0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan109 halaman

Pengelolaan Lingkungan RSUD A.W. Sjahranie

Diunggah oleh

Idhar Djumlan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan109 halaman

Pengelolaan Lingkungan RSUD A.W. Sjahranie

Diunggah oleh

Idhar Djumlan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KEGIATAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN

A. Pengelolaan lingkungan hidup


Berikut pengelolaan lingkungan hidup (RKL) Operasional dan Rencana Pengembangan
RSUD. A. W. Sjahranie Samarinda berdasarkan dokumen Analisa Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup (AMDAL)
A.1 Operasional Rumah Sakit Yang Sedang Berlangsung
1. Jenis dampak Peningkatan Kebisingan
- Sumber dampak dari peningkatan kebisingan adalah Genset, pengunjung dan
perkuliahan kedokteran UNMUL.
- Tolok Ukur dari peningkatan kebisingan adalah Tingkat kebisingan lingkungan
menurut KepMenkes No. 1204/MENKES/SK/2004.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 11
Tahun 2021 Tentang Baku Mutu Emisi Mesin dengan Pembakaran Dalam
- Tujuan Pengelolaan dari peningkatan kebisingan adalah Mengurangi Tingkat
Kebisingan di ruang perawatan dan mengurangi gangguan kebisingan di
lingkungan pemukiman terdekat.
- Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara
 Membatasi jam besuk dan melarang pembesuk dibawah usia 10 tahun
 Memasang papan pengumuman larangan menimbulkan suara gaduh yang
mengganggu ketenangan pasien pada tempat yang mudah terlihat pengunjung,
dipintu masuk ruang perawatan
 Meminimalisir dampak kebisingan dari genset dengan membuat ruang mesin
genset yang dapat meredam suara mesin dan cerobong yang mengarah ke atas
 Membangun pagar beton yang membatasi lokasi genset dengan pemukiman
terdekat.
- Lokasi pengelolan lingkungan hidup dilakukan disekitar lokasi genset rumah sakit,
ruang rawat inap, dan pintu masuk pengunjung.

2. Jenis dampak Tata Air Permukaan


- Sumber dampak Tata Air Permukaan yaitu perbaikan permeabilitas tanah oleh
vegetasi taman.
- Tolok ukur dampak Tata Air Permukaan yaitu Variasi jenis dan populasi taman,
Genangan air limpasan di areal rumah sakit.

64
- Tujuan Pengelolaan Tata Air Permukaan yaitu Meningkatkan permeabilitas tanah
untuk mengurangi aliran permukaan dan mengurangi resiko terjadinya genangan
dan banjir di rumah sakit.
- Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara
 Merawat tumbuhan taman rumah sakit,
 Memperbanyak jenis tumbuhan yang berakar dalam pada taman rumah sakit
 Memelihara saluran drainase dan memperbaiki bagian yang rusak
 Membuang endapan sedimen pada saluran drainase rumah sakit
 Memelihara folder 1 dan 2 dan memperbaiki yang rusak,
 Merawat dan menjaga performa mesin pompa folder
 Membuang endapan sedimen pada dasar folder untuk menjaga kapasitas
maksimum folder.
- Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan pada areal pertamanan rumah sakit,
saluran drainase dan folder RS.

3. Jenis dampak Kualitas air


- Sumber dampak kualitas air yaitu Limbah cair medis dan non medis dan limbah
minyak pelumas bekas.
- Tolok ukur dampak yaitu
 Kualitas air permukaan mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun
2001 Tentang Kriteria Mutu Air Klas II
 Kualitas air limbah mengacu pada surat keputusan Gubernur Kaltim No 26 tahun
2002 Tentang Baku Mutu Limbah Rumah Sakit.
- Tujuan Pengelolaan yaitu Untuk mengurangi beban pencemaran air permukaan
oleh limbah cair dari aktifitas rumah sakit.
- Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara
 Membuat septic tank/penampung limbah cair pada setiap ruangan yang
aktivitasnya menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
 Memasang pipa penyalur dari septic tank ke unit IPAL
 Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur
 Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar
di dalam limbah cair
 Membuat saluran drainase mengelilingi bangunan rumah sakit dan
menghubungkan dengan folder untuk menghindari terjadinya penyebaran
limbah cair tak terkendali

 Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase


65
 Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
 Merawat dan memperbaiki unit IPAL
 Menampung limbah minyak pelumas pada tong khusus dan selanjutnya
menyerahkannya kepada pengumpul minyak pelumas bekas yang telah
mendapat izin dari instansi berwenang
 Menerapkan secara ketat aturan tentang keharusan membuang limbah cair
medis pada saluran septic tank dan melarang membuang limbah padat pada
saluran drainase dan septic tank
 Limbah cair B3 laboratorium dimasukkan ke dalam bak kontrol unit laboratorium
selanjutnya menyalurkannya ke unit IPAL
- Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan pada IPAL, folder, septic tank,
saluran drainase dan lokasi perawatan mesin genset

4. Jenis dampak Bahaya Kebakaran


-Sumber dampak bahaya kebakaran yaitu Stok bahan bakar genset dan
instalasi gizi, Alat pemanas operasional dapur, Hubungan arus pendek jaringan
listrik dan stok gas dan kebocoran bahan gudang RS.
-Tolok ukur dampak yaitu terjadinya kebakaran serius di dalam rumah sakit.
- Tujuan Pengelolaan yaitu Menghindari terjadinya kebakaran yang terkendali rumah
sakit.
-Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara
 Membentuk satuan pemadam kebakaran unit RSUD A.W. Sjahranie yang
beranggotakan seluruh karyawan rumah sakit
 Mengadakan dan menyiapkan tabung pemadaman api (APAR) pada unit-unit
yang beresiko menimbulkan kebakaran
 Mengadakan menyiapkan keran air khusus (hidrant) yang sewaktu-waktu dapat
digunakan tindakan pemadaman kebakaran
 Mengadakan pompa portable yang selalu siap untuk digunakan jika terjadi
kebakaran
 Menyiapkan peralatan dan perlengkapan pakaian khusus pemadam kebakaran
seperti : sarung tangan , baju, helm, sepatu, masker, dan kaca mata
 Mengadakan pelatihan pemadaman kebakaran secara periodik kepada karyawan
rumah sakit

 Memasang papan peringatan bahaya kebakaran pada lokasi-lokasi yang beresiko


tinggi menimbulkan kebakaran

66
 Melakukan kontrol secara rutin terhadap stok bahan-bahan yang mudah
terbakar, serta perawatan rutin jaringan listrik
 Mengadakan dan menyiapkan peralatan dan perlengkapan pakaian khusus
pemadam kebakaran seperti : sarung tangan , baju, helm, sepatu, masker, dan
kaca mata
 Mengadakan pelatihan pemadaman kebakaran secara periodik kepada karyawan
rumah sakit
 Memasang papan peringatan bahaya kebakaran pada lokasi yang beresiko tinggi
menimbulkan kebakaran
 Melakukan kontrol secara rutin terhadap stok bahan-bahan yang mudah
terbakar, seperti stok tabung oksigen, stok bahan bakar, dan bahan-bahan
lainnya yang mudah terbakar.
- Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan pada gudang bahan bakar genset,
dapur RS, gudang dan jarigan listrik yang berdekatan dengan bahan-bahan yang
mudah terbakar.

5. Jenis Dampak Vegetasi Taman.


- Sumber dampak kegiatan yang menjadi sumber dampak adalah Aktifitas
Pertamanan Rumah Sakit
-Tolok ukur dampak yaitu populasi dan variasi jenis vegetasi taman.
-Tujuan Pengelolaan yaitu untuk meningkatkan fungsi ekologis taman
- Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara melakukan perawatan
tanaman taman serta pengayaan jenis dan jumlah vegetasi taman.
-Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan pada area taman rumah sakit.

6. Jenis dampak Penularan penyakit menular.


- Sumber dampak yaitu Infeksi kuman patogen para pengunjung Rs dan Infeksi
Nosokomial
- Tolok ukur dampak Terjadinya infeksi nosokomial dan infeksi kuman patogen,
Kandungan kuman udara dan lantai ruang perawatan berdasarkan persyaratan
maksimum dari Keputusan Dirjen PPMPL No. HK.[Link] tahun 1993 tentang
Batas Syarat Kuman.
- Tujuan Pengelolaan yaitu untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial terhadap
pasien dan menghindari infeksi kuman patogen kepada pembesuk

- Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara


 Aplikasi peralatan medis yang betul-betul steril kepada pasien
67
 Sterilisasi tempat tidur pasien
 Sterilisasi ruangan tindakan medis
 Membatasi kontak pengunjung dengan pasien yanng menjalani perawatan
 Sterilisasi lantai ruang perawatan secara rutin
 Sterilisasi peralatan makan dan minum dari instalasi gizi dan membatasi
penggunaan peralatan yang bukan dari rumah sakit
 Membatasi kontak antar pasien selama perawatan
 Menerapkan secara konsisten SOP Asuhan Keperawatan RSUD A.W. Sjahranie
Samarinda Tahun 2002
 Penerapan UNIVERSAL PRECAUTIONS dari bidang keperawatan RSUD A.W
Sjahranie.
- Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan di seluruh ruang tindakan medis di
rumah sakit, pintu masuk pengunjung, dan pintu masuk ruang perawatan.

7. Jenis dampak Peluang usaha masyarakat


- Sumber dampak adalah aktivitas pengunjung dalam kegiatan operasional rumah
sakit yang sedang berlangsung.
- Tolok ukur dampak yaitu jumlah, jenis dan volume usaha masyarakat.
- Tujuan Pengelolaan yaitu mengoptimalkan aktifitas usaha masyarakat serta
menghindari resiko negatif operasional rumah sakit
- Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara
 Menyiapkan lokasi khusus bagi pedagang asongan di lingkungan rumah sakit
dengan pertimbangan lokasi cukup strategis dan berpotensi rendah mengganggu
operasional rumah sakit serta penularan penyakit bagi para pedagang asongan
 Menetapkan kewajiban bagi para penjaja makanan minuman masalah
kebersihan dan bahan aditif makan yang berbahaya bagi kesehatan
 Operasional kantin di dalam lingkungan rumah sakit harus melalui uji kelayakan
dari DinKes kota Samarinda.
- Lokasi pengelolaan lingkungan hidup meliputi stand ojek, kantin, pedagang asongan
dan gerobak dorong yang beroperasi di sekitar pintu masuk dan beberapa warung
makan dan sembako di sekitar jalan Palang Merah Indonesia.

8. Jenis dampak Kualitas sanitasi lingkungan


- Sumber dampak yaitu Limbah padat medis dan non medis

68
- Tolok ukur dampak yaitu Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
- Tujuan Pengelolaan yaitu untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas sanitasi
lingkungan akibat limbah padat medis non medis dan mencegah berkembangnya
vektor penyakit di lingkungan rumah sakit.
- Upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan cara
 Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup
kuat di tempat-tempat penghasil limbah padat medis
 Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat
non medis
 Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
 Membuang sampah non medis pada bak penampung sampah sementara,
sebelum diangkut ke TPA
 Menyiapkan gerobak dorong sampah medis maupun non medis dari lokasi tong
sampah menuju bak penampungan sampah sementara
 Penanganan awal limbah padat medis secara konsisten yang tertuang dalam
UNIVERSAL PRECAUTION dari bidang keperwatan RSUD A. W. Sjahranie
 Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit melalui
tindakan Fumigasi untuk pengenalian jenis serangga, rodentiside untuk
pengendalian tikus serta pengendalian populasi mamalia liar (kucing dan anjing)
di dalam lingkungan rumah sakit.
- Lokasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan di lokasi operasional rumah sakit
yang menghasilkan limbah padat medis maupun non medis, lokasi unit insinerator,
lokasi bak penampungan sementara limbah padat non medis.

9. Jenis dampak resiko terhadap gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja karyawan
rumah sakit
- Sumber dampak yaitu infeksi kuman patogen dan kecelakaan kerja
- Tolok Ukur yaitu terjadinya kecelakaan kerja bagi petugas rumah sakit, terjadinya
infeksi penyakit yang berasal dari aktifitas pelayanan.
- Tujuan Pengelolaan yaitu untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja petugas
rumah sakit, untuk mencegah terjadinya infeksi kuman patogen petugas pelayanan,
untuk mencegah terjadinya paparan bahan toksik terhadap petugas yang
melaksanakan perawatan dan pebaikan sarana dan prasarana, mengurangi paparan
radiasi dari peralatan radiologi terhadap petugas unit radiologi.
- Upaya pengelolaan lingkunga hidup dilakukan dengan cara

69
 Menerapkan SOP dalam penanganan medis sesuai SOP ASUHAN KEPERAWATAN
RSUD AWS SAMARINDA tahun 2002
 Menerapkan UNIVERSAL PRECAUTION (Kewaspadaan Umum) dari Divisi
keperawatan RSUD. AWS
 Mengaplikasikan perlengkapan pelindung diri dalam setiap kegiatan yang
mengandung resiko K3.
- Lokasi pengelolaan dilakukan pada klinik dan ruang perawatan khusus karyawan RS,
Lokasi pembangunan gedung pengembangan RS.

A.2 Pengelolaan Pada Rencana Kegiatan Pengembangan RSUDAWS


1. Jenis dampak resiko terhadap K3
- Sumber dampak yaitu penyiapan lahan dan pengerjaan bangunan utama
- Tolok ukur yaitu Terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung
- Tujuan Pengelolaan yaitu untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja selama
proses pembangunan gedung baru rumah sakit
- Upaya pengelolaan yang dilakukan yaitu
 Mengasuransikan semua pekerja bangunan
 Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksanakan pekerjaan
bangunan
 Memasang jala – jala pengaman yang mengelilingi badan bangunan yang sedang
dikerjakan yang berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
rumah sakit.
2. Jenis dampak gangguan lalu lintas umum
- Sumber dampak yaitu lalu lintas kendaraan proyek di jalan raya
- Tolok ukur yaitu terjadinya gangguan lalu lintas umum yang berpotensi menimbulkan
kecelakaan lalu lintas
- Tujuan Pengelolaan yaitu untuk menghindari kemacetan lalu lintas dan munculnya
kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas kendaraan proyek di jalan palang merah
indonesia
- Upaya pengelolaan yang dilakukan yaitu Pengawalan kendaraan berat oleh DLLAJR
saat dimobilisasi menuju proyek, mobilisasi peralatan/material di luar jam sibuk

rumah sakit, Koordinasi dengan pihak DLLAJR kota Samarinda


- Lokasi pengelolaan dilakukan di sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat
proyek dari lokasi pemuatan hingga lokasi proyek.

70
B. Pemantauan Lingkungan Hidup
Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) ini adalah sebagai tindak lanjut dari
penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan dokumen ANDAL,
dan untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Peraturan
Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
dan Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan hidup Nomor 17 tahun 2001 tentang Jenis
Usaha dan atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Hidup.
B.1 Komponen Lingkungan Fisik Kimia
1. Kebisingan
- Sumber dampak
Genset, pengunjung dan perkuliahan kedokteran UNMUL
- Tujuan Pemantauan Lingkungan
mengetahui kebisingan di ruang perawatan
- Metode Pemantauan Lingkungan
Pengukuran dengan sound level meter dan analisi komparasi
- Lokasi Pemantauan
- Periode Pemantauan Lingkungan.
Periode pemantauan lingkungan hidup dilakukan setiap 3 bulan selama kegiatan
operasional rumah sakit berlangsung.

2. Kualitas Air
- Sumber dampak
Limbah cair medis dan non medis, minyak pelumas bekas, limbah padat/cair farmasi
- Tujuan Pemantauan Lingkungan
Mengetahui perkembangan dan perubahan parameter kualitas serta identifikasi
faktor yang mempengaruhi
- Metode Pemantauan Lingkungan
Pengambilan sampel air (PDAM, limbah dan air permukaan) selanjutnya dilakukan
analisa.
- Lokasi Pemantauan
PDAM Ground Water Tank (GWT) RS (pemeriksaan air bersih).

Folder (pemeriksaan air Limbah).


Kran PDAM dapur (pemeriksaan air minum & Air Bersih)
Outlet IPAL (pemeriksaan air limbah).
Sungai Karang Mumus (pemeriksaan badan air).
71
- Periode Pemantauan Lingkungan.
Untuk air outlet IPAL dilakukan setiap 1 bulan sekali selama operasional RSUD. AWS
dan Air PDAM dan folder dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan sekali selama
operasional RSUD. AWS.

3. Tata Air
- Sumber dampak
pertamanan dan bangunan pengembangan RSUD. AWS
- Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup
Untuk mengetahui beban curahan air hujan dan beban sedimentasi pada saluran
drainase dan folder RS
- Metode Pemantauan Lingkungan.
 Pemasangan alat penakar curah hujan.
 Memasangan tongkat ukur muka air folder.
 Mencatat intensitas curah hujan (setiap terjadi hujan) dengan satuan mm/jam.
 Mencatat curah hujan total harian dengan satuan mm.
 Mencatat tinggi muka air folder setiap selesai hujan.
 Tabulasi data hasil pengukuran.
 Analisi korelasi antar intensitas CH-total CH-tinggi air.
 Mengukur ketebalan sedimentasi saluran drainase dan folder RS.
 Tabulasi hasil pengukuran.
 Menghitung ratio tebal sedimen dengan kedalaman maksimum folder (%).
- Lokasi Pemantauan
Saluran drainase, Folder, Tempat pemasangan penakar curah hujan, Areal taman RS.
- Periode Pemantauan Lingkungan.
Periode pemantauan curah hujan dan tinggi muka air folder setiap terjadi hujan dan
Sedimentasi dan vegetasi taman setiap 6 bulan.

4. Bahaya Kebakaran
- Sumber dampak.
 Stok bahan bakar genset dan instalasi gizi.
 Alat pemanas operasional dapur.
 Hubungan arus pendek jaringan listrik.
72
 Stok gas dan kebocoran bahan gudang RS.
- Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup
Untuk mengetahui indikasi dini bahaya kebakaran.
- Metode Pemantauan Lingkungan.
 Melakukan survey dan inventarisasi stok dan kondisi bahan-bahan yang berpotensi
menimbulkan percikan api dan kebakaran.
 Tabulasi dan dan analisis deskriptif.
- Lokasi Pemantauan.
 Gudang bahan bakar genset.
 Dapur RS.
 Gudang.
 Jaringan listrik yang berdekatan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar.
- Periode Pemantauan Lingkungan setiap pergantian shift petugas selama operasional
RS.

B.2 Komponen Biologi


1. Vegetasi Taman
- Sumber Dampak.
Yang menjadi sumber dampak adalah pemeliharaan taman
- Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup.
Untuk mengetahui perkembangan vegetasi taman
- Metode Pemantauan Lingkungan.
 Inventarisasi tumbuhan taman RS.
 Untuk jenis pohon dihitung jumlah total yang terdapat di taman RS.
 Untuk rumput taman dihitung dengan metoda petak sampling yang berukuran 2 x
2 meter pada beberapa titik areal taman RS.
- Lokasi Pemantauan
Area taman RS.
- Periode Pemantauan Lingkungan
Setiap 12 bulan selama operasional berlangsung

B.3 Komponen Sosekbudkesmas


1. Penularan Penyakit Menular
- Sumber Dampak.
Yang menjadi sumber dampak adalah kuman pathogen udara dan lantai ruang
perawatan dan Infeksi nosocomial
- Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup.
73
 Mengetahui jumlah kuman pathogen udara dan lantai di ruang perawatan.
 Mengetahui gejala timbulnya infeksi nosokomial pasien rawat inap.
- Metode Pemantauan Lingkungan.
 Melakukan pengukuran kuman pathogen udara dengan cara pengambilan sampel
udara dan melakukan analisa dan identifikasi mikrobiologis di laboratorium.
 Melakukan pengambilan sampel kuman pathogen lantai dengan cara usap lantai
dan melakukan analisa dan identifikasi mikrobiologis di laboratorium.
 Melakukan gejala nosokomial dengan mengamati pasien rawat inap non operasi
melalui gejala infeksi pada tusukan jarum infuse dan gejala konflikasi baru selama
perawatan.
 Melakukan pengamatan gejala nosokomial terhadap pasien rawat inap operasi
melalui gejala infeksi pada luka bekas operasi dan konflikasi baru selama
perawatan.
- Lokasi Pemantauan.
 Pemantauan nosokomial pada ruang rawat inap.
 Pemantauan kuman pathogen pada ruang :
 Operasi.
 Bersalin.
 Perawatan.
 Observasi bayi.
 Perawatan bayi.
 Rawat premature.
 Rawat intensif.
 Autopsi.
 Penginderaan medis.
 Laboratorium.
 Radiologi.
 Sterilisasi.

 Dapur.
 Rawat darurat.
 Administrasi.
 Rawat luka bakar.
- Periode Pemantauan Lingkungan.

74
Pemantauan kuman pathogen dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan selama
operasional RS berlangsung dan Pemantauan gejala nosokomial pada pasien rawat
inap dilakukan setiap hari.

2. Kualitas Sanitasi Lingkungan


- Sumber dampak
Yang menjadi sumber dampak adalah limbah padat medis
- Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup.
Mengetahui volume limbah padat medis dan non medis dari operasional RS serta
penanganannya.
- Metode Pemantauan Lingkungan.
 Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya.
 Monitoring operasional unit incinerator meliputi volume limbah padat dan
frekuensi pengoperasian.
 Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA.
 Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan
kapasitas kerja incinerator.
 Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangkutan limbah ke TPA.
- Lokasi Pemantauan.
 Lokasi operasioanal RS yang menghasilkan limbah padat medis maupun non
medis.
 Lokasi unit incinerator.
 Lokasi bak penampungan sementara limbah padat non medis.
- Periode Pemantauan Lingkungan.
 Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari.
 Pemantauan sanitasi unit incinerator dilakukan setiap 6 bulan sekali.

3. Peluang Usaha Masyarakat


- Sumber dampak
Aktifitas pengunjungn rumah sakit
- Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup
Mengetahui jenis, jumlah dan volume usaha masyarakat di lingkungan rumah sakit
- Metode Pemantauan Lingkungan
75
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, diolah dan dianalisa dengan
cara tabulasi dan analisis komparatif
- Lokasi Pemantauan
Stand ojek di sekitar rumah sakit, kantin rumah sakit, pedagang asongan dan gerobak
dorong yang beroperasi di sekitar pintu masuk, beberapa warung makan dan
sembako di sekitar jalan palang merah indonesia
- Periode Pemantauan Lingkungan
Setiap 6 bulan sekali, selama operasional rumah sakit

4. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3)


- Sumber dampak
A. Operasional RS
 Infeksi kuman patogen
 Paparan radiasi
 Debu dan gas bersifat toksik
 Kecelakaan kerja

B. Pengembangan RS
 Kecelakaan kerja saat menebang pohon taman
 Kecelakaan saat pengerjaan bangunan
- Tujuan Pemantauan Lingkungan Hidup
 Mengetahui angka kesakitan karyawan RS yang berhubungan dengan
pekerjaannya
 Mengetahui frekuensi dan intensitas kecelakaan kerja pada operasional RS
 Mengetahui tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang
dilaksanakan konteraktor pengerja bangunan RS
- Metode Pemantauan Lingkungan
 Mendata karyawan RS yang mengalami gangguan kesehatan: posisi pekerjaan,
jenis penyakit, intensitas, penyebab dan periode penyembuhan.
 Mendata kejadian kecelakaan kerja karyawan RS: posisi pekerjaan, penyebab dan
periode penyembuhan.
 Mendata kejadian kecelakaan kerja tenaga kontraktor bangunan: posisi pekerjaan,
penyebab kecelakaan, intensitas kecelakaan.
- Lokasi Pemantauan
 Klinik dan ruang perawatan khusus karyawan Rumah Sakit.
 Lokasi pembangunan gedung pengembangan Rumah Sakit.
- Periode Pemantauan Lingkungan
76
 Operasional Rumah Sakit :
Setiap terjadi kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan karyawan Rumah Sakit
selama operasional Rumah Sakit.
 Rencana pengembangan :
Setiap terjadi kecelakaan kerja selama periode pembangunan gedung
pembangunan RSUD. AWS.

5. Lalulintas Umum
- Sumber Dampak.
Yang menjadi sumber dampak adalah mobilisasi material dan peralatan konstruksi.
- Tujuan Pemantauan Lingkungan.
Mengetahui gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung
pengembangan RSUDAWS.
- Metode Pemantauan Lingkungan.
Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan
umum.
- Lokasi Pemantauan.
Persimpangan jalan Palang Merah Indonesia dengan jalan masuk RSUD AWS.
- Periode Pemantauan Lingkungan.
Satu kali selama pembangunan berlangsung.

B.4 Komponen Lingkungan Lainnya


1. Emisi Gas Buangan
- Sumber Dampak.
Yang menjadi sumber dampak adalah operasional generator dan incinerator
- Tujuan Pemantauan Lingkungan.
Mengetahui tingkat emisi gas buangan dari kerja generator induk dan unit
incinerator.
- Metode Pemantauan Lingkungan.
Mengambil sampel gas buangan incinerator dan generator, selanjutnya melakukan
analisa dan pengukuran laboratorium. Parameter yang dipantau meliputi :
a) Nitrogen Oksida (NOx).
b) Sulfur Dioksida (SO2).
c) Partikulat.
d) Opasitas
- Lokasi Pemantauan.
Lokasi generator induk Rumah Sakit dan Unit incenerator.
77
- Periode Pemantauan Lingkungan
 Pemantauan emisi generator induk RS dilakukan 1 kali untuk selamanya.
 Pemantauan emisi gas buangan insinerator dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan
sekali

C. Rekapitulasi Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)

1. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Pavilium Sakura RSUD. A. Wahab Sjahranie


Samarinda Tahap Pra Konstruksi :
1.1 Kegiatan Penyiapan Lahan :
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
rumah sakit
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan

1.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material :


a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
g. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
h. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
i. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
78
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
j. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
k. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
2. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Pavilium Sakura RSUD. A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi :
2.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan

- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang


berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Sakura
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung
3. Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan Lalu Lintas
79
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Sakura
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilisasi peralatan dan material
4. Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
5. Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
d. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan

e. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
f. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
g. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi

80
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
h. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
i. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
3. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Paviliun Sakura RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap
Operasional
3.1 Penurunan Kualitas Air
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas air
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah cair medis dan non medis kegiatan operasional Paviliun Sakura
(Pelayanan Rawat Jalan, Rawat Inap, Rawat Jalan, Farmasi, One Day Care)
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui batas baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam lampiran XLIV Permen LH Nomor 5 Tahun 2014
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat pengelolaan efluen cair sebelum dibuang ke badan air
- Membuat septic tank / penampung limbah cair pada setiap ruangan yang aktivitasnya
menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
- Memasang pipa penyalur dari septic penyalur dari septic tank ke unit IPAL
- Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur

- Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar di


dalam limbah cair
- Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase
- Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
- Merawat dan memperbaiki unit IPAL
- Menerapkan secara ketat aturan tentang keharusan membuang limbah cair medis
pada saluran septic tank dan melarang membuang limbah padat pada saluran
drainase dan septic tank
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Sakura
81
- IPAL
- Septic Tank
- Saluran Drainase
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pelayanan rawat inap infeksi dan penyakit menular berlangsung

3.2 Peningkatan Penularan Penyakit Menular


a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Peningkatan penularan penyakit menular
b. Sumber Dampak
- Tertularnya berbagai penyakit pada masyarakat dan para medis yang bersumber dari
operasional kegiatan pelayanan Paviliun Sakura
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui nilai baku kandungan kuman pada udara dan lantai ruang
perawatan yang diizinkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 27
Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasiitas
Kesehatan
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Aplikasi peralatan medis yang betul-betul steril kepada pasien
- Sterilisasi tempat tidur pasien
- Sterilsasi ruangan tindakan medis
- Membatasi kontak pengunjung dengan pasien yang menjalani perawatan
- Sterilisasi lantai ruang perawatan secara rutin
- Sterilisasi peralatan makan dan minum dari instalasi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Paviliun Sakura
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pelayanan rawat inap infeksi dan penyakit menular berlangsung

3.3 Penurunan Sanitasi Lingkungan


a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan Sanitasi Lingkungan
b. Sumber Dampak
- Pembuatan limbah padat medis dan non medis pada kegiatan pelayanan Paviliun
Sakura
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui nilai baku mutu Karakteristik Beracun dari Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun (B3 sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan

82
Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan
Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pada Fasilitas Kesehatan.
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis
- Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat non
medis
- Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara Penanganan awal limbah
padat medis secara konsisten yang tertuang dalam Universal Precaution dari Divisi
Keperawatan RSUD A.W Sjahranie
- Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Paviliun Sakura
- TPS
- Insinerator
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pelayanan rawat inap infeksi dan penyakit menular berlangsung
4. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Tulip RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap Pra
Konstruksi
4.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu

d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup

83
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
rumah sakit
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
Selama kegiatan penyiapan lahan

4.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material


a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material

5. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Tulip RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda


Tahap Konstruksi :
5.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
84
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Tulip
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung
5.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.

Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
5.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
85
j. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
k. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
l. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
m. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
n. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
o. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
6. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Tulip RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap Operasional
6.1 Penurunan Kualitas Air
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas air
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah cair medis dan non medis kegiatan operasional Pelayanan
Rawat Inap Tulip (ruang infeksi dan penyakit menular)

c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup


- Tidak melampaui batas baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam lampiran XLIV Permen LH Nomor 5 Tahun 2014
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat septic tank / penampung limbah cair pada setiap ruangan yang aktivitasnya
menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
- Memasang pipa penyalur dari septic penyalur dari septic tank ke unit IPAL
- Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur

86
- Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar di
dalam limbah cair
- Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase
- Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
- Merawat dan memperbaiki unit IPAL
- Menerapkan secara ketat aturan tentang keharusan membuang limbah cair medis
pada saluran septic tank dan melarang membuang limbah padat pada saluran
drainase dan septic tank
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Tulip
- IPAL
- Septic Tank
- Saluran Drainase
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pelayanan rawat inap infeksi dan penyakit menular berlangsung
6.2 Peningkatan Penularan Penyakit Menular
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Peningkatan penularan penyakit menular
b. Sumber Dampak
- Tertularnya berbagai penyakit pada masyarakat dan para medis yang bersumber dari
operasional kegiatan pelayanan Rawat Inap Infeksi dan Penyakit Menular (Gedung
Tulip)
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui nilai baku kandungan kuman pada udara dan lantai ruang
perawatan yang diizinkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 27
Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasiitas
Kesehatan
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Aplikasi peralatan medis yang betul-betul steril kepada pasien
- Sterilisasi tempat tidur pasien

- Sterilsasi ruangan tindakan medis


- Membatasi kontak pengunjung dengan pasien yang menjalani perawatan
- Sterilisasi lantai ruang perawatan secara rutin
- Sterilisasi peralatan makan dan minum dari instalasi gizi dan membatasi penggunaan
peralatan yang bukan dari rumah sakit
- Membatasi kontak antar pasien selama perawatan
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Ruang pelayanan rawat inap infeksi dan penyakit menular (Gedung Tulip)
87
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pelayanan rawat inap infeksi dan penyakit menular berlangsung
6.3 Sanitasi Lingkungan
g. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Sanitasi Lingkungan
h. Sumber Dampak
- Pembuatan limbah padat medis dan non medis pada kegiatan pelayanan rawat inap
infeksi dan penyakit menular (Gedung Tulip)

i. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup


- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang
Tata Cara dan Persyaratan Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
pada Fasilitas Kesehatan
j. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis
- Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat non
medis
- Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara
- Penanganan awal limbah padat medis secara konsisten yang tertuang dalam
Universal Precaution dari divisi keperawatan RSUD AW Sjahranie
- Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit
7. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung IGD RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap Pra
Konstruksi

7.1 Kegiatan Penyiapan Lahan


b. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
g. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
h. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
i. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
88
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
j. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
rumah sakit
k. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan
7.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
b. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
g. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
h. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
i. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.

j. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup


- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
k. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
7. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Tulip RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Konstruksi :
7.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
89
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung IGD
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung.
7.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia

d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
90
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
7.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung

8. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung IGD RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap Operasional
8.1 Penurunan Kualitas Air
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas air
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah cair medis dan non medis kegiatan operasional IGD
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup

91
- Tidak melampaui batas baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam lampiran XLIV Permen LH Nomor 5 Tahun 2014
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat septic tank / penampung limbah cair pada setiap ruangan yang aktivitasnya
menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
- Memasang pipa penyalur dari septic penyalur dari septic tank ke unit IPAL
- Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur
- Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar di
dalam limbah cair
- Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase
- Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
- Merawat dan memperbaiki unit IPAL
- Menerapkan secara ketat aturan tentang keharusan membuang limbah cair medis
pada saluran septic tank dan melarang membuang limbah padat pada saluran
drainase dan septic tank

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup


- IGD
- IPAL
- Septic Tank
- Saluran Drainase
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan operasional IGD berlangsung
8.2 Sanitasi Lingkungan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Sanitasi Lingkungan
b. Sumber Dampak
- Pembuatan limbah padat medis dan non medis pada kegiatan operasional IGD
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang
Tata Cara dan Persyaratan Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
pada Fasilitas Kesehatan

d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup


- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis
- Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat non
medis
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara
92
- Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA
- Penanganan awal limbah padat medis secara konsisten yang tertuang dalam
Universal Precaution dari divisi keperawatan RSUD AW Sjahranie
- Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit

9. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung IGD RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap Pra
Konstruksi
9.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
rumah sakit
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan

9.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material


a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup

93
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material

10. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Laboratorium Fertilitas RSUD. A. Wahab


Sjahranie Samarinda Tahap Konstruksi :
10.1Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan

- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan


bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Laboratorium Fertilitas
94
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung
10.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
10.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan

c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup


- Limpasan air permukaan meningkat
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi

95
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
11. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Laboratorium Fertilitas RSUD. A. Wahab Sjahranie
Tahap Operasional
11.1 Penurunan Kualitas Air
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas air

96
12. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah cair medis dan non medis kegiatan pelayanan Laboratorium
Fertilitas
b. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui batas baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam lampiran XLIV Permen LH Nomor 5 Tahun 2014
c. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat septic tank / penampung limbah cair pada setiap ruangan yang aktivitasnya
menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
- Memasang pipa penyalur dari septic penyalur dari septic tank ke unit IPAL
- Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur
- Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar di
dalam limbah cair
- Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase
- Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
- Merawat dan memperbaiki unit IPAL
- Menerapkan secara ketat aturan tentang keharusan membuang limbah cair medis
pada saluran septic tank dan melarang membuang limbah padat pada saluran
drainase dan septic tank
d. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Laboratorium Fertilitas
- IPAL
- Septic Tank
- Saluran Drainase
e. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pelayanan rawat jalan berlangsung
12.1 Sanitasi Lingkungan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Sanitasi Lingkungan
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah padat medis dan non medis pada kegiatan pelayanan
Laboratorium Fertilitas
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang
Tata Cara dan Persyaratan Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
pada Fasilitas Kesehatan
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis

97
- Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat non
medis
- Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara
- Penanganan awal limbah padat medis secara konsisten yang tertuang dalam
Universal Precaution dari divisi keperawatan RSUD AW Sjahranie
- Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit
12. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Radioterapi RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Pra Konstruksi
12.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Radioterapi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan
12.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia

98
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
13. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Radioterapi RSUD. A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi :
13.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Radioterapi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung

99
13.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
13.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir

100
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
14. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Radioterapi Fertilitas RSUD. A. Wahab Sjahranie
Tahap Operasional
14.1 Kontaminasi Lingkungan Akibat Limbah Radioaktif
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kontaminasi lingkungan akibat limbah radioaktif
b. Sumber Dampak
- Penggunaan zat radioaktif pada operasional pelayanan Radioterapi
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak terdapat kontaminasi lingkungan abikat limbah radioaktif rekomendasi ICRP,
pekerja radiasi yang di tempat kerjanya terkena radiasi tidak boleh menerima dosis
radiasi lebih dari 50 mSv per tahun dan rata-rata pertahun selama 5 tahun tidak
boleh lebih dari 20 mSv
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Proteksi terhadap lingkungan dari radiasi dilakukan dengan melapisi ruang radiografi
menggunakan Pb
- Penggunaan perisai/pelindung berupa apron berlapis Pb, glove Pb, kaca mata Pb dsb
yang merupakan sarana proteksi radiasi individu.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Ruang operasional Radioterapi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan operasional radioterapi berlangsung
14.2 Penurunan Kualitas Air
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas air
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah cair medis dan non medis kegiatan operasional radioterapi
menghasilkan limbah cair medis dan non medis

101
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui batas baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam lampiran XLIV Permen LH Nomor 5 Tahun 2014
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat septic tank / penampung limbah cair pada setiap ruangan yang aktivitasnya
menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
- Memasang pipa penyalur dari septic penyalur dari septic tank ke unit IPAL
- Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur
- Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar di
dalam limbah cair
- Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase
- Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
- Merawat dan memperbaiki unit IPAL
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Radioterapi
- IPAL
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pelayanan rawat jalan berlangsung
14.3 Penurunan Sanitasi Lingkungan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan Sanitasi Lingkungan
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah padat medis dan non medis pada kegiatan operasional
radioterapi
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui nilai baku mutu karakteristik beracun dari Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracuk (B3) sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan
Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pada Fasilitas Kesehatan
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis
- Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat non
medis
- Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA

102
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara
- Penanganan awal limbah padat medis secara konsisten yang tertuang dalam
Universal Precaution dari divisi keperawatan RSUD AW Sjahranie
- Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Ruang operasional radioterapi yang menghasilkan limbah padat medis maupun non
medis
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan operasional radioterapi berlangsung
15. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Kedokteran Nuklir RSUD. A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Pra Konstruksi
15.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Kedokteran Nuklir
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan
15.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia

103
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
16. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Kedokteran Nuklir RSUD. A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi :
16.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Kedokteran Nuklir
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung

104
16.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
16.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir

105
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
17. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Kedokteran Nuklir RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap
Operasional
17.1 Kontaminasi Lingkungan Akibat Limbah Radioaktif
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kontaminasi lingkungan akibat limbah radioaktif
b. Sumber Dampak
- Limbah radiaoaktif padat bersumber dari :
 Generator Tc-99m dan kontainer I- 131,
 Syringe paska injeksi, sarung tangan, Pakaian bekas,
 Pakaian bekas pasien;
- Limbah radioaktid cair bersumber dari :
urine, faces dari pasien yang diinjeksi radiofarmaka
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak terdapat kontaminasi lingkungan akibat limbah radioaktif dan non radioaktif
Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 17 tahun 2012 tentang
Keselamatan Radiasi dalam Kedokteran Nuklir Peraturan Kepala Badan Pengawas
Tenaga Nuklir Nomor 8 tahun 2016 tentang Pengeolahan Limbah Radiaoaktif tingkat
rendah dan sedang
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Melakukan pengelolaan limbah radioaktif yang terpisah dengan pengelolaan limbah
non radioaktif
- Pengolahan zat radioaktif terbuka yang tidak digunakan dan bahan serta peralatan
yang terkontaminasi dan/atau teraktivasi yang tidak digunakan dilakukan dengan
Metode Peluruhan Aktivitas sampai dicapai Tingkat Klierens (nilai tingakt radiasi sama
dengan lingkungan sekitar/alam)
 Untuk limbah radioaktif cair membuat septic tank khusus bersusun 4 yang
menerapkan prinsip pencairan dan pembauran. dengan kapasitas ± 150 m3
dengan Konstruksi tangki berupa cor beton dengan ketebalan 25cm untuk.

106
Jika limbah radioaktivitasnya telah meluruh sampai yang diijinkan dapat dialirkan
ke IPAL RS.
 Membangun Ruangan khusus berlapis Pb untuk tempat penangguhan dan
peluruhan limbah padat.
 Limbah radioaktif padat berupa Generator radioisotop I-31 dan Tc-99 disimpan
sementara pada ruangan khusus (berdiniding tebal 105 dan 90) berlapis Pb
sebeleum di bawa ke BATAN atau Negara pemasok.
 Untuk Syringe paska injeksi, sarung tangan, Pakaian yang terkonrtaminsi dismpan
pula ditempat ruang khusus hingga radioaktivitasnya meluruh sampai yang
diijinkan. selanjutnya untuk sarung tangan, peralatan sisa injeksi di bawa ke TPS
limbah B3, sedangkan pakaian bekas bisa dicuci dan digunakan kembali.
- Untuk I-131 merupakan limbah yang memiliki kecenderungan untuk menguap.
Diatasi dengan menggunakan Lemari dengan sistem udara laminar flow hood
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung pelayanan Kedokteran Nuklir
- Septictank Instalasi Kedokteran Nuklir
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Pengelolaan dilakukan selama opersional Kedokteran Nuklir
17.2 Penurunan Kualitas Air
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas air
b. Sumber Dampak
- Kegiatan operasional Kedokteran Nuklir menghasilkan limbah cair medis dan non
medis
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui batas baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam lampiran XLIV Permen LH Nomor 5 Tahun 2014
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat septic tank / penampung limbah cair pada setiap ruangan yang aktivitasnya
menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
- Memasang pipa penyalur dari septic penyalur dari septic tank ke unit IPAL
- Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur
- Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar di
dalam limbah cair
- Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase
- Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
- Merawat dan memperbaiki unit IPAL

107
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Kedokteran Nuklir
- IPAL
- Septic Tank
- Saluran Drainase
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan operasional Kedokteran Nuklir berlangsung
17.3 Penurunan Sanitasi Lingkungan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan Sanitasi Lingkungan
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah padat medis dan non medis pada kegiatan operasional
Kedokteran Nuklir
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui nilai baku mutu karakteristik beracun dari Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracuk (B3) sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan
Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pada Fasilitas Kesehatan
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis
- Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara
- Penanganan awal limbah padat medis secara konsisten yang tertuang dalam
Universal Precaution dari divisi keperawatan RSUD AW Sjahranie
- Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Ruang operasional Kedokteran Nuklir yang menghasilkan limbah padat medis
maupun non medis
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan operasional radioterapi berlangsung

108
18. Rencana Kegiatan Pengembangan Bangunan Boiler RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Pra Konstruksi.
18.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan Boiler
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan
18.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.

109
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
19. Rencana Kegiatan Pengembangan Bangunan Boiler RSUD. A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi :
19.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Boiler
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung
19.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia

110
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
19.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi

111
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
20. Rencana Kegiatan Pengembangan Bangunan Boiler RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap
Operasional
20.1 Tahap Operasional (Peningkatan Kebisingan)
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Peningkatan kebisingan
b. Sumber Dampak
- Terjadinya kebisingan dari bunyi mesin pemanas ketel uap
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kebisingan tidak lebih dari tingkat kebisingan maksimum dalam lingkungan
Rumah Sakit yaitu 80 dB sebagaimana tertuang dalam Permenkes nomor 7 tahun
2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Pemasangan dinding pelindung sekitar mesin Boiler
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Areal operasional Boiler
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Pengelolaan dilakukan selama operasional Boiler
20.2 Tahap Operasional (Bahaya Kebakaran)
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Bahaya kebakaran
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pengoperasian mesin ketel uap/Boiler dan diikuti dengan proses evaoporasi
gas cair menjadi gas siap pakai
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak menjadi kebakaran serius
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat pagar pembatas pada tempat penyimpanan tangki LNG
- Menyediakan APAR dan Hidran
- Melakukan perawatan mesin Boiler secara berkala
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Areal operasional mesin Boiler
- Areal penyimpanan dan pengolahan gas cair
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Pengelolaan dilakukan selama operasional boiler

112
20.3 Tahap Operasional (Penurunan Kualitas Air)
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan Kualitas Air
b. Sumber Dampak
- Pencucian peralatan Boiler, mesin pengolah air dan aktifitas cuci mandi karyawan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui nilai baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam Lampiran XLIV Permen LH nomor 5 tahun 2014
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Air buangan dialirkan ke IPAL Rumah Sakit
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Areal operasional Boiler
- IPAL
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Pengelolaan dilakukan selama operasional Boiler
21. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Farmasi RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Pra Konstruksi
21.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan CFOB/Farmasi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan
21.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas

113
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
22. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Farmasi RSUD. A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi :
22.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.

114
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung CFOB/Farmasi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung
22.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
22.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat

115
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
23. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Farmasi RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap
Operasional
23.1 Penurunan Kualitas Air
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas air
b. Sumber Dampak
- Pembuangan limbah cair medis dan non medis kegiatan farmasi berupa limbah cair
medis bersifat toksik dan limbah padat
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui batas baku mutu air limbah Fasilitas Kesehatan sebagaimana yang
tertuang dalam lampiran XLIV Permen LH Nomor 5 Tahun 2014
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Membuat septic tank / penampung limbah cair pada setiap ruangan yang aktivitasnya
menghasilkan limbah cair medis maupun non medis
- Memasang pipa penyalur dari septic penyalur dari septic tank ke unit IPAL
- Mengoperasikan unit IPAL secara optimal sesuai prosedur
- Memberi perlakuan biologi maupun kimiawi untuk mengurangi bahan pencemar di
dalam limbah cair
- Membersihkan endapan sedimen secara rutin dan merawat saluran drainase
- Merawat dan memperbaiki pipa penyalur dari septic tank menuju unit IPAL
- Merawat dan memperbaiki unit IPAL

116
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Farmasi dan CPOB
- IPAL
- Saluran Drainase
- Kolam Retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pemulasaraan jenazah berlangsung
23.2 Sanitasi Lingkungan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Sanitasi Lingkungan
b. Sumber Dampak
- Pembuatan limbah padat medis dan non medis pada kegiatan Farmasi
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak Melampaui nilai baku mutu Karakteristik Beracun dan Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun (B3) sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan
Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pada Fasilitas Kesehatan
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis
- Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat non
medis
- Membakar limbah padat medis pada unit incenerator
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara
- Penanganan awal limbah padat medis secara konsisten yang tertuang dalam
Universal Precaution dari divisi keperawatan RSUD AW Sjahranie
- Melakukan pengendalian hewan yang berpotensi sebagai vektor penyakit
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung CPOB
- TPS
- Incenerator
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan apotek/Farmasi berlangsung

117
24. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Parkir RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Pra Konstruksi
24.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan gedung parkir
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan
24.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.

118
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
25. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Parkir RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Konstruksi :
25.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Gedung Parkir
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung
25.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :

119
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
25.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung

120
26. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Parkir RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap Operasional
26.1 Penurunan Kualitas Udara
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Penurunan kualitas udara
b. Sumber Dampak
- Emisi gas buang dari kendaraan bermotor
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui nilai baku mutu udara ambien sebagaimana tertuang dalam PP 41
tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara
- Tidak melampaui nilai baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor sesuai
Permen LH nomor 10 tahun 2012 tentang Baku Mutu Kendaraan Bermotor
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Melakukan penghijauan sekitar gedung
- Memiliki banyak bukaan pada gedung sehingga memungkinkan pertukaran udara
luar bisa maksimal
- Penggunaan masker pada petugas parkir
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Gedung Parkir
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Pengelolaan dilakukan selama operasional Gedung Parkir
27. Rencana Kegiatan Pengembangan Instalasi Pengolah Air RSUD. A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Pra Konstruksi
27.1 Kegiatan Penyiapan Lahan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan penyiapan lahan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengansuransi semua pekerja bangunan
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-kala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan material dari ketinggian
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan Instalasi Pengolah
Air

121
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan penyiapan lahan
27.2 Kegiatan Mobilisasi Peralatan dan Material
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
28. Rencana Kegiatan Pengembangan Instalasi Pengolah Air RSUD. A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi :
28.1 Tahap Konstruksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung persatuan waktu
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengasuransikan semua pekerja bangunan

122
- Mengaplikasikan peralatan pelindung diri pada waktu melaksakan pekerjaan
bangunan
- Memasang jala-jala mengelilingi badan bangunan yang sedang dikerjakan yang
berfungsi melokalisir jatuhan metrial dari ketinggian.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi pengelolaan K3 dilakukan pada lokasi pengerjaan bangunan pengembangan
Instalasi Pengolah Air
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berangsung
28.2 Tahap Konstruksi Gangguan Lalu Lintas
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Gangguan lalu lintas
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meiputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tingkat kemacetan lalu lintas dan munculnya kecelakaan lalu lintas akibat lalu lintas
kendaraan proyek di jalan Palang Merah Indonesia
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Mengatur kecepatan kendaraan mobilisasi maksimal 15 km/jam bila melalui
pemukiman dan persimpangan jalan dengan jalan umum.
- Memasang rambu lalu lintas jalan sesuai kebutuhan dilapangan
- Penggunaan kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis, laik jalan dan sesuai
peruntukan.
Pendekatan Instansi :
- Bekerja sama dengan pihak terkait (Kepolisian/Dinas Perhubungan) untuk melakukan
pengawalan pada proses mobilisasi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Sepanjang jalan yang dilewati peralatan berat proyek dari lokasi permuatan hingga
lokasi proyek
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan mobilasasi peralatan dan material
28.3 Tahap Konstruksi Perubahan Tata Air Permukaan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Perubahan tata air permukaan
b. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan

123
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Limpasan air permukaan meningkat
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pendekatan Teknologi :
- Pengeolaan limpasan air pada rencana pengembangan gedung dialirkan ke kolam
retensi
- pembuatan jalan inspeksi untuk kemudahan operasi dan pemeliharaan Instalasi
pengendali banjir
- Pemeliharaan dan perbaiakn pada saluran drainase dan kolam retensi
- Membuang endapan sedimen pada saluran drainase dan kolam retensi untuk
menjaga kapasitas maksimum
- Merawat dan menjaga performa mesin pompa kolam retensi
- Pompa standby dalam posisi air rendah pada kolam retensi
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
Selama kegiatan pembangunan konstruksi gedung berlangsung
29. Rencana Kegiatan Pengembangan Instalasi Pengolah Air RSUD. A. Wahab Sjahranie Tahap
Operasional
29.1 Kualitas Air Minum Rendah
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Kualitas Air Minum Rendah
b. Sumber Dampak
- Pengolahan air minum dengan air baku bersumber kolam retensi
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Tidak melampaui baku mutu air minum sebagaimana tertuang dalam Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 492 / Menkes / Per / IV / 2010 tentang Persyaratan
Kualitas Air Minum
- Kulaitas air baku tidak melampaui standar kualitas atau baku mutu air bersih yang
terdapat pada peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas
air dan pengendalian pencemaran air. Parameter yang akan di uji pada air baku yaitu
parameter kekeruhan, warna, besi (Fe), DO, pH, raksa(Hg), Colliform.
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Minimal melakukan proses pengolahan air baku sbb: penyaringan dan pengendapan,
koagulasi, flokualsi, sedimentasi, Filterasi dan Desinfeksi
- Melakukan perawatan peralatan pengolah air secara berkala

124
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Bangunan Instalasi Pengolah Air
- Kolam air baku
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan Instalasi Pengolah Air
29.2Sanitasi Lingkungan
a. Dampak Lingkungan yang Dikelola
- Sanitasi Lingkungan
b. Sumber Dampak
- Pengolahan air minum dengan air baku bersumber kolam retensi
c. Indikator Keberhasilan Pengeloaan Lingkungan Hidup
- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015 tentang
Tata Cara dan Persyaratan Teknik Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
pada Fasilitas Kesehatan
d. Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Menyiapkan kotak sampah khusus yang tahan tusukan, tidak bocor dan cukup kuat di
tempat-tempat penghasil limbah padat medis
- Menyiapkan tong sampah pada setiap ruangan yang menghasilkan limbah padat non
medis
- Membuang sampah non medis pada bak penampungan sampah sementara, sebelum
diangkut ke TPA
- Menyiapkan gerobak dorong sampah medis dan non medis secara terpisah dari lokasi
tong sampah menuju bak penampungan sampah sementara
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Lokasi operasional Bagnunan Pengolahan air minum dengan air baku bersumber
kolam retensi
- Lokasi bak penampungan sementara limbah padat non medis
f. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Selama kegiatan Instalasi Pengolahan Air

D. Rekapitulasi Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

1. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Paviliun Sakura RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Pra Konstruksi
1.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS

125
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Sakura
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS

1.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)


a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung

126
2. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Paviliun Sakura RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Konstruksi
2.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Sakura
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
2.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum

127
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
2.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi

f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
Selama pembangunan berlangsung
3. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Paviliun Sakura RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Operasi
3.1 Tahap Operasi (Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kualitas air
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Paviliun Sakura
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data

128
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- PP RI 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
- Permenkes 416 Tahun 1990, lamp II tentang Baku Mutu Untuk Air Bersih.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Sakura
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
3.2 Tahap Operasi (Penularan Penyakit Menular)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Penularan penyakit menular
b. Indikator/Parameter
- Jumlah kuman patogen udara dan lantai di ruang perawatan
- Gejala timbulnya infeksi nosokomial pasien rawat inap
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Paviliun Sakura
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pengukuran kuman patogen udara dengan cara pengambilan sampel
udara dan melakukan analisa dan diidentifikasi mikrobiologis di laboratorium
- Melakukan pengambilan sampai kuman patogen lantai dengan cara usap lantai dan
melakukan analisa dan identifikasi mikrobiologis di laboratorium
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
karyawan maupun pengunjung

129
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Pemantauan HAI’S pada Ruang Rawat Inap
- Pemantauan kuman patogen pada ruang Perawaran dan Administrasi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Pemantauan kuman patogen dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan, selama
operasional rumah sakit
3.3 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat medis dan non medis dari operasional Rumah Sakit serta
penanganannya
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Paviliun Sakura
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya
- Monitoring operasional, unit incenarator meliputi volume limbah padat dan frekuensi
pengoperasian
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi operasional rumah sedikit yang menghasilkan limbah padat medis maupun
non medis
- Lokasi bak penampungan sementara limbah padat non medis
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
- Pemantauan sanitasi unit incenerator dilakukan setiap 6 bulan sekali
4. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Tulip RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap Pra
Konstruksi
4.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

130
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Tulip
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
4.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat

e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup


- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS

131
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
5. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Tulip RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Konstruksi
5.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Tulip
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
5.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan

132
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
5.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
6. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Tulip RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Operasi
6.1 Tahap Operasi (Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kualitas air
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Rawat Inap Tulip

133
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- PP RI 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
- Permenkes 416 Tahun 1990, lamp II tentang Baku Mutu Untuk Air Bersih.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- PDAM (GWT Rumah Sakit)
- Outlet IPAL
- Folder
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Untuk air limbah outlet IPAL dilakukan 1 bulan sekali selama operasional
- Air PDAM dan folder dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali selama operasional
RSUDAWS
6.2 Tahap Operasi (Penularan Penyakit Menular)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Penularan penyakit menular
b. Indikator/Parameter
- Jumlah kuman patogen udara dan lantai di ruang perawatan
- Gejala timbulnya infeksi nosokomial pasien rawat inap
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Rawat Inap Tulip
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pengukuran kuman patogen udara dengan cara pengambilan sampel
udara dan melakukan analisa dan diidentifikasi mikrobiologis di laboratorium
- Melakukan pengambilan sampai kuman patogen lantai dengan cara usap lantai dan
melakukan analisa dan identifikasi mikrobiologis di laboratorium

134
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
karyawan maupun pengunjung
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Pemantauan HAI’S pada Ruang Rawat Inap
- Pemantauan kuman patogen pada ruang Perawaran dan Administrasi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Pemantauan kuman patogen dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan, selama
operasional rumah sakit
6.3 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat medis dan non medis dari operasional Rumah Sakit serta
penanganannya
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Rawat Inap Tulip
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya
- Monitoring operasional, unit incenarator meliputi volume limbah padat dan frekuensi
pengoperasian
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi operasional rumah sedikit yang menghasilkan limbah padat medis maupun
non medis
- Lokasi bak penampungan sementara limbah padat non medis
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
- Pemantauan sanitasi unit incenerator dilakukan setiap 6 bulan sekali
7. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung IGD RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap Pra
Konstruksi

135
7.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS

c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung UGD
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
7.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat

136
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung.
8. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung IGD RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Konstruksi
8.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung UGD
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
8.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS

137
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
8.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
9. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung IGD RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Operasi
9.1 Tahap Operasi (Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kualitas air

138
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan UGD
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- PP RI 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
- Permenkes 416 Tahun 1990, lamp II tentang Baku Mutu Untuk Air Bersih.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- PDAM (GWT Rumah Sakit)
- Outlet IPAL
- Folder
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Untuk air limbah outlet IPAL dilakukan 1 bulan sekali selama operasional
- Air PDAM dan folder dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali selama operasional
RSUDAWS
9.2 Tahap Operasi (Penularan Penyakit Menular)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Penularan penyakit menular
b. Indikator/Parameter
- Jumlah kuman patogen udara dan lantai di ruang perawatan
- Gejala timbulnya infeksi nosokomial pasien rawat inap
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan UGD

139
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pengukuran kuman patogen udara dengan cara pengambilan sampel
udara dan melakukan analisa dan diidentifikasi mikrobiologis di laboratorium
- Melakukan pengambilan sampai kuman patogen lantai dengan cara usap lantai dan
melakukan analisa dan identifikasi mikrobiologis di laboratorium
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
karyawan maupun pengunjung
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Pemantauan HAI’S pada Ruang Rawat Inap
- Pemantauan kuman patogen pada ruang Perawaran dan Administrasi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Pemantauan kuman patogen dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan, selama
operasional rumah sakit
9.3 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat medis dan non medis dari operasional Rumah Sakit serta
penanganannya
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan UGD
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya
- Monitoring operasional, unit incenarator meliputi volume limbah padat dan frekuensi
pengoperasian
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi operasional rumah sedikit yang menghasilkan limbah padat medis maupun
non medis
- Lokasi bak penampungan sementara limbah padat non medis

140
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
- Pemantauan sanitasi unit incenerator dilakukan setiap 6 bulan sekali
10. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Laboratorium RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Pra Konstruksi
10.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Laboratorium Fertilitas
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
10.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material

141
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
11. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Laboratorium RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Konstruksi
11.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Laboratorium Fertilitas
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS

142
11.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
11.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung

143
12. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Laboratorium RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Operasi
12.1 Tahap Operasi (Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kualitas air
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Laboratorium Fertilitas
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- PP RI 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
- Permenkes 416 Tahun 1990, lamp II tentang Baku Mutu Untuk Air Bersih.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Outlet IPAL
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Untuk air limbah outlet IPAL dilakukan 1 bulan sekali selama operasional
- S. Karang mumus dan folder dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali selama
operasional RSUDAWS
12.2 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat medis dan non medis dari operasional Rumah Sakit serta
penanganannya

144
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pelayanan Rawat Jalan Fertilitas
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya
- Monitoring operasional, unit incenarator meliputi volume limbah padat dan frekuensi
pengoperasian
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi operasional rumah sedikit yang menghasilkan limbah padat medis maupun
non medis
- Lokasi bak penampungan sementara limbah padat non medis
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
- Pemantauan sanitasi unit incenerator dilakukan setiap 6 bulan sekali
13. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Radioterapi RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Pra Konstruksi
13.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan

d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)

145
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Radioterapi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
13.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
14. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Radioterapi RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Konstruksi
14.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan

146
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Radioterapi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
14.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
14.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan

147
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
15. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Radioterapi RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Operasi
15.1 Tahap Operasi (Peningkatan Tingkat Radioaktivitas Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Peningkatan tingkat radioaktivitas lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Konsentrasi radioaktivitas lingkungan
c. Sumber Dampak
- Penggunaan zat radioaktif pada operasional Pelayanan Radioterapi
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring paparan radiasi pada ruangan operasional
Metode Analisis Data
- Analisa data antara jumlah volume air dan waktu peluruhan limbah radioaktif
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Ruang operasional radioterapi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Pengukuran paparan radiasi limbah pada septic tank dilakukan secara berkala tiap
minggu
- Pengukuran ruangan dilakukan setiap hari
15.2 Tahap Operasi (Penurunan Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Penurunan Kualitas air

148
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Operasional Instalasi Radioterapi
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- PP RI 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
- Permenkes 416 Tahun 1990, lamp II tentang Baku Mutu Untuk Air Bersih.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Outlet IPAL
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Untuk air limbah outlet IPAL dilakukan 1 bulan sekali selama operasional
- S. Karang mumus dan folder dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali selama
operasional RSUDAWS
15.3 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat medis dan non medis dari operasional Rumah Sakit serta
penanganannya
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Operasional Instalasi Radioterapi
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya

149
- Monitoring operasional, unit incenarator meliputi volume limbah padat dan frekuensi
pengoperasian
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi kegiatan operasional radiologi (radioterapi)
- Lokasi TPS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
16. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Kedokteran Nuklir RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Pra Konstruksi
16.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan gedung pengembangan RS
- Puskesmas Segiri atau RSUDAWS Samarinda
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan

150
- terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
16.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
g. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
h. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
i. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
j. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
k. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
l. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
17. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Kedokteran Nuklir RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi
17.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)

151
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
17.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
17.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan

152
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi

f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
18. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Kedokteran Nuklir RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Operasi
18.1 Tahap Operasi (Kontaminasi Lingkungan dengan Limbah Radioaktif)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kontaminasi lingkungan dengan limbah radioaktif
b. Indikator/Parameter
- Konsentrasi radioaktivitas lingkungan
c. Sumber Dampak
- Kegiatan operasional Instalasi Kedokteran Nuklir
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah radioaktif pada bak peluruhan dengan mengukur tingkat radiasi
normal/alam
- Monitoring tingkat radiasi ruangan gedung kedokteran nuklir
Metode Analisis Data
- Analisa data antara jumlah volume air dan waktu peluruhan limbah radioaktif
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Bak peluruhan radioaktif
- Ruang Operasional Kedokteran Nuklir
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Pengukuran paparan radiasi limbah pada septic tank dilakukan secara berkala tiap
minggu
- Pengukuran ruangan dilakukan setiap hari
18.2 Tahap Operasi (Penurunan Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Penurunan Kualitas air

153
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Operasional Instalasi Kedokteran Nuklir
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- PP RI 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
- Permenkes 416 Tahun 1990, lamp II tentang Baku Mutu Untuk Air Bersih.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Outlet IPAL
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Untuk air limbah outlet IPAL dilakukan 1 bulan sekali selama operasional
- S. Karang mumus dan folder dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali selama
operasional RSUDAWS
18.3 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat medis dan non medis dari operasional Kedokteran Nuklir serta
penanganannya
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Operasional Instalasi Kedokteran Nuklir
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya

154
- Monitoring operasional, unit incenarator meliputi volume limbah padat dan frekuensi
pengoperasian
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi kegiatan operasional radiologi (radioterapi)
- Lokasi TPS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
19. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Boiler RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Pra Konstruksi
19.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan gedung Boiler
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS

155
19.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
20. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Bangunan Boiler RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi
20.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu

156
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Bangunan Boiler
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
20.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
20.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi

157
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
21. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Bangunan Boiler RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Tahap Operasi
21.1 Tahap Operasi (Bahaya Kebakaran)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Bahaya kebakaran
b. Indikator/Parameter
- Indikasi dini bahaya kebakaran
c. Sumber Dampak
- Kegiatan operasional Boiler
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan survey dan inventaerisasi stok dan kondisi bahan-bahan yang berpotensi
menimbulkan percikan air dan kebakaran
Metode Analisis Data
- Tabuasi data dan analisis deskripsi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Area Boiler
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Setiap pergantian shift petugas selama operasional Rumah Sakit
21.2 Tahap Operasi (Penurunan Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Penurunan Kualitas air
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Operasional Boiler
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.

158
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- PP RI 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Outlet IPAL
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Untuk air limbah outlet IPAL dilakukan 1 bulan sekali selama operasional
- S. Karang mumus dan folder dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali selama
operasional RSUDAWS
21.3 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat domestik operasional Boiler
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Operasional Boier
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya
- Monitoring operasional, unit incenarator meliputi volume limbah padat dan frekuensi
pengoperasian
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi kegiatan operasional Boiler
- Lokasi TPS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
- Pemantauan sanitasi unit incenerator dilakukan setiap 6 bulan sekali

159
22. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Farmasi dan CPOB RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Pra Konstruksi
22.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan gedung pengembangan CFOB/Farmasi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
22.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum

160
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
23. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Farmasi dan CPOB RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Konstruksi
23.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan gedung CFOB/Farmasi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
23.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas

161
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
23.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan

d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data


Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung

162
24. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Farmasi dan FCOB RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Operasi
24.1 Tahap Operasi (Kualitas Air)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kualitas air
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran air permukaan oleh limbah cair dari aktivitas rumah sakit
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Apotek/Farmasi
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
Pengambilan sampel air :
- Parameter air limbah yang diamati khususnya adalah parameter kunci seperti BOD,
COD, TSS, Amonia, Fospat Total dan pH (diukur langsung dilapangan dengan pH
meter) dan suhu.
- Sampel air diambil untuk masing-masing bagian (permukaan, tengah dan dasar
sungai) sebanyak 5 liter untuk dianalisis dilaboratorium. Parameter yang diamati
meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi air.
Metode Analisis Data
Data hasil pengukuran kualitas limbah cair dan air permukaan dibandingkan dengan
baku mutu lingkungan :
- Perda Prov. Kaltim No 02 Tahun 2011, Lampiran I.17 tentang Baku Mutu Air Limbah
Untuk Kegiatan Rumah Sakit
- Permenkes 416 Tahun 1990, Lamp II tentang Baku Mutu untuk Air Bersih
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Outlet IPAL
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Untuk air limbah outlet IPAL dilakukan 1 bulan sekali selama operasional
- Kolam retensi dilakukan paling sedikit 6 bulan sekali selama operasional RSUDAWS
24.2 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat medis dan non medis dari kegiatan Apotek/Farmasi serta
penanganannya
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Apotek/Farmasi

163
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat medis harian dengan mengukur volumenya
- Monitoring operasional Apotek/Farmasi, meliputi volume limbah padat yang
dihasilkan (obat kadaluarsa dan kemasan)
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data dengan komparasi antara produk limbah padat medis dengan kapasitas
kerja incinerator
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi kegiatan Apotek/Farmasi
- Lokasi TPS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari
- Pemantauan sanitasi unit incenerator dilakukan setiap 6 bulan sekali
25. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Parkir RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Pra Konstruksi
25.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan gedung Parkir

164
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
25.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
26. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Parkir RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Konstruksi
26.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan

165
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan gedung Parkir
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
26.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
26.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan

166
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
27. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Parkir RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Operasi
27.1 Tahap Operasi (Kualitas Udara)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kualitas Udara
b. Indikator/Parameter
- Beban pencemaran udara oleh aktivitas parkir
c. Sumber Dampak
- Kegiatan emisi gas buang kendaraan, debu terbang lalu lalang kendaraan parkir
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring udara ambien
- Moniotring pertikulat debu
Metode Analisis Data
- Pengukuran debu TSP dilakukan menggunakan Dust Sampler mengacu pada SNI 19-
7119.3- 2005.
- Debu yang terkumpul dianalisis kandungan timbalnya (Pb) dengan AAS (Atomic
Absorption Spectrophotometer) mengacu pada SNI 19-7119.4-2005.
- Pengukuran gas NO2 menggunakan Impinger dan dianalisis di laboratorium dengan
metode Griess Saltzman.
- Pengukuran konsentrasi CO dengan menggunakan alat CO meter (Krisbow tipe
KW06-292)
- pengukuran suhu, kelembaban udara dan kecepatan angin menggunakan
anemometer.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Gedung Parkir

167
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 6 Bulan Sekali
28. Rencana Kegiatan Pengembangan Bangunan Instalasi Pengolahan Air RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Pra Konstruksi
28.1 Penyiapan Lahan (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan Penyiapan Lahan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan Bangunan Instalasi Pengolahan Air
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS
28.2 Mobilisasi Peralatan dan Material (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan mobilisasi peralatan dan material

168
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- 1 kali selama pembangunan berlangsung
29. Rencana Kegiatan Pengembangan Gedung Parkir RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Tahap
Konstruksi
29.1 Tahap Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
b. Indikator/Parameter
- Tindakan dan efektifitas pengelolaan keselamatan kerja yang dilaksanakan kontraktor
pekerja bangunan RS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kejadian kecelakaan kerja
yang meliputi intensitas dan frekuensi kecelakaan kerja
- Melakukan pencatatan dalam bentuk tabel (tabulasi) setiap kerjadian gangguan
kesehatan pekerja yang meliputi jenis dan frekuensi gangguan kesehatan dalam
bentuk tabel (tabulasi)
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat kesehatan
dan keselamatan pekerja antar waktu
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi pembangunan bangunan Instalasi Pengolah Air
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Rencana pengembangan Gedung RSUDAWS setiap hari kerja untuk pemantauan
terjadi kecelakaan kerja dan setiap 6 bulan untuk gangguan kesehatan karyawan RS,
selama pengembangan RS

169
29.2 Tahap Konstruksi (Gangguan Lalu Lintas)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Gangguan Lalu Lintas
b. Indikator/Parameter
- Gangguan lalu lintas umum selama kegiatan pembangunan gedung pengembangan
RSUDAWS
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan frekuensi perlintasan kendaraan proyek dan kendaraan umum
Metode Analisa Data
- Analisis kecenderungan (trend analysis) untuk melihat perubahan tingkat gangguan
lalu lintas umum antar waktu jam kerja dan waktu istirahat
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Persimpangan jalan PMI dengan jalan masuk RSUDAWS
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung
29.3 Tahap Konstruksi (Perubahan Tata Air Permukaan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Perubahan tata air permukaan
b. Indikator/Parameter
- Limpasan air permukaan meningkat
c. Sumber Dampak
- Kegiatan pembangunan konstruksi gedung meliputi kegiatan pemasangan pondasi
dan pancang, pendirian bangunan utama dan penyelesaian bangunan
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Melakukan pendataan ketinggian lokasi terhadap saluran drainase eksisting dan
kolam retensi
Metode Analisa Data
- Analisis ketinggian saluran drainase menuju saluran utama dan kolam retensi
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Saluran drainase
- Kolam retensi
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Selama pembangunan berlangsung

170
30. Rencana Kegiatan Pengembangan Bangunan Instalasi Pengolah Air RSUD A. Wahab Sjahranie
Samarinda Tahap Operasi
30.1 Tahap Operasi (Kualitas Air Minum Rendan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Kualitas air minum rendah
b. Indikator/Parameter
- Baku mutu air minum sesuai Persyaratan Kualitas Air Minu tertuang dalam Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 492 / Menkes / Per / IV / 2010
- Kulaitas air baku sesuai standar kualitas atau baku mutu air bersih yang terdapat
pada peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001
c. Sumber Dampak
- Operasional IPA
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode dan Analisis Data
Pengambilan sampel air :
- Pengukuran insitu menggunakan Turbidimeter, Spectrofotometri, DO Meter
- Pemeriksaan Laboratorium/dengan metode AAS untuk parameter fisik, kimia, MPN
tabung ganda untuk pengukuran coliform
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi kegiaan IPA/WTP
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Pengukuran air bersih dilakukan setiap hari
- Pengukuran kolam air baku dilakukan paling sedikit 1 bulan sekali selama operasional
30.2 Tahap Operasi (Sanitasi Lingkungan)
a. Jenis Dampak yang Timbul
- Sanitasi Lingkungan
b. Indikator/Parameter
- Volume limbah padat kegiatan instalasi pengolah air
c. Sumber Dampak
- Kegiatan IPA/WTP
d. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode Pengumpulan Data
- Monitoring limbah padat non medis harian dengan mengukur volumenya
- Monitoring volume dan frekuensi pengangkutan limbah padat non medis ke TPA
Metode Analisis Data
- Analisa data komparasi antara produksi limbah padat non medis dengan kapasitas
pengangnkutan limbah ke TPA

171
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
- Lokasi kegiatan IPA/WTP
f. Waktu/Frekuensi Pemantauan
- Monitoring volume dan penanganan limbah padat dilakukan setiap hari

172

Anda mungkin juga menyukai