0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan48 halaman

Program Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin

Diunggah oleh

Umu Fadilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan48 halaman

Program Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin

Diunggah oleh

Umu Fadilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH

MA PLUS AL-AMIN ABUNG SURAKARTA


TAHUN PELAJARAN
2024/2025 s.d 2027/2028

MA PLUS AL-AMIN ABUNG SURAKARTA


LAMPUNG UTARA
Jln. Gajah Mada No.01 Sukoharjo Kec. Abung Surakarta

2024
LEMBAR PENGESAHAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah, Dewan Guru
dan Karyawan serta Tim Penyusun TPMPS MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta, maka dengan ini program kerja Program Kerja Jangka Menengah
MA Plus Al-Amin abung Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025 sampai dengan
Tahun pelajaran 2027/2028 ditetapkan/disahkan untuk ditindaklanjuti.

Abung Surakarta, 15 Juli 2024

Ketua Yayasan Kepala Sekolah

Ali Mujahid, [Link].I Nur Hidayatul Mukaromah, [Link].I


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya lah Program Kerja Sekolah Jangka
Menengah MA Plus Al-Amin Abung Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025
s.d 2027/2028 ini bisa terselesaikan.
Program kerja ini disusun sebagai langkah awal pemetaan
kebutuhan sekolah kedepan. Juga sebagai upaya untuk meningkatan
kualifikasi Sekolah Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Kami menyadari bahwa program kerja ini masih belum sempurna.
Untuk itu masukan, koreksi, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat di
harapkan demi penyempurnaan program kerja yang jauh lebih baik. Semoga
program ini dapat menjadi arahan bagi pembuatan program kerja berikutnya,
khususnya di MA Plus Al-Amin Abung Surakarta
Demikian Program Kerja ini disusun Semoga bermanfaat. Terima
Kasih

Abung Surakarta, 15 Juli 2024

Kepala MA Plus Al-Amin Abung Surakarta

Nur Hidayatul Mukaromah, [Link].I


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... i
KATAPENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A. Latar Belakang....................................................................... 1
B. Landasan Hukum.................................................................... 8
C. Tujuan .................................................................................... 12
D. Manfaat.................................................................................. 13
E. Ruang Lingkup RKJM............................................................ 13
BAB II PROFIL SEKOLAH ..................................................................... 19
BAB III PROSES PENYUSUNAN RKJM ............................................... 104
A. Standar Isi............................................................................... 104
B. Standar Proses......................................................................... 105
C. Standar Kompetensi Lulusan.................................................. 108
D. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.......................... 111
E. Standar Sarana dan Prasarana ................................................ 114
F. Standar Pengelolaan................................................................ 119
G. Standar Pembiayaan............................................................... 122
H. Standar Penilaian.................................................................... 124
BAB IV RENCANA KERJA 4 TAHUN .................................................. 127
BAB V PENUTUP....................................................................................... 150
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa
Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan
satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah.
berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan
nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan
kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan
prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah.
Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan
peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota,
menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup
menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih
memprihatinkan.
Peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan
dari proses pengembangan sumber daya manusia, harus dilakukan secara
terencana, terarah dan intensif, sehingga mampu menyiapkan bangsa
Indonesia memasuki era globalisasi yang sarat dengan persaingan.
Peningkatan mutu pendidikan akan dapat dicapai, jika sekolah dengan
berbagai keragamannya diberi wewenang untuk mengatur dan
mengurus dirinya sendiri, sesuai dengan kondisi lingkungan dan
kebutuhan peserta didiknya. Merdeka belajar adalah jawaban yang tepat
saat ini.
Sejalan dengan adanya berbagai perubahan, maka MA Plus Al-
Amin Abung Surakarta merencanakan program pengembangan pendidikan
yang memberikan bekal kepada anak usia sekolah untuk dapat memiliki
kecakapan dan keberanian memecahkan permasalahan yang timbul
dalam kehidupan bermasyarakat.
Penerapan Kurikulum Merdeka di MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta sebagai wujud aktualisasi potensi anak didik sehingga siswa
dapat berkembang sesuai dengan kodratnya. Siswa diberi kebebasan untuk
memecahkan permasalahan yang dihadapi secara mandiri. Pemberian bekal
kecakapan untuk hidup bagi anak didik dengan melihat potensi dimilikinya
merupakan salah satu cara yang dilakukan. MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta berusaha menjadi sekolah yang dapat menciptakan lulusan yang
mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan MA pada umumnya
baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat pesat
memberikan peluang sekolah untuk terus meningkatkan
kualitas pendidikan tanpa mengesampingkan potensi dan karakter
lokal daerah. Pelaksanaan P5 dengan mengangkat tema potensi lokal di
wilayah Kendal ini juga menjawab tantangan isu global dan lokal tentang
lingkungan yang harus dipecahkan oleh seluruh stakeholder. Selain itu
sebagai sekolah Adiwiyata dan Literasi MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta, berkomitmen menciptakan karakter siswa yang peduli terhadap
lingkungan.

1. Rasional Pengembangan Program Kerja Jangka Menengah


a. Tantangan Internal
1) Hasil analisis rapor pendidikan menunjukkan bahwa masih
banyak program yang harus diperbaiki di MA Plus Al-Amin
Abung Surakarta. Rekmendasi dari kementrian tentang nilai
rapor pendidikan yang nilainya rendah menjadi prioritas
program Program Jangka menengah ini
2) Tuntutan pendidikan yang mengacu pada pemenuhan 8
(delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan
standar penilaian pendidikan;
3) Sistem penerimaan peserta didik baru yang
mengimplementasi sistem berbasis online dengan dengan
ketentuan jalur afirmasi 20%, Jalur pindah tugas orang tua
5%, jalur Prestasi lomba 20%, jalur zonasi 55% .
4) Sebagian guru belum memahami prosedur pengembangan
perangkat mengajar atau pembelajaran kurikulum sistem SKS,
pembelajaran yang berdasarkan 4C, literasi, PPK, dan
penilaian HOTS;
5) Sebagian tenaga kependidikan, wali murid, komite sekolah
belum memahami pelaksanaan kurikulum sistem SKS.

b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain
berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang
diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan
pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang
mengemuka, yaitu:
1) Tantangan terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu
yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan
teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan
budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat
internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup
masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional
menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern
seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO),
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)
Community, Asia- Pacific Economic Cooperation (APEC),
dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal
juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia,
pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan
transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di
dalam studi International Trends in International
Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program
for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999
juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak
menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang
dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain
banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA
tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia;
2) Kompetensi masa depan antara lain kemampuan
berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis,
kemampuan menjadi warga negara yang
bertanggungjawab, kemampuan mencoba untuk mengerti
dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, dan memiliki
kesiapan untuk bekerja;
3) Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada
aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan
karakter;
4) Perkembangan pengetahuan dan pedagogi antara lain
Neurologi, Psikologi, Observation based (discovery) learning
dan Collaborative learning;
5) Fenomena negatif antara lain perundungan , kekerasan
seksual , perkelahian pelajar, narkoba, korupsi,
plagiarisme, dan kecurangan dalam ujian.

2. Kondisi Ideal dan Kondisi Nyata


Suatu sekolah dikatakan ideal apabila rapor pendidikan telah
mencapai nilai ideal berdasarkan pengukuran yang telah ditetapkan.
Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas
lembaga menuju kondisi ideal. Pemberian kemerdekaan kepada guru
untuk merencanakan pembelajaran, membuat modul secara mandiri
dan pemberian kemerdekaan siswa untuk mengemukakan pendapat dan
memecahkan permasalahan secara mandiri sebagai upaya mencapai
kondisi ideal suatau sekolah.
Kondisi nyata yang ada di MA Plus Al-Amin Abung Surakarta,
masih ada beberapa komponen yang harus mendapatkan perhatian
karena nilai pada rapor pendidikan masih rendah. Oleh sebab itu upaya
dilakukan dengan serius memenuhi tuntutan kebutuhan siswa berbasis
potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen
pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis
sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana,
terarah, dan berkesinambungan.
a. Kondisi Ideal Suatu Sekolah Sesuai SNP
Pendidikan yang ideal ialah pendidikan yang memiliki
standar tinggi dan berkualitas. Peningkatan kualitas pendidikan
berbasis pada sekolah, karena sekolah lebih mengetahui masalah
yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah
berfungsi sebagai unit yang mengembangkan kurikulum, silabus,
strategi pembelajaran, dan sistem penilaian.
Dengan penerapan manajemen berbasis sekolah merupakan
usaha untuk memberdayakan potensi yang ada di sekolah dalam
usaha meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu langkah
kongkrit peningkatan mutu pendidikan adalah pemberdayaan
sekolah agar mampu berperan sebagai subyek penyelenggara
pendidikan dengan menyajikan pendidikan yang bermutu.
Sekolah diberi kewenangan dan peran yang luas untuk
merancang dan melaksanakan pendidikan sesuai dengan potensi
dan kondisinya masing-masing dengan tetap mengacu pada
standar minimal yang ditetapkan pemerintah melalui Standar
Nasional Pendidikan (SNP).
Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal
tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan terdiri
dari (8) delapan standar yaitu: Standar Isi, Standar Kompetensi
Lulusan, Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar
Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian
Pendidikan.
Pengertian masing-masing standar tersebut adalah:
1) Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi
yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi
tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata
pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh
peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
2) Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
3) Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu
satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi
lulusan.
4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah
kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun
mental, serta pendidikan dalam jabatan.
5) Standar Sarana dan Srasarana adalah standar nasional
pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang
ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah,
perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain,
tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain,
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran,
termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
6) Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan
kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan,
kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai
efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
7) Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen
dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku
selama satu tahun.
8) Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional
pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan
instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

b. Kondisi Nyata
Pengembangan proses pembelajaran MA Plus Al-
Amin Abung Surakarta kurikulum Merdeka yang memungkinkan
guru memberikan kemerdekaan kepada siswa untuk
mengembangkan potensi dirinya.
1) Kebijakan sekolah di implementasi dalam program kerja sekolah.
2) Kurikulum KOSP memberi ruang yang luas kepada guiru untuk
mengembangkan Modul Ajar berdasarkan potensi yang ada
3) Partisipasi di implementasikan dalam aksi program kerja
Adiwiyata dan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah ( GLS )
4) Sarana dan prasarana dengan pemenuhan sarpras sekolah
untuk proses pembelajaran di sekolah.
Untuk mewujudkan hasil capaian standar nasional
pendidikan, MA Plus Al-Amin Abung Surakarta menyusun dan
melaksanakan program pemenuhan SNP yang realistis dan
sesuai kondisi nyata (berdasarkan hasil analisis konteks) dengan
memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia baik di dalam
maupun di luar sekolah, antara lain:
1) Pemenuhan Standar Isi, dilaksanakan melalui
pengembangan dan pemberlakuan KOSP sesuai dengan
mekanisme dan prosedur yang berlaku, mensosialisasikan
KOSP baik internal maupun eksternal; mengevaluasi dan
memvalidasi dokumen KOSP secara periodik.
2) Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan dilaksanakan
melalui pemenuhan nilai kognitif masing-masing mata pelajaran,
dan nilai keterampilan yang dipadukan dalam satu nilai ditambah
nilai P5. penyusunan program perbaikan pembelajaran
dilakukan setelah ulangan harian .
3) Pemenuhan Standar Proses dilakukan melalui peningkatan
kualitas dan kelengkapan perangkat pembelajaran ( CP,
ATP, dan modul Ajar) , optimalisasi sarana prasarana dan
lingkungan yang tersedia baik di dalam maupun di luar
sekolah dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran,
optimalisasi pengawasan proses pembelajaran, dan tindak lanjut
perbaikan pelaksanaan pembelajaran secara periodik.
4) Pemenuhan Standar Penilaian melalui peningkatan kualitas dan
kelengkapan perangkat penilaian; melaksanakan dan
mengelola hasil penilaian peserta didik sesuai dengan
mekanisme dan prosedur yang berlaku; penyampaian hasil
penilaian peserta didik kepada orang tua dan pihak lain
yang berkepentingan.
5) Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dapat
dilaksanakan melalui pemberdayaan tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan yang ada, peningkatan kompetensi pendidik dan
tenaga kependidikan, pemanfaatan sumber daya manusia yang
ada di luar sekolah (kerjasama dengan instansi lain), pemberian
penghargaan pada guru berprestasi, mempromosikan guru
berprestasi, serta pengusulan pengangkatan guru yang
dibutuhkan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi.
6) Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana dapat
dilaksanakan melalui optimalisasi penggunaan, pemeliharaan
dan perawatan sarana yang ada, penghapusan atau hibah ke
sekolah lain yang memerlukan dan atau penambahan
sarana prasarana baru.
7) Pemenuhan Standar Pengelolaan dilaksanakan melalui
optimalisasi seluruh sumber daya yang ada di sekolah untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai kewenangan
sekolah; menerapkan prinsip manajemen berbasis sekolah
dalam keseluruhan proses pengelolaan sekolah;
penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi program
kerja; melaksanakan validasi/perbaikan program kerja
secara periodik; meningkatkan peran serta para pembina mulai
dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, pusat dan atau
masyarakat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pendidikan.
8) Pemenuhan Standar Pembiayaan dilaksanakan melalui
optimalisasi seluruh dana yang diterima oleh sekolah baik
melalui dana BOS dan BOP. pengelolaan pembiayaan
secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dengan berbekal kondisi
riil di atas, MA Plus Al-Amin Abung Surakarta menyediakan segala
kebutuhan yang mendukung, meliputi Tenaga Pendidik,
Kependidikan dan Sarana-Prasarana.

B. LANDASAN HUKUM
Penyusunan program kerja jangka menengah MA Plus Al-Amin
Abung Surakarta dikembangkan dengan berlandaskan dasar hukum sebagai
berikut:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang
Standar isi
5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI
Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pendidikan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang
Pendidikan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi
Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar,
Dan Jenjang Pendidikan Menengah;
7. Peraturan Menteri Nomor 56 tentang Peraturan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56 Tahun 2022 tentang
Standar Pendidikan Guru
8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI
Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang
Pendidikan Menengah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2023 Tentang Standar Pengelolaan
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah
10. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2023 Tentang Standar Pembiayaan
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah
11. Peraturan Menteri Nomor 22 tentang Peraturan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 22 Tahun 2023 tentang
Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
12. Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan
Nomor 009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan Sub elemen
Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka;
13. Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan
Nomor 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD,
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum
Merdeka;
14. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka Pendidikan
Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, oleh Badan Standar,
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Tahun 2022;
15. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa
Tengah Nomor 423.5/04678 Tahun 2022 tentang Pedoman Kurikulum
Muatan Lokal Bahasa Jawa Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah Di Provinsi Jawa Tengah.
16. Peraturan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa
Tengah Nomor 420/06310 tentang Pedoman Penyusunan Kalender
Pendidikan Tahun Ajaran 2023/2024.
17. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum 2013 Pendidikan Anak
Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, oleh Badan Standar,
Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Tahun 2022;
18. Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
oleh Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Tahun 2022;
19. Panduan Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan di SMA/MA/Bentuk lain
yang Sederajat oleh Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen
Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
RI Tahun 2022.

C. Tujuan
Program Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta disusun agar sekolah memiliki pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran dan pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan
(SNP) dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
1. Tujuan pendidikan di MA Plus Al-Amin Abung Surakarta
antara lain sebagai berikut :
a. Memberi arah yang jelas terlaksananya dengan baik
b. Memberi pembinaan guru dan tenaga kependidikan lainnya
c. Meningkatkan profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya.
d. Meningkatkan prestasi akademik siswa
e. Mengembangan potensi peserta didik, guru , tenaga
pendidikan agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung
jawab dan demokratis, menguasai dasar ilmu pengetahuan dan
teknologi serta memiliki etos dan budaya kerja.
f. Meningkatkan mutu pendidikan di MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta
g. Untuk mengetahui apakah program sekolah berjalan sesuai yang
direncanakan.
h. Bagaimana cara mengatasi hambatan yang terjadi .
i. Memudahkan kepala sekolah dalam menerapkan teknik-teknik
proker tahuan.
j. Sebagai acuan bagi Kepala Sekolah melaksanakan program
tindak lanjut hasil proker jangka pendek
2. Sasaran
1. Guru dalam melaksanakan tugas proses kegiatan belajar
mengajar dan
2. ekstrakurikuler
3. Guru BK
4. Perpustakaan
5. Laboratorium Bahasa
6. Laboratorium Komputer
7. Laboratorium Multimedia
8. Laboratorium Kimia
9. Laboratorium Fisika
10. Laboratorium Biologi
11. Laboratorium Biologi Terapan
12. Administrasi Tata Usaha
13. Program Kegiatan Kesiswaan/OSIS
14. Program Kegiatan Humas dan komite
15. Program Kegiatan Bina Prestasi
16. Program Kegiatan Laporan Tengah Semester, Penilaian Akhir
Semester, Penilaian Akhir Tahun
17. Program Kegiatan Kopsis
18. Program Kegiatan Sapras dan 7 K

3. Waktu pelaksana
Pelaksanaan dilakukan setiap saat sesuai dengan jadwal yang ada dalam
tahun pelajaran 2024/2025 sampai dengan 2027/2028.

D. Manfaat
Manfaat Rencana Kerja Jangka Menengah MA Plus Al-Amin Abung
Surakarta sebagai berikut:
1. Pengaturan Tujuan Sekolah: RKJM membantu sekolah dalam
menetapkan tujuan jangka menengah yang spesifik, terukur, dan
realistis. Hal ini membantu guru, staf, dan pemangku kepentingan
sekolah untuk bekerja menuju pencapaian tujuan bersama.
2. Peningkatan Kualitas Pendidikan: Dengan merinci strategi dan
program pembelajaran yang akan diimplementasikan dalam beberapa
tahun ke depan, RKJM membantu meningkatkan kualitas pendidikan
yang ditawarkan oleh sekolah.
3. Penyusunan Anggaran: RKJM memungkinkan sekolah untuk
merencanakan anggaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan jangka
menengah. Ini membantu dalam alokasi sumber daya secara efisien dan
efektif.
4. Peningkatan Efisiensi Operasional: Dengan merencanakan kebutuhan
sumber daya manusia, peralatan, dan fasilitas yang diperlukan, RKJM
dapat membantu sekolah meningkatkan efisiensi operasionalnya.
5. Evaluasi dan Pemantauan: RKJM memberikan dasar untuk evaluasi
progres sekolah terhadap tujuan jangka menengah. Ini memungkinkan
untuk perbaikan yang berkelanjutan dan pemantauan perkembangan
sekolah.
6. Keterlibatan Pemangku Kepentingan: RKJM dapat digunakan
sebagai alat komunikasi untuk mengikutsertakan orang tua, siswa,
komunitas lokal, dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses
perencanaan dan pengambilan keputusan sekolah.
7. Peningkatan Akuntabilitas: Dengan mengidentifikasi target kinerja
jangka menengah, RKJM membantu sekolah untuk lebih akuntabel
terhadap hasil pendidikan yang diharapkan.
8. Pengembangan Staf: RKJM dapat membantu dalam mengidentifikasi
kebutuhan pelatihan dan pengembangan staf, sehingga staf dapat
mempersiapkan diri untuk memenuhi tujuan jangka menengah.
9. Menghadapi Perubahan Tren Pendidikan: Dengan berfokus pada
jangka waktu yang lebih panjang, RKJM memungkinkan sekolah untuk
merencanakan tindakan yang responsif terhadap perubahan tren dan
perkembangan di dunia pendidikan.
10. Penciptaan Kepemimpinan yang Kuat: RKJM membutuhkan
kepemimpinan yang kuat untuk merencanakan, melaksanakan, dan
memantau kemajuan terhadap tujuan jangka menengah, sehingga dapat
menghasilkan pengembangan kepemimpinan yang berkualitas dalam
sekolah.

E. Ruang Lingkup RKJM


Ruang lingkup Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) MA meliputi
berbagai aspek yang terkait dengan pengembangan dan peningkatan mutu
pendidikan di sekolah. Berikut adalah ruang lingkup RKJM MA:
1. Pengembangan Kurikulum:
 Evaluasi dan perbaikan kurikulum yang ada.
 Penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan
perkembangan zaman.
 Integrasi teknologi dalam pembelajaran.
 Peningkatan kualitas guru dalam mengimplementasikan kurikulum.
2. Pengembangan Sumber Daya Manusia:
 Pelatihan dan pengembangan kompetensi guru.
 Pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan.
 Peningkatan kualitas kepala sekolah dan pengawas sekolah.
 Peningkatan kualitas tenaga kependidikan (tata usaha, Kepala
perpustakaan, koordinator laboratorium, dll.).
3. Peningkatan Kualitas Pembelajaran:
 Penyusunan rencana pembelajaran yang inovatif dan menarik.
 Peningkatan metode pembelajaran yang aktif dan partisipatif.
 Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
 Peningkatan kualitas evaluasi dan penilaian hasil belajar siswa.
4. Pengembangan Ekstrakurikuler:
 Penyusunan program ekstrakurikuler yang bervariasi dan sesuai
minat dan bakat siswa.
 Peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.
 Pembinaan dan pengembangan potensi siswa melalui kegiatan
ekstrakurikuler.
5. Peningkatan Kualitas Manajemen Sekolah:
 Penyusunan perencanaan dan penganggaran yang baik.
 Peningkatan kualitas pengelolaan administrasi sekolah.
 Peningkatan kualitas pengawasan dan evaluasi kegiatan sekolah.
 Peningkatan hubungan kerjasama dengan stakeholders (orang tua,
masyarakat, dunia usaha, dll.).
6. Peningkatan Kualitas Kehidupan Sekolah:
 Peningkatan kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.
 Peningkatan kualitas kantin dan sarana kesehatan di sekolah.
 Peningkatan kualitas pelayanan dan keamanan di sekolah.
 Peningkatan kualitas kegiatan keagamaan dan kebudayaan di sekolah.
BAB II
PROFIL MA PLUS AL-AMIN ABUNG SURAKARTA

PROFIL MA PLUS AL-AMIN ABUNG SURAKARTA

I. IDENTITAS MADRASAH
Nama Madrasah : MA Plus AL-Amin Abung Surakarta
Nomor Statistik : 131218030028
Status Madrasah : Swasta
Status Akreditasi : Terakreditasi Peringkat ( B )
Alamat : Jl. Gajah Mada No.01 Sukoharjo
Kecamatan : Abung surakarta
Kabupaten : Lampung Utara
Provinsi : Lampung
Titik Kordinat : -4.725811,105.0398808

II. DATA MADRASAH

Tahun Pendirian : 2010


Tahun Operasional : 2010
Status Tanah : Akta Wakaf Bersertifikat
Luas Tanah Milik : 19.270 m2
Luas Bangunan : 1150 m2

III. VISI DAN MISI

A. VISI

“Relegius,berprestasi dan berwawasan global”

B. MISI

1. Terbentuknya generasi islam yang mampu


mengimplementasikan ajaran islam dengan baik
dan benar dalam kehidupan berbangsa, bernegara,
dan bermasyarakat

2. Memiliki budi pekerti dan akhlak mulia


3. Memiliki kecintaan terhadap budaya lingkungan.
4. Memiliki semangat untuk meraih prestasi secara berkelanjutan
5. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
6. Memiliki sikap kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif

C. TUJUAN

1. Warga madrasah memiliki akhlak mulia


2. Terbiasa melakukan ibadah.
3. Terciptanya suasana pelayanan 6s (senyum, salam, sapa, sopan, santun, sukses)
4. Terciptanya guru memiliki kompetensi (social, kepribadian, professional dan
pedagogik)
5. Terciptanya siswa yang berprestasi akademik dan non akademik
6. Terjalin kerja sama dengan berbagai pihak
7. Munculnya gagasan dan ide untuk kemajuan madrasah

IV. PROFIL KEPALA MADRASAH


Nama Lengkap : Nur Hidayatul Mukaromah, [Link].I
NPK : 4900280019065
Masa Kerja : 1 Tahun
Pendidikan Terakhir : Sarajana S. 1
Jurusan : Pendidikan Agama Islam

V. PROFIL SISWA DALAM 5 TAHUN TERAKHIR


KLS [Link] KELAS I
Tahun Pelajaran JML
I II III I II III Pendaftar Diterima
2019/2020 39 36 30 105 2 2 2 39 39
2020/2021 29 39 38 106 2 2 3 29 29
2022/2023 40 29 39 108 2 2 2 40 40
2023/2024 39 40 24 106 2 2 2 39 39
2024/2025 43 39 38 120 2 2 2 43 43

VI. PROFIL GURU DAN PEGAWAI TAHUN 2024/2025


1. Data Guru & Pegawai berdasarkan lantar belakang pendidikan
Guru Pegawai
Ijazah Guru Tidak Pegawai
Tetap (GT Tidak JUMLAH
Tertinggi Tetap (GTT) Tetap
) Tetap
S3 - - - -
S2 - - - -
S1 11 6 0 0 17
Sarmud - - - -
D3 - - - -
D2 - - -
SLTA - 1 1 0 2
JML 19

VII. KONDISI FISIK / DATA SARANA PRASARANA


MA Plus Al-Amin Abung Surakarta adalah madrasah yang terletak di pedesaan, MA
Plus Al-Amin Abung Surakarta tidak terlalu jauh dari jalan raya, sehingga mudah
dijangkau oleh alat transportasi. Suasana sekolah cukup kondusif, mengingat sekolah ini
berada dalam lingkungan tempat tinggal penduduk. Sayangnya Fasilitas Ruang Kelas
yang dibutuhkan belum memenuhi sesuai Rombel yang ada, sehingganya harus
menumpang di SMP yang berdekatan dengan MA Plus Al-Amin Abung Surakarta,
ruang kelas yang dimiliki hanya 3 Ruang sedangkan yang dibutuhkan adalah 6 Ruang
kelas , Ruang Guru dan Kepala Madrasah masih menjadi 1, ruang laboratorium IPA,
Ruang LAB Komputer, ruang perpustakaan, dan ruang Praktik juga masih menjadi 1.
Lihat tabel di bawah untuk keterangan yang lebih lengkap

KONDISI SEKARANG
NO URAIAN Rusak Rusak KEBUTU KET
HAN
Vol/Jml Baik Ringan Berat
TANAH BANGUNAN
19270
Luas tanah
M2
1 GEDUNG
1.1. Ruang Kelas 3 v 6 Kurang 3
1.2. Ruang Kantor 0 1 Kurang 1
1.3. Ruang Guru 1 v 1 Cukup
1.4. Ruang BP/BK 0 1 Kurang 1
1.5. Ruang Laboratorium 1 v 1 Cukup
1.6. Mushalla 0 0
1.7. WC Guru 1 v 2 Kurang 1
1.8. WC. Siswa 2 v 2 Cukup
1.9. Ruangan Ibadah 0 1 Kurang 1
2 MEUBELAIR
2.1. Kursi siswa 120 90 30 120 Cukup
2.2. Meja siswa 120 90 30 120 Cukup
2.3. Kursi (Guru) 20 20 20 Cukup
2.4. Meja ½ biro(Guru) 10 10 10 Cukup

2.5. Meja ½ biro (pegawai) 3 3 3 Cukup


2.6. Kursi ( pegawai ) 4 4 4 Cukup
2.7. Meja 1 biro ( kepala) 1 1 1 Cukup
2.8. papan pengumuman 2 2 2 Cukup

2.9. Papan Tulis (white board) 6 6 6 Cukup


2.10. Papan data 3 3 3 Cukup
2.11. Lemari Kayu 2 1 1 3 Kurang 1
2.12. Meja Komputer 20 20 0 20 Cukup
2.13. filing Kabibet 0 0 0
2.14. brangkas 0 0 0
2.15. Kursi pop ( labor IPA ) 0 0 0 0

2.16. Meja panjang ( Labor ) 4 4 4 Cukup


2.17. Almari labor IPA 1 1 0 1 Cukup
2.18. Kursi Tamu (sice) 2 1 1 2 Kurang 1
3 PERALATAN LAIN
3.1. Komputer 10 6 4 0 25 Kurang 15
3.2. Printer 2 1 1 2 Cukup
3.3. Pesawat Telepon 0 0 0 0
3.4. Sound system 1 1 1 Cukup
3.5. Dispenser 0 0 0 0
3.6. Mesin Ketik 0 0 0
3.7. alat pemotong kertas 1 1 1 Cukup
3.8. Peralatan labor IPA 2 Set 2 2 Cukup
4 JASA
6.1. Listrik 1.300 VA 1.300 VA 1.300 VA Cukup
6.2. PDAM -
6.3. Telepon -
5 PERPUSTAKAAN*
7.1. Jumlah Judul 133 133 Cukup
7.2. Jumlah Eksemplar 660 660 Cukup
7.3. Jumlah Eks. Buku teks 105 105 Cukup
7.4. Jumlah Eks. Buku Referensi 165 165 Cukup
7.5. Jumlah Eks. Buku Fiksi 30 30 Cukup
SARANA PRASARANA
6 LAINNYA
Drum Band 1 1 1 Cukup
Mesin Jahit 5 3 2 5 Cukup
Mesin Obras 2 2 2 Cukup

Abung Surakarta, 15 Juli 2024


Kepala MA Plus Al-Amin

Nur Hidayatul Mukaromah, [Link].I


RUANG KELAS MA PLUS AL-AMIN

LAHAN MA PLUS AL-AMIN

KANTOR MA PLUS AL-AMIN


RUANG KELAS MA PLUS AL-AMIN

LABORATORIUM MA PLUS AL-AMIN

EKTRAKULIKULER TARI
EKTRAKULIKULER PRAMUKA
A. Struktur Organisasi MA Plus al-Amin

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH


Nur hidayatul Mukaromah, [Link].I

KASUBAG TATA USAHA


Sindi Irnawati

WAKA KURIKULUM WAKA KESISWAAN WAKA SARPRAS WAKA HUMAS


Umu Fadilah, [Link]. Karno, [Link].I Iswadi, [Link].I Pendi Mashuri

KOORDINATOR BK
Diana Ayu sinta

GURU

PESERTA DIDIK
MA Plus Al-Amin

(Sumber: SMA N 1 Sukorejo,2023)

B. Uraian Tugas
1. Kepala Madrasah
Berfungsi dan bertugas sebagai edukator, manajer, administrator
dan supervisor, pemimpin/leader inovator, motivator.
a. Kepala Sekolah selaku edukator.
Bertugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan
efisien.
b. Kepala Sekolah selaku manajer mempunyai tugas
1) Menyusun perencanaan
2) Mengorganisasikan kegiatan
3) Mengarahkan kegiatan
4) Mengkoordinasikan kegiatan
5) Melaksanakan pengawasan
6) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan
7) Menentukan kebijaksanaan
8) Mengadakan rapat
9) Mengambil keputusan
10) Mengatur proses belajar mengajar
11) Mengatur administrasi : ketatausahaan, peserta didik,
ketenagaan, sarana dan prasarana, keuangan /RKAS.
12) Mengatur Organisasi Peserta didik Intra Sekolah (OSIS)
13) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi
terkait.
c. Kepala sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan :
1) administrasi 6) keuangan
2) pengorganisasian 7) Perpustakaan
3) pengarahan 8) Laboratorium
4) pengkoordinasian 9) ruang ketrampilan
5) pengawasan 10) Bimbingan dan Konseling
 Kepala Sekolah selaku supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi
mengenai:
1) Proses belalar mengaiar
2) Kegiatan bimbingan dan konseling
3) Kegiatan ekstrakunikuler
4) Kegiatan ketatausahaan
5) Kegiatan kejasama dengan masyarakat dan instansi terkait.
6) Sarana dan prasarana
7) Kegiatan OSIS
8) Kegiatan 7 K

 Kepala Sekolah sebagai pemimpin/leader


1) Dapat dipercaya, jujur dan bertanggung jawab.
2) Memahami kondisi guru, karyawan dan peserta didik.
3) Memiliki visi dan memahami misi sekolah
4) Mengambil keputusan unsur intern dan ekstern sekolah
5) Membuat, mencari dan memilih gagasan baru
 Kepala Sekolah sebagal motivator Melakukan pembaharuan di bidang :
1) KBM
2) BK
3) Ekstrakurikuler
4) Pengadaan
5) Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan
Dalam melaksanakan tugasnya, kepala sekolah dapat mendelegasikan kepada
wakil kepala sekolah :

2. Wakil Kepala Sekolah.


Wakilkepala sekolah bertugas membantu kepala sekolah dalam urusan-
urusan sebagai berikut :
a. Kurikulum
1) Menyusun program pengajaran (Program Tahunan dan Semester)
2) Menyusun Kalender Pendidikan
3) Menyusun SK pembagian tugas mengajar guru dan tugas tambahan lainnya
4) Menyusun jadwal pelajaran
5) Menyusun Program dan jadwal Pelaksanaan A K M / Ujian
6) Menyusun kriteria dan persyaratan siswa untuk naik kelas/tidak Serta
lulus/tidak siswa yang mengikuti ujian
7) Menyusun jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (Raport)
8) Menyediakan ATP seluruh mata pelajaran dan contoh format Modul Ajar
9) Menyediakan agenda kelas, agenda piket, surat izin masuk/keluar,
agenda guru (yang berisi: jadwal pelajaran, kontrak belajar dengan siswa,
absensi siswa, form catatan pertemuan dan materi guru, daftar nilai, dan
form home visit)
10) Penyusunan program KBM dan analisis mata pelajaran
11) Menyediakan dan memeriksa daftar hadir guru
12) Memeriksa program satuan pembelajaran guru
13) Mengatasi hambatan terhadap KBM
14) Mengatur penyediaan kelengkapan sarana guru dalam KBM (kapur
tulis, spidol dan isi tintanya, penghapus papan tulis, daftar absensi
siswa, daftar nilai siswa, dsb.)
15) Mengkoordinasikan pelaksanaan KBM dan laporan pelaksanaan KBM
16) Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan pelajaran
17) Menyusun laporan pelaksanaan pelajaran secara berkala
b. Kesiswaan
1) Menyusun program pembinaan kesiswaan/OSIS
2)Menegakkan Tata Tertib Sekolah
3) Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan
siswa/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib
sekolah
4) Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan,
ketertiban, Kerindangan, keindahan, dan kekeluargaan(6K)
5) Memberi pengarahan dan penilaian dalam pemilihan pengurus
OSIS
6) Melakukan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi
7) Bekerjasama dengan para pembina kegiatan kesiswaan didalam
menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala
dan insidentil.
8) Melaksanakan penerimaan Peserta didik baru
9) Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam
kegiatan di luar sekolah.
10) Menyusun
laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala
11) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan siswa
penerima beasiswa
12) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan
orang tua murid.
c. Sarana Prasarana
1) Menginventarisasi barang
2) Pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan penunjang
KBM
3) Pendayagunaan sarana prasarana (termasuk kartu- kartu
pelaksanaan pendidikan )
4) Pemeliharaan sarana dan prasaran pendidikan (pengamanan,
penghapusan, pengembangan)
5) Pengelolaan alat-alat penunjang pembelajaran
d. Humas
1) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan
orangtua / Wali siswa
2) Membina hubungan antar sekolah dengan komite sekolah
3) Membina pengembangan hubungan antar sekolah dengan lembaga
pemerintah, dunia usaha dan lembaga-lembaga sosial lainnya
4) Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara
berkala.
5) Melaksanakan tugas-tugas ke luar lembaga
6) Menjalin hubungan ke luar lembaga sesuai fungsi dan
kebutuhan
3. Pendidik / Guru
Bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas
melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien.
4. Tenaga Kependidikan
1) Administrasi Kepegawaian
2) Administrasi Keuangan.
3) Administrasi Inventaris dan Perlengkapan
4) Administrasi Persuratan
5) Administrasi Kesiswaan
6) Teknologi Informasi dan Komunikasi
7) Perpustakaan
8) Petugas Kebersihan
9) Pramu Kantor
5. Kegiatan Peserta Didik
1) Peserta didik dalam lingkungan sekolah.
2) Peserta didik dalam lingkungan keluarga.
3) Peserta didik dalam lingkungan masyarakat.
6. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
1) Kegiatan Komite
2) Mengadakan rapat-rapat bersama dengan komite sekolah dan wali
murid apabila ada kebijakan yang ada hubungan dengan orang tua
siswa.
3) Kegiatan masyarakat / Wali Murid
4) Ikut serta dalam kegiatan masyarakat yang dianggap perlu
mengadakan kunjungan rumah kepada orang tua siswa.
5)
C. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain
1. Deskripsi SDM
a. Data Pegawai SMA Negeri 1 Sukorejo
Guru 17
Staf Administrasi 1
Jumlah Keseluruhan 18

b. Data Rombongan Belajar Siswa SMA Negeri 1 Sukorejo


No Nama Tingkat Jumlah Siswa
Rombel Kelas L P Total
1 XA 10 6 16 22
2 XB 10 9 12 21
3 XI MIA 11 10 9 19
4 XI IIS 11 7 9 16
5 XII MIA 12 7 11 18
6 XII IIS 12 9 8 17
Jumlah siswa 105
Sumber: Data MA Plus Al-Amin
c. Sarpras, dan Sumber Daya Lain
Terdapat beberapa sarana prasarana yang mendukung
kegiatan belajar mengajar seperti dijabarkan pada tabel.
D. Sarana Prasarana MA Plus Al-Amin
E. KONDISI SEKARANG
N URAIAN Rusak Rusak KEBUTU KET
HAN
Vol/Jml Baik Ringan Berat
TANAH BANGUNAN
19270
Luas tanah
M2
1 GEDUNG
1.1. Ruang Kelas 3 v 6 Kurang 3
1.2. Ruang Kantor 0 1 Kurang 1
1.3. Ruang Guru 1 v 1 Cukup
1.4. Ruang BP/BK 0 1 Kurang 1
1.5. Ruang Laboratorium 1 v 1 Cukup
1.6. Mushalla 0 0
1.7. WC Guru 1 v 2 Kurang 1
1.8. WC. Siswa 2 v 2 Cukup
1.9. Ruangan Ibadah 0 1 Kurang 1
2 MEUBELAIR
2.1. Kursi siswa 120 90 30 120 Cukup
2.2. Meja siswa 120 90 30 120 Cukup
2.3. Kursi (Guru) 20 20 20 Cukup
2.4. Meja ½ biro(Guru) 10 10 10 Cukup

2.5. Meja ½ biro (pegawai) 3 3 3 Cukup


2.6. Kursi ( pegawai ) 4 4 4 Cukup
2.7. Meja 1 biro ( kepala) 1 1 1 Cukup
2.8. papan pengumuman 2 2 2 Cukup

2.9. Papan Tulis (white board) 6 6 6 Cukup


2.10. Papan data 3 3 3 Cukup
2.11. Lemari Kayu 2 1 1 3 Kurang 1
2.12. Meja Komputer 20 20 0 20 Cukup
2.13. filing Kabibet 0 0 0
2.14. brangkas 0 0 0
2.15. Kursi pop ( labor IPA ) 0 0 0 0

2.16. Meja panjang ( Labor ) 4 4 4 Cukup


2.17. Almari labor IPA 1 1 0 1 Cukup
2.18. Kursi Tamu (sice) 2 1 1 2 Kurang 1
3 PERALATAN LAIN
3.1. Komputer 10 6 4 0 25 Kurang 15
3.2. Printer 2 1 1 2 Cukup
3.3. Pesawat Telepon 0 0 0 0
3.4. Sound system 1 1 1 Cukup
3.5. Dispenser 0 0 0 0
3.6. Mesin Ketik 0 0 0
3.7. alat pemotong kertas 1 1 1 Cukup
3.8. Peralatan labor IPA 2 Set 2 2 Cukup
4 JASA
6.1. Listrik 1.300 VA 1.300 VA 1.300 VA Cukup
6.2. PDAM -
6.3. Telepon -
5 PERPUSTAKAAN*
7.1. Jumlah Judul 133 133 Cukup
7.2. Jumlah Eksemplar 660 660 Cukup
7.3. Jumlah Eks. Buku teks 105 105 Cukup
7.4. Jumlah Eks. Buku Referensi 165 165 Cukup
7.5. Jumlah Eks. Buku Fiksi 30 30 Cukup
SARANA PRASARANA
6 LAINNYA
Drum Band 1 1 1 Cukup
Mesin Jahit 5 3 2 5 Cukup
Mesin Obras 2 2 2 Cukup
BAB III
PROSES PENYUSUNAN RKJM

Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah Menengah Atas (RKJM) MA Plus


Al-Amin Abung Surakarta merupakan dokumen perencanaan strategis yang
dirancang untuk mengarahkan perkembangan sekolah dan meningkatkan mutu
pendidikan yang disusun untuk kurun waktu 4 tahun . Adapun proses
penyusunannya adalah sebagai berikut :
1. Penetapan Tim Penyusun RKJM:
 Kepala Sekolah menunjuk tim penyusun RKJM yang terdiri dari
staf pengajar, staf administrasi sekolah, dan anggota komite
sekolah.
2. Analisis Rapor Pendidikan :
 Tim penyusun mengidentifikasi rapor pendidikan menentukan
komponen yang sudah memenuhi dan yang belum memenuhi
standar nilai yang ditentukan. Berdasarkan analisis kita
menentukan prioritas program yang akan kita laksanakan.

Hasil analisis rapor pendidikan MA Plus Al-Amin Abung Surakarta memperoleh


rekomendasi sebagai berikut :
Identifikasi Refleksi Benahi
Masalah Program Benahi
Akar Masalah
Indikator Contoh program
Indikator lain yang
N prioritas yang yang dapat
Capaian Skor mempengaruhi
o menggambarkan meningkatkan
capaian indikator
kualitas Satdik capaian indikator
prioritas.
Anda. akar masalah.
1 D.1 Kualitas Sedang 63,23 Metode Peningkatan
pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK dan
kebijakan yang
menunjang aktivasi
kognitif

2 D.1 Kualitas Sedang 63,23 Manajemen kelas Peningkatan


pembelajaran kompetensi GTK dan
kebijakan yang
menunjang
pengelolaan kelas
3 D.1 Kualitas Sedang 63,23 Belajar tentang Peningkatan
pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK dan
kebijakan yang
menunjang belajar
tentang
pembelajaran

4 D.1 Kualitas Sedang 63,23 Refleksi atas Peningkatan


pembelajaran praktik mengajar kompetensi GTK dan
kebijakan yang
menunjang refleksi
atas praktik mengajar

5 D.1 Kualitas Sedang 63,23 Pengelolaan Peningkatan


pembelajaran kurikulum sekolah kompetensi GTK dan
kebijakan yang
menunjang
pengelolaan
kurikulum sekolah

6 D.1 Kualitas Sedang 63,23 Visi-misi sekolah Peningkatan


pembelajaran kompetensi GTK dan
kebijakan yang
menunjang
penyusunan dan
implementasi visi-
misi sekolah

3. Penyusunan Visi dan Misi Sekolah:


 Setelah menganalisis rapor pendidikan, Tim penyusun RKJM
berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan meninjau
kembali visi dan misi sekolah yang ada. Jika masih relevan maka
tidak perlu diganti dengan visi misi yang baru..
4. Penyusunan Tujuan dan Sasaran:
 Berdasarkan analisis rapor pendidikan dan visi-misi sekolah, tim
merumuskan tujuan dan sasaran yang spesifik, terukur, dapat
dicapai dan relevan
5. Penyusunan Program dan Kegiatan:
 Tim penyusun merinci program dan kegiatan yang diperlukan
untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
6. Penetapan Indikator Kinerja dan Evaluasi:
 Tim menentukan indikator kinerja yang akan digunakan untuk
mengukur pencapaian tujuan dan sasaran juga evaluasi berkala
untuk menilai kemajuan dan membuat perubahan jika diperlukan.
7. Pengesahan RKJM:
 Setelah RKJM telah disusun, Tim mengajukan dokumen ini kepada
Kepala sekolah dan komite sekolah.
8. Sosialisasi
Setelah dokumen disahkan oleh kepala sekolah dan komite sekolah
kemudian tim mengadakan sosialisasi kepada warga sekolah.
9. Implementasi RKJM:
 Tim mulai melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan
RKJM yang telah disetujui.
10. Monitoring dan Evaluasi Berkala:
 Selama periode RKJM, kita melakukan pemantauan dan evaluasi
berkala terhadap kemajuan yang telah dicapai. Koreksi dan
penyesuaian dapat diperlukan untuk memastikan pencapaian tujuan.
BAB IV
RKJM ( RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH )

Tahun Pelaksanaan
No. Masalah Capaian No. Standar Standar Skor Akar Masalah No. Program Program Benahi/RKJM Ketera
2024 2025 2026 2027
1 D.1 Kualitas Sedang 2 Proses 63,23 Metode 1 Peningkatan kompetensi v v v v
pembelajaran pembelajaran GTK dan kebijakan yang
menunjang aktivasi kognitif
2 D.1 Kualitas Sedang 2 Proses 63,23 Manajemen 2 Peningkatan kompetensi v v v v
pembelajaran kelas GTK dan kebijakan yang
menunjang pengelolaan
kelas

3 D.1 Kualitas Sedang 3 PTK 63,23 Belajar tentang 3 Peningkatan kompetensi v v v v


pembelajaran pembelajaran GTK dan kebijakan yang
menunjang belajar tentang
pembelajaran

4 D.1 Kualitas Sedang 3 PTK 63,23 Refleksi atas 4 Peningkatan kompetensi v v v v


pembelajaran praktik mengajar GTK dan kebijakan yang
menunjang refleksi atas
praktik mengajar

5 D.1 Kualitas Sedang 1 Isi 63,23 Pengelolaan 5 Peningkatan kompetensi v v v v


pembelajaran kurikulum GTK dan kebijakan yang
sekolah menunjang pengelolaan
kurikulum sekolah

6 D.1 Kualitas Sedang 5 Pengelolaan 63,23 Visi-misi sekolah 6 Peningkatan kompetensi v v v v


pembelajaran GTK dan kebijakan yang
menunjang penyusunan
dan implementasi visi-misi
sekolah

7 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Pemahaman 7 Peningkatan kompetensi v v v v


keamanan dan sikap guru GTK dan kebijakan yang
sekolah tentang menunjang pemahaman
kekerasan dan sikap guru terhadap
seksual kekerasan seksual

8 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Kesejahteraan 8 Peningkatan kompetensi v v v v


keamanan psikologis GTK dan kebijakan yang
sekolah (wellbeing) menunjang kesejahteraan
murid psikologis murid

9 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Sikap terhadap 9 Peningkatan kompetensi v v v v


keamanan disabilitas GTK dan kebijakan yang
sekolah mendukung terciptanya
sekolah ramah disabilitas

10 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Layanan 10 Peningkatan kompetensi v v v v


keamanan sekolah untuk GTK dan kebijakan yang
sekolah murid cerdas menunjang sekolah untuk
dan bakat murid cerdas dan bakat
istimewa istimewa
11 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Program dan 11 Peningkatan kompetensi v v v v
keamanan kebijakan GTK dan kebijakan yang
sekolah sekolah tentang mendukung terlaksananya
kekerasan program dan kebijakan
seksual sekolah terkait kekerasan
seksual

12 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Program dan 12 Peningkatan kompetensi v v v v


keamanan Kebijakan GTK dan kebijakan yang
sekolah mengenai mendukung terlaksananya
kesetaraan program dan kebijakan
gender sekolah terkait kesetaraan
gender

13 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Toleransi agama 13 Peningkatan kompetensi v v v v


keamanan dan budaya GTK dan kebijakan yang
sekolah menunjang terciptanya
toleransi agama dan
budaya

14 D.4 Iklim Baik 3 PTK 74,09 Toleransi dan 14 Peningkatan kompetensi v v v v


keamanan kesetaraan GTK dan kebijakan yang
sekolah siswa menunjang terciptanya
sikap inklusif

15 A.3 Karakter Baik 3 PTK 57,41 Kemandirian 15 Peningkatan kompetensi v v v v


GTK dan kebijakan yang
mendukung sikap mandiri

16 A.3 Karakter Baik 3 PTK 57,41 Nalar Kritis 16 Peningkatan kompetensi v v v v


GTK dan kebijakan yang
mendukung sikap bernalar
kritis

17 A.3 Karakter Baik 2 Proses 57,41 Metode 17 Peningkatan kompetensi v v v v


pembelajaran GTK dan kebijakan yang
menunjang aktivasi kognitif

18 A.3 Karakter Baik 2 Proses 57,41 Manajemen 18 Peningkatan kompetensi v v v v


kelas GTK dan kebijakan yang
menunjang pengelolaan
kelas

19 A.3 Karakter Baik 3 PTK 57,41 Belajar tentang 19 Peningkatan kompetensi v v v v


pembelajaran GTK dan kebijakan yang
menunjang belajar tentang
pembelajaran

20 A.3 Karakter Baik 2 Proses 57,41 Refleksi atas 20 Peningkatan kompetensi v v v v


praktik mengajar GTK dan kebijakan yang
menunjang refleksi atas
praktik mengajar

21 A.3 Karakter Baik 1 Isi 57,41 Pengelolaan 21 Peningkatan kompetensi v v v v


kurikulum GTK dan kebijakan yang
sekolah menunjang pengelolaan
kurikulum sekolah

22 A.3 Karakter Baik 5 Pengelolaan 57,41 Visi-misi sekolah 22 Peningkatan kompetensi v v v v


GTK dan kebijakan yang
menunjang penyusunan
dan implementasi visi-misi
sekolah

23 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Toleransi agama 23 Peningkatan kompetensi v v v v


Kebinekaan dan budaya GTK dan kebijakan yang
menunjang terciptanya
toleransi agama dan
budaya

24 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Toleransi dan 24 Peningkatan kompetensi v v v v


Kebinekaan kesetaraan GTK dan kebijakan yang
siswa menunjang terciptanya
sikap inklusif

25 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Pemahaman 25 Peningkatan kompetensi v v v v


Kebinekaan dan sikap guru GTK dan kebijakan yang
tentang menunjang pemahaman
kekerasan dan sikap guru terhadap
seksual kekerasan seksual

26 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Kesejahteraan 26 Peningkatan kompetensi v v v v


Kebinekaan psikologis GTK dan kebijakan yang
(wellbeing) menunjang kesejahteraan
murid psikologis murid

27 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Program dan 27 Peningkatan kompetensi v v v v


Kebinekaan kebijakan GTK dan kebijakan yang
sekolah tentang mendukung terlaksananya
kekerasan program dan kebijakan
seksual sekolah terkait kekerasan
seksual
28 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Program dan 28 Peningkatan kompetensi v v v v
Kebinekaan Kebijakan GTK dan kebijakan yang
mengenai mendukung terlaksananya
kesetaraan program dan kebijakan
gender sekolah terkait kesetaraan
gender

29 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Pemahaman 29 Peningkatan kompetensi v v v v


Kebinekaan dan sikap warga GTK dan kebijakan yang
sekolah menunjang pemahaman
terhadap dan sikap warga sekolah
kesetaraan terhadap kesetaraan
gender gender

30 D.8 Iklim Baik 3 PTK 71,31 Perilaku warga 30 Peningkatan kompetensi v v v v


Kebinekaan sekolah GTK dan kebijakan yang
terhadap menunjang terciptanya iklim
kesetaraan kesetaraan gender
gender

31 A.1 Baik (91,11% 2 Proses 91,11 Kompetensi 31 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah membaca teks guru dan kebijakan yang
literasi mencapai sastra menunjang kompetensi
kompetensi membaca teks sastra
minimum)
32 A.1 Baik (91,11% 2 Proses 91,11 Kompetensi 32 Peningkatan kompetensi v v v v
Kemampuan siswa sudah membaca teks GTK dan kebijakan yang
literasi mencapai informasi menunjang kompetensi
kompetensi membaca teks informasi
minimum)

33 A.1 Baik (91,11% 2 Proses 91,11 Metode 33 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah pembelajaran GTK dan kebijakan yang
literasi mencapai menunjang aktivasi kognitif
kompetensi
minimum)

34 A.1 Baik (91,11% 2 Proses 91,11 Manajemen 34 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah kelas GTK dan kebijakan yang
literasi mencapai menunjang pengelolaan
kompetensi kelas
minimum)

35 A.1 Baik (91,11% 3 PTK 91,11 Belajar tentang 35 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah pembelajaran GTK dan kebijakan yang
literasi mencapai menunjang belajar tentang
kompetensi pembelajaran
minimum)
36 A.1 Baik (91,11% 3 PTK 91,11 Refleksi atas 36 Peningkatan kompetensi v v v v
Kemampuan siswa sudah praktik mengajar GTK dan kebijakan yang
literasi mencapai menunjang refleksi atas
kompetensi praktik mengajar
minimum)

37 A.1 Baik (91,11% 1 Isi 91,11 Pengelolaan 37 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah kurikulum GTK dan kebijakan yang
literasi mencapai sekolah menunjang pengelolaan
kompetensi kurikulum sekolah
minimum)

38 A.1 Baik (91,11% 5 Pengelolaan 91,11 Visi-misi sekolah 38 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah GTK dan kebijakan yang
literasi mencapai menunjang penyusunan
kompetensi dan implementasi visi-misi
minimum) sekolah

39 A.2 Baik (82,22% 2 Proses 82,22 Kompetensi 39 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah pada domain GTK dan kebijakan yang
numerasi mencapai Data dan menunjang kemampuan
kompetensi Ketidakpastian numerasi pada domain
minimum) Data dan Ketidakpastian
40 A.2 Baik (82,22% 3 PTK 82,22 Kompetensi 40 Peningkatan kompetensi v v v v
Kemampuan siswa sudah pada domain GTK dan kebijakan yang
numerasi mencapai Bilangan menunjang kemampuan
kompetensi numerasi pada domain
minimum) Bilangan

41 A.2 Baik (82,22% 3 PTK 82,22 Metode 41 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah pembelajaran GTK dan kebijakan yang
numerasi mencapai menunjang aktivasi kognitif
kompetensi
minimum)

42 A.2 Baik (82,22% 2 Proses 82,22 Manajemen 42 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah kelas GTK dan kebijakan yang
numerasi mencapai menunjang pengelolaan
kompetensi kelas
minimum)

43 A.2 Baik (82,22% 3 PTK 82,22 Belajar tentang 43 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah pembelajaran GTK dan kebijakan yang
numerasi mencapai menunjang belajar tentang
kompetensi pembelajaran
minimum)
44 A.2 Baik (82,22% 3 PTK 82,22 Refleksi atas 44 Peningkatan kompetensi v v v v
Kemampuan siswa sudah praktik mengajar GTK dan kebijakan yang
numerasi mencapai menunjang refleksi atas
kompetensi praktik mengajar
minimum)

45 A.2 Baik (82,22% 2 Proses 82,22 Kompetensi 45 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah membaca teks guru dan kebijakan yang
numerasi mencapai sastra menunjang kompetensi
kompetensi membaca teks sastra
minimum)

46 A.2 Baik (82,22% 2 Proses 82,22 Kompetensi 46 Peningkatan kompetensi v v v v


Kemampuan siswa sudah membaca teks GTK dan kebijakan yang
numerasi mencapai informasi menunjang kompetensi
kompetensi membaca teks informasi
minimum)
BAB V
PENUTUP

Kami, tim penyusun MA Plus Al-Amin Abung Surakarta dengan penuh


tekad dan komitmen, telah merumuskan rencana kerja jangka menengah ini
sebagai panduan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dokumen ini
mencerminkan visi dan misi sekolah untuk memberikan pendidikan berkualitas
kepada setiap siswa, mengembangkan potensi, dan membekali mereka dengan
keterampilan dan pengetahuan serta menumbuhkan nalarkritis secara merdeka
untuk meraih kesuksesan di masa depan.
Rencana ini adalah hasil dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan
sekolah, termasuk guru, staf administrasi, siswa, orang tua, komite sekolah, dan
masyarakat sekitar. Kami percaya bahwa hanya melalui kerjasama yang kuat,
kami dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah kami tetapkan.
Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam proses penyusunan RKJM ini. Semua masukan dan pemikiran
berharga yang diberikan telah menjadi fondasi utama rencana ini.
Sebagai dokumen berorientasi masa depan, RKJM ini akan menjadi
panduan bagi setiap tindakan dan keputusan yang kami ambil di masa depan.
Kami akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa
kami tetap berada pada jalur yang benar dan untuk mengatasi perubahan-
perubahan yang mungkin timbul di sepanjang perjalanan ini.
Kami berkomitmen untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan dalam RKJM ini dan untuk memberikan pendidikan yang berkualitas
kepada setiap siswa kami. Dengan semangat gotong-royong dan tekad yang kuat,
kami melangkah ke masa depan dengan keyakinan bahwa sekolah ini akan
menjadi tempat di mana setiap siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan
kodrat mereka.

Anda mungkin juga menyukai