Internalisasi dan Integrasi Diri dalam Spiritualitas
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Spiritualitas Karya Dosen pembimbing : Sr. Therese Maura
Hardjanti, CB, MSN
Disusun oleh :
Vani Andriyani 40120124047K
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU
KESEHATAN UNIVERSITAS SANTO BORROMEUS
2024
Saya Vani Andriyani kelahiran saya di bandung, saya ingin berbagi
pengalaman dan perjalanan hidup saya. Sebelum menceritakan profesi saya
sebagai perawat yang saya jalanin saat ini saya akan menceritakan bagaimana
sih saya menaruh hati untuk turun ke dunia kesehatan menjadi seorang
perawat. Barawal dari saya memasuki SMP saya mengikuti kegiatan
ekstrakulikuler PMR dimana saya mulai tersentuh untuk masuk ke duania
kesehatan karena saya bisa membantu dan menolong siswa-siswi dan teman
saya yang sedang sakit di sekolah. Kita selalu di butuhkan pada saat teman-
teman sekolah ada yang jatuh dan pingsan untuk mendapatkan pertolongan
pertama. Setelah saya lulus SMP saya sempat bingung untuk di lanjutkan ke
SMA/SMK karena jujur saya ingin sekali mendalami kemampuan saya di dunia
kesehatan dan saya ingin mencari SMK kesehatan. Namun ijin orangtua pun
tak di setujui karena orangtua ingin sekali saya masuk ke SMA mungkin karena
biaya pengeluaran yang tinggi jika saya masuk ke SMK. Tapi saya terus
merengkek ingin sekali sekolah ke SMK Kesehatan Bandung Barat yang
dimana jurusan nya ada asisten keperawatan sesuai yang saya inginkan.
Namun orangtua saya akhirnya mengijinkan dan memperbolehkan saya untuk
masuk ke SMK yang saya inginkan, esok harinya saya sangat beremangat
sekali karena saya di ajak untukikut pendfatran di sekolah tersebut dan mengisi
berbagai macam formulir dan sebagainya, jujur saya sangat senang dan
bahagia. Singkatnya waktu, akhirnya saya masuk ke sekolah SMK yang saya
inginkan saya belajar bagaiamana menjadi seorang perawat yang baik, saya
belajar tentang anatomi fisiologi manusia, penyakit dalam, serta etika
keperawatan dan lain sebaginya. Saya mengikuti beberapa praktek seperti
infus teman ke teman, suntuk menyuntik, memberikan asuhan keperawatan
kepada teman sendiri, disitu saya mulai oh ini mungkin ya cita-cita saya ingin
menjadi seorang perawat. Saya mengikuti PKL pada saat SMK di DTP
Puskesmas Cikalong Wetan selama 3 minggu di situ saya terjun langsung ke
pasien bagaimana saya memberi pelayanan asisten keperawatan, saya sangat
tremor dan takut jika saya akan memberikan tindakan dengan berbegai macam
keluahan pasien dan kegawatan pasien yang berbeda-beda pasien kecelakaan,
pasien rawat inap dan pasien lainnya, tapi saya selalu berprinisip jika saya ingin
bisa saya harus selalu berusaha dan terus belajar. Pengalaman pertama kali
yang bikin saya senang dan terharu, dimana saya diberikan ucapaan
terimakasih oleh pasien setelah beberapa hari sakit ia sehat dan bisa kembali
pulang. Berjalannya waktu PKL saya sudah selesai dimana saya harus bikin
laporan agar saya mengikti sidang. Karena salah satu kelulusan SMK itu harus
mengikuti sidang dinas terlebih dahulu. Saya lulus dan saya wisuda di SMK
saya sempat bingung untuk di lanjutkan kuliah atau tidak, karena berbagai
macam kendala di ekonomi dan keadaan yang tidak mendukung. Saya
mencoba daftar ke fakultas kesehatan di akper dustira saya mengikuti berbagai
macam test berat badan dan tinggi badan namun di sayangkan tinggi badan
saya tidak masuk didalam rata-rata yang sudah di tetapkan. Tinggi badan saya
hanya 148 cm kurang 2 cm saja syarat nya itu harus 150 cm wanita. Oke tidak
apa-apa saya terima dan saya harus berusaha terlebih dahulu untuk
meninggikan tinggi badan saya, walaupun saya sangat sedih karena harus
ketinggalan dulu selama satu tahun dirumah. Tapi orangtua saya selalu
menyemangati saya dan mendokan saya apa yang saya cita-cita kan pasti
terkabul. Masyaallah selama satu tahun itu saya berusaha meninggikan tinggi
badan saya dengan sering nya saya berolahraga seperti berenang dan gym
dibantu oleh produk susu yang katanya bisa meninggikan TB saya. Setahun
berlalu akhirnya pendaftaran kuliah dibuka lagi kali ini saya tidak daftar lagi di
AKPER tapi saya mencoba daftar di STIkes Santo Borromeus, saya di antar
oleh ayah saya dan teman saya, saya mengiisi berbagai formulir, test BB dan
TB, serta mengikuti wawancara dengan dosen Stikes santo borromeus. Setelah
selesai saya diperbolehkan dan disuruh menunggu beberapa hari kedepan
karena hasil nya kan di umumkan di link google. Setelah beberapa hari
kedepan hasil nya sudah ada dan akhirnya dengan bahagia nya saya, saya
lolos untuk tahap selanjutnya yaitu MCU. Saya mengikuti MCU di Rs Cahya
Kawaluyan dan saya disuruh menunggu kembali untuk tahap selanjutanya.
Qadarullah yaallah masyaallah akhirnya hasil pun sudah ada dan akhirnya saya
lolos dan diterima sebagai mahasiswa di fakultas kesehatan tersebut yang saya
inginkan dna harapkan. Ternyata benar dengan ucapan apapun itu jika kita
selalu berusaha, berdoa dan restu dari orangtua perjalanan yang saya takuti
tapi akhirnya membuahkan hasil yang baik. Kenapa saya mengingkan dan
memilih fakultas tersebut karena fakultas itu cukup sangat amat baik dan
menjadi favorit mahasiswa.
Berjalannya waktu saya akhirnya menjadi mahasiwa dan saya mengikuti
PMB (penerimaan mahasiswa baru) di STIkes Santo Borromeus prodi yang
saya ambil adalah D3 Keperawatan, saya memiliki teman sebanyak 19
mahasiswa 1 laki-laki dan sisanya 18 wanita, ya saya mulai belajar bagaiman
menjadi perawat dan belajar bagaimana saya memberikan asuhan keprawatan,
implementasi, perencenaan, dan evaluasi keperawatan. Disemester 3 saya
sudah mulai terjun ke rumah sakit yaitu saya praktet dinas di RS Santo
Borromeus Bandung, praktek KDM praktek dasar-dasar keperawatan seperti
memberikan asuhan personal hygiene dan lain sebagainya. Saya praktek
disana selama 3 minggu karna RS dan rumah saya jauh saya dan teman-
temann saya memutuskan untuk kost atau sewa rumah. Yaa menjadi seorang
anak kost sangatlah enak dan tidak enak. Karna dimana kita harus belajar
mandiri dan jauh dari orangtua, harus dibiasakan makan dan sebagainya
sendirian tidak seperti dirumah yang apa-apa sudah disediakan oleh orangtua.
Selama berpratek 3 minggu saya mendapatkan berebagi macam karakter sikap
pasien, dabn menemukan karakter yang berbeda-beda. Kesan dan pesannya
saya sangat bahagia karena saya mendapatkan ilmu lagi ke pasien langsung,
dan terkadang ada beberapa pasien yang tidak mau diberikan tindakan oleh
kami kareka mereka tau kami ini adalah seorang mahasiswa yang masih
belajar sedangkan pasien ingin diberikan tindakan oleh perawat nya langsung.
hihi tapi itu hanya sebagian yaa, kita juga sering ko menemukan pasien yang
mau-mau saya diberikan tindakan oleh kami, seperti cek TTV setiap beberapa
jam sekali , memberikan nutrisi dan obat serta personal hygine lainnya. Begitu
banyak pelajaran yang bisa saya mabil selama praktek 3 minggu ini.
Singkatnya wkatu 3 minggu pun usai disitu kami mulai megerjakan suatu
lapiran untuk diberikan penilaian terhadap dosen.
Setelah beres dinas di RS tersebut saya mulai belajar kembali seperti
biasa, kita sering praktek antar teman seperti pemasangan infus, kateter, ngt,
ambil darah, ekg dan sebaginya.. syaa sangat beryukur akhirnya apa yang saya
inginkan sedang saya usahakan sempga apa yang saya usahakan ini
mendapatkan kasil yang baik untuk membahagiakan orangtua saya. Semester
4 berlalu dan akhirnya sisa saya kuliah ini sedikit lagi dan hanya satu tahun lagi,
semeter 5 saya dinas lagi ke RS cahya kwaluyan yang dimana masa itu masa
COVID-19 ada beberapa teman saya yang tidak bisa mengikuti langsung pratek
di rs karena mereka ada yang beberapa positif covid 19. Saya praktek di rs
cahya kwaluyan selama 2 minggu saya di ruangan rafael selama 1 minggu dan
di rungan gabriel selama 1 minggu. Seperti biasa saya memberikan pelayanan
kesehatan yang baik sebagaiman mestinya saya selalu memebrikan senyuman
saya kepada pasien, karna obatnya pasien itu tidka hanya obat kapsul saja tapi
kita pun bisa jadi obat jika kita memberikan pelayanan yang baik dna puas
terhadap pasien. Singkatnya waktu semester 5 terlewati dan semester 6 mulai
sibuk dengan mengerkajan KTI (Karya Tulis Ilmiah) mulai sibuk dengan konsul
dna bimbingan terhadap dosen pembimbing dan beberapa revisi yang harus
dibenarkan segera karna target wisuda sudah mulai dekat. Akhirnya saya
sidang dimana saya benar-benar takut dna tremor dengan penguji-penguji
dosen pembimbing. Setelah sidangdan saya dinyatakan lulus itu benar-benar
tidak meyangka bisa sejauh ini, dan saya akhirnya mendapatkan gelar yaitu
AMD,Kep yang saya cita-cita kan selama ini. saya mengikuti wisuda dan
sumpah janji perawat. Walaupun kita dibilang lulusah COVID karena apa-apa
online bahkan wisuda pun saya online, tapi tidak apa-apa saya sangat bangga
dan bahagia menjadi diri saya.
Saya lulus di tahun 2021, dimana saya mulai masuk ke dunia yang
sebenarnya, tapi saya tidak langsung bekerja ke rumah sakit karena saya
mengikuti Home care dari rumah kerumah terlebih dahulu, saya terharu dan
bahagia karena bisa menghasilkan uang sendiri dimana saya bisa membelikan
barang yang saya inginkan tanpa saya minta ke orangtua saya. Di bulan maret
2022 saya memutuskan untuk bekerja di rumah sakit kebetulan di rs tersebut
ada teman saya waktu saya SMK, saya mulai bekerja di ruang rawat NICU
dimana dulu saya tidak suka pelajaran anak dan maternitas, tapi setelah
bekerja saya malah masuk ke dunia nicu dan neonatus. Dimana banyaknya
pelajaran yang saya ambil dan ilmu-ilmu yang betrambah karna mejadi seorang
perawat nicu itu tidak mudah harus benar-benar hati-hati dan teliti pada saat
memberikan pelayanan terhadap bayi, dimana syaa menjadi bisa memberikan
resusitasi neonatus, infus bayi, dan tindakan tindakan lainnya. Saya bekerja di
nicu sudah hamoir 3 tahun dan saya sangat mencitai pekerjaan saya ini. tidak
lepas dari itu saya juga masih bekerja sampingan saya home care hingga saat
ini. yang dimana hasil home care pun perjuangan yang masyallah, dari berawal
saya yang tidak punya kendaraan menjadi punya dan saya akhirinya bisa
membanggankan orangtua saya dan megabulkan keinginan orangtua saya
untuk bangun rumah, doa orangtua mana yang tidak terkabul kalo kita juga
sama sama mau berusaha dan selalu bekerja keras untu sesutau yang saya
inginkan. Saya sangat bangga menjadi diri saya sendiri dimana saya selalu
diberikan kekuatan dan diberikan banyaknya pelajaran hidup yang saya ambil,
saya sangat berterimakasih terutama kepada orangtua saya yang selalu
mendokan saya dan memberikan semangat kepada saya serta berterimkasih
kepada pasien-pasien yang saya temui yang menjadikan saya pelajaran hidup
yang sangat mat berharga untuk kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Fajra Octrina, Andrieta Shintia Dewi, Khairunnisa Khairunnisa, “Refleksi diri
dalam mengajar: Mengembangkan Kesadaran dan Pertumbuhan Profesional”.
Vol 8, No. 4 (2024)
[Link]
Tuptai at al. Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM), Kegiatan Refleksi Diri
dalam Manajemen Stres Kerja Perawat, Vol. 4, Edisi 2,
November`2022
[Link]
Linus K. Palindangan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanit
“TINJAUAN FILOSOFIS TENTANG HIDUP, TUJUAN HIDUP, KEJAHATAN,
TAKDIR, DAN PERJUANGAN” April 2012
[Link]
[Link]