Jaringan Komputer 2
UTS
Dosen Pengampu : David Ahmad Effendy,[Link]
Disusun oleh :
Toni Gunawan (2213020148)
Rafael Yonathan Timotius (2213020155)
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2024
i
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
BAB II TINAJAUAN PUSTAKA.................................................................................... 2
BAB III PEMBAHASAN ................................................................................................ 3
A. Fungsi Mikrotik.............................................................................................………... 3
B. Konfigurasi Router Mikrotik.........................................................................................4
C. Langkah – Langkah Konfigurasi Jaringan Router Mikrotik…………..........................5
BAB IV PENUTUP............................................................................................………... 9
Kesimpulan.............................................................................................………………... 9
Daftar Pustaka.........................................................................................…………….......10
BAB 1
PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi dan kebutuhan akan jaringan yang andal semakin meningkat
seiring dengan pesatnya perkembangan internet. Kebutuhan ini menuntut perangkat dan
sistem operasi jaringan yang dapat memenuhi berbagai skenario administrasi jaringan, baik
dalam skala kecil maupun besar. Mikrotik hadir sebagai salah satu solusi untuk mengelola
jaringan secara efektif dan efisien. Mikrotik adalah perangkat lunak dan sistem operasi yang
berbasis Linux dan dirancang khusus untuk mengelola jaringan komputer dengan fitur
lengkap, yang dapat diaplikasikan pada penyedia layanan internet (ISP), hotspot, warnet,
hingga lingkungan kantor.
Namun, masih banyak yang keliru memahami konsep dasar Mikrotik dan router.
Mikrotik adalah sebuah sistem operasi, sedangkan router adalah perangkat keras yang
bertugas sebagai penghubung antar jaringan. Perbedaan ini penting untuk dipahami agar
penggunaan Mikrotik dapat dioptimalkan sesuai fungsi dan tujuannya. Dengan fleksibilitas
tinggi serta kemudahan dalam penggunaannya, Mikrotik menawarkan berbagai fitur, seperti
DHCP Server, NAT, firewall, serta pengaturan jaringan nirkabel, yang dapat disesuaikan
dengan kebutuhan jaringan.
Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang fungsi Mikrotik,
perbedaan antara Mikrotik dan perangkat router, serta panduan dasar konfigurasi Mikrotik
agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pengelolaan jaringan. Pembahasan ini
diharapkan dapat membantu pengguna dalam membangun sistem jaringan yang stabil, aman,
dan mudah dikontrol.
1
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Mikrotik merupakan perangkat lunak sekaligus sistem operasi yang dikembangkan
oleh MikroTikls, perusahaan yang berbasis di Latvia sejak tahun 1996, untuk mendukung
kebutuhan jaringan yang efisien dan mudah dikonfigurasi. Sistem operasi ini berbasis Linux
dan dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan administrasi jaringan. Mikrotik banyak
digunakan pada skala kecil hingga menengah, khususnya dalam lingkungan ISP, penyedia
hotspot, warnet, serta kantor kecil hingga menengah (Hasan, 2018).
Menurut Hamzah (2019), Mikrotik dikenal karena kelengkapan fitur yang mendukung
pengaturan jaringan seperti Network Address Translation (NAT), DHCP Server, Firewall,
hingga pengaturan jaringan nirkabel (wireless). Penggunaan Mikrotik sangat efisien, terutama
dalam pengaturan jaringan yang memerlukan kontrol bandwidth, pemisahan traffic
internasional dan lokal, serta kemampuan membatasi akses ke situs tertentu. Mikrotik mampu
memudahkan administrator jaringan dalam mengelola lalu lintas data serta meminimalkan
potensi gangguan jaringan.
Secara mendasar, perbedaan antara Mikrotik dan perangkat keras router sering kali
membingungkan bagi sebagian pengguna. Mikrotik adalah sistem operasi yang menyediakan
layanan manajemen jaringan, sedangkan router adalah perangkat keras yang digunakan
sebagai penghubung antar jaringan (Yusup, 2020). Meskipun keduanya sering bekerja sama,
pemahaman yang tepat akan membantu pengguna memanfaatkan Mikrotik secara maksimal.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Haris (2020), konfigurasi Mikrotik melalui
aplikasi Winbox terbukti memudahkan proses administrasi jaringan. Winbox adalah aplikasi
berbasis grafis yang memberikan akses pengguna ke antarmuka Mikrotik sehingga dapat
mengonfigurasi IP Address, DHCP Server, NAT, serta fitur lainnya secara lebih efisien.
Winbox juga memungkinkan pengguna melakukan reset konfigurasi default dan mengatur
alamat IP pada antarmuka WAN dan LAN.
Sebagai teknologi yang fleksibel, Mikrotik mendukung berbagai skenario jaringan
dan dapat diimplementasikan pada jaringan lokal (Local Area Network atau LAN), serta
jaringan nirkabel. Penelitian Rahman (2021) menunjukkan bahwa Mikrotik efektif dalam
membangun sistem jaringan yang stabil dan aman untuk kebutuhan kantor kecil dan bisnis
skala menengah. Kemampuannya dalam mengelola DHCP Server, firewall, dan NAT
memudahkan administrator jaringan dalam membagi bandwidth dan mengoptimalkan
pemakaian alamat IP pada jaringan.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap fungsi dan fitur Mikrotik,
pengguna dapat memanfaatkan sistem ini untuk mengelola jaringan secara optimal, efisien,
dan aman. Adopsi Mikrotik untuk berbagai kebutuhan jaringan komputer, terutama pada
skala menengah, memberikan solusi terjangkau dan dapat diandalkan untuk mendukung
konektivitas internet yang lancar dan stabil.
2
BAB 3
PEMBAHASAN
Mikrotik merupakan perangkat lunak, sekaligus sistem operasi yang dapat digunakan
untuk menjadikan komputer dapat berfungsi sebagai network (jaringan), pengendali, atau
pengatur lalu lintas antar jaringan komputer. Mikrotik juga menggunakan sistem operasi
berbasis Linux dan menjadi dasar network router. Sistem operasi (OS) ini sangat cocok
untuk membangun administrasi jaringan komputer yang berskala kecil hingga besar.
Namun, hingga saat ini masih banyak orang yang salah memahami pengertian dari
mikrotik dan router. Jika mikrotik adalah sebuah sistem operasi yang termasuk dalam
golongan open source, maka router merupakan perangkat keras yang berfungsi sebagai
penghubung antara dua jaringan atau lebih. Jadi, perbedaan yang paling mendasar adalah
mikrotik sebagai software dan router berperan menjadi hardware.
Komputer semacam ini disebut dengan Router. Router yang dipasang pada komputer
berperan sebagai media penghubung, sekaligus pengatur antara dua buah jaringan atau lebih,
yang berguna dalam meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.
Maka dengan demikian, Mikrotik bisa dikatakan sebagai sistem operasi Router yang
dapat dimanfaatkan untuk menjalankan, sekaligus mengatur semua aktivitas network
(jaringan) secara keseluruhan. Mikrotik terdiri dari beragam fitur yang diproduksi untuk
jaringan wireless maupun IP network, sistem ini juga cocok untuk dipakai pada ISP, provider
hotspot dan warnet.
Untuk memudahkan para user untuk menggunakannya, Mikrotik telah didesain secara
khusus, baik untuk urusan administrasi jaringan komputer, misalnya merancang dan
membangun sebuah sistem, baik yang berskala kecil hingga yang rumit sekalipun.
A. Fungsi Mikrotik
1. Memberikan Sistem Otentikasi.
Program ini sangat mendukung untuk terciptanya internet positif sebagai langkah
awal dalam mengurangi konten yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Dapat Diaplikasikan Sebagai Biling Hotspot.
Mikrotik dapat di aplikasikan sebagai biling hotspot, sehingga akan mempermudah
dalam pengkonfigurasian serta pembagian bandwitch pada jaringan.
3. Konfigurasi Jaringan Lokal.
Dengan menggunakan mikrotik, mampu untuk mengatur dan mengkonfigurasi LAN
(Local Area Network) yang menggunakan PC Mikrotik Router OS dan hardware yang
berspesifikasi lebih rendah.
3
4. Konfigurasi LAN dan pengaturannya
Dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik Router OS, dengan
spesifikasi perangkat keras yang sangat rendah.
5. Mikrotik dapat digunakan untuk pembuatan PPPoE Server.
MikroTik mendukung konfigurasi PPPoE server untuk manajemen bandwidth dan
pengelolaan pelanggan.
6. Dapat Memisahkan bandwith traffic internasional dengan yang local.
MikroTik memungkinkan pemisahan aliran trafik internasional dan lokal, membantu
dalam optimalisasi jaringan.
B. Konfigurasi Router Mikrotik
Pengaturan Alamat IP (IP Addressing) Pada langkah pertama dalam konfigurasi dasar
MikroTik, pengaturan alamat IP sangatlah penting. Alamat IP diberikan pada antarmuka
(interface) router untuk memungkinkan komunikasi dengan jaringan lain. Dengan
memberikan alamat IP yang sesuai, router dapat berfungsi sebagai penghubung antara
jaringan lokal dan jaringan luar, seperti internet
Pembuatan DHCP Server DHCP Server pada MikroTik berfungsi untuk menyediakan
alamat IP secara otomatis kepada perangkat-perangkat yang terhubung ke jaringan. Fitur ini
sangat membantu untuk jaringan yang besar, di mana pengaturan IP secara manual akan
memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan
Pengaturan NAT (Network Address Translation) NAT adalah fitur yang memungkinkan
terjemahan alamat IP private menjadi alamat IP publik agar perangkat di jaringan lokal dapat
mengakses internet. Ini adalah bagian penting dalam konfigurasi MikroTik yang
menghubungkan jaringan lokal dengan dunia luar. Konfigurasi NAT juga memungkinkan
jaringan lokal menggunakan satu alamat IP publik untuk beberapa perangkat.
Konfigurasi Firewall Konfigurasi firewall sangat penting untuk melindungi jaringan dari
akses yang tidak diinginkan dan potensi serangan dari luar. Firewall pada MikroTik
memungkinkan pengguna untuk mengontrol lalu lintas data yang masuk dan keluar melalui
aturan tertentu
Pengaturan Jaringan Nirkabel (Wireless) MikroTik juga menyediakan fitur untuk
membuat jaringan nirkabel atau hotspot, yang memungkinkan perangkat mobile terhubung ke
jaringan. Fitur ini sangat bermanfaat dalam jaringan kantor atau tempat umum.
4
C. Langkah – Langkah Konfigurasi Jaringan Router Mikrotik
1. Akses Mikrotik Melalui Winbox
Winbox merupakan aplikasi grafis yang paling umum digunakan untuk mengelola
[Link] mengakses winbox kita harus mengkoneksikan terlebih dahulu perangkat
kita ke router mikrotik
2. Reset Konfigurasi Default MikroTik
Ketika kita pertama kali login mikrotik melalui winbox,mikrotik sudah terkonfigurasi
[Link] memudahkan kita mengkonfigurasi maka kita hapus dahulu konfigurasi
bawaan dengan memilih perintah “Remove Configuration”.
5
3. Konfigurasi Adrress pada interfaces WAN.
Langkah selanjutnya kita konfigurasi address WAN dari MikroTik ke ISP. Hampir semua ISP
pada port LAN nya sudah ada DHCP Server, sehingga di MikroTik kita bisa kita buatkan
DHCP Client untuk bisa mendapatkan IP otomatis, Default Route otomatis dan DNS otomatis.
4. Konfigurasi Address pada interfaces LAN.
Ketika sudah konfigurasi WAN dan router dapat terhubung ke internet maka Langkah
selanjutnya yaitu konfigurasi address pada interfaces LAN.
6
5. Konfigurasi DHCP Server
DHCP server digunakan untuk memberikan IP Otomatis terhadap perangkat yang terhubung
pada router [Link] beberapa Langkah yang harus kita perhatikan dalam mengkonfigurasi
DHCP Server,yaitu :
Network Address
Network address adalah alamat jaringan dasar yang menjadi acuan dalam
pembagian alamat IP. Dalam konfigurasi DHCP, kita harus memastikan bahwa
network address yang diberikan sesuai dengan rentang alamat IP yang kita inginkan.
Gateway
Gateway adalah alamat IP dari router atau perangkat jaringan yang berfungsi
sebagai titik keluar untuk mengakses jaringan lain, termasuk internet. Saat
mengonfigurasi DHCP server, kita harus menentukan gateway agar perangkat yang
terhubung dapat berkomunikasi ke luar jaringan lokal.
IP Pool
IP pool adalah rentang alamat IP yang tersedia dan siap dibagikan kepada
perangkat yang meminta IP dari DHCP server. DHCP server akan secara dinamis
membagikan IP dari pool ini kepada perangkat yang membutuhkan, sehingga IP tidak
bertabrakan atau digunakan oleh lebih dari satu perangkat.
Lease Time
Lease time berfungsi untuk mengelola alokasi alamat IP secara dinamis,
sehingga alamat IP tidak terpakai secara permanen oleh perangkat yang tidak lagi
terhubung. Ketika lease time berakhir, alamat IP tersebut dapat diberikan kepada
perangkat lain yang baru terhubung, menjaga efisiensi penggunaan IP di jaringan.
7
DHCP Address Space = otomatis akan terisi NETWORK Address nya
Gateway for DHCP Network = otomatis akan terisi IP si Router ( [Link] )
Addresses to Give Out = Range IP yang akan diberikan oleh client, misal nya
[Link]-254
DNS Servers = Isi salah satu DNS Server yang akan digunakan, bisa DNS Provider,
DNS Google, dll
Lease Time : Waktu “sewa” yang akan diberikan oleh client, jika client tidak akses
jaringan lebih dari waktu itu, maka ip tersebut bisa diberikan ke client lain.
6. Konfigurasi NAT (Network Address Translation)
Fungsi utama NAT adalah untuk menerjemahkan alamat IP private menjadi alamat IP public.
Ini memungkinkan banyak perangkat di jaringan lokal (yang menggunakan alamat IP private)
untuk terhubung ke internet menggunakan satu alamat IP public.
8
BAB 4
PENUTUP
KESIMPULAN
Mikrotik merupakan sistem operasi berbasis Linux yang dirancang khusus untuk
mengelola dan mengatur jaringan komputer. Dengan berbagai fitur yang lengkap, Mikrotik
dapat digunakan untuk membangun dan mengelola jaringan berskala kecil hingga besar,
seperti jaringan ISP, hotspot, warnet, serta kantor. Mikrotik menawarkan kemudahan dalam
konfigurasi jaringan melalui aplikasi Winbox, memungkinkan administrator jaringan untuk
mengatur berbagai aspek penting seperti pengelolaan IP Address, DHCP Server, NAT,
firewall, dan pengaturan jaringan nirkabel.
Meskipun banyak orang yang seringkali salah paham dengan perbedaan antara
Mikrotik dan router, penting untuk dicatat bahwa Mikrotik adalah sistem operasi (software),
sedangkan router adalah perangkat keras yang menjalankan Mikrotik sebagai sistem
operasinya. Pemahaman ini sangat penting agar pengguna dapat memaksimalkan
fungsionalitas Mikrotik dalam pengelolaan dan pengaturan lalu lintas data antar jaringan.
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa Mikrotik
adalah solusi yang efisien dan terjangkau untuk administrasi jaringan komputer. Fitur-fitur
yang ditawarkan oleh Mikrotik memberikan fleksibilitas dan kontrol penuh terhadap
pengelolaan jaringan, dari pengaturan alamat IP hingga pengelolaan trafik dan bandwidth.
Mikrotik sangat cocok diterapkan pada berbagai jenis jaringan, memberikan solusi optimal
untuk kebutuhan konektivitas yang stabil dan aman.
9
DAFTAR PUSTAKA
ikhwan. (n.d.). Konfigurasi Dasar MikroTik. Retrieved from ID-Networkers:
[Link]
ikhwan. (n.d.). Mikrotik: Pengertian, sejarah, fungsi dan jenisnya. Retrieved from ID-
Networkers: [Link]
10