KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN ROKAN HULU
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 ROKAN HULU
Jalan Tuanku Tambusai No.183 Rambah Tengah Hilir
CAPAIAN PEMBELAJARAN USHUL FIKIH FASE F (KELAS XI DAN XII)
BERDASARKAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDRAL PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR 3211 TAHUN 2022
Pada akhir fase F, peserta didik akan memahami lima kaidah fikih, kaidah-kaidah ushul fikih, konsep hukum
Islam, konsep ijtihad dan mujtahid dari berbagai sisi sehingga mereka memiliki sikap kritis dan selektif
dalam mengikuti pendapat ulama agar sesuai dengan ajaran syariat.
Elemen Capaian Pembelajaran
Kaidah Pokok Fikih Peserta didik mampu menganalisis dan menerapkan kaidah pokok al-umuuru bi
maqaashidiha, al-yaqiinu laa yuzaalu bisy-syak, al-masyaqqatu tajlibut-taysiir, adh-
dharaaru yuzaal, dan al-'aadatu muhakkamah dalam kasus baru yang muncul di
masyarakat global sehingga sikap dan tindakannya mampu menyesuaikan
dengan ajaran Islam dalam konteks bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kaidah Ushul Fikih Peserta didik mampu memahami ketentuan kaidah amr dan nahi, 'am dan khas,
takhsis dan mukhassis, mujmal dan mubayyan, muradif dan musytarak, mutlaq dan
muqayyad, zahir dan takwil, manthuq dan mashum agar dapat memahami dalil dan
proses istidlal yang dilakukan para ulama mujtahid dalam mengeluarkan (istinbath)
hukum dari al- Qur'an dan hadis, sehingga memiliki kepercayaan diri untuk
mengamalkan hukum hasil ijtihad ulama dalam merespon permasalahan baru yang
muncul di era global dalam konteks kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.
Hukum Syar'i Peserta didik menganalisis konsep al-haakim, al-hukmu, al-mahkuum fiih dan al-
mahkuum 'alaih sebagai komponen hukum Islam yang saling terkait, untuk
mengkonfirmasi kedudukan hukum hasil ijtihad ulama mujtahid sehingga dapat
menerapkan hukum dengan tepat.
Ijtihad Peserta didik menganalisis ketentuan ijtihad beserta perangkat-perangkatnya seperti
nasikh dan mansukh, ta'arudhul adillah, tarjih, maupun sikap terhadap produk ijtihad
seperti ittiba', taqlid, dan talfiq sehingga tercipta pemahaman yang utuh serta sikap
kritis dan selektif terhadap fatwa ulama sesuai konteks ke-Indonesia-an dan global.