BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kondisi kebersihan lingkungan, terutama mengenai pengeolahan sampah di SMA
Negeri 4 Lubuklinggau masih kurang baik, karena masih ada sebagian warga di lingkungan
sekolah kurang berpatisipasi dalam mengeolah sampah atau membuang sampah pada
tempatnya.
Selain membuang sampah pada tempatnya, pemilahan sampah organik dan sampah
anorganik juga termasuk hal penting yang harus dilakukan. Namun demikian kesadaran
warga sekolah masih kurang, padahal SMA Negeri 4 Lubuklinggau telah menyediakan
tempat sampah khusus anorganik dan organic di berbagai titik sudut maupun di ruangan
yang strategis hal ini bertujuan untuk warga sekolah dapat dengan mudah membuang
sampah pada tempatnya dan menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan nyaman.
Kesadaran dari warga sekolah, sangat di perlukan dalam kedisiplinan membuang
sampah pada tempatnya. Memasang poster tentang betapa pentingnya kebersihan dan
membuat undang-undang serta sangsi tentang kebersihan lingkungan merupakan salah
satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran warga sekolah dalam membuang sampah pada
tempatnya.
Untuk mengurangi pencemaran lingkungan atau limbah sampah, limbah sampah
yang sudah dipilah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis cara mengeolah
limbah sampah yang tepat sehingga bernilai ekonomis yaitu memakai sistem Reduce
(mengurangi sampah), Recyle (mendaur ulang sampah), Reuse (menggunakan kembali).
1.2 Tujuan Penulisan
Penyusunan laporan ini bertujuan sebagai pembelajaran mengenai situasi dan
kondisi pengeolahan sampah di lingkungan sekitar SMA Negeri 4 Lubuklinggau dan
laporan ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas laporan individu project kewirausahaan.
1.3 Manfaat
Penyusunan laporan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah ilmu
pengetahuan khususnya dalam bidang pengelolaan sampah dan dapat menjadi masukan
agar pengelolaan sampah menjadi meningkat serta menambah wawasan dan ilmu
pengetahuan khususnya dalam pengelolaan sampah.
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sampah
Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan [manusia] yang berwujud
padat [baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai
maupun tidak terurai] dan dianggap sudah tidak berguna lagi [sehingga dibuang ke
lingkungan]. Alam tidak mengenal sampah, yang ada hanyalah daur materi dan
energi. Hanya manusia yang menyampah [mengakibatkan munculnya sampah].
Segala macam organisme yang ada di alam ini selalu menghasilkan bahan
buangan, karena tidak ada proses konversi yang memiliki efisiensi 100%. Sebagian
besar bahan buangan yang dihasilkan oleh organisme yang ada di alam ini bersifat
organik [memiliki ikatan CHO, bagian tubuh makhluk hidup]. Sampah yang berasal
dari aktivitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Contoh
sampah organik adalah: sisa-sisa bahan makanan, kertas, kayu dan bambu.
Sedangkan sampah anorganik [hasil dari proses pabrik] misalnya: plastik, logam,
gelas, dan karet.
Ditinjau dari kepentingan kelestarian lingkungan, sampah yang bersifat
organik tidak begitu bermasalah karena dengan mudah dapat dirombak oleh
mikrobia menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Sebaliknya
sampah anorganik sukar terombak dan menjadi bahan pencemar.
2.2 Sumber Sampah
Berdasarkan data Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, bahwa Indonesia
memproduksi sampah hingga 65 juta ton pada 2016 tahun lalu, dan jumlah sekarang naik
satu juta ton dari sebelumnya. Berdasarkan laporan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sampah yang dihasilkan berdominan sampah organic
yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastik yang mencapai 15 persen dari total
timbulan sampah, terutama di daerah perkotaan.
Menurut Pratama (2015) menjelaskan bahwa selain aktivitas permukiman, industri,
rumah sakit, dan tempat makan, ternyata perilaku siswa sekolah dasar sampai menengah
ikut memberikan sumbangan sampah yang besar dan menurunkan kualitas lingkungan,
terutama pencemaran udara, tanah, dan pencemaran air. Masih banyak ditemukan siswa
yang membuang sampah bukan pada tempatnya, sehingga hampir di sepanjang jalan atau
pekarangan sekolah, bahkan di luar sekolah bertebaran sampah dalam jumlah yang banyak
serta jenis yang beragam.
Upaya minimalisasi volume sampah perlu dilakukan dengan melibatkan peran aktif
siswa di lingkungan sekolah. Pendidikan wawasan lingkungan yang berkelanjutan terhadap
siswa dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saat ini masalah sampah menjadi
salah satu masalah yang penting untuk dilakukan penanggulangan dengan cara pengelolaan
yang baik. Apabila pengelolaan sampah tidak baik akan timbul berbagai macam penyakit.
2.3 Jenis Sampah
Berdasarkan sifat yang dimilikinya, sampah terbagi menjadi tiga jenis yaitu
sampah organik, anorganik, dan B3. Berikut penjelasannya.
1. Sampah Organik, jenis sampah organik adalah sampah dari bahan-bahan hayati
yang bisa didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini mudah
2
diurai dengan proses alami Jenis sampah rumah tangga sebagian besar termasuk
kelompok sampah organik. Beberapa sampah organik misalnya sampah dapur, sisa
makanan, kulit buah, daun, ranting, sayuran, dan buah-buahan.
2. Sampah Anorganik Klasifikasi sampah lainnya berdasarkan sifatnya yaitu sampah
anorganik atau non organik. Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari
bahan non hayati termasuk produk sintesis dan hasil proses teknologi pengolahan
bahan tambang.
3. Sampah B3 sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah limbah yang
mengandung bahan berbahaya dan atau beracun karena sifat, konsentrasi, atau
jumlahnya.
Jenis-jenis Sampah berdasarkan Bentuk Fisik
Berdasarkan bentuk fisik yang dimilikinya jenis sampah terbagi menjadi sampah cair,
debu, dan padat.
1. Sampah Cair Sampah cair adalah cairan yang biasanya berasal dari bahan organik,
anorganik, bahan B3, residu bahan bakar, dan limbah hitam (sampah cair dari
toilet).
2. Sampah Debu Saat terjadi bencana gunung meletus biasanya sampah organik akan
berubah menjadi debu. Sampah tersebut yang kemudian disebut sebagai sampah
debu.
3. Sampah Padat Jenis sampah ini merupakan sampah yang bentuknya padat. Sampah
ini terdiri atas material tidak mudah terurai seperti pohon tumbang, batu, bangkai,
dinding bangunan yang hancur, dan lain sebagainya.
Jenis Sampah Berdasarkan Sumbernya
Sementara itu jika dilihat dari sumbernya, sampah terbagi menjadi empat jenis,
berikut uraiannya.
1. Sampah Alam Sampah alami adalah sampah dari alam yang bisa di daur ulang.
Misalnya sampah daun-daunan kering.
2. Sampah Manusia Jenis sampah selanjutnya yaitu sampah manusia atau human
waste. Istilah ini dipakai untuk menyebut sampah hasil pencernaan manusia seperti
feses dan urine.
3. Sampah Konsumsi Sampah konsumsi adalah sampah dari barang yang dikonsumsi
manusia. Misalnya saat kita mengkonsumsi makanan, kemudian makanan tersebut
tidak habis lantas sisanya menjadi sampah konsumsi.
4. Sampah Industri Sampah industri adalah bahan sisa akibat kegiatan industri.
Sampah ini dikeluarkan dalam jumlah besar dan sering disebut limbah. Beberapa
sampah yang berasal dari industri, antara lain: Limbah industri pangan (makanan);.
Limbah industri kimia dan bahan bangunan; misalnya limbah cair yang diperoleh
dari proses pembuatan oli.
2.4 Pengelolaan Sampah
1. Pemilahan yaitu memisahkan menjadi kelompok sampah organik dan non organik
dan ditempatkan dalam wadah yang berbeda.
2. Pengolahan dengan menerapkan konsep 3R yaitu:
o Reuse (penggunaan kembali) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu
yang masih memungkinkan untuk dipakai [penggunaan kembali botol-botol
bekas].
3
o Reduce (pengurangan) yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang
dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah
ada.
o Recycle (daur ulang) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk
diolah menjadi barang yang lebih berguna [daur ulang sampah organik
menjadi kompos].
3. Untuk sampah yang tidak dapat ditangani dalam lingkup sekolah, dikumpulkan ke
Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah disediakan untuk selanjutnya
diangkut oleh petugas kebersihan ke Tempat Pembuangan Akhir(TPA). Sampah
yang dibuang ke TPS ditempatkan berdasarkan pemilahan sampah yang telah
dilakukan.
4. Cara pengolahan kertas dengan membuat bubur kertas yang akan dijadikan peta.
5. Sisa botol yang sudah tidak dipakai oleh siswa (setiap kelas) dikumpulkan dan
ditimbang untuk di jual.
2.5 Sampah Sebagai Sumber Rezeki
Sampah adalah sisa buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak
digunakan lagi, tetapi masih dapat di daur ulang menjadi barang yang bernilai. Sampah
organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai
secara alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah
organik bisa dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan bahkan sampah bisa diolah
kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah bila
tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap
hasil dari pembusukan sampah organik yang cepat.
Sampah anorganik adalah sampah yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai.
Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah
karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan
tertimbun dalam tanah dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah.
Jenis – Jenis Sampah Organik
Berdasarkan jenisnya sampah organik dapat digolongkan menjadi 2 antara lain
sampah organik basah dan kering.
1. Sampah Organik Basah
Sampah organik basah adalah sampah organik yang banyak mengadung air. Sampah
organik basah contohnya adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit
bawang dan sejenisnya. Sampah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap sebab
kandungan air tinggi yang menyebabkan sampah jenis ini cepat membusuk.
2. Sampah Organik Kering
Sampah organik kering adalah sampah organik yang sedikit mengandung air.
Contoh sampah organik misalnya kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering.
Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali jadi lebih sering dibakar untuk
memusnahkannya.
Manfaat sampah organik dan anorganik
Masing – masih sampah bila berniat untuk mengelola pasti bisa diolah kembali
menjadi suatu yang bermanfaat, lihat saja contoh pemanfaatan sampah organik dan
anorganik berikut ini:
Manfaat sampah organik
4
Sampah organik memiliki banyak manfaat ini bisa menjadi sumber pemasukkan bila
diolah yang bermanfaat. Bahkan dapat menimimalisir banyak sampah di tempat
pembuangan akhir. Berikut manfaat sampah organik yang dapat dicoba:
- Sampah Organik Untuk Kompos / Pupuk Organik
Sampah organik seperti buah – buah busuk dan sayuran dapat dibuat menjadi
suatu berguna antara lain kompos. Pengolahan sampah organik untuk kompos
tidaklah terlalu sulit.
- Untuk Tambahan Pakan Ternak
Mungkin yang anda tahu sampah organik hanya dibuat untuk tambahan pakan
kambing, sapi dan kerbau. Tapi sekarang ini sampah organik dapat diolah menjadi
pelet untuk makanan ayam dan ikan
- Sampah organik dapat diubah menjadi biogas dan listrik
Sampah organik dapat digunakan sebagai sumber listrik. Sampah organik yang
berasal dari kotoran hewan maupun manusia, limbah tempe dan tahu digunakan
sebagai bahan utama. Sampah adalah suatu bahan yang telah dibuang / tidak
terpakai lagi oleh pemiliknya.
Manfaat Sampah Anorganik
manfaat sampah anorganik yang bisa kita manfaatkan adalah dengan membuat
kerajinan dari sampah / limbah tersebut. Misalnya sampah plastik dapat dibuat tas,
taplak meja makan, pernak pernik.
Pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomis
Anda bisa mengelola sampah dengan prisnsip 3R. (Reuse Reduce Recycle) Setiap
Hari. Pengelolaan sampah dengan sistem 3R bisa dicoba oleh setiap orang dan
kapan saja. Sebab menangani sampah dengan prinsip 3R hanya membutuhkan
meluangkan waktu dan kepedulian akan timbulnya penyakit dari sampah.
Reuse (penggunaan kembali) adalah mengunakan kembali sampah secara langsung,
dengan fungsi yang masih sama ataupun fungsi yang beda.
Reduce (Pengurangan) adalah pengurangan segala kegiatan yang dapat
menimbulkan sampah
Recycle (daur ulang) adalah pemanfaatan kembali sampah dengan beberapa
tahapan pengolahan.
Contoh kegiatan recyle (daur ulang) sehari-hari:
[Link] sampah plastik menjadi kerajinan tangan
2. Olah sampah organik untuk kompos
Dalam mengelola sampah bisa dengan di daur ulang supaya memiliki nilai yang
bermanfaat lagi. Daur ulang adalah suatu cara untuk mengelola sampah dengan
pemilahan, pengumpulan, pemrosesan dan pembuatan produk sampai bernilai guna
lagi. Manfaat dari daur ulang antara lain:
1. Penghematan SDA ( Sumber Daya Alam)
2. Penghematan Energi
3. Penghematan lahan TPA
4. Lingkungan menjadi lebih asri
5. Pengurangan biaya belanja
Mengolah sampah agar memiliki nilai guna memang tidak semua orang mau
melakukannya. Peluang inilah yang dapat dicoba di sekitar rumahmu untuk
pengelolaan sampah organik dan anorganik.
5
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada dasarnya di SMA Negeri 4 Lubuklinggau telah menyediakan tempat
pemilihan sampah dan SMA Negeri 4 Lubuklinggau menggunakan konsep 3R. Hal itu
berguna untuk mengurangi limbah sampah dilingkungan sekolah, seperti penggunaan
kembali botol-botol bekas ( REUSE ), mengurangi segala sesuatu yang dapat
menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada ( REDUCE ),
daur ulang sampah organik menjadi kompos ( RECYCLE ).
3.2 Saran
Kami menyarankan kepada warga sekolah agar dapat ikut berpatisipasi dalam
pengeolahan sampah organik dan anorganik dengan baik dan dapat mengeolah limbah
sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Karena hal itu sangat berguna bagi
kepentingan warga sekolah juga. Kami menganjurkan kepada warga sekolah agar
menggunakan 3R dalam kehidupan sehari-hari, karena membawa dampak baik dalam
kehidupan sehari-hari.
6
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
sekolah-2/
[Link]
[Link]
7
PROMOSI PRODUK HASIL DARI DAUR ULANG SAMPAH