Program Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin
Program Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin
2024
LEMBAR PENGESAHAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah, Dewan Guru
dan Karyawan serta Tim Penyusun TPMPS MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta, maka dengan ini program kerja Program Kerja Jangka Menengah
MA Plus Al-Amin abung Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025 sampai dengan
Tahun pelajaran 2027/2028 ditetapkan/disahkan untuk ditindaklanjuti.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya lah Program Kerja Sekolah Jangka
Menengah MA Plus Al-Amin Abung Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025
s.d 2027/2028 ini bisa terselesaikan.
Program kerja ini disusun sebagai langkah awal pemetaan
kebutuhan sekolah kedepan. Juga sebagai upaya untuk meningkatan
kualifikasi Sekolah Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Kami menyadari bahwa program kerja ini masih belum sempurna.
Untuk itu masukan, koreksi, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat di
harapkan demi penyempurnaan program kerja yang jauh lebih baik. Semoga
program ini dapat menjadi arahan bagi pembuatan program kerja berikutnya,
khususnya di MA Plus Al-Amin Abung Surakarta
Demikian Program Kerja ini disusun Semoga bermanfaat. Terima
Kasih
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... i
KATAPENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A. Latar Belakang....................................................................... 1
B. Landasan Hukum.................................................................... 8
C. Tujuan .................................................................................... 12
D. Manfaat.................................................................................. 13
E. Ruang Lingkup RKJM............................................................ 13
BAB II PROFIL SEKOLAH ..................................................................... 19
BAB III PROSES PENYUSUNAN RKJM ............................................... 104
A. Standar Isi............................................................................... 104
B. Standar Proses......................................................................... 105
C. Standar Kompetensi Lulusan.................................................. 108
D. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.......................... 111
E. Standar Sarana dan Prasarana ................................................ 114
F. Standar Pengelolaan................................................................ 119
G. Standar Pembiayaan............................................................... 122
H. Standar Penilaian.................................................................... 124
BAB IV RENCANA KERJA 4 TAHUN .................................................. 127
BAB V PENUTUP....................................................................................... 150
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa
Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan
satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah.
berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan
nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan
kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan
prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah.
Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan
peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota,
menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup
menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih
memprihatinkan.
Peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan
dari proses pengembangan sumber daya manusia, harus dilakukan secara
terencana, terarah dan intensif, sehingga mampu menyiapkan bangsa
Indonesia memasuki era globalisasi yang sarat dengan persaingan.
Peningkatan mutu pendidikan akan dapat dicapai, jika sekolah dengan
berbagai keragamannya diberi wewenang untuk mengatur dan
mengurus dirinya sendiri, sesuai dengan kondisi lingkungan dan
kebutuhan peserta didiknya. Merdeka belajar adalah jawaban yang tepat
saat ini.
Sejalan dengan adanya berbagai perubahan, maka MA Plus Al-
Amin Abung Surakarta merencanakan program pengembangan pendidikan
yang memberikan bekal kepada anak usia sekolah untuk dapat memiliki
kecakapan dan keberanian memecahkan permasalahan yang timbul
dalam kehidupan bermasyarakat.
Penerapan Kurikulum Merdeka di MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta sebagai wujud aktualisasi potensi anak didik sehingga siswa
dapat berkembang sesuai dengan kodratnya. Siswa diberi kebebasan untuk
memecahkan permasalahan yang dihadapi secara mandiri. Pemberian bekal
kecakapan untuk hidup bagi anak didik dengan melihat potensi dimilikinya
merupakan salah satu cara yang dilakukan. MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta berusaha menjadi sekolah yang dapat menciptakan lulusan yang
mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan MA pada umumnya
baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat pesat
memberikan peluang sekolah untuk terus meningkatkan
kualitas pendidikan tanpa mengesampingkan potensi dan karakter
lokal daerah. Pelaksanaan P5 dengan mengangkat tema potensi lokal di
wilayah Kendal ini juga menjawab tantangan isu global dan lokal tentang
lingkungan yang harus dipecahkan oleh seluruh stakeholder. Selain itu
sebagai sekolah Adiwiyata dan Literasi MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta, berkomitmen menciptakan karakter siswa yang peduli terhadap
lingkungan.
b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain
berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang
diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan
pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang
mengemuka, yaitu:
1) Tantangan terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu
yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan
teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan
budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat
internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup
masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional
menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern
seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO),
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)
Community, Asia- Pacific Economic Cooperation (APEC),
dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal
juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia,
pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan
transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di
dalam studi International Trends in International
Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program
for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999
juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak
menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang
dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain
banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA
tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia;
2) Kompetensi masa depan antara lain kemampuan
berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis,
kemampuan menjadi warga negara yang
bertanggungjawab, kemampuan mencoba untuk mengerti
dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, dan memiliki
kesiapan untuk bekerja;
3) Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada
aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan
karakter;
4) Perkembangan pengetahuan dan pedagogi antara lain
Neurologi, Psikologi, Observation based (discovery) learning
dan Collaborative learning;
5) Fenomena negatif antara lain perundungan , kekerasan
seksual , perkelahian pelajar, narkoba, korupsi,
plagiarisme, dan kecurangan dalam ujian.
b. Kondisi Nyata
Pengembangan proses pembelajaran MA Plus Al-
Amin Abung Surakarta kurikulum Merdeka yang memungkinkan
guru memberikan kemerdekaan kepada siswa untuk
mengembangkan potensi dirinya.
1) Kebijakan sekolah di implementasi dalam program kerja sekolah.
2) Kurikulum KOSP memberi ruang yang luas kepada guiru untuk
mengembangkan Modul Ajar berdasarkan potensi yang ada
3) Partisipasi di implementasikan dalam aksi program kerja
Adiwiyata dan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah ( GLS )
4) Sarana dan prasarana dengan pemenuhan sarpras sekolah
untuk proses pembelajaran di sekolah.
Untuk mewujudkan hasil capaian standar nasional
pendidikan, MA Plus Al-Amin Abung Surakarta menyusun dan
melaksanakan program pemenuhan SNP yang realistis dan
sesuai kondisi nyata (berdasarkan hasil analisis konteks) dengan
memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia baik di dalam
maupun di luar sekolah, antara lain:
1) Pemenuhan Standar Isi, dilaksanakan melalui
pengembangan dan pemberlakuan KOSP sesuai dengan
mekanisme dan prosedur yang berlaku, mensosialisasikan
KOSP baik internal maupun eksternal; mengevaluasi dan
memvalidasi dokumen KOSP secara periodik.
2) Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan dilaksanakan
melalui pemenuhan nilai kognitif masing-masing mata pelajaran,
dan nilai keterampilan yang dipadukan dalam satu nilai ditambah
nilai P5. penyusunan program perbaikan pembelajaran
dilakukan setelah ulangan harian .
3) Pemenuhan Standar Proses dilakukan melalui peningkatan
kualitas dan kelengkapan perangkat pembelajaran ( CP,
ATP, dan modul Ajar) , optimalisasi sarana prasarana dan
lingkungan yang tersedia baik di dalam maupun di luar
sekolah dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran,
optimalisasi pengawasan proses pembelajaran, dan tindak lanjut
perbaikan pelaksanaan pembelajaran secara periodik.
4) Pemenuhan Standar Penilaian melalui peningkatan kualitas dan
kelengkapan perangkat penilaian; melaksanakan dan
mengelola hasil penilaian peserta didik sesuai dengan
mekanisme dan prosedur yang berlaku; penyampaian hasil
penilaian peserta didik kepada orang tua dan pihak lain
yang berkepentingan.
5) Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dapat
dilaksanakan melalui pemberdayaan tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan yang ada, peningkatan kompetensi pendidik dan
tenaga kependidikan, pemanfaatan sumber daya manusia yang
ada di luar sekolah (kerjasama dengan instansi lain), pemberian
penghargaan pada guru berprestasi, mempromosikan guru
berprestasi, serta pengusulan pengangkatan guru yang
dibutuhkan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi.
6) Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana dapat
dilaksanakan melalui optimalisasi penggunaan, pemeliharaan
dan perawatan sarana yang ada, penghapusan atau hibah ke
sekolah lain yang memerlukan dan atau penambahan
sarana prasarana baru.
7) Pemenuhan Standar Pengelolaan dilaksanakan melalui
optimalisasi seluruh sumber daya yang ada di sekolah untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai kewenangan
sekolah; menerapkan prinsip manajemen berbasis sekolah
dalam keseluruhan proses pengelolaan sekolah;
penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi program
kerja; melaksanakan validasi/perbaikan program kerja
secara periodik; meningkatkan peran serta para pembina mulai
dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, pusat dan atau
masyarakat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pendidikan.
8) Pemenuhan Standar Pembiayaan dilaksanakan melalui
optimalisasi seluruh dana yang diterima oleh sekolah baik
melalui dana BOS dan BOP. pengelolaan pembiayaan
secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dengan berbekal kondisi
riil di atas, MA Plus Al-Amin Abung Surakarta menyediakan segala
kebutuhan yang mendukung, meliputi Tenaga Pendidik,
Kependidikan dan Sarana-Prasarana.
B. LANDASAN HUKUM
Penyusunan program kerja jangka menengah MA Plus Al-Amin
Abung Surakarta dikembangkan dengan berlandaskan dasar hukum sebagai
berikut:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang
Standar isi
5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI
Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pendidikan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang
Pendidikan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi
Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar,
Dan Jenjang Pendidikan Menengah;
7. Peraturan Menteri Nomor 56 tentang Peraturan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56 Tahun 2022 tentang
Standar Pendidikan Guru
8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI
Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang
Pendidikan Menengah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2023 Tentang Standar Pengelolaan
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah
10. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2023 Tentang Standar Pembiayaan
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah
11. Peraturan Menteri Nomor 22 tentang Peraturan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 22 Tahun 2023 tentang
Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
12. Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan
Nomor 009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan Sub elemen
Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka;
13. Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan
Nomor 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD,
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum
Merdeka;
14. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka Pendidikan
Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, oleh Badan Standar,
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Tahun 2022;
15. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa
Tengah Nomor 423.5/04678 Tahun 2022 tentang Pedoman Kurikulum
Muatan Lokal Bahasa Jawa Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah Di Provinsi Jawa Tengah.
16. Peraturan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa
Tengah Nomor 420/06310 tentang Pedoman Penyusunan Kalender
Pendidikan Tahun Ajaran 2023/2024.
17. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum 2013 Pendidikan Anak
Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, oleh Badan Standar,
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Tahun 2022;
18. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
oleh Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Tahun 2022;
19. Panduan Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMA/MA/Bentuk lain
yang Sederajat oleh Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen
Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
RI Tahun 2022.
C. Tujuan
Program Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta disusun agar sekolah memiliki pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran dan pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan
(SNP) dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
1. Tujuan pendidikan di MA Plus Al-Amin Abung Surakarta
antara lain sebagai berikut :
a. Memberi arah yang jelas terlaksananya dengan baik
b. Memberi pembinaan guru dan tenaga kependidikan lainnya
c. Meningkatkan profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya.
d. Meningkatkan prestasi akademik siswa
e. Mengembangan potensi peserta didik, guru , tenaga
pendidikan agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung
jawab dan demokratis, menguasai dasar ilmu pengetahuan dan
teknologi serta memiliki etos dan budaya kerja.
f. Meningkatkan mutu pendidikan di MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta
g. Untuk mengetahui apakah program sekolah berjalan sesuai yang
direncanakan.
h. Bagaimana cara mengatasi hambatan yang terjadi .
i. Memudahkan kepala sekolah dalam menerapkan teknik-teknik
proker tahuan.
j. Sebagai acuan bagi Kepala Sekolah melaksanakan program
tindak lanjut hasil proker jangka pendek
2. Sasaran
1. Guru dalam melaksanakan tugas proses kegiatan belajar
mengajar dan
2. ekstrakurikuler
3. Guru BK
4. Perpustakaan
5. Laboratorium Bahasa
6. Laboratorium Komputer
7. Laboratorium Multimedia
8. Laboratorium Kimia
9. Laboratorium Fisika
10. Laboratorium Biologi
11. Laboratorium Biologi Terapan
12. Administrasi Tata Usaha
13. Program Kegiatan Kesiswaan/OSIS
14. Program Kegiatan Humas dan komite
15. Program Kegiatan Bina Prestasi
16. Program Kegiatan Laporan Tengah Semester, Penilaian Akhir
Semester, Penilaian Akhir Tahun
17. Program Kegiatan Kopsis
18. Program Kegiatan Sapras dan 7 K
3. Waktu pelaksana
Pelaksanaan dilakukan setiap saat sesuai dengan jadwal yang ada dalam
tahun pelajaran 2024/2025 sampai dengan 2027/2028.
D. Manfaat
Manfaat Rencana Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta sebagai berikut:
1. Pengaturan Tujuan Sekolah: RKJM membantu sekolah dalam
menetapkan tujuan jangka menengah yang spesifik, terukur, dan
realistis. Hal ini membantu guru, staf, dan pemangku kepentingan
sekolah untuk bekerja menuju pencapaian tujuan bersama.
2. Peningkatan Kualitas Pendidikan: Dengan merinci strategi dan
program pembelajaran yang akan diimplementasikan dalam beberapa
tahun ke depan, RKJM membantu meningkatkan kualitas pendidikan
yang ditawarkan oleh sekolah.
3. Penyusunan Anggaran: RKJM memungkinkan sekolah untuk
merencanakan anggaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan jangka
menengah. Ini membantu dalam alokasi sumber daya secara efisien dan
efektif.
4. Peningkatan Efisiensi Operasional: Dengan merencanakan kebutuhan
sumber daya manusia, peralatan, dan fasilitas yang diperlukan, RKJM
dapat membantu sekolah meningkatkan efisiensi operasionalnya.
5. Evaluasi dan Pemantauan: RKJM memberikan dasar untuk evaluasi
progres sekolah terhadap tujuan jangka menengah. Ini memungkinkan
untuk perbaikan yang berkelanjutan dan pemantauan perkembangan
sekolah.
6. Keterlibatan Pemangku Kepentingan: RKJM dapat digunakan
sebagai alat komunikasi untuk mengikutsertakan orang tua, siswa,
komunitas lokal, dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses
perencanaan dan pengambilan keputusan sekolah.
7. Peningkatan Akuntabilitas: Dengan mengidentifikasi target kinerja
jangka menengah, RKJM membantu sekolah untuk lebih akuntabel
terhadap hasil pendidikan yang diharapkan.
8. Pengembangan Staf: RKJM dapat membantu dalam mengidentifikasi
kebutuhan pelatihan dan pengembangan staf, sehingga staf dapat
mempersiapkan diri untuk memenuhi tujuan jangka menengah.
9. Menghadapi Perubahan Tren Pendidikan: Dengan berfokus pada
jangka waktu yang lebih panjang, RKJM memungkinkan sekolah untuk
merencanakan tindakan yang responsif terhadap perubahan tren dan
perkembangan di dunia pendidikan.
10. Penciptaan Kepemimpinan yang Kuat: RKJM membutuhkan
kepemimpinan yang kuat untuk merencanakan, melaksanakan, dan
memantau kemajuan terhadap tujuan jangka menengah, sehingga dapat
menghasilkan pengembangan kepemimpinan yang berkualitas dalam
sekolah.
I. IDENTITAS MADRASAH
Nama Madrasah : MA Plus AL-Amin Abung Surakarta
Nomor Statistik : 131218030028
Status Madrasah : Swasta
Status Akreditasi : Terakreditasi Peringkat ( B )
Alamat : Jl. Gajah Mada No.01 Sukoharjo
Kecamatan : Abung surakarta
Kabupaten : Lampung Utara
Provinsi : Lampung
Titik Kordinat : -4.725811,105.0398808
A. VISI
B. MISI
C. TUJUAN
KONDISI SEKARANG
NO URAIAN Rusak Rusak KEBUTU KET
HAN
Vol/Jml Baik Ringan Berat
TANAH BANGUNAN
19270
Luas tanah
M2
1 GEDUNG
1.1. Ruang Kelas 3 v 6 Kurang 3
1.2. Ruang Kantor 0 1 Kurang 1
1.3. Ruang Guru 1 v 1 Cukup
1.4. Ruang BP/BK 0 1 Kurang 1
1.5. Ruang Laboratorium 1 v 1 Cukup
1.6. Mushalla 0 0
1.7. WC Guru 1 v 2 Kurang 1
1.8. WC. Siswa 2 v 2 Cukup
1.9. Ruangan Ibadah 0 1 Kurang 1
2 MEUBELAIR
2.1. Kursi siswa 120 90 30 120 Cukup
2.2. Meja siswa 120 90 30 120 Cukup
2.3. Kursi (Guru) 20 20 20 Cukup
2.4. Meja ½ biro(Guru) 10 10 10 Cukup
EKTRAKULIKULER TARI
EKTRAKULIKULER PRAMUKA
A. Struktur Organisasi MA Plus al-Amin
KOORDINATOR BK
Diana Ayu sinta
GURU
PESERTA DIDIK
MA Plus Al-Amin
B. Uraian Tugas
1. Kepala Madrasah
Berfungsi dan bertugas sebagai edukator, manajer, administrator
dan supervisor, pemimpin/leader inovator, motivator.
a. Kepala Sekolah selaku edukator.
Bertugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan
efisien.
b. Kepala Sekolah selaku manajer mempunyai tugas
1) Menyusun perencanaan
2) Mengorganisasikan kegiatan
3) Mengarahkan kegiatan
4) Mengkoordinasikan kegiatan
5) Melaksanakan pengawasan
6) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan
7) Menentukan kebijaksanaan
8) Mengadakan rapat
9) Mengambil keputusan
10) Mengatur proses belajar mengajar
11) Mengatur administrasi : ketatausahaan, peserta didik,
ketenagaan, sarana dan prasarana, keuangan /RKAS.
12) Mengatur Organisasi Peserta didik Intra Sekolah (OSIS)
13) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi
terkait.
c. Kepala sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan :
1) administrasi 6) keuangan
2) pengorganisasian 7) Perpustakaan
3) pengarahan 8) Laboratorium
4) pengkoordinasian 9) ruang ketrampilan
5) pengawasan 10) Bimbingan dan Konseling
Kepala Sekolah selaku supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi
mengenai:
1) Proses belalar mengaiar
2) Kegiatan bimbingan dan konseling
3) Kegiatan ekstrakunikuler
4) Kegiatan ketatausahaan
5) Kegiatan kejasama dengan masyarakat dan instansi terkait.
6) Sarana dan prasarana
7) Kegiatan OSIS
8) Kegiatan 7 K
Tahun Pelaksanaan
No. Masalah Capaian No. Standar Standar Skor Akar Masalah No. Program Program Benahi/RKJM Ketera
2024 2025 2026 2027
1 D.1 Kualitas Sedang 2 Proses 63,23 Metode 1 Peningkatan kompetensi v v v v
pembelajaran pembelajaran GTK dan kebijakan yang
menunjang aktivasi kognitif
2 D.1 Kualitas Sedang 2 Proses 63,23 Manajemen 2 Peningkatan kompetensi v v v v
pembelajaran kelas GTK dan kebijakan yang
menunjang pengelolaan
kelas