Waterfall
Pengertian Waterfall
Model waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun
software. Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut
juga dengan “classic life cycle” atau metode waterfall. Model ini termasuk ke dalam model generic
pada rekayasa perangkat lunak dan pertama kali diperkenalkan oleh Winston Royce sekitar tahun
1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai dalam
Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan berurutan.
Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap
sebelumnya dan berjalan berurutan (Pressman,2015:42).
Hasanudin, M. (2018)
Pengertian Model Waterfall
Menurut Sholikhah, Sairan, dan Syamsiah (2017:47), menjelaskan bahwa, “Waterfall merupakan
model klasik yang memiliki sifat berurut dalam merancang software”. Metode waterfall adalah
hal yang menggambarkan pendekatan secara sistematis dari metode Booch, Rumbaugh (OMT)
dan Jacobson. Tetapi UML mencakup lebih luas daripada OOAD. Pada pertengahan saat
pengembangan UML, dilakukan standarisasi proses dengan OMG (Object Management Group)
dengan harapan UML bakal menjadi bahasa standar pemodelan pada masa yang akan datang
(yang sekarang sudah banyak dipakai oleh berbagai kalangan) (Pratama 2017).
Kurniawan, H., Apriliah, W., Kurniawan, I., & Firmansyah, D. (2020)
Kelebihan dari model waterfall
1. Mudah dalam pengelolaan karena hampir seluruh requirement telah diidentifikasikan dan
didokumentasikan
2. Tahapan yang berurutan secara linier, identifikasi dan dokumentasi yang lengkap
3. Proses mudah dipahami oleh seluruh tim yang terlibat.
Kelemahan Waterfall, Berikut beberapa kelemahan yang dimiliki oleh model waterfall:
1. Tahapan yang berurutan secara linier tidak memungkinkan untuk kembali pada tahapan
selanjutnya
2. Tidak fleksibel terhadap perubahan kebutuhan yang terjadi dalam tahap pengembangan
system
3. Hampir tidak ada toleransi kesalahan, terutama pada tahapan planning dan design.
Pratama, E. B., & Meilinda, E. (2018)
Tahapan Metode Waterfall
Tahapan dari metode waterfall dapat dilihat pada gambar dibawah ini
1. Requirement Tahap ini pengembang sistem diperlukan komunikasi yang bertujuan untuk
memahami perangkat lunak yang diharapkan oleh pengguna dan batasan perangkat lunak
tersebut. Informasi dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi atau survei langsung. Informasi
dianalisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh pengguna.
2. Design Pada tahap ini, pengembang membuat desain sistem yang dapat membantu
menentukan perangkat keras (hardware) dan sistem persyaratan dan juga membantu dalam
mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3. Implementation Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan di program kecil yang
disebut unit, yang terintegrasi dalam tahap selanjutnya. Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk
fungsionalitas yang disebut sebagai unit testing.
4. Verification Pada tahap ini, sistem dilakukan verifikasi dan pengujian apakah sistem
sepenuhnya atau sebagian memenuhi persyaratan sistem, pengujuan dapat dikategorikan ke
dalam unit testing (dilakukan pada modul tertentu kode), sistem pengujian (untuk melihat
bagaimana sistem bereaksi ketika semua modul yang terintegrasi) dan penerimaan pengujian
(dilakukan dengan atau nama pelanggan untuk melihat apakah semua kebutuhan pelanggan
puas).
5. Maintenance Ini adalah tahap akhir dari metode waterfall. Perangkat lunak yang sudah jadi
dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan
yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.
Wahid, A. A. (2020).
Model Sekuensial Linier atau Waterfall Development Model
Menurut Pressman (2015:42), model waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis,
berurutan dalam membangun software. Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential
Model”. Model ini sering disebut juga dengan “classic life cycle” atau metode waterfall. Model ini
termasuk ke dalam model generic pada rekayasa perangkat lunak dan pertama kali diperkenalkan
oleh Winston Royce sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model
yang paling banyak dipakai dalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan
secara sistematis dan berurutan. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui
harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.
Widiyanto, W. W. (2018)