MODUL AJAR
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas XI
Fase :F
Nama Guru : RUSYIDA AULIA, [Link]
Sekolah : SMA NEGERI 1 SIJUNJUNG
KURIKULUM MERDEKA
TAHUN AJARAN 2024/2025
MODUL
AJAR
Membiasakan Berpikir Kritis dan
Semangat
Mencintai Iptek
A. INFORMASI UMUM MODUL
Nama Penyusun : Rusyida Aulia, [Link]
Instansi/Sekolah : SMA Negeri 1 Sijunjung
Jenjang / Kelas : SMA / XI (Sebelas)
Alokasi Waktu : 2 X 5 Pertemuan (10 x 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase : F
Pada akhir Fase F dalam elemen Al-Qur’an dan Hadits, peserta didik dapat
menganalisis Al- Qur’an dan Hadits tentang berfikir kritis, ilmu pengetahuan dan
teknologi, toleransi, memelihara kehidupan manusia, musibah, ujian, cinta tanah
air dan moderasi beragama; mempresentasikan pesan-pesan Al-Qur’an dan Hadits
tentang pentingnya berfikir kritis (critical thinking), ilmu pengetahuan dan teknologi,
toleransi, memelihara kehidupan manusia, musibah, ujian, cinta tanah air dan
moderasi beragama; membiasakan membaca Al-Qur’an dengan meyakini bahwa
berfikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi, toleransi, memelihara kehidupan
manusia, musibah, ujian, cinta tanah air dan moderasi beragama adalah ajaran
agama; membiasakan sikap rasa ingin tahu, berfikir kritis, kreatif, dan adaptif
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi, toleransi, peduli sosial,
cinta damai, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab, sabar, tabah, pantang
menyerah, tawakal, dan selalu berprasangka baik kepada Allah Swt. dalam
menghadapi ujian dan musibah, cinta tanah air, dan moderasi dalam beragama.
Dalam elemen akidah, peserta didik menganalisis cabang-cabang iman,
keterkaitan antara iman, Islam dan ihsan, serta dasar-dasar, tujuan dan manfaat
ilmu kalam; mempresentasikan tentang cabang-cabang iman, dasar-dasar, tujuan
dan manfaat ilmu kalam; meyakini bahwa cabang-cabang iman, keterkaitan
antara iman, Islam dan ihsan, serta dasar-dasar, tujuan dan manfaat ilmu kalam
adalah ajaran agama; membiasakan sikap tanggung jawab, memenuhi janji,
menyukuri nikmat, memelihara lisan, menutup aib orang lain, jujur, peduli sosial,
ramah, konsisten, cinta damai, rasa ingin tahu dan pembelajar sepanjang hayat.
Dari elemen akhlak, peserta didik dapat memecahkan masalah perkelahian
antarpelajar, minuman keras (miras), dan narkoba dalam Islam; menganalisis
adab menggunakan media sosial dalam Islam, menganalisis dampak negatif sikap
munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari, sikap inovatif
dan etika berorganisasi; mempresentasikan cara memecahkan masalah
perkelahian antarpelajar dan dampak pengiringnya, minuman keras (miras), dan
narkoba; menganalisis adab menggunakan media sosial dalam Islam, dampak
negatif sikap munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari;
meyakini bahwa agama melarang melakukan perkelahian antarpelajar, minuman
keras, dan narkoba, munafik, keras hati, dan keras kepala, meyakini bahwa adab
menggunakan media sosial dalam Islam dapat memberi keselamatan bagi individu
dan masyarakat dan meyakini bahwa sikap inovatif dan etika berorganisasi
merupakan perintah agama; membiasakan sikap taat pada aturan, peduli sosial,
tanggung jawab, cinta damai, santun, saling menghormati, semangat kebangsaan,
jujur, inovatif, dan rendah hati.
Dalam elemen fikih, peserta didik mampu menganalisis ketentuan pelaksanaan
khutbah, tablig dan dakwah, ketentuan pernikahan dalam Islam, mawaris, dan
konsep ijtihad; mempresentasikan tentang ketentuan pelaksanaan khutbah, tablig
dan dakwah, ketentuan pernikahan dalam Islam, mawaris, dan konsep ijtihad;
menerapkan ketentuan khutbah, tablig, dan dakwah, ketentuan pernikahan dalam
Islam, mawaris, dan meyakini bahwa ijtihad merupakan salah satu sumber hukum
Islam; membiasakan sikap menebarkan Islam raḥmat li al-alamin, komitmen,
bertanggung jawab, menepati janji, adil, amanah, terbuka terhadap ilmu
pengetahuan, dan menghargai perbedaan pendapat.
Dalam elemen sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu menganalisis peran
dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia, perkembangan
peradaban Islam di dunia, dan peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia;
mempresentasikan peran dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di
Indonesia, perkembangan peradaban Islam di dunia, dan peran ormas (organisasi
masyarakat) Islam di Indonesia; mengakui keteladanan tokoh ulama Islam di
Indonesia, meyakini kebenaran perkembangan peradaban Islam pada masa
modern, peradaban Islam di dunia, meyakini pemikiran dan pergerakan
organisasiorganisasi Islam berdasarkan ajaran agama; membiasakan sikap gemar
membaca, menulis, berprestasi, dan kerja keras, tanggung jawab, bernalar kritis,
semangat kebangsaan, berkebinekaan global, menebarkan Islam raḥmat li al-
alamin, rukun, damai, dan saling bekerjasama
Elemen Capaian
Al-Qur’an dan Hadis Peserta didik dapat menganalisis Al-Qur’an dan Hadis
tentang berfikir kritis, ilmu pengetahuan dan teknologi,
toleransi, memelihara kehidupan manusia, musibah,
ujian, cinta tanah air dan moderasi beragama;
mempresentasikan pesanpesan Al- Qur’an dan Hadits
tentang pentingnya berfikir kritis (critical thinking), ilmu
pengetahuan dan teknologi, toleransi, memelihara
kehidupan manusia, musibah, ujian, cinta tanah air dan
moderasi beragama; membiasakan membaca Al-Qur’an
dengan meyakini bahwa berfikir kritis, ilmu
pengetahuan dan teknologi, toleransi, memelihara
kehidupan manusia, musibah, ujian, cinta tanah air dan
moderasi beragama adalah ajaran agama;
membiasakan sikap rasa ingin tahu, berfikir kritis,
kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, dan teknologi, toleransi, peduli sosial,
cinta damai, semangat kebangsaan, dan tanggung
jawab, sabar, tabah, pantang menyerah, tawakal, dan
selalu berprasangka baik kepada Allah Swt. dalam
menghadapi ujian
dan musibah, cinta tanah air, dan moderasi dalam
beragama.
Aqidah Peserta didik menganalisis cabang-cabang iman,
keterkaitan antara iman, Islam dan ihsan, serta dasar-
dasar, tujuan dan manfaat ilmu kalam;
mempresentasikan tentang cabang-cabang iman, dasar-
dasar, tujuan dan manfaat ilmu kalam; meyakini bahwa
cabangcabang iman, keterkaitan antara iman, Islam
dan ihsan, serta dasar-dasar, tujuan dan manfaat ilmu
kalam adalah ajaran agama; membiasakan sikap
tanggung jawab, memenuhi janji, menyukuri nikmat,
memelihara lisan, menutup aib orang lain, jujur, peduli
sosial, ramah, konsisten, cinta damai, rasa ingin
tahu dan pembelajar sepanjang hayat.
Akhlak Peserta didik dapat memecahkan masalah perkelahian
antarpelajar, minuman keras (miras), dan narkoba
dalam Islam; menganalisis adab menggunakan media
sosial dalam Islam, menganalisis dampak negatif sikap
munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan
sehari hari, sikap inovatif dan etika berorganisasi;
mempresentasikan cara memecahkan masalah
perkelahian antarpelajar dan dampak pengiringnya,
minuman keras (miras), dan narkoba; menganalisis
adab menggunakan media sosial dalam Islam, dampak
negatif sikap munafik, keras hati, dan keras kepala
dalam kehidupan sehari hari; meyakini bahwa agama
melarang melakukan perkelahian antarpelajar,
minuman keras, dan narkoba, munafik, keras hati, dan
keras kepala, meyakini bahwa adab menggunakan
media sosial dalam Islam dapat memberi keselamatan
bagi individu dan masyarakat dan meyakini bahwa sikap
inovatif dan etika berorganisasi merupakan perintah
agama; membiasakan sikap taat pada aturan, peduli
sosial, tanggung jawab, cinta damai, santun, saling
menghormati, semangat kebangsaan, jujur, inovatif, dan
rendah
hati.
Fikih Peserta didik mampu menganalisis ketentuan
pelaksanaan khutbah, tablig dan dakwah, ketentuan
pernikahan dalam Islam, mawaris, dan konsep ijtihad;
mempresentasikan tentang ketentuan pelaksanaan
khutbah, tablig dan dakwah, ketentuan pernikahan
dalam Islam, mawaris, dan konsep ijtihad; menerapkan
ketentuan khutbah, tabligh, dan dakwah, ketentuan
pernikahan dalam Islam, mawaris, dan meyakini bahwa
ijtihad merupakan salah satu sumber hukum Islam;
membiasakan sikap menebarkan Islam raḥmat li al-alamin,
komitmen, bertanggung jawab, menepati janji, adil,
amanah, terbuka terhadap ilmu
pengetahuan, dan menghargai perbedaan pendapat.
Sejarah Peradaban Islam Peserta didik mampu menganalisis peran dan
keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di
Indonesia, perkembangan peradaban Islam di dunia,
dan peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia;
mempresentasikan peran dan keteladanan tokoh ulama
penyebar ajaran Islam di Indonesia, perkembangan
peradaban Islam di dunia, dan peran ormas (organisasi
masyarakat) Islam di Indonesia; mengakui keteladanan
tokoh ulama Islam di Indonesia, meyakini kebenaran
perkembangan peradaban Islam pada masa modern,
peradaban Islam di dunia, meyakini pemikiran dan
pergerakan organisasi-organisasi Islam berdasarkan
ajaran agama; membiasakan sikap gemar membaca,
menulis, berprestasi, dan kerja keras, tanggung jawab,
bernalar kritis, semangat kebangsaan, berkebinekaan
global, menebarkan Islam raḥmat li al-alamin, rukun,
damai, dan saling bekerjasama.
Tujuan Pembelajaran a. Membaca dengan tartil Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan
QS. ar- Rahman/55: 33, serta Hadis tentang berpikir
kritis dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Menghafalkan dengan fasih dan lancar Q.S. Ali
Imran/3: 190- 191 dan QS. ar-Rahman/55: 33, serta
Hadis tentang berpikir kritis dan ilmu pengetahuan
dan teknologi
c. Mempresentasikan tentang Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-
191 dan
Q.S. arRahman/55: 33, serta Hadis tentang berpikir
kritis dan ilmu pengetahuan dan teknologi,
d. Terbiasa membaca Al-Qur’an dengan meyakini
bahwa berpikir kritis dan ilmu pengetahuan dan
teknologi adalah perintah agama, serta
membiasakan rasa ingin tahu, berpikir kritis, kreatif,
dan adaptif terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
e. Menganalisis Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S. ar-
Rahman/55: 33, serta Hadis tentang berpikir kritis
dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang dimaksud dengan berpikir secara kritis?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan berpikir kritis
dalam Islam?
3. Bagaimana cara membiasakan diri untuk berpikir
kritis?
Profil Pancasila Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak
Mulia
Berkebhinekaan Global
Mandiri
Bernalar
Kritis
Kreatif
Kata kunci Berpikir Kritis
Tadarrus
Iptek
Tadabbur
Membaca Tartil
Ulil Albab
Ilmu Tajwid
Ayat Qauliyah
Makharijul Huruf
Target Peserta Didik :
Peserta didik Reguler
Jumlah Siswa :
30 Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian jumlah anggota kelompok ketika
jumlah siswa sedikti atau lebih banyak)
Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan pembelajaran
- Asesmen individu
- Asesmen kelompok
Jenis Assesmen :
Presentasi
Produk
Tertulis
Unjuk Kerja
Tertulis
Model Pembelajaran
Tatap muka
Ketersediaan Materi :
Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit
memahami konsep:
YA/TIDAK
Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan peserta didik :
Individu
Berkelompok (Lebih dari dua orang)
Metode dan Model Pembelajaran :
Cooperative learning Model Small Group Discussion, demonstrasi, resitasi
Metode pembelajaran yang dapat dipersiapkan dan digunakankan sebagai
alternatif dalam mempelajari bahan ajar ini, antara lain: bermain puzzle, sort
card, make a match, bermain peran (role playing), poster komen, sebagai
ikhtiar dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan (skill) peserta
didik dalam membaca Al-Qur’an dan Hadis dengan menggunakan metode drill
(latihan dengan mengulang-ulang).
Materi Pembelajaran
Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai Iptek
1. Telaah Q.S. Ali Imrān/3: 190-191 tentang Berpikir Kritis
2. Telaah Hadis dan Penjelasan Lain tentang Berpikir Kritis
3. Telaah Q.S. ar-Rahmān/55: 33 tentang Mencintai Iptek
4. Telaah Hadis dan Penjelasan lain tentang Berpikir Kritis
Media Belajar:
1. Sumber Belajar Utama
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Lentera Hati, 2009
Hamka, Tafsir Al-Azhar, Panjimas, 1990.
Mas’ud Syafi’i, Pelajaran Tajwid,
Kemendikbud, Buku Siswa PAI-BP Kls XI, Puskurbuk, 2020
Kemenag, Buku Siswa PAI-BP Kls XI, Ditpai 2019
2. Sumber rujukan
Buku Tafsir, Buku Tajwid, dan Buku-buku Metode Cepat Membaca
Al-Qur’an, misalnya Buku Iqra’, al-Barqy, Tilawati, dan lainnya.
3. Sumber Alternatif
Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di
lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
Sarana Prasarana dan Media Pembelajaran
Al-Qur’an (Jika perlu, setiap peserta membawa Al-Qur’an, bahkan lebih bagus
lagi yang dibawa itu adalah Al-Qur’an dan Terjemah, apalagi sampai
membawa Tafsir Al-Qur’an
yang Muhkamah atau Mu’tamad); dan Buku Ilmu Tajwid, serta kitab Hadis
Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.
LCD projector, speaker active, laptop, Multimedia Pembelajaran Interaktif
(MPI), Jaringan internet, handphone, alat tulis sekolah dan media lain yang
dibutuhkan.
Persiapan Pembelajaran :
Menyiapkan bahan ajar/materi
Menyiapkan alat dan bahan
Menyiapkan rubric penilaian
Menyiapkan alat penilaian
Langkah-langkah pembelajaran :
1. Tujuan Pembelajaran:
Setelah berdiskusi dalam kelompok peserta didik dapat:
a. Membaca dengan tartil Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S. ar-Rahman/55:
33 tentang berpikir kritis dan semangat mencitai iptek!
b. Mengidentifikasi hukum bacaan tajwid Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan
Q.S. ar- Rahman/55: 33 tentang berpikir kritis dan semangat mencintai
iptek dengan teliti.
c. Menjelaskan asbabun nuzul Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S.
arRahman/55: 33 tentang berpikir kritis dan semangat mencitai iptek
dengan baik.
d. Menganalisis terjemah kata Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S.
arRahman/55: 33 tentang berpikir kritis dan semangat mencitai iptek
dengan mantap.
e. Menganalisis terjemah ayat Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S.
arRahman/55: 33 tentang berpikir kritis dan semangat mencitai iptek
dengan benar.
f. Memperkuat materi ajar tentang berpikir kritis dan semangat mencitai
iptek dengan benar yang berlandaskan Hadis.
g. Mengidentifikasi isi kandungan dan sikap yang mencerminkan Q.S. Ali
Imran/3: 190-191 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 tentang berpikir kritis dan
semangat mencitai iptek dengan benar.
h. Memperdalam telaah berpikir kritis dan semangat mencitai iptek.
i. Menganalisis hikmah berpikir kritis dan semangat mencitai iptek dengan baik.
j. Menganalisis contoh penerapan berpikir kritis dan semangat mencitai iptek.
Setelah melalui latihan, peserta didik dapat:
1. Mendemonstrasikan bacaan kata demi kata Q.S. Ali Imran/3: 190-191
dan Q.S. ar- Rahman/55: 33 sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul
huruf.
2. Mendemonstrasikan bacaan secara keseluruhan Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191
dan Q.S. ar- Rahman/55: 33 sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul
huruf.
3. Mencontohkan hafalan Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S. ar-Rahman/55:
33 dengan lancar.
4. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S.
arRahman/55: 33 dengan lancar.
5. Mempresentasikan hubungan antara kualitas keimanan dengan berpikir
kritis dan semangat mencitai iptek sesuai dengan pesan Q.S. Ali Imran/3:
190-191 dan Q.S. ar- Rahman/55: 33, serta Hadits terkait.
2. Apersepsi
Guru membimbing peserta didik, agar mengamati 4 gambar atau ilustrasi! Lalu
peserta didik memberi tanggapan yang dikaitkan dengan materi ajar yang
dipelajari, yakni: Menelaah Q.S. Ali Imran/3: 190-191 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33
tentang berpikir kritis dan semangat mencitai iptek!
3. Pemantik
Guru membimbing peserta didik, agar memahami dan merenungkan artikel Bijak
Terhadap Informasi, sebagai bagian dari pemahaman awal dari materi ajar yang
akan dipelajari!
4. Aktivitas Pembelajaran
Pendahulua 1) Mempersiapkan alat peraga/media/bahan berupa laptop, LCD
n projector, speaker active, laptop, Multimedia Pembelajaran
Interaktif (MPI), handphone, spidol warna atau media lain.
2) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta
peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus Al-
Qur`an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
3) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan
yang terkait dengan materi pelajaran, menyampaikan
cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang
akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian.
4) Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai
kelompoknya masing-masing.
Kegiatan Inti Pertemuan pertama
1) Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis.
Infografis tersebut berisi materi tentang Q.S. Ali ‘Imrān/3:
190-191 dan Q.S. ar- Rahmān/58: 33, serta Hadis terkait.
2) Guru memberikan informasi tambahan untuk memperkuat
pemahaman peserta didik terhadap infografis tersebut.
3) Guru meminta peserta didik untuk mengamati gambar
(tadabbur) Lalu berilah tanggapan yang dikaitkan dengan
materi ajar yang dipelajari, yakni: Menelaah Q.S. Ali Imran/3:
190-191 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 tentang Berpikir Kritis
dan semangat mencitai iptek! .
4) Guru meminta peserta didik untuk membaca kisah inspiratif
Bijak Terhadap Informasi. guru memberi waktu beberapa
menit, agar peserta didik memahami dan merenungkan isi
kandungan dari artikel tersebut, sehingga memiliki
pemahaman awal tentang materi yang akan dipelajari.
5) Peserta didik diminta menuliskan kesimpulan dari kisah
inspiratif tersebut di buku masing-masing.
6) Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk mulai
membahas materi pelajaran dan aktivitas-aktivtias di
dalamnya pada rubrik “Wawasan
Keislaman”
Pertemuan kedua Telaah Q.S. Ali Imrān/3: 190-191 tentang
Berpikir Kritis
Aktivitas Peserta Didik: 1.4
Guru membentuk peserta didik menjadi 3 kelompok. Lalu,
setiap kelompok mendapatkan sub-materi dari materi ajar
yang akan dipelajari:
1) membaca secara tartil (sesuai ilmu tajwid dan
makharijul huruf)
Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191 dan Hadis yang terkait;
2) menganalisis isi kandungan Q.S. Ali Imrān/3: 190-191
dan Hadis yangterkait;
3) Menghafalkan dengan fasih dan lancar Q.S. Ali Imrān/3:
190-191. Hasilnya dipresentasikan oleh masing-masing
kelompok!
Aktivitas Peserta Didik: 1.5
Peserta didik diminta membaca dengan fasih dan benar
Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191 berikut ini. Sesuaikan bacannya
dengan menggunakan Ilmu Tajwid dan Makharijul huruf!
Aktivitas Peserta Didik: 1.6
Peserta didik diminta memperhatikan dengan cermat teks
Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191.
Buatlah kajian dari aspek ilmu tajwidnya. Berikut ini ada
beberapa contoh, selanjutnya kembangkan untuk kalimat
atau lafal yang lain dari ayat tersebut!
Aktivitas Peserta Didik: 1.7
Peserta didik diminta mencermati teks Q.S. Ali ‘Imrān/3:
190-191. kata per kata. Maknai dari kata atau lafal dari ayat
tersebut yang belum ada artinya!
Pertemuan ketiga Telaah Hadis dan Penjelasan Lain tentang
Berpikir
Kritis
a) Guru menciptakan suasana kondusif selama proses
pembelajaran.
b) Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan
pembelajaran.
c) Peserta didik diminta memperhatikan dengan cermat teks
Hadis
d) Peserta didik diminta mencermati makna kata Hadis
tentang Berpikir Kritis
e) Guru memberikan permasalahan terkait Telaah Hadis
dan Penjelasan Lain tentang Berpikir Kritis
f) Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait
Telaah Hadis dan Penjelasan Lain tentang Berpikir Kritis.
g) Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan
masalah.
h) Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan
informasi dari kitab-kitab tafsir untuk menjawab rumusan
masalah.
i) Peserta didik melakukan analisa perbandingan isi masing-
masing kitab tafsir.
j) Peserta didik mempresentasikan di depan kelas dan
secara bersama-sama menyimpulkan hasil temuan yang
diperoleh.
Pertemuan keempat Telaah Q.S. ar-Rahmān/55: 33 tentang
Mencintai
Iptek
Aktivitas Peserta Didik: 1.8
Peserta didik diminta untuk memahami dan merenungkan
artikel Ilmu dan Amal, sebagai bagian dari pemahaman dari
materi ajar yang akan dipelajari!
Aktivitas Peserta Didik: 1.9
Peserta didik diminta untuk membaca dengan fasih dan
benar Q.S. ar-Rahmān/55: 33 berikut ini. Sesuaikan
bacannya dengan menggunakan Ilmu Tajwid dan Makharijul
huruf!
Aktivitas Peserta Didik: 1.10
Peserta didik diminta memperhatikan dengan cermat teks
Q.S. ar- Rahmān/55: 33. Buatlah kajian dari aspek ilmu
tajwidnya. Berikut ini ada beberapa contoh, selanjutnya
kembangkan untuk kalimat atau lafal yang lain dari ayat
tersebut!
Aktivitas Peserta Didik: 1.11
Peserta didik diminta mencermati teks Q.S. ar-Rahmān/55:
33 kata per kata. Maknai dari kata atau lafal dari ayat
tersebut yang belum ada artinya!
Pertemuan kelima Telaah Hadis dan Penjelasan lain tentang
Berpikir Kritis
a) Guru menciptakan suasana kondusif selama proses
pembelajaran.
b) Guru menjelaskan ruang lingkup materi dan tujuan
pembelajaran.
c) Peserta didik diminta memperhatikan dengan cermat teks
Hadis
d) Peserta didik diminta mencermati makna kata Hadis tentang
Berpikir Kritis
e) Guru memberikan permasalahan terkait Telaah Hadis dan
Penjelasan Lain tentang Berpikir Kritis
f) Guru meminta peserta didik merumuskan masalah terkait
Telaah Hadis dan Penjelasan Lain tentang Berpikir Kritis.
g) Peserta didik mendiskusikan jawaban atas rumusan masalah.
h) Peserta didik melakukan aktivitas pengumpulan data dan
informasi dari kitab-kitab tafsir untuk menjawab rumusan
masalah.
i) Peserta didik melakukan analisa perbandingan isi masing-
masing kitab tafsir.
j) Peserta didik diminta untuk melakukan Aktivitas 1.12
Silakan baca berulang-ulang Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan
Q.S. alRahman/55: 33 menurut ilmu tajwid dan makharijul
huruf sampai kalian hafal. Gunakan HP kalian atau media
komunikasi lain untuk proses menghafal dengan
mendengarkan berkali-kali dari tilawah sang qari’/ qariah,
lalu cocokkan dengan hafalan kalian. Demonstrasikan hasil
hafalan kalian kepada teman kalian atau pihak lain
(tutor/mentor) yang sudah mahir. Perhatikan aspek-aspek
yang dinilai, antara lain: kesesuaian dengan ilmu
tajwid, ketepatan
makharijul huruf, dan kelancarannya.
Penutup Guru membuat kesimpulan atau rangkuman dari materi
yang disampaikan dalam satu pembelajaran.
Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari untuk
mengetahui hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran
Guru melakukan evaluasi hasil belajar terhadap materi
yang telah disampaikan kepada peserta didik
Mengajak semua peserta didik untuk mengakhiri
pembelajaran dengan berdoa dan salam
5. Metode dan Aktivitas Pembelajaran Alternatif untuk Mencapai Tujuan Pembelajaran
Di awal sudah dikemukakan, bahwa setiap guru beserta peserta didik harus
memiliki tekad bersama untuk menyelesaikan program TBQ (Tuntas Baca Al-
Qur’an). Caranya: kelas dibagi beberapa kelompok sesuai dengan hasil placement
test, yaitu: ada kelompok yang hasilnya sangat baik, baik, dan kurang. Kelompok
sangat baik dan baik harus membimbing rekannya
yang masih kurang. Lakukan dan selesaikan program TBQ (Tuntas Baca
AlQur’an) paling
lambat 3 bulan dengan pendekatan Tutorial Sebaya, sehingga guru tidak berjalan
sendiri, tetapi ada pihak lain yang membantu.
Sebagai bentuk keseriusan terhadap program ini, perlu dibuat pola administrasi
yang tepat untuk setiap peserta didik, sehingga guru atau tutor/mentor dapat
melihat peta perkembangannya, apakah program tersebut jalan atau tidak,
sehingga jika ada problem dapat diatasi segera.
Pelaksanaan Asesmen
Sikap
Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya
pada jurnal, baik sikap positif dan negatif.
Melakukan penilaian antarteman.
Mengamati refleksi peserta didik.
Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan
Presentasi
Proyek
Portofolio
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan: Remedial
Pengayaan diberikan untuk Remedial dapat diberikan kepada
menambah wawasan peserta didik peserta didik yang capaian
mengenai materi pembelajaran kompetensi dasarnya (KD) belum
yang dapat diberikan kepada tuntas.
peserta didik yang telah tuntas Guru memberi semangat kepada
mencapai kompetensi dasar (KD). peserta didik yang belum tuntas.
Pengayaan dapat ditagihkan atau Guru akan memberikan tugas bagi
tidak ditagihkan, sesuai peserta didik yang belum tuntas
kesepakatan dengan peserta didik. dalam bentuk pembelajaran ulang,
Berdasarkan hasil analisis penilaian, bimbingan perorangan, belajar
peserta didik yang sudah kelompok, pemanfaatan tutor
mencapai ketuntasan belajar diberi sebaya bagi peserta didik yang
kegiatan pembelajaran pengayaan belum mencapai ketuntasan belajar
untuk perluasan atau pendalaman sesuai hasil analisis penilaian.
materi
Kriteria Penilaian :
Penilaian proses: berupa catatan/deskripsi kerja saat diskusi kelompok.
Penilaian Akhir: Skor nilai 10-100
Rubrik Penilaian :
Penilaian Sikap
Berilah tanda centang (v) pada kolom berikut dan berikan alasannya!
Jawaban
No Pernyataan S Rg Ts Alasan
1 Berikhtiar secara maksimal untuk
meneladani Rasulullah Saw. Meskipun
dosanya sudah diampuni oleh Allah Swt.
beliau tetap beribadah
sampai bengkakbengkak kakinya.
2 Menjadi kelompok Ulil Albab, yakni orang
yang memiliki akal pikiran yang lurus,
nurani yang bersih, serta menjadi hamba
Allah Swt. yang mengisi waktunya untuk
memikirkan alam raya
ini, tidak ada yang sia-sia.
3 Setiap muslim sangat dituntut
menggunakan akal pikiran dan akal
budinya, menghasilkan kesadaran diri
bahwa semua penciptaan itu
bersumber dari Allah. Selanjutnya,
mengajak diri
dan orang lain, agar semakin dekat
(taqarrub) kepadaNya.
4 Penguasaan ilmu harus dilakukan, jika
ingin menjadi pribagi, umat, dan negara
yang sukses
merengkuh kehidupan dunia akhirat
5 Para ulama, baik dari buah karyanya
maupun kisah (biografi) hidupnya, masih
dapat diambil menjadi teladan, tentang
bagaimana cara mereka mencari ilmu
dengan sungguh-sungguh,
penuh keikhlasan dan kesabaran, serta
olah batin yang dilakukan.
Keterangan : S = Setuju, Rg = Ragu-Ragu, Ts = Tidak Setuju
Tabel Penilaian
Nilai = ∑ Skor Pernyataan/Skor Maksimal * 4
Penilaian Keterampilan
Instrumen Penilaian Praktik (Membaca/Menghafal)
Q.S. Ali ‘Imran/3: 190-191 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33
Rubrik Penilaian Aspek Praktik
Dalam Bentuk Membaca/Menghafal Al-Qur’an (Individual)
Nomor
Skor Jumlah Nilai Predikat
Penskoran Nilai1 = Jumlah
2 Skor 3 4 5
[Link] 4
Penilaian Praktik 4 4 4 4 20
Kelompok:
Capaian
Kelas dibagi 5 kelompok, sesuai dengan Penilaian Proyek yang sudah
dilaksanakan. Lalu setiap kelompok menilai kaligrafi yang dibuat oleh masing-
masing peserta didik. Penilaian harus berdasarkan kesepakatan seluruh
anggota di kelompok tersebut, berdasarkan kriteria yang dijelaskan oleh GPAI.
Buat rekap nilainya dengan benar. Hasilnya diserahkan kepada GPAI.
Individual:
Setiap kelas ada 1 peserta didik (sebagai Juara 1) yang memperagakan
pembuatan dasar- dasar pembuatan Aspekkaligrafi.
Yang Dinilai
Sementara itu, GPAI bersama
No Nama
peserta didik lainnya memberikan Makharij Nilai
Tajwid (1-4) tanggapan dan penilaian.
Tartil (1-3)
ul huruf
b. Penilaian Portofolio (1-3)
1 Ahmad
Tuliskanlah semua aktivitas keagamaan kalian, baik di sekolah, rumah, maupun
2 Arif
masyarakat pada buku Penilaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti!
Dst
Refleksi Guru:
Apakah kegiatan belajar berhasil?
Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
Apa yang menurut Anda berhasil?
Aspek Kriteria Skor
Kesulitan apa yang
Tajwid dialami guru dan peserta
Tidak melakukan kesalahan tajwiddidik? 4
Apa langkah yang perlu dilakukan
Melakukan untuk memperbaiki
1-5 kesalahan tajwid proses belajar? 3
Apakah seluruh Melakukan
peserta didik mengikuti
6-10 pelajaran
kesalahan tajwid dengan baik? 2
Melakukan lebih dari 11 kesalahan tajwid 1
Refleksi
Tartil Peserta Didik:Baik 3
Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini?
Cukup 2
Apa yang akan kamu Kurang lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu? 1
Kepada Huruf
Makharijul Tidak
siapa kamu melakukan
akan memintakesalahan makharijul
bantuan untuk huruf pelajaran
memahami 3 ini?
Jika kamu diminta Melakukan 1-5 kesalahan
untuk memberikan makharijul
bintang huruf
1 sampai 2
5, berapa bintang
akan kamu berikanMelakukan lebih dari 11 kesalahan makharijul 1
pada usaha yang huruf
telah kamu lakukan?
Bagian mana dari pembelajaran ini yang menurut kamu menyenangkan?
Mengetahui, Muaro Sijunjung, 08 September 2024
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sijunjung Guru Mata Pelajaran
Hasmi Gustin Rosa, [Link] Rusyida Aulia, [Link]
NIP. 19720806 199412 2 001 NIP. 19930724 202012 2 010
C. LAMPIRAN
Lembar Kerja :
Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada pernyataan di bawah ini
sebagai jawaban yang paling tepat!
1. Saat itu Rasulullah Saw. bersama istrinya, Aisyah Ra. lalu beliau minta izin
untuk beribadah. Lama sekali sampai menjelang subuh, bahkan menangis
tersedu-sedu, karena begitu dalamnya perenungan ayat yang dibaca. Adapun
ayat yang dibaca adalah … .
A. Q.S. al-Baqarah/2: 190-191
B. Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190-191
C. Q.S. an-Nisā’/4: 150-151
D. Q.S. al-Maidah/5: 109-110
E. Q.S. al-An’ām/6: 145-146
2. Perhatikan Q.S. Ali ‘Imrān/3: 190 ini!
3. Perhatikan potongan Q.S. Ali ‘Imrān/3: 191 berikut ini!
Berdasarkan potongan ayat tersebut, yang termasuk isi dan kandungannya
adalah … .
A. penciptaan yang beraneka ragam dan berwarna
B. menyelimuti kelompok dari kebimbangan dan keraguan
C. keimanan itu membuahkan ketenangan, serta kebahagiaan
D. berpikir kritis yang menghasilkan kesimpulan tidak ada yang sia-sia
E. kemerdekaan berpikir kritis, agar menghasilkan wawasan yang utuh
4. Orang-orang yang memiliki akal pikiran yang sehat serta akal budi yang
bersih dikenal dengan istilah ulil albab. Di antara tanda-tandanya adalah…
A. keterlibatannya dalam berbagai peristiwa
B. peduli aspek pendidikan dalam meningkatkan martabat
C. pemikirannya mendalam tetapi membawa kesimpulan yang sia-sia
D. semua kondisi yang menimpanya, menghasilkan banyak sekali manfaat
E. daya kritisnya utuh, sehingga tidak didapati keinginan yang meresap
5. Islam sangat menggalakkan untuk berpikir kritis, meneliti dan mengkaji
segala hal yang terkait dengan makhluk ciptaan Allah Swt., tetapi dilarang
memikirkan tentang ….
A. qadha dan segala takdir-Nya
B. nama-nama-Nya yang indah
C. al-Asmaul Husna yang 99
D. sifat-sifat-Nya yang utuh
E. Dzat-Nya atau Hakikat-Nya
6. Berpikir itu ada batasnya. Jika tidak, banyak kekacauan yang terjadi, termasuk
yang terjadi di seputar kehidupan umat manusia. Di antara dampak negatifnya
adalah … .
A. indahnya dunia yang terus diperbaiki
B. semakin banyak hasil perenungan yang didapatkan
C. kehidupan dunia tetap berjalan sesuai kehendak manusia
D. banyak manusia yang tidak mengakui keberadaan Tuhannya
E. akal pikirannya menjadi tumpul dan minim martabat yang didapat
7. Setiap orang harus bercita-cita memiliki ilmu setinggi langit. Namun harus
disadari bahwa Ilmu yang salah, menjadi penyebab kegagalan dan kehancuran.
Sebab itu, ilmu harus dipandu oleh … .
A. landasan yang rinci seluas problema manusia
B. kembali dan menyatunya jati diri bersama pihak lain
C. sistem kepercayaan yang dapat diterima oleh orang banyak
D. kematangan berpikir dan dalamnya penghayatan yang dilakukan
E. iman yang kuat dan cara beribadah yang benar
8. Perhatikan potongan Q.S. ar-Rahman/55: 33 berikut ini!
Berdasarkan potongan ayat tersebut, yang termasuk isi dan kandungannya
adalah … .
A. perintah Allah Swt. kepada jin dan manusia untuk melintasi penjuru langit
B. kebebasan bagi jin dan manusia untuk kerjasama untuk hal yang baik
C. tidak semua jin dan manusia mampu mengendalikan nafsunya
D. kehinaan bagi siapa saja yang menuhankan semesta raya
E. luasnya penjuru langit dan bumi serta di antara keduanya
9. 9. Berdasarkan Hadis Nabi Saw., silih bergantinya tahun dan bulan, bukan
sekedar berubahnya waktu, namun itu cara Allah Swt. mengambil ilmuNya
dengan cara … .
A. timbul kemalasan di sebagian besar para penuntut iptek
B. jauhnya umat dari para pakar yang membidangi ilmu tersebut
C. mewafatkan para ulama dengan ilmu yang dimilikinya
D. minimnya kehadiran umat di seputar ulama
E. berkurangnya para tokoh yang menguasai
[Link] dan semangat menuntut ilmu, itu menjadi keharusan. Namun, ada faktor
lain yang harus diperhatikan bagi penuntut ilmu. Hal itu adalah … .
A. melakukan seleksi guru dan ilmu yang ingin dipelajari
B. kapasitas akal yang naik turun sesuai banyak tidaknya ilmu
C. jumlah dana yang dibutuhkan dengan dana orang tua
D. olah batin yang menurunkan semangat lahir/fisik
E. keamanan dan kesehatan yang melingkupinya
Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar!
Aktivitas 1.13
Aktivitas Peserta Didik:
Ini kerja pribadi, bukan kelompok. Perintahnya adalah buatlah kaligrafi dari Q.S.
Ali ‘Imran/3: 190, dan 191, atau Q.S. ar-Rahman/55: 33. Silakan dipilih ayatnya,
setiap peserta didik hanya milih 1 (satu) ayat saja dari 3 (tiga) pilihan yang ada.
Dibuat di kertas ukuran A4, pekan depan dikumpulkan.
Bahan Bacaan Peserta Didik :
- Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi tentang
Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai Iptek dari berbagai media
atau website resmi di bawah naungan Kementerian pendidikan, kebudayaan,
riset dan teknologi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK
Kelas XI Penulis : Ahmad Taufik, Nurwastuti Setyowati tahun 2021
- Buku Panduan siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK
Kelas XI Penulis : Ahmad Taufik, Nurwastuti Setyowati tahun 2021
Glosarium:
Daftar Pustaka:
Departemen Agama RI. 1995. Al Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: Karya Toha
Putra.
Dimyati, HA Sholeh dan Faisal Ghozali. 2018 Buku Siswa Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.
Ghaniem, AKA. 1993. Belajar Membaca dan Menulis Al-Qur’an Versi Salsabila.
Jakarta: DD Republika.
Hanafie, Rukmini, 2009. Pengaruh Mentoring Sebaya Terhadap Peningkatan
Kemampuan Membaca Al Qur’an Siswa: Suatu Studi Pada Siswa SMK Negeri 39
Jakarta Skripsi: Uniat. Hardian, Novi & Tim, Super Mentoring Senior. Bandung:
Syamil, 2005.
Hatta, Ahmad. 2009. Tafsir Qur’an Per Kata. Jakarta: Maghfirah.