0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Panduan Lengkap Transformator Arus dan Tegangan

Transformator Instrument

Diunggah oleh

Ahnaf Zaim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Panduan Lengkap Transformator Arus dan Tegangan

Transformator Instrument

Diunggah oleh

Ahnaf Zaim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Transformator

Instrument

Nov 2023
Personal Data
2001 2006- 2009 2014 2016 2018 2021 2023
2022
2008

Pendidikan PLN Pendidikan PTD Pendidikan

S1 T. Elektro, OJT @ JAMBI S2 Teknik Elektro, JX Sistem Program Profesi


Universitas Pengangkatan @ Universitas Distribusi : TRAFO, Insinyur
BENGKULU Brawijaya. SKTM, SUTM dan UGM
Brawijaya.
CUBICLE

PEKERJAAN PLN Bengkulu PLN Pasuruan RSD


APLIKANUSA Manajer Rayon Manajer ULP JX Sistem
LINTASARTA @ARGAMAKMUR @GONDANG Distribusi : TRAFO,
HUAWEI TECH (BENGKULU WETAN SKTM, SUTM dan
INVESTMENT UTARA) (PASURUAN) CUBICLE

Heru Purnomo
Junior Expert Sistem Distribusi
PLN Pusat Div Perencanaan
Strategis Distribusi
1
Current Transformator
Current transformer di gunakan untuk pengukuran arus listrik, Di saat Arus terlalu tinggi dalam jaringan maka di perlukan
CT untuk converter pembacaan pada alat ukur

• Mentransformasikan dari arus yang besar (primer) ke


arus yang kecil (sekunder) guna pengukuran atau
proteksi.
• Sebagai isolasi sirkuit sekunder dari sisi primernya.
• Memungkinkan penggunaan standar arus pengenal
untuk meter atau relai disisi sekundernya.

24
Standar CT & PT

IEC IEC 185 : 1987 CTs


IEC 44-6 : 1992 CTs
IEC 186 : 1987 CTs
EUROPEAN BS 7625 PTs
BS 7626 CTs
BS 7628 CT AND PT
BRITISH BS 3938 : 1973 CTs
BS 3941 : 1975 PTs
AMERICAN ANSI C51.31.1978 CTs AND PTs
CANADIAN CSA CAN 3-C13-M83 CTs AND PTs
AUSTRALIAN AS 1675-1986 CTs
INDONESIA SNI

24
Design CT
trafo arus juga memiliki gulungan primer inti magnetik dan sebuah gulungan sekunder. Arus bolak balik
mengalir di sisi primer dan menghasilkan medan magnet pada inti besinya yang kemudian menginduksi
pada gulungan sekunder dengan efisien.

Design umum CT terdiri dari gulungan kawat tembaga email dan di lilitkan pada cincin baja silikon dan di
bungkus dengan isolator dan di kaitkan pada dua buah terminal connector di bagian luarnya yang nantinya
akan terhubung dengan grounding dan pada meter.

• Contoh :
2.000/5 A, 300/1 A
2.000 A dan 300 A = IP merupakan arus primer
5 A dan 1 A = IS merupakan arus sekunder

24
Pengenal CT

• Pengenal primer : 10 - 12,5 - 15 - 20 - 25 - 30 - 40 - 50 - 60 - 75 - 80


A dan kelipatan 10
• Pengenal sekunder : 1 - 2 - 5 A
o 5 A umumnya digunakan bila antara trafo arus dengan alat ukur
atau relainya dekat.
o 1 A umumnya digunakan bila antara trafo arus dengan alat ukur
atau relainya.
o 2 A untuk keperluan tertentu.

24
Type CT

A. Trafo arus untuk pengukuran


• Mempunyai ketelitian tinggi pada daerah kerja (daerah pengenalnya) 5%
- 120% In
• Cepat jenuh.

B. Trafo arus untuk proteksi


• Mempunyai daerah ketelitian yang luas.
• Tidak cepat jenuh.
• Kinerja relai tergantung dari trafo arus yang digunakan.

24
Rasio CT
Dalam CT di kenal dengan CT ratio pada umumnya yang paling sering di temukan dalam pasaran atau
dalam dunia teknik listrik di Indonesia adalah ratio 5, dan 1. jadi faktor ratio CT ini adalah pembagi dari
CT arus nominal nya misalnya tertulis pada name platenya CT 100 dan rationya adalah 5 maka CT
tersebut memiliki ratio 100/5 atau 20. jadi di saat CT membaca arus 1 ampere maka actualnya adalah 20
ampere.

Contoh :
pembangkit 150kV dengan daya nominal 60MVA, maka nilai CT yang digunakan adalah?

dik:
V Primer= 150.000V,
P primer= 60.000.000VA,
maka
I Primer= P Primer / V Primer
= 60.000VA / 150000V
= 400A (untuk nilai primer CT)

24
Rasio CT
Pada CT dengan rasio 400/5A berarti CT harus mengeluarkan nilai arus sebesar + 5A pada sisi
sekundernya apabila sisi primer CT dialiri arus sebesar + 400A (besar kecil tegangan primer tidak
mempengaruhi arus CT). Kemudian jika di terminal sekunder CT terukur arus sebesar 3.26A maka
berapakah nilai primer CT yang sesungguhnya?

Dik : Ip/Is = 400/5A,


Is (aktual) = 3.26
Ip (aktual) = 3.26 x (400/5)
Ip (aktual) = 260.8A

24
Penggunaan CT
Secara luas dewasa ini trafo arus digunakan untuk pengukuran arus listrik dan pemantauan pengoperasian
jaringan listrik untuk 200 ampere keatas. CT biasanya di gambarkan dengan rasio arus primer ke
sekunder dan sering kali CT di pasang sebagai ” Stack ” untuk berbagai keperluan sebagai contoh untuk
perlinduangan perangkat dan metering.

24
Diagram garis tunggal

24
Diagram garis tunggal

24
Akurasi CT
Faktor yang mempengaruhi Keakuratan curent Transformer :
Burden, Class, Rating Faktor, Beban, Medan Magnet, Suhu dan sruktur nya

Untuk standar IEC, akurasi kelas untuk berbagai jenis pengukuran yang ditetapkan dalam IEC 60044-1,
Kelas 0.1, 0.2s, 0.2, 0.5, 0.5s, 1, dan 3. Penunjukan kelas adalah ukuran perkiraan akurasi CT'. Ratio
(primer ke sekunder saat ini) kesalahan CT kelas 1 adalah 1% pada arus pengenal; kesalahan rasio CT
kelas 0.5 adalah 0,5% atau kurang. Kesalahan dalam tahap juga penting terutama dalammengukur arus
listrik, dan setiap kelas memiliki fase kesalahan maksimum untuk impedansi beban tertentu.
Transformator saat ini digunakan untuk relay proteksi , seperti untuk over load dan kebocoran pada
grounding.

24
Kwh Meter 3 Phasa
•Pastikan terminal koneksi dalam bagus,
•Pastikan koneksi kabel tidak ada yang lepas atau kendur
•Check posisi dari Current Transformer (CT), di CT ada code tersendiri yaitu PS adalah arah masuknya jalur listrik dan
untuk PL adalah jalur ke beban, jadi jangan sampai terbalik arah masuknya arus.
•Pastikan koneksi di KWH Meter 3 Phase arus in dan out sesuai dengan tengangannya
•Pastikan juga koneksi arus In dan Out sesuai dengan arah dari CT tersebut. Disini letak kesalahan yang terjadi, salah
satu fase arah arusnya terbalik sehingga total KWH yang dibaca justru akan dikurangi, misal arus yang lewat masing-
masing fase adalah 10 Amp, jika kondisi normal KWH akan membaca 30 Ampere karena ada 3 line, jika salah satu saja
ada yang terbalik maka KWH hanya akan membaca 10 Ampere karena 20 Ampere dikurangi 10Ampere. Kelihatan kan
[erbedaannya jauh sekali.

24
Potensial Transformator
peralatan yang mentransformasi tegangan sistem yang lebih tinggi ke suatu tegangan sistem yang lebih
rendah untuk kebutuhan peralatan indikator, alat ukur/meter dan relai.

• Trafo Tegangan (Potential Transformer disingkat PT) merupakan perlatan yang berfungsi untuk mentransformasi
kan besaran tegangan dari nilai primernya (sisi High Voltage) ke nilai sekunder (sisi Low Voltage).
• Tegangan dalam nilai sekunder ini menjadi input bagi relai proteksi atau peralatan pengukuran.
• PT sekaligus berfungsi sebagai pengisolasi atau pemisah sisi HV dengan sisi LV.

24
Penggunaan PT

Penggunaan PT dibedakan untuk pengukuran dan untuk sistem proteksi

• Untuk pengukuran teliti untuk daerah kerja pada tegangan dari 80% sampai 120% dari tegangan pengenal.

• Untuk sistem proteksi relatif ketelitiannya lebih rendah, tetapi untuk daerah kerja dari 5 % sampai 190 %
tegangan pengenalnya. dan pada 2% tegangan pengenalnyapun kesalahan masih tertentu.

24
Potensial Transformator
• Standar klas ketelitian PT untuk pengukuran ialah : 0,1 - 0,2 - 0,5 - 1,0 - 3,0

• Batas kesalahan transformasi dan pergeseran sudut untuk PT Pengukuran :

• Untuk setiap tegangan dari 80% s.d 120% tegangan pengenal dengan beban 25% s.d 100% beban
pengenal pada faktor daya 0,8 lagging.

% Kesalahan Rasio Pergeseran Sudut +/-


Klas
Tegangan +/- (Menit)
0,1 0,1 5
0,2 0,2 10
0,5 0,5 20
1 1,0 40
3,0 3,0 -

24
9

Anda mungkin juga menyukai