KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan pada kehadiran Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
makalah kami tepat pada waktunya. Kami juga berterima kasih kepada Ibu guru
seni kami Annisa Pratiwi [Link] karena telah mengajar/membimbing kami sampai
film ini selesai dibuat.
Penulis makalah yang berjudul “Cara Yang Salah” menyadari bahwa makalah ini
jauh dari kata “sempurna”. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami terima dengan lapang dada demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Kami berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
MUNTOK, OKTOBER 2024
PENULIS
STRUKTUR KERJA
Sutradara Indry Yuliyanti
Asisten sutradara Mery Andini S.P
Penulis skenario Selpi Sutarya, Sinta Amelia
Penata rias Devirna
Penata busana Lastri Sirma Wati, Fera Ayuni
Musik Tara Yuniati
Cahaya Rajab Wahyudi
Artistik Restu Tilalatram, Aril
Perlengkapan Rosita Aprilia Putri
Monitoring camera Said Muhammad Hasby, Kristian Saputra
Editor Muhammad Rimba Ma’rifatullah
CARA YANG SALAH
CARA YANG SALAH adalah sebuah film yang kami karang dengan hati dan pikiran
kami bersama. Film ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap tugas yang
diberikan oleh guru seni kami.
Menyajikan cerita dalam bentuk tontonan. Dengan maksud baik kami berharap kepada
film ini agar dimengerti oleh banyak orang untuk berpikir serta mempunyai keinginan
belajar bagaimana cara memdidik, memahami, serta menyayangi anak dengan baik.
NAMA TOKOH WATAK KARAKTER
Adelia Riszy Azahra Kyara Protagonis
Reisya Anjeli Mutia Antagonis Keras kepala, Egois
Muhammad Rimba Reno Antagonis Keras kepala, Egois
Ma’rifatullah
Selpi Sutarya Ibu Rini / Oma Tritagonis Baik hati, Penyayang
Devirna Ibu Zifa Tritagonis Baik, Tegas, Disiplin
Tara Yuniati Ibu Mila Tritagonis Baik, Tegas, Disiplin
Indry Yuliyanti Ibu Dini Tritagonis Baik, Tegas, Disiplin
Rosita Aprilia Putri Lina Tritagonis Baik, Peduli teman,
Empati
Lastri Surma Wati Lola Tritagonis Baik, Peduli teman,
Empati
Sinta Amelia Bella Tritagonis Baik, Peduli teman,
Empati
Fera Ayuni Cila Tritagonis Baik, Peduli teman,
Empati
Mery Andini S.P Clara Tritagonis Baik, Peduli teman,
Empati
Kristian Saputra Alex Antagonis Jengkel, Usil
Said Muhammad Aldo Antagonis Jengkel, Usil
Hasby Alfakhar
Aril Kenzo Antagonis Jengkel, Usil
Rajab Wahyudi Edo Antagonis Jengkel, Usil
Restu Tilaratram Beri Antagonis Jengkel, Usil
PLOT
(Adegan 1)
Dikamar Kyara, dia sedang bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Kyara duduk
dikasurnya sambil memandang dirinya di cermin, sekilas dia teringat dengan apa
yang telah dia alami selama ini. Kyara sengaja menunggu dikamar karena dia tidak
mau makan bersama kedua orang tuanya.
(Adegan 2)
Diruang makan papa dan mama Kyara membahas Kyara yang semakin tidak
disiplin, didikan dan aturan yang diberikan kepada Kyara sia-sia saja. Mereka tidak
habis pikir dengan tingkah Kyara sekarang.
(Adegan 3)
Kyara keluar dari kamarnya dan menemui kedua orang tuanya. Setiap pagi dia harus
mendengar ocehan orang tuanya yang sudah seperti sarapan baginya. Kyara keluar
dari rumah tanpa menjawab apapun.
(Adegan 4)
Sesampai disekolah, Kyara tidak langsung masuk kedalam kelas melainkan pergi ke
wc. Didalam wc dia kesal dan menangis dengan apa yang harus dia hadapi setiap
paginya. Dia berusaha menguatkan fisik dan mentalnya dengan cara dia bersikap
kasar kepada teman-temannya.
(Adegan 5)
Jam sudah menunjukan pukul 7 dan bel sekolah pun berbunyi, namun Kyara belum
masuk kedalam kelasnya. Sekitar 30 menit kemudian barulah dia masuk kedalam
kelas dan disaat itu sudah ada guru yang mengajar di sana yaitu wali kelasnya
sendiri yang bernama Ibu Mila. Kyara ditegur dan ditanya kenapa terlambat, tetapi
Kyara menjawab dengan nada yang tinggi dan berdebat dengan teman-temannya
dikelas. Akhirnya Kyara di bawa ke ruang bk untuk di tindak lanjuti sikapnya tersebut.
(Adegan 6)
Guru BK menelpon orang tua Kyara untuk datang ke sekolah. Mereka ingin membicarakan masalah
Kyara pada hari itu dan membahah tentang ketidakaktifan Kyara dalam kegiatan sekolah dan
ekstrakulikuler yang sudah diwajibkan bagi seluruh siswa siswi disekolah.
(Adegan 7)
Akhirnya Reno dan Mutia datang kesekolah dan langsung menemui mereka. Disana
Ibu Zifa dan Ibu Dini menjelaskan semua masalah Kyara hari ini dan tentang
ekstrakurikuler yang tidak ada satupun Kyara ikuti padahal untuk suatu kewajiban bagi siswa siswi
disekolah. Serta menanyakan alasan kenapa Kyara tidak mengikuti
ekstrakurikuler disekolah.
(Adegan 8)
Setelah percakapan panjang di sekolah Kyara dan kedua orang tuanya pulang ke
rumah mereka. Sesampainya dirumah Kyara dimarahi habis-habisan oleh kedua
orang tuanya atas apa yang sudah terjadi dihari itu. Seperti yang sudah diduga
karena sudah sangat kesal Kyara menjawab ocehan orang tuanya dengan nada yang
tidak kalah tingginya dengan papa dan mamanya.
(Adegan 9)
Setelah perdebatan yang cukup menguras emosi, akhirnya Kyara memutuskan untuk
pergi kerumah neneknya karena cuma omanya lah yang bisa mengerti keadaan
Kyara saat ini. Dirumah omanya Kyara menceritakan semua yang dialaminya
selama dia menginjakkan kaki di bangku SMA. Disana neneknya sangat terkejut
dengan apa yang selama ini terjadi, sebelum itu omanya tidak tahu bahwa keluarga
Kyara seperti itu. Dia sangat kecewa dengan sikap putri dan menantunya yang sudah
mendidik cucunya itu dengan sangat ketat.
(Adegan 10)
Di sekolah, teman-teman Kyara mengkhawatirkan Kyara, apakah Kyara akan di
keluarkan atau hanya di pulangkan saja?. Merekapun berinisiatif menemui Kyara
dirumah omanya, karena mereka sudah paham setiap Kyara ada masalah pasti dia
kerumah omanya walaupun hanya sekedar untuk menenangkan diri sendiri tanpa
memberitahu omanya.
(Adegan 11)
Ketika bel pulang sekolah sekitar pukul 2 sore, teman-teman kyara bergegas pergi
kerumah omanya, setibanya mereka disana mereka langsung menghampiri Kyara
dan menanyakan keadaan Kyara. Disana mereka bercanda ria untuk menghibur
Kyara agar tidak terlalu memikirkan masalahnya itu, mereka memang tidak tahu
kenapa Kyara semakin hari semakin sering membuat onar tetapi mereka tahu bahwa
Kyara adalah anak yang baik hanya saja dia selalu memendam semua masalahnya
sendiri.
(Adegan 12)
Karena terlalu asik bercanda-canda membuat mereka tidak menyadari jam yang
sudah pukul 5 sore. Salah satu teman Kyara yang bernama Cila menyadari hari yang
sudah sore, karena sudah sangat sore dan mereka belum ada satupun yang mengganti baju
mereka. Akhirnya teman-teman Kyara pun pulang kerumah masing-masing dengan
sedikit tergesa-gesa karena takut dimarahi orang tua mereka karena tidak pulang
kerumah sepulang sekolah tadi dan pergi kerumah omanya Kyara tanpa memberi
tahu orang tua mereka.
(Adegan 13)
Sekitar jam 9 malam, Reno dan Mutia khawatir kemana perginya Kyara karena sudah
sangat malam. Mereka berusaha menghubungi Kyara tetapi Kyara tidak bisa
dihubungi. Dengan sedikit putus asa Reno dan Mutia teringat akan kebiasaan Kyara
yang selalu kerumah omanya akhir-akhri ini, akhirnya mereka menanyakan kepada
Ibu Rini yang tidak lain ialah oma Kyara.
(Adegan 14)
Setelah perbincangan panjang antara Reno, Mutia dan Ibu Rini, akhirnya membuat
kedua orang tua Kyara sadar akan kesalahan mereka. Mereka menyesali semua
tindakan yang mereka lakukan kepada Kyara. Setelah mereka sadar Ibu Rini
memanggil Kyara untuk keluar dari kamar neneknya dan bertemu dengan kedua
orang tuanya. Kedua orang tuanya memeluk kyara dan minta maaf kepada kyara
atas sikap mereka.
(Adegan 15)
Akhirnya keluarga Kyara memulai kehidupan yang baru. Kyara pun sudah mulai
terbuka kepada kedua orang tuanya. Dia sudah mulai mengikuti kegiatan sekolah
yang dia minati, kini orang tua Kyara juga sudah membebaskan Kyara dalam
memilih minat dan hobinya di sekolah agar Kyara bisa mendapatkan masa depan
yang lebih cerah.
OUTLINE
Adegan 1
IN. Di Kamar Adel
BABAK 1.1
Dikamar, kyara a sedang bersiap-siap untuk berangkat kesekolah.
IN. Rumah Rimba
BABAK 1.2
Orang tua kyara menunggu kyara untuk sarapan.
Adegan 2
[Link] Rimba
BABAK 2.1
Di ruang makan orang tua Kyara membahas sikap Kyara sekarang.
Adegan 3
[Link] Rimba
BABAK 3.1
Kyara keluar dari kamarnya dan menemui kedua orang tuanya. Setelah mendengar dan menjawab
ocehan orang tuanya Kyara langsung keluar rumah.
Adegan 4
IN. WC Sekolah
BABAK 4.1
Sesampai disekolah Kyara tidak langsung masuk kedalam kelas melainkan ke wc.
Adegan 5
IN. Kelas 11.1
BABAK 5.1
Karena terlambat masuk kelas, Kyara dimarahi oleh walikelasnya yang sedang mengajar dan
berdebat dengan beberapa temannya.
Adegan 6
IN. Ruang BK
BABAK 6.1
Guru BK menelepon orang tua Kyara untuk datang kesekolah agar bisa membahas masalah Kyara.
Adegan 7
EX. Tangga Koridor sekolah
BABAK 7.1
Orang tua Kyara datang ke sekolah untuk menemui mereka.
IN. Ruang BK
BABAK 7.2
Setelah bertemu, tanpa basa-basi mereka langsung membicarakan hal yang perlu dibicarakan.
Adegan 8
IN. Rumah Rimba
BABAK 8.1
Sesampainya dirumah Kyara dimarahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya. Disaat itu Kyara
menjawab dan menimbulkan perdebatan.
Adegan 9
IN. Rumah Adel
BABAK 9.1
Kyara memutuskan untuk pergi kerumah omanya untuk menceritakan kejadian dihari itu dan
memberitahukan kepada omanya tentang semua yang dia alami.
Adegan 10
IN. Kelas 12.8
BABAK 10.1
Di sekolah teman-teman Kyara mengkhawatirkan Kyara.
Adegan 11
IN. Rumah Adel
BABAK 11.1
Sepulang sekolah, teman-teman Kyara pergi kerumah omanya, setibanya mereka langsung
menghampiri Kyara dan menanyakan keadaannya.
Adegan 12
IN. Rumah Adel
BABAK 12.1
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Teman-teman kyara pun berpamit untuk pulang.
Adegan 13
IN. Rumah Adel
BABAK 13.1
Orang tua Kyara khawatir kemana perginya Kyara karena sudah sangat malam dan berakhir
menanyakan kepada omanya.
Adegan 14
IN. Rumah Adel
BABAK 14.1
Kyara keluar dari kamar neneknya dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya
memeluk kyara dan minta maaf kepada kyara atas sikap mereka.
Adegan 15
Akhirnya keluarga kyara memulai kehidupan yang baru. Kyara sudah mulai terbuka kepada kedua
orang tuanya dan sudah mulai aktif disekolah.
DIALOG ( ADEGAN )
Adegan 1
Mutia : " Kyara cepatlah keluar, sarapan!! Papamu sudah menunggumu"
Kyara : " Iya sebentar ma baru saja selesai mandi"
Adegan 2
Reno : " Lihatlah anak kita itu semakin hari semakin tidak disiplin "
Mutia :" Aku sudah kehabisan cara untuk mendidiknya"
Reno : " Selama ini kita mendidiknya sudah dengan cara yang ketat dan tegas. Aku
sangat heran dengan anak ini,tidak ada takut-takutnya"
Mutia : " Aku juga bingung, padahal umurnya sudah dewasa. Apakah kita terlalu keras
kepadanya? "
Reno : " Dengan cara keras saja dia tidak disiplin apalagi dengan cara yang lembut, bisa-
bisa jadi lebih parah"
Adegan 3
Kyara : " Ayo pah"
Reno : " Kamu ini kyara, papah perhatikan semakin tidak disiplin bersiap untuk pergi
sekolah saja kamu lama!! "
Kyara : " Ya aku tadi telat bangun pah, tpi inikan sudah siap jadi ayo berangkat "
Mutia : " Kyara apakah sopan kamu begitu!! "
Adegan 4
Kyara : " Huhhh.. Pagi-pagi aja sudah gini, gimana aku mau menjalani hari? Pura-pura
baik-baik didepan teman-teman"
Adegan 5
Aldo : " Bu lihat Kyara baru datang bu"
Alex : " Wah wah wah hebat kamu Kyara"
Ibu Mila : " Sudah jam berapa ini kyara!! "
Kyara : " Baru jam 07.30 bu, saya tadi dari wc"
Kenzo : " Halah dia bohong bu"
Kyara : " Apaan sih jangan sok tahu deh"
Edo: " Ya emang ada ya orang di wc selama ini? Tidak mungkinkan bisa selama ini kamu
di wc? "
Kyara : " Jangan ikut campur kamu"
Beri : " Hukum ajalah bu, masak kalau para cowok telat dihukum tapi kalau cewek tidak
sih kan tidak adil jadinya"
Kyara :" Apa sih"
Ibu Mila : " Sudah-sudah jangan berisik kalian. Kyara ayo jujur kamu datang telat ya?
Lewat mana kamu masuk Kyara?"
Kyara : "aku dari wc bu, ngapain aku bohong"
Ibu Mila : " Sudah- sudah jangan banyak alasan ayo kita ke bk sekarang"
Adegan 6
Ibu Dini : " Selamat pagi, apakah benar ini orang tuanya Kyara? Maaf mengganggu
waktunya, saya Ibu Dini guru bk di sekolahnya Kyara"
Mutia : " Iya benar, kenapa ya bu? "
Ibu Dini : " Apakah ibu bisa datang kesekolah sekarang? "
Mutia : " Oh iya bu saya akan kesana"
Adegan 7
Reno dan Mutia : " Assalamu'alaikum bu permisi"
Ibu zifa : " Walaikumsalam iya pak bu silahkan masuk "
Ibu dini : " Silahkan duduk pak, bu"
Reno : " Maaf Bu anak saya kenapa ya? "
Ibu zifa : " Begini pak bu, sebenarnya Kyara ini sangat pintar di kelasnya tetapi tadi pagi
dia telat masuk kelas dan saat ditanya dia menjawab dengan nada bicara yang tidak
baik, hingga menimbulkan keributan di dalam kelas. Maka dari itu Kyara langsung kami
bawa ke ruang bk agar tidak terjadi keributan yang lebih parah. "
Ibu Dini : " Nah pak bu, sekalian kita membahas mengenai keaktifan Kyara di sekolah.
Kyara tidak perna mengikuti satupun ektrakurikuler di sekolah ini padahal ini adalah
suatu kewajiban bagi siswa yang sekolah disini."
Reno : " Ha bukannya tadi pagi dia datang sebelum bel sekolah berbunyi. Kamu pergi
kemana Kyara!! "
Ibu zifa : " Maaf Pak sebaiknya jangan dibahas disekolah, bapak dan ibu bisa membawa
kyara pulang untuk hari ini sebagai hukumannya, namun besok Kyara harus datang
kesekolah sebelum bel sekolah. "
Mutia :" Baik bu terimakasih. "
Adegan 8
Mutia : " Apa-apaan kamu kyara, sudah berani membolos ya kamu!! "
Reno : " Mau kamu itu apa Kyara? Setiap hari ada saja keonaran yang kamu perbuat. "
Kyara : " Aku tidak bolos. Aku hanya di wc kok "
Reno : " Dengarkan papah baik-baik ya kyara. Selama ini mama dan papah sudah
mendidik kamu dengan cara yang baik, tapi lihatlah balasan kamu kyara. Kamu benar-
benar anak yang tidak berguna!!! "
Kyara : " Aku jadi gini juga karena didikan kalian yang selalu menuntut aku agar bisa
semuanya!! Inikan yang kalian mau? Sudahlah aku capek!!"
Reno : " Apa katamu kyara"
Mutia :" Sudahlah pah"
Adegan 9
Kyara :" Assalamu'alaikum oma.. "
Oma :" Waalaikumsalam, kyara ayo masuk. Kyara kamu kenapa sayang? Kok kamu tidak sekolah? "
Kyara :" Aku dituduh telat datang oma padahal aku hanya di wc untuk mencuci muka,
tetapi semua guru bahkan papa dan mama tidak mempercayaiku"
Oma: " Kenapa bisa begitu, apakah kamu tidak berusaha menjelaskan kepada
mereka?"
Kyara :" Aku sudah berusaha menjelaskan nek, tapi papa dan mama tetap saja
menyalahkan ku dan tidak mendengarkan penjelasanku. Selama ini aku sudah berusaha
menjadi apa yang mereka inginkan tetapi aku tetap saja dikekang dan selalu dianggap
tidak patuh , mereka menganggap ku anak yang tidak berguna dan tidak mematuhi kata
mereka. Oma tahu, selama ini aku tidak diberi kebebasan untuk memilih minat dan
bakatku, bahkan terpenting bagi mereka aku harus pintar dalam pelajaran tanpa harus
memikirkan hoby ku. "
Oma :" Kyara orang tua itu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya tidak ada orang tua
melakukan sesuatu tanpa alasan dan tujuan cuma cara papa dan mama kamu saja
yang salah. "
Adegan 10
Cila : " Guys kyara gimana ya? "
Clara : " Iya nih ada aja gebrakan tu anak. "
Bella : " Coba tanya dia sekarang dimana. "
Lola : " Ga mungkin dia buka hp. "
Lina : " Yaudah pulang sekolah kita langsung ke rumah nenek kyara aja biasanya dia
kalo ada masalah pasti kerumah omanya. "
Adegan 11
Clara : " Kyara kamu gimana kami semua khawatir. "
Cila : " Iya kyara kenapa selama ini kamu ga pernah cerita kalo ada masalah. "
Kyara :" Makasih ya teman-teman aku gapapa ini cuma masalah keluarga ku dan aku
gamau merepotkan kalian. "
Lina : " Benar gapapa."
Kyara : " Iya gapapa kok."
Adegan 12
Cila : "eh sudah jm 5 sore, kita pulang yuk"
Lina : "eh iya ya yaudah ayo"
Clara : "kyara kami pulang dulu ya"
Kyara : " Iya hati-hati ya"
Adegan 13
Mutia : " Assalamu'alaikum ma"
Oma : " Waalaikumsalam, masuk!"
Oma : “Kenapa kalian kesini?”
Reno : " Ma apa mama tau kyara dimana? Apakah kyara ada kesini? "
Oma : " Kenapa memangnya? Coba kalian masuk dan duduk dulu"
Mutia : "iya mah"
Oma : " Memangnya kalian tidak tau dia dimana?"
Mutia, reno : " Tidak ma"
Oma : " Lalu kenapa kalian baru mencarinya sekarang? "
Reno, Mutia :" - "
Oma : " Kenapa kalian diam? Apakah kalian pikir saya tidak tahu dengan kelakuan
kalian? Apakah saya pernah mendidik kamu sekeras dan seketat itu Mutia?
Mutia : " Tidak mah"
Oma : " Lalu kenapa kalian seperti itu kepada kyara? Apakah kalian tidak tau kalau
kyara tertekan dengan didikan kalian? Hah!! "
Oma : " Apakah kalian tahu anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi
tanpa kekerasan. Saya tidak menyalahkantujuan kalian mendidik kyara seperti ini cuma cara kalian
saja yang salah, setelah inicobalah kalian memperbaiki diri masing-masing dan mulailah dengan
cara yang baru. Saya yakin dia sudah bisa menentukan mana yang baik untuknya,tugas kalian
sebagai orang tua hanya mengawasi dan membimbingnya"
Reno Mutia : " Iya mah"
Oma : " Kyara kesini sayang "
Adegan 14
Mutia : " Kyara mama Minta maaf, maaf karena sudah terlalu keras kepada mu nak"
Reno : " Kyara maafkan papa ya kyara, papa janji papa akan berubah”
LAMPIRAN