0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan7 halaman

Spesifikasi dan Proses AC-BC Asphalt

aspal

Diunggah oleh

muhainurr63
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan7 halaman

Spesifikasi dan Proses AC-BC Asphalt

aspal

Diunggah oleh

muhainurr63
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC)


1. Definisi
Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) adalah lapisan pengikat
yang terletak dibawah AC-WC dan memiliki fungsi untuk mengurangi
tegangan maupun regangan yang diberikan dari beban lalu lintas dari atas,
agar lapisan di bawahnya tidak terlalu mendapatkan efek yang kuat. Oleh
karena itu lapisan ini harus memiliki kekakuan yang lebih dan ketebalan
agar mampu mengurangi tegangan dan regangan. Standarisasi yang
diberikan Direktorat Jenderal Bina Marga dalam spesifikasi untuk AC-BC
adalah ketebalan minimum 6 cm, dan agregat dan digunakan dalam
campuran harus memiliki ukuran lebih kecil dari 19 mm. Karakteristik
yang harus diutamakan dalam lapisan aspal ini adalah stabilitasnya.
Dalam pengumpulan data pembahasan ini, penulis mengambil dua
jenis data yaitu, data langsung dari lapangan (data primer) dan data
sekunder yang diambil dari SNI, spesifikasi, dan buku maupun jurnal
penelitian lainya. Data yang penulis ambil ini adalah data pelaksanaan
pekerjaan pengaspalan campuran aspal panas AC-BC.

2. Metode pelaksanaan AC-BC


a.) Mempersiapan pekerjaan sesuai Shop Drawing
Pelaksanakan pekerjaan harus disesuaikan dengan shop
drawing. Dalam shop drawing terdiri dari gambar situasi, gambar
potongan, dan gambar detail yang nantinya semua itu akan menjadi
acuan/standar dalam pekerjaan pengaspalan campuran aspal panas AC-
BC.
b.) Mempersiapkan Material
Untuk mempersiapkan material yang akan digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan pengaspalan AC-BC, harus dilakukan
pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui apakah material yang
akan digunakan nantinya telah memenuhi standar spesifikasi atau
belum.
c.) Trial Mix dan Trail Compaction
Pelaksanaan Trail Mix dilakukan berdasarkan analisis dari
hasil test material. Setelah trail mix maka hasil dari itu akan digunakan
untuk pelaksanaan trial compaction. Hasil dari trial compaction ini
akan menjadi gambaran untuk pelaksanaan pekerjaan pengaspalan
yang sesungguhnya.
Sebelum melaksanakan pekerjaan, terlebih dahulu harus
mengambil persetujuan dari Direksi Pekerjaan untuk semua hal yang
bersangkutan di lapangan, yaitu waktu, tenaga kerja, peralatan, dan
material. Oleh karena itu sebelum pekerjaan pertama-tama harus
menyerahkan data hasil dari laboratorium dan hasil percobaan terlebih
dahulu untuk meminta persetujuan.
Hal-hal yang harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan
sebelum pekerjaan dimulai adalah sebagai berikut :
1) Hasil dari pengujian percobaan yang telah disetujui Direksi
Teknis.
2) Penggunaan dan penyimpanan contoh dari semua jenis agregat
dan material aspal harus disetujui oleh penanggung jawab
pekerjaan, selama masa kontrak.
3) Laporan tertulis dari data material agregat maupun aspal dalam
spesifikasi teknis, yang berisikan karakteristik, asal sumber, serta
sertifikasi pabrik untuk bahan aspal.
4) Laporan tertulis dari rumus campuran kerja dan data pengujian,
seperti yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis.
5) Hasil pemeriksaan dari Direksi Teknis atas semua peralatan yang
digunakan dalam laboratorium, sertifikat kalibrasi serta peralatan.
6) Kapasitas rencana per jam dari produksi campuran aspal di AMP.
7) Jumlah dan kapasitas dari dump truck yang akan digunakan.

d.) Persiapam permukaan


Permukaan harus dibersihkan dan diratakan agar tetap dalam
kondisi yang baik, jika ada permukaan yang tidak sesuai atau dalam
kondisi rusak maka harus diperbaiki sampai menjadi kondisi baik dan
telah menggunakan bahan material yang sesuai dan disetujui oleh
supervisor teknik, dan persyaratan toleransi telah terpenuhi. Sebelum
penghamparan dilaksanakan, terlebih dahulu membersihkan material
yang berlebihan maupun yang lepas dari permukaan dengan
menggunakan sapu mekanis dan kompresor udara. Sesaat sebelum
melakukan penghamparan juga, harus disediakan acuan di samping
maupun pada finisher berupa balok kayu yang telah diberi tanda untuk
mengukur ketebalan dari hamparan sesuai dengan ketebalan yang telah
direncanakan.
e.) Penyemprotan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
Pekerjaan penyemprotan ini bertujuan untuk membuat agar
lapisan yang sudah ada dan lapisan yang akan dihampar di atasnya
dapat menyatu. Prime coat ini dilakukan pada permukaan Lapisan
Pondasi Agregat sebelum menghamparkan lapisan aspal.

Pekerjaan dilapangan :

1) Setelah Direksi Pekerjaan telah menyetujui seluruh pekerjaan


tentang prime coat, termasuk waktu, tenaga kerja, peralatan,
dan material, maka akan menyemprotkan ke seluruh Lapisan
Pondasi Agregat yang akan dihamparkan Laston AC-BC
diatasnya.
2) Sebelum memulai penyemprotan, permukaan lapisan pondasi
agregat harus dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan
kompresor angin (air compressor). Jika menggunakan
kompresor tidak mendapatkan hasil yang baik (permukaan
masih kotor) maka, pembersihan akan dilanjutkan dengan cara
manual menggunakan sapu keras.
3) Pembersihan minimal harus melebihi 20 cm dari batas
permukaan yang akan disemprot.
4) Permukaan yang akan disemprot terlebih dahulu diberikan
tanda/garis batas.
5) Pekerjaan penyemprotan dilaksanakan dengan sedemikian rupa,
dalamcpekerjaan ini penyemprotan dilaksanakan per 1 lajur
(setengah badan jalan) sehingga lajur yang satunya lagi tidak
akan terganggu lalu lintasnya, sehingga kemacetan dan
gangguan yang mempengaruhi lalu lintas dapat di minimalisir.
6) Setelah lapis resap pengikat telah kering atau aspal yang
disemprotkan telah meresap dalam lapis pondasi agregat, maka
permukaan dari lapisan akan berwarna hitam dan tidak lengket.
7) Asphalt sprayer akan menyemprot sesuai dengan gambar grafik
yang telah disetujui Direksi Teknis, yang mencakup kecepatan
pompa, kecepatan kendaraan, ketinggian, dan posisi nosel akan
disesuaikan dengan apa yang telah disetujui dalam grafik.
8) Temperatur aspal untuk penyemprotan sesuai dengan syarat
yang ada dalam Spesifikasi Teknis.

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini menggunakan alat Air


Compressor dan Asphalt Sprayer serta alat bantu lain.

f.) Penghamparan
AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course) yang telah
diproduksi dari Asphalt Mixing Plant (AMP) yang berlokasi di
Pinogaluman, Bolaang Mongondow selanjutnya diangkut dump truck
lalu dibawa menuju lokasi pekerjaan Rekonstruksi yang berada di
Buntalo. Pada perjalanan menuju lokasi, suhu dari campuran aspal
harus tetap terjaga, sehingga harus ditutupi dengan terpal.
Pekerjaan penghamparan akan dimulai dengan dump truck
yang
mengangkut aspal akan memindahkan campuran aspal tersebut ke bak
penampung (hopper) finisher.

Gampar penghamparan acbc

Sebelum mulai penghamparan, alat yang akan digunakan


diperiksa terlebih dahulu, screed dari finisher akan diperiksa apakah
sudah bersih juga tidak ada sisa-sisa dari aspal yang digunakan
sebelumnya dan alat penghampar akan dipanaskan dengan alat
pemanas. Penghamparan campuran aspal panas dilakukan setelah lapis
resap pengikat sudah kering dan tidak ada debu dan kotoran di
permukaan lapisan, sehingga penghamparan akan berjalan lancar.
Setelah dilakukan proses pemeriksaan semua telah selesai
maka campuran aspal panas AC-BC akan dihamparkan berdasarkan
ukuran ketebalan yang telah direncanakan, kemudian diratakan agar
elevasi sesuai dengan rencana dan bentuk tetap terjaga rapi.
Penghamparan tidak boleh dilaksanakan saat cuaca kurang
baik, seperti hujan dan badai. Sepanjang aspal dihampar, pengawas
mengecek ketebalan penghamparan dan suhu aspal apakah masih
memenuhi syarat spesifikasi atau tidak.
Dan terakhir jika semua Langkah-langkah telah terpenuhi maka
penghamparan campuran aspal panas bisa dilaksanakan jika campuran
aspal yang dimuat dump truck ke lokasi masih memiliki suhu yang
memenuhi syarat Spesifikasi. Kecepatan pekerjaan penghamparan bisa
disesuaikan dengan kapasitas produksi yang dimiliki AMP dan
seberapa ketebalan rencana penghamparan.
g.) Pemadatan
Proses pemadatan dilaksanakan sesaat setelah aspal dihampar
dari finisher. Dalam proses pemadatan ini terdiri dari beberapa bagian,
yaitu memadatkan, meratakan, memeriksa permukaan, dan
memperbaiki ketidaksempurnaan.
Sesaat setelah dihampar, maka harus dilakukan penggilasan
awal dengan menggunakan tandem roller, yang berposisi di belakang
finisher yang sedang menghampar. Setiap titik hamparan sekurang-
kurangnya menerima 1-3 lintasan. Dalam pekerjaan kali ini
penggilasan awal sebanyak 2 lintasan.

Gambar pemadatan tandem roler

Pemadatan dilaksanakan segera setelah penghamparan untuk


menjaga suhu agar tetap memenuhi syarat spesifikasi.
Pemadatan utama dilakukan oleh pneumatic tired roller setelah
penggilasan awal, dan lintasan dari tire roller ini harus lebih dahulu
samping (ujung) agar aspal hamparan akan menjadi padat terlebih
dahulu di samping, sehingga tidak akan terjadi pelebaran di samping
saat pemadatan di tengah. Dalam pekerjaan kali ini pneumatic tired
roller melakukan pemadatan di setiap titik sebanyak 18 passing.
Gambar pemadatan mungunakan PTR

Kemudian dilakukan pemadatan akhir untuk mengunci lapisan


aspal yang dipadatkan dengan tandem roller, dengan 2 passing di
setiap titik.
Gambar pemadatan akhir
Untuk kecepatan dari alat berat adalah, 4 km/jam untuk tandem
roller dan 10 km/jam untuk tire roller. Setiap kecepatan ini dijaga agar
tetap konstan untuk nghindari campuran beraspal terkena perubahan
secara drastis yang nantinya akan mengakibatkan kesalahan dan
kecacatan dalam pemadatan. Alat juga tidak diizinkan untuk berhenti
sepanjang proses penghamparan.
Semua pekerjaan pemadatan dilaksanakan saat aspal masih
dalam suhu yang tinggi karena untuk mendapatkan hasil yang baik,
karena jika campuran beraspal panas masih dalam suhu tinggi, maka
aspal tersebut masih mudah untuk dikerjakan, juga menjaga agar jejak
roda dari alat berat tidak akan tersisa dalam campuran beraspal yang
telah dingin.
Saat alat berat melakukan pemadatan, roda yang dimilikinya
harus terus dibasahi agar campuran beraspal yang baru dihampar tidak
akan merekat pada roda alat, namun jika airnya berlebihan maka akan
bersifat buruk juga. Untuk tire roller boleh diberikan sedikit minyak
untuk menghindari lengketnya campuran beraspal.
Alat berat yang digunakan dalam pekerjaan pengaspalan
campuran aspal panas AC-BC di proyek Presrvasi Jalan Teja Timur -
Groom ini adalah :
 Asphalt Mixing Plan (AMP)+ Laboratorium
 Dump Truck
 Compressor
 Asphalt Finisher
 Pneumatic Tire Roller (PTR)
 Tandem Roller
 Alat Pendukung Lainnya.

Anda mungkin juga menyukai