0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Pengaruh Partisipasi Guru terhadap Kinerja

Proposal tesis ini membahas pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru di SMP se-Desa Dayo, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peran aktif guru dan kerjasama dalam lingkungan sekolah. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan yang lebih baik di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Nafi'ah Nafi'ah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Pengaruh Partisipasi Guru terhadap Kinerja

Proposal tesis ini membahas pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru di SMP se-Desa Dayo, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peran aktif guru dan kerjasama dalam lingkungan sekolah. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan yang lebih baik di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Nafi'ah Nafi'ah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL TESIS

Tentang

PENGARUH PARTISIPASI GURU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN,


KERJASAMA DAN RASA KEADILAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU
DI SMP SE-DESA DAYO, KECAMATAN TANDUN
KABUPATEN ROKANHULU TP. 2022-2023

Disusun Untuk Memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif


Dosen Pengampu:
Dr. SALMAINI YELI,[Link] & Dr. SRI MURHAYATI, [Link]

DI SUSUN OLEH :
NAFI’AH
NIM : 22290120070

PROGRAM PASCASARJANA (S2) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
TAHUN 2022
PENGARUH PARTISIPASI GURU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN,
KERJASAMA DAN RASA KEADILAN TERHADAP KINERJA GURU
DI SMP SE DESA DAYO, KECAMATAN TANDUN
KABUPATEN ROKANHULU TP. 2022-2023

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Pendidikan sangat penting dalam kehidupan untuk membangun sumber daya

manusia yang berkualitas, karena itu pendidikan harus dilaksanakan sebaik- baiknya

untuk membawa bangsa ini keluar dari krisis menuju kemajuan. Pendidikan sebagai

usaha membangun bangsa dan watak bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang

lingkup yang amat luas, yaitu pendidikan kemampuan mental, pikir (rasio, intelektual)

dan kepribadian manusia seutuhnya (Riski, 2009).

Untuk membina kepribadian manusia yang seutuhnya memerlukan rentang waktu

cukup panjang bahkan berlangsung seumur hidup. Sebagaimana tercantum dalam Tap

MPR No. IV/MPR/1997 tentang GBHN Bab IV bagian pendidikan bahwa: “Pendidikan

berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah,

dan masyarakat. Karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga,

masyarakat dan pemerintah.” Hal ini pun sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 secara tegas menyatakan bahwa

pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan membentuk watak serta

peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,

bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang

beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu,

cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang berdemokratis serta bertanggung
jawab.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dapat mengangkat harkat dan

martabat bangsa serta pembangunan bangsa. Untuk meningkatkan pembangunan suatu

bangsa perlu adanya critical mass di bidang pendidikan. Konsep ini mengupayakan

adanya persentase penduduk dengan tingkat pendidikan tertentu yang harus dipersiapkan

oleh suatu bangsa, agar pembangunan ekonomi dan sosial dapat meningkat dengan pesat

karena adanya dukungan sumber daya manusia yang memadai (Riski, 2009).

Lembaga pendidikan sebagai wadah atau organisasi menghendaki adanya proses

kerja sama sejumlah orang yang terikat secara formal dalam rangkaian hirarkis untuk

mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam lembaga pendidikan atau sekolah, guru

adalah pendidik profesional yang sangat berpengaruh terhadap tercapai atau tidaknya

tujuan pendidikan. Guru memegang peranan penting dalam pelaksanaan pendidikan di

sekolah, karena guru merupakan personal yang paling dekat dan langsung berhubungan

dengan peserta didik dalam proses belajar mengajar, serta terlibat langsung dalam upaya

mencerdaskan kehidupan bangsa yang dapat membimbing para siswa untuk menguasai

ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna sesuai dengan kemampuannya

(Nurhadi, 2004).

Untuk itu sangat jelas terlihat peran aktif guru dalam memajukan ilmu

pengetahuan terhadap peserta didik. Dengan mengarahkan peserta didik menjadi lebih

kreatif, cerdas, mandiri, serta aktif dalam segala hal. Sehingga, pendidik dapat menuntun

peserta didik menjadi yang terdepan. sebagaimana diketahui, kualitas pendidikan akan

sangat menentukan mutu kehidupan bangsa. Dengan kata lain, pendidikan memegang

peranan yang sangat penting dalam menciptakan kehidupan manusia yang cerdas,
terbuka, tentram, damai, dan demokratis. Oleh karena itu, perubahan di bidang

pendidikan harus selalu dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkesinambungan

(Nurhadi, 2004).

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia diperlukan pendidikan yang

baik. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai tujuan

pembelajaran yang sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia

(SDM). Sumber daya yang berkualitas sangat diperlukan dalam menghadapi

perkembangan zaman. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan

sumber daya manusia adalah peningkatan kualitas pendidikan (Oges, 2010).

Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Khususnya bagaimana peran aktif pemerintah dalam menanggulangi permasalahan

tersebut. Harus adanya solusi dan tindakan yang tepat sasaran agar semua dapat berjalan

sesuai dengan tujuan yang diharapkan. upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas

pendidikan di antaranya dengan menyempurnakan kurikulum pendidikan.

Penyempurnaan kurikulum pendidikan yang semula Berbasis Kompetensi (KBK)

menjadi Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP). Peningkatan kualitas pendidikan harus

diiringi pula dengan peningkatan kualitas dari para pendidik (Oges,2010).

Untuk meningkatkan kualitas para pendidik pemerintah telah melaksanakan

sertifikasi guru. Sertifikasi itu sebagai wujud pengakuan terhadap guru sebagai tenaga

profesional bagi guru yang mengedepankan profesionalisme. Sebagai seorang profesional

maka tugas guru sebagai pendidik dan pengajar hendaknya dapat berimbas pada siswanya

(Oges,2010).

Seperti yang telah diketahui program sertifikasi itu sendiri saat ini merupakan
program yang tengah di elu-elukan oleh hampir semua guru sebagai tenaga pendidik.

Tapi sayangnya masih ada saja guru yang menganggap program ini ajang pemanfaatan

dan tidak diimbangi dengan adanya peningkatan kualitas guru terhadap anak didiknya.

Menurut Roestiyah N.K, dalam Syaiful Bahri D. (2005) bahwa guru di dalam
mendidik anak didik bertugas untuk:
1. Menyerahkan kebudayaan berupa kepandaian, kecakapan, dan
pengalaman-pengalaman;
2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar negara kita
pancasila;
3. Sebagai perantara dalam mengajar;
4. Guru adalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan;
5. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat;
6. Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai uu pendidikan;
7. Sebagai penegak disiplin;

8. Guru sebagai administrator dan manajer;

9. Pekerjaan guru sebagai sutu profesi;


10. Guru sebagai perencana kurikulum;
11. Guru sebagai pemimpin; dan
12. Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak.

Berdasarkan pemaparan di atas, sesungguhnya tugas seorang guru bukan hanya

sekadar mendidik. Tapi, lebih dari itu semua. Cukup banyak tugas- tugas yang harus di

sadari oleh para pendidik agar bisa menciptakan peserta didik sesuai dengan apa yang

diharapkan. Agar dunia pendidikan dapat memberikan kinerja yang baik, sumber daya

manusia yang ada dalam dunia pendidikan harus mempunyai kualitas yang baik pula.

Guru yang baik hendaknya mempunyai kompetensi guru seperti yang tertuang dalam PP

RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan bahwa

kemampuan (ability) guru terdiri atas: 1) kemampuan pedagogik adalah kemampuan


mengelola pembelajaran, yang meliputi pemahaman peserta didik, perancangan, dan

pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk

mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya; 2) kemampuan pribadi adalah

kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, bijaksana menjadi teladan

bagi peserta didik, dan berakhlak mulia; 3) kemampuan professional adalah kemampuan

dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan

membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan; dan 4)

kemampuan sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk

berkomunikasi dan bergaul secara efektif.

Penjelasan di atas menerangkan bahwa sesungguhnya kemampuan ability guru

tersebut merupakan kemampuan yang harus terus ditingkatkan dan tidak dapat diabaikan.

Kemampuan tersebut merupakan satu kesatuan yang terdiri dari kemampuan pendagogik,

kemampuan pribadi, kemampuan profesional, serta kemampuan sosial yang dapat

mengarahkan guru menjadi pendidik yang berkualitas.

Saat proses pembelajaran, guru merupakan komponen yang memiliki peranan

penting dalam proses pembentukan sumber daya manusia yang potensial. Oleh karena

itu, guru yang merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan harus berperan aktif

dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga kerja yang profesional, sesuai yang

diharapkan masyarakat yang semakin berkembang. Artinya, dalam diri seorang guru

terdapat tanggung jawab untuk membawa siswa pada suatu taraf kedewasaan atau taraf

kematangan tertentu (Oges, 2010).

Tanggung jawab seorang guru menuntut seorang guru bijak dalam bersikap.

Melakukan sesuatu dengan perkiraan yang matang. Bahwa sesungguhnya pendidiklah


yang membawa perubahan terhadap siswa menjadi lebih baik. Peningkatan kualitas

pembelajaran sangat dipengaruhi bagaimana guru berperan aktif dalam proses

pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Peran aktif guru adalah melaksanakan

tugas dan kewajibannya sesuai dengan tanggung jawabnya. Untuk melaksanakan tugas

dan tanggung jawabnya guru harus memiliki kompetensi pribadi, profesional, padagogik,

dan sosial. Kompetensi guru bisa juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan keahlian

didalam mengajar. Berikut ini data tingkat pendidikan guru SMP Negeri 2 Negerikaton

Kec. Negerikaton Kab. Pesawaran Tahun 2010/2011.

Tabel 1. Tingkat Pendidikan Guru pada SMP Negeri 2 Negerikaton


Kec. Negeri katon Kab. Pesawaran Tahun 2010/2011.

No Pendidikan Jumlah Persentasi


1 S2 1 2.70%
2 S1 31 83.78%
3 DIII 2 5.41%
4 DII 2 5.41%
5 D1 - 0
6 PGSMTP 1 2.70%

Sumber: Daftar urut kepangkatan PNS di SMP Negeri 2 Negerikaton Kec. Negerikaton Kab.

Pesawaran Tahun 2010/2011.

Tabel di atas menjelaskan bahwa hampir sebagian besar guru yang berada di SMP N 2

Negerikaton berpendidikan S1. Artinya, sebagian besar guru sudah memiliki dasar

pendidikan yang baik. Sehingga, dirasa sudah cukup layak untuk bisa memberikan

pendidikan yang sepantasnya terhadap peserta didik. Tingkat pendidikan dan keahlian

merupakan salah satu syarat penilaian terhadap produktivitas seseorang. Selain itu,

jenis teknologi dan hasil produksi, kondisi kerja, kesehatan, kemampuan fisik dan

mental juga dapat mempengaruhi kompetensi seorang guru. Untuk syarat yang kedua

mencakup sikap (terhadap tugas), teman sejawat dan pengawas; keanekaragaman


tugas, sistem insentif (system upah dan bonus), kepuasan kerja, keamanan kerja,

kepastian pekerjaan, perspektif dari ambisi dan promosi (Muchdarsyah Sinungan,

2003: 64). Produktivitas kerja seorang guru merupakan suatu usaha yang penuh dari

tiap- tiap guru untuk pencapaian hasil kerja yang maksimal dengan selalu menganggap

bahwa metode kerja hari ini harus lebih baik dari pada metode kerja hari kemarin dan

hasil yang dapat diraih esok hari harus lebih banyak atau lebih bermutu daripada hasil

yang diraih hari ini (Komaruddin, 1992). Produktivitas tidak hanya merupakan masalah

bagaimana seorang guru harus bekerja keras saja, tetapi yang penting bekerja sama

dengan menejemen, dengan pimpinan yang luwes (smarter), membuat pekerjaan lebih

mudah, sederhana, cepat dan efisien (Buchori Alma, 2010). Jadi seorang guru yang

berhasil harus mempertimbangkan semua komponen produktivitas yang tersebut di

atas, serta mengantisipasi lebih dini, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan

dengan sukses dan mencapai kemajuan. Produktivitas kerja guru berkaitan erat dengan

banyak faktor. Dalam hal ini diasumsikan produktivitas kerja guru dipengaruhi oleh

faktor partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan.

Untuk dapat meningkatkan produktivitas guru, dirasa perlu adanya suatu kerjasama di

dalam suatu organisasi sekolah. Selanjutnya, setelah tercipta kerjasama maka akan

tumbuh rasa keadilan. Sehingga, akan mudah terciptanya partisipasi guru dalam

pengambilan keputusan yang dapat meningkatkan produktivitas guru dalam bekerja.

Partisipasi guru dalam pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan yang dapat

dilakukan oleh setiap guru dalam lingkungan bekerjanya terutama sekolah. Guru

memiliki andil serta peran serta yang cukup besar dalam pengambilan keputusan yang

terjadi di dalam suatu lembaga sekolah. Sehingga suatu keputusan dibuat untuk dapat
menghadapi masalah-masalah atau kesalahan yang terjadi terhadap kebijakan-

kebijakan yang dibuat, namun tetap dalam batasan-batasan yang telah ditetapkan agar

tetap tercipta sebuah citra akademis dan etos kerja yang baik. Pengambilan

keputusanpun harus mengikuti langkah-langkah yang rasional seperti terdapatnya

kejelasan masalah, pilihan diketahui, preferensi yang jelas, preferensi yang konstan,

tidak ada batasan waktu dan biaya, serta memiliki hasil yang maksimal. Penelitian para

ahli dan pengalaman para praktisi menunjukkan bahwa keputusan yang baik adalah

keputusan yang memenuhi berbagai persyaratan. Syarat-syarat itu antara lain:

1. keputusan yang dibuat, baik yang bersifat strategis, taktis maupun operasional,
harus berkaiatan dengan berbagai sasaran yang ingin dicapai,
2. keputusan yang diambil harus memenuhi persyaratan rasionalitas dan logika yang
berarti menuntut pendekatan ilmiah berdasarkan teori para ahli,
3. keputusan yang diambil dengan menggunakan pendekatan ilmiah digabung dengan
daya pikir yang kreatif, inovatif, intituitif dan bahkan emosional,
4. keputusan yang diambil harus bisa dilaksanakan, dan
5. keputusan yang diambil harus diterima dan dipahami baik oleh kelompok
pemimpin yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam
melaksanakan keputusan itu maupun oleh para pelaksana kegiatan operasional
(Imam, 2009).

Dapat dikatakan bahwa pengambilan keputusan itu tidak dapat dilakukan sembarangan

tapi, harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti penjelasan di atas. Agar didapatkan

hasil keputusan yang bijak dan keputusan yang memberikan kepuasan bersama.

Sehingga, dengan keputusan tersebut kerjasama dan rasa keadilan tetap tertanam baik

dalam diri para pendidik.

Dalam suatu lembaga sekolah terdapat budaya organisasi yang pada intinya mengatur
para pendidik agar mereka memahami bagaimana bersikap, beradaptasi dengan rekan

kerja, dan lingkungan kerjanya serta berlaku reaktif terhadap kebijakan pimpinannya,

bukan malah mempersulit pengambilan keputusan terhadap masalah yang terjadi

(Oges, 2010). Untuk itulah guru tidak bisa bertindak dan bersikap semaunya di dalam

lingkungan kerjanya. Karena budaya organisasi yang tercipta telah mengatur

sedemikian rupa bagaimana seorang guru dapat bersikap bijak dan tidak egois terhadap

hasil dari keputusan apapun yang ada di dalam lingkungan kerja. Dengan demikian,

jelas partisipasi guru sangat diperlukan.

Kerjasama dalam suatu sekolah untuk lingkungan ekstern maupun intern, merupakan

semua kekuatan yang timbul diluar batas-batas organisasi yang dapat mempengaruhi

keputusan serta tindakan di dalam organisasi. Karenanya perlu diadakan kerjasama

dengan kekuatan yang diperkirakan mungkin akan timbul. Menurut Soejono Soekamto

(1987: 278) dalam Anjawaningsih (2006) menerangkan bahwa, ”Kerjasama merupakan

suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh lebih dari satu orang.

Kerjasama bisa bermacam- macam bentuknya, namun semua kegiatan yang dilakukan

diarahkan guna mewujudkan tujuan bersama.” Sehingga, kegiatan yang terlaksana

tersebut berdasarkan atas pola yang telah disepakati secara bersama-sama. Misalnya

kerjasama dibidang pendidikan, kerjasama ini tentunya dilakukan oleh orang- orang

yang berada dilingkungan pendidikan yang sama-sama memiliki pandangan dan tujuan

yang sama. Kerjasama antar guru atau elemen-elemen lain yang menjadi bagian dari

lingkungan sekolah menjadi tombak kekuatan sekolah untuk dapat mencapai suatu

tujuan yang dicita-citakan demi kemajuan sekolah serta keberhasilan anak didik.

Kerjasama tersebut dapat didasarkan atas hak, kewajiban dan tanggungjawab masing-
masing orang untuk mencapai tujuan. Dengan kerjasama ini, setiap guru akan semakin

bersemangat dalam meningkatkan produktivitas kerjanya guna mencapai tujuan yang

diharapkan.

Rasa keadilan di dalam suatu organisasi atau lembaga sekolah merupakan hal yang

cukup penting diperhatikan. Kecemburuan-kecemburuan sosialpun dapat terjadi jika

terjadi suatu tindakan yang dapat merugikan pihak lain atas hak- hak yang tidak pada

tempatnya. Seandainya dalam suatu sekolah terjadi tindakan yang tidak adil terhadap

guru khususnya, maka akan berdampak pada terjadinya penurunan produktivitas kerja

guru karena merasa tidak terpenuhinya hak-hak yang seharusnya didapat. Keadilan itu

sendiri merupakan suatu tindakan yang tidak berat sebelah, sewenang-wenang dan

tidak memihak terhadap pihak-pihak tertentu yang merugikan pihak lainnya

(Poerwodarminto, 2009). Setiap orang harus memiliki hak yang sama atas kebebasan

dasar yang paling luas, seluas kebebasan yang sama bagi semua orang. Ketidaksamaan

sosial ekonomi harus diatur sedemikian rupa sehingga diharapkan memberi

keuntungan bagi setiap orang dan semua posisi dan jabatan terbuka bagi semua orang.

Latar belakang permasalahan di atas cukup menerangkan prihal keinginan penulis

untuk mengangkat partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa

keadilan di dalam penelitian ini sebagai variabel bebas. Kemudian, seberapa besar

pengaruhnya terhadap kinerja guru khususnya pada guru di SMP Sedesa Dayo Kec.

Tandun Kab. Rokan hulu Tahun Pelajaran 2022/2023.

B. Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalah berdasarkan latar belakang di atas, antara lain :
1. Rendahnya tingkat Produktivitas sumber daya manusia yang ada dalam dunia pendidikan
dan profesionalisme pengajar,
2. Belum diketahuinya produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun
Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 ,
3. Belum terdiskripsinya partisipasi guru dalam pengambilan keputusan di SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 ,
4. Belum diketahuinya pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan terhadap
produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu
Tahun 2022/2023 ,
5. Belum diketahuinya pengaruh kerjasama terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 ,
6. Belum diketahuinya pengaruh rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP
Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023 , dan
7. Belum diketahuinya pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama,
dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec.
Tandun Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini dibatasi dan
difokuskan pada partisipasi guru dalam pengambilan keputusan (X1), kerjasama (X2), rasa
keadilan (X3), dan produktivitas kerja guru (Y) SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun
Kab. Rokan Hulu Tahun 2022/2023

D. Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari pembatasan masalah di atas, maka masalah yang perlu dicarikan jawabannya
dirumuskan sebagai berikut.
1. Apakah ada pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan terhadap produktivitas
kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
2. Apakah ada pengaruh kerjasama terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
3. Apakah ada pengaruh rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
4. Apakah ada pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa
keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun
Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan terhadap produktivitas kerja guru
SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
2. Pengaruh kerjasama terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec.
Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
3. Pengaruh rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo
Kec. Tandun Kab. Rokan hulu TP. 2022/2023?
4. Pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan
terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan
hulu TP. 2022/2023?

F. Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini antara lain adalah
1. Secara teoritis, untuk mendukung atau menolak grand teori yang dikemukakan oleh para ahli
atau peneliti sebelumnya dan memperkaya ilmu pengetahuan bagi peneliti khususnya dan
masyarakat luas pada umumnya.
2. Secara praktis, memberi informasi tentang pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan
keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja guru SMP Salafiyah
Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu Tahun Pelajaran 2022/2023

3. Sumbangan pemikiran bagi sekolah untuk melihat seberapa besar pengaruh partisipasi guru
dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap produktivitas kerja
guru SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan hulu Tahun Pelajaran
2022/2023
BAB II
KERANGKA TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Partisipasi Guru dalam Pengambilan Keputusan
1.1 Pengertian Partisipasi
1.2 Faktor-Faktor Partisipasi
1.3 Tahap-tahap partisipasi
1.4 Pengertian Guru
1.5 Pengertian Pengambilan Keputusan
1.6 Dasar-dasar pengambilan keputusan
1.7 Sifat, Syarat-syarat dan tujuan pengaambilan keputusan
1.8 Faktor-faktor pengambilan keputusan
1.9 Struktur, system dan langkah pengambilan keputusan
1.10 Gaya pengambilan keputusan
1.11 Nilai-nilai dan jenis pengambilan keputusan
1.12 Fase pengambilan keputusan
1.13 Teknik pengambilan keputusan
2. Kerjasama
2.1 Pengertian kerja sama
2.2 Bentuk perjanjian dan pengaturan kerjasama
2.3 Prinsip-prinsip kerja sama
2.4 Alasan terjadinya kerjasama
3. Rasa keadilan
3.1 Pengertian rasa keadilan
3.2 Pembagian keadilan
3.3 Prinsip keadilan
3.4 Nilai-nilai primer dalam keadilan
3.5 Macam-macam keadilan
4. Produktivitas kerja
4.1 Pengertian produktivitas
4.2 Faktor-faktor produktivitas
4.3 Ukuran tingkatan produktivitas
4.4 Hal-hal yang mempengaruhi produktivitas
4.5 Usaha meningkatkan produktivitas kerja
4.6 Pengaruh pengetahuan dan kemampuan kerja

B. Penelitian Relevan

BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Metode penelitian
Dalam suatu penelitian diperlukan adanya penggunaan metode untuk menentukan data penelitian,
menguji kebenaran, menemukan, dan mengembangkan suatu pengetahuan, serta mengkaji
kebenaran suatu pengetahuan sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Metode penelitian
merupakan metode kerja yang dilakukan dalam penelitian, termasuk alat-alat apa yang digunakan
untuk mengukur kemampuan mengumpulkan data serta bagaimana penelitian di lapangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan
pendekatan ex post facto. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai penelitian yang bertujuan
untuk menggambarkan atau melukiskan keadaan objek atau subjek penelitian (seseorang,
lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau
sebagaimana adanya (Sugiyono, 2009: 6).
Tujuan penelitian ini merupakan verifikatif yaitu untuk menentukan tingkat pengaruh variabel-
variabel dalam suatu kondisi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berdasarkan data yang
ada di tempat penelitian, sehingga menggunakan pendekatan ex post facto. Penelitian dengan
pendekatan ex post facto adalah suatu pendekatan yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang
telah terjadi kemudian kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan
kejadian .
Langkah-langkah pokok yang harus dilakukan dalam metode deskriptif meliputi:
(a) mendefinisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai,
(b) merancang cara pendekatannya,
(c) mengumpulkan data,
(d) menyusun laporan
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif verifikatif adalah metode yang
menggambarkan pengaruh dua variabel atau lebih yang berbeda sesuai dengan fakta-fakta yang
ada. Penggunaan metode deskriftif verifikatif dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan
pengaruh partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, kerjasama, dan rasa keadilan terhadap
produktivitas kerja guru di SMP Salafiyah Babussalam Dayo, Kec. Tandun Kab. Rokanhulu

B. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek atau obyek yang menjadi sasaran penelitian, Sedangkan
Menurut Sugiyono (2009: 117) populasi adalah, “Wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.” Populasi dalam penelitian ini adalah guru di SMP
Salafiyah Babussalam Dayo, Kec. Tandun Kab. Rokan hulu yang berjumlah 22 Orang

C. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti. Dikatakan sampel apabila kita
bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. (Suharsimi Arikunto, 2007: 131).
Menurut Sugiyono (2009: 118), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini untuk menghitung besarnya sampel dari populasi
dihitung berdasarkan rumus Slovin, yaitu:
N
n= 2
1+ Ne
keterangan:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = Nilai Kritis (batas ketelitian) yang diinginkan dan persen kelonggaran ketidak telitian karena
kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa ditolerir tingkat signifikansi (0,05)
Maka pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
22
n= 2
1+ 22.(0 , 05)
22
n=
1+ 0,055
n= 20,853
n  20,853 dibulatkan menjadi 21
Jadi, besarnya sampel dalam penelitian ini adalah21 Guru

D. Variabel
Menurut Sugiyono (2010: 38) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel dalam penelitian ini ada dua variabel:
1. Variabel bebas (indevendent variabel) adalah suatu variabel yang ada atau terjadi mendahului
variabel terikatnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi guru dalam
pengambilan keputusan (X1), kerjasama (X2), dan rasa keadilan (X3).
2. Variabel terikat (devendent variabel) adalah variabel yang diakibatkan atau yang dipengaruhi
oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah produktivitas kerja guru (Y) pada
SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec. Tandun Kab. Rokan Hulu.

E. Tehnik pengumpulan data


Untuk memperoleh atau mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini maka digunakan
beberapa metode pengumpulan data yaitu:
1. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-
catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh
data yang lengkap, sah, dan bukan berdasarkan perkiraan. Teknik ini digunakan untuk
memperoleh data yang sudah ada.
2. Observasi
Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencataatan secara
sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau
kelompok secara langsung
3. Angket
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya
(Sugiyono, 2010: 142). Skala yang digunakan dalam pengukuran angket adalah skala
likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi sesorang atau
kelompok orang tentang fenonema sosial. Dalam fenonema sosial ini telah dispesifik oleh
peneliti yang selanjutnya disebut variabel penelitian.

4. Studi Kepustakaan
Teknik ini digunakan untuk memperoleh data mengenai partisipasi guru dalam
pengambilan keputusan, kerjasama, rasa keadilan dan produktivitas kerja guru.
Responden dalam penelitian ini adalah guru pada SMP Salafiyah Babussalam Dayo Kec.
Tandun Kab. Rokan hulu Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik studi kepustakaan digunakan
untuk mencari, mengumpulkan, dan mempelajari data, buku-buku, serta literatur yang
berkaitan dengan penelitian ini khususnya yang berkaitan dengan partisipasi guru dalam
pengambilan keputusan, kerjasama, rasa keadilan dan produktivitas kerja

F. Uji persyaratan instrument


1. Uji validitas instrument
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu
instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang
diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti. Tinggi rendahnya
validitas atau instrument menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak
menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud (Arikunto, 2009: 58). Untuk
menguji validitas instrument digunakan rumus Korelasi Product Moment dengan rumus:

r xy = N ∑ XY −( ∑ X )( ∑ Y )
√¿ ¿ ¿
Keterangan :
r xy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
X = Skor butir soal
Y = Skor total
N = Jumlah sampel
Dengan kriteria pengujian apabila r hitung > r tabel dengan α  0,05 maka alat ukur
tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila r hitung < r tabel maka alat ukur
tersebut adalah tidak valid

2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat
dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. Instrumen dikatakan baik
apabila dapat dengan ajeg memberikan data yang sesuai dengan kenyataan meskipun
diujikan berkali-kali (Arikunto, 2009: 86). Sebelum angket diujikan kepada responden,
angket diujikan terlebih dahulu kepada populasi di luar sampel untuk mengetahui tingkat
reliabilitasnya dengan menggunakan rumus alpha.

G. Pengujian Hipotesis
1. Regresi linier sederhana
Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan juga
untuk mengukur keeratan hubungan antara X dan Y digunakan analisis regresi. Uji
hipotesis dalam penelitian ini akan dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Regresi Linier Sederhana
Untuk pengujian hipotesis pertama, kedua, dan ketiga penulis menggunakan rumus
regresi linier sederhana yaitu:
Ỳ = a + bx
2. Regresi linier multipel
Regresi linier multipel adalah suatu model untuk menganalisis pengaruh variabel bebas
(X) terhadap variabel terikat (Y), untuk menguji hipotesis ketiga variabel tersebut,
digunakan model regresi linier multipel yaitu:
Ỳ = a + b 1 x 1+ b 2 x 2 + b 3 x 3
Keterangan:
a = Konstanta
b 1 – b 3 = Koefisien arah regresi
X 1 - X 3 = Variabel bebas
 = Variabel terikat
Dilanjutkan dengan uji signifikansi koefisien korelasi ganda (uji F)

Anda mungkin juga menyukai