Modul Ajar PAI Kelas 7: Al-Asma' Al-Husna
Modul Ajar PAI Kelas 7: Al-Asma' Al-Husna
OLEH : SISKA
RAMAYANTI,[Link]
NIP : 19880808202012011
IDENTITAS MODUL
Penyusun SISKA RAMAYANTI,[Link]
Instansi SMP N 3 KINALI
Jumlah JP 3 Pertemuan (3 x 40 menit)
Jumlah Siswa 30/31 Orang Siswa
(Disarankan)
Peserta didik mampu membaca al-Qur’an
Kompetensi Awal
Mengenal al-asma al-husna
Profil Pelajar
Pancasila Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, dan Bernalar Kritis
Sarana Dan
LCD Projector, Speaker aktif, Note book, CD Pembelajaran interaktif, HP,
Prasanana
kamera, kertas karton, spidol atau media.
AKIDAH
Peserta didik mendalami enam rukun Iman serta mampu membuat karya
Target Pelajar konseptual maupun seni tentang rukun iman sehingga menumbuhkan
karakter positif sehingga tertanam dorongan untuk beramal baik dan
menjauhi amal yang buruk.
a. Penyingkapan
Motode
b. Diskusi
Pembelajaran
c. Proyek
KOMPONEN INTI
Pertemuan 1
a. Melalui pembelajaran discovery, Peserta didik dapat memahami sifat
dan makna nama Allah yang berkaitan dengan al-Asma’ al-Husna
al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Basir.
Pertemuan 2
Pertemuan ke 3
c. Melalui pembelajaran berbasis produk, Peserta didik dapat membuat
poster mengenai sikap beriman kepada Allah melalui al-Asma’ al-
Husna
Pertemuan ke 1
Indikator Tujuan
Peserta didik dapat memahami sifat dan makna nama Allah yang
Pembelajaran
berkaitan dengan al-Asma’ al-Husna al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-
Basir.
Pertemuan ke 2
Peserta didik dapat menemukan cara menampilkan perilaku percaya diri,
tekun, teliti, menjadi pendengar yang baik dan visioner.
Pertemuan ke 3
Peserta didik dapat membuat poster mengenai sikap beriman kepada Allah
melalui al-Asma’ al-Husna.
Allah Swt memiliki nama-nama indah seperti al-‘Alim, al- Khabir, al-
Sami’, dan al-Basyir
Pemahaman
Setiap muslim berupaya untuk berperilaku pada kebaikan sesuai dengan
Bermakna
nilai al-asma al-husna
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1 MENGGUNAKAN METODE PENYINGKAPAN
1. Guru membuka salam dan meminta peserta didik untuk berdoa.
2. Guru memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk
peserta didik.
3. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang
Pendahuluan
terkait dengan materi pelajaran, melakukan apersepsi.
4. Guru menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan
kegiatan yang akan [Link] lingkup dan teknik penilaian.
Kegiatan Inti
1. Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai kelompoknya
masing-masing.
2. Menyajikan stimulus dengan berupa bahan kajian awal
3. Mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan materi sifat
dan makna nama Allah Swt. yang berkaitan dengan al-Asma’ al-
Husna al-‘Alim, al- Khabir, al-Sami’, dan al-Basyir.
4. Mencari dan mengumpulkan data tentang materi yang dikaji yaitu
al-Asma’ al-Husna al-‘Alim, al- Khabir, al-Sami’, dan al-Basyir.
5. Mendiskusikan temuan hasil pencarian
6. Membandingkan hasil diskusi antar kelompok terhadap temuan
7. Menyimpulkan hasil diskusi dan kajian
1. Guru dan peserta didik melakukan refleksi terkait seluruh proses belajar
yang sudah dilaksnakan.
2. Guru mengingatkan untuk mengulangi pelajaran di rumah dan
Penutup mempersiapkan pelajaran untuk minggu depan tentang membuat poster
mengenai sikap beriman kepada Allah Swt melalui al-asma al-husna.
3. Guru dan peserta didik bersama-sama mengucapkan hamdalah dan
pengakuan terhadap kekurangan dengan menyebutkan Wallahu A’lam bi
al-shawab
ASESMEN / PENILAIAN
Instrumen
No Aspek yang dinilai Bentuk Penilaian Waktu Penilaian
Penilaian
Observasi/jurnal Format pengamatan Selama proses
1 Sikap
sikap (jurnal) pembelajaran
Observasi/jurnal Pengamatan siswa Selama proses
2 Pengetahuan (asessment saat berdiskusi pembelajaran
formatif)
Tes Tertulis Soal tes Setelah seleksi KBM
(Asessment
sumatif)
Unjuk portofolio Format Pengamatan Pada saat presentasi
Laporan tertulis portofolio Format Pengumpulan Tugas
3 Keterampilan
Penilaian Laporan
tertulis
RUBRIK PENILAIAN
SIKAP
Aspek Yang Dinilai
Skor
No Nama Siswa Menghargai Cermat Tertib Predikat
Akhir
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Asesmen Diagnostik
Kelompok` : ………………….
Nama Anggota : …………………..
No Aspek Skor
(0-10)
1 Kerjasama Kelompok
2 Kejelasan Pernyataan Masalah
3 Kelengkapan pengumpulan informasi
4 Kejelasan pernyataan temuan
Jumlah
Skor Maksimum 40
Petunjuk penskoran:
Nilai= (skor perolehan/ skor maksimum)x100
Keterangan:
0-10 : Kurang Baik
11-20 : Sedang
21-30 : Baik
31-40 : Sangat Baik
No Aspek Skor
(0-10)
1 Kejelasan dalam sajian
2 Tampilan bahan presentasi
3 Ketepatan presentasi sesuai
dengan temuan diskusi
4 Kejelasan menjawab pertanyaan
Jumlah
Skor Maksimum 40
Petunjuk penskoran:
Nilai= (skor perolehan/ skor maksimum)x100
Keterangan:
0-10 : Kurang Baik
11-20 : Sedang
21-30 : Baik
31-40 : Sangat Baik
Asesmen Sumatif
a. Pengetahuan: test tertulis, essay
Soal:
Keterampilan: produk
Membuat poster yang kreatif, menarik, dan unik yang berisi tentang yang
berhubungan dengan sikap orang beriman kepada Allah Swt. dalam kehidupan
sehari-hari yang berkaitan dengan al-’Ali>m, al-Khabi>r, al-Sami>’, dan al-
Bas{i>r (diutamakan menggunakan [Link]). atau sebagai contoh dapat
dilihat pula pada Buku Guru Kelas 7 SMP Bab 2
Rubrik Penilaian
Nama Kelompok:
Anggota :
Kelas :
Nama Produk :
SKOR (1-5)
No ASPEK
1 2 3 4 5
1 Perencanaan
a. Persiapan
b. Jenis Produk
2 Tahapan Proses Pembuatan
a. Persiapan Alat dan Bahan
b. Teknik Pengolahan
c. Kerjasama Kelompok
3 Tahap Akhir
a. Bentuk Penayangan
b. Kreatifitas
c. Inovasi
Total Skor
Tabel 2.4
Rubrik Penilaian Poster pada Bab 2
Keterangan penilaian:
Perencanaan:
1 = sangat tidak baik, tidak ada musyawarah dan penentuan produk sesuai
topik
2 = tidak baik, ada musyawarah dan tapi tidak ada penentuan produk sesuai
topik
3 = cukup baik, ada musyawarah tapi tidak diikuti semua anggota
kelompok dan ada penentuan produk tapi tidak sesuai topik
4 = baik, ada musyawarah tapi tidak diikuti semua anggota kelompok dan ada
penentuan produk sesuai topik
5 = sangat baik, ada musyawarah diikuti semua anggota kelompok dan ada
penentuan produk sesuai topik
Tahapan Proses Pembuatan
1 = sangat tidak baik, tidak ada alat dan bahan, tidak mampu menguasai
teknik pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok
2 = tidak baik, ada alat dan bahan dan tidak mampu menguasai teknik
pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok
3 = cukup baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan tidak ada kerjasama kelompok
4 = baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan dan
ada kerjasama beberapa anggota kelompok
5 = sangat baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan ada kerjasama kelompok
Tahap akhir
1 = sangat tidak baik, tidak ada produk
2 = tidak baik, ada produk tapibelum selesai
3 = cukup baik, ada produk bentuk penayangan proporsional sesuai topik tapi
belum ada inovasi dan kreativitas
4 = baik, ada produk bentuk penayangan proporsional sesuai topik ada
kreativitas tapi belum ada inovasi.
5 = sangat baik, ada produk bentuk penayangan proporsional sesuai topik ada
kreativitas dan inovasi
Petunjuk Penskoran :
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Skor perolehan
x 100=…
Skor tertinggi
Mempubliksikan poster di lini masa media sosial yang dimiliki peserta didik
PENGAYAAN DAN REMEDIAL
a. Pengayaan: Pengayaan diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat
mengembangkan potensinya secara optimal.
Materi pengayaan:
Untuk mengasah kemampuanmu, lakukan wawancara terhadap ustadz atau kyai terkait
hukum menyontek. Hasil wawancara ditulis pada kertas yang disediakan guru kemudian
berikan pada Bapak/Ibu guru untuk dinilai.
b. Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami
materi atau pembelajaran mengulang, terutama pada kamampuan memahami al-asma al-husna
(al-‘Alim, al- Khabir, al-Sami’, dan al-Basyir)
LKPD
Meneladani Nama dan Sifat Allah untuk Kebaikan Hidup
Nama : …………………………….
Kelas : …………………………….
LK PD 1 (Pembelajaran Penyingkapan)
a. Lakukan identifikasi permasalahan yang relevan dengan materi sifat dan makna
nama Allah Swt. yang berkaitan dengan al-Asma’ al-Husna al-‘Alim, al- Khabir,
al-Sami’, dan al-Basyir dengan teman sekelompok!
b. Cari dan kumpulkan data tentang materi yang dikaji yaitu al-Asma’ al-Husna>
al-‘Alim, al- Khabir, al-Sami’, dan al-Basyir.
a. Teman dengan satu kelompok, buat poster mengenai sikap beriman kepada
Allah Swt melalui al-asma al-husna.
Refleksi Sikap
BAHAN BACAAN
Materi
1. Nama-Nama Indah bagi Allah Swt.
Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah. Hal ini dapat diperhatikan pada
salah satu ayat-Nya.
Dan Allah memiliki Al-Asmā’ al-Husnā (nama-nama yang terbaik), maka
bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya al-Asmā’ al-Husnā itu dan
tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka
kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (Q.S.
al-A’rāf/7: 180)
Al-Asmā’ al-Husnā dibentuk dari kata al-Asma’ (bentuk jamak) dari kata
al-ism, memiliki arti “nama” dan al-Husna’ berarti “yang terbaik atau indah”.
Dalam hal ini, al-Asmā’ al-Husnā dapat diartikan sebagai nama-nama-Nya yang baik
dan indah.
Nama-nama tersebut menjadi salah satu bukti keagungan Allah Swt.
Pengetahuan tentang sifat-Nya dan Al-Asmā’ al-Husnā terdapat pada al- Qur’an dan
sunah. Dua hal ini merupakan kesempurnaan mutlak sifatsifat Allah Swt. dari segala
kekurangan. Dengan memahaminya, keimanan seseorang dapat meningkat. Derajat
keimanan seseorang dapat ditentukan oleh pengetahuan tentang tuhannya.
Di antara pendapat para ulama yang paling populer adalah bahwa jumlah al-
Asmā’ al-Husnā adalah 99 buah. Pada salah satu hadis disebutkan bahwa,
“Sesungguhnya Allah Swt. mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang
satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (H.R. al-
Bukhari).
Maksud hadis di atas memberikan dorongan kepada kita untuk tidak sekadar
menghafalkannya. Apabila kalian dapat menghafal, tentu bagus.
Akan tetapi, yang paling penting adalah memahami, merenungkan, dan dapat
menerapkan nilai-nilai agung yang ada pada al-Asmā’ al-Husnā untuk kebaikan
dalam menjalani kehidupan. Kita dituntut pula untuk menghindari perilaku yang
bertentangan dengan al-Asmā’ al-Husnā.
2. Mengenal Allah Swt melalui beberapa lafal al-Asmā’ al-Husnā
Pada bab ini akan dipelajari beberapa al-Asmā’ al-Husnā , yaitu al-’Alīm, al-
Khabīr, al-Samī’, dan al-Baṣīr. Setelah mempelajari keempat al-Asmā’ al-Husnā ini,
kalian diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
a. Al-’Alīm
Kata al-’Alīm terambil dari kata al-‘ilm, memiliki makna sesuatu yang terjangkau
sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pengertian ini mengarah pada sesuatu yang
jelas dan tidak menimbulkan keraguan. Al-’Alīm dalam hal ini dapat diartikan
pengetahuan Allah Swt sangat jelas juga mengungkap
hal-hal yang kecil.
Allah Swt. mengetahui segala sesuatu yang telah dan akan terjadi.
Semuanya tidak luput dari pengetahuan-Nya. Semua kejadian dalam setiap
jalinan waktu berada dalam [Link] seorangpun yang dapat
bersembunyi.
Pengetahuan-Nya tiada batas. Pengetahuan-Nya terhadap seluruh alam
semesta melampaui kemampuan otak manusia. Dengan pengetahuan seperti
ini, Allah Swt dapat memberikan ilmu kepada hamba yang dicintai oleh-Nya.
Mereka adalah orang yang taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya. Kita memohon kepada-Nya agar diberikan pengetahuan
melalui kemurahan-Nya.
Karakteristik pengetahuan Allah Swt. dapat dipahami pada Al-Qur’an seperti
pada ayat berikut.
Pada ayat di atas, terdapat sebuah kata yang menjelaskan bahwa ilmu
Tuhanku meliputi segala sesuatu. Pengetahuan-Nya tidak ada batas. Masih
dalam surah yang sama, dinyatakan pula hal berikut.
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang
mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada
sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji
pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering,
yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh al- Mahfuzh). (Q.S. al-An’ām/6:
59)
b. Al-Khabīr
Al-Khabīr artinya Maha Memberitahu. Al-Qur’an sebagai kalam Allah Swt
memberikan informasi kisah dan perisiwa orang-orang terdahulu. Melalui
Al-Qur’an pula, dapat diketahui bahwa peristiwa kiamat dan kehidupan
akhirat diberikan gambaran informasi oleh-Nya. Masih banyak lagi halhal
yang telah diinformasikan oleh-Nya baik yang tampak maupun tidak
tampak. Hal ini sudah pasti kebenarannya. Hal itu tercantum dalam Q.S.
al-Mulk/67: 14.
Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan
Dia Maha Halus, Maha Mengetahui (Q.S. al-Mulk/67: 14).
Perilaku yang mencerminkan pengakuan bahwa Allah Swt. Maha
Memberitahu adalah dengan ikhlas berbagi ilmu pengetahuan yang dimiliki
kepada orang lain. Selain itu, dengan menumbuhkan sikap murāqabah yaitu
perasaan senantiasa diawasi Allah Swt. Hal itu akan menumbuhkan mawas
diri dan pertimbangan atas segala langkah yang ditempuh dalam gerakgeriknya.
Terlebih lagi di era sekarang ilmu pengetahuan dapat disampaikan dengan
berbagai cara. Informasi itu dapat disampaikan baik secara langsung maupun
melalui berbagai media, seperti koran, majalah, televisi, situs jejaring sosial,
blog, dan website. Kalian juga dapat berbagi informasi pengetahuan melalui
majalah dinding di sekolahmu sebagai wujud meneladan al-Asmā’ al-Husnā,
al-Khabīr. Nah, sangat mudah bukan? Namun, tetap harus memperhatikan
ketelitian kebenaran informasi ya.
Perolehan informasi memerlukan ketelitian. Setiap informasi
mengandung benar atau salah. Untuk informasi yang benar, kita bisa meneliti
baik isi maupun sumbernya. Begitu pula, pada informasi yang diragukan
kebenarannya, kehati-hatian dalam menyebarkannya menjadi keniscayaan.
c. Al-Samī’
Al-Samī’ memiliki arti bahwa Allah Swt. Maha Mendengar. Suara apapun di
alam semesta ini dapat terdengar oleh-Nya. Tidak ada satu suarapun yang
tidak luput dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu pelan. Hal ini dapat
diperhatikan pada Q.S. al-Baqarah/2: 137:
“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani,
sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling,
sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah
mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-
Nya). Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui (Q.S. al-Baqarah/2: 137).
Perilaku yang mencerminkan bahwa Allah Swt. Maha Mendengar
antara lain mau mendengarkan pembicaraan orang lain. Apalagi, orang yang
berbicara adalah orang tua atau guru. Terkadang kita tidak senang terhadap
yang disampaikan orang lain. Meskipun demikian, kita dapat menyampaikan
dengan bahasa dan sikap santun kepadanya.
d. Al-Baṣīr
Al-Baṣīr memiliki makna bahwa Allah Swt. Maha Melihat segala sesuatu.
Penglihatan-Nya menjangkau segala sesuatu, bahkan yang lembut dan kecil
sekalipun. Langit dan bumi dan seluruh alam semesta tidak luput dari
penglihatan-Nya Allah Swt. Hal ini dapat dipahami melalui firman-Nya berikut
ini:
“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad)
pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Q.S.
al-Isra’/17:1
3. Mewujudkan Kebaikan Hidup Sesuai dengan Nama dan Sifat Allah
Al-Asmā’ al-Husnā dijadikan sarana untuk berzikir juga pengantar doa
kepada-Nya. Orang yang mengucapkannya akan mendapatkan kebaikan
dalam kehidupannya. Bahkan, menghafal al-Asmā’ al-Husnā mempunyai
keutamaan sendiri. Abu̅ Hurairah ra. Pernah berkata, “Sesungguhnya Allah
Swt. Memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kecuali satu, siapa
pun yang bisa menghafal nama-nama tersebut, maka ia akan masuk surga.
(H.R. al-Bukhari)
Seorang muslim harus memahami al-Asmā’ al-Husnā karena dibalik
nama tersebut ada keutamaan-keutamaan yang bermanfaat agar diri menjadi
lebih baik. Pemahaman tersebut diharapkan menumbuhkan nilai-nilai yang
dapat diwujudkan pada perilaku sehari-hari. “Tangan di atas lebih baik dari
pada tangan di bawah”.
4. Perilaku yang mencerminkan al-Asmā’ al-Husnā al-‘Alīm, al- Khabīr, al-
Samī’, dan al-Baṣīr
Pemahaman mengenai al-Asmā’ al-Husnā di atas hendaknya dijadikan
landasan dalam menjalani kehidupan. Sifat-sifat Allah Swt yang
dicerminkan pada al-’Alīm, al-Khabīr, al-Samī’, dan al-Baṣīr hendaknya
dijadikan pendorong untuk melakukan kebaikan dalam kehidupan. Sebagai
cerminan dari pemahanan ini, kalian dapat mewujudkan perilaku yang baik
antara lain:
a. Mewujudkan percaya diri atas ilmu yang diberikan oleh Allah Swt. untuk
menjelaskan kebenaran.
b. Tekun dalam belajar dan pada sesuatu yang dianggap baik oleh agama.
c. Berperilaku jujur dalam perkataan dan perbuatan dalam sehari-hari.
d. Teliti dalam belajar, mengerjakan soal, dan dalam menjalani aktivita
sehari-hari.
e. Senantiasa mendengarkan perintah dan nasehat Bapak/ Ibu Guru.
f. Menjadi pendengar yang baik.
g. Memiliki pandangan ke depan (visioner) sehingga mampu secara bertahap
mewujudkan cita-cita yang dikehendaki.
GLOSARIUM
a. Al-Asma al-Husna
b. Alim, al- Khabir, al-Sami’, dan al-Basyir.
c. Kebaikan dalam kehidupan
DAFTAR PUSTAKA
a. LPMQ. 2019. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta:
Kementerian Agama RI
b. Rudi Ahmad Suryadi dan Sumiyati. 2020. PAI dan Budi Pekerti
Kelas 7. Kemdikbud RI
c. Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an. 2020. Qur’an Kemenag.
Jakarta: Kementerian Agama RI, dalam
[Link]
d. Dedi Wahyudi. 2017. Pengantar Akidah Akhlak dan Pembelajarannya.
Yogyakarta: Lintang Rasi Aksara Books
e. Abu Zaid Al-‘Ajami. 2012. Akidah Islam Menurut Empat Mazhab.
Jakarta: Pustaka al-Kautsar