0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

KKG MI Mazro'atul Huda 2024: Pengembangan Guru

Diunggah oleh

ahmadmislani25
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

KKG MI Mazro'atul Huda 2024: Pengembangan Guru

Diunggah oleh

ahmadmislani25
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

KELOMPOK KERJA GURU (KKG)


MI MAZRO’ATUL HUDA
DAMTELU KEDUNGGEBANG TEGALDLIMO

TAHUN 2024

Disusun Oleh:

NAMA : SUBAWI,[Link]

:
UNIT KERJA : MI MAZRO’ATUL HUDA

KELOMPOK KERJA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

MAZRO’ATUL HUDA
DAMTELU KEDUNGGEBANG TEGALDLIMO
KKG adalah komunitas/kelompok kegiatan profesional bagi guru SD/MI yang
masih berada dalam satu gugus/kecamatan. Pada prinsipnya, hampir sama dengan
MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).
Hanya saja, jika MGMP kumpulan guru Mapel SMP/SMA/SMK dalam satu
kabupaten, maka KKG kumpulan guru kelas dalam satu kecamatan.
Dibedakan menjadi tiga, yaitu KKG guru kelas, KKG guru Pendidikan Agama, dan
KKG guru Penjasorkes. Keberadaannya ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk
meningkatkan kompetensi dan skill guru, baik saat berada di dalam maupun di luar
kelas.
A. Latar Belakang Pembentukan KKG
Sebagai seorang tenaga pendidik, guru harus memiliki kompetensi dan keahlian
mumpuni sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 20 ayat b
menyatakan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru
berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni.
Undang-undang di atas sudah memberikan gambaran jelas bahwa tenaga pendidik
harus memiliki kualitas unggul, sehingga bisa menghasilkan generasi unggul pula.
Kualitas pendidik ditentukan oleh kualitas kompetensi yang dimilikinya.
Oleh karena itu, pendidik/guru harus memiliki wadah tersendiri untuk meningkatkan
profesionalitas kerjanya. Wadah yang memungkinkan untuk dibentuk adalah KKG
untuk guru sekolah dasar, MGMP untuk guru mata pelajaran setingkat SMP dan
SMA, serta KKKS/MKKS untuk kepala sekolah.
B. Tujuan KKG
Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut.
1. Menjadi tempat untuk berbagi dan diskusi tentang proses pembelajaran.
2. Memperluas pemahaman dan pengetahuan profesional guru berdasarkan rasa
kekeluargaan.
3. Memberikan bantuan profesional pada guru kelas.
4. Menyediakan informasi tentang pendidikan, misalnya kebijakan terbaru tentang
pembelajaran tatap muka, bimtek melalui SIM Guru Pembelajar, dan sebagainya.
5. Meningkatkan manajemen pengelolaan kelas melalui pembelajaran yang aktif
kreatif, dan menyenangkan (PAKEM).
Pelaksanaan KKG diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan
sekolah. Adapun indikator keberhasilannya adalah sebagai berikut.
1. Mutu pelayanan pembelajaran mengalami peningkatan. Peningkatan itu ditandai
dengan pembelajaran yang semakin mendidik, menyenangkan, dan bermakna bagi
peserta didik.
2. Guru anggota, bisa saling tukar pengalaman, sehingga terjadi umpan balik
antaranggota.
3. Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kinerja guru semakin meningkat. Hal itu
bisa dilihat dari cara mengajar di dalam kelas.
4. Hasil yang diperoleh bisa meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
C. Struktur Organisasi KKG
KKG memiliki struktur kepengurusan seperti halnya organisasi lain. adapun struktur
organisasinya adalah sebagai berikut.
1. Terdiri dari pengurus dan anggota.
2. Pengurus terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan tiga ketua bidang. Bidang
yang dimaksud adalah
 Bidang perencanaan dan pelaksanaan program
 Bidang pengembangan organisasi, administrasi, sarana, dan prasarana
 Bidang hubungan masyarakat dan kerjasama
3. Pengurus tersebut dipilih oleh para anggota berdasarkan AD/ART.
4. Beranggotakan guru kelas, guru pendidikan agama, guru penjasorkes, dan guru
lain di Lembaga MI Mazro’atul Huda.

STRUKTUR KKG MI MAZRO’ATUL HUDA


Penanggung Jawab : Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Banyuwangi
Pembina : Pengawas Bina MI Kecamatan Tegaldlimo
: Kepala Madrasah Ibtidaiyah Mazro’atul Huda Kedunggebang
Koordinator : Mahfudz Sidiq,[Link]
1. Ketua : Nurul Khotimah,[Link].I
2. Sekretaris : Sholihin,[Link]
3. Bendahara : Hikmah Rahmawati,[Link].I
SEKSI PER BIDANG

4. Seksi Perencanaan/Pelaksana Program : Ahmad Mislani,[Link].I


: Ahmad Muhaimin,[Link]

5. Seksi Pengembangan Organisasi : Yulistiani Anwariyah,[Link]


: Roisatul Musyarofah,[Link]

6. Seksi Hubungan Masyarakat : Syamsudin,[Link].I


:

ANGGOTA

Seluruh Dewan Guru MI Mazro’atul Huda

D. Program Kerja KKG


Program kerja KKG pada prinsipnya sama dengan program kerja MGMP.
Dasar pembentukan program kerja adalah empat kompetensi dasar guru,
yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Adapun program
kerjanya adalah sebagai berikut.
1. Program umum
Program umum berisi tentang wawasan yang diberikan pada guru terkait kebijakan
pendidikan (kebijakan pengembangan profesionalisme guru) di tingkat daerah
sampai pusat.
2. Program inti
Program inti merupakan program utama yang benar-benar dibutuhkan untuk
meningkatkan kompetensi guru. Program inti bisa dibagi menjadi program rutin dan
pengembangan.
a. Program rutin meliputi kegiatan berikut.
 Diskusi tentang berbagai permasalahan dalam pembelajaran.
 Menyusun dan mengembangkan silabus, prota, promes, dan RPP.
 Menganalisis kurikulum.
 Menyusun laporan hasil belajar peserta didik.
 Kegiatan pendalaman materi.
 Pelatihan untuk mendukung tugas mengajar, misalnya membuat media
pembelajaran untuk berhitung, menghafal, dan sebagainya.
 Membahas materi untuk menghadapi Ujian Sekolah.
b. Program pengembangan
Sebagai wadah untuk mengembangkan keprofesian berkelanjutan, memiliki program
pengembangan seperti berikut.
 Penelitian, contohnya penelitian tindakan kelas.
 Pembuatan karya tulis ilmiah sesuai dengan isu-isu terkini.
 Seminar, lokakarya, kolokium, dan diskusi panel.
 Diklat berjenjang, meliputi pendidikan dan pelatihan.
 Menerbitkan buletin atau jurnal melalui KKG.
 Membuat website KKG untuk media publikasi kegiatan.
 Kompetisi kinerja guru.
 Mengadakan pendampingan pelaksanaan tugas guru oleh
tutor/fasilitator/pembimbing yang disediakan oleh KKG.
 Pengkajian praktik pembelajaran yang memuat tiga komponen, yaitu plan, do,
see.
 Mengadakan komunitas belajar profesional.
 Mengadakan pengembangan profesional guru internasional.
3. Program penunjang
Program penunjang merupakan program kerja KKG yang bertujuan untuk
menambah wawasan dan keterampilan para anggotanya. Adapun contoh porgram
penunjang adalah pelatihan teknologi dan informasi (TIK), pelatihan bahasa asing,
dan sebagainya.
Jika saat ini Bapak/Ibu belum tergabung, silahkan hubungi ketua KKG di
gugus setempat. Melalui program ini, Bapak/Ibu akan mendapatkan banyak
keuntungan, baik keuntungan di sekolah maupun di luar sekolah.
Kedunggebang,16 Juli 2024
Kepala Madrasah

SUBAWI,[Link]
LAPORAN
KEGIATAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG)
MI MAZRO’ATUL HUDA
DAMTELU KEDUNGGEBANG TEGALDLIMO

TAHUN 2024

Disusun Oleh:

NAMA : SUBAWI,[Link]

:
UNIT KERJA : MI MAZRO’ATUL HUDA

KELOMPOK KERJA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

MAZRO’ATUL HUDA
DAMTELU KEDUNGGEBANG TEGALDLIMO
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan
karunia yang dilimpahkan sehingga Laporan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pengembangan Diri dalam bentuk Kegiatan Kelompok Kerja Guru melalui
Kegiatan Pembinaan Guru, Kegiatan ini dapat diselesaikan sesuai dengan tepat waktu
dan Kegiatan Kelompok Kerja Guru dapat berjalan dengan lancer dan semoga selalu
membawa manfaat dan berkah bagi semuanya. amin.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini dapat diselesaikan berkat kerjasama
pada Forum Kelompok Kerja Guru dan bantuan, bimbingan, dorongan dan petunjuk dari
berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan aktif dalam menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pengembangan diri ini.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan
oleh karena itu, dengan lapang dada atas kritik dan saran yang membangun dari semua
pihak sangat diharapkan.

Demikian penulis tetap berharap agar kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak
lain yang memerlukan.

.Kedunggebang, 16 Juni 2024

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayaan Aparatur Negara dan


Repormasi Birokrasai Nomor: 16 Tahun 2009, yang mulai berlaku 1 Januari 2013.
Program ini dengan berfokus pada nilai tambah reformasi guru yang digagas
pemerintah, dengan memperkuat hubungan antara proses sertifikasi dan pemberian
tunjangan profesi untuk percepatan proses pembelajaran siswa. Kondisi pendidikan di
Daerah Binaan Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. secara
umum masih perlu pembenahan. Mulai dari kualitas kelulusan siswa dan bahkan nilai
rata-rata kelulusan pada tingkat sekolah dasar masih jauh dari harapan, kualitas
pembelajaran juga masih perlu peningkatan, masih tingginya kesenjangan kualitas
pendidikan di kota dan di desa, serta peran serta masyarakat akan pentingnya
pendidikan juga masih sangat minim.

Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan
dilakukan secara simultan terhadap berbagai pihak yang berkompeten secara
langsung, yaitu pengawas, kepala sekolah dan guru. Peningkatan mutu pada
komponen-komponen tersebut pada ujungnya berimplikasi terhadap peningkatan
kualitas lulusan siswa sebagai outputnya. Pada tataran implementasinya kegiatan-
kegiatan peningkatan mutu tersebut haruslah memenuhi standar-standar mutu yang
telah ditetapkan. Di dalam Buku 4 Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan, halaman 31 disebutkan bahwa Kegiatan KKG dan MGMP merupakan
kegiatan wajib semua guru pada setiap jenjang jabatan sebagaimana telah diatur dalam
rambu-rambu penyelenggaraan KKG/MGMP. Dalam 1 tahun, guru diwajibkan mengikuti
kegiatan KKG/MGMP paling sedikit 12 kali pertemuan (dapat berarti dalam setiap bulan
ada 1 kali pertemuan) dalam beberapa paket kegiatan. Setiap 1 paket kegiatan paling
sedikit memerlukan 3 kali pertemuan.
B. Tujuan

Tujuan Umum

Dari hasil Kelompok Kerja Guru adalah sebagai Pedoman untuk meningkatkan
kualitas layanan pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Tujuan Khusus

Tujuan Khusus Kelompok Kerja Guru (KKG), adalah :

1. Memfasilitasi guru untuk mencapai standar komptensi profesi yang telah ditentukan.

2. Memfasilitasi guru untuk terus memutakhirkan kompetensi yang mereka miliki


sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya.

3. Memotivasi guru-guru untuk memilikim komitmen melaksanakaan tugas pokok dan


fungsinya sebagai tenaga professional.

4. Mengangkat citra, harkat dan martabat profesi guru, rasa hormat dan
kebanggaankepada penyandang profesi guru.

C. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengembangan diri ini adalah :

1. Bagi Siswa

Siswa memperoleh jaminan kepastian mendapatkan pelayanan danpengalaman belajar


yang efektif untuk meningkatkan potensi diri secara optimal melalui penguasaan Ilmu
pengetahuan dan teknologi sesuai dengan perkembangan masyarat abad 21 serta
memiliki jati diri sebagai pribadi yang luhur sesuai nilai keluhuran bangsa.

2. Bagi Guru
Pengembangan Diri memberikan jaminan kepada guru menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi serta kepribadian yang kuat sesuai dengan profesinya yang
bermartabat, sehingga mampu menghadapi perubahan internal dan eksternal dalam
kehidupan abad 21 selama karirnya.

[Link] Sekolah/Madrasah

Pengembangan Diri memberikan jaminan terwujudnya sekolah sebagai


organisasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kompetensi, motivasi,
dedikasi, loyalitas, dan komitmen pengabdian guru dalam memberikan layanan
pendidikan yang berkualitas kepada siswa.

[Link] Orang Tua/Masyarakat

Pengembangan Diri memberikan jaminan bagi orang tua/masyarakat bahwa


sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing‐masing anak mereka di sekolah
memperoleh bimbingan dari guru-guru yang mampu bekerja secara professional dan
penuh tanggung jawab dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran efektif, efisien, dan
berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, nasional dan global.

[Link] Pemerintah

Dengan kegiatan Pengembangan Diri, pemerintah mampu memetakan kualitas layanan


pendidikan sebagai upaya pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja guru
serta pembiayaannya dalam rangka meningkatkan kualitas antar sekolah sejenis dan
setingkat.
BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

A. WAKTU DAN TEMPAT

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara tatap muka terbatas pada hari Sabtu pukul
9.30 – 12.15 WIB sesuai dengan jadwal Waktu kegiatan bisa berubah setiap saat
melihat situasi dan kondisi. Target dari waktu kegiatan Tahun 2024 adalah terdiri 6
paket kegiatan (18 kali pertemuan), 1 kali pertemuan terdiri 3 jam pelajaran dengan
alokasi waktu 1 jam pelajaran @35 menit.

Tempat kegiatan kegiatan kolektif guru KKG Lembaga MI Mazro’atul Huda bertempat di
Aula MI Mazro’atul Huda Kedunggebang Tegaldlimo Banyuwangi.

B. MATERI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. Pembinaan pembuatan perangkat pembelajaran yang di sesuaikan dengan kurikulum


yang berlaku

2. Penggunaan Media Pembelajaran yang relevan.

3. Pembuatan Kisi-kisi Soal Semester

C. NARASUMBER/ FASILITATOR

Narasumber/fasilitator Kegiatan Pembinaan Guru MI Mazro’atul Huda adalah :

1. Pengawas Bina ..........................


2. Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah ..........................
3. Guru Pemandu KKG ..........................

D. STRATEGI / METODE KEGIATAN

Metode Kegiatan Guru MI Mazro’atul Huda Tahun 2024 adalah, dalam


proses penyampaian materi adalah ANDRAGOGIK.
Adapun metode pembelajaran yang digunakan meliputi:

1. Dikombinasikan dengan tanya jawab, diskusi dan latihan dengan Komposisi 40%
teori dan praktek penerapan 60%.

[Link] Materi:

a. Peserta melakukan komunikasi antar peserta

b. Peserta diberi latihan untuk saling bekerjasama secara aktif dalam berfikir.

E. HASIL / MANFAAT YANG DIPEROLEH

Hasil/manfaat yang diperoleh dalam mengikuti Kegiatan Pembinaan Guru MI Mazro’atul


Huda Tahun 2024 adalah :

1. Meningkatnya kompetensi guru dalam mempersiapkan, melaksanakan dan


mengevaluasi program kegiatan belajar mengajar.
2. Meningkatnya kemampuan dalam menyusun Kurikulum.
3. Terjadinya pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan secara proporsional
melalui peningkatan kompetensi profesional guru.
4. Meningkatnya wawasan guru mengenai pengembangan kurikulum dan
memecahkan masalah pembelajaran dengan sharing pengalaman antar guru.
5. Meningkatkan wawasan metodologi mengajar.
6. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan guru dalam pembelajaran di dalam
Pembelajaran Kurikulum 2013 dan Kumer Penerapan Kriteria Ketuntasan
Minimun (KKM) semua mata pelajaran.
7. Peningkatan hasil Uji Kompetensi Guru bagi guru yang sudah bersertifikasi.
8. Peningkatan pemahaman materi UKG Modul H dan I.
9. Peningkatan pemahaman tentang jabatan guru dan angka kreditnya.
10. Meningkatkan budaya menulis bagi guru sehingga Peningkatan PKBUnsur
Publikasi Ilmiah dapat tercapai.
11. Meningkatnya produk-produk karya inovatif dari guru peserta kegiatan ini.
[Link] LANJUT

Hasil/manfaat yang diperoleh dalam mengikuti kegiatan Pembinaan Guru MI Mazro’atul


Huda Tahun 2024 adalah :

1. Memberi laporan kegiatan kepada yang memberi tugas paling lambat 7 hari
setelah kegiatan berakhir.
2. Mempersiapkan diri membuat Bukti fisik Kegiatan Pengembangan Diri untuk
Penilai Penetapan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
3. Menerapkan hasil kegiatan KKG di sekolah.

[Link] SETELAH MENGIKUTI KEGIATAN

Meningkatkan kompetensi guru dalam merencanakan, melaksanakan dan


mengevaluasi pembelajaran, meningkatnya wawasan guru dalam pengembangan
kurikulum dan memecahkan masalah pembelajaran dengan sharing pengalaman antar
guru, meningkatnya wawasan dan pengetahuan guru dalam pembelajaran khususnya
kajian Pembelajaran Kurikulum 2013 dan Implementasi Kurikulum Merdeka di
sekolahan, serta meningkatnya produk-produk karya inovatif dari guru peserta kegiatan
ini.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pelaksanaan pengembangan diri yang diikuti oleh pendidik, pada dasarnya akan
berdampak pada kegiatan pembelajaran maupun peningkatan kompetensi pendidik itu
sendiri. Tetapi sangat perlu untuk diprogramkan secara terencana sesuai dengan
kebutuhan angka kredit jabatan fungsional guru.

B. SARAN

1. Bagi Guru

Guru yang dapat merencanakan pengembangan diri yang akan menunjang kebutuhan
angka kreditnya.

2. Bagi Sekolah

Sekolah wajib memfasilitasi dalam bentuk kebijakan program agar setiap guru dapat
mengikuti pengembangan diri

3. Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan hendaknya memberikan sosialisasi atau memberikan kebijakan


terkait dengan pengembangan diri bagi guru

Kedunggebang,18 September 2024

Kepala Madrasah

SUBAWI,[Link]

Anda mungkin juga menyukai