0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Tugas PJOK: Atletik dan Teknik Dasar

Makalah ini membahas tentang atletik, termasuk lari jarak pendek, lompat jauh, dan tolak peluru, serta sejarah, peraturan, dan teknik masing-masing cabang olahraga tersebut. Penulis, Putri Auliya Tsaqib, menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas pendidikan jasmani dan kesehatan di SMP YPI Tunas Bangsa. Tujuan makalah adalah untuk menambah wawasan tentang olahraga bagi pembaca dan penulis.

Diunggah oleh

bocahestetik250
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Tugas PJOK: Atletik dan Teknik Dasar

Makalah ini membahas tentang atletik, termasuk lari jarak pendek, lompat jauh, dan tolak peluru, serta sejarah, peraturan, dan teknik masing-masing cabang olahraga tersebut. Penulis, Putri Auliya Tsaqib, menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas pendidikan jasmani dan kesehatan di SMP YPI Tunas Bangsa. Tujuan makalah adalah untuk menambah wawasan tentang olahraga bagi pembaca dan penulis.

Diunggah oleh

bocahestetik250
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS

PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA


DAN KESEHATAN

Disusun Oleh:
PUTRI AULIYA TSAQIB
VII.4

SMP YPI TUNAS BANGSA


2025/2026

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul "atletik" dengan tepat waktu
Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran PJOK. Selain itu, makalah ini
bertujuan menambah wawasan tentang olahraga bagi para pembaca dan juga bagi
penulis.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pak Rifki Fachreza Pratama, [Link]. selaku
guru Mata Pelajaran PJOK.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan
kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Palembang, 13 Januari 2025

Penulis

DAFTAR ISI
Hlm
COVER…………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR……………………………………………………. ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………… iii
BAB I: PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………….
1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………
1.4 Tujuan Penulisan …………………………………………………..........
BAB II: Lari jarak Pendek 2
[Link] lari jarak pendek..........................................................................
[Link] lari jarak pendek...................................................................... 5
[Link] gerak lari jarak pendek.................................................................. 5
6
BAB III : LOMPAT JAUH 8
[Link] lompat jauh.................................................................................. 7
[Link] lompat jauh.................................................................................... 8

BAB IV : TOLAK PELURU 9


[Link] tolak peluru.............................................................................. 9
2. aturan permainan tolak peluru............................................................... 10
[Link] dalam tolak peluru......................................................................... 11
BAB V: PENUTUP 13
[Link]……………………………………………………………...
B. Saran…………………………………………………………………….

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Atletik adalah salah satu cabang olahraga yang tertua, yang dilakukan oleh manusia sejak zaman
Yunani kuno sampai dewasa ini. Gerakan-gerakan yang terdapat dalam cabang olahraga atletik
adalah gerakan-gerakan yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Atletik juga
dikenal dengan induk dari semua cabang olahraga, hal tersebut dapat dibuktikan dengan
mengamati olahraga atletik yang di dalamnya terdapat kegiatan fisik yang meliputi jalan, lari,
lompat dan lempar. Aktivitas jasmani manusia pada kehidupan sehari-hari adalah lari, lompat,
lempar dan jalan

1.2 Rumusan masalah


a. Bagaimana cara melakukan teknik O’brien?
b. Kapan dibentuknya IAAF?
c. Bagaimana cara melakukan teknik landing pada lompat jauh?

1.3 Tujuan materi


a. Untuk mengetahui tentang lari jarak pendek
b. Untuk mengetahui tentang lompat jauh
c. Untuk mengetahui tentang tolak peluru

BAB II
LARI JARAK PENDEK

Lari jarak pendek atau sprint adalah salah satu


jenis lari yang dilakukan dengan kekuatan dan
kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari
start hingga finish dimana pemenangnya
ditentukan berdasarkan catatan waktu yang
paling singkat. Terdapat tiga jarak lintasan yang dilombakan pada lari jarak pendek,
yaitu lari jarak 100 meter, 200 meter dan 400 meter.

Untuk mendapatkan kemenangan, seorang pelari jarak pendek membutuhkan reaksi


yang cepat, kecepatan yang baik, lari yang efisien dan ketepatan saat melakukan start,
serta berusaha mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis finish

1. Sejarah lari jarak pendek


Olahraga lari jarak pendek sudah dipertandingkan sejak era Yunani Kuno, atau
sekitar abad ke-7 Sebelum Masehi. Kemunculan pertandingan ini berawal dari se-
orang prajurit Yunani yang berlari dari Persia.

Prajurit tersebut membawa pesan kemenangan negaranya ketika berperang


melawan Persia. Namun, prajurit tersebut meninggal tak lama setelah
menyampaikan pesan tersebut kepada raja. Kemudian raja Yunani saat itu,
mengadakan perlombaan lari jarak pendek untuk mengenang kematian prajurit
tersebut. Seiring berkembangnya waktu, perlombaan ini sudah banyak dijumpai di
berbagai negara. Pada akhirnya dibentuklah IAAF (International Association of
Federation) di Monaco pada 1912

2. Peraturan lari jarak pendek :

Peraturan perlombaan lari jarak pendek diatur dan ditetapkan oleh induk organisasi at-
letik internasional IAAF (International Amateur Atloetik Federation) atau tingkat nas-
ional PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukkan dengan sebuah garis selebar 5
cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan harus diukur dari
tepi garis start ke tepi garis fnish terdekat dengan garis start.

[Link]-aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah "bersedia", "siap"
dan "ya" atau bunyi pistol.
[Link] peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba-aba "ya" atau bunyi pistol
yang ditembakkan ke udara.

3. Teknik gerak lari jarak pendek


Gerak lari jarak pendek dibagi menjadi tiga, yaitu gerakan start, lari cepat, dan gerakan menjelang
garis finish.
 Gerakan start

Dalam lari jarak pendek, teknik start mencakup tiga aba-aba, yakni "bersedia", "siap", dan "ya",
dengan posisi tubuh yang berbeda.
 Teknik start saat aba-aba "bersedia"

Saat aba-aba ini, pelari maju ke garis start. Atlet memosisikan kaki tumpu pada garis start. Kaki yang
terkuat sebaiknya berada di depan karena menjadi tumpuan saat mulai berlari.
Posisi tangan berada di belakang garis start. Sementara posisi ibu jari dan jari lainnya membentuk
huruf V terbalik.
 Teknik start saat aba-aba "siap"

Saat mendengar aba-aba ini, pinggul diangkat ke atas hingga sedikit lebih tinggi dari bahu. Dalam
posisi ini punggung menurun ke depan dan berat condong ke depan.
Kepala merendah dan pandangan ke arah depan bawah, posisi leher harus tetap rileks. Selain itu,
posisi siku tidak boleh bengkok. Pelari harus menjaga keseimbangan sampai mendengar aba-aba
berikutnya. Saat mengangkat pinggul, sebaiknya disertai dengan mengambil napas sambil
berkonsentrasi pada aba-aba berikutnya.
 Teknik start saat aba-aba "ya"

Saat mendengar aba-aba ini atau bunyi pistol, atlet harus menolakkan kaki tumpu sekuat-kuatnya ke
depan untuk memulai lari.
Gerakan ini disertai dengan ayunan lengan sekuat-kuatnya sesuai gerak kaki.
 Sikap lari

Langkah kaki dilakukan secepat mungkin dan makin lama kian lebar. Berat badan harus didorong ke
depan, dan hindari gerakan ke samping karena akan menghambat laju lari.
Selain itu, atlet juga harus mengatur napasnya agar kecepatan larinya konstan, bahkan bisa bertambah
cepat menjelang garis finish.
 Sikap menjelang memasuki garis finish

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan oleh pelari saat memasuki garis finish.
Pertama, atlet dapat terus berlari tanpa mengubah posisi tubuhnya.
Kedua, pelari dapat mencondongkan dada ke depan dan kedua lengan diayunkan ke bawah
Ketiga, pelari dapat memutar dada disertai ayunan lengan ke depan atas sehingga salah satu bahu
maju ke depan.

BAB III

LOMPAT JAUH

lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat dari


cabang olahraga atletik. Lompat jauh menurut Aip
Syarifuddin (1992 : 90) didefinisikan sebagai suatu
bentuk gerakan melompat, mengangkat kaki keatas kedepan dalam upaya membawa titik
berat badan selama mungkin diudara (melayang diudara) yang dilakukan dengan cepat
dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-
jauhnya.

Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat menggunakan tumpuan satu kaki untuk
mencapai jarak sejauh-jauhnya. Sasaran dan tujuan lompat jauh adalah untuk mencapai
jarak lompatan sejauh mungkin kesebuah letak pendaratan atau bak lompat. Jarak
lompatan diukur dari papan tolakan sampai batas terdekat dari letak pendaratan yang
dihasilkan oleh bagian tubuh. Menurut Engkos Kosasih (1985:67) bahwa yang menjadi
tujuan lompat jauh adalah mencapai jarak lompatan yang sejauh-jauhnya yang
mempunyai empat unsur gerakan yaitu : awalan; tolakan; sikap badan di udara; sikap
badan pada waktu jatuh atau mendarat. Dalam hal yang sama Yusuf Adisasmita
(1992:65) berpendapat bahwa keempat unsur ini merupakan suatu kesatuan, yaitu urutan
gerakan lompat yang tidak terputus.

1. sejarah lompat jauh

Sejarah lompat jauh berawal sejak sekitar 13 abad yang lalu. Olahraga ini sudah ada
sejak tahun 708 Masehi ketika ada Olimpiade Kuno di Yunani. Lompat jauh
merupakan satu-satunya kejuaraan lompat yang dilombakan dalam Olimpiade
[Link] lomba yang diadakan pada Olimpiade Kuno dimaksudkan sebagai
latihan militer perang. Munculnya olahraga lompat jauh dipercaya untuk melatih
ketangkasan para prajurit perang dalam menerobos rintangan yang ada,
seperti jurang atau parit. Pada waktu itu, para pelompat diwajibkan berlari dengan
membawa sebuah beban dikedua tangan yang dikenal dengan sebutan halteres dengan
berat 1 sampai 4,5 kg

2. teknik lompat jauh

Dalam melakukan lompat jauh, ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan. Menurut Dr.
Tatang Muhtar, [Link] dan Riana Irawanti, [Link] dalam buku Atletik, berikut teknik-teknik
lompat jauh:

1. Awalan (approach run)

Teknik awalan atau ancang-ancang merupakan gerak permulaan dalam lompat jauh. Teknik
ini dilakukan dengan berlari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melakukan
tolakan. Hasil kecepatan awal ini merupakan kecepatan horizontal yang berdampak pada
besaran daya tolakan.

Gerak awalan seperti gerak lari jarak pendek. Umumnya, jarak awalan yang biasa digunakan
oleh para atlet adalah 40 sampai 50 meter untuk putra dan 30 sampai 45 meter untuk putri.

2. Tolakan (take off)

Tolakan merupakan gerak perubahan atau perpindahan dari gerakan horizontal menjadi gerak
vertikal yang dilakukan secara cepat. Atlet haru sudah mempersiapkan diri saat melakukan
lari awalan. Kemudian, dirinya akan melakukan tolakan sekuat-kuatnya pada langkah
terakhir. Gerak ini akan memungkinkan tubuh terangkat ke atas dan melayang di udara.

Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah kondisi menolakkan kaki sekuat-kuatnya ke
depan tepat pada tolakan, kaki belakang diayunkan sekuat-kuatnya ke atas-depan, dan
dibantu gerak ayun tangan dari belakang ke depan-atas juga.

3. Sikap badan di udara (action in the air)

Sikap badan di udara sangat erat kaitannya dengan kecepatan awalan dan kekuatan tolakan.
Tubuh ketika lepas dari papan tolakan dipengaruhi oleh kekuatan yang disebut sebagai gaya
penarik bumi.

Salah satu usaha untuk mengatasi gaya tersebut, perlu gerak awalan dan tolakan. Semakin
cepat awalan dan semakin kuat tolakan, maka tubuh akan semakin lama melayang di udara.
Kedua kecepatan tersebut dipadukan dan menghasilkan resultante yang menentukan lintasan
gerak dari titik berat badan Atlet.

4. Sikap mendarat (landing)


Sikap mendarat adalah gerak yang dilakukan pada waktu mendaratkan kedua kaki. Cara
mendarat yang benar pada lompat jauh adalah sesaat sebelum mendarat, kedua kaki dibawa
ke depan sehingga tungkai lurus dengan jalan, lalu mengangkat paha ke atas.

Posisi badan saat akan mendarat adalah dibungkukkan, kedua tangan diayun ke depan, serta
tungkai bagian bawah diluruskan ke depan.

Selanjutnya, kedua kaki mendarat dengan bagian tumit terlebih dahulu. Kemudian mengeper
dengan cara menekuk kedua lutut dan posisi badan saat mendarat dalam lompat jauh yang
benar adalah badan condong ke depan dengan menumpukan berat ke depan.

BAB IV

TOLAK PELURU

C, Tolak peluru
Menurut wikipedia, Tolak peluru adalah olahraga atletik yang berbentuk gerakan menolak
atau mendorong suatu peluru yang terbuat dari logam dan dilakukan dari bahu dengan
satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Tujuan tolak peluru adalah untuk mencapai
tolakan yang sejauh-jauhnya. Sesuai dengan namanya tolak bukan dilempar, tetapi ditolak
atau didorong dengan tangan satu yang diletakkan di pangkal bahu

Tolak peluru adalah salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik yang cara
memainkannya adalah dengan melontarkan peluru sekuat tenaga menggunakan satu lengan
untuk mendapatkan jarak sejauh-jauhnya. Olahraga tolak peluru dapat diikuti oleh pria dan
wanita.

1. sejarah tolak peluru

Menurut laman resmi Olympics, orang-orang Yunani Kuno melakukan aktivitas


melempar batu sebagai olahraga. Kemudian, tentara kerajaan di Abad Pertengahan juga
melempar bola meriam untuk melatih fisik. Namun, versi modern dari olahraga ini baru
ditemukan dalam catatan sejarah untuk Highland Games di Skotlandia.

Selama abad ke-19, Highland Games menyediakan kompetisi melempar kubus, batu atau
logam dari belakang garis. Kompetisi ini biasanya diikuti oleh pria. Dalam publikasi
[Link] menyebutkan bahwa, tolak peluru adalah olahraga paling difavoritkan oleh
semua orang untuk kompetisi Highland Games.

Olahraga tolak peluru kategori putra telah ada sejak Olimpiade modern pertama digelar pada
1896. Namun, tolak peluru kategori wanita baru tersedia dalam Olimpiade mulai 1948.
Menurut riwayat, Amerika Serikat adalah negara pemilik prestasi tolak peluru paling sukses
dalam sejarah Olimpiade dan meraih emas di setiap kompetisi tolak peluru pria dari tahun
1896 hingga 1968.

2. aturan permainan tolak peluru

Tolak peluru juga memiliki aturan dasar umum yang sering menimbulkan kebingungan.
Misalnya, kapan atlet harus melakukan lontarkan peluru atau bagian mana saja dari area
lingkaran tolak peluru yang dilarang terkena kaki. Berikut adalah beberapa aturan dasar dari
tolak peluru.
1. Seorang Atlet Dapat Memasuki Lingkaran dari Segala Arah
Atlet dapat memasuki lingkaran tolak peluru dari segala arah. Ini termasuk melangkahi stop
board yang berada di depan lingkaran. Namun, setelah selesai menyelesaikan tolakan, atlet
harus keluar dari bagian belakang lingkaran.

2. Peluru Harus Diletakkan dari Dekat Ke Leher Atau Dagu


Aturan dalam World Athletics menyebutkan bahwa, “Pada saat seorang atlet mengambil
sikap dalam lingkaran untuk memulai, peluru harus berada di dekat leher atau dagu dan
tangan tak boleh jatuh ke bawah selama posisi ini. Kemudian, lemparan tidak boleh
dilakukan di belakang garis bahu.”

3. Tolakan peluru Harus Diselesaikan dari Dalam Lingkaran


Menolak peluru harus dimulai dan diakhiri dari dalam lingkaran. Seorang atlet perlu memulai
aksinya dari posisi diam di dalam lingkaran. Posisi diam berarti setelah memasuki lingkaran
dan sebelum memulai tolakan, atlet harus dalam posisi berdiri di mana kedua kaki
bersentuhan dengan permukaan lingkaran.

Kedua, setelah mereka masuk ke dalam lingkaran dan mulai melakukan aksi, atlet tidak boleh
menyentuh tanah di luar lingkaran. Setelah menyelesaikan tolak peluru, sentuhan pertama
atlet dengan tanah di luar lingkaran harus berada di luar setengah bagian belakang lingkaran.

4. Atlet Tak Boleh Menyentuh Bagian Atas Stop Board


Lingkaran tolak peluru memiliki bagian bernama stop board atau toe board di bagian depan.
Bagian atas stop board, dianggap berada di luar lingkaran. Menyentuh bagian atasnya dengan
cara apapun selama aksi menolak peluru dapat terkena pelanggaran.

5. Peluru Harus Mendarat Sepenuhnya di Dalam Sektor


Peluru yang mendarat di luar salah satu garis sektor dapat disebut sebagai pelanggaran.
Pendaratan peluru di garis sektor dianggap "keluar" dan tak dapat diukur. Berbeda dengan
cabang olahraga lain di mana bola yang mendarat di garis dianggap “masuk.”

Pendaratan peluru ditentukan oleh tempat peluru pertama kali menyentuh tanah. Jika
mendarat seluruhnya di dalam sektor, namun peluru kemudian berguling di luar sektor, hasil
peluru masih dapat dihitung. Jarak yang dihitung untuk hasil akhir tolak peluru adalah area
lingkaran tempat peserta melakukan lontaran hingga tempat pendaratan peluru.

6. Wajib Menunggu Peluru Mendarat Sempurna


Atlet dilarang meninggalkan area lingkaran sebelum peluru mendarat ke tanah. Peserta baru
diperbolehkan meninggalkan lingkaran ketika peluru dianggap jatuh tepat di area yang
ditentukan.

3. gaya dalam tolak peluru

berikut adalah penjelasan mengenai jenis gaya bagi seorang atlet ketika melakukkan olahraga
tolak peluru
1. gaya Ortodoks

Gaya melempar dalam cabang olahraga shot put yang biasa digunakan untuk seorang pemula
adalah gaya ortodoks. Hal ini dikarenakan gaya ortodoks tidak terlalu membutuhkan banyak
gerakan. Sebagai gaya yang paling sederhana dan paling mudah, gaya ortodoks sangat cocok
untuk seseorang yang ingin belajar atau berkenalan dengan olahraga tolak peluru.

Oleh sebab itu, tak heran apabila para atlet profesional jarang menggunakan gaya ortodoks.
Pelempar dapat melakukan tolakan peluru dengan cara memosisikan tubuh menyamping dari
area pendaratan. Selanjutnya, pelempar dapat meletakkan bola logam antara kepala dan bahu
untuk kemudian dilakukan tolakan. Berikut cara melakukan gaya Ortodoks :

[Link] diletakkan di atas bahu serta menempel di bawah telinga. Lutut kaki kanan ditekuk
sementara lutut kaki kiri mengarah lurus ke depan.

[Link] melempar kaki kiri bergeser secara cepat ke depan, sembari badan berputar ke kiri sesuai
arah tolakan.

3. Peluru ditolakkan dengan sudut 45 derajat. Pelepasan peluru yang benar dari pegangan tangan saat
melakukan tolak peluru adalah saat peluru berada pada titik terjauh dari beban dan lengan lurus.

[Link] kanan diangkat sedikit bersamaan dengan tolakan, kaki kiri kemudian berpindah lurus ke arah
belakang.,

2. gaya O’brien

Apabila gaya ortodoks biasa digunakan pemula, maka gaya O’brien merupakan gaya
melempar shot put yang paling sering digunakan atlet profesional. Gaya O’brien sendiri
digunakan pertama kali oleh seorang atlet yang berasal dari negara Amerika Serikat bernama
Parry O’brien.

Gaya ini sendiri biasa dikenal juga dengan gaya glide atau meluncur, tetapi sekarang lebih
populer sebagai gaya O’brien. Dalam cabang olahraga shot put, gaya O’Brien dilakukan
dengan cara membelakangi arah tolakan

Pada saat menggunakan gaya O’brien, seorang atlet atau pelempar harus memiliki posisi
membelakangi area pendaratan. Kemudian, atlet tersebut akan melakukan gerakan setengah
putaran atau 180 derajat terlebih dahulu sebelum melakukan tolakan terhadap bola logam.
Hal ini menjadikan pada saat persiapan, pelempar akan menghadap ke belakang sebelum
kemudian berbalik ke depan. Berikut cara melakukan gaya O’brien :

1. Posisi tubuh berdiri membelakangi arah tolakan dengan badan membungkuk dan
bertumpu pada kaki kanan sekaligus lutut ditekuk. Sementara itu, kaki kiri diangkat lurus
menuju arah tolakan.
2. Peluru atau bola diletakkan di bagian antara leher, dekat dengan dagu.
3. Peluru dipegang pada bagian pangkal jari, bukan telapak tangan. Kemudian, posisikan
ibu jari di bawah peluru.
4. Selanjutnya, siku mengarah keluar sehingga membentuk sudut 45 derajat.
5. Pada saat meluncur, kaki kiri dapat diluruskan sembari memutarkan pinggul.
6. Kaki kanan diangkat pendek ke depan dengan kaki kiri diayun ke belakang untuk tetap
menjaga keseimbangan.

3. gaya spin
Selain gaya ortodoks dan gaya O’brien, gaya yang juga sering digunakan dalam cabang
olahraga tolak peluru adalah gaya spin atau gaya berputar. Gaya ini kali pertama
diperkenalkan oleh Aleksandr Baryshnikov, seorang atlet shot put yang berasal dari Rusia.

Meskipun tidak sepopuler gaya O’brien, tetapi teknik ini juga sering digunakan atlet
profesional pada saat berlomba resmi olahraga shot put. Perlu diketahui, gaya spin
membutuhkan keterampilan tinggi.

Hal ini dikarenakan seorang atlet harus melakukan putaran hingga 360 derajat dalam
kecepatan tinggi terlebih dahulu sebelum melempar bola logam ke depan. Maka dari itu,
gerakan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan momentum sehingga dapat membuahkan
jarak tolakan terjauh., berikut cara melakukan gaya spin :

[Link] dipegang menggunakan pangkal jari, dengan posisi di samping leher dekat dengan
bagian bawah telinga.

[Link] jelang melakukan tolakan mengarah keluar, kepala dan tubuh tegak, sementara tangan
kiri merentang ke samping.

[Link] bagian atas diputar sekitar seperempat putaran ke arah kanan hingga siku
menghadap arah jatuhnya peluru.

[Link] dilakukan dengan kaki kanan, sembari berusaha menjaga posisi bahu,
menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan beban tubuh serta lutut sedikit menekuk.

[Link] putaran yang dilakukan dengan kaki kanan tersebut berlawanan dengan arah jarum
jam.

[Link] berputar terus dilakukan hingga sesaat sebelum melempar peluru.

7. Pelepasan peluru yang benar dari pegangan tangan saat melakukan tolak peluru adalah saat
peluru berada pada titik terjauh dari beban dan lengan lurus.
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan materi diatas dapat disimpulkan bahwa:

[Link] memiliki banyak cabang olahraga seperti yang disebutkan pada materi diatas
yaitu, lari jarak pendek, lompat jauh dan tolak peluru

2. Atletik adalah salah satu cabang olahraga tertua yang telah dilakukan oleh manusia sejak
jaman purba hinga sekarang. Karena gerakan-gerakan terdapat dalam cabang olahraga atletik
seperti berjalan, berlari, melempar dan melompat adalah gerakan yang dilakukan oleh
manusia dalam kehidupan sehari-hari

B. Saran

Saran dari penulis,mari kita majukan semangat prestasi atletik di


Indonesia. Kita sebagai insan olahraga
harus berperan aktif didalamnya. Dengan mendukung, bahkan menjadi
atlet – atlet nasional berprestasi
didalamnya. Baik dalam kejuaraan nasional, asia, bahkan dunia. marilah
kita junjung semangat jiwa
sportifitas, karena hal itulah yang akan membuat cabang olahraga ini
enak di pandang untuk dinikmati atau
disaksikan

Anda mungkin juga menyukai