STANDARD OPERATING PROCEDURE No Dokumen :
No Revisi :0
INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH Tgl Efektif : 12 November 2024
PT. RIDHANA PUTRA MANDIRI Halaman : 1 dari 3
PERSETUJUAN
Nama Jabatan Tanda Tangan Tanggal
Dibuat oleh :
Diperiksa oleh :
Disahkan oleh :
KONTROL DOKUMEN
Copy No. :
Status Dokumen :
DAFTAR REVISI
No. Revisi Tanggal Objek Revisi Halaman
Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. RIDHANA PUTRA MANDIRI
STANDARD OPERATING PROCEDURE No Dokumen :
No Revisi :0
INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH Tgl Efektif : 12 November 2024
PT. RIDHANA PUTRA MANDIRI Halaman : 2 dari 3
1. Tujuan
Tujuan dari prosedur ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh limbah cair dari proses
produksi atau non produksi yang mengandung pencemar terolah dengan baik dan benar
di IPAL (Instalasi Pengolahan Limbah Cair) sehingga memenuhi baku mutu yang telah
ditetapkan pemerintah dan perusahaan tidak berkontribusi terhadap pencemaran
lingkungan.
2. Peraturan Terkait
a) Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
b) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. 05 Tahun 2021 tentang
Tata Cara Penerbitan Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional Bidang
Pengendalian Pencemaran Lingkungan
c) Arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2022
3. Definisi
a) Air limbah adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair;
b) Air limbah domestik adalah limbah cair yang berasal dari fasilitas MCK (Mandi, Cuci,
Kakus) yang terdiri dari grey water dan black water;
c) Grey water adalah air limbah domestik yang berasal dari saluran kamar mandi,
wastafel, tempat wudlu, dan tempat pencucian;
d) Black water adalah air limbah domestic yang berasal dari kloset/WC yang terdiri dari
air kencing dan tinja;
e) IPAL (Instalasi Pengolahan Limbah Cair) adalah suatu unit pengolahan limbah cair
yang berisi beberapa tahap pengolahan agar air limbah memenuhi baku mutu sebelum
dibuang ke badan air penerima;
f) Titik inlet IPAL adalah titik sebelum air limbah di lakukan pengolahan;
g) Titik outlet IPAL adalah titik setelah air limbah di lakukan pengolahan,dimana air
limbah sebelum mengalir ke badan air penerima/drainase.
Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. RIDHANA PUTRA MANDIRI
STANDARD OPERATING PROCEDURE No Dokumen :
No Revisi :0
INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH Tgl Efektif : 12 November 2024
PT. RIDHANA PUTRA MANDIRI Halaman : 3 dari 3
4. Prosedur
Start-Up IPAL
a) Start-up IPAL dilakukan pada saat IPAL baru selesai dibangun atau pada saat terjadi
masalah besar sehingga perlu total pengurasan. Untuk melakukan start-up IPAL,
langkah pertama yang harus dilakukan adalah pengecekan sistem IPAL secara
keseluruhan;
b) Selanjutnya air limbah domestik dari bak dialirkan ke IPAL sampai mencapai level
penuh;
c) Pengisian IPAL diusahakan merata jangan sampai sebagian penuh, bagian yang lain
masih kosong;
d) Flow Meter dipasang di lokasi in dan out bangunan IPAL untuk mengetahui debit aliran
limbah yang masuk ke dalam IPAL;
e) Aliran air limbah di set sampai kapasitas maksimum yaitu sebesar 25,99 m 3/hari. Debit
air limbah dapat dipantau dari jalannya meteran air limbah yang ada di outlet maupun
yang ada di inlet IPAL;
f) Selanjutnya dilakukan pemantauan secara kontinyu (Swa-pantau);
g) Setiap 1 (satu) bulan, sampel dari outlet IPAL harus diambil dan dianalisakan
komposisinya di laboratorium bersertifikasi KAN. Kemudian hasil analisa tersebut
dilaporkan ke DLH Kabupaten Kediri setiap 6 (enam) bulan sekali.
Perawatan IPAL
a) Melakukan controlling pada kondisi unit biofilter anarobic dengan membuka manhole
untuk mengecek bagian secara rutin;
b) Perawatan dilakukan oleh semua warga perumahan dengan penjadwalan secara
berkala.
Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. RIDHANA PUTRA MANDIRI