Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
PENGARUH KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN
FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI
SISWA KELAS XI IPS DI SMA DHARMA PANCASILA
T.A 2016/2017
1) Eko Wahyu Nugrahadi, 2*) Nanny Tina
*Korespondensi: nannysimatupang@[Link]
1,2) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan
ABSTRACT
Problems in this study is the low achievement of learning Economics class XI IPS In Dharma Pancasila. This study
aims to determine the effect of teacher teaching skills and utilization of learning facilities on Student Achievement
class XI IPS in SMA Dharma Pancasila T.A 2016/2017. The population in this study is all students of class XI
IPS in SMA Dharma Pancasila, amounting to 66 students. The sample of this research is 55 students. Data
collection techniques in this study is to spread the questionnaire and documentation. Prior to data analysis, in this
study the researchers used the classical assumption test. The data analysis used is multiple linear regression. Based
on the results of the analysis obtained multiple linear regression equation Y = 3.486 + 0.842X1 + 0.389X2.
Coefficient of determination (R2) of 0.710 which explains that teacher's teaching skill (X1) and utilization of
learning facility (X2) have an effect on student's learning achievement (Y) equal to 71,0%, while the rest equal to
29,0% influenced by other variables . Then from the test results obtained titung> ttabel which means partially the
teacher's teaching skills and utilization of learning facilities have a positive and significant impact on learning
achievement. Then obtained Fcount> Ftabel which means simultaneously the teacher teaching skills and utilization
of learning facilities have a positive and significant impact on the economic achievement of students of class XI
SMA Dharma Pancasila T.A 2016/2017.
Key Words: Teacher Teaching Skills, Learning Facility Utilization, Student Economics Learning Achievement.
ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar Ekonomi kelas XI IPS Di Dharma
Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan mengajar guru dan
pemanfaatan fasilitas belajar terhadap Prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Dharma Pancasila T.A
2016/2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Dharma Pancasila
yang berjumlah 66 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 55 siswa. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah dengan menyebarkan angket dan dokumentasi. Sebelum dilakukan analisis data,
dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji asumsi klasik. Analisis data yang digunakan adalah
regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi linier berganda Y = 3,486
+ 0,842X1 + 0,389X2. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,710 yang menjelaskan bahwa keterampilan
mengajar guru (X1) dan pemanfaatan fasilitas belajar (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa
(Y) sebesar 71,0%, sedangkan sisanya sebesar 29,0 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. Kemudian
dari hasil penguji diperoleh thitung > ttabel yang berarti secara parsial keterampilan mengajar guru dan
pemanfaatan fasilitas belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar.
Kemudian diperoleh Fhitung > Ftabel yang berarti secara simultan keterampilan mengajar guru dan
pemanfaatan fasilitas belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap prestasi belajar
ekonomi siswa kelas XI SMA Dharma Pancasila T.A 2016/2017.
Kata-kata kunci : Keterampilan Mengajar Guru, Pemanfaatan Fasilitas Belajar, Prestasi Belajar.
23
Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
2015 adalah 61,93% dan rata-rata nilai Ujian
Nasional SMA Tahun 2016 adalah 55,3% atau
PENDAHULUAN mengalami penurunan. Penurunan tersebut
Ketercapaian tujuan pendidikan dapat dikarenakan semakin meningkatnya
ditentukan melalui tinggi rendahnya kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional
prestasi belajar yang dimiliki oleh siswa. dan dengan tidak digunakannya hasil Ujian
Prestasi belajar merupakan salah satu Nasional dalam menentukan kelulusan
indikator dalam mencapai kesuksesan masa siswa, keseriusan siswa dan guru dalam
depan siswa. Tinggi rendahnya suatu menyiapkan diri menghadapi ujian nasional
prestasi belajar siswa dapat dicapai dari mungkin juga berkurang.
proses belajar mengajar yang telah Selain melalui nilai Ujian Nasional,
dilakukan. Dengan proses belajar mengajar indikator yang dapat digunakan untuk
maka siswa dapat mengembangkan potensi- melihat tinggi rendahnya prestasi belajar
potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, siswa adalah berdasarkan nilai KKM
prestasi belajar memiliki posisi yang penting (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah
dalam upaya meningkatkan kualitas ditetapkan oleh sekolah. Berdasarkan
pendidikan. pengamatan yang dilaksanakan di SMA
Salah satu yang mengukur prestasi Dharma Pancasila pada Tahun Ajaran
belajar siswa dapat dilihat dari pencapaian 2016/2017, prestasi belajar ekonomi kelas XI
rata-rata nilai Ujian Nasional. Menurut IPS SMA Dharma Pancasila dapat dilihat
Baswedan dalam Kemdikbud, Di Indonesia dari persentase ketuntasan siswa pada tabel
rata-rata nilai Ujian Nasional SMA Tahun 1 berikut ini :
Persentase Ketuntasan Siswa Kelas XI IPS SMA Dharma Pancasila
Pada Mata Pelajaran Ekonomi
>KKM (75) <KKM (75)
Jumlah
Kelas Tidak tuntas Persentase
siswa Tuntas (siswa) Persentase (%)
(siswa) (%)
XI IPS-1 32 13 40,62% 19 59,3%
XI IPS-2 34 5 14,7% 29 85,29%
Total 66 18 27,27% 48 72,72%
Dari tabel di atas, diketahui bahwa mempengaruhi belajar dan prestasi belajar
prestasi belajar siswa yang diperoleh masih ada 3, yaitu faktor internal yakni
rendah, yang ditandai masih bayak siswa keadaan/kondisi jasmani dan rohani, faktor
yang memiliki nilai di bawah KKM yaitu eksternal yakni pemanfaatan fasilitas belajar ,
sekitar 48 orang siswa atau 72,72% dan yang faktor pendekatan belajar (approach to
mencapai KKM hanya sekitar 18 orang siswa learning), yakni keterampilan mengajar guru.
atau 27,27% . Jadi, dalam hal ini prestasi belajar siswa
Menurut Syah dalam (istiqomah, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor
2014:7-9) mengemukakan bahwa faktor yang tersebut.
24
Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
Berdasarkan pengamatan yang demikian, pemanfaatan fasilitas belajar perlu
dilaksanakan peneliti di SMA Dharma diperhatikan oleh setiap sekolah untuk
Pancasila, penyampaian materi yang kelancaran proses belajar, sehingga prestasi
dilakukan oleh guru dikelas masih belajar yang didapat oleh siswa akan
konvensional, dan hal tersebut mengurangi maksimum.
semangat siswa dalam proses pembelajaran. Dari berbagai uraian tersebut, maka
Sesuai dengan pengamatan yang dilakukan penulis tertarik untuk melakukan penelitian
peneliti, masih banyak siswa yang merasa dengan judul : “ Pengaruh Keterampilan
bosan belajar ekonomi diakibatkan Mengajar Guru dan Pemanfaatan Fasilitas
kurangnya variasi belajar yang dilakukan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi
dalam proses pembelajaran. Masih sering Siswa Kelas XI IPS di SMA Dharma
didapati siswa dikelas bermain-main atau Pancasila T.A 2016/2017”.
tidak serius mendengarkan pelajaran pada
saat guru menerangkan materi didepan. Hal TINJAUAN TEORITIS
tersebut sangatlah berpengaruh tidak baik Prestasi Belajar
terhadap keberhasilan belajar siswa. Prestasi merupakan hasil yang dicapai
Kurangnya kemampuan mengajar guru seseorang ketika mengerjakan tugas atau
disekolah menyebabkan prestasi belajar kegiatan tertentu, ( Tu’u dalam Satmoko
ekonomi siswa di Dharma Pancasila 2013:10). Prestasi belajar adalah penilaian
menurun. pendidikan tentang kemajuan siswa dalam
Selain keterampilan mengajar guru, segala hal yang dipelajari di sekolah yang
pemanfaatan fasilitas belajar juga salah satu menyangkut pengetahuan atau
faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kecakapan/keterampilan yang dinyatakan
tingg rendahnya prestasi belajar siswa. sesudah hasil penilaian (Djamarah, 2008:21).
Dengan fasilitas yang memadai, maka siswa Maka dari itu, prestasi prestasi belajar siswa
dan guru dapat menggunakan fasilitas akan dipengaruhi oleh kualitas proses belajar
belajar untuk mempermudah proses mengajar di kelas. Hal ini berarti tercapai
pembelajaran untuk meningkatkan prestasi tidaknya tujuan pendidikan salah satunya
belajar siswa. akan tergantung pada proses belajar
Dari ketersediaan fasilitas yang mengajar yang berlangsung dengan baik.
terdapat disekolah seperti: ruang belajar, Proses belajar mengajar akan berlangsung
perpustakaan, alat belajar, penerangan, baik apabila guru mampu menguasai dan
laboratorium seharusnya siswa dapat mengimplementasi keterampilan dasar
memanfaatkannya dengan baik. menajar dalam proses belajar mengajar
Bertambahnya ilmu pengetahuan yang dikelas.
didapat bukan hanya dari guru, namun dari Prestasi pada dasarnya hasil yang
pemanfaatan fasilitas belajar yang secara diperoleh dari suatu aktivitas. Adapun
maksimal. Namun, dalam kenyataanya belajar pada dasarnya adalah suatu proses
masih banyak siswa yang salah yang mengakibatkan perubahan dalam diri
menggunakan fasilitas belajar yang sudah induvidu, yaitu perubahan tingkah laku.
tersedia disekolah, seperti memanfaatkan Dengan demikian, prestasi belajar adalah
laboratorium komputer dengan bermain hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan
game. Perpustakaan merupakan salah satu yang mengakibatkan perubahan dalam diri
sumber belajar yang terdapat disekolah, induvidu sebagai hasil dari aktivitas dalam
namun sangat jarang siswa didapati belajar belajar.
atau membaca di perpustakaan. Prestasi belajar yang rendah
Untuk meningkatkan kemampuan merupakan suatu hal yang tidak bisa
mengajar guru, memanfaatkan fasilitas yang dibiarkan begitu saja. Rendahnya prestasi
berada di sekolah akan membantu guru belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor,
dalam proses belajar mengajar. Dengan yaitu masih rendahnya keterampilan guru
dalam memberikan penjelasan kepada siswa
26
Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
mengenai materi pelajaran, kegiatan adalah kemampuan melakukan pola-pola
pembelajaran terkesan membosankan karena tingkah laku yang kompleks dan tersusun
guru belum mampu memanfaatkan model rapi secara mulus sesuai dengan keadaan
mengajar dengan bantuan alat peraga dan umum mencapai hasil tertentu, keterampilan
pada gilirannya siswa hanya dapat bukan hanya meliputi gerakan motorik
membayangkan dan berimajinasi, belum melainkan juga pengejawatan fungsi mental
efektifnya kemampuan guru untuk yang bersifat kognitif.
mengembangkan suasana pembelajaran agar Berdasarkan penjelasan di atas dapat
lebih efektif dan menyenangkan karena disimpulkan bahwa keterampilan adalah
kegiatan pembelajaran masih berpusat pada usaha yang dilakukan seseorang dalam
guru, model pembelajaran yang masih melakukan tingkah laku yang baik yang
monoton, dan belum efektifnya peran guru tersusun rapi sehingga menciptakan kondisi
sebagai motivator (Huzaima dkk, 2013 : 2). belajar bagi siswa.
Menurut Arifin (dalam Satmoko, 2013: Menurut Slameto, (2013:32) “Mengajar
27) prestasi belajar mempunyai beberapa adalah suatu aktivitas untuk mencoba
fungsi yaitu: (1) Sebagai indikator kualitas menolong, membimbing seseorang untuk
dan kuantitas pengetahuan yang telah mendapatkan, mengubah atau
diketahui anak didik; (2) Sebagai lambang mengembangkan skill, attitud, ideals (cita-
pemuasan hasrat ingin tahu; (3) Sebagai cita), appreciations (penghargaan) dan
bahan informasi dalam inovasi pendidikan; knowledge”.
(4) Sebagai indikator intern dan ekstern dari Berdasarkan penjelasan di atas
suatu institusi pendidikan; (5) Sebagai mengajar merupakan aktivitas yang
indikator terhadap daya serap peserta didik. dilakukan guru dalam membawa perubahan
Dalam pembelajaran, perubahan perilaku tingkah laku yang baik atau
yang harus dicapai oleh siswa setelah berkecenderungan langsung untuk
melaksanakan aktivitas belajar dirumuskan mengubah tingkah laku siswa sehingga
dalam tujuan pembelajaran. Menurut menciptakan kondisi belajar yang bermakna
Slameto (2013:140) mengemukan bahwa bagi siswa.
untuk meraih prestasi belajar yang baik, Menurut Djamarah (2008:14)
banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan. “keterampilan mengajar adalah
Secara garis besar faktor-faktor yang keterampilan yang mutlak harus guru
mempengaruhi belajar dan prestasi belajar miliki”. Dengan memiliki keterampilan
dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu dasar mengajar diharapkan guru dapat
“faktor internal dan eksternal”. mengoptimalkan peranannya di kelas.
Wibawa (dalam Alkuri, 2014: 2)
Keterampilan Mengajar Guru menyatakan bahwa, “Dengan adanya
Keterampilan dasar mengajar (teaching keterampilan mengajar guru yang baik, siswa
skills), merupakan suatu karakteristik umum akan terdorong atau termotivasi untuk
dari seseorang yang berhubungan dengan belajar”. Adanya keterampilan mengajar
pengetahuan dan keterampilan yang guru yang tepat dan didukung oleh
diwujudkan melalui tindakan. Keterampilan kedisiplinan belajar yang timbul dari dalam
dasar mengajar (teaching skills) pada diri siswa, diharapkan dapat mendorong
dasarnya adalah berupa bentuk-bentuk siswa untuk belajar dengan baik dan tepat
perilaku bersifat mendasar dan khusus yang waktu sehingga dapat memacu untuk
harus dimiliki oleh seorang guru sebagai meningkatkan prestasi belajar secara
modal awal untuk melaksanakan tugas- optimal.
tugas pembelajarannya secara terencana dan Berdasarkan pengertian di atas, maka
profesional. disimpulkan bahwa keterampilan mengajar
Menurut Syah (dalam Lina, 2012:17) merupakan kemampuan yang harus dimiliki
mengemukakan bahwa : Keterampilan oleh seorang guru dalam mengembangkan,
27
Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
membimbing, dan mengubah tingkah laku laboratorium atau ruang praktek, ruang baca
siswa sehingga menciptakan kondisi belajar atau perpustakaan, papan tulis, dan
yang bermakna bagi siswa. Rusman (dalam perlengkapannya, media yang mendukung
Rondi 2012) menyatakan keterampilan dasar proses pembelajaran. Fasilitas yang dimiliki
menjadi guru secara aplikatif indokatornya siswa dirumah antara lain adalah buku-buku
dapat digambarkan melalui 8 keterampilan pelajaran, pulpen, mistar atau penggaris,
mengajar, yakni: 1.) Keterampilan bertanya; pensil, penghapus, alat peruncing, kertas
2.) Keterampilan memberi penguatan; 3.) tulis, ruang belajar, meja dan kursi belajar,
Keterampilan mengadakan variasi; 4.) tempat buku-buku atau rak dan lampu
Keterampilan menjelaskan; 5.) Keterampilan belajar.
membimbing diskusi kelompok kecil; 6.) Berdasarkan pada penjelasan di atas,
Keterampilan mengelola kelas; 7.) Fasilitas Belajar adalah sarana dan prasarana
Keterampilan membuka dan menutup yang memperlancar jalannya proses
pelajaran; 8.) Keterampilan mengajar belajaran mengajar siswa agar tujuan
kelompok kecil dan perseorangan. pendidikan dapat berjalan dengan lancar,
teratur, efektif, dan efisien.
Pemanfaatan Fasilitas Belajar
Fasilitas adalah sarana dan prasarana METODE PENELITIAN
yang harus tersedia untuk melancarkan Penelitian ini dilakukan di SMA
kegiatan pendidikan di sekolah. Sarana Dharma Pancasila yang berlokasi di jl.
adalah semua perangkat peralatan, bahan, [Link] Blok C No.71, Padang Bulan
dan perabot yang secara lagsung digunakan Selayang I, Medan. Penelitian ini
untuk proses pendidikan disekolah, meliputi dilaksanakan pada semester genap tahun
gedung, ruang belajar/kelas, media belajar, 2016/2017. Populasi dalam penelitian ini
meja dan kursi. Sedangkan prasarana adalah adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA
fasilitas yang secara tidak langsung Dharma Pancasila yang berjumlah 66 siswa
menunjang jalannya proses pendidikan, yang terdiri dari 2 kelas. Dalam menentukan
meliputi halaman sekolah, taman sekolah, sampel dari populasi dalam penelitian ini
dan jalan menuju sekolah . Sarana digunakan teknik cluster sampling, dengan
pendidikan merupakan sarana penunjang menggunakan tabel dari Isaac dan Michael
bagi proses belajar mengajar. (dalam Istiqomah, 2014) untuk tingkat
Menurut tim pedoman pembakuan kesalahan 5%. Jumlah sampel dalam
media pendidikan (Depdikbud) yang penelitian ini berjumlah 55 orang. Dan teknik
dimaksud dengan sarana pendidikan adalah pengumpulan data dengan menyebarkan
semua fasilitas yang diperlukan dalam angket dan dokumentasi. Penelitian ini
proses belajar-mengajar, baik yang bergerak membahas tentang keterampilan mengajar
maupun yang tidak bergerak agar guru dan pemanfaatan fasilitas belajar
pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas
dengan lancar, teratur,efektif, dan efisien. XI IPS di SMA Dharma Pancasila T.A
Lebih luas fasilitas dapat diartikan sebagai 2016/2017.
segala sesuatu yang dapat memudahkan dan
melancarkan pelaksanaan suatu usaha yang HASIL DAN PEMBAHASAN
dapat memudahkan dan melancarkan usaha Berdasarkan hasil analisis dengan
ini dapat berupa benda atau uang. Jadi dalam menggunakan metode Ordinary Least Square
hal ini sarana fasilitas dapat disamakan (OLS). Dimana analisis ini berfungsi untuk
dengan sarana (Suharsimi, dalam Pinem: mengetahui seberapa besar pengaruh
2014). Menurut Nurdin, (dalam Pinem, 2014 : variabel bebas (X) terhadap variabel terikat
21 ) : Fasilitas belajar yang berasal dari (Y). Dari hasil pengolahan data yang telah
sekolah antara lain gedung sekolah tempat dilakukan maka diperoleh persamaan regresi
terjadinya interaksi belajar mengajar, linear berganda sebagai berikut:
28
Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
Y = a + b1X1 + b2X+ e nilai signifikansi 0,001. Dengan demikian
Y = 3,486+ 0,842 X1 + 0,389 X2 + e thitung>ttabel (3.615>1,675). Hal ini berarti H2
Persamaan regresi linear berganda diterima dimana pemanfaatan fasilitas
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: belajar (X2) berpengaruh positif dan
Konstanta (a) = 3,486 artinya jika variabel signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi
keterampilan mengajar guru dan siswa kelas XI SMA Dharma Pancasila
pemanfaatan fasilitas belajar sebesar 0, maka Medan T.A 2016/2017. Uji simultan (uji F)
prestasi belajar ekonomi siswa konstan pada penelitian ini dilakukan untuk
sebesar 3,486. Nilai koefisien regresi variabel mengetahui apakah ada pengaruh yang
keterampilan mengajar guru (b1) sebesar signifikan secara bersama-sama antara kedua
0,842 artinya jika keterampilan mengajar variabel bebas terhadap variabel terikat.
guru mengalami kenaikan satu satuan, maka Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan
prestasi belajar ekonomi siswa akan membandingkan nilai Fhitung dengan nilai
mengalami peningkatan sebesar 0,842 satuan Ftabel dengan ketentuan jika Fhitung> Ftabel atau
dengan asumsi variabel independen lainnya nilai sig < 0,05 maka hipotesis diterima dan
bernilai tetap. Nilai koefisien regresi variabel sebaliknya jika Fhitung< Ftabel atau nilai sig >
pemanfaatan fasilitas belajar (b2) sebesar 0,05 maka hipotesis ditolak. Untuk mencari
0,389 artinya jika pemanfaatan fasilitas nilai Ftabel digunakan rumus df (1) dan df (2)
belajar mengalami kenaikan satu satuan, dengan ketentuan df (1) = K – 1 dan dk (2) =
maka prestasi belajar ekonomi siswa akan n – K, sehingga df (1) = 2 dan df (2) = 52. Dari
mengalami peningkatan sebesar 0,389 satuan perhitungan ini maka diketahui Ftabel dalam
dengan asumsi variabel independen yang penelitian ini adalah sebesar 3,18. Adapun
lain bernilai tetap. hasil analisis uji F menunjukkan nilai Fhitung
Uji parsial (uji-t) pada penelitian ini adalah sebesar 63,796. Dengan demikian
dilakukan untuk mengetahui apakah ada Fhitung > Ftabel ( 63,796>3,18) dan taraf
pengaruh signifikan secara masing-masing signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti
antara variabel independen dan variabel bahwa H3 diterima, dimana secara bersama-
dependen. Pengujian hipotesis ini dilakukan sama Keterampilan Mengajar Guru dan
dengan membandingkan nilai thitung dengan Pemanfaatan Fasilitas Belajar berpengaruh
nilai ttabel dengan ketentuan jika thitung> ttabel positif dan signifikan terhadap prestasi
atau nilai sig < 0,05 maka hipotesis diterima belajar ekonomi siswa kelas XI SMA Dharma
dan sebaliknya jika thitung< ttabel atau nilai sig Pancasila Medan T.A 2016/2017.
> 0,05 maka hipotesis ditolak. Adapun hasil Analisis koefisien determinasi
analisis uji t untuk variabel independen digunakan untuk mengetahui persentase
dapat dilihat pada variabel Keterampilan sumbangan atau kontribusi pengaruh
Mengajar Guru (X1) menunjukkan nilai thitung variabel independen keterampilan mengajar
sebesar 6.353 dan nilai signifikansi adalah guru dan pemanfaatan fasilitas belajar siswa
0,000 Sedangkan untuk ttabel pada df = n – k ( terhadap prestasi belajar ekonomi siswa.
55 – 3) = 52 pada taraf signifikan 0,05 ialah Besarnya nilai koefisien determinasi dalam
sebesar 1,675. Maka dapat disimpulkan penelitian ini adalah nilai R Square sebesar
bahwa nilai thitung > ttabel (6.353 > 1,675). 0,710. Besarnya nilai koefisien tersebut sama
Dengan demikian hipotesis diterima, dengan 71,0%. Nilai tersebut berarti bahwa
yang berarti ada pengaruh yang positif dan keterampilan mengajar guru dan
signifikan antara variabel keterampilan pemanfaatan fasilitas belajar memberikan
mengajar guru terhadap prestasi belajar kontribusi pengaruh sebesar 71,0% terhadap
ekonomi siswa kelas XI SMA Dharma prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI SMA
Pancasila Medan T.A 2016/2017. Dharma Pancasila Medan T.A 2016/2017
Sedangkan hasil uji t untuk variabel sedangkan sisanya yaitu sebesar 29,0%
pemanfaatan fasilitas belajar (X2) dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang
menunjukkan nilai thitung sebesar 3.615 dan tidak dibahas dalam penelitian ini.
29
Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
belajar memberikan kontribusi pengaruh
SIMPULAN DAN SARAN sebesar 71,0% terhadap prestasi belajar
Hasil uji persamaan regresi linear ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Dharma
berganda diperoleh Y = 3,486+ 0,842 X1 + Pancasila T.A 2016/2017 sedangkan sisanya
0,389 X2. Hasil regresi tersebut menunjukkan yaitu sebesar 29,0% dipengaruhi oleh
bahwa arah pengaruh keterampilan variabel-variabel lain yang tidak dibahas
mengajar guru ( X1) dan pemanfaatan fasilitas dalam penelitian ini.
belajar (X2) terhadap prestasi belajar ekonomi
(Y) siswa kelas XI IPS SMA Dharma Pancasila
T.A 2016/2017 bersifat positif dan signifikan.
Artinya setiap terjadi peningkatan DAFTAR PUSTAKA
keterampilan mengajar guru dan
pemanfaatan fasilitas belajar, maka akan di Arikunto, Suharsimi, 2007. Prosedur
ikuti dengan peningkatan prestasi belajar Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Dharma
Pancasila. Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Staregi Belajar
Hasil pengujian hipotesis parsial (uji t) Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
untuk variabel keterampilan mengajar guru
yaitu thitung > ttabel (6.353 > 1,675). Maka Harahap, Linna. 2014. Pengaruh Keterampilan
hipotesis diterima yaitu variabel Guru Mengajar Terhadap Prestasi Belajar
keterampilan mengajar guru berpengaruh Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di
positif dan signifikan terhadap prestasi SMA Negeri 1 Batang Onang Tahun Ajaran
belajar ekonomi siswa di sekolah tersebut. 2013/2014. FE, UNIMED: MEDAN
Sedangkan hasil uji t untuk variabel
pemanfaatan fasilitas belajar (X2) Hasnah. 2011. Pengaruh Fasilitas Belajar
menunjukkan nilai thitung sebesar 3.615 dan Terhadap Prestasi Belajar PPKN Murid
nilai signifikansi 0,001 .Dengan demikian Kelas V SDN 53 Sawerigading. Jurnal
thitung > ttabel (3.615 > 1,675). Maka hipotesis Skripsi. Vol 01, No 1 (diakses 15 Maret
diterima yaitu variabel pemanfaatan fasilitas 2017)
belajar berpengaruh positif dan signifikan
terhadap prestasi belajar ekonomi siswa di Huzaima, dkk. 2013. Pengaruh Keterampilan
sekolah tersebut. Dasar Mengajar Terhadap Prestasi Belajar
Hasil pengujian hipotesis simultan (uji Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu
F) untuk variabel pemanfaatan sumber Kelas VII SMP Negeri 2 Gorontalo. FEB.
belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi Jurnal Skripsi. Universitas Negeri
belajar ekonomi siswa menunjukkan bahwa Gorontalo ( diakses 13 Maret 2017)
hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung adalah
sebesar 63,796. Dengan demikian Fhitung > Ftabel Istiqomah, Nurul Fitri. 2014. Pengaruh
(63,796> 3,18) dan taraf signifikansi 0,000 < Keterampilan Dasar Mengajar Guru
0,05 .Hal ini berarti bahwa secara bersama- Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata
sama keterampilan mengajar guru dan Pelajaran Akuntansi Kelas XII IPS Di SMA
pemanfaatan fasilitas belajar berpengaruh Negeri 13 Kota Bandung. S1 thesis,
positif dan signifikan terhadap prestasi Universitas Pendidikan. (diakses 13
belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Maret 2017)
Dharma Pancasila T.A 2016/2017.
Hasil pengujian koefiseien determinasi Kemendikbud. 2016. Indek Integritas Ujian
atau R Square sebesar 0,710. Besarnya nilai Nasional (IIUN) SMA 2016 Meningkat.
koefisien tersebut sama dengan 71,0%. Nilai [Link] (
tersebut berarti bahwa keterampilan diakses pada 5 april 2017)
mengajar guru dan pemanfaatan fasilitas
30
Jurnal Ekonomi Pendidikan p-ISSN 2302-030X
Volume 7: Nomor 5 Juni 2018 e-ISSN 2614-2295
Muliyanti, Sinta. 2016. Pengaruh Keterampilan Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor Yang
Guru Mengadakan Variasi Mengajar Dan Mempengaruhinya. Rineka Cempaka:
Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Salatiga
Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran
SMK Swasta Jaya Krama Beringin Tahun Slameto. 2013. Belajar dan Faktor- Faktor yang
Pembelajaran 2015/2016. FE, UNIMED : Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
MEDAN
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan r&d.
Bandung: Alfabeta
Pinem, Melisa. 2014. Pengaruh Kreativitas
Guru Dan Pemanfaatan Fasilitas Belajar Tamba, Benny Samuel. 2016. Pengaruh
Terhadap Sisiwa Mata Pelajaran Penggunaan Internet Sebagai Media
Kewirausahaan Di Kelas X SMK Negeri 6 pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadpa
Medan T.P 2013/2014. FE, UNIMED : Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X
MEDAN AK SMK Negeri 1 Tebing Tinggi T.P
2014/2015. FE, UNIMED: MEDAN
Riyani, Yani. 2012. Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Prestasi Belajar Mahasiswa. Wahyudi. [Link]. 2015. Pengaruh
Jurnal Eksos. ISSN 1693-9093 (diakses 6 Kelengkapan Fasilitas Belajar Terhadap
April 2017) Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI
SMA Swasta Dharmawangsa Medan Tahun
Rondi, Ahmad. 2013. Pengaruh Kompetensi Pembelajaran 2014/[Link], UNIMED:
Guru Dan Fasilitas Belajar Terhadap MEDAN
Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Pada
Mata Pelajaran Ekonomi Di Man Tempel Wina, [Link]. 2006. Strategi Pembelajaran.
Sleman. FE. Jurnal Skripsi. UNY (diakses Bandung: Kencana
7 Pebruari 2017)
Sabri, H. Ahmad. 2007. Strategi Belajar
Mengajar. Padang: Quantum Teaching
Satmoko, Ahimsa Agung. 2013. Pengaruh
Persepsi Siswa Mengenai Keterampilan
Mengajar Guru Dan Motivasi Berprestasi
Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa
Kelas XI IPS SMA Negeri 3 Purworejo. FE.
Jurnal Skripsi. UNNES (diakses 6 April
2017)
Sigalingging, Pangidoan Hotma Ulina. 2015.
Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru
Dan Kreativitas Belajar Siswa Terhadap
Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Ekonomi Kelas X Di SMA Swasta
Budisatrya Medan T.A 2014/2015. FE,
UNIMED : MEDAN
31