Laporan Akhir Sementara
Pengukuran dan Pemasangan Tanda Batas Calon Areal HPL
[Link] PERDANA KONSULTAN UPT Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah
BAB II
PENDEKATAN METODE DAN RUANG
LINGKUP KEGIATAN
Pada prinsipnya ruang lingkup dan metode studi yang akan
dilakukan dalam pekerjaan ini dapat diuraikan sebagai berikut :
2.1. PERSIAPAN PELAKSANAAN
Hal yang dimaksud dengan persiapan pelaksanaan adalah
persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan
survey. Persiapan tersebut meliputi : kegiatan pengumpulan
peta dan data sekunder, persiapan peralatan, persiapan
personil, konsultasi dan koordinasi. Secara lebih jelasnya
untuk kegiatan persiapan ini adalah sebagai berikut :
Dokumen administrasi berupa surat-surat perizinan yang
diperlukan di lapangan dipersiapkan setelah rencana kerja
dibuat. Selain itu juga mempersiapkan peta-peta dan data-
data yang dapat menunjang kelancaran kegiatan survey.
Peta yang dikumpulkan dalam rangka persiapan pekerjaan
adalah :
- Peta Rupa Bumi Indonesia Skala 1 : 50.000
- Peta RTSP UPT Bukit Rawi Skala 1 : 5.000 Tahun 2002
II-1
- Peta Administrasi Kabupaten Pulang Pisau
- Peta Lampiran SK Menhut No. 529 Tahun 2012
II-7
Data-data yang dikumpulkan dalam rangka persiapan
pekerjaan ini adalah :
- Data Laporan Akhir RTSP Lokasi UPT Bukit
Rawi [Link] Engineering Tahun 2002
- Data monografi Desa Bukit Rawi.
Selain itu juga mempersiapkan personil yang tergabung
dalam tim survey yang akan berangkat ke lapangan
beserta alat-alat survey yang diperlukan.
2.2. KONSULTASI DAN KOORDINASI TEKNIS
Konsultasi dan koordinasi teknis dengan dinas terkait
dimaksudkan untuk mendapat masukan lebih jauh
mengenai kondisi dan situasi lokasi yang akan diukur seperti
mengenai letak dan batasnya serta mengenai pelaksanaan
kegiatan pengukuran batas keliling lokasi transmigrasi yang
akan dilakukan.
Kegiatan konsultasi dan koordinasi dilakukan dengan pihak
instansi terkait, yaitu dengan Dinas Tenaga kerja dan
Trasnmigrasi Kabupaten Lamandau, Kecamatan Belantikan
Raya, Desa Bukit Rawi. Dalam kegiatan konsultasi pertama
dilakukan sebelum melakukan pengukuran yaitu untuk
memperoleh kepastian letak dari setiap lokasi pekerjaan,
II-2
Laporan Akhir Sementara
Pengukuran dan Pemasangan Tanda Batas Calon Areal HPL
[Link] PERDANA KONSULTAN UPT Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah
penyempurnaan dari rencana kerja, penentuan jalur ukur
yang akan dilakukan. Konsultasi tahap kedua adalah
pelaksanaan pekerjaan pengukuran yang hasilnya
dikonsultasikan dengan instansi terkait tersebut.
2.3. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN TANDA BATAS
CALON AREAL HPL
Kegiatan pengukuran dan pemasangan tanda batas
dikelompokkan dalam tiga kegiatan yaitu kegiatan
pengukuran pengikatan, pengukuran batas keliling lokasi
transmigrasi dan pemasangan tanda batas berupa patok BM
0 sebagai titik ikat awal dan Patok PAP (PVC) dipasang
disepanjang batas lokasi UPT Bukit Rawi.
2.3.1. PENGUKURAN PENGIKATAN II-3
Langkah awal dari tahapan kegiatan pengukuran
yang biasa dilakukan adalah melakukan orientasi
lapangan untuk menentukan titik ikat dan
merencanakan jalur pengukuran. Maksud dari
titik/referensi pengukuran adalah untuk menentukan
letak, posisi serta keberadaan lokasi yang akan
disurvai. Titik referensi/ikat tersebut pada
II-7
realisasinya adalah ditandai dengan patok beton
(Bench Mark) yang dipasang pada tempat yang telah
ditentukan berdasarkan hasil observasi lapangan dan
dapat diidentifikasikan baik dilapangan maupun di
Peta Rupa Bumi atau peta referensi lainnya yang
dapat diketahui posisi derajat Bujur dan Lintangnya.
2.3.2. PENGUKURAN BATAS KELILING
Pengukuran batas keliling lokasi transmigrasi
mempergunakan GPS dan Meteran serta alat
penunjang survey lainnya.
2.3.3. PEMASANGAN TANDA BATAS PATOK PAP
Patok BM 0 dipasang pada pertigaan antara jalan
poros transmigrasi dengan jalan negara yang
menghubungkan kota palangka raya dengan
kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Barito
Selatan dan Patok PAP di pasang setiap jarak 500 m
diantara dibatas Calon Areal HPL. Patok BM dibuat
dari beton ukuran 15 x 15 x 100 cm, dengan
menggunakan rangka besi di dalamnya dan baut di
bagian atasnya. Dari tinggi 100 cm, 60 cm ditanam di
II-4
Laporan Akhir Sementara
Pengukuran dan Pemasangan Tanda Batas Calon Areal HPL
[Link] PERDANA KONSULTAN UPT Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah
bawah permukaan tanah. Bagian permukaan atas
Patok BM diberi cat warna merah dan bagian tampak
depannya diberi cat warna putih, serta untuk
penomorannya diberi cat warna hitam. Konstruksi
dari patok BM dapat dilihat pada Gambar.
Sedangkan patok PAP dibuat dari pipa PVC, yang diisi
adukan semen serta menggunakan besi rangkanya.
Ukuran diameter PVC adalah 3 inchi dan panjang 80
cm. Patok PVC ini ditanam sedalam 40 cm sehingga
di bagian atas yang tampak di permukaan tanah
sepanjang 40 cm. Kemudian di bagian atas diberi cat
merah sedangkan pada batangnya diberi cat putih
II-5
dan diberi nomor urut. Secara jelas konstruksi patok
PAP (PVC) dapat dilihat pada gambar lampiran.
2.4. PENGOLAHAN DATA DAN PENGGAMBARAN
Pengukuran dan pengolahan data dilakukan setelah
mengetahui letak lokasi pekerjaan. Pengolahan data
pengukuran dihitung berdasarkan volume hasil pengukuran
lapangan setiap harinya. Demikian juga halnya dalam
tahapan penggambaran yaitu berupa draft/plotting harian
sesuai dengan hasil dari pengolahan data tersebut. Hal ini
dimaksudkan untuk mengantisipasi hasil pengukuran yang
II-7
telah dilakukan sebelumnya, jika terjadi kesalahan dalam
pelaksanaan pengukuran. Dalam pengolahan data ini
dimaksudkan untuk menghitung luas arealnya dan
mendapatkan nilai koordinat patok BM 0 dan Patok PAP yang
telah dipasang.
Nilai koordinat dari setiap patok dan gambar dari hasil
pengukuran diperoleh setelah pengolahan data selesai
dilakukan. Selanjutnya dibuat gambar berupa Peta Batas
Keliling Lokasi Transmigrasi yang merupakan tampilan dari
letak Patok BM 0 dan Patok PAP serta menggambarkan
kondisi di sekitar lokasi pekerjaan (jaringan jalan, jenis
hutan menurut fungsinya, nama desa sekitarnya, nama
sungai dan detail lain yang perlu ditampilkan.
II-6