AD/ART Rohis SMK Darussalam Makassar
AD/ART Rohis SMK Darussalam Makassar
MUQADDIMAH
"Hendaklah ada diantara kamu sekelompok umat menyeru kepada kebajikan, menyeruh
kapada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka inilah orang-orang yang
beruntung." (Ali – Imran : 104)
"Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia,
dan janganlah kalian megikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan
kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian
bertaqwa." (Al-An'am: 153)
"Dan berjihadlah kalian di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya." (Al-Hajj:
78)
Pemuda sebagai agent of change mempunyai andil besar dalam mengusung sebuah
'perubahan'. Untuk itu, diperlukan suatu tatanan dan barisan yang rapi dalam mengaktualisasikan
perannya itu.
Mengingat peranan pemuda sangat strategis dalam upaya pembentukan sumber daya
yang berpotensi dan berbudi pekerti luhur maka perlu diadakan suatu tatanan yang rapi sebagai
wadah aktualisasi para pemuda.
Siswa/i SMK Darussalam Makassar sebagai bagian dari pemuda dibutuhkan untuk turut serta
membangun generasi aktif, kreatif, dan religius. Dengan semangat yang tinggi, berbakal iman
dan taqwa serta kepercayaan akan kebersamaan Allah diantara orang-orang yang berbuat
kebaikan. Maka kami pengurus ROHIS SMK Darussalam Makassar membentuk suatu wadah
untuk memakmurkan Islam di Lingkungan Darussalam School.
BAB I
Pasal 1
Nama
Organisasi ini bernama ROHIS (Rohani Islam) SMK Darussalam Makassar.
Pasal 2
Waktu
ROHIS SMK Darussalam Makassar didirikan pada tanggal 17 Desember 2017
Pasal 3
Kedudukan
ROHIS adalah organisasi keislaman yang berkedudukan di SMK Darussalam Makassar
BAB II
ASAS, TUJUAN, LANDASAN, DAN SIFAT
Pasal 4
Asas
Rohis SMK Darussalam Makassar adalah organisasi berasaskan islam.
Pasal 5
Tujuan
1. Tujuan umum
ROHIS sebagai wadah aktivitas dakwah yang berada di lingkungan SMK Darussalam
Makassar yang bertujuan mengupayakan terwujudnya Sekolah yang edukatif, dan
religius.
2. Tujuan Khusus
1) Meningkatkan pemahaman tentang dinul Islam sehingga terbentuk pribadi yang
berakidah kuat, berakhlak mulia, dan berintelektual tinggi.
2) Terbentuknya pribadi muslim yang dapat berperan sebagai inovator, motivator, serta
dinamisator umat.
Pasal 6
Landasan
Rohis SMK Darussalam Makassar adalah organisasi yang berlandaskan Al-qur’an dan
As-Sunnah.
Pasal 7
Sifat
Rohis SMK Darussalam Makassar merupakan organisasi yang bersifat terbuka bagi seluruh
siswa/i muslim/ah SMK Darussalam Makassar.
BAB III
VISI DAN MISI
Pasal 8
Visi
Rohis SMK Darussalam Makassar sebagai wasilah pengembangan ilmu dan pendidikan
keislaman siswa/i Muslim/ah serta memperkuat aqidah, akhlak dan ukhuwah islamiyah melalui
pembinaan dakwah dan tarbiyah islamiyah di SMK Darussalam Makassar.
Pasal 9
Misi
1. Menanamkan dan menyebarkan aqidah islamiyah yang shahih kepada ummat khusunya di
SMK Darussalam Makassar, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
2. Melakukan pembinaan terhadap siswa/i SMK Darussalam Makassar, khusunya umat islam
sehingga mewujudkan pemahaman yang jernih terhadap aqidah dan syari’at islam.
3. Melakukan pengelolaan organisasi yang terstruktur, terarah, dan terdepan serta aktif
melakukan pendidikan dan pelatihan keorganisasian.
4. Memaksimalkan dakwah dan tarbiyah islamiyah dengan pelaksanaan manajemen kegiatan
yang profesional.
5. Membangun sistem informasi, komunikasi, dan jaringan serta memaksimalkan kerja sama
dalam kebaikan untuk membangun citra dakwah dan organisasi.
6. Meningkatkan ukhuwah islamiyah dan kerjasama dengan organisasi dan lembaga-lembaga
di dalam dan luar sekolah.
BAB IV
STATUS
Pasal 10
Status
Rohis SMK Darussalam Makassar adalah organisasi keislaman yang berada di SMK Darussalam
Makassar di bawah naungan Osis SMK Darussalam Makassar Bidang Keagamaan.
BAB V
KEUANGAN
Pasal 11
Sumber Dana
Sumber dana Rohis SMK Darussalam Makassar berasal dari :
a. Dana yang didapatkan dari SMK Darussalam Makassar.
b. Kotak Amal Jumat.
c. Infaq Kamis/ Jurusan.
d. Bantuan-bantuan atau sumbangan-sumbangan yang halal dan tidak mengikat.
e. Usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat.
BAB VI
KEANGGOTAAN
Pasal 12
Definisi Keanggotaan
Anggota Rohis SMK Darussalam Makassar adalah siswa/i muslim/ah yang telah terdaftar di
SMK Darussalam Makassar dan telah memenuhi Syarat Syarat Keanggotaan.
Pasal 13
Kategori Keanggotaan
1. Anggota Rohis SMK Darussalam Makassar terdiri atas Pengurus Inti dan Anggota Biasa.
2. Definisi anggota, persyaratan, hak dan kewajiban serta aturan keanggotaan lainnya diatur
secara rinci dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB VII
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 14
Struktur Organisasi
Struktur organisasi Rohis SMK Darussalam Makassar terdiri atas:
a. Pelindung
b. Dewan Pembina
c. Bina Damping
d. Pengurus Inti, dan
e. Daparteman-dapartemen
BAB VIII
PERMUSYAWARATAN
Pasal 15
Jenis-Jenis Musyawarah
a. Musyawarah Besar (MUBES)
b. Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB)
c. Musyawarah Kerja (MUSKER)
d. Musyawarah Rutin
e. Musyawarah Dapartemen
f. Musyawarah Kepanitiaan
BAB IX
HUBUNGAN DENGAN ORGANISASI LAIN
Pasal 16
Hubungan dengan Organisasi Luar
Rohis SMK Darussalam Makassar menjalin hubungan dangan organisasi lain selama tidak
bertentangan dengan syari’at islam demi mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa
dengan memperhatikan prinsip dakwah.
BAB X
PENETAPAN DAN PERUBAHAN
Pasal 17
Penetapan dan Perubahan AD/ART
1. Penetapan dan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Rohis SMK
Darussalam Makassar dilakukan melalaui Msyawarah Besar atau Musyawarah Luar Biasa.
2. Rencana perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Rohis SMK Darussalam
Makassar dapat disampaikan 1 pekan sebelum Musyawarah Besar atau Musyawarah Luar
Biasa dilaksanakan.
BAB XI
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 18
Aturan Tambahan
Hal-hal yang belum ditetapakan atau dirinci dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.
BAB XII
ATURAN PERALIHAN
Pasal 19
Aturan Peralihan
Pada saat berlakunya Anggaran Dasar ini maka Anggaran Dasar sebelumnya tidak berlaku lagi.
BAB XIII
PENUTUP
Pasal 20
Pengesahan dan Pemberlakuan Anggaran Dasar
1. Anggaran Dasar ini disahkan dan ditetapkan sejak tanggal ditetapkannya dan tidak akan di
tinjau kembali kecuali terdapat kekeliruan dalam penetapannya.
2. Masa pemberlakuan Anggaran Dasar ini terhitung sejak tanggal berakhirnya Musyawarah
Besar Rohis SMK Darussalam Makassar
Mengetahui,
Presidium Sidang
( ) ( ) ( )
Presidium 2 Presidium 1 Presidium 3
KETETAPAN MUBES ROHIS SMK DARUSSALAM
Nomor : 001/MUBES/RI/SKADARS/XI/2024
Tentang
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ ART)
ROHANI ISLAM SMK DARUSSALAM
Bismillahirrohmaanirrohim
Dengan rahmat dan ridho serta hidayah Allah SWT dengan ini MUBES ROHIS SMK
Darussalam Makassar :
Menimbang :
1. Bahwa untuk melanjutkan perjuangan Kepemimpinan Organisasi ROHIS diperlukan
adanya
kepemimpinan dalam organisasi.
2. Untuk merespon perkembangan kondisi lingkungan Sekolah dan Sekitar.
Memperhatikan :
Hasil pembahasan MUBES ROHIS SMK Darussalam Makassar Tahun 2024 tentang Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART)
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) setelah ditinjau berdasarkan masukan
dan persetujuan peserta.
Mengetahui,
Presidium Sidang
( ) ( ) ( )
Presidium 2 Presidium 1 Presidium 3
ANGGARAN RUMAH TANGGA
BAB I
LAMBANG ORGANISASI
Pasal 1
Bentuk Lambang
Pasal 2
Tafsir Lambang
1. Bulan Sabit dan Bintang, simbol ini umumnya terkait dengan islam mencerminkan aspek
spiritual dan keagamaan dari kelompok Rohis yang berfokus pada ajaran dan nilai-nilai
islam.
2. Bentuk Lengkungan, bentuk yang mengelilingi teks dan simbol bisa melambangkan
konsep gerbang atau pintu masuk, yang menunjukkan jalan menuju pengetahuan,
pertumbuhan, dan pengembangan spiritual bagi anggota Rohis.
3. Tulisan Rohis, gaya tulisan yang dinamis dan kreatif melambangkan semangat muda dan
kreativitas, mewakili sifat dinamis dan aktif dari kegiatan kelompok ini.
4. Tulisan SMK Darussalam Makassar, menunjukkan lembaga yang terkait dengan
kelompok Rohis menegaskan identitas dan keterkaitan dengan komunitas sekolah.
5. Warna, kombinasi warna hijau, kuning, dan putih seringkali dikaitkan dengan perdamaian,
pertumbuhan, dan kesucian dalam budaya islam. Hijau, adalah warna yang menonjol dalam
tradisi islam, melambangkan ketengan. Kuning, melambangkan optimisme dan pencerahan,
sedangkan Putih, Melambangkan transanparansi, kesucian dan keterbukaan Rohis dengan
warga sekolah.
BAB II
KEANGGOTAAN
Pasal 3
Jenis Anggota
1. Pengurus Inti, adalah pengurus yang terdiri atas Ketua Umum, Wakil Ketua, Sekretaris,
Bendahara, serta Koordinator-koordinator setiap Dapartemen.
2. Anggota Biasa, adalah setiap siswa/i muslim/ah yang telah mengikuti Upgreding dan
terdaftar pada SK Kepengurusan.
Pasal 4
Persyaratan Anggota
1. Pengurus Inti
a. Siswa/i Muslim/ah SMK Darussalam Makassar.
b. Mendapat rekomendasi/ persetujuan dari Bina Damping untuk menjabat.
c. Bersedia melaksanakan dan menjalankan program kerja Rohis SMK Darussalam
Makassar.
2. Anggota Biasa
a. Siswa/i Muslim/ah SMK Darussalam Makassar.
b. Aktif dalam program tahsin Rohis SMK Darussalam Makassar.
d. Bersedia melaksanakan dan menjalankan program kerja Rohis SMK Darussalam
Makassar.
Pasal 5
Kewajiban Anggota
Secara umum, seluruh pengurus dan anggota mempunyai kewajiban sebagai berikut:
a. Menjunjung tinggi kehormatan Islam dan kaum Muslimin.
b. Aktif dalam program tahsin Rohis SMK Darussalam Makassar.
c. Menjaga dan menjunjung nama baik SMK Darussalam Makassar.
d. Menjaga dan Menjunjung nama baik Rohis SMK Darussalam Makassar
e. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Rohis SMK Darussalam
Makassar selama tidak bertentangan dengan syariat islam dan tata tertib sekolah.
f. Menjalankan dan melaksanakan seluruh program kerja dengan amanah dan bersungguh-
sungguh.
g. Berpartisipasi dalam seluruh kegiatan yang diadakan oleh Rohis SMK Darussalam
Makassar.
Pasal 6
Hak Anggota
1. Pengurus Inti memilili hak:
a. Dipilih dan memilih dalam amanah-amanah program kerja organisasi.
b. Memberhentikan anggota dengan alasan yang jelas.
c. Mendapatkan pembinaan dan pengembangan diri.
d. Memilih koordinator-koordinator Dapartemen periode yang sedang berlangsung.
e. Mengikuti seluruh kegiatan Rohis SMK Darussalam Makassar.
2. Anggota Biasa memiliki hak:
a. Mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya.
b. Dipilih dan memilih dalam amanah-amanah program kerja organisasi.
c. Mendapatkan pembinaan dan pengembangan diri.
d. Mengikuti seluruh kegiatan Rohis SMK Darussalam Makassar.
Pasal 7
Masa Keanggotaan
keanggotaan berakhir ketika:
1. Masa kepengurusan telah selesai;
2. Meninggal dunua;
3. Gila/ hilang akal;
4. Mengundurkan diri secara formal;
5. Diberhentikan oleh pengurus inti dengan alasan yang jelas;
Pasal 8
Sangsi Anggota
1. Sangsi adalah hukuman yang diberikan kepada anggota sebagai bagian dari proses
pembinaan.
2. Anggota dikenakan sangsi jika:
a. Melalaikan tugas organisasi.
b. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh
organisasi
c. Melakukan perbuatan yang merugikan, tercela, dan/atau mencemarkan nama baik
organisasi.
d. Melakukan tindakan kriminal atau tindakan lain-nya.
3. Anggota yang jelas-jelas terbukti melanggar dikenakan sangsi sebagai berikut:
a. Apabila terjadi pada pengurus inti maka akan diadakan resuffle dari kepengurusan Rohis
SMK Darussalam Makassar melalui Musyawarah Luar Biasa.
b. Pemberian peringatan/teguran/nasihat secara lisan maupun tertulis.
c. Penonaktifan sebagai anggota;
d. Pemberhentian sebagai anggota;
4. Anggota yang dekenakan sangsi dapat mengajukan pembelaan diri ke forum yang diadakan
oleh pengurus inti.
BAB III
KEUANGAN
Pasal 9
Sumber Keuangan
Sumber dana Rohis SMK Darussalam Makassar berasal dari:
1. Dana yang didapatkan dari SMK Darussalam Makassar.
2. Kotak Amal Jumat.
3. Bantuan-bantuan atau sumbangan-sumbangan yang halal dan tidak mengikat.
4. Usaha-usaha lain yang halal dan tidak mengikat.
Pasal 10
Prinsip Keuangan
1. Prinsip halal, maksudnya adalah setiap dana yang diperoleh tidak berasal dan tidak diperoleh
dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
2. Prinsip bertanggungjawab, maksudnya adalah setiap dana yang diperoleh dapat
dipertanggungjawabkan sumber dan peruntukannya secara tertulis, dan bila perlu melalui
bukti nyata.
3. Prinsip transparansi, maksudnya adalah adanya keterbukaan tentang sumber dan besaran
dana yang diperoleh serta kemana dan berapa besar dana yang sudah dialokasikan.
BAB IV
KEORGANISASIAN
Pasal 11
Struktur Organisasi
1. Pelindung
Pelindung adalah Kepala SMK Darussalam Makassar
2. Dewan Pembina
a. Dewan Pembina Rohis SMK Darussalam Makassar adalah
1) Wakasek Bidang Kesiswaan
b. Dewan Pembina berwenang memberikan arahan, pembinaan, saran, nasihat, petunjuk,
ataupun teguran terhadap pelaksanaan kegiatan baik secara lisan maupun tulisan diminta
ataupun tidak.
3. Bina Damping
a. Bina Damping Rohis SMK Darussalam Makassar adalah
1) Pembina Rohis SMK Darussalam Makassar.
b. Bina Damping bertanggung jawab langsung untuk memberikan pendidikan dakwah dan
tahsin kepada seluruh pengurus Rohis SMK Darussalam Makassar.
c. Bina Damping bertanggung jawab untuk memberikan arahan, pembinaan, saran, nasihat,
petunjuk, ataupun teguran terhadap pelaksanaan kegiatan baik secara lisan maupun
tulisan diminta ataupun tidak.
4. Pengurus Inti
a. Pengurus Inti merupakan badan tertinggi dalam Rohis SMK Darussalam Makassar
b. Pengurus Inti terdiri dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara
Umum, serta Koordinator-Koordinator setiap Departemen yang menjadi pelaksana
aktivitas Rohis SMK Darussalam Makassar.
c. Pengurus Inti wajib melaksanakan program kerja Rohis SMK Darussalam
Makassar.
d. Pengurus Inti berwenang menentukan kebijakan-kebijakan internal dan eksternal Rohis
SMK Darussalam Makassar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
e. Pengurus Inti berwenang memberi sanksi kepada anggota;
5. Dapartemen-dapartemen
a. Dapartemen Dakwah dan Kaderisasi
b. Dapartemen Dana dan Usaha
c. Dapartemen Urusan Masjid
d. Dapartemen Hubungan Masyarakat
BAB V
PERMUSYAWARATAN
Pasal 12
Musyawarah Besar
1. Musyawarah Besar merupakan majelis permusyawaratan tertinggi dan mempunyai
kekuasaan tertinggi dalam Rohis SMK Darussalam Makassar.
2. Musyawarah Besar hanya dilaksanakan satu kali dalam satu periode kepengurusan.
3. Pengurus Inti adalah penanggung jawab Musyawarah Besar.
4. Peserta Muktamar terdiri dari:
1. Pengurus Inti
2. Anggota Biasa
3. Bina Damping
4. Hak peserta Musyawarah Besar:
a. Anggota Biasa memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya;
b. Pengurus Inti memiliki hak untuk memilih dan menunjuk susunan Pengurus Inti
periode selanjutnya, mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya serta
memberikan laporan pertanggungjawaban terhadap program kerja Rohis SMK
Darussalam Makassar.
5. Musyawarah Besar memiliki wewenang untuk:
a. Membahas dan menetapkan agenda acara, tata tertib, Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga, serta Garis-garis Besar Haluan Organisasi.
b. Menerima, mengesahkan, dan atau menolak laporan pertanggungjawaban
pengurus Rohis SMK Darussalam Makassar.
c. Memilih Pengurus Inti Rohis Ikramal SMK DarussalamMakassar yang baru;
d. Menetapkan putusan-putusan penting lainnya.
6. Pimpinan Musyawarah Besar dipilih oleh dan dari Tim inti berdasarkan persetujuan Bina
Damping
7. Sebelum Pengurus Inti baru terpilih, maka Pengurus Inti lama tetap menjalankan
fungsi dan tugasnya.
Pasal 13
Musyawarah Luar Biasa
1. Musyawarah Luar Biasa merupakan majelis permusyawaratan yang diadakan jika
menghadapi keadaan yang luar biasa, mendesak, dan dianggap perlu.
2. Musyawarah Luar Biasa merupakan pengambilan keputusan tertinggi setelah
Musyawarah Besar dalam Rohis SMK Darussalam Makassar.
3. Pengurus Inti adalah penanggung jawab Musyawarah Luar Biasa.
4. Musyawarah Luar Biasa dihadiri sekurang-kurangnya dua per tiga anggota Rohis
SMK Darussalam Makassar.
5. Jika syarat pada ayat empat tidak terpenuhi, maka Musyawarah Luar Biasa ditunda sampai
jangka waktu paling lama tiga hari.
6. Jika telah dilakukan penundaan sampai batas waktu seperti pada ayat lima dan ternyata
syarat kuorum belum terpenuhi juga, maka jumlah peserta yang hadir ditetapkan sebagai
kuorum.
7. Hak peserta Musyawarah Luar Biasa:
a. Anggota Biasa memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya;
b. Pengurus Inti memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya, serta
menunjuk Koordinator Departemen;
8. Musyawarah Luar Biasa memiliki wewenang untuk:
a. Memiih dan menunjuk Koordinator-Koordinator setiap Departemen;
b. Meninjau ulang Kepemimpinan Rohis SMK Darussalam Makassar jika dianggap perlu;
c. Melakukan reshuffle terhadap Pengurus Rohis SMK Darussalam Makassar sebagai
wujud pelaksanaan sanksi anggota.
9. Pimpinan Musyawarah Luar Biasa adalah Ketua Umum Rohis SMK Darussalam Makassar.
Pasal 14
Musyawarah Kerja
1. Musyawarah Kerja adalah pengambilan keputusan tertinggi dalam perancangan program
kerja yang dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.
2. Musyawarah Kerja dilaksanakan paling lambat satu bulan setelah Musyawarah Besar
dan dilaksanakan 1 kali dalam satu periode kepengurusan.
3. Pengurus Inti adalah penanggung jawab Musyawarah Kerja.
4. Peserta Musyawarah Kerja terdiri dari:
1) Anggota Biasa;
2) Pengurus Inti.
5. Hak peserta Musyawarah Kerja:
a. Seluruh peserta memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, saran, bertanya, dan usul
terhadap program kerja yang akan dilaksanakan;
b. Pimpinan Musyawarah Kerja memiliki hak menerima/menolak usulan program kerja
dengan pertimbangan dari Pengurus Inti.
6. Musyawarah Kerja memiliki wewenang untuk:
a. Merumuskan dan menetapkan program kerja dalam satu periode kepengurusan.
b. Menetapkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan program kerja.
7. Pimpinan Musyawarah Kerja adalah Ketua Umum Rohis SMK Darussalam Makassar.
Pasal 15
Musyawarah Rutin
1. Musyawarah Rutin adalah majelis permusyawaratan yang dilakukan sebanyak 1 kali dalam
sepekan dan sekurang-kurangnya 1 kali dalam sebulan.
2. Musyawarah Rutin dibolehkan dilaksanakan dengan format terpisah (Ikhwa dan Akhwat
beda majelis) dengan sepengetahuan Ketua Umum Rohis SMK Darussalam Makassar.
3. Musyawarah Rutin dibolehkan dilaksanakan dengan format gabungan (Ikhwa dan Akhwat
dalam 1 majelis) selama menggunakan hijab (pembatas).
1. Pengurus Inti adalah penanggung jawab Musyawarah Rutin.
2. Peserta Musyawarah Rutin terdiri dari:
a. Seluruh pengurus Rohis Ikramal SMA NEGERI 3 Makassar;
b. Peserta Undangan yang terdiri atas:
1) Bina Damping;
3. Hak peserta Musyawarah Rutin:
a. Seluruh peserta memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya;
4. Musyawarah Rutin memiliki wewenang untuk:
a. Mengevaluasi kinerja pengurus Rohis SMK Darussalam Makassar selama
sepekan/sebulan ke belakang.
b. Merencanakan program kerja umum Rohis SMK Darussalam Makassar selama
sepekan/sebulan ke depan.
5. Pimpinan Musyawarah Rutin dipilih oleh Ketua Umum Rohis SMK Darussalam Makassar.
Pasal 16
Musyawarah Dapartemen
1. Musyawarah Departemen adalah majelis permusyawaratan tertinggi di tingkat Departemen.
2. Masing-masing Koordinator Departemen bertanggung jawab terhadap Musyawarah
Departemennya.
3. Peserta Musyawarah Departemen terdiri dari:
a. Seluruh anggota masing-masing Departemen;
b. Peserta Undangan yang terdiri atas:
1) Pengurus Inti;
2) Bina Damping;
4. Hak peserta Musyawarah Departemen:
a. Seluruh peserta memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya;
5. Musyawarah Departemen memiliki wewenang untuk:
a. Menyusun rancangan pelaksaanan program kerja setiap Departemen;
b. Mengevaluasi kinerja Departemen selama yang beberapa waktu ke belakang.
6. Pimpinan Musyawarah Departemen adalah masing-masing Koordinator Departemen.
Pasal 17
Musyawarah Kepanitiaan
1. Musyawarah kepanitiaan adalah permusyawaratan yang dilakukan oleh panitia pelaksana
untuk menyukseskan program kerja organisasi dan membahas agenda-agenda kepanitiaan.
2. Peserta Musyawarah Kepanitiaan terdiri dari:
a. Seluruh pengurus Rohis SMK Darussalam Makassar yang termasuk ke dalam struktur
kepanitiaan program kerja.
b. Peserta Undangan yang terdiri atas:
1) Bina Damping
3. Hak peserta Musyawarah Kepanitiaan:
a. Seluruh peserta memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, saran, dan bertanya;
4. Musyawarah Kepanitiaan memiliki wewenang untuk:
a. Membuat perencanaan program kerja;
b. Melaksanakan program kerja;
c. Mengevaluasi program kerja.
5. Pimpinan Musyawarah Kepanitiaan adalah panitia inti dari kepanitiaan.
BAB VI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 18
Sistematika Pengambilan Keputusan
1. Setiap keputusan diambil secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
2. Dalam hal di luar masalah-masalah kepengurusan, diberikan wewenang kepada
pimpinan musyawarah untuk mengambil keputusan dengan persetujuan peserta.
3. Apabila keputusan tidak dicapai dengan cara pada ayat satu dan dua, maka keputusan
diambil dengan suara terbanyak (voting) dari peserta yang hadir.
4. Setiap Keputusan Pemilihan Pengurus Baru dilakukan secara Aklamasi (Khusus Muktamar)
BAB VII
ATRIBUT ORGANISASI
Pasal 19
Atribut Organisasi
Atribut organisasi seperti stempel, PDH (Pakaian Dinas Harian), dan sejenisnya
diatur di dalam ketentuan tersendiri.
BAB VIII
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 20
Aturan Tambahan
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Rohis
SMK Darussalam Makassar akan diatur dalam ketetapan-ketetapan organisasi.
BAB IX
ATURAN PERALIHAN
Pasal 21
Aturan Peralihan
Pada saat berlakunya Anggaran Rumah Tangga ini, maka Anggaran Rumah Tangga sebelumnya
tidak berlaku lagi.
BAB X
PENUTUP
Pasal 22
Pengesahan dan Pemberlakuan Anggaran Rumah Tangga
1. Anggaran Rumah Tangga ini disahkan dan ditetapkan sejak tanggal ditetapkannya dan
tidak akan ditinjau kembali kecuali terdapat kekeliruan dalam penetapannya.
2. Masa pemberlakuan Anggaran Rumah Tangga ini terhitung sejak tanggal berakhirnya
Muktamar Rohis Ikramal SMA NEGERI 3 Makassar.
Mengetahui,
Presidium Sidang
( ) ( ) ( )
Presidium 2 Presidium 1 Presidium 3