100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
148 tayangan25 halaman

RKL dan RPL Pabrik Tuna Pasuruan

Diunggah oleh

Chris Pandia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
148 tayangan25 halaman

RKL dan RPL Pabrik Tuna Pasuruan

Diunggah oleh

Chris Pandia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Rencana kegiatan pembangunan Pabrik Pengolahan Ikan Tuna yang dilakukan


oleh PT. Aneka Tuna Indonesia yang terletak di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa
Timur berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2021
tentang Daftar Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup.

Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia


Nomor 5 Tahun 2012 menge nai Jenis Rencana Usaha dan Kegiatan yang wajib
memiliki AMDAL, pelaksanaan kegiatan ini harus dilengkapi dengan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Kegiatan tersebut diperkirakan berpotensi
menimbulkan dampak terhadap lingkungan sehingga perlu dilakukan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana
Pematauan Lingkungan (RPL) ini disusun oleh Tim Studi AMDAL, sehingga
diharapkan pemrakarsa, yaitu PT. Aneka Tuna Indonesia dapat menindak lanjuti isi
dari dokumen RKL dan RPL ini. Kami mengucapkan terima kasih atas saran dan
arahan yang diberikan Komisi Penilai AMDAL sehingga dokumen ini dapat memenuhi
persyaratan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan pembangunan
pabrik ini dapat berjalan sesuai rencana.

Surabaya, 08 Desember 2023

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. 2


BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 4
1.1 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan RKL dan RPL .................................................... 4
1.2 Kebijakan Pengelolaan Lingkungan ........................................................................ 4
1.3 Kegunaan Rencana Pengelolaan Lingkungan ........................................................ 5
BAB II RENCANA KEGIATAN LINGKUNGAN ..................................................................... 6
BAB III RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN............................................................... 1
BAB IV JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH YANG DIBUTUHKAN ........................................... 3
4.1 Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ................................................ 3
BAB V PERNYATAAN KOMITMEN PELAKSANAAN RKL-RPL ........................................... 5
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan RKL dan RPL


Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) merupakan rencana pengelolaan
lingkungan yang memuat mengenai upaya berupa pencegahan, penganggulangan
dampak negatif serta pengembangan dampak positif. Sedangkan Rencana
Pemantauan Lingkungan (RPL) adalah rencana pemantauan lingkungan guna
melihat dampak yang mungkin timbul. Setelah dilakukan analisis perkiraan dan
evaluasi dampak penting maka dapat disusun rencana tindak lanjut untuk menangani
dampak tersebut. Adanya Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana
Pemantauan Lingkungan (RPL) sebagai salah satu studi AMDAL merupakan bentuk
kesinambungan dari studi ANDAL yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada
penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan atau tidak.
Maksud dan tujuan dari pelaksanakaan RKL adalah sebagai berikut:
a. Menanggulangi, meminimisasi, atau mengendalikan dampak negatif selama
tahap konstruksi hingga tahap operasional.
b. Mencegah munculnya dampak negatif yang disebabkan dari adanya
pembangunan pabrik yang dapat berpengaruh terhadap lingkungan hidup.
c. Memberikan pertimbangan ekonomi lingkungan sebagai dasar untuk
memberikan kompensasi atas sumber daya tidak pulih, hilang, atau rusak
sebagai dari akibat dari adanya kegiata pembangunan.
d. Merumuskan tugas dan wewenang pihak yang terlibat dalam pelaksanaan,
pengawasan, hingga pelaporan sehingga pengelolaan lingkungan dapat
dilakukan secara efektif dan efisien.
Maksud dan tujuan pelaksanaan RPL adalah sebagai berikut:
a. Memantau aspek aspek dampak besar dan penting yang telah dinyatakan
dalam ANDAL dan RKP RPL.
b. Memantau komponen lingkungan hidup yang dapat mengalami perubahan
atau berpotensi untuk terkena dampak penting.
c. Untuk pemantauan pada sumber penyebab dampak atau terhadap komponen
lingkungan hidup yang terkena dampak untuk dapat mengetahui efektivitasi
pengelolaan lingkungan hidup yang dijalankan.

1.2 Kebijakan Pengelolaan Lingkungan


Dalam penyusunan dokumen RKL dan RPL, Pabrik Pengalengan Ikan Lemuru
di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur berkomitmen
untuk memenuhi ketentuan peraturan dan perundangan di bidang pengelolaan
lingkungan yang relevan dengan kegiatan RKL dan RPL, serta melakukan
penyempurnaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup secara
berkelanjutan dalam bentuk mencegah, menanggulangi dan mengendalikan dampak
lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Dilakukan juga
pelatihan bagi karyawan di bidang pengelolaan lingkungan hidup sebagai upaya
penyempurnaan pelaksanaan rencana pengelolaan lingkungan.

1.3 Kegunaan Rencana Pengelolaan Lingkungan


Kegunaan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) pada
pembangunan Pabrik Pengalengan Sarden antara lain:
a. Bagi Pemrakarsa
Sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup pada setiap tahapan
kegiatan yang bertujuan untuk mencegah dampak negatif dengan meminimalkan
atau menghilangkannya. Sedangkan untuk dampak positif yang diprediksi akan
dikembangkan sehingga Pabrik pengalengan sarden dapat membawa manfaat bagi
lingkungan dan masyarakat sekitar area pabrik.
b. Bagi Masyarakat
Sebagai sumber informasi dan pedoman dalam pelaksanaan pengawasan publik.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2012 tentang
Keterlibatan Masyarakat dalam proses AMDAL dan Izin Lingkungan maka informasi
efektifitas pelaksanaan RPL dapat diketahui oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat
juga dapat merasakan dampak positif yang ditimbulkan dari kegiatan ini.
c. Bagi Pemerintah
Sebagai sumber informasi dan pedoman dalam pelaksanaan kewajiban Pemerintah
sebagai badan pengawas dalam segala usaha dan/atau kegiatan pembangunan,
agar pembangunan yang dilaksanakan atau dapat dilaksanakan selalu berlandaskan
pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjuta
BAB II
RENCANA KEGIATAN LINGKUNGAN

Dokumen RKL menguraikan bentuk-bentuk pengelolaan lingkungan hidup


yang dilakukan atas dampak yang ditimbulkan dalam rangka untuk menghindari,
mencegah, dan meminimalisasi dan/atau mengendalikan dampak negatif dari
pembangunan Pabrik Pengalengan Ikan Kecamatan Negara. Bentuk pengelolaan
lingkungan hidup yang dilakukan dibagi atas dampak penting yang dikelola atas hasil
arahan pengelolaan pada ANDAL dan dampak lingkungan lainnya yang dikelola
dimana pengelolaan lingkungannya telah direncanakan sejak awal sebagai bagian
dari rencana kegiatan yang terbagi atas tahap pra- konstruksi, tahap konstruksi dan
tahap operasional. Adapun matriks daftar dampak penting yang dikelola beserta
bentuk pengelolaannya dapat dilihat pada berikut.
Tabel 2.1 Matriks Rencana Kegiatan Lingkungan

Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup

Dampak Penting yang Dikelola (Hasil Arahan Pengelolaan pada AMDAL)

1. Peningkatan debu akibat Kegiatan Konsentrasi udara a. Melakukan a. Di jalan angkut Minimal sehari 3 a. Instansi
mobilisasi usaha dan/atau mobilisasi alat yang timbul tidak penyiraman jalan yang melalui kali Pelaksana yaitu
kegiatan dan bahan sesuai dengan baku secara berkala permukiman PT Aneka Tuna
berat mutu yang ada warga. Indonesia selaku
penanggung
jawab
b. Instansi
Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan

2. Peningkatan Limbah Padat dan Kegiatan Kualitas air tanah a. Menggunakan a. Di lahan Setiap 3 bulan a. Instansi
cair operasi yang menurun metode bagan alir pembangunan sekali Pelaksana yaitu
pembangunan yang dan wilayah PT Aneka Tuna
maupun pada memperhitungkan produksi Indonesia selaku
saat produksi keterkaitan antar perusahaan penanggung
berjalan dampak yang jawab
timbul b. Instansi
Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
c.

Dampak Penting Hipotetik (DPH)


Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup

Tahap Prakonstruksi

1. Perbedaan Persepsi Pengurusan Persepsi negatif a. Pendekatan Sosial a. Kelurahan Selama a. Otoritas Jasa
Masyarakat Perizinan menjadi positif dengan setempat. pengurusan Keuangan (OJK)
penyampaian perizinan Regional dan
informasi secara bekerjasama
transparan dengan kontraktor
mengenai rencana pelaksana yang
proyek, fasilitas telah ditunjuk
yang dibangun, b. Pelaporan
sistem kerja dan penerima yaitu
jam kerja pada pihak DLH
masyarakat dan Kabupaten
tokoh masyarakat. Pasuruan
b. Pendekatan c. Pengawas laporan
institusi yaitu lurah
berkoordinasi dan Karangrejo, camat
komuniksi secara Gempol
aktif antara pihak
pemrakarsa
dengan masyarakat

2. Berkurangnya lahan terbuka Pembebasan Persepsi negatif a. Pendekatan Sosial b. Kelurahan Selama a. Otoritas Jasa
hijau dan keresahan Lahan menjadi positif dengan setempat. pembebasan Keuangan (OJK)
masyarakat penyampaian lahan Regional dan
informasi secara bekerjasama
transparan dengan kontraktor
mengenai rencana pelaksana yang
proyek, fasilitas telah ditunjuk
yang dibangun, b. Pelaporan
sistem kerja dan penerima yaitu
jam kerja pada pihak DLH
masyarakat dan Kabupaten
tokoh masyarakat. Pasuruan
b. Pendekatan c. Pengawas laporan
institusi yaitu lurah
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup

berkoordinasi dan Karangrejo, camat


komuniksi secara Gempol
aktif antara pihak
pemrakarsa
dengan masyarakat

3.. Perubahan Persepsi Sosialisasi Persepsi negatif a. Pendekatan a. Kelurahan Selama a. Otoritas Jasa
Masyarakat Kegiatan menjadi positif Teknologi dengan setempat. sosialisasi Keuangan (OJK)
membuat pos Kegiatan Regional dan
pengaduan untuk bekerjasama
mengakomodir dengan kontraktor
keluhan dari pelaksana yang
masyarakat. telah ditunjuk
b. Menginformasikan b. Pelaporan
secara jelas dan penerima yaitu
transparan pihak DLH
mengenai rencana Kabupaten
kegiatan serta Pasuruan
jadwal pelaksanaan c. Pengawas laporan
pembangunan yaitu lurah
Karangrejo, camat
Gempol

Tahap Konstruksi

1. Kesempatan Pekerjaaan Rekruitment Peningkatan jumlah a. Mengutamakan a. Di Kabupaten Selama a. Instansi


terhadap Masyarakat Tenaga Kerja kerja keterlibatan tenaga Pasuruan kegiatan Pelaksana yaitu
Konstruksi kerja masyarakat pembangunan PT Aneka Tuna
sekitar Indonesia selaku
penanggung
jawab
b. Instansi
Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup

Pasuruan
c. Pelaporan
penerima yaitu
pihak DLH
Kabupaten
Pasuruan

2. Penurunan Kualitas Air Pengeporasian Kualitas air tanah a. Basecamp akan a. Di wilayah Selama a. Instansi
Permukaan Basecamp tetap terjaga dan dilengkapi fasilitas pembangunan kegiatan Pelaksana yaitu
tetap pada baku pengelolaan air yang pembangunan PT Aneka Tuna
mutu limbah direncanakan Indonesia selaku
b. Penyediaan toilet penanggung
jawab
b. Pengawas laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
c. Pelaporan
penerima yaitu
pihak DLH
Kabupaten
Pasuruan

3. Munculnya timbulan sampah Mobilasi Alat Kualitas lingkungan a. Menggunakan a. Di wilayah Selama a. Instansi
domestik, timbulan air limbah Berat dan terjaga kendaraan yang pembangunan kegiatan Pelaksana yaitu
domestik, dan penurunan Material ditutup yang pembangunan PT Aneka Tuna
kualitas udara amnien b. Menggunakan direncanakan Indonesia selaku
pembatasan penanggung
kecepatan jawab
c. Menyediakan b. Pelaporan
wadah penerima yaitu
pembuangan sisa pihak DLH
limbahakibat Kabupaten
timbulan Pasuruan
domestik c. Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup

Tahap Operasi

1. Kesempatan pekerjaan Rekruitment Peningkatan jumlah a. Mengutamakan a. Di Kabupaten Selama a. Instansi


terhadap masyarakat tenaga kerja pekerja keterlibatan tenaga Pasuruan kegiatan Pelaksana yaitu
operasi kerja masyarakat pengoperasian PT Aneka Tuna
sekita Indonesia selaku
penanggung
jawab
b. Pelaporan
penerima yaitu
pihak DLH
Kabupaten
Pasuruan
c. Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan

2. Peningkatan limbah cair Aktivitas Peningkatan a. Perlu pembuatan a. Di wilayah Selama a. Instansi
domestik, limbah padat Operasional pengelolaan limbah sistem pengolahan pengoperasian kegiatan Pelaksana yaitu
domestik, penurunan sanitasi waste water pengoperasian PT Aneka Tuna
lingkungan, dan penurunan treatment Indonesia selaku
kualitas udara b. Pengadaan TPS penanggung
yang terintegrasi jawab
c. Penggunaan b. Pelaporan
sistem teknologi penerima yaitu
Recirculating pihak DLH
Aquaculture Kabupaten
System (RAS) Pasuruan
c. Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan

3. Sistem Monitoring maintanance Pemeliharaan optimalnya produk a. Pengadaan Sistem a. Di wilayah Selama a. Instansi
operational Sarana dan yang dihasilkan Monitoring produksi pengoperasian kegiatan Pelaksana yaitu
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup

Prasarana pengoperasian PT Aneka Tuna


Indonesia selaku
penanggung
jawab
b. Pelaporan
penerima yaitu
pihak DLH
Kabupaten
Pasuruan
c. Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan

Tahap Pasca Operasi

1. Tenaga Kerja Pengembalian Peningkatan a. Pengadaan a. Di wilayah Setiap 1 tahun a. Instansi


Tenaga Kerja Intelektual SDM pelatihan tenaga pengoperasian sekali Pelaksana yaitu
pekerja dan kerja PT Aneka Tuna
pengembangan efek Indonesia selaku
sosial penanggung
jawab
b. DLH Kabupaten
Pasuruan sebagai
penerima laporan
c. Pengawas dan
penerima laporan
BLDH Kabupaten
Pasuruan

2. Kualitas Mutu Lingkungan Pengalihan Peningkatan kualitas a. Pengadaan auditor a. Di wilayah Setiap 3 tahun a. Instansi
Aset mutu lingkungan lingkungan pengoperasian sekali Pelaksana yaitu
PT Aneka Tuna
Indonesia selaku
pengawas
b. Instansi
Indikator Periode
Lokasi Institusi
Dampak Lingkungan yang Sumber Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Pengelolaan
No Pengelolaan Pengelolaan
Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Hidup Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup Hidup

Pelaksana audit
selaku
penanggung
jawab
c. DLH Kabupaten
Pasuruan sebagai
penerima laporan
Sumber: Perencana Penulis

Gambar 2.1 Peta RKL dan RPL

Peta RKL dan RPL


BAB III
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN

Pada bab ini diuraikan rencana pemantauan yang akan dilakukan terus
menerus, sistematis, dan terencana terhadap komponen lingkungan yang relevan
untuk digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi penataan (compliance),
kecenderungan (trendline), dan tingkat kritis (critical level) dari suatu pengelolaan
lingkungan. Komponen atau indikator atau parameter lingkungan hidup yang
mengalami perubahan mendasar atau terkena dampak penting dan komponen atau
indikator atau parameter lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan hidup
lainnya. Pemantauan dilakukan pada sumber penyebab dampak dan/atau terhadap
komponen atau indikator atau parameter lingkungan hidup yang terkena dampak.
Dengan memantau kedua hal tersebut sekaligus akan dapat dinilai/diuji efektifitas
kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang [Link]-elemen RPL
meliputi:
a. Dampak yang dipantau, yang terdiri atas jenis dampak yang terjadi, komponen
lingkungan yang terkena dampak, dan indikator/parameter yang dipantau, dan
sumber dampak.
b. Bentuk pemantauan lingkungan hidup yang terdiri dari metoda pengumpulan
data, analisis data, lokasi pemantauan, waktu, dan frekuensi pemantauan.
c. Institusi pemantau lingkungan hidup, yang terdiri dari pelaksana pemantauan,
pengawas, dan penerima laporan pemantauan.
Adapun daftar dampak penting yang dipantau beserta bentuk pemantauannya
dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan

Institusi Pemantauan Lingkungan


Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup

No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup

Dampak Penting Hipotetik (DPH)

Tahap Prakonstruksi

1. Perbedaan Pengurusan Persepsi a. Wawancara warga Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Persepsi Perizinan negatif menjadi setempat Karangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
Masyarakat positif perencanaan Kecamatan selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
pembangunan Gempol tahap
b. Pengumpulan data prakonstruksi
dan perhitungna
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif

2. Berkurangnya Pembebasan Persepsi a. Wawancara warga Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
lahan terbuka Lahan negatif menjadi setempat Karangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
hijau dan positif perencanaan Kecamatan selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
keresahan pembangunan Gempol tahap
masyarakat b. Pengumpulan data prakonstruksi
dan perhitungna
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup

No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup

matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif

3. Perubahan Sosialisasi Persepsi a. Wawancara warga Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Persepsi Kegiatan negatif menjadi setempat Krangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
Masyarakat positif perencanaan Kecamatan selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
pembangunan Gempol tahap
b. Pengumpulan data prakonstruksi
dan perhitungna
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif

Tahap Konstruksi

1. Kesempatan Rekruitment Peningkatan a. Wawancara warga Kabupaten 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup

No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup

Pekerjaaan Tenaga Kerja jumlah kerja setempat Pasuruan sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
terhadap Konstruksi perencanaan Selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
Masyarakat pembangunan tahap
b. Pengumpulan data konstruksi
dan perhitungna berlangsung
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif

2. Penurunan Pengperasian Kualitas air a. Pengumpulan data Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
Kualitas Air Basecamp tanah tetap dan perhitungna Krangrejo, sekali Tuna Kabupaten Kabupaten
Permukaan terjaga dan matematis Kecamatan Selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
tetap pada terhadap Gempol tahap
baku mutu persentase konstruksi
persepsi berlangsung
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil uji lab
b. Wawancara warga
setempat
(kuisioner)
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup

No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup

3. Munculnya Mobilasi Alat Kualitas a. Pengumpulan data Kelurahan 6 Bulan PT. Aneka BLDH DLH
timbulan Berat dan lingkungan dan perhitungna Krangrejo, sekali Tuna Kabupaten kabupaten
sampah Material terjaga matematis Kecamatan Selama Indonesia Pasuruan Pasuruan
domestik, terhadap Gempol tahap
timbulan air persentase konstruksi
limbah timbulan berlangsung
domestik, dan b. Wawancara warga
penurunan setempat
kualitas udara (kuisioner)
amnien

Tahap Operasi

1. Kesempatan Rekruitment Peningkatan a. Wawancara warga Kabupaten 6 bulan PT. Aneka BLDH DLH
pekerjaan tenaga kerja jumlah pekerja setempat Pasuruan sekaliSelama Tuna Kabupaten Kabupaten
terhadap operasi (kuisioner) tahap Indonesia Pasuruan Pasuruan
masyarakat b. Pengumpulan data operasi
dan perhitungna berlangsung
matematis
terhadap
persentase
persepsi
masyarakat dari
hasil wawancara,
hasil kuisioneer,
dan uraian
deskriptif

2. Peningkatan Aktivitas Peningkatan a. Pengumpulan data Kelurahan 6 bulan PT. Aneka BLDH DLH
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup

No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup

limbah cair Operasional pengelolaan dan perhitungna Krangrejo, sekaliSelama Tuna Kabupaten Kabupaten
domestik, limbah matematis Kecamatan tahap Indonesia Pasuruan Pasuruan
limbah padat terhadap Gempol operasi
domestik, persentase berlangsung
penurunan timbulan
sanitasi b. Wawancara warga
lingkungan, setempat
dan (kuisioner)
penurunan
kualitas udara

3. Sistem Pemeliharaan optimalnya a. Pengumpulan data Kelurahan 6 bulan PT. Aneka PT. Aneka DLH
Monitoring Sarana dan produk yang dan perhitungan Krangrejo, sekaliSelama Tuna Tuna Kabupaten
maintanance Prasarana dihasilkan matematis Kecamatan tahap Indonesia Indonesia Pasuruan
operational terhadap produk Gempol operasi
yang dihasilkan berlangsung
b. Wawancara warga
setempat
(kuisioner)

Tahap Pasca Operasi

1. Tenaga Kerja Pengembalian Peningkatan a. Wawancara warga Krangrejo, 6 bulan PT. Aneka PT. Aneka DLH
Tenaga Kerja Intelektual setempat Kecamatan sekaliSelama Tuna Tuna Kabupaten
SDM pekerja (kuisioner) Gempol tahap Indonesia Indonesia Pasuruan
dan b. Pengumpulan data operasional
pengembangan dan perhitungan berlangsung
efek sosial matematis
terhadap kuota
Institusi Pemantauan Lingkungan
Dampak Lingkungan Yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Hidup

No. Lokasi
Jenis Metode Waktu dan
Sumber Indikator/ Pemantauan Penerima
Dampak Pengumpulan dan Frekuensi Pelaksana Pengawas
Dampak Parameter Lingkungan Laporan
Yang Timbul Analisis Data Pemantauan
Hidup

tenaga kerja

2. Kualitas Mutu Pengalihan Peningkatan a. Wawancara warga Krangrejo, 6 bulan PT. Aneka Instansi DLH
Lingkungan Aset kualitas mutu setempat Kecamatan sekaliSelama Tuna Auditor Kabupaten
lingkungan (kuisioner) Gempol tahap Indonesia Pasuruan
b. Pengumpulan data operasional
dan perhitungan berlangsung
matematis
terhadap kuota
tenaga kerja

(Sumber : Perencana Penulis)


Adapun lokasi sampling untuk udara, kebisingan, dan getaran, beserta alasan pemilihannya
dapat dilihat sebagai pada Tabel 3.2, Tabel 3.3, Tabel 3.4, Tabel 3.5 dan Tabel 3.6

Tabel 3.2 Titik Sampling Udara dan Alasan Pemilihanya

Titik Sampling dan


Titik Koordinat Alasan
Pemantauan

1 7o35’13”S 112o41'27”E Mewakili daerah paling barat dari area proyek.

Mewakili daerah utara dari area proyek,


merupakan daerah dengan Persawahan
7o35’28”S 112o41'45”E
2 dan titik terdekat sebelah utara dari area
proyek.
Mewakili daerah selatan dari area proyek,
merupakan daerah dengan pemukiman dari
7o35’35”S 112o41'40”E kelurahan legupit dan titik yang diperkirakan
3
terdampak paling jauh karena arah tiupan
angin.

7o35’22”S
4 Mewakili daerah timur dari area proyek.
112o41'31”E

Sumber: Perencanaan Penulis

Tabel 3.3 Titik Sampling Kebisingan dan Alasan Pemilihanya

Titik Sampling dan


Titik Koordinat Alasan
Pemantauan

1 7o35’18”S 112o41'30”E Mewakili daerah paling barat dari area proyek.

Mewakili daerah utara dari area proyek,


merupakan daerah dengan padat
7o35’33”S 112o41'48”E
2 pemukiman dan titik terdekat sebelah
utara dari area proyek.
Mewakili daerah selatan dari area proyek,
merupakan daerah dengan pemukiman dari
7o35’35”S 112o41'40”E kelurahan legupit dan titik yang diperkirakan
3
terdampak paling jauh karena arah tiupan
angin.

7o35’22”S
4 Mewakili daerah timur dari area proyek.
112o41'31”E

(Sumber: Perencanaan Penulis)


Tabel 3.4 Titik Sampling Getaran dan Alasan Pemilihanya

Titik Sampling dan


Titik Koordinat Alasan
Pemantauan

7o35’18”S Mewakili daerah paling barat dari area proyek. Area


1
112o41'30”E terdampak

Mewakili daerah utara dari area proyek,

7o35’33”S merupakan daerah dengan padat pemukiman


2 112o41'48”E dan titik terdekat sebelah utara dari area proyek.
Area terdampak

Mewakili daerah selatan dari area proyek,


7o35’35”S merupakan daerah dengan pemukiman dari
3 112o41'40”E
kelurahan legupit. Area terdampak

7o35’22”S Mewakili daerah timur dari area proyek. Area


4
112o41'31”E terdampak

(Sumber: Perencanaan Penulis)


BAB IV
JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH YANG DIBUTUHKAN

4.1 Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup


Rencana atau kegiatan usaha pasti memiliki dampak yang akan timbul akibat
kegiatan yang dilaksanakan. Rencana Pengelola Lingkungan dan Rencana
Pemantauan Lingkungan mengkaji dampak yang ditimbulkan pada kegiatan di tahap
konstruksi dan operasional pada pembangunan pabrik pengalengan ikan lemuru di
Kabupaten Pasuruan. Dalam pelaksanaan upaya pengelola dan pemantauan
lingkungan, diperlukan izin untuk pelaksanannya. Adapun izin perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun
2012 adalah sebagai berikut :
1. Izin pembuangan limbah ke air atau sumber air
2. Izin pemanfaatan air limbah untuk aplikasi ke tanah
3. Izin penyimpan sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
4. Izin pengumpulan B3
5. Izin pengangkutan B3
6. Izin pemanfaatan limbah B3
7. Izin pengolahan Limbah B3
8. Izin penimbunan Limbah B3
9. Izin venting ke udara
4.2 Izin PPLH yang Dibutuhkan

Berdasarkan dampak-dampak yang ditimbulkan dari pembangunan


Pabrik Pengalengan Ikan Lemuru izin PPLH yang perlu diurus oleh
pemrakarsa terdapat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Izin PPLH Pengalengan Ikan Lemuru


Jenis Izin PPLH Perlu Tidak Keterangan
Izin pembuangan Izin diperlukan untuk
limbah ke air atau pembuangan limbah

sumber air cair ke effluen
Izin pemanfaatan Izin tidak diperlukan
air limbah untuk karena air limbah tidak

aplikasi ke tanah dimanfaatkan kembali
Izin Izin tidak diperlukan
pengumpulan karena air limbah tidak

Limbah B3 dimanfaatkan kembali
Jenis Izin PPLH Perlu Tidak Keterangan
Izin diperlukan karena
dari timbulan LB3 dari
Izin penghuni akan
pengangkutan ✓ diangkut ke pihak yang
Limbah B3 berwenang dalam
mengelola LB
Izin tidak diperlukan
Izin pemanfaatan
karena LB3 tidak akan
Limbah B3
✓ dimanfaatkan kembali
Izin tidak diperlukan
Izin pengolahan
karena tidak dilakukan
Limbah B3
✓ pengolahan LB3
Izin tidak diperlukan
Izin Penimbunan
karena LB3 tidak
Limbah B3
✓ ditimbun di lokasi
Izin diperlukan karena
dalam tahap konstruksi
dan operasi kegiatan
Izin venting ke
✓ pabrik akan
udara
menyebabkan
pelepasan gas ke
udara
BAB V
PERNYATAAN KOMITMEN PELAKSANAAN RKL-RPL

Yang bertandan tangan di bawah ini :


Nama : Farras Arafi
Jabatan : Ketua Tim
Alamat : Jl. Keputih Perintis Gang I No. 1, Kota
Surabaya

Selaku Penanggung Jawab Usaha dan/atau Kegiatan dari :


Nama Pemrakarsa : Farras Arafi
Jenis Usaha dan/atau Kegiatan : Pembangunan Pabrik Pengalengan Ikan
Lemuru (Sardinella Longiceps)
Alamat Kegiatan : Jl. Raya Surabaya Malang No. KM 38,
Legupit, Karangrejo, Kec, Gempol,
Pasuruan, Jawa Timur (67155)
Kelurahan/Desa : Karangrejo
Kecamatan : Gempol
Kabupaten : Pasuruan

Dengan ini menyatakan bahwa Dokumen RKL dan RPL ini dibuat dengan
sebenar-benarnya. Formulir Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) ini mengacu pada peraturan-peraturan
dan ketentuan-ketentuan teknis yang berlaku. Kami akan melaksanakan pengelolaan
dan pemantauan lingkungan atas kegiatan sebagaimana tercantum dalam dokumen
RKL dan RPL. Apabila kami lalai dalam melaksanakan RKL dan RPL ini sebagai mana
mestinya, kami bersedia bertanggung jawab dan dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kami sanggup merevisi RKL dan RPL
apabila ada perubahan kegiatan. Semua pembiayaan pengelolaan lingkungan
ditanggung oleh pemrakarsa. Demikian Surat Pernyataan ini kamu buat dengan
sesungguhnya untuk dipergunakan sepertinya.

Surabaya, 08 Desember 2023

Farras Arafi

Anda mungkin juga menyukai