8
SMP
Buku Panduan
Pengolah
Gambar
Berbasis Bitmap
Daftar
Isi
A Mengenal Desain Grafis
berbasis Bitmap dan Vektor
B
Pengenalan Menu dan Tools
dalam Adobe Photoshop
C
Membuat Desain Gambar
untuk Dicetak pada Pin
dengan Komputer
Langkah-langkah
Mencetak Pin D
Mengenal Desain Grafis
berbasis Bitmap dan Vektor
Adobe Photoshop adalah salah satu software untuk
membuat desain grafis dalam bentuk bitmap. Dengan
software ini kita dapat mengedit gambar atau foto yang kita
miliki.
Apakah Bitmap? Bitmap terdiri dari pixel, resolusi, dan
intensitas.
Pixel merupakan kumpulan dari ribuan titik-titik yang sangat
kecil dan tiap titik tersebut memiliki warna tertentu. Titik-
titik itulah yang umum dikenal sebagai pixel. Setiap pixel
mempunyai satu warna dan bergabung dengan pixel-pixel
yang lain sehingga membentuk suatu pola dan
menghasilkan gambar.
Resolusi adalah jumlah pixel per sentimeter. Dan resolusi
itulah yang menentukan kualitas dari gambar yang
dihasilkan. Gambar yang sering kita lihat dalam komputer
umumnya mempunyai resolusi 72 pixel per inch atau
disingkat dpi.
Sebagai contoh gambar yang berukuran satu sentimeter
persegi akan memiliki 72 X 72 = 5184 titik atau pixel. Misal
gambar tersebut diperbesar dari 1 cm persegi menjadi 10
cm persegi maka jumlah pixel keseluruhan adalah tetap
yaitu 5184 pixel yang berubah adalah resolusinya, yaitu
5184 : 100 = 5,184 pixel per cm.
Berarti jika suatu gambar diperbesar maka resolusinya akan
semakin kecil dan mengakibatkan gambar menjadi tidak
tajam. Semakin tinggi resolusi suatu gambar maka akan
semakin tinggi kemampuan perbesarannya.
Apakah Vektor Itu?
Vektor grafik adalah :
1. Vektor grafik mempersentasikan gambarnya tidak
dengan menggunakan pixel.
2. Vektor grafik mempersentasikan gambarnya dengan
kurva dan garis.
3. Ukuran gambar tidak memengaruhi ukuran file.
4. Ukuran gambar vektor grafis dipengaruhi oleh
kompleksitas dari persamaan vektor yang digunakan.
Perhatikan perbedaan 2 gambar di bawah ini!
Pengenalan Menu dan Tools
dalam Adobe Photoshop
Adobe Photoshop CS sudah sangat umum digunakan para
desainer karena fiturnya yang sangat banyak dan
memanjakan para pemakainya.
Perhatikan bagian – bagian lembar kerjanya
Toolbox : Tempat tool-tool dari Photoshop yang digunakan
untuk menggambar.
Tool option : Setiap tool mempunyai fungsi yang berbeda
dan fungsi tersebut dapat dimodifikasi melalui tool option.
Setiap tool mempunyai tool option yang berbeda-beda.
Pallete : Tambahan dari setting untuk tools dan terdapat
berbagai alat bantu lainnya.
Menu : Terdiri dari Menu file, edit, image, select, filter, view,
window dan help.
1. Pengenalan Toolbox
Setiap tombol tool yang tampak di dalam
toolbox mempunyai lebih dari satu pilihan
tool karena masih ada kemungkinan tool
tersebut terbagi lagi menjadi sub tool.
Misalnya tool paint brush memliki dua
pilihan yaitu paint brush Tool atau pencil
Tool. Untuk mengetahui apakah tool
tersebut hanya terdiri satu macam atau lebih
maka klik tool tersebut. Jika tool tersebut
memiliki lebih dari satu macam, pilihan
tersebut akan muncul. Lihat gambar di
bawah.
Fungsi tools yang ada dalam toolbox adalah :
• Rectanguler marquee tool (M), tools untuk membuat
seleksi berbentuk segi empat.
• Elliptical marquee tool, tools untuk membuat tanda
seleksi dalam bentuk ellipse.
• Single row marquee tool, tools untuk memilih satu
kolom pixel.
• Single column marquee tool, tools membuat seleksi
satu kolom pixel.
• Move Tool (V), berfungsi untuk
memindahkan bagian yang terseleksi,
maupun layer aktif
• Magic wand Tool (W) berfungsi untuk
membuat seleksi berdasarkan kemiripan
warna dalam satu area.
• Slice tool, berfungsi untuk mengiris image bitmap
• Slice select tool (Shift + K), berfungsi untuk memilih
irisan–irisan gambar
• Crop Tool (C), berfungsi untuk memotong
bagian yang dipilih dari suatu image.
• Spot healing brush tool, ( Shift + J ) untuk menghapus
noda atau cacat pada image.
• Healing brush tool, untuk melukis dengan suatu
sample/pattern guna memperbaiki image yang kurang
sempurna.
• Patch tool, untuk membuat koreksi gambar yang
didasarkan pada suatu area sample atau tekstur yang
kita pilih.
• Red eye tool, untuk menghapus bayangan merah pada
mata akibat lampu blitz.
• Brush tool, untuk membuat gambar dengan kuas yang
dilengkapi berbagai atribut.
• Pencil tool, untuk menggambar dengan bentuk coretan
pensil.
• Color replacement tool, untuk menggantikan warna
yang dipilih dengan warna lain.
• Clone stamp tool, untuk melukis berdasarkan contoh
warna yang telah diambil terlebih dulu.
• Pattern stamp tool, untuk melukis pola dengan
mengambil sampel dari gambar lain.
• History brush tool, untuk menggambar berdasarkan
objek yang telah disalin dari palette history.
• Art history brush, untuk menggambar berdasarkan
snapshot dari history palette.
• Erase tool, menghapus pixel, bila opsi erase to history
aktif akan mengembalikan gambar ke posisi
sebelumnya.
• Background eraser tool, untuk menghapus background
dari suatu objek.
• Magic eraser tool, menghapus gambar yang sama
warnanya dengan yang diklik
• Gradient tool, untuk membuat gradasi warna dengan 5
pilihan bentuk gradasi.
• Paint bucket tool, mewarnai objek berdasarkan warna
yang diambil dari image lain.
• Blur tool, untuk membuat efek kabur dengan
menurunkan kontras.
• Sharpen tool, untuk membuat efek image menjadi
tajam.
• Smuge tool, untuk membuat efek kabur.
• Dodge tool, untuk membuat efek terang pada pixel
• Burn tool, untuk membuat efek gelap pada pixel
• Sponge tool, untuk membuat pixel menjadi saturate
atau desaturate.
• Path selection tool, untuk memilih path.
• Direct selection tool, untuk memilih komponen-
komponen path.
• Pen tool, untuk menggambar path dengan bentuk lentur
• Freeform pen tool ( Shift + P ), untuk menggambar path
dengan bentuk bebas.
• Add anchor point tool, untuk menambah titik penambat
pada path.
• Delete anchor point tool, untuk menghapus titik penambat
pada path.
• Convert point tool, untuk menambah titik penambat pada
path.
• Eyedropper tool, untuk mengambil contoh warna pada
suatu pixel.
• Color sampler tool, untuk mengambil sample warna pixel
hingga 4 buah warna yang berbeda.
• Measure tool, untuk mengukur jarak, lokasi serta sudut.
Setiap tool mempunyai tool option, yaitu pilihan untuk
mengatur setting dari tool itu sendiri. Tool option otomatis
akan muncul jika kita menekan salah satu tool. Letak dari
tool option secara default berada di bawah menu dan bisa
diubah letaknya sesuai dengan yang diinginkan.
2. Membuat Dokumen Baru
Cara memulai membuat gambar baru pilih menu file
kemudian klik New sehingga muncul kotak dialog seperti di
bawah. Ada beberapa option yang harus diisi:
1. Isi Name dengan nama file yang akan dibuat. Kemudian
pada Preset terdapat beberapa pilihan ukuran yang jika
kita pilih salah satu maka Width dan Height akan terisi
secara otomatis sesuai dengan ukuran yang kita pilih,
namun apabila kita ingin membuat ukuran sendiri maka
pilih “custom” pada preset.
2. Untuk Resolusi, jika gambar yang akan kita buat adalah
image untuk web, maka kita cukup menggunakan
resolusi 72 pixels/inch. Jika kita akan membuat sebuah
proyek art yang detil, maka setidaknya kita
menggunakan 300 pixels/inch atau yang lebih besar,
sebab lebih besar hasilnya akan lebih baik
3. Mode merupakan mode warna yang nantinya akan
disetting menjadi mode warna yang ada pada pilihan
warna saat kita membuat atau mengedit gambar. Color
Mode terdiri dari lima pilihan warna yaitu :
a. RGB Color — memiliki komponen warna Red, Green, Blue
yang masing –masing memiliki nilai antara 0 dan 255.
Misal, nilai Red, Green, Blue (0,0,0) menghasilkan warna
putih. Kebanyakan, para artistik yang bekerja dengan
Photoshop memilih mode RGB.
b. CMYK Color — memiliki daftar persentase dari setiap
warna dengan nilai antara 0 sampai 100. Mode warna
CMYK merupakan mode warna yang sesuai dengan
warna pada printer. Beberapa desainer grafis memilih
untuk mengkonversi pekerjaannya setelah dari RGB
menjadi CMYK untuk melihat hasil sebelum mencetak
gambar mereka.
c. Grayscale — memiliki mode warna pada area hitam dan
putih. Biasanya jika kita ingin mengkonversi ke
grayscale kita harus meratakannya (flatten).
d. Bitmap — Hanya mengizinkan image dibentuk dalam
bentuk titik-titik (piksel) hitam dan putih. Mode ini tidak
direkomendasikan untuk digunakan sebab memiliki
kualitas yang tidak baik.
e. Lab color — merepresentasikan warna dengan 3
komponen :
✓ Lightness kecerahan (nilai antara 0 sampai 100).
✓ Nilai warna dari merah sampai hijau (dapat diisi dengan
nilai -127 s.d. 127).
✓ Nilai warna dari biru sampai kuning (dapat diisi dengan
nilai -127 s.d. 127).
Apabila kita merasa salah memilih Color Mode, atau kita
berniat untuk mengubah mode warna, kita dapat
mengubahnya (convert) menjadi mode warna yang lain
dengan memilih menu Image, kemudian klik Mode dan
pilih color mode. Pada Background Content mengatur dasar
kanvas yang akan kita gunakan. Terdapat tiga pilihan pada
Background Content, yakni :
• White yang artinya dasar kanvas kita putih.
• Background color memungkinkan kita memberi dasar
warna sesuai dengan pilihan yang dapat kita tentukan.
• Transparent membuat dasar kanvas kita transparan.
3. Menyimpan File
Untuk menyimpan file kalian pilih “File” kemudian klik Save
atau Save As.
Secara otomatis file Photoshop tersimpan dalam
“Photoshop Format” (.psd atau .pdd). Menyimpan file dalam
format Photoshop merupakan ide yang baik jika kita ingin
kembali meng-edit-nya.
Namun, bagaimanapun juga, jika kita ingin mengirimnya
sebagai e-mail atau menaruhnya di suatu website, kita
harus mengubah formatnya menjadi yang lebih universal
seperti JPEG atau PNG atau GIF.
4. Teknik Seleksi dan Penggunaan Layer
Adobe Photoshop memiliki banyak teknik atau sarana yang
dapat dipakai untuk memilih atau menyeleksi suatu bagian
gambar, di antaranya adalah :
1) Rectangular marquee Tools
2) Lasso Tool
3) Polygonal lasso Tool
4) Magnetic lasso Tool
5) Pen Tool
6) Arrow Tool
a. Teknik Seleksi Marquee
Melakukan penyeleksian gambar dengan panduan bentuk-
bentuk geometris sederhana, seperti segi empat, lingkaran
dan garis. Marquee ada 4 yaitu Rectangular Marquee Tool,
Elliptical Marquee Tool, Single Row Marquee Tool dan
Single Column Marquee Tool.
Langkahnya adalah:
1. Buka dokumen gambar yang akan diseleksi.
2. Klik Rectangular Marquee Tool atau tekan tombol M
pada keyboard, kursor akan berubah bentuk menjadi
tanda plus ( + ).
3. Bawa kursor ke gambar yang akan diseleksi.
4. Klik dan tahan mouse sampai terbentuk kotak pilihan
sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Lihat gambar!
b. Teknik Seleksi Lasso
Lasso digunakan apabila bagian gambar yang diseleksi
memiliki lekukan-lekukan yang sulit. Lasso Tool dapat
diakses pada toolbox atau tekan tombol L pada keyboard.
Langkahnya adalah:
1. Buka dokumen gambar yang akan diseleksi.
2. Klik Lasso Tool, Polygonal lasso atau Magnetic Tool
sesuai dengan keinginan kita.
3. Pada gambar klik pada daerah yang akan dijadikan
sebagai titik awal.
4. Geser mouse ke daerah di mana kita akan membentuk
bidang seleksi.
5. Lihat gambar di bawah ini.
c. Penggunaan Layer
Layer merupakan sheet atau lembaran-lembaran yang
saling bertumpuk antara satu lapisan dengan lapisan lain.
Gambar-gambar dengan layer hanya dapat disimpan di
dalam format Photoshop document (PSD). Namun dapat
diimport file PSD ini ke dalam aplikasi Corel Draw tanpa
harus kehilangan lapisan-lapisan layer nya.
Penggunaan layer akan memudahkan dalam:
✓ Pengolahan layer background
✓ Menduplikasi layer
✓ Mengatur susunan layer
✓ Menggunakan clipping mask
✓ Menghubungkan layer
✓ Menggunakan layer style
✓ Menggunakan layer masking.
Langkah – langkah untuk membuat layer adalah:
1. Aktifkan program Adobe Photoshop kemudian pilih
File → New.
2. Kemudian pada palet layer klik tombol ”Create A New
Layers” pada bagian bawah atau pilih menu layer , klik
New kemudian pilih layer (Tekan tombol Ctrl+Shift+N
pada keyboard). Lihat gambar .
Lembar Praktikum Siswa
Gabungkanlah 2 gambar di
bawah ini menjadi 1 layer!
Caranya adalah:
1. Buka Layer baru
2. Klik gambar pertama (strawberi), kemudian seleksi dengan
menggunakan Polygonal lasso Tool (seleksilah sesuai
keinginan kita).
3. Klik Move Tool kemudian drag ke layer yang sudah dibuka
sebelumnya.
4. Kemudian klik gambar yang kedua (apel), kemudian seleksi
dengan menggunakan Polygonal Lasso Tool (seleksilah
sesuai keinginan kita).
5. Klik Move Tool kemudian drag ke layer yang sudah dibuka
sebelumnya.
6. Maka diperoleh hasil sebagai berikut:
5. Memodifikasi Pewarnaan pada Grafis
Pewarnaan digunakan untuk menggabungkan warna,
dengan menggunakan tools:
1. Gradient Tool yaitu memberi warna gradasi pada
gambar di mana warna yang digunakan dapat diedit
melalui option bar.
2. Paint Bucket Tool yaitu memberi warna atau
pattern/pola pada gambar.
Contoh
✓ Penggunaan Paint Bucket
a) Buka program Adobe Photoshop, kemudian pilih File
klik New.
b) Pilih Paint Bucket Tool, klik salah satu warna yang kita
sukai. Seperti gambar berikut.
✓ Penggunaan Gradient Tool
a) Buka program Adobe Photoshop, kemudian pilih File klik
New
b) Pilih Gradient Tool , Pilih warna yang kita sukai pada ”set
foreground color ”.
c) Drag garis lurus atau garis diagonal pada layar, Seperti
gambar berikut.
6. Pengaturan Teks dan Bentuk
Teks merupakan media penyimpanan informasi paling
efektif dan paling penting dalam desain gambar.
Photoshop dapat membuat teks secara vertikal, horizontal,
sembarang atau dapat diletakkan di dalam gambar.
A. Horizontal Type Tool berfungsi untuk membentuk huruf
tersusun secara horizontal.
Langkah-langkahnya adalah:
1) Klik Horizontal Type Tool, pilih jenis tulisan dan ukuran
tulisan sesuai keinginan
2) Ketikkan teks, misalnya: Belajar Adobe Photoshop,
seperti gambar di bawah ini.
B. Vertical Type Tool berfungsi untuk membentuk
huruf tersusun secara vertical.
Langkah-langkahnya adalah:
1) Klik Vertical Type Tools, pilih jenis tulisan dan
ukuran tulisan sesuai keinginan.
2) Ketikkan teks, misalnya: Photoshop, seperti
gambar di samping.
C. Horizontal Type Mask Tool berfungsi untuk membuat
potongan dari sebuah gambar dengan tulisan yang tersusun
secara horizontal.
D. Type Mask Tool berfungsi untuk membuat potongan dari
sebuah gambar dengan tulisan yang tersusun secara
vertical.
Langkah-langkah membuat tulisan Horizontal dan Vertical
Mask Tool s adalah:
1) Buka gambar untuk dijadikan dasar teks.
2) Pilih Horizontal Type Tool atau Vertical Mask Tool.
3) Tulislah teks pada gambar yang sudah dipilih, dalam
menulis teks jangan lupa untuk memperhatikan jenis
dan ukuran huruf yang akan dipakai. Seperti gambar
berikut.
4) Editlah teks sesuai keinginan kita.
5) Kemudian klik Move Tool yang ada dalam toolbox,
kemudian pindahkan teks tersebut ke layer yang baru.
Seperti gambar berikut.
Lembar Praktikum Siswa
1. Buatlah sebuah desain warna dengan menggunakan
Gradient Tools, seperti gambar berikut!
2. Buatlah desain seperti gambar di bawah ini dengan
menggunakan:
a. Teknik seleksi
b. Gradient Tool
c. Horizontal type Tool dan vertical type Tool
d. Horizontal Type Mask Tool
e. Custom Shape Tool pada toolbox.
7. Pemberian Efek Sederhana pada Grafis
A. Menggunakan Efek Blur
Efek ini digunakan untuk menciptakan kesan jarak yang
jauh, pandangan yang tidak jelas, atau kesan gambar yang
diambil saat kamera bergerak.
Langkah-langkahnya adalah:
1. Bukalah file gambar yang ingin kita olah.
2. Pilih menu Filter, klik Blur dan pilih Gaussian Blur.
3. Pada kotak dialog “Gaussian Blur “ isikan nilai radius
untuk mengatur efek kabur, misalnya 10 pixels.
4. Klik tombol OK, maka diperoleh hasil sebagai berikut.
B. Effect pada Teks
Langkah-langkahnya adalah:
1. Buat dokumen baru 800 x 600 pixel, pilih background
color.
2. Klik Tool “Horizontal Type Tool”, kemudian ketikkan teks
“PHOTOSHOP“.
3. Klik kanan pada layar Photoshop, kemudian pilih
“Rasterize Type“.
4. Kemudian berikan efek Wind (Klik Menu Filter → Stylis
→ Wind), atur sesuai gambar: kemudian ulangi lagi efek
Wind atau kita dapat langsung tekan (Ctrl + F) 2 kali
(untuk mengulangi efek yang terakhir digunakan).
5. Berikan efek Wind lagi (ulangi langkah no. 4) bedanya
pada pengaturan direction (from the right dan from the
left).
6. Setelah itu kita putar 900 CW (klik edit > transfrom >
rotate 900 CW).
7. Kemudian ulangi langkah no. 4 dan 5, kemudian putar
900 CCW (klik edit → transfrom → rotate 900 CW)
sampai kembali ke posisi semula.
8. Kemudian ubah mode warna ke Grayscale (klik image →
mode → grayscale), lalu kita ubah lagi ke indexed color
(klik image → mode → indexed color).
9. Terakhir kita sulut deh apinya dengan color table (Klik
Image → Mode → Color Table), dan atur sesuai dengan
keinginan kita.
10. Sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:
C. Membuat Efek Bayangan Lantai Pada Foto
Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
1. Aktifkan program Adobe Photoshop CS, klik File pilih
Open atau tekan [ctrl] + [O] kemudian pilih salah satu
gambar yang akan diberi efek, seperti gambar berikut.
2. Buatlah lembar layer baru dengan klik File pilih New,
dan isilah ukuran kanvas sesuai keinginan kita, lalu klik
OK. Pindahkan foto yang sudah dibuka tersebut dengan
Move Tool ke layer baru yang telah dibuat.
3. Kemudian klik menu edit pilih free transform atau tekan
[ctrl] + [T] sehingga muncul titik transform di sekitar
sudut gambar. setelah selesai tekan Enter.
4. Klik kanan layer 1 di sebelah kanan kemudian pilih
"Duplicate Layer" dan di monitor akan ditampilkan kotak
dialog Duplicate Layer, kemudian klik "OK"
5. Tekan [ctrl] + [T] untuk mentransform gambar. Inilah
saat yang agak butuh kesabaran karena kita harus
memutar gambar searah jarum jam dan mengatur
sehingga berbentuk seperti ini. Setelah itu tekan [enter]
6. Pada menu utama pilih Filter → Blur → Gaussian Blur
kemudian di monitor akan ditampilkan dialog set
dengan pengaturan Radius 2,7 pixels, Tekan "OK" maka
diperoleh hasil seperti di bawah
7. Jika kita ingin menambahkan background dapat
dilakukan dengan klik Filter → Render → Lens Flare dan
ubah background menjadi hitam dengan Paint Bucket
Tool.
D. Menggunakan Efek Fotografi
Dodge Tools digunakan untuk membuat bagian tertentu pada
gambar menjadi lebih terang, sedangkan Burn Tools
digunakan untuk kebalikannya, mengubah bagian gambar
menjadi lebih gelap.
Contoh :
Perubaha
n
Lembar Praktikum Siswa
Buatlah desain grafis dengan Adobe Photoshop seperti
gambar di atas!
1. Poster tentang Valentine days!
2. Buatlah sebuah desain spanduk untuk penerimaan siswa
baru dan sebagai promosi tentang sekolahmu, sehingga
orang yang melihat dan membacanya tertarik, dengan ukuran
8,5 x 11 Inches!
Latihan Penggabungan Gambar dengan Layer Mask
1. Bukalah sebuah gambar dengan Photoshop
2. Pastikan bahwa layer tidak terkunci (bukan layer
Background). Untuk menghilangkan gambar kunci
tersebut, dapat dilakukan dengan cara klik 2 kali pada
nama layernya. Kemudian klik OK pada kotak dialog yang
muncul. Secara default, nama layernya akan berubah
menjadi layer 0 (bisa juga namanya kalian ganti sendiri).
3. Kita akan membuat penggabungan gambar, maka
pastikan dalam file yang sedang Anda kerjakan ada dua
buah layer gambar. Jika baru ada satu gambar, buka dulu
gambar lain, kemudian masukkan ke file yang kita
kerjakan dengan move tool.
4. Pilih layer yang posisinya di atas, kemudian klik icon Add
Layer Mask ( letaknya di sebelah bawah pada palet layer).
5. Pilih Gradient tool di toolbox Photoshop. Kemudian di
Option bar, pilih warna gradasi hitam putih.
6. Klik dan geser pointer gradient tool tadi pada gambar
kalian. Jika hasilnya kurang sesuai, ulangi lagi langkah
klik dan gesernya. Tidak perlu di-undo dulu, karena
langkah pembuatan warna gradasi ini akan langsung
menimpa langkah sebelumnya. Variasikan juga dengan
arah gradasi yang berlawanan. Jika tadi membuat gradasi
dari kiri ke kanan, coba sekarang dari kanan ke kiri.
Hasilnya adalah bentuk transparan yang berbeda. Kenapa
bisa begitu? Coba baca kembali prinsip penggunaan layer
mask.
7. Pada option bar, selain gradasi mode Linear, ada juga
bentuk Radial, Angle, Reflected, dan Diamond. Bentuk-
bentuk ini bisa digunakan untuk membuat variasi gradasi
yang lainnya.
Membuat Desain Gambar pada
Pin dengan Komputer
Kita dapat membuat produk-produk prakarya berbasis digital,
seperti membuat desain stiker, sablon kaos, desain spanduk,
desain cetakan pada mug, desain pin dan lain sebagainya.
Dalam lingkungan sekolah kita dapat membuat beberapa
produk sebagai prakarya dan dapat dijadikan merchandise
atau gift yang dapat kita buat untuk dijual pada kegitan
sekolah atau kegitan lainnya.
Pin adalah salah satu aksesoris yang dapat digunakan untuk
promosi. Karena pin mempunyai bentuk yang simple dan
tampilannya menarik. Membuat pin dengan harga murah
merupakan ide yang bagus bagi komunitas. Ini bisa dijadikan
sebagai funding source dari merchandise. Pin yang dibuat
bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Di bawah ini adalah beberapa langkah membuat sebuah
lembar kerja baru untuk membuat pin.
1. Aktifkan program Adobe PhotoShop
2. Buatlah Lembar kerja baru dengan ukuran 5,8 x 5,8 cm,
dengan resolusi 300 pixel, dengan Background Contents :
Transparant.
3. Siapkan 2 buah file untuk desain gambar pin kita, yakni
untuk gambar background dan gambar logo.
4. Aktifkan Ruler dengan cara klik menu View dan pilih Ruler,
atau menekan tombol keyboard bersamaan Ctrl + R, untuk
menampilkan ruler bagian kiri dan atas.
5. Tarik garis bantu dari tepi penggaris sebelah kiri dan atas
dan tempatkan pada bagian tengah, yakni 2,9 cm.
6. Pilih Elips Tool, pilih Shapes, kemudian Fill warna hitam
dan tanpa stroke.
7. Arahkan kursor pada titik tengan lembar kerja sehingga
kursor menjadi tanda tamba +, kemudian gambarkan
lingkaran sambil menekan tombol ALT + SHIFT untuk titik
tengah lingkaran dan proposional.
8. Buatlah lingkaran seperti gambar berikut :
9. Tekan tombol CTRL + H untuk menghilangkan garis
bantu.
10. Bukalah gambar background tarik ke lembar kerja kita
menggunakan Move Tool.
11. Gunakan CTRL + T seleksi atau untuk mengubah ukuran
gambar background.
12. Ubah ukuran gambar sesuai gambar lingkaran dan
pastikan dengan menekan tombol SHIFT sehingga
gambar tetap proporsional
13. Klik kanan pada nama layer background (Layer 1),
kemudian pilih Creating Clipping Mask
14. Kemudian berikan efek blur pada gambar background
dengan cara klik Fiter, Blur, dan pilih Motion Blur.
15. Atur Distance Motion Blur sekitar 20-40
16. Maka gambar background menjadi blur seperti contoh
berikut :
17. Buka gambar logo TEAMS, dan pastikan gambar logo
tidak dalam format Clipping Mask, dengan cara klik kanan
pada nama layer logo, kemudian pilih Release Clipping
Mask.
18. Tekan tombol CTRL + T untuk mengatur transformasi
gambar logo, kemudian atur ukuran dan posisi logo.
19. Jika gambar logo masih ada warna Background, hapus
background pada logo menggunakan Magic Wand Tool,
dan hilangkan seleksi dengan menekan tombol CTRL + D.
20. Klik kanan pada layer logo STEAM, kemudian pilih
Blending Options .
21. Atur Layer Style, dengan klik pada Evel & Embos, centang
pada pilihan Stroke, ubah warna stroke menjadi kuning
dan size menjadi 13, kemudian OK.
22. Tampilkan lagi garis bantu
dengan menekan CTRL + H, atau
klik menu View Extras. Kemudian
gambar kembali lingkaran
namun pada tipe lingkaran pilih
Path.
23. Gambarkan lingkaran
seperti gambar di
samping.
24. Tambahkan tulisan dengan cara pilih Text Tool, dan pilih
jenis huruf yang diinginkan, arahkan kursor pada path
lingkaran hingga kursor mouse berubah menjadi seperti
lambag s
25. Ketik tulisan sebagai berikut : Technology - Engineering -
Arts - Mathematics - Science.
26. Kemudian pilih warna dan ukuran huruf sesuai yang
diinginkan
27. Atur posisi tulisan sehingga menjadi seperti contoh
berikut menggunakan Direct Selection Tool.
28. Tambahkan Logo Optima atau logo sekolah.
29. Tambahkan tulisan nama dan kelas masing-masing,
untuk lebih bagus tambahkan kotak sebagai background
tulisan.
30. Simpan file gambar dalam bentuk PSD dan PNG.
31. Cetak file gambar [Link]
32. Maksimal sebaiknya dicetak di atas kertas Untuk
menghasilkan gambar yang glossy.
33. Pada saat pencetakan dapat dilakukan beberapa cara
untuk mendapatkan gambar yang lebih banyak, salah
satunya adalah file gambar kita cetak menggunakan
program Microsoft Word.
34. Sisipkan gambar Pin yang sudah jadi pada lembar kerja
Microsoft Word.
35. Atur kecerahan gambar seperti contoh berikut :
36. Tambahkan sebuah lingkaran dengan diameter 7 cm,
dengan Warna Fill = No Fill
36. Kemudian copy gambar tersebut sesuai keinginan.
37. Setelah selesai menyiapkan file, kita mulai untuk
mencetak. Atur properti printer dengan cetakan quality =
High dan jenis kertas = glossy.
38. Kemudian klik OK.
Langkah-langkah Mencetak Pin
1. Mesin press PIN dan Moulding (44mm atau 58mm)
2. Printer Warna
3. Gunting atau Circle Cutter
4. Kertas untuk mencetak desain pin. Kertas dianjurkan
menggunakan kertas inkjet paper, agar warna gambar
lebih cerah dan detail.
5. Bahan baku pin seperti : Kaleng gress, Palstik body pin /
peneti, dan mika untuk melapisi gambar
Langkah-langkah pembuatan PIN :
1. Desain PIN berbentuk lingkaran dengan ukuran luar 7 mm
dan ukuran gambar 58mm
2. Cetak gambar desain pin dengan printer warna dengan
kualitas tinggi. Potong gambar yang sudah dicetak
berbentuk lingkaran menggunakan gunting atau circle
cutter. Pada pelatihan ini ukuran gambar sesuai molding
adalah 58mm.
3. Siapkan alat pencetak pin yang sudah terpasang sesuai
molding sesuai ukuran gambar yang sudah didesain.
4. Masukkan kaleng gress, gambar yang sudah didesain dan
plastik mika pada modling A.
5. Gambar menghadap ke atas dengan urutan :
a. Alumuniun Gress
b. Kertas bergambar
c. Plastik pelindung atau mika
6. Masukkan plastik putih yang ada peniti ke molding B,
7. Pastikan posisi peniti arahnya menunjukan jam 2.
8. Geser moding yang telah dimasukkan kaleng pin dan
gambar pin, ke arah kanan, atau geser sehingga kepala
moding berada pada moding A.
9. Lalu tekan bagian atas pin dengan sekuat tenaga.
10. Geser kembali ke arah kiri, molding yang berisi koin pin.
11. Pastikan molding yang tadi berisi kaleng pin dan gambar
pin sudah tidak ada.
12. Tekan dengan kembali sekuat tenaga untuk
menempelkan platik peniti dengan pin.
13. Dorong kembali ke kanan dan pin kita sudah jadi.
Tugas
1. Cetaklah beberapa puluh pin atau gantungan kunci untuk
dijual diacara sekolah atau yayasan. Desain gambar pin
atau gantungan kunci sesuai dengan tema kegiatan.
2. Buatlah Laporan pembuatan proyek cetak pin atau
gantungan kunci. Laporan terdiri dari langkah-langkah
membuat pin berupa foto juga video.
3. Hitunglah biaya yang dikeluarkan untuk membuat pin
minggunakan program pengolah angka.
4. Hitung juga harga pokok produksi dan harga jual, jika kita
ingin mendapat keuntungan bersih 30%
Sampai jumpa
di pertemuan
berikutnya!