RKL dan RPL Pabrik Tuna Pasuruan
RKL dan RPL Pabrik Tuna Pasuruan
Penulis
DAFTAR ISI
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup
1. Peningkatan debu akibat Kegiatan Konsentrasi udara a. Melakukan a. Di jalan angkut Minimal sehari 3 a. Instansi
mobilisasi usaha dan/atau mobilisasi alat yang timbul tidak penyiraman jalan yang melalui kali Pelaksana yaitu
kegiatan dan bahan sesuai dengan baku secara berkala permukiman PT Aneka Tuna
berat mutu yang ada warga. Indonesia selaku
penanggung
jawab
b. Instansi
Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
2. Peningkatan Limbah Padat dan Kegiatan Kualitas air tanah a. Menggunakan a. Di lahan Setiap 3 bulan a. Instansi
cair operasi yang menurun metode bagan alir pembangunan sekali Pelaksana yaitu
pembangunan yang dan wilayah PT Aneka Tuna
maupun pada memperhitungkan produksi Indonesia selaku
saat produksi keterkaitan antar perusahaan penanggung
berjalan dampak yang jawab
timbul b. Instansi
Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
c.
Tahap Prakonstruksi
1. Perbedaan Persepsi Pengurusan Persepsi negatif a. Pendekatan Sosial a. Kelurahan Selama a. Otoritas Jasa
Masyarakat Perizinan menjadi positif dengan setempat. pengurusan Keuangan (OJK)
penyampaian perizinan Regional dan
informasi secara bekerjasama
transparan dengan kontraktor
mengenai rencana pelaksana yang
proyek, fasilitas telah ditunjuk
yang dibangun, b. Pelaporan
sistem kerja dan penerima yaitu
jam kerja pada pihak DLH
masyarakat dan Kabupaten
tokoh masyarakat. Pasuruan
b. Pendekatan c. Pengawas laporan
institusi yaitu lurah
berkoordinasi dan Karangrejo, camat
komuniksi secara Gempol
aktif antara pihak
pemrakarsa
dengan masyarakat
2. Berkurangnya lahan terbuka Pembebasan Persepsi negatif a. Pendekatan Sosial b. Kelurahan Selama a. Otoritas Jasa
hijau dan keresahan Lahan menjadi positif dengan setempat. pembebasan Keuangan (OJK)
masyarakat penyampaian lahan Regional dan
informasi secara bekerjasama
transparan dengan kontraktor
mengenai rencana pelaksana yang
proyek, fasilitas telah ditunjuk
yang dibangun, b. Pelaporan
sistem kerja dan penerima yaitu
jam kerja pada pihak DLH
masyarakat dan Kabupaten
tokoh masyarakat. Pasuruan
b. Pendekatan c. Pengawas laporan
institusi yaitu lurah
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup
3.. Perubahan Persepsi Sosialisasi Persepsi negatif a. Pendekatan a. Kelurahan Selama a. Otoritas Jasa
Masyarakat Kegiatan menjadi positif Teknologi dengan setempat. sosialisasi Keuangan (OJK)
membuat pos Kegiatan Regional dan
pengaduan untuk bekerjasama
mengakomodir dengan kontraktor
keluhan dari pelaksana yang
masyarakat. telah ditunjuk
b. Menginformasikan b. Pelaporan
secara jelas dan penerima yaitu
transparan pihak DLH
mengenai rencana Kabupaten
kegiatan serta Pasuruan
jadwal pelaksanaan c. Pengawas laporan
pembangunan yaitu lurah
Karangrejo, camat
Gempol
Tahap Konstruksi
Pasuruan
c. Pelaporan
penerima yaitu
pihak DLH
Kabupaten
Pasuruan
2. Penurunan Kualitas Air Pengeporasian Kualitas air tanah a. Basecamp akan a. Di wilayah Selama a. Instansi
Permukaan Basecamp tetap terjaga dan dilengkapi fasilitas pembangunan kegiatan Pelaksana yaitu
tetap pada baku pengelolaan air yang pembangunan PT Aneka Tuna
mutu limbah direncanakan Indonesia selaku
b. Penyediaan toilet penanggung
jawab
b. Pengawas laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
c. Pelaporan
penerima yaitu
pihak DLH
Kabupaten
Pasuruan
3. Munculnya timbulan sampah Mobilasi Alat Kualitas lingkungan a. Menggunakan a. Di wilayah Selama a. Instansi
domestik, timbulan air limbah Berat dan terjaga kendaraan yang pembangunan kegiatan Pelaksana yaitu
domestik, dan penurunan Material ditutup yang pembangunan PT Aneka Tuna
kualitas udara amnien b. Menggunakan direncanakan Indonesia selaku
pembatasan penanggung
kecepatan jawab
c. Menyediakan b. Pelaporan
wadah penerima yaitu
pembuangan sisa pihak DLH
limbahakibat Kabupaten
timbulan Pasuruan
domestik c. Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup
Tahap Operasi
2. Peningkatan limbah cair Aktivitas Peningkatan a. Perlu pembuatan a. Di wilayah Selama a. Instansi
domestik, limbah padat Operasional pengelolaan limbah sistem pengolahan pengoperasian kegiatan Pelaksana yaitu
domestik, penurunan sanitasi waste water pengoperasian PT Aneka Tuna
lingkungan, dan penurunan treatment Indonesia selaku
kualitas udara b. Pengadaan TPS penanggung
yang terintegrasi jawab
c. Penggunaan b. Pelaporan
sistem teknologi penerima yaitu
Recirculating pihak DLH
Aquaculture Kabupaten
System (RAS) Pasuruan
c. Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
3. Sistem Monitoring maintanance Pemeliharaan optimalnya produk a. Pengadaan Sistem a. Di wilayah Selama a. Instansi
operational Sarana dan yang dihasilkan Monitoring produksi pengoperasian kegiatan Pelaksana yaitu
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup
2. Kualitas Mutu Lingkungan Pengalihan Peningkatan kualitas a. Pengadaan auditor a. Di wilayah Setiap 3 tahun a. Instansi
Aset mutu lingkungan lingkungan pengoperasian sekali Pelaksana yaitu
PT Aneka Tuna
Indonesia selaku
pengawas
b. Instansi
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup
Pelaksana audit
selaku
penanggung
jawab
c. DLH Kabupaten
Pasuruan sebagai
penerima laporan
Sumber: Perencana Penulis
Pada bab ini diuraikan rencana pemantauan yang akan dilakukan terus
menerus, sistematis, dan terencana terhadap komponen lingkungan yang relevan
untuk digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi penataan (compliance),
kecenderungan (trendline), dan tingkat kritis (critical level) dari suatu pengelolaan
lingkungan. Komponen atau indikator atau parameter lingkungan hidup yang
mengalami perubahan mendasar atau terkena dampak penting dan komponen atau
indikator atau parameter lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan hidup
lainnya. Pemantauan dilakukan pada sumber penyebab dampak dan/atau terhadap
komponen atau indikator atau parameter lingkungan hidup yang terkena dampak.
Dengan memantau kedua hal tersebut sekaligus akan dapat dinilai/diuji efektifitas
kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang [Link]-elemen RPL
meliputi:
a. Dampak yang dipantau, yang terdiri atas jenis dampak yang terjadi, komponen
lingkungan yang terkena dampak, dan indikator/parameter yang dipantau, dan
sumber dampak.
b. Bentuk pemantauan lingkungan hidup yang terdiri dari metoda pengumpulan
data, analisis data, lokasi pemantauan, waktu, dan frekuensi pemantauan.
c. Institusi pemantau lingkungan hidup, yang terdiri dari pelaksana pemantauan,
pengawas, dan penerima laporan pemantauan.
Adapun daftar dampak penting yang dipantau beserta bentuk pemantauannya
dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan
No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup
Tahap Prakonstruksi
1. Perbedaan Pengurusan Persepsi a. Wawancara warga Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Persepsi Perizinan negatif menjadi setempat Karangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
Masyarakat positif perencanaan Kecamatan selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
pembangunan Gempol tahap
b. Pengumpulan data prakonstruksi
dan perhitungna
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif
2. Berkurangnya Pembebasan Persepsi a. Wawancara warga Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
lahan terbuka Lahan negatif menjadi setempat Karangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
hijau dan positif perencanaan Kecamatan selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
keresahan pembangunan Gempol tahap
masyarakat b. Pengumpulan data prakonstruksi
dan perhitungna
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup
No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif
3. Perubahan Sosialisasi Persepsi a. Wawancara warga Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Persepsi Kegiatan negatif menjadi setempat Krangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
Masyarakat positif perencanaan Kecamatan selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
pembangunan Gempol tahap
b. Pengumpulan data prakonstruksi
dan perhitungna
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif
Tahap Konstruksi
1. Kesempatan Rekruitment Peningkatan a. Wawancara warga Kabupaten 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup
No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup
Pekerjaaan Tenaga Kerja jumlah kerja setempat Pasuruan sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
terhadap Konstruksi perencanaan Selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
Masyarakat pembangunan tahap
b. Pengumpulan data konstruksi
dan perhitungna berlangsung
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif
2. Penurunan Pengperasian Kualitas air a. Pengumpulan data Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Kualitas Air Basecamp tanah tetap dan perhitungna Krangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
Permukaan terjaga dan matematis Kecamatan Selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
tetap pada terhadap Gempol tahap
baku mutu persentase konstruksi
persepsi berlangsung
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil uji lab
b. Wawancara warga
setempat
(kuisioner)
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup
No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup
3. Munculnya Mobilasi Alat Kualitas a. Pengumpulan data Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
timbulan Berat dan lingkungan dan perhitungna Krangrejo, sekali Tuna Kabupaten kabupaten
sampah Material terjaga matematis Kecamatan Selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
domestik, terhadap Gempol tahap
timbulan air persentase konstruksi
limbah timbulan berlangsung
domestik, dan b. Wawancara warga
penurunan setempat
kualitas udara (kuisioner)
amnien
Tahap Operasi
1. Kesempatan Rekruitment Peningkatan a. Wawancara warga Kabupaten 6 bulan PT. Aneka BLDH DLH
pekerjaan tenaga kerja jumlah pekerja setempat Pasuruan sekaliSelama Tuna Kabupaten Kabupaten
terhadap operasi (kuisioner) tahap Indonesia Pasuruan Pasuruan
masyarakat b. Pengumpulan data operasi
dan perhitungna berlangsung
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif
2. Peningkatan Aktivitas Peningkatan a. Pengumpulan data Kelurahan 6 bulan PT. Aneka BLDH DLH
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup
No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup
limbah cair Operasional pengelolaan dan perhitungna Krangrejo, sekaliSelama Tuna Kabupaten Kabupaten
domestik, limbah matematis Kecamatan tahap Indonesia Pasuruan Pasuruan
limbah padat terhadap Gempol operasi
domestik, persentase berlangsung
penurunan timbulan
sanitasi b. Wawancara warga
lingkungan, setempat
dan (kuisioner)
penurunan
kualitas udara
3. Sistem Pemeliharaan optimalnya a. Pengumpulan data Kelurahan 6 bulan PT. Aneka PT. Aneka DLH
Monitoring Sarana dan produk yang dan perhitungan Krangrejo, sekaliSelama Tuna Tuna Kabupaten
maintanance Prasarana dihasilkan matematis Kecamatan tahap Indonesia Indonesia Pasuruan
operational terhadap produk Gempol operasi
yang dihasilkan berlangsung
b. Wawancara warga
setempat
(kuisioner)
1. Tenaga Kerja Pengembalian Peningkatan a. Wawancara warga Krangrejo, 6 bulan PT. Aneka PT. Aneka DLH
Tenaga Kerja Intelektual setempat Kecamatan sekaliSelama Tuna Tuna Kabupaten
SDM pekerja (kuisioner) Gempol tahap Indonesia Indonesia Pasuruan
dan b. Pengumpulan data operasional
pengembangan dan perhitungan berlangsung
efek sosial matematis
terhadap kuota
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup
No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup
tenaga kerja
2. Kualitas Mutu Pengalihan Peningkatan a. Wawancara warga Krangrejo, 6 bulan PT. Aneka Instansi DLH
Lingkungan Aset kualitas mutu setempat Kecamatan sekaliSelama Tuna Auditor Kabupaten
lingkungan (kuisioner) Gempol tahap Indonesia Pasuruan
b. Pengumpulan data operasional
dan perhitungan berlangsung
matematis
terhadap kuota
tenaga kerja
7o35’22”S
4 Mewakili daerah timur dari area proyek.
112o41'31”E
7o35’22”S
4 Mewakili daerah timur dari area proyek.
112o41'31”E
Dengan ini menyatakan bahwa Dokumen RKL dan RPL ini dibuat dengan
sebenar-benarnya. Formulir Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) ini mengacu pada peraturan-peraturan
dan ketentuan-ketentuan teknis yang berlaku. Kami akan melaksanakan pengelolaan
dan pemantauan lingkungan atas kegiatan sebagaimana tercantum dalam dokumen
RKL dan RPL. Apabila kami lalai dalam melaksanakan RKL dan RPL ini sebagai mana
mestinya, kami bersedia bertanggung jawab dan dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kami sanggup merevisi RKL dan RPL
apabila ada perubahan kegiatan. Semua pembiayaan pengelolaan lingkungan
ditanggung oleh pemrakarsa. Demikian Surat Pernyataan ini kamu buat dengan
sesungguhnya untuk dipergunakan sepertinya.
Farras Arafi