1. Ny C merupakan pasien autocome dengan penyakit systemic lupus erymatosus.
Penyakit lupus
dapat juga disebabkan karena reaksi hipersensitifitas tipe (III)
2. Dalam analisis kausalitas WHO terdapat satu persyaratan yaitu hasil rechallenge harus bernilai
positif. Level kausalitas yang sesuai dengan syarat tersebut adalah Certain
3. Suatu industry farmasi mendesain produk obat sitostatika baru dan akan melalui serangkaian uji
pra klinik dan klinik. Pada siklus penemuan obat, tahapan uji yang dilakukan untuk menentukan
dosis terapi, profil farmakokinetik dengan menguji pasien sakit dalam jumlah terbatas dilakukan
pada fase Uji pre klinik
4. Nn F didiagnosa mengalami epilepsy dan diberikan obat carbamazepine 100 mg setiap 12 jam.
Setelah 4 hari penggunaan, muncul ruam kemerahan di sekitar area mulut dan mata yang diduga
karena timbulnya reaksi hipersensitifitas, antibody yang terlibat pada reaksi hipersensitifitas tipe 1
adalah IgE
5. Seorang pasien wanita berusia 32 tahun berat badan 83 kg yang akan menjalani tindakan operasi
sesar menerima injeksi bupivacaine spinal 15 mg (soal diawali dengan ini)
Tekanan darah dan nadi pada kasus di atas merupakan data penunjang yang dapat diberikan
poinnya pada algoritma Naranjo yaitu bukti objektif
6. Apoteker Z menemukan bahwa kondisi diare berat paa pasien geriatric sangan sulit dihubungkan
dengan penggunaan obat D yang ia konsumsi. Ia menyatakan bahwa level MESO kejadian ini adalah
unassessable. Syarat level unassessable dibawah ini yang tidak tepat adalah Efek samping atau
hasil lab abnormal
7. Parameter yang tidak digunakan untuk menganalisis ADR menurut algoritma Naranjo adalah
kepatuhan pasien
8. Seorang wanita suku sunda usia 27 tahundengan berat badan 50kg penderita epilepsy, diberikan
tablet carbamazepine 100 mg 2 kali sehari 1 tablet setelah meminum obat selama 12 hari timbul
purpura, ptekhie, ekhimosis, sugulasi pada wajah, leher, dada dan punggung. Bokong dan
menyebar ke seluruh tubuh disertai nyeri menelan 10 hari kemudian pasien sembuh namun pada
laporan tidak disebutkan pengobatan yang diberikan dalam mengatasi efek samping obat tersebut.
Efek samping obat yang terjadi pada pasien diatas merupakan efek samping yang dicurigai sebagai
9. Mahasiswa P merupakan apoteker baru lulus dan diterima bekerja dirumah sakit baru didaerahnya.
Ia diserahi tugas untuk mengelola pelaporan ESO tiap bulannya dan mensosialisasikan tentang
pelaporan ESO. Maka dibawah ini yang tidak dapat melakukan pelaporan MESO adalah petugas
administrasi
10. Ny H mengalami TBC dan menggunakan obat anti TBC adalah salah satunya adalah rifampicin.
Rifampicin juga diketahui merupakan obat yang bersifat sebagai inducer enzim. Ny H juga diketahui
menggunakan kontrasepsi oral menurunkan kadar dari kontrasepsi oral akibat penggunaannya
bersamaan dengan obat inducer enzim termasuk kategori ESO Tipe F
11. Efek samping dari suatu penggunaan obat dibagi menjadi 2 jenis yaitu ESO tipe A dan tipe B.
perbedaan ESO tipe A dan B yang tepat adalah ESO tipe B Kejadiannya tidak dapat diramalkan
12. Ny P berusia 45 tahun dan didiagnosa hipertensi sejak 7 tahun yang lalu. Baru baru ini obat
antihipertensi NY P dirubah menjadi klonidin agar target tekanan darah dapat tercapai. Klonidin
Termasuk dalam obat antihipertensi Ny P dirubah menjadi klonidin agar target tekanan darah
dapat tercapai, Klonidin termasuk dalam obat antihipertensi golongan Reseptor Alfa 2 Agonis
13. Mr. Ld a 48 Year-old male patient 70 Kg 165 cm was complaining heartburn epigastric pain and
dyspepsia on june 20 th 2017 he was visiting his doctor in autpatient clinic at a private hospital in
surabaya and was diagnosis as gastritic………………..
Berdasarkan jurnal diatas, ADR yang muncul adalah Myopati
14. Pada beberapa obat seperti obat antidepresan ketika dihentikan secara tiba tiba akan
menimbulkan gejala putus obat. Bagaimana cara mengatasi agar tidak timbul ESO tersebut Dosis
diturunkan perlahan sebelum total dihentikan (tap off)
15. Wujud ESO yang ditandai dengan kerusakan terhadpa pendengaran dan adanya gangguan
keseimbangan disebut dengan ototoksik
16. ESO suatu obat yang timbul dengan cara menurunkan kecepatan aliran darah ke ginjal, merupakan
mekanisme perubahan Rhabdomiolisis
17. Pada penggunaan obat tertentu dapat terjadi pembengkakan pada jaringan kulit yang disertai
dengan rasa gatal disebut dengan angioedema
18. There was no hypotension or bronchospasm. She was immediately treated with intravenous
dexamethasone 4 mg and chlorpheniramine maleate 20 mg. The reaction abated within a few
minutes ………..
Berdasarkan jurnal diatas apakah pasien memiliki reaksi serupa terhadap obat-obatan yang sama
atau serupa pada paparan sebelumnya? Tidak
19. Mahasiswa K akan mengukur potensi ESO pada penggunaan obat antipsikotik generasi dua
menggunakan algoritma Naranjo. Kekurangan dari algoritma Naranjo adalah tidak dapat digunakan
pada populasi anak anak
20. Pasien R menderita infeksi meningitis dan diberikan terapi menggunakan antibiotic gentamisin
adalah ototoksik
21. Alasan yang tepat mengenai urgensi dari kegiatan monitoring efek samping obat (MESO) adalah
data keamanan obat pada saat uji pengembangan obat belum dapat menangkap kasus efek
samping serius namun jarang serta keamanan pada penggunaan populasi khusus
22. Bp T memiliki kebiasaan meminum alcohol sejak 20 tahun yang lalu. Baru baru ini BP T masuk Rs
dengan diagnose adanya kerusakan hepar. Pemeriksaan labolatorium yang dapat digunakan untuk
mendeteksi adanya kerusakan hepar yang khas adalah
23. Seorang laki laki suku sunda usia 37 tahun dengan berat badan 55kg, menderita infeksi saluran
pernafasan bagian atas, diberikan amoksisislin 500mg 3 kali sehari 1 tablet ……
Berdasarkan kasus diatas yang paling dicurigai menimbulkan ESO dengan didukung angka kejadian
yang banyak pada literatur adalah asam mefenamat
24. Kejadian ESO akan meningkat pada pemberian obat jalur parenteral, hal ini termasuk factor risiko
ditinjau dari aspek regimen terapi
25. However, 6 months later (around june 2019), the patient came back to the doctor and complained
that his right hand was shaking again. Therefore, the doctor added 2 mg ropinirole which was
advised to be a taken once a day at night.
Berdasarkan jurnal diatas, keterangan yang diberikan highlight menunjukan adanya Rechallenge
26. Pasien K datang ke RS dengan keluhan demam dan nyeri di area di area gigi sejak 3 hari yang lalu.
Pasien diberikan antibiotic amoxycilin 500 mg setiap 8 jam. Setelah menggunakan amoxicillin
pasien mengeluhkan kemerahan pada area kulit dan mulut. Timbulnya reaksi anafilaksis karena
penggunaan antibiotic penisilin termausk kategori ESO tipe B
27. Contoh ESO karena aksi farmakologi yang berlebihan adalah terjadinya toksisitas digoksin pada
pasien yang menderita gagal ginjal
28. Analisis Kausalitas ADR berdasarkan WHO UMC yang dikarakteristikan dengan ADR terjadi setelah
penggunaan obat dan fenomena rechallenge positif disebut termasuk kategori Certain
29. Seorang laki-laki, suku Sunda, usia 37 tahun dengan berat badan 55 kg, menderita infeksi saluran
pernapasan bagian atas, diberikan amoksisilin 500 mg 3 kali sehari 1 tablet, paracetamol 500 mg 3
kali sehari 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari 1 [Link] datang ke rumah sakit
karena pada hari ke 3 setelah pemakaian obat timbul makula eritema dan skuama yang terasa gatal
pada hampir seluruh tubuh Penggunaan obat dihentikan, kesudahan ESO tidak diketahui, dan pada
laporan tidak disebutkan pengobatan yang diberikan untuk mengatasi ESO tersebut. Berdasarkan
kasus tersebut berada dimanakah level kemungkinan terjadinya ESO obat yang tepat berdasarkan
algoritma naranjo Posible
30. Ny S merupakan pasien dengan penyakit psoriasis. Ny S sejak 3 hari yang lalu mengalami demmam
karena infeksi saluran kemih. Obat golongan antibiotika yang dapat memperparah penyakit
psoriasis adalah. Tertasiklin
31. Pasien K datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri kepala hebat setelah menggunakan obat
metotrexate. Keluhan ini kemudian diukur dengan instrumen Naranjo. Kegiatan pemantauan setiap
respon terhadap obat yang tidak dikehendaki yang terjadi pada dosis lazim yang digunakan pada
manusia adalah definisi dari Monitoring efek samping obat
32. 34. Apoteker Y akan mengirimkan laporan ESO antibiotik berupa SJS. Alat laporan ESO yang akan ia gunakan
adalah Form kuning
33. Berdasarkan jurnal diatas, obat apakah yang dicurigai menimbulkan pruritus dan lesi pada pasien
ini Cotrimoxsazol
34. 36. Pada reaksi hipersensitifitas tipe | yang ditandai dengan pengeluaran mediator alergi teriadi pada tahapan
Aktivasi
35. Dalam menganalisis kausalitas ESO secara sederhana saja, apoteker N akan
menggunakan analisis kausalitas berdasarkan . Analisis kausalitas WHO ini adalah bersifat Kualitatif
36. Pasien T mengeluhkan gejala pusing kepala dan membeli obat asam mefenamat. Setelah
dikonsumsi pasien mengeluhkan gejala lain yang mengganggu berupa nyeri lambung sesaat setelah
menggunakan obat asam mefenamat. Contoh ESO yang terjadi pada awal pemberian obat adalah
Hipoglikemia berat setelahpenggunaan insulin
37. Pasien B mengalami batuk kering setelah menggunakan obat antihipertensi captopril.
Dokter kemudian menghentikan sementara penggunaan captopril selama 5 hari. setelah
hari ke 6 pasien mulai menggunakan captopril kembali dan muncul gejala batuk yang sama
seperti sebelumnya. Kejadian ADR muncul kembali setelah obat dinaikkan dosisnya atau
diberikan kembali merupakan pengertian Rechallenge
38. Peneliti Y ingin melakukan studi efek samping antibiotik Azytromicin pada pasien dengan
diagnosa ISPA. Studi efek samping dilakukan dengan menggunakan algoritma Naranjo.
39. Apabila hasil skor dari Naranjo adalah kurang dari 1 maka kesimpulan yang dapat diambil
adalah ADR yang terjadi bukan karena penggunaan obat
40. Bp J merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 Bp. J rutin menggunakan obat glibenklamid 5
mg setiap 24 jam. Terjadinya ESO berupa keadaan hipoglikemia karena penggunaan
antidiabetik glibenklamid termasuk pada ESO dengan mekanisme farmakologi Primer
41. Simvastatin merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar lipid. Efek samping
simvastatin yang banyak dilaporkan adalah kejadian miopati. Apabila hasil pemeriksaan ESO
menggunakan algoritma Naranjo dan skor yang diperoleh lebih dari 8 maka kesimpulan yang
dapat diambil adalah ADR yang terjadi pasti karena penggunaan obat
42. Mahasiswa X akan menganalisis efek samping sebuah obat ibuprofen pada populasi geriatri
menggunakan instrumen Naranjo. Analisis dengan Naranjo termasuk metode analisis
kausalitas Algoritma
43. Analisis dengan Swedish methode termasuk metode analisis kausalitas Expert judgement
44. Apoteker O telah menemukan ESO sesak napas berat pada penggunaan obat U. la kemudian
melakukan evaluasi ESO dan ingin melakukan pelaporan ke pusat farmakovigilans. Kegiatan
yang harus ia lakukan sebelum mengirimkan ke pusat farmakovigilans sebaiknya adalah
Mendiskusikannya dengan tim farmasi
dan terapi
45. Berdasarkan jurnal diatas, obat yang dicurigai menyebabkan reaksi ADR adalah Vortioxetin
46.
Berdasarkan jurnal diatas, apakah reaksi menjadi lebih parah setelah obat ditingkatkan dosisnya
Tidak yakin
47. Apoteker M menemukan bahwa aritmia yang dialami pasien Q merupakan perkembangan
penyakit dari gagal jantung yang telah lama diderita pasien serta dapat pula disebabkan oleh
obat klorokuin yang sedang dikonsumsi oleh pasien 2 minggu yang lalu. Kedua gambaran
kondisi ini merupakan ciri ESO pada level
48. Pasien V mengalami mual muntah hebat setelah menggunakan digoxin. Dokter kemudian
menghentikan sementara obat digoxin yang dikonsumsi pasien selama 5 hari.
Kejadian ADR berhenti setelah obat yang dicurigai dihentikan disebut dengan Dechallenge
49. Didalam formulir kuning terdapat beberapa kolom yang menyatakan informasi pelapor,
pasien, dan obat yang digunakan pasien.
Informasi dibawah ini termasuk dalam pelaporan MESO kecuali Nama keluarga terdekat
50. Apoteker H mendeteksi ESO urtikaria berat pada penggunaan ibuprofen pada anak V. la
kemudian melakukan penghentian agen atau obat yang dicurigai sebagai pemicu MESO
tersebut. Kegiatan penghentian terapi yang ia lakukan disebut dengan Dechallenge
51. Pasien G didiagnosa menderita parkinson sejak 1 tahun yang lalu. Pasien G diberikan terapi
menggunakan levodopa per oral 250 mg setiap 12 jam. Diketahui bahwa penggunaan
levodopa dapat menyebabkan efek samping berupa anemia hemolitik. Terjadinya ESO
berupa anemia hemolitik merupakan reaksi hipersensitifitas
52. Seorang wanita, suku Sunda, usia 27 tahun dengan berat badan 50 kg, penderita epilepsi,
diberikan tablet carbamazepin (100 mg) 2 kali sehari 1 tablet. Setelah minum obat selama
12 hari timbul purpura, ptekhie, ekhimosis, sugulasi pada wajah, leher, dada dan punggung,
bokong dan menyebar ke seluruh tubuh disertai nyeri menelan, nyeri buang air kecil dan
buang air besar. Penggunaan obat dihentikan, 10 hari kemudian pasien sembuh, namun
pada laporan tidak disebutkan pengobatan yang diberikan dalam mengatasi efek samping
obat [Link] kasus tersebut dimanakah level ESO berdasarkan algoritma
Naranjo Probable
53.
Pada kasus diatas, kondisi hepatitis dan asma yang diderita pasien dapat disikan pada bagian
Penyakit atau kondisi lain yang menyertai
54. Algoritma Naranjo merupakan kuesioner yang digunakan untuk menganalisis apakah ADR
yang terjadi disebabkan karena obat atau tidak. Kuesioner Naranjo terdiri dari 10 pertanyaan
55. Ny A merupakan wanita hamil dengan usia kehamilan 25 minggu. Ny A sejak 2 hari yang lalu
mengeluhkan nyeri saat berkemih.
56. Pemilihan obat pada wanita hamil harus dipantau agar tidak menimbulkan efek samping
serius. Contoh obat yang dapat menyebabkan perdarahan uterus adalah Warfarin
57. Pasien W didiagnosa menderita depresi sejak 2 tahun yang lalu. Pasien diterapi
menggunakan obat imipramin yang merupakan antidepresan golongan trisiklik. Mulut kering
karena pemberian obat golongan antidepresan trisiklik termasuk dalam kategori ESO tipe A
58. Faktor penyebab bukan obat terjadinya ESO/ADR yang berasal dari luar pasien adalah
59. Dalam menentukan apakah keluhan yang terjadi pada pasien terjadi karena efek samping
suatu obat atau penyebab lain, maka harus dilakukan analisis kausalitas. Berikut ini
merupakan tujuan yang benar dari analisis kausalitas adalah mengetahui data evalusi
pengobatan apakah bersifat aman atau membahayakan
60. Berdasarkan jurnal diatas, onset terjadinya ADR adalah 5 hari
61. Reaksi terhadap obat yang berhubungan dengan sistem imun yang berlebihan terhadap
suatu obat dalam rentang farmakologi disebut dengan Hipersensitifitas