0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Panduan Biaya dan Penyusutan Fiskal

Diunggah oleh

fesalganteng321
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Panduan Biaya dan Penyusutan Fiskal

Diunggah oleh

fesalganteng321
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Biaya yang boleh dikurangkan

Biaya yang dapat dikurangkan dari laba bruto adalah biaya untuk mendapatkan
menagih dan memelihara penghasilan tersebut yang dapat dikelompokkan
menjadi :
1. Produksi : Pembelian bahan baku, bahan penolong.
2. Distribusi : Bahan bakar
3. Pemasaran : Iklan dan Promosi
4. Administrasi : Perlengkapan Kantor
Untuk aktiva tetap yang digunakan dapat dibiayakan melalui penyusutan,
sedangkan aktiva tidak berwujud melalui amortisasi.
Yang tidak ada kaitannya dengan keempat kelompok tersebut tidak dapat
dikurangkan, termasuk sumbangan. Sumbangan yang dapat dikurangkan sebagai
biaya hanyalah :
1. Sumbangan untuk penanggulangan bencana nasional yang ditetapkan
dengan Peraturan Pemerintah.
2. Sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di
Indonesia yang diatur dengan Peraturan Pemerintah.
3. Sumbangan Fasilitas Pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan
Pemerintah.
4. Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur
dengan Peraturan Pemerintah.
Penyusutan Fiskal
Penyusutan adalah alokasi biaya aktiva tetap sesuai dengan masa manfaatnya.
Metode yang boleh digunakan :
1. Garis Lurus
2. Saldo Menurun
Aktiva tetap dikelompokkan sebagai :
1. Bukan Bangunan
2. Bangunan

Tarip Penyusutan
Masa
No Kelompok Harta Saldo
Manfaat Garis Lurus
Menurun
1 Bukan Bangunan
- Kelompok 1 4 Tahun 25% 50%
- Kelompok 2 8 Tahun 12,5% 25%
- Kelompok 3 16 Tahun 6,25% 12,5%
- Kelompok 4 20 Tahun 5% 10%

2 Bangunan
- Tidak Permanen 10 Tahun 10% -
- Permanen 20 Tahun 5% -

Khusus untuk bangunan hanya boleh menggunakan metode garis lurus, tidak boleh
menggunakan metode saldo menurun.
Untuk metode saldo menurun cara menghitung penyusutannya :
1. % nya dikalikan dengan Nilai Buku (Nilai buku adalah pengurangan Harga
Perolehannya dengan Akumulasi Penyusutannya)
2. Nilai Residu (Nilai Sisa) tidak diperhitungkan (Tidak Ada)
3. Pada akhir tahun masa manfaat, nilai bukunya harus nol.
Perbedaan penghitungan Penyusutan menurut Akuntansi dan Fiskal
Contoh 1 :
Pada awal tahun 2020 PT. Anda membeli sebuah sepeda motor dengan Harga
Perolehan Rp 24.000.000. masa manfaat 4 tahun nilai residu Rp 5.000.000, Metode
Penyusutan : Saldo Menurun (Ganda).
Cara menghitung penyusutannya :
Tahun 2020 Akuntansi Fiskal (Perpajakan)
100 % 100 %
% Penyusutan x 2=50 % x 2=50 %
4 4
Penyusutan = 50% x 24.000.000 = 12.000.000 50% x 2.400.000 =
12.000.000

Tahun 2021 2021


Penyusutan = 50% x (24.000.000 -12.000.000) 50% x 12.000.000 =
= 50% x 12.000.000 6.000.000
= 6.000.000

Tahun 2022 2022


Penyusutan = 50% x (24.000.000 -12.000.000- 50% x 6.000.000 =
6.000.000) 3.000.000
= 50% x 6.000.000
= 3.000.000

Jumlah Akumulasi Penyusutan 31-12-2022 :


= 12.000.000 + 6.000.000 + 3.000.000
= 21.000.000
Nilai Buku 31-12-2022 = 24.000.000 – 21.000.000 = 3.000.000
2023 (Akhir Tahun Masa Manfaat)
Penyusutan = 3.000.000 (Sebesar nilai buku 31-12-2022)
Hal ini tidak dibolehkan karena nilai buku tidak boleh lebih kecil dari nilai residu
yang ditetapkan (Rp 6.000.000) Jadi penyusutan tahun 2022 hanya dibolehkan
sebesar Rp 1.000.000 saja supaya Akumulasi Penyusutannya menjadi : 12.000.000
+ 6.000.000 + 1.000.000 = 19.000.000
Nilai Buku : 24.000.000 – 19.000.000 = 5.000.000
(Nilai Buku minimal harus sama dengan nilai residu yang ditetapkan)

Contoh 2 :
1/4-2015 PT. Mekar membeli mobil seharga Rp 200.000.000, masa manfaat 8 tahun,
nilai residu Rp 20.000.000. Metode Penyusutan : Saldo Menurun
Penyusutan Fiskal

100 %
% Penyusutan x 2=25 %
8
Tahun 2015 :

9
25% x 200.000.000 x x 37.500 .000
12
2016 : 25% x (200.000.000 – 37.500.000) = 40.625.000
2017 : 25% x (162.500.000 – 40.625.000) = 30.468.750
2018 : 25% x (121.875.000 – 30.468.750) = 22.851.563
2019 : 25% x (91.406.250 – 22.851.563) = 17.138.672
2020 : 25% x (68.554.687 – 17.138.672) = 12.854.004
2021 : 25% x (51.416.015 – 12.854.004) = 9.640.503
2022 : 25% x (38.562.011 – 9.640.503) = 7.230.377

3
2023 : 25% x (28.921.508 – 7.230.377) x = 1.355.696
12
Akumulasi Penyusutan = 179.664.565
Nilai Buku = 20.335.435
Menurut Fiskal : Pada akhir tahun masa manfaat, Nilai Buku harus Nol (0), berarti
penyusutan tahun 2023 bukan Rp 1.355.696 tetapi diganti menjadi Rp 21.691.131
(Nilai Buku 31-12-2022)
Tetapi kalua menurut Akuntansi Nilai Buku tidak boleh lebih kecil dari Nilai Residu
yang ditetapkan (Rp 20.000.000), Jadi penyusutan sebesar Rp 1.355.696 boleh
dipakai karena Nilai Bukunya Rp 20.335.435

Anda mungkin juga menyukai