A.
Pendahuluan
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu
dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.
Proyek ini dilakukan untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar pancasila.
projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya untuk mendorong
tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui
pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5, pendidik diharapkan dapat
menemani proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan
membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar
Pancasila, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
“mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter, sekaligus kesempatan untuk
belajar dari lingkungan sekitarnya. Dimensi profil pelajar Pancasila menunjukkan bahwa profil
pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku
sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.
B. Latar Belakang P5 Kurikulum Merdeka
Penerapan P5 dalam kurikulum merdeka dilatarbelakangi oleh keresahan para pendidik dan
praktisi pendidikan seluruh dunia beberapa dekade terakhir. Mereka menyadari bahwa hal-
hal di luar kelas dapat membantu peserta didik memahami bahwa pembelajaran memiliki
hubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Jauh sebelum itu, Ki Hajar Dewantara pernah menyampaikan wejangan terkait hal ini. Dirinya
mengatakan anak-anak perlu didekatkan dengan kehidupan rakyat.
C. Visi dan Misi proyek profil penguatan pelajar Pancasila
visi
Pada sekolah SMP Bina Mulia dalam melaksanakan kegiatan P5 sangat berkaiatan dengan visi
yang terdapat dalam visi sekolah yakni memebentuk peserta didik yang berahlak
mulia,disiplin,cerdas,berkarakter dan berwawasan IPTEK.
Misi
Misi merupakan suatu yang harus dilksanakan agar visi yang telah ditentukan bisa berjalan
dengan baik. Dalam hal ini kegitan P5 yang akan dilksanakan disekolah SMP Bina Mulia
merupakan kegiatan yang akan membentuk peserta didik memiliki sikap sesaui dengan visi
dan misi sekolah.
[Link] Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Proyek penguatan prpofil penguatan pelajar pancasila merupakan pembelajaran lintas
disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan
sekitar. Proyek ini dilakukan untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar
pancasila. Dalam penerapan P5 kurikulum merdeka, terdapat empat prinsip penting. Di
antaranya, holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif.
1. Holistik
Holistik bermakna memandang sesuatu secara ituh dan menyeluruh. Dalam perancangan P5,
kerangka berpikir holistik ini mendorong pelajar untuk menelaah sebuah teks secara utuh
untuk memahami suatu isu secara mendalam.
2. Kontekstual
Prinsip kontekstual artinya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengalaman dan pemecahan masalah secara langsung,
diharapkan peserta didik bisa mendapatkan pelajaran bermakna untuk meningkatkan
kemampuannya.
3. Berpusat pada Peserta Didik
Prinsip yang satu ini menjadikan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang aktif untuk
mengelola proses belajarnya secara mandiri. Peserta didik juga berkesempatan memilih dan
mengusulkan topik sesuai minatnya, sementara pengajar menjadi fasilitator.
4. Eksploratif
Eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang bagi pengembangan diri dan
inkuiri. Pelaksanaan proyek ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi
peserta didikan, alokasi waktu, dan penyesuaian.
Pada ahirnya kegitan projek penguatan propil Pancasila atau p5 dapat memberikan
implementasi posistif bagi para pelajar Indonesia dalam mengembangkan potensi diri serta
berperilaku sesuai dengen nilai nilai Pancasila demi membangun Indonesia yang lebih maju
dan gemilang
E. Landasan hukum P5
Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, P5 ini adalah kegiatan kokurikuler berbasis
proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi. Juga sebagai upaya
mewujudkan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan
Standar Kompetensi Lulusan.
Penerapan P5 ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan
satuan pendidikan. Artinya, para pelajar diajak untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.
Dengan kata lain, pelajar diberi kesempatan untuk 'mengalami pengetahuan'. Sebagaimana
ditegaskan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa anak-anak mesti didekatkan hidupnya kepada
kehidupan rakyat agar mereka tidak hanya memiliki pengetahuan saja, tapi bisa
mengalaminya sendiri.
Dalam kegiatan proyek ini, peserta didik berkesempatan mempelajari tema-tema atau isu
penting sekitar. Beberapa contohnya seperti isu perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan
mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi.
Hal tersebut diimplementasikan agar peserta didik dapat melakukan aksi nyata dalam
menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Sederhananya,
P5 dijadikan sebagai sarana belajar yang mendorong peserta didik berperilaku kompeten,
berkarakter, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
F .Dimensi p5
Adapun profil pelajar pancasila yang hendak diwujudkan yaitu beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong,
mandiri, bernalar kritis, serta kreatif.
Dimensi-dimensi itu menunjukkan bahwa profil pelajar pancasila tidak hanya fokus pada
kemampuan kognitif saja. Tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa
Indonesia dan warga dunia
[Link] kegiatan P5
Dapat dikatakan pula bahwa, P5 Kurikulum Merdeka adalah sistem pembelajaran yang
bertujuan untuk mengamati dan menyelesaikan permasalahan di sekitar melalui lima aspek
utama, yaitu: potensi diri, pemberdayaan diri, peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran
sosial.
G. Deskripsi kegiatan
Dalam deskripsi kegiatan yang akan dilaksakan disekolah SMP Bina Mulia Tema proyek
penguatan profil pelajar pancasila ( P5 )memilih 3 tema
Dalam hal ini sekolah SMP Bina Mulia akan melaksanakan kegitatan p5 dengan 3 tema
yakni
1. Bangunlah Jiwa dan Raganya
[Link] demokrasi
[Link]
1. Bangunlah Jiwa dan Raganya
Peserta didik membangun kesadaran dan keterampilan memelihara kesehatan fisik dan
mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya. Peserta didik melakukan penelitian dan
mendiskusikan masalah-masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing), perundungan
(bullying), serta berupaya mencari jalan keluarnya. Proyek P5 dengan tema Bangunlah Jiwa
dan Raganya
Proyek “Budayakan Bertutur dan Berprilaku Santun” yang mengangkat tema “Bangunlah
Jiwa dan Raganya menciptakan kesempatan belajar Peserta didik untuk membentuk diri
sesuai Profil Pelajar Pancasila. Bertujuan untuk melatih kesehatan fisik dan mental secara
berkelanjutan, proyek dengan metode pembelajaran yang aktif dan berpusat pada Peserta
didik ini diharapkan menjadi perangkat yang menawarkan titik temu kolaborasi dan
mengidentifikasi pihak terkait untuk penyelesaian permasalahan perundungan dunia maya di
sekitar mereka. Melalui proyek ini, Peserta didik pada akhirnya diharapkan telah
mengembangkan secara spesifik tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berahlak mulia, gotong royong dan kreatif.
2. Suara Demokrasi
Peserta didik menggunakan kemampuan berpikir sistem, menjelaskan keterkaitan antara
peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila. Melalui pembelajaran ini peserta
didik merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi .
Tahun ini SMP Bina Mulia akan mengadakan kegiatan pemilihan ketua osis dan wakil ketua
[Link] pada kegiatan ini sangatlah nyata diindikasikan dengan antusiasme para siswa
untuk mendaftarkan diri menjadi kandidat calon ketua dan wakil ketua osis.
Untuk menjadi calon Ketua atau Wakil Ketua OSIS para kandidat harus memenuhi
beberapa persyaratan yang tidak mudah, diantaranya para kandidat harus memiliki visi dan
misi yang bisa mempengaruhi para siswa untuk memilihnya. Para kandidat juga diberikan
kesempatan berkampanye guna mengumpulkan suara pemilih dari para siswa maupun
Bapak/ Ibu guru baik secara langsung.
Penerapan tema Suara Demokrasi di lingkungan sekolah. Tujuan umum Proyek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara Demokrasi ini adalah agar para siswa mampu
mengimplementasikan sistem demokrasi pada satuan pendidikan, membentuk kaderisasi
kepemimpinan yang demokratis guna menampung aspirasi siswa SMP Negeri 3 Krian, dan
secara khusus melatih siswa untuk berorganisasi serta menyalurkan minat bakat siswa dalam
berorganisasi.
3. Kewirausahaan
Pada kegiatan tema kewiraushaan sekolah SMP Bina Mulia akan melaksanakan kegiatan
market day,dalam hal ini para siswa belajar untuk mengembangkan potensi yang mereka
[Link] ini akan menyajikan berbagai jenis dan bentuk produk yang akan dipasarkan
atau, diperjual belikan sehingga Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi potensi
ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta
kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan.
H. Jadwal kegiatan pelaksanaan kegiatan p5
Dalam kegiatan p5 sekolah SMP Bina Mulia mengambil 3 tema yakni
1 .Bangunlah jiwa raga
Pada tema bangunlah jiwa raga smp Bina mulia akan melaksankan kegiatan tentang anti
perundungan yang akan dilaksanakan pada bulan november 2024
2. Suara demokrasi
Pada tema suara demokrasi SMP B ina Mulia akan meaksanakn kegiatan tentang pemilihan
ketua osisi dan wakil ketua osis yang akan dilaksankan pada bulan februari 2025
3. Kewirausahaan
Pada tema kewirausahaan sekolah SMP Bina Mulia akan melakasankan kegiatan market day
pada bulan juni 2025
Adapun para Penaggung jawab atau kordinator pada kegiatan P5 pada setia tema terdiri dari
dewan guru yakni
[Link] Kartika Nur, [Link]( Bangunlah jiwa raga)
2. Ade Kumalasari ,S. Pd( Suara Demokrasi )
3. Mariyah Ulfah, [Link].I ( Kewirausahaan)
PENUTUP
Proyek penguatan profil pelajar Pancasila atau P5 merupakan implementasi Kurikulum
Merdeka yang bertujuan untuk membentuk
profil pelajar Pancasila melalui pendidikan kreatif, kritis, komunikatif, kolaboratif, dan
karakter. Namun, pelaksanaan program ini dihadapkan pada faktor-faktor penghambat yang
perlu diatasi agar dapat berjalan dengan efektif. Faktor penghambat tersebut meliputi
kesiapan sumber daya, pemahaman dan kesiapan guru, serta keterbatasan waktu dan ruang.
Untuk mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut, diperlukan upaya yang terintegrasi.
Peningkatan investasi pendidikan menjadi langkah penting dalam memperbaiki kesiapan
sumber daya, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Pelatihan dan
pengembangan guru juga perlu diperkuat agar mereka memiliki pemahaman yang mendalam
tentang Kurikulum Merdeka dan mampu mengimplementasikannya dengan baik. Dalam
keseluruhan, penting untuk mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut agar Program P5
dapat berjalan dengan optimal dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian,
Program P5 dapat menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan yang holistik,
relevan, dan mendorong pembentukan profil pelajar Pancasila yang kuat.
Mengetahui
Kepala sekolah Kordinator P5
Heroni, [Link]. MM Mariyah Ulfah, S. Th.I