0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Panduan Alat Pelindung Diri K3

Makalah ini membahas tentang Alat Pelindung Diri (APD) sebagai upaya untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan di tempat kerja. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta memberikan pemahaman mengenai definisi, tujuan, manfaat, dan jenis-jenis APD. Penekanan pada pentingnya penggunaan APD yang sesuai dan perawatannya juga disampaikan untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Zahwa Nadila Arifin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Panduan Alat Pelindung Diri K3

Makalah ini membahas tentang Alat Pelindung Diri (APD) sebagai upaya untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan di tempat kerja. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta memberikan pemahaman mengenai definisi, tujuan, manfaat, dan jenis-jenis APD. Penekanan pada pentingnya penggunaan APD yang sesuai dan perawatannya juga disampaikan untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Zahwa Nadila Arifin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

ALAT PELINDUNG DIRI

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Yang Diampu Oleh:

Bpk. Imam Cahyo Yuwono, S.K.M., M .Si.

Disusun Oleh:

Kelompok 3

Amanda Selsi Septi Nurdiyanti Dewi 244022018

Puja Andina 244022010

Kiki Sri Rezeki 244022006

Lilis Nurussa’adah 244022001

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YPSDMI GARUT

TAHUN 2023/2024
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah ‫ ﷻ‬Rabb sekalian makhluk, yang telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang

berjudul “Alat Pelindung Diri”. Tidak lupa shalawat dan salam semoga

terlimpahkan kepada Nabi yang paling mulia, Nabi Muhammad ‫ ﷺ‬kepada sanak

keluarga, dan para sahabat beliau, amma ba’du.

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bpk.

Imam Cahyo Yuwono, S.K.M., M .Si. pada mata kuliah “Dasar Kesehatan dan

Keselamatan Kerja”. Kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah

membantu proses pembuatan makalah ini.

Kami menyadari makalah yang kami tulis ini jauh dari kata sempurna. Oleh

karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi

kesempurnaan makalah ini.

Garut, 20 Desember 2023

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................ii
DAFTAR ISI......................................................................................................................iii
BAB I...................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...............................................................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................................1
B. Tujuan Penulisan......................................................................................................2
BAB II...........................................................................................................................3
PEMBAHASAN............................................................................................................3
A. DEFINISI..................................................................................................................3
B. TUJUAN DAN MANFAAT.....................................................................................4
C. MACAM -MACAM ALAT PELINDUNG DIRI..................................................6
D. PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI.........................................................20
BAB III...........................................................................................................................
KESIMPULAN...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam setiap melakukan pekerjaan, seorang pekerja mempunyai

kemungkinan mengalami kecelakaan yang berpengaruh pada kondisi kesehatan.

Keselamatan dan Kesehatan kerja berhubungan terhadap alat kerja, proses

pengolahannya, serta bahannya, lingkungan kerja dan proses melakukan

pekerjaannya. Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak terduga dan tidak

pernah diharapkan karena dapat menimbulkan kerugian material dan juga

penderitaan mulai ringan hingga penderitaan yang paling berat. (Anizar, 2012).

Kecelakaan kerja yang terjadi akan menimbulkan korban jiwa, kecacatan,

peralatan yang rusak, menurunkan mutu serta hasil produksi, proses produksi akan

terhenti, lingkungan menjadi rusak, dan pada akhirnya menimbulkan kerugian

semua orang dan akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Bahaya

yang dapat terjadi pada lantai produksi serta menimpa pekerja antara lain tertimpa

oleh benda keras dan juga berat, terpotong dan tertusuk oleh benda tajam, jatuh

dari tempat yang tinggi, tersengat aliran listrik, zat kimia yang dapat mengenai

kulit atau masuk melalui pernapasan, pendengaran dan penglihatan terganggu

akibat tingkat kebisingan dan pencahayaan yang tidak sesuai dengan persyaratan,

ataupun terpapar radiasi.

Apabila ditemukan kecelakaan kerja perusahaan harus menanggung kerugian

seperti menurunnya produktivitas dalam waktu tertentu, pengeluaran untuk

perawatan medis bagi pekerja yang luka, mengalami cacat dan meninggal,
2

kerugian karena mesin mengalami kerusakan dan efisiensi dari perusahaan

mengalami penurunan.

Sebagaimana diketahui, ada 5 tahap yang termasuk upaya untuk mencegah

kecelakaan pada hierarki pengendalian risiko yaitu: tahap eliminasi, substitusi,

tahap engineering, tahap administratif dan yang terakhir Alat Pelindungan Diri.

Pemakaian Alat ini bukanlah pilihan pertama melainkan yang terakhir apabila 4

tahap tersebut belum dapat dilakukan ataupun sudah dilakukan namun tetap saja

terdapat bahaya yang mengganggu status kesehatan dari tenaga kerja.

Pemakaian Alat ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman pekerja tetapi

mampu untuk mencegah atau angka mengurangi risiko penyakit akibat kerja dan

kejadian kecelakaan radi saat bekerja. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para

pekerja banyak yang tidak menggunakan alat ini karena tidak merasa nyaman saat

bekerja, misalkan dalam penggunaan masker dirasakan menganggu kenyamanan

karena dianggap menganggu mua pernapasan sehingga pemakaian masih

memerlukan penyesuaian diri. (Suma'mur, 2014).

B. Tujuan Penulisan

Sesuai dengan permasalahan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai oleh

penulis dalam penelitian ini :

a. Tujuan Umum

Tujuan umum dari dibuatnya makalah ini memenuhi tugas mata kuliah

Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

b. Tujuan Khusus

2
3

Tujuan khusus dari dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui

tentang pengertian, tujuan. manfaat dan jenis dari alat pelindung diri serta

perawatannya.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI

Menurut Heni (2019) Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang

mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan yang

fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja.

Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang mempunyai kemampuan untuk

melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh

dari potensi bahaya di tempat kerja. (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Republik Indonesia, 2010). APD sangat penting mengingat tingginya risiko

kecelakaan di bidang konstruksi. Berdasarkan artikel Pengendalian Risiko

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, angka kecelakaan kerja masih

perlu menjadi perhatian besar bagi pemerintah dan perusahan jasa konstruksi.

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia,

terdapat 110.285 kasus kecelakaan pada tahun 2015, 105.182 kasus kecelakaan

pada tahun 2016, dan 80.392 kasus kecelakaan pada tahun 2017. Alat Pelindung

Diri (APD) menjadi bentuk pengendalian risiko terakhir berdasarkan hirarki

pengendalian risiko. Setiap perusahaan dalam bidang konstruksi, wajib

menyediakan APD bagi pekerja/buruh di tempat kerja.

APD harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar yang

berlaku dan harus dipakai oleh pekerja pada semua pekerjaan sesuai dengan jenis

pekerjaannya. Dasar hukum yang mengatur tentang pemakaian APD secara umum

dicantumkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik


4

Indonesia Nomor Per.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Untuk

peraturan APD secara spesifik pada bidang konstruksi dicantumkan pada

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang

Pekerjaan Umum.

B. TUJUAN DAN MANFAAT

Adanya alat pelindung diri dilingkungan pekerkaan tentu tidak terlepas dari

mafaat ada tujuan dibuatnya alat tersebut, adapun tujuan dan manfaat dari alat

pelindung diri adalah sebagai berikut :

1. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja masyarakat pekerja

di semua lapangan kerja setinggi- tingginya baik fisik, mental maupun

kesejahteraan sosialnya.

2. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat pekerja yang

diakibatkan oleh keadaan/kondisi lingkungan kerjanya.

3. Memberikan pekerjaan dan perlindungan bagi pekerja di dalam

pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-

faktor yang membahayakan kesehatan.

4. Menempatkan dan memelihara pekerja disuatu lingkungan kerja yang

sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pekerjanya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 Pasal 14 huruf c tentang

keselamatan kerja, sebuah perusahaan atau pengusaha mempunyai kewajiban

untuk menyediakan APD secara gratis pada pekerja atau siapapun yang masuk

atau berkunjung ke lokasi kerja dan bila tidak memenuhi kewajiban tersebut

dianggap melakukan pelanggaran terhadap undang-undang dan mendapat


5

tindakan. APD yang disediakan perusahaan dan digunakan oleh pekerja adalah

APD yang sudah memenuhi syarat baik pembuatan dan pengujian, serta sertifikat.

APD yang baik memiliki beberapa persyaratan antaranya:

1. Mampu melindungi pekerja dari bahaya yang mungkin ditimbulkan

2. Mampu melindungi pekerja dengan efisien dan tidak berat

3. Penggunaan pelengkap pada tubuh yang fleksibel tetapi efektif

4. Tubuh mampu menahan berat dari penggunaan alat tersebut

5. Ketika memakai alat tersebut, pekerja mampu bergerak dengan baik dan

panca indera tetap berfungsi dengan baik

6. Bertahan lama dan kelihatan menarik

7. Perawatan rutin dan penggantian bagian penting untuk persediaan yang

selalu ada.

8. Bebas efek samping akibat pemakaian baik dari bentuk. konstruksinya,

bahan dan bahkan penyalahgunaan.

Pekerja yang menggunakan alat pelindung diri harus dilengkapi informasi

mengenai apa saja bahaya yang mungkin terjadi, pencegahan apa saja yang harus

dilakukan, diberikan pelatihan menggunakan alat yang benar, berkonsultasi dan

boleh memilih berdasarkan kecocokannya, memberikan instruksi mengenai

pemeliharaan dan penyimpanan yang baik dan rapi dan semua kecacatan maupun

kerusakan harus segera dilaporkan (Ridley, 2008).

Perlindungan APD meliputi bagian tubuh pekerja yaitu bagian kepala (safety

helm), bagian mata (kacamata), bagian muka (pelindung muka), bagian tangan

serta jari (sarung tangan), bagian kaki (safety shoes), bagian pernapasan

(respirator), daerah telinga (penyumbat telinga), hagian tubuh (pakaian kerja).


6

Banyak sekali jenis Alat Pelindung Diri, disesuaikan dengan macam

pekerjaannya. Oleh karena itu harus dipilih sesuai dengan kondisi ataupun

keadaan lingkungan, faktor bahaya, waktu berlakunya dan yang lainnya. Agar

supaya bagian program lebih efektif dalam memilih maka:

1. Konsultasi kepada ahli hygiene industry, ahli keselamatan kerja, atau ahli

hiperkes medis.

2. Mengadakan identifikasi bahaya kerja ditempat kerja

3. Mencari alat pelindung diri sesuai dengan bahaya yang dihadapi tenaga

kerja

4. Menetapkan prosedur kebersihan dan pemeliharaan yang diperlukan untuk

alat pelindung diri tersebut

5. Meyakinkan kepada seluruh tenaga kerja untuk memakai alat yang

diperlukan

6. Prosedur Pendidikan formal dan Latihan bagi semua tenaga kerja dapat

dimasukkan ke dalam kurikulum.

Perlindungan APD harus mencakup bagian tubuh pekerja yaitu bagian kepala

(safety helm), bagian mata (kacamata), bagian muka (pelindung muka), bagian

tangan serta jari (sarung tangan),bagian kaki (safety shoes), bagian pernapasan

(respirator), daerah telinga (penyumbat telinga), bagian tubuh (pakaian kerja).

C. MACAM -MACAM ALAT PELINDUNG DIRI

Untuk memilih APD yang sesuai dengan pekerja berdasarkan pekerjaannya,

upaya identifikasi perlu dilakukan untuk melihat potensial bahaya yang akan

terjadi di tempat kerja Identifikasi tersebut mencakup jenis dan sifat bahaya,
7

berapa lama waktu pemajanannya, sampai kepada tahap batas kemampuan APD

digunakan. (Soeripto, 2008). Macam-macam alat pelindung diri tersebut adalah

sebagai berikut:

1. Alat pelindung kepala

a. Topi pengaman

Topi pengaman (Safety Hat) Umumnya disebut sebagai pelindung kepala

(safety helmet), terbuat dari fiber glass, plastik maupun almunium yang berguna

untuk melindungi kepala dari benda jatuh. Oleh karena pelindung kepala ini

wajib:

 Mampu menahan benturan (apakah dari benda yang tajam maupun dari

benda tumpul)

 Mampu menahan gencetan dan himpitan yang disebabkan benda berat dan

keras.

 Memiliki bobot yang ringan dan tahan dalam jangka waktu Panjang.

 Tidak mengandung arus listrik yang akan mengakibatkan kecelakaan pada

tenaga kerja

 Bahan yang tahan air dan tidak terbakar.

Pekerjaan yang dilakukan diluar gedung (dilingkungan konstruksi biasanya

langsung dibawah sinar matahari) pada umumnya menggunakan topi pengaman

dengan bahan alumunium. Tidak hanya melindungi dari benturan yang keras

tetapi juga terlindung dari radiasi oleh sinar matahari. Ada 4 jenis yang termasuk

di dalam pelindung kepala ini yaitu :

1. Hard hat kelas A mampu melindungi kepala apabila ada benda yang jatuh

dan mampu menahan arus listrik hingga 2.200 volt.


8

2. Hard hat kelas B mampu melindungi kepala apabila ada benda yang jatuh

dan mampu menahan arus listrik hingga 20.000 volt.

3. Hard hat kelas C mampu melindungi kepala apabila ada benda yang jatuh

namun tidak mampu menahan kejutan listrik dan dari bahan korosif.

4. Bump cap terbuat dari plastik dengan berat cukup ringan yang mampu

memberikan perlindungan kepala dari benda yang memiliki tonjolan,

namun tidak memiliki sistem suspensi dan tidak dapat menahan benda

yang jatuh juga menahan dari kejutan listrik. Oleh karena itu tidak boleh

digunakan untuk mengantikan hard hat tipe apapun.

Gambar 2.1 Topi pengaman (Safety Hat)

Sumber : Keselamatan dan kesehatan kerja (k3)

1. Ayunan (harm mock)

2. Badan topi

3. Ikat kepala

4. Pinggir topi

5. Tali pengikat dagu

6. Ujung topi yang melindungi bagian pada mata

7. Linen penyerap goncangan 8. Kerangka topi


9

Bagian dalam topi pengaman dilengkapi dengan jarring tali atau ayunan yang

berfungsi sebagai penahan goncangan (shock) yang dihasilkan oleh benturan.

Topi pengaman ini memliki beberapa warna yang menjadi tanda pengguna.

Gambar 2.2 Warna Helm dan penggunananya

Sumber : smkn2depoksleman

b. Topi/tudung (Hood)

Topi tudung Untuk melindungi kepala dari zat-zat kimia, iklim yang berubah-

ubah, api dan lain-lain, terbuat dari bahan yang tidak mempunyai celah atau

lubang, biasanya terbuat dari asbes, kulit, wool, katun yang dicampur alumunium

dan lain-lain.

Gambar 2.3 Hood

Sumber : [Link]
10

c. Penutup rambut ( Hair Cap )

Penutup rambut Biasanya terbuat dari katun atau bahan lain yang mudah

dicuci, alat pelindung kepala ini dapat dilengkapi dengan alat pelindung diri

lainnya seperti: kaca mata, penutup muka, penutup telinga, respirator dan lain-

lain.

Gambar 2.4 Hair Cap

Sumber : [Link]

2. Alat pelindung telinga

Ada dua macam pelindung telingan dari kebisingan yaitu dengan menggunakan

penyumbat telinga dan penutup telinga.

a. Sumbat telingan (ear plug)

Alat ini berguna untuk melindungi indera pendengaran kita dari tingkat

intensitas yang sangat tinggi. Rata-rata sumbat telinga mampu meredam sebesar

20-30 dB intensitas suara pada frekuensi 2000-4000 Hz Perlu kita ketahui sumbat

telinga setiap individu tidak sama kare itu kita harus memilih dan mencoba

langsung ag ukuran yang kita dapatkan sesuai. Tujuannya aga sumbat telinga

mampu memberikan perlindungan maksimal pada bagian telinga tengah dan

bagian dalam.
11

Gambar 2.5 Sumbat Telinga (ear plug)

Sumber : [Link]

b. Penutup telinga (eur mulf)

Mampu meredam suara hingga 25-40 dB di frekuens 2000-4000 Hz dengan

catatan penutup telinga bisa dipasang sesuai tepat (rembesan suara tidak masuk

telinga dan tidak menimbulkan rasa sakit). Pada umumnya memilih dan

mendapatkan tutup telinga yang pas untuk orang Indonesia sangat sulit, meskipun

tetab dilengkapi dengan pengatur (semacam sabok) yang dapat dikencangican atau

dikendurkan dikarenakan bentuk dan wajah orang Indonesia berbeda dengan

bentuk dan ukuran waiah rata-rata orang atau baogi dari negara asal dimana tutup

telinga tersebut diproduksi iksi. Bahan-bahan yang dapat digunakan dapat berupa

karet alam, karen sintesis, plastik yang lemb (agak lentur) dan busa uretan.

Gambar 2.6 Penutup Telinga (ear muff)

Sumber : [Link]
12

3. Alat pelindung mata

Cidera atau kecelakaan pada mata merupaka permasalahan yang sulit dalam

upaya pencegahan terjadinya kecelakaan. Rasa tidak nyaman dialami peker pada

saat melakukan pekerjaannya karena mera kurangnya kenikmatan bekerja. Ada

beberapa macam pelindung mata yaitu:

1. Kaca mata (spectacle goggles)

Kaca mata dengan kegunaanya agar mata terhindar dari benda yang melayang

seperti contohnya paku, logam, batu-batuan percikan benda-benda keras lainnya

yang dihasilkan oleh pekerjaan yang menggunakan pahat, alat pengebor batu-

batuan dan lainnya.

Gambar 2.7 spectacle googles

Sumber : [Link]

2. Cup Goggles

Memiliki tali untuk mengikat kepala agar mata terlindung dan terhindar dari

percikan bara yang dihasilkan dari pekerjaan penuangan logam, semua benda

yang melayang seperti serpihan kayu atau percikan besi yang berasal dari kegiatan

penggerinda, juga dapat melindungi mata dari debu yang berasal dari pekerjaan

tukang kayu, mengelas ataupun memotong baja dan yang lainnya.


13

Gambar 2.8 Cup Goggles

Sumber : [Link]

3. Cover Goggles

Biasanya terbuat dari bahan ringan dan lunak seperti vinyl dan karet.

Pembuatan lensa menggunakan bahan plastik bening yang sangat lebar, dengan

tujuan mendapatkan pandangan secara lebih luas.

Gambar 2.9 Cover Goggles

Sumber : [Link]
14

Pada bagian bingkai kaca terdapat lubang, dengan tujuan agar keringat bisa

diuapkan keluar serta tidak mengakibatkan gangguan pada mata (keringat tidak

menetes ke dalam mata). Cover googles berguna untuk memberikan perlindungan

mata dari benda ya melayang, paparan debu dan pemakaiannya digabung dengan

penggunaan kacamatan pengaman.

4. Alat pelindung pernapasan ( masker)

Melindungi tenaga kerja agar mampu bertahan dari bahaya saluran

pernapasan. Perlindungan diberikan dengan bentuk pengendalian pencemar

langsung dari sumbernya serta mencegah pencemar tidak masuk ke udara

pernapasan para pekerja. Pemilihan alat-alat pelindung saluran pernapasan harus

didasarkan kepada hasil evaluas terhadap bahaya yang berkaitan dengan

pengelompokkan karena setiap jenis bahaya akan memerlukan jenis alat pelindung

diri yang berbeda. (Soeripto, 2008).

Kualitas udara di tempat kerja tertentu masih sering udaranya kotor. Kualitas

udara yang buruk diakibatkan aktivitas industri maupun kegiatan konstruksi

contohnya debu-debu kasar hasil operasi sejenis, zat beracun serta partikel halus

yang hasil dari pengecatan dan pengasapan, uap beracun yang berasal dari operasi

pabrik kimia juga gas beracun seperti CO2 yang akan menurunkan kadar oksigen

pada udara. Upaya pencegahan masuknya kotoran akibat aktivitas di industri, kita

dapat menggunakan alat pelindung diri tersebut dengan memperhatikan bagimana

menggunakannya dengan benar dan baik, jenis kotoran debu yang harus dihindari

serta lamanya menggunakan alat tersebut.

Gambar 2.10 Masker


15

Sumber : [Link]

5. Alat Pelindung wajah

Face shield memberikan perlindungan wajah yang menyeluruh dan sering

digunakan pada operasi pelebur logam, percikan bahan kimia atau partikel yang

melayang Banyak face shield yang dapat digunakan bersama dengan pemakaian

hard hat, walaupun digunakan unt melindungi wajah tetapi bukan merupakan

pelindung mat yang memadai, sehingga pemakaian safety glasses hara dilakukan

bersamaan dengan pemakaian face shield.

Gambar 2.11 Face Shield

Sumber : [Link]
16

Welding hwlmets (topeng las) mampu memberikan perlindungan terhadap

wajah serta mata dengan menggunakan lensa absorpsi khusus untuk menyaring

tingkat terang cahaya dan energi dari radiasi pada saat melakukan pengelasan.

6. Alat Pelindung tangan

Berdasarkan data yang ada, 20% dari kejadian kecelakaan yang menimbulkan

kecacatan adalah bagian tangan. Kemampuan bekerja akan jauh berkurang tampe

adanya jari maupun tangan. Tangan merupakan alat utama yang kita gunakan

untuk bersentuhan langsung dengan bahan kimia dan beracun, juga bahan

biologis, terhadap sumber kelistrikan maupun terhadap benda yang memilik suhu

dingin dan juga panas yang menyebabkan terjadinya : iritasi sampai membakar

tangan. Bahan tersebut akan terabsorbsi ke badan melalui kulit.

Gambar sarung tangan 2.12

Sumber : [Link]

Beberapa jenis sarung tangan yang digunakan di tempat kerja konstruksi sebagai

berikut :

1. Sarung Tangan Kulit, digunakan untuk pekerjaan pengelasan, pekerjaan

pemindahan pipa dll. Berfungsi untuk melindungi tangan dari permukaan

kasar.
17

2. Sarung Tangan Katun, digunakan pada pekerjaan besi beton, pekerjaan

bobokan dan batu, pelindung pada waktu harus menaiki tangga untuk

pekerjaan ketinggian.

3. Sarung Tangan Karet, digunakan untuk pekerjaan listrik yang dijaga agar

tidak ada yang robek supaya tidak terjadi bahaya kena arus listrik.

4. Sarung Tangan Asbes/Katun/Wool, digunakan untuk melindungi tangan

dari panas dan api.

7. Alat Pelindung kaki

Sudah lama para ahli merancang struktur kaki pada manusia. Kaki yang

kokoh sesuai dengan fungsinya untuk menopang berat seluruh tubuh, juga sangat

fleksibel sehingga dapat digunakan untuk berlari, digunakan untuk bergerak

maupun pergi. Sepatu pengaman wajib melindungi pekerja dari kecelakaan yang

terjadi misalnya kaki tertimpa oleh beban yang sangat berat, mencegah

tertusuknya kaki dari paku ataupun benda tajam lainnya. logam pijar serta zat

asam. Umumnya sepatu kulit yang baik dan kuat akan mampu memberikan

perlindungan.

Namun untuk melindungi kaki darai benda yang sangat berat sepatu perlu di

lapisi dengan baja pada bagian ujung dan pada hagian solnya. Pada bagian ujung

di lapisi baja dengan tujuan melindungi jari kaki tertimpa beban yang berat, pada

bagian sol digunakan agar pekerja tidak tertusuk oleh benda yang runcing dan

tajam yang biasanya ditem pada pekerja bangunan.

Gambar 2. 13 Pelindung Kaki


18

Sumber : [Link]

Ada beberapa jenis sepatu pengaman atau keselamatan kerja yaitu yang

terbuat dari kulit, karet, sepatu untuk pekers listrik yang mampu melepaskan

muatan listrik statis, unt melindungi pergelangan kaki dan lainnya. Sepatu

pengamas memiliki anti slip (anti licin), penggunaan sepatu pengaman yang

memiliki logam tidak dianjurkan bagi pekerjaan yang berhubungan dengan listrik.

Pekerja yang bekerja di tempat kerja yang rawan menimbulkan ledakan, harus

menggunakan sepatu yang tidak dapat menimbulkan percikan api. Sepatu bot

yang memiliki bahan karet diberikan kepada pekerja yang bekerja dengan

berbagai bahan kimia dan juga tempat yang sering ditemukan genangan air.

8. Pakaian kerja / pakaian pelindung

Pakaian pelindung juga digunakan untuk melindungi seluruh atau sebagian

tubuh dari percikan cairan tubuh dan suhu panas atau dingin. Contoh pakaian

pelindung adalah baju, rompi, dan celemek yang biasanya terbuat dari bahan-
19

bahan bersifat kedap terhadap cairan dan bahan kimia, seperti bahan plastik atau

karet. Klasifikasi pakaian pelindung dapat dilihat dari warna pakaian pelindung.

Pakaian pelindung dibedakan berdasarkan banyak kategori, seperti jenis proyek,

jenis identitas pegawai, dan lainnya. Yang terpenting, pakaian pelindung harus

memiliki visibilitas yang tinggi agar para pekerja yang memakainya mudah

terlihat dan dikenali.

Pakaian kerja harus dianggap sebagai alat pelindung diri. Pakaian tenaga

kerja pria yang bekerja melayanı mesin seharusnya berlengan pendek, pas

(longgar) pada dada atau punggung, tidak ada lipatan-lipatan yang mungkin

mendatangkan bahaya. Pakaian kerja wanita sebaiknya memakai celana panjang,

baju yang pas, tutup rambut dan tidak memakai perhiasan.

Pakaian kerja khusus untuk pekerjaan dengan sumber- sumber bahaya

tertentu seperti, tahan terhadap radiası panas, terhadap radiasi mengion (harus

dilapisi timbale. biasanya berupa apron), terhadap cairan dan bahan kimiawi

(terbuat dari plastic atau karet)

Gambar 2.14 pakaian pelindung

Sumber : [Link]
20

D. PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI

Tiap alat pelindung diri (APD) yang digunakan berfungsi untuk menghindari

penyakit akibat kerja yang mungkin diderita jika tidak mengenakannya. Alat yang

kotor ataupun rusak bukan malah membantu tetapi dapat menjadi faktor baru

terciptanya kecelakaan. Oleh sebab itu, perlu melakukan perawatan terhadap alat-

alat tersebut.

Perawatan terhadap peralatan perlindungan diri meliputi kebenaran tata cara

penggunaan alat, kebersihan alat setelah selesai digunakan, kebenaran cara

penyimpanan alat serta perbaikan ringan bagian-bagian alat yang kurang benar.
BAB III

KESIMPULAN

Menurut mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik

Indonesia pada tahun 2010. Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang

mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya

mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat

kerja.

Maka dapat disimpulkan Alat pelindung diri ini dibuat sebagai

upaya untuk meminimalisir atas resiko kerja yang kemungkinan akan

terjadi, pengadaannya pun tentu menyesuaikan dengan kebutuhan kerja

ataupun sistem kerja. Namun tentu penggunaan APD ini harus

mempertimbangkan titik ergonominya, sehingga APD yang digunakan

tetap efektif dan efesien sehingga APD yang dikenakan tidak menambah

peluang bahaya dan risiko.


DAFTAR PUSTAKA

Aeni, Heni Fa”riatul dan Sriagustini, Isyeu, 2019, Dasar Keselamatan dan

Kesehatan Kerja (K3), Deepublish

Aprilliani, cici dkk, 2022, keselamatan dan kesehatan kerja (k3), PT. Global

Ekseskutif Teknologi.

Amerigo, Martin. 2022, Alat pelindung diri di bidang konstruksi,

[Link]

konstruksi/

Diakses pada 23 Desember 2023 pukul 05.24 Wib

OSHA, 2016, Perbedaan Safety Spectacles, Safety Goggles, Dan Face Shield (Versi

Lengkap), [Link] diakses

pada 23 Desember 2023 pukul 06.21

Admin, 2023, Beda Warna helm keselamatan, beda kegunaan.

[Link]

beda-kegunaan/ . diakses pada 23/12/2023 pukul 10.11 Wib

Anda mungkin juga menyukai