0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan20 halaman

Rencana Mutu Pembangunan Bontang

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Kontrak untuk proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kota Bontang, yang mengacu pada sistem mutu ISO 9001:2008. Rencana ini mencakup pengendalian mutu di berbagai aspek seperti SDM, material, peralatan, dan proses, serta menetapkan tanggung jawab dan tugas personil kontraktor. Selain itu, terdapat rincian tentang pengawasan proyek, pengadaan peralatan, material, dan tenaga kerja yang diperlukan untuk mencapai mutu pekerjaan yang diharapkan.

Diunggah oleh

Bro Cucur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan20 halaman

Rencana Mutu Pembangunan Bontang

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Kontrak untuk proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kota Bontang, yang mengacu pada sistem mutu ISO 9001:2008. Rencana ini mencakup pengendalian mutu di berbagai aspek seperti SDM, material, peralatan, dan proses, serta menetapkan tanggung jawab dan tugas personil kontraktor. Selain itu, terdapat rincian tentang pengawasan proyek, pengadaan peralatan, material, dan tenaga kerja yang diperlukan untuk mencapai mutu pekerjaan yang diharapkan.

Diunggah oleh

Bro Cucur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rencana Mutu Kontrak

Pembangunan

RENCANA MUTU KONTRAK


Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Bontang

Untuk mendapatkan mutu pekerjaan yang sesuai dengan diisyaratkan, maka dalam
pelaksanaan pekerjaan tersebut perlu adanya suatu panduan atau guidance. Untuk itu
PT. Gemilang Mutiara Persada dengan sistem mutu ISO 9001:2008 yang telah kami
terapkan sejak tahun 2013 dan sesuai dengan prosedur/manualnya akan dibuat suatu Rencana
Mutu Kontrak Konstruksi sesuai standar pengendalian mutu dalam bagan alir pengendalian
mutu. Bagan alir pengendalian mutu ini mengacu pada ISO 9001:2008, bagan alir tersebut dapat
dilihat pada lembar berikutnya ini.

Flow chart 1
Pengendalian Mutu

BAGAN ALIR PENGENDALIAN MUTU

PROYEK
PERUSAHAAN
Rencana Mutu terdiri dari: EKSTERNAL
-
- Methode Konstruksi - Standard
Manual/prosedur
- Instruksi Kerja Peraturan
- Administrasi
- Jadwal Waktu Keppres,
- Prosedur
Pelaksanaan Kepmen, Perda,
- Prosedur Kerja dll - Organisasi dll
- Personal
- Keuangan

Supervisi

INPU OUPUT
- T - Produk akhir BMW
Bahan Proses Konstruksi (Biaya, Mutu,
- Alat Waktu)
- Tenaga Kerja

INSPECTION & TEST

EVALUASI

KRITERIA KEBERTERIMAAN
- Dokumen tender PELAPORAN &
- Peraturan terkait MONITORING
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

Adapun panduan tersebut adalah Rencana Mutu Kontrak yang sudah harus disiapkan sebelum
melalui pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Bontang. Tentunya
sebagai dasar pembuatannya mengacu kepada aturan-aturan dan spesifikasi teknis yang ada pada
Dokument Tender.
Proses pengendalian mutu mencakup segala bidang yang terlibat dalam proses produksi baik
SDM, material, peralatan, proses, sarana kerja dan subkontraktor.

a. SDM
- Memilih SDM yang bermoral baik dan mempunyai pengalaman sejenis.
- Pengarahan, pembinaan
- Monitor dan pelaporan
b. Material
- Pengujian sample bahan.
- Pemilihan sumber material (kuantitas dan kualitas) yang memadai.
- Pemilihan suplier.
- Permintaan Persetujuan Penggunaan Produk ke Pemberi Kerja.
- Jadwal kebutuhan material
- Cara penyimpanan
- Cara handling
- Monitor dan pelaporan
c. Peralatan
- Pemilihan jenis alat yang sesuai
- Kalibrasi untuk alat tertentu (ukuran, takaran, timbangan).
- Pemilihan sumber alat (kuantitas, umur dan kualitas) yang memadai.
- Pemilihan suplier alat yang baik.
- Pemilihan operator yang baik dan berpengalaman
- Jadwal kebutuhan alat
- Penyediaan bahan bakar
- Penyediaan suku cadang.
- Control service
- Monitor dan pelaporan
c. Proses
- Trial mix
- Peralatan yang sesuai
- Komposisi yang sesuai
- Standar proses
- Metoda pelaksanaan
- Cek hasil
- Monitor dan pelaporan
d. Sarana kerja
- Ruang yang memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan
- Kemudahan akses
- Terpenuhinya alat kerja
- Kemudahan mobilitas dan komunikasi
e. Subkontraktor
- Seleksi
- Permintaan Persetujuan Subkontraktor ke Pemberi Kerja.
- Pengawasan dan pengarahan
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

RINCIAN MUTU PEKERJAAN

1. Sistem Pengawasan Proyek


Sarana pengawasan / kontrol sangat penting untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan
pekerjaan. Kepala Proyek akan menempatkan stafnya di kantor proyek dan dilapangan
yang meliputi unsur-unsur sesuai yang telah kami sampaikan diatas. Sebelum memulai
pekerjaan, segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pengawasan harus disiapkan
dan dituangkan dalam daftar yang mengacu pada jadwal waktu, barchart dan network
planning, dilengkapi dengan peralatan, material serta penjadwalan tenaga kerja.
Program utama yang dituangkan dalam bentuk network planning dan barchart akan
dirinci di lapangan. Program harian akan diterapkan, realisasinya akan dipantau melalui
laporan daftar aktivitas kerja. Dalam pedoman tersebut, diharapkan target yang
diinginkan akan dapat dicapai.

2. Pengadaan Peralatan
memiliki jenis dan jumlah alat yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini hingga
selesai. Jenis dan jumlah tersebut berdasarkan metode konstruksi dan dari hasil analisa.
Pengadaan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini sesuai dalam daftar peralatan
lampiran penawaran ini dan jadwal penggunaanya.

3. Material
Sesuai dengan lingkup pekerjaan, material yang harus diadakan adalah Mesin Pompa
Air Submersible Kap. 0,43 M3/dt, Head : 7 M, Power : 45 kw , Genset Kap; 120 kw,
pasir pasang / beton, kerikil dari daerah sekitar lokasi pekerjaan. Semen, besi beton, kayu
begisting dan perancah dan material penunjang lainnya. Sebelum digunakan contohnya
diajukan terlebih dulu pada Direksi Pekerjaan/PPK / Manajemen Konstruksi untuk
dimintakan persetujuan. Pengadaan bahan/material diatur dalam jadwal pengadaan
material.

4. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dimaksud disini terdiri dari :
 Personil inti terdiri dari Kepala Proyek, Kepala Pelaksana Lapangan, Pelaksana
Administrasi, Pelaksana lapangan, Logistik / Peralatan, Juru Ukur, Administrasi,
Keuangan.
 Tenaga operator dan mekanik
 Mandor, tukang & pekerja.

Personel yang dipakai adalah yang berpengalaman dalam pekerjaan pembangunan


Drainase atau sejenisnya yang merupakan personil kunci sesuai keahlian masing-
masing yang . Untuk tenaga kerja seperti mandor, tukang dan pekerja menggunakan
tenaga kerja lokal yang sudah berpengalaman dan lama kami bina.

Tugas dan Tanggung Jawab Personil Kontraktor

Kepala Proyek :
1. Memimpin pengelolaan dan manajemen proyek secara
keseluruhan.
2. Bersama dengan Kepala Bagian Penganggaran dan Pengendalian Produksi membuat
Rencana Pelaksanaan Proyek (Construction Planning).
3. Mempersiapkan uraian rencana pelaksanaan proyek dan mempresentasikanya pada
Pre Construction Meeting.
4. Memimpin kegiatan pelaksanaan di lapangan dengan mendayagunakan sumber daya
secara optimal dan memenuhi persyaratan biaya, mutu, dan waktu.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

5. Melakukan pengendalian kegiatan pelaksanaan di lapangan agar tercapai proses dan


produk usaha yang efisien dan produktif.
6. Mengidentifikasi dan mencari penyelesaian permasalahan yang terjadi selama proses
kegiatan pelaksanaan di lapangan agar proyek dapat diselesaikan untuk menjamin
kesuksesan pekerjaan.
7. Menjalin hubungan baik dengan pihak Pengguna Jasa untuk kelancaran pelaksanaan.
8. Menghadiri Rapat Koordinasi di proyek antara wakil Pengguna Jasa, Pengawas
Proyek dan mitra kerja.
9. Bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan proyek.
10. Melakukan koordinasi kegiatan fungsional dan pembinaan sumber daya manusia di
unit kerjanya.

Teknik & Administrasi Kontrak :


1. Menyiapkan dan melengkapi metoda konstruksi dan program kerja mingguan untuk
pelaksanaan kerja di lapangan.
2. Menyiapkan gambar kerja (shop drawing) untuk pedoman pelaksanaan kerja di
lapangan.
3. Memimpin kegiatan pengukuran (survey) di lapangan dan jika perlu melakukan
penyelidikan ulang kondisi tanah di lapangan.
4. Menyiapkan gambar pelaksanaan (as built drawing) untuk diserahkan kepada
Pengguna Jasa dan 1 (satu) set disimpan dalam arsip perusahaan.
5. Menyiapkan jadwal waktu pelaksanaan di lapangan (network planning, barchart
schedule, time grid diagram, S curve) dan jadwal pengadaan sumber daya (resources
schedule).
6. Menghitung dan mengajukan eskalasi sesuai rumus perhitungan yang telah disepakati
dalam dokumen kontrak.
7. Melakukan pengendalian pelaksanaan dalam aspek biaya, mutu dan waktu.
8. Menyiapkan program penyesuaian biaya, mutu dan waktu, agar hasil pelaksanaan
memenuhi persyaratan kontrak.
9. Menyiapkan desain dan contoh mutu (mix design) beton atau campuran aspal sesuai
spesifikasi teknik.
10. Menyiapkan Surat Perintah Kerja (SPK), Addendum Kontrak dan Amandemen
Kontrak dengan Pengguna Jasa.
11. Menyiapkan kontrak atau Surat Perintah kerja (SPK) antara perusahaan dengan mitra
usaha.
12. Bersama dengan Pelaksana memeriksa kemajuan pekerjaan dan menyiapkan Berita
Acara kemajuan pekerjaan.
13. Bersama dengan Pegawai & Keuangan menyusun cash flow proyek.
14. Bersama dengan Pegawai & Keuangan membuat Berita Acara pembayaran angsuran
harga kontrak.
15. Menyiapkan evaluasi perhitungan laba/rugi proyek secara precented method dan
completed method (proyek selesai) tiap bulan.
16. Mengurus surat referensi pekerjaan dari Pengguna Jasa dan referensi personil setelah
pekerjaan selesai.
17. Melakukan koordinasi kegiatan fungsional dan pembinaan sumber daya manusia di
unit kerjanya.
18. Menyiapkan laporan evaluasi proyek secara berkala.

Kepala kontrol kualitas :


1. Memahami seluruh spesifikasi pekerjaan yang disyaratkan.
2. Bertanggung jawab terhadap mutu pekerjaan dan mutu material.
3. Menyiapkan laporan bulanan Quality Control.
4. Memimpin laboratorium di lapangan untuk melaksanakan pemeriksaan pekerjaan dan
material.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

5. Melaksanakan seluruh kegiatan kontrol kualitas sesuai yang disyaratkan di


spesifikasi.
6. Melaksanakan pengetesan di lapangan sesuai spesifikasi
7. Melaksanakan pengetesan material yang akan digunakan dan melampirkanya hasil tes
tersebut dalam pengajuan material.
8. Mengidentifikasi mutu material di borrow area dan memperkirakan jumlah
depositnya.
9. Berwenang memberhentikan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
10. Berwenang menolak material yang tidak sesuai mutu yang disyaratkan.
11. Menyiapkan lokasi material di borrow area yang sesuai spesifikasi.
12. Bersama pelaksana mengawasi mutu pekerjaan di lapangan.

Kepala Pelaksana Lapangan :


1. Memahami gambar desain dan spesifikasi teknik sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan di lapangan.
2. Bersama Teknik & Administrasi Kontrak menyusun metode konstruksi dan jadwal
pelaksanaan proyek.
3. Membuat program kerja mingguan dan mengadakan pengarahan kegiatan harian pada
pelaksanaan di lapangan.
4. Memimpin pelaksanaan pekerjaan di lapangan dengan berpedoman pada batasan-
batasan biaya, mutu dan waktu pelaksanaan.
5. Menjalin hubungan baik dengan Pengawas pekerjaan/ Konsultan untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
6. Melakukan koordinasi kegiatan para Pelaksana dan mitra usaha di lapangan.
7. Melakukan pengawasan pekerjaan dan membuat evaluasi hasil pelaksanaan serta
menyusun dan melaksanakan program aksi bila terjadi penyimpangan.
8. Mengadakan evaluasi dan membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan di lapangan
secara berkala.
9. Bersama Teknik & Administrasi Kontrak melakukan pemeriksaan dan memproses
Berita Acara kemajuan pekerjaan di lapangan.

Logistik :
1. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak membuat jadwal pengadaan
material dan peralatan di proyek.
2. Menyelenggarakan pembelian material yang telah diputuskan oleh Kepala Proyek
sesuai dengan jadwal pengadaan dan prosedur pembelian.
3. Melaksanakan administrasi pemesanan dan pengiriman material.
4. Menyelenggarakan administrasi pergudangan tentang penerimaan, penyimpanan dan
pemakaian material.
5. Membantu peningkatan efisiensi pemakaian material.
6. Membuat laporan tentang persediaan dan pemakaian material.

Peralatan :
1. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak membuat jadwal pengadaan
peralatan di proyek.
2. Melakukan survey dan memberikan informasi kepada Kepala Proyek tentang sumber
dan harga alat serta sewa alat.
3. Menyelenggarakan pembelian peralatan yang telah diputuskan oleh Kepala
Proyek sesuai dengan jadwal pengadaan dan prosedur pembelian.
4. Melaksanakan administrasi pemesanan dan pengiriman peralatan.
5. Menyelenggarakan administrasi pergudangan tentang penerimaan, penyimpanan dan
pemakaian peralatan.
6. Memproses mobilisasi dan demobilisasi peralatan sesuai jadwal penggunaan alat.
7. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan alat dan perlengkapannya, sehingga selalu
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

dalam keadaan siap pakai.


8. Melaksanakan inventarisasi dan pemeliharaan alat, termasuk kendaraan pengangkut
barang, perlengkapan kerja dan bengkel (workshop).
9. Membantu peningkatan efisiensi pemakaian dan produktivitas alat.
10. Membuat laporan tentang penggunaan alat.

Administasi Proyek :
1. Menyelenggarakan tata usaha surat-menyurat dan tata usaha pimpinan.
2. Menyelenggarakan inventarisasi, pemeliharaan dan pengawasan terhadap bangunan
kantor proyek beserta perlengkapannya.
3. Menyelenggarakan tata usaha perjalanan dinas dan pemeliharaan kendaraan bermotor.

4. Menyelenggarakan tata usaha kepegawaian di proyek.


5. Menyelenggarakan ketertiban dan keamanan proyek.
6. Membuat laporan tentang kepegawaian.
7. Melakukan koordinasi kegiatan fungsional dan pembinaan sumber daya manusia di
unit kerjanya.
8. Menyelenggarakan pelayanan bagi Pengguna Jasa dalam rangka mencapai
kepuasan pelanggan, bagi kepentingan perusahaan.

Keuangan/Administrasi Proyek :
1. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak menyusun cash flow proyek.
2. Bersama dengan Teknik & Administrasi Kontrak menyiapkan Berita Acara
pembayaran angsuran harga kontrak.
3. Melakukan pengendalian likuiditas proyek dengan mengusahakan sumber dana
berupa pembayaran prestasi pekerjaan, dana dari perusahaan dan lain-lain serta
mengendalikan penggunaan dana proyek.
4. Menyelenggarakan verifikasi bukti pembayaran dan melakukan pembayaran
kepada pihak yang terkait.
5. Menyelenggarakan pembukuan dan menyusun laporan keuangan proyek.
6. Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan secara berkala.

Pelaksana :
1. Memahami gambar desain dan spesifikasi teknik sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan di lapangan.
2. Mengatur pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan
program kerja mingguan, metoda kerja, gambar kerja dan spesifikasi teknik.
3. Menyiapkan tenaga kerja sesuai jadwal pengadaan tenaga kerja dan mengatur
pelaksanaan tugas tenaga kerja tiap harinya.
4. Melakukan supervisi atas pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
5. Menjalin hubungan baik dengan Pengawas pekerjaan/ Konsultan untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
6. Mengupayakan efisiensi dan efektivitas pemakaian bahan, tenaga kerja, dan alat di
lapangan.
7. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan mitra usaha/ mandor
borong secara berkala.
8. Membantu Kepala Lapangan memproses Berita Acara kemajuan pekerjaan secara
berkala.
9. Melaksanakan koordinasi dengan mitra usaha/ mandor borong.
10. Merencanakan dan mengendalikan Keselamatan & Kesehatan Kerja.
11. Membuat laporan harian tentang pelaksanaan kegiatan pekerjaan di lapangan.
Memahami gambar desain dan spesifikasi teknik sebagai pedoman dalam
melaksanakan pekerjaan di lapangan.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

5. Koordinasi Keterkaitan
Dalam implementasi kerja, akan terdapat banyak kegiatan dimana yang satu dengan
yang
lain saling berhubungan sehingga diperlukan koordinasi terintegrasi selesai sesuai
waktunya. Untuk menghindari terjadinya pelaksanaan yang tumpang tindih maka
program pelaksanaan pekerjaan akan dituangkan dalam bentuk Net Work Planning.

6. Keamanan Proyek
Untuk keamanan proyek PT. GEMILANG MUTIARA PERSADA akan membuat
sistim pengamanan seperti membuat tanda-tanda bahaya dan isyarat-isyarat yang sesuai,
mengambil tindakan pencegahan yang perlu untuk perlindungan pekerjaan dan
keselamatan umum dan pagar pengaman, rumah jaga, penerangan, satu pintu untuk
keluar masuk Direksi keet /Kantor Kontraktor dan menempatkan sejumlah orang yang
tugasnya antara lain : mengawasi kegiatan pekerja proyek, mengontrol material,
mengontrol keluar masuknya orang dan kendaraan serta mengawasi proyek pada siang
maupun malam hari. Selain itu juga mengadakan koordinasi dengan pihak Kepolisian
terdekat.

7. Quality control & ISO 9001:2008


Untuk menjamin bahwa hasil kerja seperti yang dikehendaki diperlukan quality control
untuk memeriksa pekerjaan, selain itu proses pelaksanaannya selalu mengikuti prosedur
ISO 9001:2008. Prosedur ISO 9001:2008 yang dilaksanakan di proyek adalah
sbb :
 Tinjauan manajemen
 Sistem mutu
 Rencana mutu
 Pengendalian dokumen dan data
 Pembelian
 Identifikasi dan mampu telusur produk
 Pengendalian proses
 Inspeksi dan tes
 Peralatan inspeksi, pengukuran dan tes
 Pengendalian produk yang tidak sesuai
 Tindakan perbaikan dan pencegahan
 Penanganan, penyimpanan, perlindungan dan penyerahan.
 Pengendalian catatan mutu.

Sebagai konsekensi penerapan ISO 9001:2008 setiap proyek harus diaudit setiap
triwulan, dan bila ditunjuk proyek ini akan diaudit oleh pihak auditor surveylen.

Sistem Pengendalian Mutu


Untuk menjaga kualitas pekerjaan yang sedang dilaksanakan pada langkah awal
perencanaan harus sudah menyusun flowchart pekerjaan tersebut. Sebelum material
digunakan dilapangan kami akan mengajukan contoh terlebih dahulu kepada Direksi /
Konsultan MK. Material yang digunakan adalah sesuai contoh material yang sudah
disetujui secara tertulis oleh Direksi / Konsultan MK. Test - test/pengujian seperti yang
ditentukan dalam Spesifikasi Teknis seperti timbunan, beton, besi beton, tanah dan lain -
lainya akan dilaksanakan pada laboratorium yang telah mendapat persetujuan dari
direksi/pengawas pekerjaan. Untuk menjaga kualitas terhadap ukuran baik elevasi,
jarak maupun ketepatan geografi maka sebelum dilaksanakan pengukuran, harus
dilakukan Kalibrasi terhadap alat ukur yang akan dipakai.

9. Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3)/ OHSAS 18001 dan Lingkungan


Sistem keamanan dan keselamatan kerja terhadap keseluruhan personil baik Pengawas,
Pelaksana dan juga pekerja terutama yang ada didalam lingkungan pekerjaan menjadi hal
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian. Untuk mencegah terjadinya
kecelakaan antara lain mengadakan sosialisasi K3, memasang rambu-rambu peringatan
agar bekerja hati-hati dan pemakaian alat–alat pengaman untuk keselamatan kerja dan
perlindungan terhadap pekerjaan sendiri. Untuk melayani apabila terjadi kecelakaan kecil
akan disediakan kotak/almari P3K ditempat pekerjaan. Sedangkan untuk melayani
kesehatan untuk team pelaksanaan Proyek akan mengadakan kerja sama dengan
PUSKESMAS terdekat. Sedangkan untuk mengatasi apabila terjadi kecelakaan dan
PUSKESMAS tidak mampu menangani maka akan mengadakan kerja sama dengan
rumah sakit terdekat.
Seluruh tenaga kerja yang bekerja pada proyek ini akan diikut sertakan program
JAMSOSTEK.
Tujuan Keselamatan Kerja :
•Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja
•Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien
•Menjamun proses produksi berjalan secara aman

Secara umum dapat diartikan tujuan penerapan K3 di proyek adalah tidak terjadinya
kecelakaan kerja ( zero accident )

Program keselamatan dan kesehatan kerja proyek ( RKP ) meliputi :


•Kondisi lingkungan lengkap dengan perencanaan site.
•Struktur organisasi K3.
•Pokok-pokok perhatian K3.
•Identifikasi resiko kecelakaan dan pencegahan
•Identifikasi kondisi dan alat yang dapat menimbulkan potensi bahaya
•Jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja
•Daftar Instansi terkait
Kondisi Lingkungan dan Perencanaan Site
•Pengaturan jalan mobilitas bahan, tenaga, dan alat
•Lokasi penyimpanan bahan/ material
•Lokasi peralatan sebelum mulai kerja
•Lokasi fabrikasi
•Direksi Keet
•Barak kerja

Struktur Organisasi Unit K3 :


•Ketua Unit K3 : Kepala Proyek
•Sekertaris : Teknik
•Bendahara : Personalia & Keuangan
•Pelaksana K3 : Para Pelaksana
•Anggota : Seluruh Personil Proyek

Pokok-pokok Perhatian K3
•Kecelakaan kerja akibat dari penggunaan :
-Alat / Mesin
-Tahap /metode pelaksanaan
•Penyakit akibat kerja :
-Suara dan asap penggunaan alat
-Penggunaan bahan kimia berbahaya
•Pemaparan terhadap kondisi lingkungan
•Pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K )
•Usaha-usaha penyelamatan.
Identifikasi resiko kecelakaan dan pencegahan :
•Jatuh : Menggunakan sabuk pengaman
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

Pemasangan jaring pengaman


Penggunaan scafolding yang benar
Pemasangan pagar pengaman
Pemasangan rambu/ tanda

•Kejatuhan : Pemakaian helm


Pemasangan jaring pengaman
Pemasangan rambu/ tanda
•Luka : Pemakaian sarung tangan, sepatu
•Sakit mata : Pemakaian kacamata

Pencegahan & Penanggulangan Kecelakaan :


• Pemasangan poster/ himbauan tentang K3.
• Penggunaan alat keselamatan yang memadai (helm, kacamata, sarung tangan,
sepatu, dll.).
• Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan
• Pemasangan pagar pengaman di antara lantai & tangga.
• Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang telibat.
• Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai.
• Penempatan material/ bahan yang sensitif/ berbahaya.
• Penggunaan alat sesuai fungsi dan manualnya.
• Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising, asap dan
residu lainnya.
• Penyediaan alat pemadam kebakaran
• Penempatan Satpam.
• Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat

Pemeliharaan Kesehatan :
• Penyediaan air bersih
• Pembuatan sarana MCK yang memadai
• Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi
• Penyediaan obat-obatan
• Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat
Instansi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja :
• Depnakertrans
• Kepolisian
• Pemda
• Puskesmas / Dokter
• Astek

Pelatihan K3
Pada umumnya program pelatihan K3 mencakup :
▪ Kebijakan K3 Perusahaan.
▪ Cara bagaimana K3 dapat diorganisir di tempat kerja.
▪ Prosedur K3 dalam Perusahaan.
▪ Pengendalian bahaya dan resiko.
▪ Undang-Undang K3.
▪ Prosedur keadaan darurat.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

Program pelatihan K3 perlu mencakup beberapa kelompok sasaran daiantaranya :


▪ Menajemen senior.
▪ Manajer / supervisor.
▪ Karyawan.
▪ Orang yang mempunyai tanggung jawab penuh.
▪ Operator.
▪ Pengunjung lokal / tamu.

Perlengkapan dan peralatan penunjang program K3 meliputi :


▪ Pemasangan bendera K3, bendera perusahaan dan bendera negara Republik
Indonesia.
▪ Pemasangan sign board K3 berupa slogan-slogan yang mengingatkan akan
perlunya bekerja dengan selamat, gambar-gambar atau pamflet tentang bahaya /
kecelakaan yang mungkin terjadi di lokasi pekerjaan. Slogan maupun pamflet
dapat dipasang di kantor proyek dan lokasi pekerjaan berlangsung.

Kegiatan K3
Kelengkapan administrasi.
▪ Pendaftaran proyek ke Disnaker setempat.
Pihak pelaksana proyek wajib melapor dan mendaftar ke Disnaker setempat
karena Disnaker adalah instansi pemerintah yang berwenang dan bertanggung
jawab menangani K3.
▪ Pendaftaran dan pembayaran ASTEK.
Sesuai ketentuan negara, perusahaan proyek yang mempekerjakan tenaga
kerja lebih dari 10 orang wajib melindungi pekerja melalui Asuransi Tenaga
Kerja.
▪ Pendaftaran dan pembayaran asuransi lainnya, misalnya CAR.
▪ Izin dari pihak yang terkait tentang penggunaan jalan dan jembatan.
Untuk beberapa proyek kadang perlu alat berat yang harus di datangkan dan
bila keadaan jalan / jembatan relatif kecil perlu izin dari pihak terkait.
▪ Keterangan laik pakai untuk penggunaan alat berat / ringan yang
memerlukan rekomendasi dari Depnaker atau instansi yang berwenang.
Peralatan proyek yang menyangkut keselamatan umum pada saat
pengoperasian harus dimonitor pemakaiannya oleh instansi pemerintah yang
berwenang.
▪ Pemberitahuan kepada pemerintah / lingkungan setempat perihal laporan
tentang keberadaan / kegiatan proyek.

Pengawasan Pelaksanaan K3 meliputi kegiatan-kegiatan :


▪ Safety Patrol : Suatu team yang terdiri dari 2 atau 3 orang yang melaksanakan
patroli selama lebih kurang 2 jam (tergantung lingkup proyek). Dalam patroli
masing-masing anggota safety patrol mencatat hal-hal yang tidak sesuai
ketentuan / yang mempunyai resiko kecelakaan. Ketentuan / tolok ukurnya
adalah : Safety Plan, Panduan pelaksanaan K3 dan hal-hal yang secara teknis
mengandung resiko.
▪ Safety Supervisor : Petugas yang ditunjuk oleh Manager Proyek yang secara
terus menerus mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilihat
dari segi K3. Safey supervisor berwenang menegur dan memberikan instruksi
langsung terhadap para pelaksana di lapangan.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

▪ Safety Meeting : Rapat membahas hasil / laporan dari safety patrol maupun hasil
/ laporan dari safety supervisor. Yang paling utama dalam safety meeting
tersebut adalah perbaikan atas pelaksanaan kerja yang tidak sesuai dengan K3
dan perbaikan sistem kerja untuk mencegah penyimpangan tidak terulang
kembali.
▪ Pelaporan dan Penanganan Kecelakaan : Pelaporan dan penanganan
kecelakaan terdiri dari kecelakaan ringan, kecelakaan berat, kecelakaan dengan
korban meninggal dan kecelakaan peralatan berat.

Perlengkapan diri (APD).


▪ Helmet : Alluminium, Standard (CIC).
▪ Sepatu lapangan : kulit, karet.
▪ Jas hujan.
▪ Masker las.
▪ Kaca mata las.
▪ Sabuk pengaman.
▪ Tali pengaman.
▪ Masker hidung.
▪ Penutup telinga.
▪ Sarung tangan.
▪ Handy talky.
▪ Senter.
▪ Tas pinggang.
▪ Kartu pengenal.

Perlengkapan K3
▪ Tandu orang.
▪ Alat pemadam kebakaran.
▪ Rambu-rambu petunjuk.
▪ Spanduk K3
▪ MCK.
▪ Pompa air.
▪ Mushola.
▪ Bedeng pekerja.
▪ Ruang klinik.
▪ P3K
▪ Papan pengumuman.

Manajemen Pelaksanaan K3L dalam Pelaksanaan di Proyek


Perusahaan Jasa Konstruksi dalam melaksanakan pekerjaannya banyak menyerap
tenaga kerja, baik yang mempunyai kemampuan dan keahlian cukup maupun yang
terbatas. Kegiatan jasa konstruksi melibatkan banyak tenaga kerja, peralatan
konstruksi, mesin – mesin, bahan bangunan dan menerapkan berbagai macam
teknologi.
Dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi sering terjadi berbagai macam masalah
seperti robohnya perancah, tenaga kerja jatuh dari ketinggian, terkena aliran listrik
dan kecelakaan kerja lainnya. Untuk itu disusun Standar K3L bagi sector jasa
konstruksi, yang ditujukan agar ditempat kerja tidak terjadi kerugian, gangguan
ataupun kecelakaan menjaga keselamatan, kesehatan, maka dalam hal ini pekerja
dapat melakukan pekerjaan merasa aman terhadap bahaya.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

Syarat-syarat Manajemen K3L yang akan diterapkan di proyek antara lain sebagai
berikut :
a. Memberi pengarahan langsung kepada tenaga kerja setiap melaksanakan
kegiatan guna mencegah dan menguranggi kecelakaan.
b. Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan.
c. Membekali peralatan keamanan pada para pekerja pada saat melaksanakan
pekerjaan.
d. Mencegah dan mengurangi timbulnya penyakit dengan menjaga kebersihan
setiap pekerja.
e. Memberikan fasilitas yang mencukupi dalam melaksanakan pekerjaan seperti
lampu penerangan, ataupun peralatan lain yang dibutuhkan.
f. Memelihara kesehatan dengan mengadakan pemeriksaan berkala dari ahli
dalam bidang kesehatan.
g. Memperoleh keserasian antara kondisi lingkungan setempat dengan
keberadaan tenaga kerja, peralatan kerja dan proses dan metode kerja.
h. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada para pekerja yang
sedang bekerja.
i. Menyediakan fasilitas MCK yang mencukupi bagi pekerja.
j. Menyediakan obat-obatan di proyek.

10. 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin)


•Ringkas :
Tidak ada barang yang tidak diperlukan di tempat kerja
•Rapi :
Semua barang mempunyai tempat yang pasti
•Resik :
Tidak terdapat kotoran apa saja di tempat kerja
•Rawat :
Kondisi yang sudah baik terjaga tetap dari waktu ke waktu
•Rajin :
Semua orang berperilaku sesuai norma kerja positif yang dikembangkan di tempat kerja
Program :
•Pemasangan poster/ himbauan 5R di tempat kerja.
•Pembuatan dan penyediaan sarana dan prasarana 5R.
•Pemantauan setiap hari pelaksanaan 5R.
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

- Manajemen Lingkungan
Dalam rangka meningkatkan kinerja, PT. Inneco WISH menerapkan Sistem Manajemen
Lingkungan yang mengacu pada Standard ISO 14001 : 2004. Secara umum, Sistem Manajemen
Lingkungan adalah sebagaimana tergambar dalam skema dibawah ini :

a. Perencanaan

b. Pelaksanaan
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

c. Pemantauan

d. Perbaikan dan Peningkatan


Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

1. PROSEDUR PELAPORAN KECELAKAAN

A. Kecelakaan Ringan :

MULAI

KECELAKAAN

Lapor ke Unit K3

Check Kondisi Korban


Perawatan / Tidak

Dilaksanakan P3K
Dibawa ke [Link] Di Proyek

Catat di Formulir
Laporan Kecelakaan

SELESAI
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

B. Kecelakaan Berat :

MULAI

KECELAKAAN BERAT

Lapor ke Kapro atau


Unit K3

Penanganan Administrasi
Oleh P/K

Lapor ke : Korban dibawa ke


Jamsostek, Depnaker Rumah Sakit
P2K3 WT 3
Form. 3A dan 3
Laporan Tertulis

Monitor Penyakit &


Pemberian Asuransi Perawatan
Jamsostek

SELESAI
Rencana Mutu Kontrak
Pembangunan

C. Kecelakaan Korban Meninggal :

MULAI

Amankan TKP KECELAKAAN KORBAN Jenasah di RS


MENINGGAL (Visum et Repertum)

Lapor P2K3
WT-3 Lapor ke Unit

Lapor ke Kapro Lapor ke Polisi


Investigasi

Surat Keterangan
Polisi
Laporan Lapor Keluarga Lapor ke
Investigasi Korban Jamsostek

Korban dibawa ke
Ahli Waris
Keluarga

Menyiapkan
dokumen oleh
ahli waris

Dimakamkan
Penyelesaian klaim
Asuransi

SELESAI Santunan
RAMBU – RAMBU K3

1. Pemasangan pagar pengaman sementara, rambu dan peringatan di sekitar lokasi galian.
Tali pengaman

RAMBU – RAMBU PERINGATAN


DAFTAR CATATAN MUTU YANG DI PAKAI

JUDUL CATATAN MUTU PENANGGUNG JAWAB Rapat


Tinjauan Manajemen :
- Materi Rapat Tinjauan Manajemen Teknik
- Risalah Rapat Tinjauan Manajemen Teknik
- Rapat koordinasi dengan Owner & Konsultan Teknik
- Rapat koordinasi dengan Sub Kontraktor Teknik

Pengendalian Dokumen :
- Daftar Distribusi Dokumen Pengendali
- Tanda Terima Dokumen Pengendali
- Daftar Status Gambar Teknik
- Gambar induk yang kadaluwarsa Teknik

Keluhan Pengguna Jasa :


- Register Keluhan Pengguna Jasa Teknik
Perbaikan :
- Laporan Tindakan Perbaikan Teknik
- Registrasi Tindakan Perbaikan Teknik

Rencana Mutu :
- Garis Besar Mutu Pekerjaan Teknik
- Rincian Mutu Pekerjaan Teknik
- Rencana Inspeksi dan Tes Teknik
- Rencana Mutu Sub Kontraktor Teknik

Pembelian :
- Daftar Nilai Bonafiditas Pemasok/Sub Kontraktor Baru Loglat
- Daftar Nilai Bonafiditas Rekanan Loglat
- Permintaan Persetujuan Penggunaan Material/ Produk Teknik
- Daftar Rekanan PT. Inneco WISH Teknik
- Surat Referensi Pekerjaan (copy) P/K
- Registrasi Kinerja Mandor Teknik
- Evaluasi Kinerja Mandor Teknik

Identifikasi, Penanganan dan Penyimpanan :


- Penentuan Cara Penanganan Loglat

Pengendalian Proses Produksi :


- Instruksi Kerja Teknik
- Permintaan Ijin Pelaksanaan Pekerjaan Kalap & Teknik
- Laporan Cacat Pekerjaan Teknik
- Register Cacat Pekerjaan dan Tindakan Perbaikan Teknik
- Rencana Kerja Mingguan Kalap
- Rencana Fasilitas Lapangan Teknik
- Organisasi Proyek Teknik & P/K
- Metode Konstruksi Teknik
- Anggaran Pelaksanaan Proyek (APP) Teknik
- Surat Keputusan Organisasi Proyek P/K
- Sertifikat/ Surat Referensi/ Riwayat Hidup para Pelaksana P/K
- Instruksi Kerja Proses Khusus Teknik
- Detail Schedule Teknik

Inspeksi dan Tes :


- Daftar Personil Pelaksana Inspeksi dan Tes Teknik
- Registrasi Inspeksi dan Tes Teknik
- Daftar Kriteria Keberterimaan Material/ Produk Teknik
- Pelaksanaan Inspeksi dan Tes Teknik
- Persetujuan Penerimaan Material/ Produk yang Mendesak Loglat
- Registrasi Penggunaan Bahan/ Produk yang Mendesak Teknik
- Daftar Simak Verifikasi Catatan Inspeksi dan Tes Teknik

Anda mungkin juga menyukai