Efektivitas Dosis Demulsifier Emulsi
Efektivitas Dosis Demulsifier Emulsi
Jl. Gajah Mada No.38, Mentul, Karangboyo, Cepu Blora Jawa Tengah, 58315, Indonesia.
2
Main Oil Station (MOS) Menggung, PT. Pertamina EP Field Cepu
Jl. Gianti, Karangboyo, Cepu Blora Jawa Tengah, 58315, Indonesia.
ABSTRAK
Artikel Info: Emulsi minyak-air merupakan masalah umum dalam industri minyak dan gas yang
menimbulkan tantangan signifikan dalam pemisahannya. MOS Menggung adalah stasiun
Naskah Diterima:
pengumpul minyak di Cepu yang mengumpulkan minyak mentah yang mengandung
01 September 2023
emulsi. Demulsifier adalah bahan kimia yang digunakan untuk memecah emulsi ini
Diterima setelah menjadi minyak berkualitas dan komersial. Meningkatkan dosis demulsifier akan
perbaikan: meningkatkan laju pemisahan emulsi, namun hanya sampai pada titik optimal dimana
15 November 2023 efektivitas tidak meningkat. Metode pemisahan yang digunakan meliputi metode
Disetujui terbit: centrifuge dan bottle test, yang memisahkan emulsi dengan pengendapan gravitasi.
29 Desember 2023 Studi ini menyimpulkan bahwa dosis demulsifier berdampak pada efektivitas pemisahan
emulsi pada kedua metode. Dosis optimal adalah 0,2 ml dalam sampel 1000 ml atau 200
Kata Kunci: ppm, menghasilkan nilai BS&W terendah sebesar 1,6%. Penelitian ini dapat memandu
emulsi pengembangan emulsi yang efektif, khususnya di Main Oil Storage (MOS) Menggung.
demulsifier ABSTRACT
metode pemisahan
Oil-water emulsion is a common problem in the oil and gas industry pose a significant
challenge for separation. MOS Menggung is an oil collection station in Cepu which is
gathers crude oil containing these emulsions. A demulsifier is a chemical used to break
down these emulsions into quality and commercial oil. Increasing the demulsifier dose
enhances the emulsion separation rate, but only up to an optimal point beyond which
effectiveness doesn’t increase. Separation methods include centrifugation and the bottle
test, which separates the emulsion by gravity settling. The study concludes that the
demulsifier dose impacts emulsion separation effectiveness in both methods. The optimal
dose is 0.2 ml in a 1000 ml sample or 200 ppm, yielding the lowest BS&W value of 1.6%.
This research can guide effective emulsion development, particularly in Main Oil Storage
(MOS) Menggung.
© LPMGB - 2023
Korespondensi:
E-mail: miftahulmuslim1012@[Link] (Miftahul ‘Alim Muslim)
[Link]/10.29017/LPMGB.57.3.1596 | 127
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 3, Desember 2023: 125 - 131
minyak sehingga dapat mempengaruhi kualitas operasional perusahaan (Suhascaryo et al., 2022).
minyak mentah dan air yang dihasilkan. Emulsi ini Demulsifikasi mengacu pada proses penguraian
berasal dari beberapa sumur yang dikelola sendiri emulsi menjadi fase-fase penyusunnya, dalam hal
atau tradisional yang memang banyak mengandung ini memisahkan emulsi minyak mentah menjadi
impurities. Sebelum didistribusikan, minyak mentah fase minyak dan air. Hasil yang diinginkan dari
dari tempat pengumpul harus memenuhi spesifikasi proses ini adalah minyak. Ada dua aspek dalam
tertentu, terutama terkait kandungan BS&W (Basic demulsifikasi yaitu, kecepatan terjadinya pemisahan
Sediment & Water) yang akan tinggi jika terdapat emulsi dan jumlah air yang meninggalkan minyak
emulsi di dalam minyak mentah tersebut. mentah setelah pemisahan. Terbentuknya emulsi
Pemisahan emulsi dapat dilakukan dengan pada minyak mentah dapat menimbulkan banyak
menggunakan metode kimia yang melibatkan permasalahan pada industri perminyakan. Semakin
penambahan demulsifier dengan pertimbangan banyak aspalten yang terkandung maka semakin
dosis tertentu untuk mengendalikan dampaknya tinggi konsentrasi air dalam minyak mentah
terhadap lingkungan dan perekonomian dalam sehingga meningkatkan viskositas minyak mentah,
operasional perusahaan (Effendi et al., 2022). Pada menurunkan kualitasnya, dan mengganggu proses
dasarnya, pemisahan emulsi ini sebanding dengan produksi. Tujuan dari proses demulsifikasi ini
konsentrasi demulsifier, namun hanya sampai titik adalah untuk memecah emulsi pada minyak mentah
jenuhnya. Di luar titik ini, demulsifier tidak akan sehingga terpisah fase air dan minyak. Pemisahan
efektif lagi dan dapat menyebabkan re-emulsifikasi yang baik pada minyak mentah adalah pemisahan
jika konsentrasinya terlalu tinggi. Demulsifier yang dapat dengan cepat memisahkan air dari minyak
dapat diinjeksikan ke dalam tangki melalui mentah hingga diperoleh nilai BS&W yang rendah
flowline dengan menggunakan dosing pump untuk dibawah 0,5% (Sari dan Sauqi, 2018).
memastikan dosis yang tepat. Injeksi demulsifier
Beberapa metode dapat digunakan untuk
akan membantu memecah emulsi di dalam tangki,
memisahkan air dari emulsi, termasuk proses
sehingga mengurangi BS&W. Diharapkan dengan
injeksi demulsifier ini permasalahan emulsi di MOS mekanis, termal, listrik, dan kimia (Grace, 1992).
Menggung dapat teratasi dan minyak mentah yang Cara kimia atau penambahan bahan kimia dinilai
dihasilkan menjadi lebih komersial. cukup efektif dalam memecah emulsi. Bahan kimia
yang biasanya ditambahkan adalah demulsifier.
Biasanya metode kimia digunakan bersamaan
BAHAN DAN METODE dengan metode termal untuk mendapatkan hasil
Emulsi adalah suatu sistem yang terbentuk dari yang optimal. Cara ini juga sering digunakan di
dua fasa yang tidak dapat bercampur, misalnya dunia industri karena dianggap efisien baik dari
minyak dan air, dimana fasa yang satu akan berperan segi hasil maupun keekonomian. Kandungan
sebagai fasa terdispersi dan menjadi tetesan-tetesan emulsi dapat diminimalkan dengan menggunakan
kecil pada fasa lainnya. Emulsi tidak dapat dibentuk metode pemecahan emulsi. Salah satu metode
hanya dengan menghomogenisasi air dan minyak. pemecahan emulsi yang dapat digunakan adalah
Hal ini dapat terjadi karena kedua fase dapat terpisah dengan penambahan bahan kimia berupa demulsifier.
dengan cepat. Tetesan minyak cenderung menyatu Namun, dampak penggunaan demulsifier yang
satu sama lain ketika bertabrakan, sehingga terjadi bersifat kimia ini terhadap lingkungan juga harus
pemisahan fasa total. Emulsi yang terbentuk akan diperhatikan. Dengan semakin ketatnya standar
mempengaruhi kualitas minyak mentah atau air keselamatan di dunia migas, diperlukan formulasi
yang dihasilkan. Emulsi ini tentunya harus dihindari demulsifier melalui pengembangan demulsifier dari
dan menjadi tantangan tersendiri dalam proses bahan lokal yang dapat diaplikasikan di lapangan
produksi minyak. Tetesan air akan terbentuk dalam (Zhou et al., 2012). Untuk menentukan jenis
emulsi yang ditemukan dalam minyak mentah. demulsifier yang tepat untuk jenis minyak tertentu
Selain itu, emulsi juga akan menghasilkan garam- di lapangan, dilakukan formulasi demulsifier atau
garam yang terperangkap (NaCl, MgCl2, CaCl2, dikenal dengan uji botol untuk mengetahui injeksi
dan KCl). Peralatan kilang dan pipa dapat terancam demulsifier yang efektif dan mendapatkan laju injeksi
korosi apabila terdapat banyak emulsi pada minyak demulsifier yang tepat sehingga total kerugian tidak
mentahnya. Kadar air yang terdispersi dalam emulsi terlalu besar. (Impian dan Praputri, 2014). Uji botol
minyak mentah harus dihilangkan demi efisiensi ini juga dianggap sebagai metode yang paling efektif
128 | [Link]/10.29017/LPMGB.57.3.1596
Penentuan Dosis Demulsifier Terhadap Efektivitas Pemisahan Emulsi Sampel X
Menggunakan Metode Bottle Test dan Centrifuge
(Miftahul ‘Alim Muslim, dkk.)
digunakan dalam uji laboratorium karena hasil Pengujian dosis demulsifier dengan Uji BS&W
sampelnya yang merepresentasikan keadaan di suatu menggunakan Alat Oil Test Centrifuge
lapangan (Manggala et al., 2017). Pada prinsipnya,
pemisahan air yang lebih banyak dapat dihasilkan
jika konsentrasi demulsifier ditingkatkan, tetapi Sampel X disiapkan dan dibagi kedalam 4 wadah
hanya sampai konsentrasi atau titik jenuh tertentu. berbeda berukuran 1000 ml.
Setelah itu, demulsifier dianggap sudah tidak efektif
lagi karena konsentrasi yang terlalu tinggi juga dapat
menyebabkan re-emulsifikasi (Azizi dan Nikazar,
2015). Penggunaan takaran demulsifier yang tepat Setiap wadah diberkan perlakuan berbeda berupa
dapat menentukan perlakuan yang dilakukan dalam panambahan demulsifier
mengatasi permasalahan emulsi pada suatu kilang.
Demulsifier dapat diinjeksikan ke dalam tangki
menggunakan pompa melalui pipa flowline. Untuk
memastikan dosis yang disuntikkan tepat dapat Dosis demulsifier yang digunakan adalah 100 ppm,
digunakan dosing pump. Injeksi demulsifier sesuai 200 ppm, 300 ppm, dan tanpa demulsifier (blank).
dosis akan membantu memecah emulsi di dalam
tangki sehingga BS&W akan menurun. Dengan
adanya injeksi demulsifier ke dalam tangki ini
diharapkan permasalahan emulsi di MOS Menggung Berdasarkan perhitungan, diperoleh dosis
dapat teratasi sehingga minyak mentah yang demulsifier Per sample yaitu 0,1 ml, 0,2 ml dan 0,3
dihasilkan menjadi lebih komersial. ml.
Metode
Pengujian dosis demulsifier menggunakan
Metode Gravity Settling Demulsifier di teteskan sejumlah dosis di tiap
wadahnya.
Sampel Diambil di bagian
centrifuge tengah
selama wadah (sekitar
10 menit.
500 ml) dan dimasukkan kedalam centrifuge tube.
[Link]/10.29017/LPMGB.57.3.1596 | 129
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 3, Desember 2023: 125 - 131
mentah, variabel terikat berupa settling time pada secara maksimal. Jadi, demulsifier akan bekerja
botol uji selama 30 menit yang diamati setiap 5 maksimal pada dosis optimumnya dan setelahnya
menit, pada saat sampel diputar dalam centrifuge akan cenderung menurun lagi.
dengan kecepatan 1500 RPM, pada saat 140 °F,
selama 10 menit. Sedangkan variabel bebasnya BEFORE
adalah variasi konsentrasi dan volume demulsifier.
Dalam penggunaan peralatan harus dipastikan
semuanya dalam keadaan bersih dan kering agar
tidak mempengaruhi hasil akhir. Selanjutnya
sampel toluena dan minyak mentah dimasukkan
ke dalam tabung centrifuge dengan perbandingan
volume 50:50. Setelah itu diinjeksikan demulsifier
dengan variasi konsentrasi dan volume. Tabung
dihomogenisasi dengan cara dikocok, kemudian
dipanaskan dalam water bath menggunakan
Gambar 3
centrifuge selama 5-10 menit.
Kondisi sampel sebelum bottle test
130 | [Link]/10.29017/LPMGB.57.3.1596
Penentuan Dosis Demulsifier Terhadap Efektivitas Pemisahan Emulsi Sampel X
Menggunakan Metode Bottle Test dan Centrifuge
(Miftahul ‘Alim Muslim, dkk.)
X. Dari hasil metode bottle test, diambil sampel Hasil tersebut diperoleh berdasarkan percobaan
pada bagian tengah setiap botol dan dilakukan yang dilakukan di Laboratorium MOS Menggung.
pengujian selanjutnya dengan metode centrifuge Pengujian dengan perlakuan dan sampel yang
untuk memastikan dosis demulsifier yang efektif dan berbeda tentunya akan memperoleh hasil yang
kandungan BS&W yang terkandung dalam sampel berbeda pula. Selain itu, dalam penentuan dosis
emulsi. Uji centrifuge dilakukan pada 1500 RPM dan ini juga mempertimbangkan aspek ekonomi. Dosis
suhu 140°F dengan waktu selama 10 menit. yang dicari adalah dosis yang paling efektif dengan
Berdasarkan Tabel 1 juga dapat dianalisis bahwa biaya yang paling minimal. Oleh karena itu, ketika
terdapat hubungan yang berbanding terbalik antara grafik mulai naik saat penambahan dosis, maka
volume dengan isi BS&W. Sampel emulsi dari Main dianggap tidak perlu dilakukan pengujian dengan
Oil System X diberi demulsifier dengan penambahan dosis yang lebih tinggi karena hasil yang diperoleh
volume. Dapat diamati bahwa dosis demulsifier tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya. Jadi,
yang lebih tinggi menghasilkan kandungan BS&W mengingat keekonomiannya, dipilih dosis pada titik
yang lebih kecil. Hal ini berarti kinerja demulsifier optimal tanpa perlu dilakukan pengujian lagi dengan
dan bahan kimia yang terkandung di dalamnya dosis yang lebih tinggi. Selain itu, dosis yang tidak
dapat secara efektif memecah emulsi. Hal ini juga terlalu tinggi juga akan mempengaruhi operasional
sesuai dengan penelitian Sari dan Sauqi (2018) di lapangan. Anggaran yang dikeluarkan perusahaan
yang menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi dapat diminimalisir dengan penggunaan takaran
demulsifier maka semakin rendah pula BS&W yang demulsifier yang tepat.
dihasilkan. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, dosis
Kandungan Berdasarkan grafik di atas terlihat yang tepat untuk Sampel X di MOS Menggung adalah
bahwa nilai % BS&W sampel mengalami penurunan 200 ppm. Penggunaan demulsifier dosis 200 ppm
dengan dosis demulsifier yang diperbesar, namun dapat diusulkan untuk membantu mengatasi masalah
naik kembali setelah dosis demulsifier 0,2 ml. emulsi yang terjadi. Treatment dapat dilakukan
Artinya dosis paling efektif yang digunakan adalah dengan menginjeksikan demulsifier dengan dosis
0,2 ml atau 200 ppm. Sesuai dengan pendapat dari yang sesuai ke dalam tangki. Penginjeksian dapat
Makmur (2010), demulsifier pada dasarnya memiliki dilakukan dengan menggunakan pompa melalui
tingkat efektifitas yang berbeda saat diaplikasikan flowline menuju tangki. Agar dosis yang disuntikkan
pada suatu sampel. Dengan demikian, pada dosis tepat, dapat digunakan Dosing Pump yang telah
tertentu demulsifier akan bekerja optimal. Pada hasil tersedia di tempat. Dengan adanya solusi ini
uji yang telah dilakukan, dosis 200 ppm dianggap diharapkan permasalahan emulsi di MOS Menggung
sebagai titik kerja demulsifier yang optimal karena dapat teratasi dan minyak mentah yang dihasilkan
diatas dosis tersebut nilai % BS&W kembali naik. dapat lebih komersil kedepannya.
BS&W (%)
Gambar 6
Grafik hubungan volume demulsifier dan kadar BS&W sampel
[Link]/10.29017/LPMGB.57.3.1596 | 131
MOS Main Oil Station
Demulsifier Zat kimia pemecah emulsi
Demulsifikasi Proses pemecahan emulsi stabil dua
atau lebih cairan yang tidak
bercampur
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 3, Desember 2023: 125
Re-emulsifikasi Proses pembentukan- 131 kembali emulsi
yang telah terpisah
KESIMPULAN DAN SARAN ASTM American Society for Testing and
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat Materials
disimpulkan bahwa persentase pemisahan air yang Bottle Test Metode pengujian dosis demulsifier
terjadi dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi menggunakan uji botol
demulsifier. Semakin tinggi penambahan konsentrasi Oil Test Alat untuk menguji kadar BSW
demulsifier maka pemisahan air yang dihasilkan Centrifuge menggunakan prinsip gerak
akan semakin banyak, namun hal ini hanya sampai sentrifugal.
titik kerja optimal. Demulsifier yang berada diatas Settling Time Waktu yang diperlukan untuk proses
titik optimalnya akan menjadi kurang efektif karena pemisahan emulsi
semakin jenuh demulsifier maka kinerjanya akan Gravity Settling Proses pemisahan emulsi
semakin menurun. menggunakan prinsip gaya gravitasi
RPM Revolutions Per Minute
Dosis demulsifier yang sesuai menurut percobaan
ini adalah 200 ppm. Pengujian dilakukan hanya
sampai dosis 300 ppm karena hasil BS&W yang
menurun dan atas pertimbangan keekonomian. KEPUSTAKAAN
Dengn dosis yang lebih rendah, operasional lapangan ASTM D 4007-02., Standard Test Method for Wa-
akan lebih efisien. ter and Sediment in Crude Oil by the Centrifuge
Hasil percobaan ini dianggap sebagai solusi Method (Laboratory Procedure), An American
permasalahan emulsi di MOS (Main Oil Storage) National Standard.
Menggung. Dengan demikian dapat diusulkan solusi
Azizi, K., & Nikazar, M. (2015), Characteriza-
untuk menginjeksikan demulsifier dengan dosis yang
tion of Chemical Demulsification of Oil in Wa-
paling efektif (200 ppm) menggunakan Dosing Pump
melalui flowline menuju ke tangki. ter Emulsion: Comparison Between a Kinetics
Model and Laboratory Experiments, Petroleum
Science and Technology, 33(1): 8-14.
UCAPAN TERIMA KASIH Grace, R. (1992), Commercial Emulsion Breaking.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada MOS In Schramm, L.L. Emulsions Fundamentals &
Menggung yang telah diberikan kesempatan untuk Applications in the Petroleum Industry, Wash-
melaksanakan proyek penelitian ini. Penulis juga ington DC : American Chemical Society.
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ir. Edi Effendi, Dahrul & Fidya Varayesi. (2022), Pen-
Untoro, M.T dan Bapak Moh. Sukarno, [Link].T atas garuh Penambahan Konsentrasi Reverse Demul-
bimbingan mereka yang sangat berharga, saran-
sifier Terhadap Nilai Oil Content dan Emulsion
saran yang mendalam, dan tinjauan cermat terhadap
Block Pada Air Injeksi Lapangan Jambi, PPPT-
jurnal ini. Keahlian dan masukan mereka penting
dalam penentuan arah dan peningkatan kualitas dari MGB “Lemigas”: Lembaran Publikasi Minyak
penelitian ini. dan Gas Bumi, 56(1):39-46.
Impian, D., & Praputri, E. (2014), Optimasi In-
jeksi Demulsifier Sebagai Respon Terhadap
DAFTAR ISTILAH/SINGKATAN Proses Acidizing, Jurnal Teknik Kimia, FTI,
Universitas Bung Hatta, 4(19).
Simbol Definisi Makmur, Tjuwati. (2010), The Advantage Of Oil
Content In Injection Water Determination Be-
BSW Basic Sediment & Water
fore Implementation Of Waterflood In Oilfield,
MOS Main Oil Station
Demulsifier Zat kimia pemecah emulsi
LEMIGAS R&D Centre for Oil and Gas Tech-
Demulsifikasi Proses pemecahan emulsi stabil dua nology.
atau lebih cairan yang tidak Manggala, M.R.,Sugiatmo Kasmungin., & Kar-
bercampur tika Fajarwati. (2017), Studi Pengembangan
Re-emulsifikasi Proses pembentukan kembali emulsi Demulsifier Pada Skala Laboratorium Untuk
yang telah terpisah Mengatasi Masalah Emulsi Minyak Di Lapa-
ASTM American Society for Testing and
Materials
Bottle Test Metode pengujian dosis demulsifier
132 | [Link]/10.29017/LPMGB.57.3.1596
menggunakan uji botol
Oil Test Alat untuk menguji kadar BSW
Centrifuge menggunakan prinsip gerak
Penentuan Dosis Demulsifier Terhadap Efektivitas Pemisahan Emulsi Sampel X
Menggunakan Metode Bottle Test dan Centrifuge
(Miftahul ‘Alim Muslim, dkk.)
[Link]/10.29017/LPMGB.57.3.1596 | 133