Pengaruh Partisipasi Guru terhadap Kinerja
Pengaruh Partisipasi Guru terhadap Kinerja
Tentang
DI SUSUN OLEH :
NAFI’AH
NIM : 22290120070
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
manusia yang berkualitas, karena itu pendidikan harus dilaksanakan sebaik- baiknya
untuk membawa bangsa ini keluar dari krisis menuju kemajuan. Pendidikan sebagai
usaha membangun bangsa dan watak bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang
lingkup yang amat luas, yaitu pendidikan kemampuan mental, pikir (rasio, intelektual)
cukup panjang bahkan berlangsung seumur hidup. Sebagaimana tercantum dalam Tap
MPR No. IV/MPR/1997 tentang GBHN Bab IV bagian pendidikan bahwa: “Pendidikan
berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah,
dan masyarakat. Karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga,
masyarakat dan pemerintah.” Hal ini pun sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 secara tegas menyatakan bahwa
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang berdemokratis serta bertanggung
jawab.
bangsa perlu adanya critical mass di bidang pendidikan. Konsep ini mengupayakan
adanya persentase penduduk dengan tingkat pendidikan tertentu yang harus dipersiapkan
oleh suatu bangsa, agar pembangunan ekonomi dan sosial dapat meningkat dengan pesat
karena adanya dukungan sumber daya manusia yang memadai (Riski, 2009).
kerja sama sejumlah orang yang terikat secara formal dalam rangkaian hirarkis untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam lembaga pendidikan atau sekolah, guru
adalah pendidik profesional yang sangat berpengaruh terhadap tercapai atau tidaknya
sekolah, karena guru merupakan personal yang paling dekat dan langsung berhubungan
dengan peserta didik dalam proses belajar mengajar, serta terlibat langsung dalam upaya
mencerdaskan kehidupan bangsa yang dapat membimbing para siswa untuk menguasai
(Nurhadi, 2004).
Untuk itu sangat jelas terlihat peran aktif guru dalam memajukan ilmu
pengetahuan terhadap peserta didik. Dengan mengarahkan peserta didik menjadi lebih
kreatif, cerdas, mandiri, serta aktif dalam segala hal. Sehingga, pendidik dapat menuntun
peserta didik menjadi yang terdepan. sebagaimana diketahui, kualitas pendidikan akan
sangat menentukan mutu kehidupan bangsa. Dengan kata lain, pendidikan memegang
peranan yang sangat penting dalam menciptakan kehidupan manusia yang cerdas,
terbuka, tentram, damai, dan demokratis. Oleh karena itu, perubahan di bidang
(Nurhadi, 2004).
pembelajaran yang sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia
perkembangan zaman. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan
tersebut. Harus adanya solusi dan tindakan yang tepat sasaran agar semua dapat berjalan
sesuai dengan tujuan yang diharapkan. upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas
sertifikasi guru. Sertifikasi itu sebagai wujud pengakuan terhadap guru sebagai tenaga
maka tugas guru sebagai pendidik dan pengajar hendaknya dapat berimbas pada siswanya
(Oges,2010).
Seperti yang telah diketahui program sertifikasi itu sendiri saat ini merupakan
program yang tengah di elu-elukan oleh hampir semua guru sebagai tenaga pendidik.
Tapi sayangnya masih ada saja guru yang menganggap program ini ajang pemanfaatan
dan tidak diimbangi dengan adanya peningkatan kualitas guru terhadap anak didiknya.
Menurut Roestiyah N.K, dalam Syaiful Bahri D. (2005) bahwa guru di dalam
mendidik anak didik bertugas untuk:
1. Menyerahkan kebudayaan berupa kepandaian, kecakapan, dan
pengalaman-pengalaman;
2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar negara kita
pancasila;
3. Sebagai perantara dalam mengajar;
4. Guru adalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan;
5. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat;
6. Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai uu pendidikan;
7. Sebagai penegak disiplin;
sekadar mendidik. Tapi, lebih dari itu semua. Cukup banyak tugas- tugas yang harus di
sadari oleh para pendidik agar bisa menciptakan peserta didik sesuai dengan apa yang
diharapkan. Agar dunia pendidikan dapat memberikan kinerja yang baik, sumber daya
manusia yang ada dalam dunia pendidikan harus mempunyai kualitas yang baik pula.
Guru yang baik hendaknya mempunyai kompetensi guru seperti yang tertuang dalam PP
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, bijaksana menjadi teladan
bagi peserta didik, dan berakhlak mulia; 3) kemampuan professional adalah kemampuan
dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan
kemampuan sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk
tersebut merupakan kemampuan yang harus terus ditingkatkan dan tidak dapat diabaikan.
Kemampuan tersebut merupakan satu kesatuan yang terdiri dari kemampuan pendagogik,
penting dalam proses pembentukan sumber daya manusia yang potensial. Oleh karena
itu, guru yang merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan harus berperan aktif
dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga kerja yang profesional, sesuai yang
diharapkan masyarakat yang semakin berkembang. Artinya, dalam diri seorang guru
terdapat tanggung jawab untuk membawa siswa pada suatu taraf kedewasaan atau taraf
Tanggung jawab seorang guru menuntut seorang guru bijak dalam bersikap.
pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Peran aktif guru adalah melaksanakan
tugas dan kewajibannya sesuai dengan tanggung jawabnya. Untuk melaksanakan tugas
dan tanggung jawabnya guru harus memiliki kompetensi pribadi, profesional, padagogik,
dan sosial. Kompetensi guru bisa juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan keahlian
didalam mengajar. Berikut ini data tingkat pendidikan guru SMP Negeri 2 Negerikaton
Sumber: Daftar urut kepangkatan PNS di SMP Negeri 2 Negerikaton Kec. Negerikaton Kab.
Tabel di atas menjelaskan bahwa hampir sebagian besar guru yang berada di SMP N 2
Negerikaton berpendidikan S1. Artinya, sebagian besar guru sudah memiliki dasar
pendidikan yang baik. Sehingga, dirasa sudah cukup layak untuk bisa memberikan
pendidikan yang sepantasnya terhadap peserta didik. Tingkat pendidikan dan keahlian
merupakan salah satu syarat penilaian terhadap produktivitas seseorang. Selain itu,
jenis teknologi dan hasil produksi, kondisi kerja, kesehatan, kemampuan fisik dan
mental juga dapat mempengaruhi kompetensi seorang guru. Untuk syarat yang kedua
2003: 64). Produktivitas kerja seorang guru merupakan suatu usaha yang penuh dari
tiap- tiap guru untuk pencapaian hasil kerja yang maksimal dengan selalu menganggap
bahwa metode kerja hari ini harus lebih baik dari pada metode kerja hari kemarin dan
hasil yang dapat diraih esok hari harus lebih banyak atau lebih bermutu daripada hasil
yang diraih hari ini (Komaruddin, 1992). Produktivitas tidak hanya merupakan masalah
bagaimana seorang guru harus bekerja keras saja, tetapi yang penting bekerja sama
dengan menejemen, dengan pimpinan yang luwes (smarter), membuat pekerjaan lebih
mudah, sederhana, cepat dan efisien (Buchori Alma, 2010). Jadi seorang guru yang
atas, serta mengantisipasi lebih dini, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan
dengan sukses dan mencapai kemajuan. Produktivitas kerja guru berkaitan erat dengan
banyak faktor. Dalam hal ini diasumsikan produktivitas kerja guru dipengaruhi oleh
faktor partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan.
Untuk dapat meningkatkan produktivitas guru, dirasa perlu adanya suatu kerjasama di
dalam suatu organisasi sekolah. Selanjutnya, setelah tercipta kerjasama maka akan
tumbuh rasa keadilan. Sehingga, akan mudah terciptanya partisipasi guru dalam
Partisipasi guru dalam pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan yang dapat
dilakukan oleh setiap guru dalam lingkungan bekerjanya terutama sekolah. Guru
memiliki andil serta peran serta yang cukup besar dalam pengambilan keputusan yang
terjadi di dalam suatu lembaga sekolah. Sehingga suatu keputusan dibuat untuk dapat
menghadapi masalah-masalah atau kesalahan yang terjadi terhadap kebijakan-
kebijakan yang dibuat, namun tetap dalam batasan-batasan yang telah ditetapkan agar
tetap tercipta sebuah citra akademis dan etos kerja yang baik. Pengambilan
kejelasan masalah, pilihan diketahui, preferensi yang jelas, preferensi yang konstan,
tidak ada batasan waktu dan biaya, serta memiliki hasil yang maksimal. Penelitian para
ahli dan pengalaman para praktisi menunjukkan bahwa keputusan yang baik adalah
1. keputusan yang dibuat, baik yang bersifat strategis, taktis maupun operasional,
harus berkaiatan dengan berbagai sasaran yang ingin dicapai,
2. keputusan yang diambil harus memenuhi persyaratan rasionalitas dan logika yang
berarti menuntut pendekatan ilmiah berdasarkan teori para ahli,
3. keputusan yang diambil dengan menggunakan pendekatan ilmiah digabung dengan
daya pikir yang kreatif, inovatif, intituitif dan bahkan emosional,
4. keputusan yang diambil harus bisa dilaksanakan, dan
5. keputusan yang diambil harus diterima dan dipahami baik oleh kelompok
pemimpin yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam
melaksanakan keputusan itu maupun oleh para pelaksana kegiatan operasional
(Imam, 2009).
Dapat dikatakan bahwa pengambilan keputusan itu tidak dapat dilakukan sembarangan
tapi, harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti penjelasan di atas. Agar didapatkan
hasil keputusan yang bijak dan keputusan yang memberikan kepuasan bersama.
Sehingga, dengan keputusan tersebut kerjasama dan rasa keadilan tetap tertanam baik
Dalam suatu lembaga sekolah terdapat budaya organisasi yang pada intinya mengatur
para pendidik agar mereka memahami bagaimana bersikap, beradaptasi dengan rekan
kerja, dan lingkungan kerjanya serta berlaku reaktif terhadap kebijakan pimpinannya,
(Oges, 2010). Untuk itulah guru tidak bisa bertindak dan bersikap semaunya di dalam
sedemikian rupa bagaimana seorang guru dapat bersikap bijak dan tidak egois terhadap
hasil dari keputusan apapun yang ada di dalam lingkungan kerja. Dengan demikian,
Kerjasama dalam suatu sekolah untuk lingkungan ekstern maupun intern, merupakan
semua kekuatan yang timbul diluar batas-batas organisasi yang dapat mempengaruhi
dengan kekuatan yang diperkirakan mungkin akan timbul. Menurut Soejono Soekamto
suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh lebih dari satu orang.
Kerjasama bisa bermacam- macam bentuknya, namun semua kegiatan yang dilakukan
tersebut berdasarkan atas pola yang telah disepakati secara bersama-sama. Misalnya
kerjasama dibidang pendidikan, kerjasama ini tentunya dilakukan oleh orang- orang
yang berada dilingkungan pendidikan yang sama-sama memiliki pandangan dan tujuan
yang sama. Kerjasama antar guru atau elemen-elemen lain yang menjadi bagian dari
lingkungan sekolah menjadi tombak kekuatan sekolah untuk dapat mencapai suatu
tujuan yang dicita-citakan demi kemajuan sekolah serta keberhasilan anak didik.
Kerjasama tersebut dapat didasarkan atas hak, kewajiban dan tanggungjawab masing-
masing orang untuk mencapai tujuan. Dengan kerjasama ini, setiap guru akan semakin
diharapkan.
Rasa keadilan di dalam suatu organisasi atau lembaga sekolah merupakan hal yang
terjadi suatu tindakan yang dapat merugikan pihak lain atas hak- hak yang tidak pada
tempatnya. Seandainya dalam suatu sekolah terjadi tindakan yang tidak adil terhadap
guru khususnya, maka akan berdampak pada terjadinya penurunan produktivitas kerja
guru karena merasa tidak terpenuhinya hak-hak yang seharusnya didapat. Keadilan itu
sendiri merupakan suatu tindakan yang tidak berat sebelah, sewenang-wenang dan
(Poerwodarminto, 2009). Setiap orang harus memiliki hak yang sama atas kebebasan
dasar yang paling luas, seluas kebebasan yang sama bagi semua orang. Ketidaksamaan
keuntungan bagi setiap orang dan semua posisi dan jabatan terbuka bagi semua orang.
untuk mengangkat partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa
keadilan di dalam penelitian ini sebagai variabel bebas. Kemudian, seberapa besar
pengaruhnya terhadap kinerja guru khususnya pada guru di SMP Sedesa Dayo Kec.
B. Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalah berdasarkan latar belakang di atas, antara lain :
1. Rendahnya tingkat Produktivitas sumber daya manusia yang ada dalam dunia pendidikan
dan profesionalisme pengajar,
2. Belum diketahuinya produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun
Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 ,
3. Belum terdiskripsinya partisipasi guru dalam pengambilan keputusan di SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 ,
4. Belum diketahuinya pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan terhadap
produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu
Tahun 2022/2023 ,
5. Belum diketahuinya pengaruh kerjasama terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 ,
6. Belum diketahuinya pengaruh rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP
Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 , dan
7. Belum diketahuinya pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama,
dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec.
Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini dibatasi dan
difokuskan pada partisipasi guru dalam pengambilan keputusan (X1), kerjasama (X2), rasa
keadilan (X3), dan produktivitas kerja guru (Y) SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun
Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023
D. Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari pembatasan masalah di atas, maka masalah yang perlu dicarikan jawabannya
dirumuskan sebagai berikut.
1. Apakah ada pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan terhadap produktivitas
kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
2. Apakah ada pengaruh kerjasama terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
3. Apakah ada pengaruh rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
4. Apakah ada pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa
keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun
Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan terhadap produktivitas kerja guru
SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
2. Pengaruh kerjasama terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec.
Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
3. Pengaruh rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo
Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
4. Pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan
terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan
hulu TP. 2022/2023?
F. Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini antara lain adalah
1. Secara teoritis, untuk mendukung atau menolak grand teori yang dikemukakan oleh para ahli
atau peneliti sebelumnya dan memperkaya ilmu pengetahuan bagi peneliti khususnya dan
masyarakat luas pada umumnya.
2. Secara praktis, memberi informasi tentang pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan
keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu Tahun Pelajaran 2022/2023
3. Sumbangan pemikiran bagi sekolah untuk melihat seberapa besar pengaruh partisipasi guru
dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja
guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu Tahun Pelajaran
2022/2023
BAB II
KERANGKA TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Partisipasi Guru dalam Pengambilan Keputusan
1.1 Pengertian Partisipasi
1.2 Faktor-Faktor Partisipasi
1.3 Tahap-tahap partisipasi
1.4 Pengertian Guru
1.5 Pengertian Pengambilan Keputusan
1.6 Dasar-dasar pengambilan keputusan
1.7 Sifat, Syarat-syarat dan tujuan pengaambilan keputusan
1.8 Faktor-faktor pengambilan keputusan
1.9 Struktur, system dan langkah pengambilan keputusan
1.10 Gaya pengambilan keputusan
1.11 Nilai-nilai dan jenis pengambilan keputusan
1.12 Fase pengambilan keputusan
1.13 Teknik pengambilan keputusan
2. Kerjasama
2.1 Pengertian kerja sama
2.2 Bentuk perjanjian dan pengaturan kerjasama
2.3 Prinsip-prinsip kerja sama
2.4 Alasan terjadinya kerjasama
3. Rasa keadilan
3.1 Pengertian rasa keadilan
3.2 Pembagian keadilan
3.3 Prinsip keadilan
3.4 Nilai-nilai primer dalam keadilan
3.5 Macam-macam keadilan
4. Produktivitas kerja
4.1 Pengertian produktivitas
4.2 Faktor-faktor produktivitas
4.3 Ukuran tingkatan produktivitas
4.4 Hal-hal yang mempengaruhi produktivitas
4.5 Usaha meningkatkan produktivitas kerja
4.6 Pengaruh pengetahuan dan kemampuan kerja
B. Penelitian Relevan
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Metode penelitian
Dalam suatu penelitian diperlukan adanya penggunaan metode untuk menentukan data penelitian,
menguji kebenaran, menemukan, dan mengembangkan suatu pengetahuan, serta mengkaji
kebenaran suatu pengetahuan sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Metode penelitian
merupakan metode kerja yang dilakukan dalam penelitian, termasuk alat-alat apa yang digunakan
untuk mengukur kemampuan mengumpulkan data serta bagaimana penelitian di lapangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan
pendekatan ex post facto. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai penelitian yang bertujuan
untuk menggambarkan atau melukiskan keadaan objek atau subjek penelitian (seseorang,
lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau
sebagaimana adanya (Sugiyono, 2009: 6).
Tujuan penelitian ini merupakan verifikatif yaitu untuk menentukan tingkat pengaruh variabel-
variabel dalam suatu kondisi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berdasarkan data yang
ada di tempat penelitian, sehingga menggunakan pendekatan ex post facto. Penelitian dengan
pendekatan ex post facto adalah suatu pendekatan yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang
telah terjadi kemudian kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan
kejadian .
Langkah-langkah pokok yang harus dilakukan dalam metode deskriptif meliputi:
(a) mendefinisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai,
(b) merancang cara pendekatannya,
(c) mengumpulkan data,
(d) menyusun laporan
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif verifikatif adalah metode yang
menggambarkan pengaruh dua variabel atau lebih yang berbeda sesuai dengan fakta-fakta yang
ada. Penggunaan metode deskriftif verifikatif dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan
pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap
produktivitas kerja guru di SMP Salafiyah Babussalam Dayo, Kec. Tandun Kab. Rokanhulu
B. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek atau obyek yang menjadi sasaran penelitian, Sedangkan
Menurut Sugiyono (2009: 117) populasi adalah, “Wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.” Populasi dalam penelitian ini adalah guru di SMP
Salafiyah Babussalam Dayo, Kec. Tandun Kab. Rokan hulu yang berjumlah 22 Orang
C. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti. Dikatakan sampel apabila kita
bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. (Suharsimi Arikunto, 2007: 131).
Menurut Sugiyono (2009: 118), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini untuk menghitung besarnya sampel dari populasi
dihitung berdasarkan rumus Slovin, yaitu:
N
n= 2
1+ Ne
keterangan:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = Nilai Kritis (batas ketelitian) yang diinginkan dan persen kelonggaran ketidak telitian karena
kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa ditolerir tingkat signifikansi (0,05)
Maka pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
22
n= 2
1+ 22.(0 , 05)
22
n=
1+ 0,055
n= 20,853
n 20,853 dibulatkan menjadi 21
Jadi, besarnya sampel dalam penelitian ini adalah21 Guru
D. Variabel
Menurut Sugiyono (2010: 38) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel dalam penelitian ini ada dua variabel:
1. Variabel bebas (indevendent variabel) adalah suatu variabel yang ada atau terjadi mendahului
variabel terikatnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi guru dalam
pengambilan keputusan (X1), kerjasama (X2), dan rasa keadilan (X3).
2. Variabel terikat (devendent variabel) adalah variabel yang diakibatkan atau yang dipengaruhi
oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah produktivitas kerja guru (Y) pada
SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu.
4. Studi Kepustakaan
Teknik ini digunakan untuk memperoleh data mengenai partisipasi guru dalam
pengambilan keputusan, kerjasama, rasa keadilan dan produktivitas kerja guru.
Responden dalam penelitian ini adalah guru pada SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec.
Tandun Kab. Rokan hulu Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik studi kepustakaan digunakan
untuk mencari, mengumpulkan, dan mempelajari data, buku-buku, serta literatur yang
berkaitan dengan penelitian ini khususnya yang berkaitan dengan partisipasi guru dalam
pengambilan keputusan, kerjasama, rasa keadilan dan produktivitas kerja
r xy = N ∑ XY −( ∑ X )( ∑ Y )
√¿ ¿ ¿
Keterangan :
r xy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
X = Skor butir soal
Y = Skor total
N = Jumlah sampel
Dengan kriteria pengujian apabila r hitung > r tabel dengan α 0,05 maka alat ukur
tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila r hitung < r tabel maka alat ukur
tersebut adalah tidak valid
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat
dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. Instrumen dikatakan baik
apabila dapat dengan ajeg memberikan data yang sesuai dengan kenyataan meskipun
diujikan berkali-kali (Arikunto, 2009: 86). Sebelum angket diujikan kepada responden,
angket diujikan terlebih dahulu kepada populasi di luar sampel untuk mengetahui tingkat
reliabilitasnya dengan menggunakan rumus alpha.
G. Pengujian Hipotesis
1. Regresi linier sederhana
Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan juga
untuk mengukur keeratan hubungan antara X dan Y digunakan analisis regresi. Uji
hipotesis dalam penelitian ini akan dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Regresi Linier Sederhana
Untuk pengujian hipotesis pertama, kedua, dan ketiga penulis menggunakan rumus
regresi linier sederhana yaitu:
Ỳ = a + bx
2. Regresi linier multipel
Regresi linier multipel adalah suatu model untuk menganalisis pengaruh variabel bebas
(X) terhadap variabel terikat (Y), untuk menguji hipotesis ketiga variabel tersebut,
digunakan model regresi linier multipel yaitu:
Ỳ = a + b 1 x 1+ b 2 x 2 + b 3 x 3
Keterangan:
a = Konstanta
b 1 – b 3 = Koefisien arah regresi
X 1 - X 3 = Variabel bebas
= Variabel terikat
Dilanjutkan dengan uji signifikansi koefisien korelasi ganda (uji F)