Pemasok/Sub Kontraktor Baru Loglat
- Daftar Nilai Bonafiditas Rekanan Loglat
- Permintaan Persetujuan Penggunaan Material/ Produk Teknik
- Daftar Rekanan PT. Inneco WISH Teknik
- Surat Referensi Pekerjaan (copy) P/K
- Registrasi Kinerja Mandor Teknik
- Evaluasi Kinerja Mandor Teknik