0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan21 halaman

Pemutusan Hubungan Kerja: Proses dan Dampak

Dokumen ini membahas tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan berbagai bentuknya, termasuk pensiun, pemberhentian, dan pemecatan. Terdapat juga penjelasan mengenai dampak PHK terhadap organisasi dan karyawan, termasuk biaya, reaksi emosional, dan peraturan yang harus dipatuhi. Selain itu, dokumen ini menyoroti pentingnya manajemen dalam menangani karyawan yang terkena PHK dan perlunya perencanaan sumber daya manusia yang baik.

Diunggah oleh

prasastispti05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan21 halaman

Pemutusan Hubungan Kerja: Proses dan Dampak

Dokumen ini membahas tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan berbagai bentuknya, termasuk pensiun, pemberhentian, dan pemecatan. Terdapat juga penjelasan mengenai dampak PHK terhadap organisasi dan karyawan, termasuk biaya, reaksi emosional, dan peraturan yang harus dipatuhi. Selain itu, dokumen ini menyoroti pentingnya manajemen dalam menangani karyawan yang terkena PHK dan perlunya perencanaan sumber daya manusia yang baik.

Diunggah oleh

prasastispti05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Separation

Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK)
Pemisahan karyawan dari
organisasi untuk
mengembalikannya ke dalam
lingkungan masyarakat
Penempatan di
Pensiun Pemberhentian Pemecatan
luar organisasi
(Retirement) (Lay Off) (Discharge)
(Out Placement)
Peluang memperoleh gagasan – gagasan baru yang konstruktif dari
karyawan baru lebih terbuka

Karyawan yang lebih bermutu dapat diperoleh

Memperendah balas jasa yang dibayarkan

Organisasi lebih mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan


organisasi akibat rasionalisasi tenaga kerja

Produktivitas organisasi dapat diperbaiki atau ditingkatkan karena tenaga


kerja lama yang bermutu dipertahankan dan yang tidak bermutu dihilangkan
Para tenaga kerja yang diputuskan hubungan kerjanya adalah
merupakan duta hidup organisasi di dalam masyarakat

Peraturan pemerintah dan sikap serikat buruh

Sikap tenaga kerja terhadap pemutusan hubungan kerja

Biaya yang timbul akibat penggantian tenaga kerja


Keterkejutan dan ketidakpercayaan

Kemarahan dan kemurkaan

Reaksi defensif seperti penolakan, permintaan mutasi, penekanan

Keputusasaan

Kesedihan yang reflektif

Perilaku yang positif


Biaya pengadaan tenaga kerja menyangkut waktu dan fasilitas – fasilitas untuk perekrutan, penyeleksian, penempatan, dan
pengorientasian

Biaya pelatihan dan pengembangan

Balas jasa karyawan lebih besar dibanding dengan apa yang dihasilkan

Tingkat kecelakaan dari karyawan baru sering lebih tinggi

Hilangnya produksi atau kegiatan – kegiatan produktif selama selang waktu

Peralatan produksi tidak digunakan sepenuhnya

Tingkat pemborosan dan sampah, meningkat jika karyawan baru terlibat

Upah lembur mungkin diakibatkan oleh jumlah pemutusan hubungan kerja yang berlebihan
PENSIUN WAJIB • pensiun yang terjadi karena
(Mandatory karyawan telah mencapai batas
Retirement) usia tertentu

PENSIUN
SUKARELA • pensiun yang terjadi atas
(Voluntari permintaan karyawan
Retirement)
Sederhana untuk dikelola
tanpa adanya komplikasi Menciptakan lowongan Memudahkan perencanaan
untuk membuktikan bahwa jabatan dimana karyawan sumber daya manusia
karyawan yang lanjut usia yang lebih muda dapat karena jadwal pensiun
tidak lagi memenuhi syarat maju dapat diketahui
pekerjaan

Menyediakan jalan keluar Merangsang para karyawan


yang lebih terhormat bagi untuk membuat rencana –
karyawan yang tidak lagi rencana pensiun sebelum
memenuhi syarat tercapai tanggal pensiun
Pensiun dengan
paksa akan Suatu umur pensiun
mengakibatkan yang tetap sering kali
organisasi kehilangan akan mengakibatkan
besar atas bakat yang pertentangan dan
sebenarnya ada para kebencian
karyawan

Karyawan yang
berorientasi jangka
Pensiun dengan umur pendek merugikan
tertentu akan organisasi sebab
menimbulkan sikap mereka kurang
orientasi jangka tertarik dan kurang
pendek mengikatkan diri
pada tantangan dan
masalah organisasi
Organisasi berpeluang besar untuk memanfaatkan energi dan kreativitas dan
produktivitas yang setinggi – tingginya
Jaminan kepastian kerja telah mendorong semangat kerja karyawan

Menciptakan karyawan dengan sikap yang berorientasi jangka panjang sehingga


karyawan cenderung untuk mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki
Menantang manajemen untuk menangani organisasi dengan lebih cermat dan
lebih baik
Mengurangi ketegangan pada sistem jaminan sosial
Manajemen harus menangani lebih keras para karyawan marginal diatas
umur 60 tahun

Biaya tunjangan kesehatan pada karyawan akan memuncak karena ada


karyawan yang lebih tua pada angkatan kerja

Organisasi dipaksa untuk menilai prestasi kerja karyawan dengan lebih


efektif

Lowongan jabatan cenderung lebih sedikit


Membebaskan dari pengkaryaaan terhadap
seorang karyawan yang memenuhi syarat
(Qualified) karena organisasi tidak lagi
memerlukan jasanya.
Pemberhentian sementara (temporary lay-off)
• Pemberhentian karena perusahaan sedang menyesuaikan
diri dengan perkembangan organisasi
Pemberhentian tetap (permanent lay-off)
• Pemberhentian karena karyawan perusahaan menutup
kegiatan operasionalnya atau pindah ke tempat lain yang
jauh
 Senioritas menjadi faktor penentu, jika karyawan yang lebih
senior dapat memenuhi syarat – syarat prestasi minimum
 Kemampuan merupakan faktor utama, tapi jika kemampuannya
sama maka senioritas akan menjadi faktor penentu
Jika :
1. Diberhentikan organisasi karyawan berhak mendapatkan
jaminan keuangan
2. Pemberhentian sebagai akibat pengunduran dari karyawan
(keluar), dipecat, mogok, menolak penempatan maka organisasi
tidak terbebani keuangannya
Jika:
Perusahaan terpaksa harus melakukan pengurangan karyawan
melalui pemberhentian (lay-off) secara besar–besaran biasanya
secara umum organisasi akan memanfaatkan situasi ini guna
melepaskan karyawan:
❑ yang memiliki prestasi lebih baik
❑ yang gajinya telah tumbuh sampai melampaui nilai yang dapat
diramalkan
❑ yang bukan tidak bermutu, akan tetapi tidak mempunyai
kemampuan nyata untuk berkembang di masa mendatang
Memberikan balas jasa pemutusan untuk membiayai pencarian pekerjaan

Menyediakan suatu tempat / kantor untuk sementara agar terjadi komunikasi


antar tenaga kerja yang diberhentikan guna mencari peluang baru

Menyediakan penyuluhan dan konsultasi yang akan mengarahkan pencarian


peluang pekerjaan baru
Pemutusan hubungan kerja secara paksa.

Jika :
• Seorang karyawan dipecat, serikat buruh merasa pemutusan
hubungan kerja dengan paksa ini tidak adil, sebagian keluhan
akan melibatkan campur tangan pihak ke tiga misalnya badan
peradilan, keputusan badan peradilan dapat membatalkan atau
menyetujui keputusan perusahaan untuk memecat karyawan
 Keinginan pihak ketiga (badan peradilan) untuk memberi
kesempatan ke dua kepada karyawan yang mengajukan keluhan,
karena pelanggaran yang dilakukan jarang, serta terbukti memiliki
catatan pekerjaan yang memuaskan
 Ketidakkonsistenan perusahaan dalam melaksanakan peraturan
 Penetapan hukuman berupa pemecatan tersebut dipandang terlalu
kejam dari segi kebiasaan organisasi secara umum

 Alasan lain :
✓ Kesalahan prosedur oleh organisasi didalam pemrosesan
✓ Keikutsertaan manajemen
✓ Penerapan yang berlaku surut atas suatu peraturan baru
Karyawan yang bersangkutan dianggap tidak memuaskan dipandang dari segi prestasi, sikap

Melakukan pencurian

Memalsukan formulir lamaran

Kepemilikan narkotika

Perusakan harta organisasi dengan sengaja

Putusan pengadilan
Thank you!

Anda mungkin juga menyukai