0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan5 halaman

Panduan MPLS SDN Mulyoagung 2023/2024

Diunggah oleh

Septia Tia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan5 halaman

Panduan MPLS SDN Mulyoagung 2023/2024

Diunggah oleh

Septia Tia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN

MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS)


SDN MULYOAGUNG I BOJONEGORO
TAHUN PELAJARAN 2023/2024

A. Latar Belakang
Sekolah adalah tempat belajar dan bermain yang menyenangkan. Suasana
menyenangkan dapat dihadirkan ketika semua ekosistem sekolah terlibat dalam
pembelajaran bermakna, bermanfaat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Interaksi yang lahir dari sekolah juga harus mendukung tumbuh kembang peserta didik
dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah adalah laboratorium awal untuk
mengenalkan hakikat sekolah kepada peserta didik. Hanya saja, di masa pengenalan
lingkungan sekolah praktik-praktik kekerasan, perpeloncoan, bullying turut hadir
dengan alasan yang tidak dibenarkan dan jauh dari hakikat pendidikan.
Situasi ini membuat Pemerintah mengeluarkan Permendikbud Nomor 18 Tahun
2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Masa Orientasi
Sekolah (MOS) pun berubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pada masa MPLS ini seluruh aktivitas yang ada haruslah bersifat edukatif dan
menyenangkan, sehingga peserta didik baru mampu mengenali ekosistem sekolah
dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, tempat mereka bermain, belajar,
meningkatkan prestasi, dan menumbuhkembangkan karakternya.
Situasi Pemulihan Pembelajaran ini kami membuat model dan strategi
pelaksanaan MPLS berubah menyesuaikan protokol kesehatan yang ditetapkan
pemerintah. Meskipun begitu, hakikat dan nilai-nilai pelaksanaan MPLS tidak berubah.
Kegiatan MPLS harus tetap menjadi laboratorium awal siswa baru mengenali
lingkungan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan.

B. Pengertian MPLS
Secara sederhana MPLS adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah
dalam rangka memperkenalkan para siswa baru pada semua hal yang berhubungan
dengan sekolah. Perkenalan tersebut bukan hanya sebatas antar murid baru saja atau
dengan kakak kelas serta guru namun juga pada komponen lainnya, meliputi
pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep
pengenalan diri, dan pembinaan. Bagi sekolah-sekolah Boarding School, pengenalan
budaya kehidupan di asrama menjadi materi penting.
C. Tujuan Pelaksanaan MPLS
Mengapa wajib dilakukan MPLS bagi semua siswa baru? Tentu saja tidak
terlepas dari tujuan ataupun manfaat yang didapatkan dari kegiatan MPLS itu
sendiri. Berikut tujuan ataupun manfaat kegiatan MPLS:
1. Mengenali potensi diri siswa baru;
2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya,
antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana
sekolah;
3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
4. Mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya;
5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling
menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup
bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos
kerja, dan semangat gotong royong.

D. Materi yang Diberikan pada Pelaksanaan MPLS


Apa saja materi yang disampaikan saat kegiatan MPLS? Biasanya setiap sekolah
memiliki materi yang sedikit berbeda disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Beberapa materi yang perlu disampaikan saat pelaksanaan kegiatan MPLS, antara
lain:
1. Wawasan Wiyata Mandala;
2. Kegiatan Kesiswaan, baik itu Intrakurikuler, seperti OSIS ataupun
Ekstrakurikuler, seperti Kepramukaan, UKS, Seni, Olahraga, dan lain-lain;
3. Pendidikan Karakter;
4. Cara Belajar Efektif;
5. Pengenalan Budaya Lokal.

E. Pelaksanaan Kegiatan MPLS


Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilakukan selama
10 hari minggu pertama awal tahun pelajaran, di hari sekolah dan di jam pelajaran.
Jika dilaksanakan lebih dari 10 hari, pihak orang tua berhak mempertanyakan alasan
dibalik keputusan tersebut. Pada kegiatan MPLS tahun ini dilaksanakan secara tatap
muka.

F. Penyelenggara MPLS di Sekolah


Penyelenggara teknis kegiatan MPLS adalah Guru, dibantu oleh siswa dengan
beberapa ketentuan, sebagai berikut:
a. Siswa merupakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan/atau Majelis
Perwakilan Kelas (MPK) dengan jumlah paling banyak 2 (dua) orang per rombongan
belajar/kelas; dan mereka tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat buruk dan/atau
riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan;
b. Jika sekolah belum memiliki pengurus OSIS/MPK boleh dari siswa lainnya
dengan syarat: siswa tidak memiliki kecenderungan sifat buruk dan riwayat sebagai
pelaku tindak kekerasan; dan memiliki prestasi akademik dan nonakademik yang
baik dibuktikan dengan nilai rapor dan penghargaan nonakademik atau memiliki
kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang dibuktikan dengan keikutsertaan
dalam berbagai kegiatan positif di dalam dan di luar sekolah

G. RPP Kegiatan MPLS


Kegiatan MPLS memiliki dua jenis kegiatan yakni kegiatan wajib dan kegiatan
pilihan yang disesuaikan dengan RPP MPLS. Untuk materi kegiatan pilihan
disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah.
RPP kegiatan MPLS baik wajib dan pilihan dibuat untuk mengintegrasikan kegiatan
dan tujuan yang hendak dicapai.
Ada lima tujuan dari silabus kegiatan MPLS, diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Mengenali potensi diri siswa baru.
2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya,
antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana
sekolah.
3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru.
4. Mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya.
5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling
menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup
bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja,
dan semangat gotong royong pada diri siswa.

H. KETENTUAN DAN LARANGAN PADA SAAT PELAKSANAAN MPLS


I. Untuk kelancaran kegiatan MPLS ada beberapa ketentuan umum, wajib, dan
larangan yang perlu diperhatikan, diantaranya:
J.
K. Ketentuan Umum :
L. 1. Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru;
M. 2. Dilakukan di lingkungan sekolah, kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang
memadai;
N. 3. Dapat melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi MPLS.
O.
P. Ketentuan Wajib :
Q. 1. Wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif;
R. 2. Wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah.
S.
T. Larangan :
U. 1. Dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) atau alumni sebagai
penyelenggara;
V. 2. Dilarang memberikan tugas baru maupun penggunaan atribut yang tidak
relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa;
W. 3. Dilarang bersifat perpeloncoan;
X. 4. Dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya

Y. PERAN PENYELENGGARA

Untuk kelancaran kegiatan MPLS ada beberapa ketentuan umum, wajib, dan larangan
yang perlu diperhatikan, diantaranya:

Ketentuan Umum :
1. Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru;
2. Dilakukan di lingkungan sekolah, kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang
memadai;
3. Dapat melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi MPLS.

Ketentuan Wajib :
1. Wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif;
2. Wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah.

Larangan :
1. Dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) atau alumni sebagai
penyelenggara;
2. Dilarang memberikan tugas baru maupun penggunaan atribut yang tidak relevan
dengan aktivitas pembelajaran siswa;
3. Dilarang bersifat perpeloncoan;
4. Dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya

PERAN PENYELENGGARA KEGIATAN MPLS


1. PERAN DINAS
1. Dinas Pendidikan Provinsi/ kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib
mengawasi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
2. Apabila dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah terjadi pelanggaran,
Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya wajib
menghentikan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

2. PERAN KEPALA SEKOLAH


1. Kepala Sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi dalam pengenalan lingkungan sekolah.
2. Perencanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah disampaikan oleh sekolah
kepada orang tua/ wali pada saat lapor diri sebagai siswa baru.
3. Evaluasi pelaksanaan MPLS wajib disampaikan kepada orang tua/wali baik secara
tertulis maupun melalui pertemuan paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah
pengenalan lingkungan sekolah berakhir.

3. PERAN GURU
1. Guru menjadi penyelenggara kegiatan MPLS.
2. Untuk mendukung efektivitas kegiatan MPLS, guru bisa melibatkan OSIS, MPK,
ataupun siswa lainnya dengan beberapa ketentuan.

4. PERAN OSIS/MPK/SISWA
Membantu guru dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan MPLS.

5. PERAN KOMITE SEKOLAH


Berkolaborasi dengan penyelenggara MPLS untuk menyukseskan kegiatan MPLS
terutama kelengkapan data peserta didik, persetujuan mengikuti kegiatan pengenalan
anggota baru kegiatan ekstrakurikuler, ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang
membutuhkan dukungan orang tua siswa.

Itulah informasi tentang aturan kegiatan MPLS khususnya untuk jenjang SMP versi terbaru
yang bisa dijadikan sebagai acuan dan dasar dalam pelaksanaan MPLS di sekolah
masing-masing.

Anda mungkin juga menyukai