TOPIK 5 Design Thinking
Fase Prototyping
dan Testing
Mengembangkan dan Menguji Coba Rancangan Pembelajaran
Introduce
Siti Gautami Indriana Putri
This is Our Team
Fida Nur Siti Hajar
Prototyping
Mengapa pembuatan prototipe begitu penting?
Bukankah membuat prototipe adalah
kerepotan tersendiri? Mengapa tidak langsung
membangun produknya saja?
What is
prototype?
Prototipe adalah model sederhana dari sebuah
solusi. Prototipe dipergunakan untuk
menguji/validasi ide, asumsi, dan aspek-aspek
lain dari sebuah konsep dengan cepat serta
murah, sehingga perancang dapat melakukan
perbaikan lebih awal atau mengubah arah
rancangan jika dirasa perlu (Dam & Siang, 2021)
Prototype
Dengan membuat prototipe, kita bisa “gagal
lebih awal (murah), memperbaiki lebih awal,
agar mencapai sukses lebih awal.”
Jika sebuah gambar
mewakili ribuan kata,
maka sebuah prototipe
mewakili ribuan rapat.
Dasar pemikiran
fase prototyping
Para perancang hebat bukannya tidak pernah gagal.
Sebaliknya mereka sering gagal, tetapi kegagalan
tersebut tidak membuat mereka berhenti mencoba
(Kelley, 2022).
Inovasi yang baik tidak muncul dari
ketiadaan, melainkan hasil dari eksperimen
yang dilakukan berulang-ulang.
Salah satu contoh terkenal adalah Thomas Alva
Edison yang berhasil menyempurnakan bola
lampu listrik setelah melalui seribu eksperimen.
Ketika ditanya bagaimana rasanya gagal seribu
kali, Edison menjawab bahwa ia tidak gagal
seribu kali; tetapi bola lampu tersebut
dikembangkan dalam seribu tahapan (iterasi).
Berdasarkan kebutuhannya, prototipe
dapat dibedakan menjadi:
Prototipe
Vertikal
Prototipe
Horizontal Prototipe yang dibuat untuk
menguji 1-2 fitur khusus pada
Prototipe yang dibuat untuk rancangan
menunjukkan keseluruhan
Tujuan dari prototipe vertikal
rancangan
adalah untuk mendemonstrasikan
Tujuan utama dari prototipe horizontal bagaimana sistem akan berfungsi
adalah untuk memberikan gambaran secara menyeluruh, bahkan jika
umum tentang apa yang akan terjadi di hanya sebagian dari fitur-fiturnya
seluruh sistem atau produk yang sudah dibangun.
Dari tingkat fungsionalitas dan detail fiturnya, prototipe terbagi menjadi:
Low fidelity prototype High fidelity prototype
(prototipe ketepatan rendah) (prototipe ketepatan tinggi)
Umumnya digunakan pada tahap-tahap awal perancangan, Kerap digunakan pada tahap-tahap akhir perancangan,
jenis prototipe ini lebih sederhana, mudah dibuat dan jenis prototipe ini dibuat lebih menyerupai produk akhir
menggunakan bahan yang murah misalnya kertas. dengan fungsi dan fitur yang lebih detail.
Kelebihan Kekurangan Kelebihan Kekurangan
murah dan cepat, kurang nyata, lebih menarik lebih mahal dan sulit
perubahan atau iterasi terlalu sederhana semua orang bisa dibuat,
mudah dilakukan, sehingga pengguna sulit membayangkan bentuk pengguna cenderung
setiap orang bisa berinteraksi dengan akhir produk, memberi masukan pada
membuat, prototipe, uji coba akan detail alih-alih fitur utama,
lebih cocok untuk kerumitan rancangan menghasilkan masukan perancang lebih sulit
menunjukkan gambaran mungkin tidak muncul yang lebih akurat, membuat
umum produk, pada prototipe. dapat diujicobakan secara perbaikan/modifikasi
mendorong munculnya luas, dan besar.
ide dan saran perbaikan potensi penggunaannya
karena prototipe ini jelas lebih jelas terlihat.
terlihat belum selesai.
Low fidelity prototype High fidelity prototype
(prototipe ketepatan rendah) (prototipe ketepatan tinggi)
Low-fidelity prototype biasanya High-fidelity prototype biasanya dibuat
menggunakan sketsa kasar, potongan kertas, dengan alat desain seperti Figma, Adobe XD,
atau alat desain yang sederhana seperti atau Sketch, dan mencakup elemen visual
wireframe. yang lebih lengkap seperti warna, tipografi,
dan gambar.
contoh: pembuatan wireframe prototype
VARIASI PROTOTIPE DARI SEGI MATERIAL
Penggunaan
bahan siap pakai
menggambarkan seperti lego,
ururtan perjalanan Berupa urutan
peristiwa yang mainan hewan
pengguna ketika atau tumbuhan
ditampilkan secara Murah, mudah
mencoba suatu mempermudah Mudah dibuat dan
dibuat dan
sistem atau layanan. visual dalam bentuk
gambar dan tulisan. modifikasi diubah
diubah karena Kelebihan
Kualitas sehingga bentuk 2D yang
Dapat digunakan untuk Dapat berupa
pengalaman dapat memungkinkan sederhana
mensimulasikan sistem 2D dan 3D
divisualisasikan lebih banyak
dengan jelas atau produk jasa
iterasi
Persona Paper Sketsa dan Variasi
and Story Board Model Fisik Prototype Diagram Prototipe
Journey
Memerlukan Memerlukan
kemampuan Kurang interaktif
kemampuan tidak selalu mempu Kemungkinan
desan/pengembang sulit
desan/peng mempresentasikan
an, embangan dengan sempurna
interaksi terbatas menunjukkan Kekurangan
perlunya fitur kompleks
menyita
komunikasi sangat banyak
detail dengan user waktu
menyita banyak
waktu