LINEAR PROGRAMMING
Oleh: Litna Nurjannah Ginting, SP, [Link]
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MEDAN AREA
2019
Agenda Style
01 Defenisi Linear Programming
02 Fungsi Linear Programming
03 Model Linear Programming
04 Asumsi Linear Programming
Liner Programming
Linear programming merupakan suatu model umum yang
dapat digunakan untuk memecahkan masalah
pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara
optimal.
Linear Programming teknik khusus yang
dapat diterapkan pada berbagai masalah
managemen seperti iklan, distribusi,
investasi, dan produksi. The linear
programming tidak hanya berguna dalam
industri dan bisnis tapi juga pada sektor
non profit seperti Education, Government,
Hospital, and Libraries.
Fungsi Tujuan Fungsi Batasan
Fungsi tujuan merupakan Fungsi batasan merupakan
Fungsi
fungsi yang batasan matematis dalam
menggambarkan kapasitas yang tersedia
tujuan/sasaran di dalam untuk dialokasikan secara Linear
permasalahan liniear optimal.
programming yang Program
berkaitan dengan
pengaturan sumber daya
ming
secara optimal untuk
memperoleh keuntungan
maksimal atau biaya
minimal.
Model Linear Programming
Bentuk dasar linear programming:
1. Fungsi tujuan :
Maksimumkan atau minimumkan Z = 𝐶1 𝑋1 + 𝐶2 𝑋2 + ... + 𝐶𝑛 𝑋𝑛
2. Batasan-batasan :
𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 + ... + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = / ≥ / ≤ 𝑏1
𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 + … + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = / ≥ / ≤ 𝑏2
𝑎𝑚1 𝑥1 + 𝑎𝑚2 𝑥2 + … + 𝑎𝑚𝑛 𝑥𝑛 = / ≥ / ≤ 𝑏𝑚
𝑥1 , 𝑥2 , … , 𝑥𝑛 ≥ 0
Asumsi Dasar Linear Programming
Proportionally Additivity
Asumsi ini berarti bahwa naik Asumsi ini berarti bahwa nilai
turunnya nilai Z dan tujuan tiap kegiatan tidak saling
penggunaan sumber atau mempengaruhi, atau dianggap
fasilitas yang tersedia akan bahwa kenaikan dari Z yang
merubah secara sebanding diakibatkan oleh kenaikan suatu
dengan perubahan tingkat A B kegiatan dapat ditambahkan
kegiatan tanpa mempengaruhi bagian
Contoh: nilai Z yang diperoleh dari
C D kegiatan lain. Dengan kata lain
z = 𝐶1 𝑋1 + 𝐶2 𝑋2 + ... + 𝐶𝑛
Setiap penambahan 1 𝑋1 unit tidak ada korelasi antara
akan menaikkan Z sebesar 𝐶1 𝑋1 𝑑𝑎𝑛𝑋2
Contoh:
3𝑋1 + 5𝑋2 dimana 𝑋1 = 2; 𝑋2 =2
sehingga Z = 30 + 10 = 40
Asumsi Dasar Linear Programming
Divisibility
Deterministic/ Certainty
Asumsi ini menyatakan Asumsi ini menyatakan bahwa
bahwa output yang dihasilkan semua parameter
oleh setiap kegiatan dapat
A B (𝑎𝑖𝑗 , 𝑏𝑖, , 𝑐𝑗 ) yang terdapat dalam
berupa bilangan pecahan. model linear dapat diperkirakan
Contoh: dengan pasti meskipun jarang
𝑋1 = 6,5 ; Z = 1.000,75 C D tepat.
Metode Program Linear
1. Metode Grafik 2. Metode Matematik
Metode grafik digunakan
untuk menyelesaikan
permasalahan jika
hanya terdapat dua
variabel keputusan. Programmer
Merumuskan Masalah Linear Programming
Sebuah perusahaan Furniture yang akan membuat meja dan kursi.
Keuntungan yang diperoleh dari satu unit meja adalah Rp 70.000,-
sedangkian keuntungan yang diperoleh dari satu unit kursi adalah
Rp. 50.000,-. Namun untuk meraih keuntungan tersebut Perusahaan
menghadapi kendala keterbatasan jam kerja. Untuk pembuatan 1 unit
meja memerlukan 4 jam kerja. Untuk pembuatan 1 unit kursi
membutuhkan 3 jam kerja. Untuk pengecatan 1 unit meja dibutuhkan 2
jam kerja, dan untuk pengecatan 1 unit kursi dibutuhkan 1 jam kerjaJu
mlah jam kerja yang tersedia untuk pembuatan meja dan kursi
adalah 240 jam per minggu sedang jumlah jam kerja untuk pengecatan
adalah 100 jam per minggu. Berapa jumlah meja dan kursi yang sebaik
nya diproduksi agar keuntungan perusahaan maksimum ?
1. Fungsi Tujuan
P = (Rp. 70.000 x jumlah meja + Rp. 50.000 x jumlah kursi) yang diproduksi
atau secara matematis dapat dituliskan :
Maksimumkan Z = 70.000 X1 + 50.000 X2
2. Fungsi kendala :
4 X1 + 3 X2 ≤ 240 (kendala departemen pembuatan)
2X1 + 1 X2 ≤ 100 (kendala departemen pengecatan)
X1, X2 ≥ 0 (kendala non negatif pertama)
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam Linear Programming adalah asumsi nilai X1
dan X2 tidak negatif. Artinya bahwa X1 ≤ 0 (jumlah meja yang diproduksi adalah lebih
besar atau sama dengan nol) . X2 ≤ 0 (jumlah kursi yang diproduksi adalah lebih besar
atau sama dengan nol)
Diselesaikan dengan grafik Titik potong kedua kendala dapat diselesaikan
dengan substitusi atau eliminasi
2 X1 + X2 = 100
X2 = 100 - 2 X1
4 X1 + 3 X2 = 240
4 X1 + 3 (100 - 2 X1) = 240
4 X1 + 300 - 6 X1 = 240
- 2 X1 = 240 - 300
= - 60
X1 = -60/-2 = 30.
X2 = 100 - 2 X1
X2 = 100 - 2 * 30
= 100 - 60
= 40
Feasible region (area layak) meliputi daerah
sebelah kiri dari titik A (0; 80), B (30; 40),
dan C (60; 0)
Kedua kendala akan saling berpotongan
pada titik (30, 40).
Menentukan solusi yang optimal, ada dua cara yang bisa digunakan yaitu :
1. dengan menggunakan garis profit (iso profit line)
Penyelesaian dengan menggunakan garis profit adalah penyelesaian dengan
menggambarkan fungsi tujuan. Kemudian fungsi tujuan tersebut digeser ke
kanan sampai menyinggung titik terjauh dari dari titik nol, tetapi masih berada
pada area layak (feasible region).
Garis isoprofit dari Z = 70000X1 + 50000X2
70000X1 + 50000X2 = 3500000
Disederhanakan : 7X1 + 5X2 = 35
Maka garis iso profit jadi (0, 70) dan (50, 0)
Iso-profit line adalah garis dimana disetiap titik pada garis tersebut
memiliki keuntungan yang sama.
2. dengan titik sudut (corner point)
Penyelesaian dengan menggunakan titik sudut (corner point) artinya Harus
mencari nilai tertinggi dari titik-titik yang berada pada area layak (feasible
region). Dapat dilihat bahwa ada 4 titik yang membatasi area layak, yaitu titik
0 (0,0), A (0, 80), B (30, 40), dan C (50, 0).
Keuntungan pada titik O (0, 0) = (70.000 x0) + (50.000 x 0) = 0.
Keuntungan pada titik A (0; 80) = (70.000 x 0) + (50.000 x 80) = 4.000.000
Keuntungan pada titik B (30; 40) = (70.000 x 30) + (50.000 x 40) =4.100.000.
Keuntungan pada titik C (50; 0) = (70.000 x 50) + (50.000 x 0) = 3.500.000.
Karena keuntungan tertinggi jatuh pada titik B, maka sebaiknya
perusahaan memproduksi meja sebanyak 30 unit dan kursi sebanyak
40 unit, dan perusahaan memperoleh keuntungan optimal sebesar
4.100.000.
Masalah Minimalisasi
Min Z = 5X + 7Y
X + 3Y ≥ 6
5X + 2Y ≥ 10
Y≥4
X, Y ≥ 0
Hitung Min Z?
Thank you
TUGAS!!
1. Suatu perusahaan obat nyamuk memproduksi 2 macam obat pembunuh nyamuk cair,yaitu jenis “super”
dan jenis “biasa”. Keduanya dibuat dari bahan dasar yang sama, yaitu cairan A dan B, namun dengan k
omposisi yang berbeda . Untuk membuat 1 liter obat nyamuk super dibutuhkan 10 cc bahan A dan 4 cc
bahan B,sedangkan 1 liter obat nyamuk biasa membutuhkan 2 cc bahan A dan 2 cc bahan B. Penjualan
tiap liter obat nyamuk super memberikan keuntungan sebesar Rp 5000, sedangkan jenis biasa sebesar
Rp 2000. Perusahaan tersebut ingin membuat sebanyak-banyaknya, namun ia memiliki keterbatasan d
alam hal penyediaan bahan baku. Tiap minggu ia hanya mampu menyediakan 100 cc bahan A dan 50 c
c bahan [Link] jumlah obat yang harus dibuat (dengan kendala yang ada) agar keuntungan yang d
idapatkannya maksimum !
2. min z 50x1 + 100x2
Constrain:
7X1 + 2X2 ≥ 28
2X1 + 12X2 ≥ 24
X1 , X2 ≥ 0
3. Farmer Jane owns 45 acres of land. She is going to plant each with wheat or corn. Each acre planted wi
th wheat yields $200 profit; each with corn yields $300 profit. The labor and fertilizer used for each acre
are given in Table 1. One hundred workers and 120 tons of fertilizer are available. Use linear programmi
ng to determine how Jane can maximize profits from her land.
Wheat Corn
Labor 3 workers 2 workers
Fertilizer 2 tons 4 tons
4. Furnco manufactures desks and chairs. Each desk uses 4 units of wood, and each chair 3.
A desk contributes $40 to profit, and a chair contributes $25. Marketing restrictions require
that the number of chairs produced be at least twice the number of desks produced. If 20
units of wood are available, formulate an LP to maximize Furnco’s profit. Then graphically
solve the LP.