SOP
(STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)
LABORATORIUM
IPA
MAN 2 ST. IDA ASTUTI, [Link]
POLEWALI MANDAR TAHUN 2024 NIP. 198606122009122006
I. Standar Operasional Prosedur Laboratorium IPA
1. Definisi Standar Operasional Prosedur Laboratorium IPA
Standar operasional prosedur laboratorium IPA (selanjutnya disingkat SOP) adalah
suatu set instruksi yang memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk yang mengikat. Hal ini
mencakup hal-hal yang memiliki suatu prosedur pasti atau terstandardisasi tanpa
kehilangan keefektifannya.
2. Tujuan Standar Oprasional Prosedur Laboratorium IPA
a. Sebagai pedoman dalam menjalankan fungsi laboratorium IPA sesuai dengan
tujuannya.
b. Menjaga konsistensi dan kinerja pengurus laboratorium IPA.
c. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari para pengurus yang terkait
laboratorium IPA.
d. Menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan, kegagalan, keraguan, duplikasi dan
inefisiensi dalam menjalankan fungsi laboratorium IPA.
e. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan terhadap tugas dan wewenang.
f. Mengevaluasi hambatan dan kendala yang ditemukan dalam menjalankan laboratorium
IPA.
3. Pelanggaran Standar Operasional Prosedur Laboratorium IPA
a. Setiap pelanggaran yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar akan mendapatkan
sanksi yang telah tercantum dalam SOP.
b. Sanksi terhadap pelanggaran yang belum tercantum pada SOP, ditentukan selanjutnya
berdasarkan musyawarah mufakat pengurus laboratorium IPA.
II. LABORATORIUM IPA
4. Definisi Laboratorium IPA
a. Laboratorium IPA (disingkat lab IPA) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen,
pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium dibuat untuk
memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.
b. Laboratorium IPA yang dimaksud pada ayat 1 meliputi laboratorium kimia, fisika dan
biologi.
5. Fungsi Lab. IPA
a. Sebagai tempat berlatih siswa untuk mengembangkan keterampilan intelektual melalui
kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
b. Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa akan bertambah keterampilannya
dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan
kebenaran.
c. Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari
sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial.
d. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan.
e. Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.
6. Penggunaan Lab. IPA
a. Lab. IPA digunakan hanya untuk pembelajaran yang sesuai dengan definisi dan tujuan
didirikannya. Hal ini telah termaktub pada pasal 1 dan pasal 2.
b. Lab. IPA dilarang untuk digunakan sebagai ruang kelas, ruang pertemuan, ruang
penyimpanan barang, dll. Laboratorium IPA hanya digunakan sesuai dengan
peruntukannya.
7. Sanksi Bagi Penyalahgunaan Pemakaian Lab. IPA
a. Pihak yang menyalahgunakan pemakaian lab. IPA dibagi ke dalam tiga kriteria:
1) Pelanggaran ringan: memakai ruang laboratorium IPA untuk keperluan bersama
yang penting dan mendesak, bertujuan untuk kebaikan, bersifat sementara dan
tidak
2) mengganggu kegiatan belajar mengajar. Contoh: ruang laboratorium digunakan
untuk ruang rapat atau ruang pertemuan.
3) Pelanggaran sedang: memakai ruang lab. IPA untuk kepentingan suatu golongan
atau secara sepihak menggunakan laboratorium di luar peruntukkannya sehingga
menganggu kegiatan belajar mengajar di dalam laboratorium. Contoh: ruang
laboratorium digunakan untuk penyimpanan barang dalam jangka waktu cukup
lama.
4) Pelanggaran berat: memakai ruang laboratorium dengan maksud untuk
menghilangkan
5) fungsi dasar dari laboratorium IPA. Contoh: ruang laboratorium digunakan
sebagai ruang kelas.
b. Sanksi bagi pelanggar pemakaian lab. IPA dibagi ke dalam tiga kriteria tersebut akan
disesuaikan dengan pelanggaran yg dilakukan
III. Struktur Organisasi Laboratorium IPA
8. Definisi Struktur Organisasi Lab. IPA
Struktur organisasi lab. IPA adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian
serta posisi yang ada pada organisasi laboratorium IPA dalam menjalankan kegiatan
operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan.
9. Struktur Organisasi Lab. IPA
Struktur organisasi Lab. IPA sesuai dengan gambar bagan struktur di bawah ini:
10. Tugas dan Wewenang Kepala Madrasah
a. Memilih koordinator lab. IPA setiap dua tahun sekali.
b. Membimbing, memotivasi, memantau dan mengevaluasi kinerja pengurus lab. IPA.
c. Memotivasi guru-guru IPA dalam melaksanakan pembelajaran praktikum di
madrasah.
d. Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium IPA.
11. Tugas dan Wewenang Wakamad Kurikulum
a. Berkoordinasi dengan koordinator lab. madrasah dan koordinator lab. IPA untuk
menyusun program kegiatan pembelajaran di laboratorium yang sistematis, terencana
dan berkelanjutan.
b. Bekerjasama dengan koordinator lab. IPA untuk menjamin kelancaran kegiatan
belajar mengajar di laboratorium IPA.
12. Tugas dan Wewenang Wakamad Sarana dan Prasarana
a. Berkoordinasi dengan koordinator lab. madrasah dan koordinator lab. IPA untuk
menyusun program pengadaan sarana dan prasarana di dalam laboratorium yang
sistematis, terencana dan berkelanjutan.
b. Bekerjasama dengan koordinator laboratorium IPA untuk menjamin kelancaran
kegiatan belajar mengajar di lab. IPA.
13. Tugas dan Wewenang Kepala Laboratorium
a. Berkoordinasi dengan wakamad kurikulum, wakamad sarana dan prasarana dan guru-
guru mata pelajaran untuk menyusun program kerja di dalam laboratorium yang
sistematis, terencana dan berkelanjutan.
b. Mengkoordinir guru mata pelajaran IPA (fisika, kimia,biologi) dalam membuat
jadwal praktikum di laboratorium.
c. Mengusulkan kepada kepala madrasah dan wakamad sarana dan prasarana untuk
pengadaan alat/bahan IPA berdasarkan matrikulasi yang dibuat oleh guru mata
pelajaran IPA.
14. Tugas dan Wewenang Guru Mata Pelajaran
a. Melaksanakan pembelajaran berbasis praktikum di ruang lab. IPA.
b. Mengajukan daftar alat/bahan yang diperlukan untuk praktikum maksimal tiga hari
sebelum pembelajaran praktikum dilaksanakan.
15. Tugas dan Wewenang Laboran
a. Mengerjakan administrasi tentang alat/bahan yang ada di laboratorium IPA minimal
setiap satu tahun sekali.
b. Mempersiapkan dan menyimpan kembali alat/bahan yang digunakan dalam
pembelajaran.
c. Bertanggungjawab atas kebersihan alat dan ruang laboratorium beserta
perlengkapannya.
IV. Administrasi Laboratorium IPA
16. Definisi Administrasi Laboratorium
Administrasi laboratorium IPA adalah suatu upaya penyusunan dan pencatatan
data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud
menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian
maupun menyeluruh.
17. Daftar Administrasi Laboratorium yang Harus Dipenuhi
Berikut daftar administrasi lab. IPA yang harus dipenuhi:
a. Buku inventarisir
b. Kartu stok
c. Kartu peminjaman alat/bahan
d. Buku catatan harian laboratorium
e. Kartu reparasi
f. Label
g. Program semester laboratorium
h. Daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS
i. Laporan Bulanan
18. Buku Inventarisir
a. Buku inventarisir merupakan daftar yang memuat semua barang milik lab. IPA yang
dipakai dan ada hubungannya dengan kegiatan praktikum di dalam lab.
b. Inventarisir dilakukan minimal sekali/semester.
c. Format buku inventarisir adalah sebagai berikut:
19. Kartu Stok
a. Kartu stok merupakan catatan pergerakan transaksi keluar-masuk suatu barang yang
terdapat di dalam lab.
b. Kartu stok diletakkan bersamaan/berdekatan dengan alat/bahan yang bersangkutan.
c. Pencatatan di kartu stok dilakukan secara rutin dari hari ke hari.
d. Format kartu stok adalah sebagai berikut:
20. Kartu Peminjaman Alat/Bahan
a. Kartu peminjaman alat dan bahan berisi daftar alat/bahan yang diperlukan oleh suatu
kelompok atau oleh guru yang bersangkutan untuk melakukan sekali praktikum dan
ditujukan kepada laboran.
b. Pencatatan di kartu peminjaman alat dan bahan dilakukan setiap akan melakukan
praktikum.
c. Format kartu peminjaman alat/bahan adalah sebagai berikut:
21. Buku Catatan Harian Lab.
a. Buku catatan harian lab. merupakan buku yang berisi daftar kegiatan praktikum yang
dilakukan di dalam lab.
b. Pencatatan di buku catatan harian lab. dilakukan secara rutin dari hari ke hari.
c. Format buku catatan harian lab. adalah sebagai berikut:
22. Kartu Reparasi
a. Kartu reparasi merupakan kartu yang memuat informasi menganai perbaikan atau
reparasi suatu alat
b. Pencatatan di buku catatan harian lab. dilakukan oleh teknisi bila ada perbaikan
terhadap barang yang rusak dan dilaporkan kepada koordinator lab.
c. Format kartu reparasi adalah sebagai berikut:
23. Label
a. Label berisi informasi mengenai nama suatau alat/bahan beserta informasi-informasi
singkat lainnya yang dibutuhkan.
b. Label dicantumkan pada alat/bahan yang terdapat di ruang laboratorium.
c. Format label adalah sebagai berikut:
24. Program Semester Laboratorium
a. Program semester laboratorium berisi daftar praktikum yang akan dilakukan di dalam
laboratorium dalam kurun waktu satu semester.
b. Program semester laboratorium dibuat dalam ukuran minimal A2 dan ditempel di
dalam ruang laboratorium.
c. Format program semester laboratorium adalah sebagai berikut:
25. Daftar Alat dan Bahan Sesuai dengan LKS
a. Daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS berisi daftar alat yang dibutuhkan untuk
melakukan sekali praktikum dalam satu kelas dalam periode tahun ajaran tertentu.
b. Daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS dibuat paling lambat seminggu sebelum
hari pertama di tahun ajaran baru.
c. Fungsi dari daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS adalah untuk memastikan agar
alat dan bahan sudah tersedia jauh hari sebelum praktikum akan dilaksanakan. Fungsi
lainnya sebagai landasan untuk pengajuan pembelian alat dan bahan laboratorium.
d. Format daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS adalah sebagai berikut:
26. Laporan Bulanan
a. Laporan bulanan merupakan daftar yang memuat kegiatan apa saja yang dilakukan di
laboratorium setiap bulannya.
b. Laporan bulanan dibuat oleh koordinator lab. dan dilaporkan kepada wakamad
kurikulum, wakamad sarana dan prasarana serta kepada kepala madrasah.
c. Laporan bulanan dibuat minimal sebulan sekali.
d. Format laporan bulanan adalah sebagai berikut:
27. Aturan Pengkodean Alat dan Bahan
a. Aturan pengkodean alat dan bahan di dalam laboratorium IPA berdasarkan pada aturan
yang telah disepakati bersama dan telah tertuang di dalam SOP ini.
b. Bahasa yang diigunakan sebagai standar pengkodean adalah nama resmi bahan/alat
dalam Bahasa Indonesia dan bukan merupakan nama dagang atau nama internasional
c. Aturan penulisan kode alat berdasarkan contoh aturan di bawah ini:
Nama : Gelas kimia 250 Ml
Kode : KGK 1/250
Pengertian
K = Kimia (bidang studi)
GK = Gelas kimia (nama alat)
1 = No. urut (untuk membedakan spesifikasi)
251 = Volum alat (ciri khusus)
d. Untuk alat yang sama tapi berbeda spesifikasi misalnya catu daya 3 A 12 V dan catu
daya 5 A 12 V perbedaan kode hanya terjadi pada no. urut, contoh: catu daya 3 A
menjadi FCD 4/12 sedangkan kode untuk catu daya 5 A menjadi FCD 5/12.
e. Apabila nama alat terdiri dari satu kata maka untuk penyingkatan kode menggunakan
huruf pertama dan huruf keduanya. Contoh untuk alat fisika osiloskop maka bisa
diubah menjadi FOS.
f. Apabila nama alat terdiri dari dua kata atau lebih maka untuk penyingkatan kode
menggunakan huruf pertam,a pada kata pertama dan kata terakhir. Contoh untuk alat
biologi mikroslaid tulang kering maka bisa diubah dalam kode BMK.
g. Aturan penulisan alat berdasarkan contoh aturan di bawah ini:
Nama Sodium Hidroksida/Natrium Hidroksida 500 gram
Kode KNH 1/500 (spesifikasi_nomor urut/ciri khusus_massa bahan)
Pengertian
K Kimia (Bidang Studi)
NH Natrium Hidroksida (Nama Bahan)
h. Untuk jenis bahan yang sama tetapi beda dalam masalah spesifikasi misalnya untuk
500 mL etanol 70% dan 500 mL etanol 95% perbedaan kode hanya terjadi pada no.
urut, contoh: KET 7/500 untuk etanol 70% dan KET 8/500 untuk etanol yang 95%
i. Apabila nama bahan terdiri dari satu kata maka untuk penyingkatan kode
menggunakan huruf pertama dan huruf keduanya. Contoh untuk bahan kimia natrium
maka bisa diubah menjadi KNA.
j. Apabila nama bahan terdiri dari dua kata atau lebih maka untuk penyingkatan kode
menggunakan huruf pertam,a pada kata pertama dan kata terakhir. Contoh untuk bahan
kimia hidrogen klorida maka bisa diubah dalam kode KHK.
V. Tata Tertib Laboratorium IPA
28. Tata Tertib Guru
a. Merencanakan proses pembelajaran di dalam lab. yang berkualitas, terencana,
sistematik, aman dan menyenangkan.
b. Membimbing dan mengawasi proses belajar mengajar siswa yang berbasis
praktikum/demonstrasi di dalam lab. agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
c. Mengajukan daftar alat/bahan yang diperlukan dalam praktikum selambat-lambatnya
dua hari sebelum praktikum dilaksanakan.
d. Mencoba terlebih dahulu praktikum yang akan dilakukan oleh siswa.
e. Mempunyai pengetahuan dalam P3K, perawatan alat/bahan, keselamatan kerja dan
pengolahan limbah.
f. Mengetahui dan yakin jika siswa sudah memahami aturan keselamatan, tata tertib dan
prosedur praktikum.
g. Menjamin kebersihan dan penyimpanan alat/bahan yang telah dipakai dalam
praktikum.
h. Melaporkan pada laboran jika ada alat/bahan yang rusak, tumpah atau hilang.
i. Dilarang menyerahkan tugas membimbing dan mengawasi kegiatan praktikum kepada
pihak lain.
j. Dilarang membawa alat dan bahan ke luar lab. tanpa seizin laboran.
29. Tata Tertib Laboran
a. Datang setiap hari Senin-Jumat jam 07.00 sampai jam 14.00 dan Sabtu jam 07.00
sampai jam 11.300.
b. Dilarang membawa alat dan bahan ke luar lab. tanpa seizin koodinator lab.
c. Menyusun rencana strategis untuk melengkapi dan mengisi pokok-pokok administrasi
lab. yang telah digariskan.
30. Tata Tertib Siswa
a. Siswa dilarang masuk ke dalam ruang laboratorium tanpa seizin dari guru atau staf
laboratorium
b. Siswa wajib menggunakan jas lab ketika akan melakukan praktikum di dalam
laboratorium.
c. Dilarang membawa alat dan bahan ke luar laboratorium tanpa seizin laboran.
d. Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk yang ada di buku penuntun dan
dilarang menggunakan alat dan bahan diluar petunjuk kecuali dengan tujuan khusus
dan dengan pengawasan guru yang bersangkutan.
e. Siswa segera melapor kepada guru/laboran jika ada alat yang rusak atau bahan yang
tumpah.
f. Melapor kepada guru jika terjadi kecelakaan pada saat melakukan praktikum.
g. Siswa dilarang makan dan minum di dalam laboratorium.
h. Siswa dilarang membawa tas, dompet dan peralatan telekomunikasi ke dalam
laboratorium.
i. Siswa dilarang melakukan praktikum diluar pengawasan guru.
31. Sanksi Bagi Pelanggar Tata Tertib
a. Pihak yang melanggar tata tertib dibagi ke dalam tiga kriteria:
1) Pelanggaran ringan: melanggar tata tertib karena lupa/tidak disengaja. Seperti:
tidak memakai jas lab, membawa alat komunikasi ke dalam lab, dll.
2) Pelanggaran sedang: melanggar tata tertib dengan disengaja sehingga dap
atmenyebabkan kerusakan. Contoh: menumpahkan zat, masuk ke dalam lab. tanpa
izin, dll.
3) Pelanggaran berat: melanggar tata tertib dengan disengaja sehingga
dapat menyebabkan kerusakan dan kecelakaan. Contoh: melakukan praktikum di
luar prosedur, bermain-main dengan alat dan bahan praktikum, merusak alat
praktikum karena kecerobohan, dll.
b. Sanksi bagi pelanggar pemakaian lab. IPA dibagi ke dalam tiga kriteria:
1) Pelanggaran ringan: mendapat teguran.
2) Pelanggaran sedang: mendapat teguran dan dibebankan biaya penggantian
alat/bahan yang rusak.
3) Pelanggaran berat: mendapat teguran, dibebankan biaya penggantian alat/bahan
yang rusak dan pemanggilan orang tua.
VI. Aturan Kelangkapan Ruang Laboratorium IPA
32. Kelengkapan Ruang Laboratorium
a. Kelengkapan ruang laboratorium IPA yang wajib dimiliki:
1) Ruang persiapan
2) Gudang
3) Meja demonstrasi
4) Papan tulis
5) Meja siswa dan kursi
6) Bak cuci
7) Aliran listrik beserta lampu
8) Lemari asap/asam
9) Lemari bahan/alat
10) Exhaust fan
11) Komponen keselamatan
b. Kelengkapan ruang laboratorium harus diusahakan secepat mungkin dengan
peralatan yang kualitas dan jumlahnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
c. pabila ada perlengkapan yang rusak harus segera dilaporkan kepada wakamad sarana
dan prasarana untuk diteruskan kepada kepala madrasah.
VII. Aturan Pengadaan Barang/Jasa Lab. IPA
33. Aturan pengadaan Barang Lab
1. Pengadaan barang/jasa untuk lab. IPA berdasarkan pada prinsip prioritas yang telah
disepakati bersama antar pengurus dan dikomunikasikan kepada kepala madrasah.
2. Pengadaan alat dan bahan untuk keperluan pembelajaran di lab. IPA dilakukan setiap
satu semester sekali.
3. Pengadaan alat dan bahan untuk praktikum dilakukan oleh guru mata pelajaran
berdasarkan daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS yang telah dibuat untuk
selanjutnya diserahkan kepada koordinator lab. IPA.
4. Pengadaan komponen keselamatan dilakukan oleh laboran yang selanjutnya
diserahkan kepada koordinator lab. IPA.
5. Pengadaan terhadap perbaikan kondisi fisik laboratorium dilakukan oleh koordinator
lab. madrasah untuk selanjutnya diajukan ke wakamad sarana dan prasarana.
VIII. Pengelolaan Lab. IPA
34. Aturan Penyimpanan Alat dan Bahan
1. Lemari yang digunakkan untuk menyimpan alat merupakan lemari yang terbuat dari
kayu pejal dan tertutup.
2. Lemari yang digunakkan untuk menyimpan bahan merupakan lemari yang terbuat dari
kayu pejal dan terbuka.
3. Lemari yang bersifat khusus seperti lemari mikroskop dan lemari asap/asam disediakan
sesuai dengan standar yang berlaku.
4. Alat-alat di dalam lab. IPA disimpan berdasarkan jenis mata pelajarannya (kimia,
fisika dan biologi) lalu dikelompokkan lagi berdasarkan jenis bahan dasar pembuatnya,
seperti kelompok alat besi, kelompok alat gelas, kelompok alat porselain, dll.
5. Bahan-bahan di dalam lab. IPA dsimpan berdasarkan kelompok fase dan sifatnya,
seperti kelompok zat padat , kelompok larutan, kelompok asam, kelompok basa, dll.
6. Bahan/alat yang masa dan ukurannya lebih besar disimpan di bagian bawah lemari
berurut atas menuju bahan/alat yang masa dan ukurannya lebih kecil.
7. Setiap lemari harus dilengkapi kartu inventarisir dan label lemari tersebut.
35. Aturan Peminjaman Alat dan Bahan
1. Peminjaman alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran praktikum sesuai dengan
program semester laboratorium diajukan oleh guru kepada laboran paling lambat dua
hari sebelum praktikum dilakukan.
2. Peminjaman alat dan bahan untuk keperluan KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) atau tim
olimpiade madrasah dilakukan oleh guru pembimbing dan diajukan kepada laboran
paling lambat dua hari sebelum praktikum dilakukan.
3. Peminjaman alat dan bahan untuk keperluan lainnya seperti penelitian, dll. dilakukan
oleh peneliti dan diajukan kepada laboran untuk diketahui koordinator lab. IPA dan
kepala madrasah.
4. Peminjaman alat dan bahan harus mengisi format kartu peminjaman alat dan bahan.
36. Aturan Perawatan Alat dan Bahan
1) Fungsi alat/bahan harus dicek secara berkala minimal setiap satu semester sekali oleh
teknisi dan laboran.
2) Alat harus segera dibersihkan setelah digunakan.
3) Alat yang terbuat dari logam yang mudah berkarat seperti jangka sorong, mikrometer
skrup, dll. harus dilapisis oleh minyak agar tidak mudah berkarat.
4) Alat yang terbuat dari plastik harus dijauhkan dari sumber api.
5) Alat-alat listrik harus disimpan di tempat yang tidak terjangkau oleh air.
6) Alat yang terbuat dari magnet harus disimpan menggunakan kaki magnet dan diberi
pembatas penyimpanan antara magnet yang satu dengan magnet yang lain.
7) Mikroskop harus disimpan dalam lemari yang memiliki kadar kelembapan maksimal
70%.
8) Alat-alat digital disimpan dan dirawat sesuai dengan petunjuk yang tertera pada manual
alat.
9) Bahan sisa praktikum dilarang dikembalikan ke wadahnya lagi dan harus langsung
dibuang.
10) Alat/bahan yang rusak segera diserahkan kepada teknisi untuk ditindaklanjuti.
37. Aturan Pelaksanaan Pembelajaran Praktikum
1) Kegiatan pembelajaran praktikum yang dilakukan sesuai dengan program semester
laboratorium yang telah dibuat dan disepakati bersama.
2) Guru wajib berusaha untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran praktikum sesuai
dengan program semester laboratorium yang telah disepakati.
3) Penambahan kegiatan pembelajaran praktikum di luar program semester laboratorium
diizinkan apabila telah dikoordinasikan dengan laboran dan koordinator lab. IPA.
4) Pembatalan kegiatan pembelajaran laboratorium pada program semester laboratorium
diizinkan apabila terjadi pada kondisi darurat dan tidak memungkinkan serta telah
dikoordinasikan dengan koordinator lab. IPA.
38. Pengolahan Limbah
1) Zat-zat sisa praktikum dilarang untuk dibuang langsung ke saluran pembuangan.
2) Zat-zat sisa praktikum dikumpulkan, untuk selanjutnya diencerkan dan dinetralkan
(sampai pH 6-8). Setelah itu baru diperkenankan untuk dibuang ke saluran pembuangan
khusus lab. IPA.
3) Pengenceran dilakukan berdasarkan perbandingan 1:20 yang berarti setiap 1 mL zat
sisa praktikum yang dibuang harus diencerkan dengan 20 mL air bersih.
4) Penetralan terhadap limbah yang bersifat basa menggunakan larutan asam cuka.
5) Penetralan terhadap limbah yang bersifat asam menggunakan larutan deterjen/soda
kue.
IX. Keselamatan Kerja
39. Perlengkapan Keselamatan
a. Peralatan keselamatan yang harus dimiliki laboratorium IPA adalah sebagai berikut:
1) Carta tata tertib
2) Alat pemadam kebakaran
3) Kotak P3K
4) Kartu keselamatan
5) Kotak pengenalan alat
b. Carta tata tertib berisi peraturan yang tercantum untuk siswa sesuai dengan yang
termuat di SOP Poin 30 dan dicetak dalam kertas minimal ukuran A2 untuk
selanjutnya ditempel secara efektif di dalam ruang lab.
c. Alat pemadam kebakaran harus disimpan di tempat strategis dan minimal
berjenis dry powder.
d. Kotak P3K merupakan sebuah kotak yang berisi peralatan standar untuk kecelakaan.
Kotak P3K mininmal terdiri dari kapas, kasa, antiseptik, obat luka bakar, minyak kayu
putih, obat sakit kepala, obat maag, obat sakit perut, plaster luka dan pembalut wanita.
e. Kartu keselamatan merupakan kartu yang berisi informasi mengenai langkah kerja
yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan kerja.
f. Kotak pengenalan alat berisi sample alat-alat di lab. beserta informasi nama dan
kegunaannya yang disimpan dalam lemari gantung.
40. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
1. Guru harus menguasai komponen keselamatan dan langkah-langkah P3K.
2. Jika terjadi kecelakaan, guru harus bersikap tenang dan segera menyuruh siswa
keluar ruangan.
4. Pada kondisi darurat guru harus bisa menjaga keselamatan nyawa siswa-siswanya
dan dilarang mendahulukan keselamatan pribadi.
5. Siswa yang keracunan gas segera dibawa ke ruang terbuka untuk mendapatkan udara
segar.
6. Siswa yang terpercik bahan cair berbahaya segera dicuci air sebanyak mungkin.
7. Siswa yang pingsan bisa dibangunkan dengan menggunakan ammonium karbonat
dan jika diperlukan dapat diberi napas buatan.
8. Siswa yang sakit dilarang masuk ke dalam lab. IPA untuk mengikuti praktikum.
41. Sanksi Bagi Pelanggar Aturan Keselamatan Kerja
1. Kecelakaan yang dilakukan oleh kesalahan siswa karena tidak mengikuti prosedur
percobaan merupakan tanggung jawab pribadi.
2. Kecelakaan yang disebabkan kelalaian guru dalam mengawasi siswa ketika
praktikum menjadi tanggung jawab guru yang bersangkutan.
3. Kecelakaan yang disebabkan oleh fasilitas di dalam lab. yang buruk seperti selang
gas bocor dan peralatan keselamatan yang tidak lengkap menjadi tanggung jawab
madrasah.
Lambang keselamatan kerja laboratorium
45. Ketentuan Lainnya
1. Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam ruang praktikum dan sekitar area ruang
praktikum.
2. Dilarang merokok di dalam ruang praktikum.
Hal-hal yang belum diatur dan ditetapkan dalam SOP ini akan diatur dan ditentukan
kemudian jika dianggap perlu.
Tanggal Penetapan : Februari 2024
Tanggal Berlaku : Februari 2024
Status Revisi : -
Pengurus Laboratorium IPA MAN 2 Polewali Mandar
KEPALA LABORATORIUM IPA LABORAN MADRASAH
(ST. IDA ASTUTI, S. Pd.) (SRI MARYATI, S. Pd)
NIP. 198606122009122006
Mengetahui,
Kepala Madrasah
(BUNGAROSI A, S. Ag)
NIP. 197610122005012005